II.. RREEFFEERREENNSSII 1.
1. Job SheJob Sheet Uji Bahaet Uji Bahan Semesn Semester Ganter Ganjil Laborjil Laboratoriatorium Bahaum Bahan Jurusan Jurusan Teknin Teknik k Sipil.
Sipil. 2
2.. AASSTTM M CC..3333
II
II.. TUTUJUJUANAN
Mendapatkan proporsi bahan campuran beton kekuatan tekan tinggi Mendapatkan proporsi bahan campuran beton kekuatan tekan tinggi dengan menggunakan metode ACI.
dengan menggunakan metode ACI.
IIIIII.. DDAASSAAR R TTEEOORRII Beto
Beton mutu tinggi diden mutu tinggi didefinisfinisikanikan sebasebagai betogai beton yang memilin yang memiliki kuatki kuat tekan rata-rata
tekan rata-rata
41.4 Mpa (41.4 Mpa (
450 kg/cm450 kg/cm22). Dalam metode ACI ini kuat tekan). Dalam metode ACI ini kuat tekan yang disyaratkan untuk menentukan proporsi campuran beton mutu tinggi yang disyaratkan untuk menentukan proporsi campuran beton mutu tinggi dapat dipilih untuk umur 28 hari atau 56 hari. Untuk mencapai kuat tekan yang dapat dipilih untuk umur 28 hari atau 56 hari. Untuk mencapai kuat tekan yang disyaratkan, campuran harus diproporsikan sedemikian rupa sehingga kuat disyaratkan, campuran harus diproporsikan sedemikian rupa sehingga kuat tekan rata-rata dari hasiltekan rata-rata dari hasil pengujian di lapangan lebih tinggi daripada kuat pengujian di lapangan lebih tinggi daripada kuat tekantekan yang disyaratkan.
yang disyaratkan.
Untuk mengevaluasi kekuatan beton mutu tinggi maka digunakan Untuk mengevaluasi kekuatan beton mutu tinggi maka digunakan beberapa benda uji dengan ukuran yang berbeda-beda, disesuaikan dengan beberapa benda uji dengan ukuran yang berbeda-beda, disesuaikan dengan jenis uji yang
IV.
IV. PROSEDUR PROSEDUR PERHITUNGAN PERHITUNGAN CAMPURAN CAMPURAN BETON MUBETON MUTU TINGGTU TINGGII
4.1
4.1 TenTentuktukan san slumlump dap dan ken kekuakuatan tan ratrata-raa-rata yata yang ding ditargtargetketkanan
Slump untuk beton mutu tinggi tanpa superplasticizer dapat diambil Slump untuk beton mutu tinggi tanpa superplasticizer dapat diambil sebesar 50-100 mm
sebesar 50-100 mm disesuaikan dengan kondisi pembetonan. Slump awaldisesuaikan dengan kondisi pembetonan. Slump awal untuk beton mutu tinggi dengan superplastizer dapat dimbil sebesar untuk beton mutu tinggi dengan superplastizer dapat dimbil sebesar 25-50 mm,kemudian sebelum dilaksanakan pengecoran dilapangan 50 mm,kemudian sebelum dilaksanakan pengecoran dilapangan ditammbah dengan superplastizer sampai slump yang disyaratkan ditammbah dengan superplastizer sampai slump yang disyaratkan tercapai.Kuat tekan
rata-tercapai.Kuat tekan rata-rata yang ditargetkan (f’cr) untuk proporsirata yang ditargetkan (f’cr) untuk proporsi campuran yang dirancang berdasarkan pengalaman dilapangan, diambil campuran yang dirancang berdasarkan pengalaman dilapangan, diambil yang lebih besar dari persamaan (1) atau (2),sedangkan untuk proposi yang lebih besar dari persamaan (1) atau (2),sedangkan untuk proposi campuran berdasarkan campuran coba dilaboratorium diambil sesuai campuran berdasarkan campuran coba dilaboratorium diambil sesuai persamaan (3). persamaan (3). f’cr = f’c f’cr = f’c + 1,34 s...+ 1,34 s... (1)(1) f’cr = 0.90 f’c f’cr = 0.90 f’c + 2,33 s...+ 2,33 s... (2)(2) f’cr = f’cr = 9 9 .. 0 0 66 66 .. 9 9 ''cc
f f (MPa) (MPa) ...(3)(3) 0.9f’cr = f’c + 9.66 (MPa) 0.9f’cr = f’c + 9.66 (MPa) keterangan : keterangan : f’cr = kuat tf’cr = kuat tekan rata-rata yang ditargetkan (MPa)ekan rata-rata yang ditargetkan (MPa) f’c
f’c = k= kuat tekan uat tekan ratarata-rata yang disyaratkan (MPa)-rata yang disyaratkan (MPa) s
4.
