BAGIAN
BAGIAN ILMU ILMU PENYAKIT PENYAKIT SARAF SARAF REFERATREFERAT FAKULTAS
FAKULTAS KEDOKTERAN KEDOKTERAN OKTOBER OKTOBER 20112011 UNIVERSITAS HASANUDDIN UNIVERSITAS HASANUDDIN AUTISME AUTISME OLEH: OLEH: 1.
1. GO GO FRENGKY FRENGKY PRYOGO PRYOGO (C11108317)(C11108317) 2.
2. LYDIA LYDIA C. C. JOHANSYAH JOHANSYAH (C11108299)(C11108299) 3.
3. TRY ENOS OKTAFTRY ENOS OKTAFIAN R (C111IAN R (C11108288)08288)
PEMBIMBING: PEMBIMBING: dr. Happy Handaruwati dr. Happy Handaruwati SUPERVISOR: SUPERVISOR:
dr. Ashari Bahar, M.kes, Sp.S, FINS dr. Ashari Bahar, M.kes, Sp.S, FINS
DIBAWAKAN DALAM RANGKA KEPANITERAAN KLINIK DIBAWAKAN DALAM RANGKA KEPANITERAAN KLINIK
PADA BAGIAN ILMU PENYAKIT SARAF PADA BAGIAN ILMU PENYAKIT SARAF
FAKULTAS KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR MAKASSAR 2011 2011
LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PENGESAHAN
Yang bertanda-tangan di bawah ini, menyatakan bahwa : Yang bertanda-tangan di bawah ini, menyatakan bahwa :
Nama :
Nama :1. 1. Go Go Frenky Frenky Pryogo Pryogo (C11108317)(C11108317)
2.
2. Lidya Lidya C. C. Johansyah Johansyah (C11108299)(C11108299)
3.
3. Try Try Enos Enos Oktafian Oktafian R R (C11108288)(C11108288)
Judul
Judul Referat Referat : : AutismeAutisme
telah menyelesaikan tugas dalam rangka kepaniteraan klinik pada Bagian Ilmu Penyakit Saraf telah menyelesaikan tugas dalam rangka kepaniteraan klinik pada Bagian Ilmu Penyakit Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
Makassar,
Makassar, Oktober Oktober 20112011
Supervisor Pembimbing
Supervisor Pembimbing
(dr.
DAFTAR ISI DAFTAR ISI Halaman judul Halaman judul ……… ii Lembar pengesahan ……… Lembar pengesahan ……… iiii Daftar isi ……….
Daftar isi ………. iiiiii
I.
I. Pendahuluan ………...Pendahuluan ………... 44 II.
II. Definisi ………Definisi ……… 55 III.
III. Epidemiologi ………..Epidemiologi ……….. 55 IV.
IV. Etiologi dan Patofisiologi ………..Etiologi dan Patofisiologi ……….. 66 V.
V. Gambaran Klinis ………Gambaran Klinis ……… 66 VI.
VI. Diagnosis ………Diagnosis ……… 88 VII.
VII. Diagnosis Banding ……….Diagnosis Banding ………. 1010 VIII.
VIII. Penanganan Autisme………...Penanganan Autisme………... 1313 IX.
IX. Prognosis ………..Prognosis ……….. 1515 Daftar pustaka ……….
Daftar pustaka ………. 1616
Lampiran referensi Lampiran referensi
AUTISME AUTISME
I.
I. PENDAHULUANPENDAHULUAN
Autisme berasal dari bahasa Yunani, auto yang berarti “sendiri”, anak Autisme Autisme berasal dari bahasa Yunani, auto yang berarti “sendiri”, anak Autisme seolah-olah hidup di dunianya sendiri, mereka menghindari / tidak m
seolah-olah hidup di dunianya sendiri, mereka menghindari / tidak m erespon terhadap kontak erespon terhadap kontak sosial dan lebih senang menyendiri.Walaupun penderita Autisme sudah ada sejak dahulu, sosial dan lebih senang menyendiri.Walaupun penderita Autisme sudah ada sejak dahulu, istilah Autisme baru diperkenalkan oleh Lee Kanner pada tahun 1943.
