• Tidak ada hasil yang ditemukan

strategi pengembangan organisasi seni 12

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "strategi pengembangan organisasi seni 12"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh :

Kuswarsantyo Condrowasesa

(2)

 Upaya menumbuhkembangkan organisasi

kesenian sangat ditentukan oleh tekad dan etos kerja pengurusnya. Dalam berbagai

pengalaman, organisasi kesenian yang tidak mampu berkembang, karena komitmen

(3)

 Visi sebagai dasar pijakan untuk

menumbuhkembangkan organisasi

 Misi adalah sasaran yang hendak dicapai

(4)

 Didasarkan Pada :

1. Spesifikasi / keunikan bentuk kesenian

2. Popularitas jenis kesenian di mata masyarakat

(5)

 Profesional  Kekeluargaan

(6)

 1. Paham tentang kesenian  2. Berani tombok

 3. Totalitas dalam menggeluti bidang seni  4. Dapat membaca peluang

(7)
(8)

 adalah metode yang digunakan untuk

mengevaluasi

kekuatan (strengths),

kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats)

(9)

 1. Strategi pemasaran

 2. Membukan jejaring sosial  3. Promosi/publikasi

(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu, pengurus memiliki komitmen untuk bertahan di dalam BEM Kema Unpad Kabinet Inspirasi tahun 2015 karena mereka merasa bahwa mereka memiliki tanggung jawab sebagai

Budaya organisasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari lingkungan internal organisasi karena keragaman budaya yang ada dalam suatu organisasi sama banyaknya

Pada penelitian ini hipotesis nolnya adalah tidak ada Pengaruh Kecerdasan Spiritual terhadap Komitmen Organisasi pada pengurus PC IPNU IPPNU Tulungagung.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi teknis, pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, komitmen organisasi, dan pengalaman kerja secara bersama- sama berpengaruh positif

Oleh karena itu, kami ingin mengajak pengurus karang taruna serayu larangan untuk mengoptimalisai pengelolaan karang taruna agar organisasi ini bisa berkembang dan memiliki

Ini berarti bahwa karyawan yang memiliki komitmen akan cenderung untuk tetap dalam satu organisasi karena mereka mempercayai sepenuhnya misi yang dijalankan oleh organisasi dan tetap

Komitmen organisasi yang tinggi dapat meningkatkan keadilan prosedural karena organisasi lebih cenderung untuk memperlakukan karyawan dengan adil dan melibatkan mereka dalam proses

Hubungan antara Work-life-balance dan komitmen organisasi Keseimbangan hidup kerja dan komitmen organisasional keduanya penting karena, mereka memainkan peran penting dalam kinerja