4.22 UUkukuraran an agrgregegat at kkasasarar
Untuk kuat tekan rata-rata <62.1 MPa, digunakan ukuran Untuk kuat tekan rata-rata <62.1 MPa, digunakan ukuran agregat maksimum 19-25 mm, sedangkan untuk kuat rata-rata > agregat maksimum 19-25 mm, sedangkan untuk kuat rata-rata > 62,1 MPa digunakan ukuran agregat maksimum 9,5-12,5 mm.
62,1 MPa digunakan ukuran agregat maksimum 9,5-12,5 mm. Ukuran
Ukuran agregat agregat kasar kasar maksimum maksimum sesuai sesuai dengan dengan SNI SNI 03- 03-2947-1992, yaitu:
2947-1992, yaitu: a.
a. 1/1/5 l5 lebebar ar mimininimumum am acucuanan;; b.
b. 1/1/3 te3 tebabal pll plat bat betetonon; at; atauau c.
c. ¾ jar¾ jarak bak bersih ersih minimuminimum antm antar baar batang tang tulangtulangan, buan, bundendell tulangan, atau kabel prategang.
tulangan, atau kabel prategang.
4.
4.33 KaKadadar agr agreregagat kat kasasar opr optitimumumm
Kadar agregat kasar optimum digunakan bersama-sama Kadar agregat kasar optimum digunakan bersama-sama dengan agregat halus yang mempunyai nilai modulus kehalusan dengan agregat halus yang mempunyai nilai modulus kehalusan antara 2,5-3,2.
antara 2,5-3,2.
Berat agregat kasar pada kering oven per m
Berat agregat kasar pada kering oven per m33 beton adalah besarnyabeton adalah besarnya fraksi volume padat kering oven dikailkan dengan berat isi padat fraksi volume padat kering oven dikailkan dengan berat isi padat oven (kg / m
oven (kg / m33).).
Besar fraksi volume agregat padat kering oven yang disarankan Besar fraksi volume agregat padat kering oven yang disarankan berdasarkan besarnya ukuran agregat maksimum, tercantum dalam berdasarkan besarnya ukuran agregat maksimum, tercantum dalam Tabel 1
Tabel 1
Tabel 1: Tabel Fraksi Volume Agregat Kasar yang Disarankan Tabel 1: Tabel Fraksi Volume Agregat Kasar yang Disarankan
U
Ukkuurraan n ((mmmm)) 99..55 1122..55 1199 2255 Fraksi Volume Padat Kering
Fraksi Volume Padat Kering Oven
Oven
0
4.4
4.4 EsEstimtimasi asi kakadar dar air air dadan kn kadaadar ur udadarara
Estimasi pertama kebutuhan air dan kadar udara untuk beton Estimasi pertama kebutuhan air dan kadar udara untuk beton segar
segar ditentukan ditentukan berdasarkaberdasarkan Taben Tabel 2. l 2. untuk buuntuk butirantiran dan tekdan teksturstur halus berpengaruh pada kadar udara rongga udara pasir, karena itu halus berpengaruh pada kadar udara rongga udara pasir, karena itu kadar rongga udara yang aktual dan kadar air harus dikoreksi kadar rongga udara yang aktual dan kadar air harus dikoreksi dengan persamaa
dengan persamaan (4) dan n (4) dan (5).(5). Kadar rongga udara (V), % = Kadar rongga udara (V), % =
% % 100 100 )) (( Re Re 1 1 x x Kering Kering latif latif BeratJenis BeratJenis en en datKerngOv datKerngOv BeratIsiPa BeratIsiPa
.................................. (4(4))Koreksi kadar air, liter/m
Koreksi kadar air, liter/m33==
V V
3535 x
x44,,7575... (5(5)) PenggunaaPenggunaan persamaan n persamaan (5)mengakibatka(5)mengakibatkan penyesuaian airn penyesuaian air sebanyak
sebanyak4,75 4,75 liter/mliter/m33untuk setiap a% untuk setiap a% penyimpangapenyimpangan kadar udaran kadar udara dari 35%.