istilah Autisme baru diperkenalkan oleh Lee Kanner pada tahun 1943.88 Autisme atau autisme infantil (
Autisme atau autisme infantil ( Early Early Infantile Infantile AutismAutism) pertama kali dikemukakan) pertama kali dikemukakan oleh Dr. Leo Kanner 1943 seorang psikiatris Amerika. Istilah autisme dipergunakan untuk oleh Dr. Leo Kanner 1943 seorang psikiatris Amerika. Istilah autisme dipergunakan untuk menunjukkan suatu gejala psikosis pada anak-anak yang unik dan menonjol yang sering menunjukkan suatu gejala psikosis pada anak-anak yang unik dan menonjol yang sering disebut Sindrom Kanner. Ciri yang menonjol pada sindrom Kanner antara lain ekspresi wajah disebut Sindrom Kanner. Ciri yang menonjol pada sindrom Kanner antara lain ekspresi wajah yang kosong seolaholah sedang melamun, kehilangan pikiran dan sulit sekali bagi orang lain yang kosong seolaholah sedang melamun, kehilangan pikiran dan sulit sekali bagi orang lain untuk menarik perhatian mereka
untuk menarik perhatian mereka atau mengajak mereka berkomunikasi.atau mengajak mereka berkomunikasi.88
Pada tahun 1943, dokter Amerika Leo Kanner mempublikasikan makalahnya, di mana Pada tahun 1943, dokter Amerika Leo Kanner mempublikasikan makalahnya, di mana ia menggambarkan 11 anak-anak yang secara sosial terisolasi, dengan "gangguan autistik ia menggambarkan 11 anak-anak yang secara sosial terisolasi, dengan "gangguan autistik kontak afektif," komunikasi terganggu, dan perilaku yang kaku. Dia menciptakan istilah kontak afektif," komunikasi terganggu, dan perilaku yang kaku. Dia menciptakan istilah "autisme infantil"
"autisme infantil" dan membahas penydan membahas penyebab dalam hal proses biologisebab dalam hal proses biologis, meskipun pada waktu, meskipun pada waktu itu, perhatian paling ilmiah difokuskan pada teori analisis tentang gangguan tersebut. itu, perhatian paling ilmiah difokuskan pada teori analisis tentang gangguan tersebut. Makalah Kanner awalnya tidak menerima pengakuan secara ilmiah, dan anak-anak dengan Makalah Kanner awalnya tidak menerima pengakuan secara ilmiah, dan anak-anak dengan gejala autis terus salah didiagnosis dengan skizofrenia masa kanak-kanak. Pilihannya pada gejala autis terus salah didiagnosis dengan skizofrenia masa kanak-kanak. Pilihannya pada istilah "autisme"
istilah "autisme" mungkin telah mungkin telah menciptakan kebmenciptakan kebingungan, kingungan, karena kata itu arena kata itu pertama kalipertama kali digunakan untuk menggambarkan keadaa
digunakan untuk menggambarkan keadaan mental n mental fantastis, proses berpikir fantastis, proses berpikir yang egois, yangyang egois, yang mirip dengan gejala skizofrenia.
mirip dengan gejala skizofrenia.22
Selama masa-masa sekolah, kelainan anak dalam perkembangan bahasa (termasuk Selama masa-masa sekolah, kelainan anak dalam perkembangan bahasa (termasuk kebisuan atau penggunaan kata-kata aneh atau tidak tepat), penarikan diri dari lingkungan kebisuan atau penggunaan kata-kata aneh atau tidak tepat), penarikan diri dari lingkungan sosial, ketidakmampuan untuk bergabung dengan permainan anak-anak lain, atau perilaku sosial, ketidakmampuan untuk bergabung dengan permainan anak-anak lain, atau perilaku yang tidak sesuai saat bermain, sering membuat guru dan orang lain menilai adanya yang tidak sesuai saat bermain, sering membuat guru dan orang lain menilai adanya kemungkinan jenis gangguan autis. Manifestasi autisme juga dapat berubah selama masa kemungkinan jenis gangguan autis. Manifestasi autisme juga dapat berubah selama masa kanak-kanak, tergantung pada gangguan perkembangan lain, kepribadian, dan adanya kanak-kanak, tergantung pada gangguan perkembangan lain, kepribadian, dan adanya masalah kesehatan medis atau mental l
masalah kesehatan medis atau mental lainnya.ainnya.22 Selama perkembanga
Selama perkembangan gangguan ini, n gangguan ini, pada tahun pertama kehidupan biasanya ditandaipada tahun pertama kehidupan biasanya ditandai dengan tidak adanya fitur diskriminatif jelas. Antara dua dan tiga tahun, anak-anak dengan tidak adanya fitur diskriminatif jelas. Antara dua dan tiga tahun, anak-anak menunjukkan gangguan dalam perkembangan bahasa, khususnya pemahaman, penggunaan menunjukkan gangguan dalam perkembangan bahasa, khususnya pemahaman, penggunaan
bahasa yang tidak biasa, respon yang buruk terhadap panggilan, komunikasi non-verbal yang bahasa yang tidak biasa, respon yang buruk terhadap panggilan, komunikasi non-verbal yang kurang baik, kurang tanggap terhadap kebahagiaan orang lain atau tekanan, dan berbagai kurang baik, kurang tanggap terhadap kebahagiaan orang lain atau tekanan, dan berbagai keterbatasan imajinatif bermain atau kepura-puraan, terutama imajinasi sosial.
keterbatasan imajinatif bermain atau kepura-puraan, terutama imajinasi sosial.22
II.