Tabel 2: Estimasi Pertama Kebutuhan Air Pencampur dan Kadar Tabel 2: Estimasi Pertama Kebutuhan Air Pencampur dan Kadar Udara
Udara Beton Segar BerdaBeton Segar Berdasarkan Pasir dengsarkan Pasir dengan 35% Rongga Udaan 35% Rongga Udarara
Air Pencampur (liter/m Air Pencampur (liter/m33))
S
Slluummpp UUkkuurraan n AAggrreeggaat t kkaassaar r MMaakkss. . ((mmmm)) KKeetteerraannggaann ((mmmm)) 99..55 1122..55 1199 2255 25 25 – – 5500 118844 175175 116699 116666 50 50 – – 7755 119900 118844 117755 117722 75 75 – – 110000 119966 191900 118811 117788
Kadar
Kadar
33..22 22..55 2..02 0 11..55 TTaannppaa superplasticizer superplasticizer Udara Udara (%) (%) 2 2..55 22..00 11..55 11..00 DDeennggaann superplasticizer superplasticizer Catatan : Catatan :
Kebutuhan air pencampur pada tabel diatas adalah untuk beton mutuKebutuhan air pencampur pada tabel diatas adalah untuk beton mututinggi sebelum diberi superplastizer tinggi sebelum diberi superplastizer
Nilai kebutuhan air diatas merupakan niali-niali maksimum jikaNilai kebutuhan air diatas merupakan niali-niali maksimum jikaagregat kasar yang digunakan adalah batu pecah dengan bentuk agregat kasar yang digunakan adalah batu pecah dengan bentuk butiran yang baik, permukaannya bersih dan bergradasi baik
butiran yang baik, permukaannya bersih dan bergradasi baik sesuaisesuai ASTM C.33.
ASTM C.33.
Nilai – Nilai – nilai harus dikoreksi jika rongga udara pasir nilai harus dikoreksi jika rongga udara pasir bukan 35%,bukan 35%,dengan menggunakan persamaan (5). dengan menggunakan persamaan (5).
4.5
4.5 TenTentuktukan raan rasio asio air deir dengangan bahn bahan ban bersiersifat sefat semen men W/(W/(c+pc+p))
Rasio W/(c+p) untuk beton
Rasio W/(c+p) untuk beton tanpa superplastizer diambil nilainyatanpa superplastizer diambil nilainya berdasarkan Tabel 3, dan untuk
berdasarkan Tabel 3, dan untuk beton yang menggunakanbeton yang menggunakan superplastizer berdasarkan Tabel 4.
superplastizer berdasarkan Tabel 4.
Tabel 4 : Rasio W/
Tabel 4 : Rasio W/(c + p) (c + p) Maksimum yang disarankan (dengan SuperplaMaksimum yang disarankan (dengan Superplasticiser)sticiser) Kekuatan Rata-rata Kekuatan Rata-rata (fcr’) (fcr’) MPa MPa W/(c+p) W/(c+p)
Ukuran Agregat Maksimum (mm) Ukuran Agregat Maksimum (mm) 9 9..55 1122..55 1199 2255 4 488..33 228 8 hhaarrii 56 hari 56 hari 0.50 0.50 0.55 0.55 0.48 0.48 0.52 0.52 0.45 0.45 0.48 0.48 0.43 0.43 0.46 0.46 5 555..22 228 8 hhaarrii 56 hari 56 hari 0.44 0.44 0.48 0.48 0.42 0.42 0.45 0.45 0.40 0.40 0.42 0.42 0.38 0.38 0.40 0.40 6 622..11 228 8 hhaarrii 56 hari 56 hari 0.38 0.38 0.42 0.42 0.36 0.36 0.39 0.39 0.35 0.35 0.37 0.37 0.34 0.34 0.36 0.36 6 699..00 228 8 hhaarrii 00..3333 00..3322 0.35 0.35 0.31 0.31 0.33 0.33 0.30 0.30 0.32 0.32 5 56 6 hhaarrii 00..3377 7 755..99 228 8 hhaarrii 00..3300 00..2299 0.31 0.31 0.27 0.27 0.29 0.29 0.27 0.27 0.29 0.29 5 56 6 hhaarrii 00..3333 8 822..88 228 8 hhaarrii 56 hari 56 hari 0.27 0.27 0.30 0.30 0.26 0.26 0.28 0.28 0.25 0.25 0.27 0.27 0.25 0.25 0.26 0.26
4.6
4.6 TeTentntukukan an kadkadar ar bebersirsifat fat semsemenen Kadar bahan bersifat semen per m
Kadar bahan bersifat semen per m33 beton dapat ditentukan denganbeton dapat ditentukan dengan membagi kadar air dengan (c+p). Bila kadar bahan bersifat semen membagi kadar air dengan (c+p). Bila kadar bahan bersifat semen yang dibutuhkan lebih dari 594 kg/m
yang dibutuhkan lebih dari 594 kg/m33, proporsi campuran beton, proporsi campuran beton disarankan dibuat dengan menggunakan bahan bersifat semen disarankan dibuat dengan menggunakan bahan bersifat semen alternatif atau metode perancangan beton
alternatif atau metode perancangan beton yang lain.yang lain.
4.7
4.7 ProProporporsi camsi campurpuran daan dasar tasar tanpa bnpa bahan ahan berbersifasifat semt semen laen lainninnyaya Salah satu campuran harus dibuat hanya dengan semen Salah satu campuran harus dibuat hanya dengan semen portland saja sebagai campuran dasar. Penentuan proporsi campuran portland saja sebagai campuran dasar. Penentuan proporsi campuran dasar harus menggunakan persyaratan berikut :
dasar harus menggunakan persyaratan berikut : a.
a. KaKadadar sr sememenen, , ununtutuk k cacampmpururan an dadasasarr
Karena semen portland merupakan satu-satunya bahan bersifat Karena semen portland merupakan satu-satunya bahan bersifat semen yang digunakan maka kadar semen portland sama semen yang digunakan maka kadar semen portland sama dengan berat total bahan bersifat semen yang dihitung kadar dengan berat total bahan bersifat semen yang dihitung kadar prosedur 4.6
prosedur 4.6 b
b.. KKaaddaar r ppaassiirr
Sesudah ditentukan kadar agregat kasar, kadar air, kadar Sesudah ditentukan kadar agregat kasar, kadar air, kadar udara, kadar semen, maka kadar pasir untuk membuat 1m udara, kadar semen, maka kadar pasir untuk membuat 1m33 dapat dihitung dengan menggunakan Metode Volume Absolut. dapat dihitung dengan menggunakan Metode Volume Absolut. 4.8
4.8 PrPropopororsi Vsi Variarian Can Camampupuraran den dengnganan AbAbu Teu Terbrbanangg
Penentuan proporsi varian campuran harus mengikuti Penentuan proporsi varian campuran harus mengikuti persyaratan berikut:
persyaratan berikut: a.
a. Tipe Tipe Abu TAbu Terbaerbang, hng, harus arus sesusesuai deai dengan ngan stanstandar ASdar ASTM C.6TM C.61818 b.
b. KadaKadar Abu Ter Abu Terbanrbang, sebg, sebagai pagai penggengganti santi sebagebagian seian semenmen Portland.
Portland.
Abu Terbang kelas C, 20-35 % Abu Terbang kelas C, 20-35 % berat semen Portlandberat semen Portlandc.
c. Tipe STipe Serbuerbuk Silikak Silika, haru, harus sesus sesuai denai dengan sgan standatandar ASTM C.r ASTM C.618618 d.
d. BeBerat rat Abu Abu TerTerbabang /ng /SerSerbuk buk SilSilikaika
Setelah persentase penggantian semen Portland ditentukan, berat Setelah persentase penggantian semen Portland ditentukan, berat abu terbang dan serbuk silika yang akan digunakan untuk setiap abu terbang dan serbuk silika yang akan digunakan untuk setiap varian campuran dapat dihitung dengan mengalikan berat bahan varian campuran dapat dihitung dengan mengalikan berat bahan semen total dari prosedur (4.6), dengan persentase penggantian semen total dari prosedur (4.6), dengan persentase penggantian yang telah ditentukan. Karena itu, untuk setiap varian campuran yang telah ditentukan. Karena itu, untuk setiap varian campuran berat abu terbang dan serbuk silika ditambah berat semen berat abu terbang dan serbuk silika ditambah berat semen Portland tetap sama dengan berat total bahan bersifat semen Portland tetap sama dengan berat total bahan bersifat semen yang dihitung sesuai prosedur (4.6).
yang dihitung sesuai prosedur (4.6). e.
e. VolVolume ume Abu Abu TeTerbarbang / ng / SerSerbuk buk SiliSilikaka
Volume Abu Terbang adalah volume total bahan bersifat semen Volume Abu Terbang adalah volume total bahan bersifat semen dikurangi volume semen Portland.
dikurangi volume semen Portland. ff.. KKaaddaar r PPaassiirr
Kadar Pasir ditentukan dengan metode volume absolut adalah Kadar Pasir ditentukan dengan metode volume absolut adalah 1m
1m33 dikurangi volume per mdikurangi volume per m33 beton dari semen Portland, abubeton dari semen Portland, abu terbang, serb
Campuran coba Campuran coba
Dari setiap proporsi campuran harus dibuat campuran coba Dari setiap proporsi campuran harus dibuat campuran coba untuk pemeriksaan karakteristik, kelecakan dan kekuatan beton dari untuk pemeriksaan karakteristik, kelecakan dan kekuatan beton dari proporsi tersebut. Berat agregat halus, berat agregat kasar, dan proporsi tersebut. Berat agregat halus, berat agregat kasar, dan volume air harus dikoreksi sesuai dengan kondisi kelembapan volume air harus dikoreksi sesuai dengan kondisi kelembapan agregat saat itu. Setelah pengadukan, setiap adukan harus agregat saat itu. Setelah pengadukan, setiap adukan harus menghasilkan campuran yang merata dalam volume yang cukup menghasilkan campuran yang merata dalam volume yang cukup untuk pembuatan sejumlah benda uji.
untuk pembuatan sejumlah benda uji.
Penyesuaian proporsi campuran coba Penyesuaian proporsi campuran coba
Bila sifat-sifat beton yang diinginkan tidak tercapai, maka Bila sifat-sifat beton yang diinginkan tidak tercapai, maka proporsi campuran coba semula harus dikoreksi agar menghasilkan proporsi campuran coba semula harus dikoreksi agar menghasilkan sifat-sifat beton yang dii
sifat-sifat beton yang diinginkan:nginkan: aa.. SSlluummp p aawwaall
Jika slump campuran coba diluar rentang slump yang Jika slump campuran coba diluar rentang slump yang diinginkan, maka pertama-tama harus dikoreksi adalah kadar air. diinginkan, maka pertama-tama harus dikoreksi adalah kadar air. Kemudian kadar bahan bersifat semen dikoreksi agar rasio Kemudian kadar bahan bersifat semen dikoreksi agar rasio w/(c+p) tidak berubah / tetap, dan kemudian baru dilakukan w/(c+p) tidak berubah / tetap, dan kemudian baru dilakukan koreksi kadar agregat halus untuk menjamin tercapainya slump koreksi kadar agregat halus untuk menjamin tercapainya slump yang diinginkan.
yang diinginkan. b.
b. KaKadadar supr supererplplasastistisizeizerr
Bila digunakan bahan superplasticizer maka kadarnya harus Bila digunakan bahan superplasticizer maka kadarnya harus divariasikan pada suatu rentang yang cukup besar untuk divariasikan pada suatu rentang yang cukup besar untuk mengetahui efek yang timbul pada kelecakan dan kekuatan mengetahui efek yang timbul pada kelecakan dan kekuatan beton.
c.
c. KaKadadar agr agreregagat kat kasasarr
Setelah campuran coba dikoreksi untuk mencapai Setelah campuran coba dikoreksi untuk mencapai kelecakan yang direncanakan, harus dilihat apakah campuran kelecakan yang direncanakan, harus dilihat apakah campuran menjadi terlalu kasar untuk pengecoran dan untuk finishing. menjadi terlalu kasar untuk pengecoran dan untuk finishing.
Bila perlu, kadar agregat kasar boleh direduksi, kadar Bila perlu, kadar agregat kasar boleh direduksi, kadar agregat halus disesuaikan supaya kelecakan yang diinginkan agregat halus disesuaikan supaya kelecakan yang diinginkan tercapai. Proporsi dapat mengakibatkan kebutuhan air tercapai. Proporsi dapat mengakibatkan kebutuhan air bertambah, sehingga kebutuhan total bahan bersifat semen juga bertambah, sehingga kebutuhan total bahan bersifat semen juga meningkat agar rasio W/(c+p) terjaga konstan(tetap).
meningkat agar rasio W/(c+p) terjaga konstan(tetap). d
d.. KKaaddaar ur udadarraa
Bila kadar udara hasil pengukuran berbeda jauh dari yang Bila kadar udara hasil pengukuran berbeda jauh dari yang diperkirakan pada prosedur 4.4, jumlah superplastizer harus diperkirakan pada prosedur 4.4, jumlah superplastizer harus direduksi atau kadar agregat halus dikoreksi untuk mencapai direduksi atau kadar agregat halus dikoreksi untuk mencapai kelecakan yang direncanakan.
kelecakan yang direncanakan. ee.. RRaasisio o w/w/(c(c++p)p)
Bila kuat tekan yang ditargetkan tidak dapat dicapai Bila kuat tekan yang ditargetkan tidak dapat dicapai dengan menggunaka
dengan menggunakan w/(c+p) n w/(c+p) yang ditentukan pada 4.3 dan yang ditentukan pada 4.3 dan 4.4,4.4, campuran coba ekstra dengan perbandingan W/(c+p) yang lebih campuran coba ekstra dengan perbandingan W/(c+p) yang lebih rendah harus dibuat dan diuji.
rendah harus dibuat dan diuji.
Bila kuat tekan beton tetap dan tidak meningkat, maka bahan Bila kuat tekan beton tetap dan tidak meningkat, maka bahan yang digunakan harus ditinjau kembali mutunya atau yang digunakan harus ditinjau kembali mutunya atau kekuatannya.
Penentuan proporsi campuran yang optimum Penentuan proporsi campuran yang optimum
Setelah campuran coba yang dikoreksi menghasilkan Setelah campuran coba yang dikoreksi menghasilkan kelecakan dan mutu yang diinginkan, benda-benda uji harus diuji kelecakan dan mutu yang diinginkan, benda-benda uji harus diuji dengan proporsi campuran coba dengan kondisi dilapangan. Untuk dengan proporsi campuran coba dengan kondisi dilapangan. Untuk mempermudah prosedur produksi dan pengontrolan mutu, maka mempermudah prosedur produksi dan pengontrolan mutu, maka pelaksanaan pembuatan benda uji harus dilakukan oleh personil pelaksanaan pembuatan benda uji harus dilakukan oleh personil dengan menggunakan peralatan yang akan diguankan dilapangan. dengan menggunakan peralatan yang akan diguankan dilapangan. Hasil kekuatan dievaluasi untuk menentukan proprsi campuran Hasil kekuatan dievaluasi untuk menentukan proprsi campuran optimum yang digunakan berdasarkan dua pertimbangan utama optimum yang digunakan berdasarkan dua pertimbangan utama yaitu
V. DATA DAN PERHITUNGAN V. DATA DAN PERHITUNGAN
CONTOH PERHITUNGAN CAMPURAN BETON MUTU
CONTOH PERHITUNGAN CAMPURAN BETON MUTU TINGGITINGGI
Kuat Tekan Spesifik (f’c)
Kuat Tekan Spesifik (f’c) 4411,,55 MMPPaa S
Seemmeen n PPoorrttllaannd d TTyyppe e I I , , nniillaai i BBJJ 33..1155 ggrr//ccmm33 Agregat Kasa
Agregat Kasar r :: N
Noommiinnaal l MMaax x BuButtiirr 1199..0000 MMmm B
Beerraat t JJeenniis s KKeerriinng g ((BBDDG G ddrryy)) 22..5588 ggrr//ccmm33 B
Boobboot t IIssi i PPaaddaat t KKeerriinngg 11443300 kkgg//mm33 P
Peennyyeerraappaann AAiirr 33..5522 %% G
Grraaddaassii AASSTTMM CC..3333 77 --K
Kaaddaar r BBuuttiir r LLoolloos s NNoo..220000 00..9911 %% A
Abbrraassii 1177 %%
Agregat Halus Agregat Halus ::
U
Ukkuurraan n BBuuttiir r ((jjeenniis s aallaammii)) < < 44..7755 mmmm B
Beerraat t JJeenniis s KKeerriinngg 22..5511 ggrr//ccmm33 B
Boobboot t IIssi i PPaaddaat t KKeerriinngg 11665500 KKgg//ccmm33 P
Peennyyeerraappaann AAiirr 66..4499 %%
Gradasi
Gradasi Semua ukuranSemua ukuran
butir
butir
--A
Annggkka a KKeehhaalluussaan n ((FFMM)) 22..9900 --K
1.
1. PenePenentuan ntuan Slump Slump dan dan KekuaKekuatan tan Tekan Tekan Beton Beton rata-ratarata-rata a. Slump, dengan HRWR : 25-50 mm
a. Slump, dengan HRWR : 25-50 mm b. Kuat te
b. Kuat tekan rata-kan rata- rata yang rata yang ditargetkan :ditargetkan : f’cr f’cr = f’c = f’c + + 9.66 9.66 = = 441.5 + 9.661.5 + 9.66 0.9 0.9 0.9 0.9 5 566..88 MMPPaa 2.
2. MaMaksksimimum um BuButitir Ar Agregregagatt F’cr <
F’cr < 6622..11 MMPPaa 1199 mmmm
3.
3. KaKadadar Opr Optimtimum Aum Agregregat Kgat Kasaasarr V
Voolluumme e ppaaddaat t kkeerriinng g aaggrreeggaat (t (ttaabbeel l 11)) 00..7722 --K
Kaaddaar r ooppttiimmuum m aaggrreeggaat t kkaassaar r = = 00..772 2 x x 11661188 11443300 kkgg//mm33
4.
4. PePerkrkirairaan Kan Kadadar Aar Air dair dan Udn Udaraara
aa. . KKaaddaar r AAiir r ((ttaabbeel l 22)) 116699 lliitteerr//mm33 b. Ka
b. Kadar Udadar Udarara (tabel 2) (tabel 2) dengandengan Superplasticizer Superplasticizer 1 1..55 %% Rongga udara = Rongga udara = 1-51 51 ,, 2 2 65 65 ,, 1 1 x 10 x 100 % = 0 % = 3434 %%
Koreksi kadar air = (34
Koreksi kadar air = (34 – – 3535)x)x4.4.75 75 == -- 3.3.4848 litliterer/m/m33 Kad
5. Menent
5. Menentukan rasio air denukan rasio air dengan bahan bersgan bahan bersifatifat semen W/(semen W/(c + p)c + p) Kuat tekan
rata-Kuat tekan rata-rata (f’cr)rata (f’cr) 5511..22 MMppaa F
Faas s = = WW//((c c + + p)) ttaabp beel l 55 00,,3311
--6. Kadar Campuran tanpa bahan Bersifat Semen 6. Kadar Campuran tanpa bahan Bersifat Semen
Untuk 1m
Untuk 1m33 bbeettoon n = = 116655,,5522/ / 00..3311 553333,,99 kkgg//mm33 533,9
533,9 < 594 < 594 (tdk. perlu (tdk. perlu semen semen alternatif)alternatif)
7. Proporsi Cam
7. Proporsi Campuran Dasarpuran Dasar Tanpa Bahan BerTanpa Bahan Bersifat Semensifat Semen
aa. . SSeemmeen n == 553333,,99//((33..1155xx11000000)) 00..117700 mm33 b b. . AAgggg. . KKaassaar r = = 11003300//((22..5588xx11000000)) 00..339999 mm33 cc. . AAiir r = = 116655..5522//((11xx11000000)) 00..116666 mm33 d d.. UUddaarraa == 11..55%% 00..001155 mm33 V
Vooll. . bbaahhaan n ppaaddaat t ttaannppa a aaggrreeggaat t hhaalluus s ((ppaassiirr)) 00..774499 mm33 V
Vooll. . aaggrreeggaat t hhaalluus s ((ppaassiirr) ) = = 11--00..774499 00..225511 mm33 Berat agrega
Berat agregat halus (pat halus (pasir) = 0.251sir) = 0.251 x 2.51x 2.51 x1000
x1000 663300 kkgg
Jadi, proporsi campuran dasar beton (tanpa bahan bersifat semen) : Jadi, proporsi campuran dasar beton (tanpa bahan bersifat semen) : aa..SSeemmeenn 553333..99 kkgg//mm33 b
b. . AAggrreeggaat t KKaassaarr 10103300 kkgg//mm33 cc. . AAggrreeggaat t HHaalluus s ((ppaassiirr)) 663300 kkgg//mm33 d
d. . AAiirr + + AAddmmiixxttuurree 116655,,5522 kkgg//mm33
TOTAL
8. Proporsi Camp
8. Proporsi Campuranuran MengguMenggunakan semenakan semen dan Fly Ashn dan Fly Ash a.jika digunakan Fly Ash
a.jika digunakan Fly Ash klas C, klas C, mempunyai BJ mempunyai BJ 2,64 gr/cm2,64 gr/cm33 b.ASTM C.618, pengganti 20-35% thd berat semen
b.ASTM C.618, pengganti 20-35% thd berat semen c. berat semen portland dan fly ash per m
c. berat semen portland dan fly ash per m33 JENIS
JENIS
CAMPURAN CAMPURAN
S
Seemmeen n ((KKgg)) FFlly y AAssh h ((KKgg)) TToottaal l ((KKgg))
C Caammppuurraan n 11 442277,,22 110066,,88 553333,,99 C Caammppuurraan n 22 440000,,55 113333,,55 553333,,99 C Caammppuurraan n 33 337733,,88 116600,,22 553333,,99 C Caammppuurraan n 44 334477,,11 118866,,99 553333,,99
d. volume semen portland dan fly d. volume semen portland dan fly ashash
JENIS JENIS
CAMPURAN CAMPURAN
Semen (m
Semen (m33)) FFlly y AAssh h ((mm33)) TToottaal l ((mm33))
C Caammppuurraan n 11 00,,113366 00,,004400 00,,117766 C Caammppuurraan n 22 00,,112277 00,,005511 00,,117788 C Caammppuurraan n 33 00,,111199 00,,006611 00,,117799 C Caammppuurraan n 44 00,,111100 00,,007711 00,,118811
e. proporsi campuran menggunakan seme
e. proporsi campuran menggunakan semen dan fly n dan fly ash , utk 1 ash , utk 1 mm33betonbeton JENIS JENIS CAMPURAN CAMPURAN Semen Semen (Kg) (Kg) Fly Ash Fly Ash (Kg) (Kg) Halus Halus (Kg) (Kg) Kasar Kasar (Kg) (Kg) Air + admixture Air + admixture (Kg) (Kg) C Caammppuurraan n 11 442277,,22 110066,,88 661133,,33 11003300 161655,,5522 C Caammppuurraan n 22 440000,,55 113333,,55 660099,,22 11003300 161655,,5522 C Caammppuurraan n 33 337733,,88 116600,,22 660055,,11 11003300 161655,,5522 C Caammppuurraan n 44 334477,,11 118866,,99 660011,,00 11003300 161655,,5522 9.
9. CampuCampuran dengan memperan dengan mempertimbartimbangkan kadar air agregat lapanganngkan kadar air agregat lapangan a. jika kadar air
a. jika kadar air agregat halus di lapangan(basah) = 6,4 %agregat halus di lapangan(basah) = 6,4 % b. jika kadar air
b. jika kadar air agregat kasar di lapangan(kering) =0,5 %agregat kasar di lapangan(kering) =0,5 %
aa..SSeemmeenn 553333..99 kkgg//mm33 b
b. . AAggrreeggaat t KKaassaarr 10102244,,55 kkgg//mm33 cc. . AAggrreeggaat t HHaalluus s ((ppaassiirr)) 667700,,11 kkgg//mm33 d
d. . AAiirr + + AAddmmiixxttuurree 119977,,22 kkgg//mm33
TOTAL TOTAL 22332266,,2222 kkgg//mm33 JENIS JENIS CAMPURAN CAMPURAN Semen Semen (Kg) (Kg) Fly Ash Fly Ash (Kg) (Kg) Halus Halus (Kg) (Kg) Kasar Kasar (Kg) (Kg) Air + Air + admixture admixture C Caammppuurraan n 11 442277,,22 110066,,88 661122,,88 999999 119977,,1177 C Caammppuurraan n 22 440000,,55 113333,,55 660088,,77 999999 119977,,1177 C Caammppuurraan n 33 337733,,88 116600,,22 660044,,66 999999 119977,,1177 C Caammppuurraan n 44 334477,,11 118866,,99 660000,,55 999999 119977,,1177
Komposisi Beton 1m
Komposisi Beton 1m33(Setelah koreksi kadar air)(Setelah koreksi kadar air)
Proporsi campuran dasar 1m
Proporsi campuran dasar 1m33beton setelah koreksi kadar air di beton setelah koreksi kadar air di lapanganlapangan dengan fly ash
dengan fly ash B
Baahhaan n AAdduukk UUnnttuuk k kkeebbuuttuuhhaan n 11mm33 SatuanSatuan aa..SSeemmeenn 337733,,88 KKgg//mm33 b
b. . AAgggg. . hhaalluus s == 660044,,66 KKgg//mm33 cc..AAgggg..kkaassaarr == 999999 KKgg//mm33 d
d. . AAiir r ++ AAddmmiixxttuurree == 119977,,1166 KKgg//mm33
ee.. ffllyy aasshh 116600,,22 KKgg//mm33 TOTAL
V.
V. KESIMKESIMPULANPULAN
Dari hasil perhitungan maka didapatkan komposisi
Dari hasil perhitungan maka didapatkan komposisi bahan campuran betonbahan campuran beton dengan kekuatan tekan tinggi
dengan kekuatan tekan tinggi f’c =f’c = 41,541,5 Mpa uMpa untuk ntuk 1 m1 m33beton adalah :beton adalah : S
Seemmeenn == 337733,,88 KKgg//mm33 A
Aggrreeggaat t hhaalluuss == 660044,,6 K6 Kgg//mm33 A
Aggrreeggaat t kkaassaarr == 999999 KKgg//mm33 A
Aiir r + + aaddmmiixxttuurree == 191977,,1166 KKgg//mm33 F Flly y AAsshh == 116600,,22 KKgg//mm33 T TOOTTAALL == 23233434,7,766 KgKg/m/m33 Diperiksa Diperiksa
Jul Endawati, Ir., M.Sc Jul Endawati, Ir., M.Sc NIP.
NIP. 19570770319195707703198303200183032001
Penanggung Jawab Penanggung Jawab
Dery Nurfian Permana Dery Nurfian Permana
111134011 111134011