II. DEFINISIDEFINISI
Autisme berasal dari bahasa Yunani “autos” yang berarti segala sesuatu yang Autisme berasal dari bahasa Yunani “autos” yang berarti segala sesuatu yang mengarah pada diri sendiri. Autisme pertama kali dikemukakan oleh Dr. Leo Kanner 1943, mengarah pada diri sendiri. Autisme pertama kali dikemukakan oleh Dr. Leo Kanner 1943, seorang psikiatri Amerika. Istilah autisme dipergunakan untuk menunjukkan suatu gejala seorang psikiatri Amerika. Istilah autisme dipergunakan untuk menunjukkan suatu gejala psikosis pada anak-anak yang unik dan menonjol yang sering disebut dengan sindroma psikosis pada anak-anak yang unik dan menonjol yang sering disebut dengan sindroma Kanner.
Kanner.88
Autisme adalah salah satu gangguan perilaku pada awal kehidupan anak yang Autisme adalah salah satu gangguan perilaku pada awal kehidupan anak yang disebabkan oleh gangguan perkembangan otak yang ditandai dengan ciri pokok yaitu disebabkan oleh gangguan perkembangan otak yang ditandai dengan ciri pokok yaitu terganggunya perkemba
terganggunya perkembangan komunikasi sosial, interaksi sosial, ngan komunikasi sosial, interaksi sosial, dan imajinasi sosial. Merekadan imajinasi sosial. Mereka dengan gejala autisme menampilkan perilaku yang
dengan gejala autisme menampilkan perilaku yang bersifat repetitive.bersifat repetitive.22
Autisme adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa Autisme adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita,
balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubunganyang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosialsosial atauatau komunikasikomunikasi yangyang normal.
normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam duniaAkibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive,
repetitive, aktivitas dan minat yangaktivitas dan minat yang obsesif.obsesif. (Baron-Cohen, 1993).(Baron-Cohen, 1993).33
Pada awalnya istilah “autisme” diambilnya dari gangguan schizophrenia, dimana Pada awalnya istilah “autisme” diambilnya dari gangguan schizophrenia, dimana Bleuer memakai autisme ini
Bleuer memakai autisme ini untuk menggambarkan perilaku pasien skizofrenia yang menarik untuk menggambarkan perilaku pasien skizofrenia yang menarik diri dari dunia luar dan menciptakan dunia fantasinya sendiri. Namun ada perbedaan yang diri dari dunia luar dan menciptakan dunia fantasinya sendiri. Namun ada perbedaan yang jelas
jelas antara antara penyebab penyebab dari dari autisme autisme pada pada penderita penderita skizofrenia skizofrenia dengan dengan penyandapenyandang ng autismeautisme infantile. Pada skizofrenia, autisme disebabkan dampak area
infantile. Pada skizofrenia, autisme disebabkan dampak area gangguan jiwa yang didalamnyagangguan jiwa yang didalamnya terkandung halusinasi dan delusi yang berlansung minimal selama 1 bulan, sedangkan pada terkandung halusinasi dan delusi yang berlansung minimal selama 1 bulan, sedangkan pada anak-anak dengan autisme infantile terdapat kegagalan dalam perkembangan yang tergolong anak-anak dengan autisme infantile terdapat kegagalan dalam perkembangan yang tergolong dalam kriteria Gangguan Pervasif dengan kehidupan autistic yang tidak disertai dengan dalam kriteria Gangguan Pervasif dengan kehidupan autistic yang tidak disertai dengan halusinasi dan delusi ( DSM IV, 1995 ).
halusinasi dan delusi ( DSM IV, 1995 ).88
III.
III. EPIDEMIOLOGIEPIDEMIOLOGI
Autisme mempengaruhi sekitar 0,5 -1 dalam 1000 anak dengan dengan rasio antara Autisme mempengaruhi sekitar 0,5 -1 dalam 1000 anak dengan dengan rasio antara laki-laki dan wanita 4:1. Menurut suatu studi, autisme meningkat di populasi kanak-kanak. laki-laki dan wanita 4:1. Menurut suatu studi, autisme meningkat di populasi kanak-kanak. Pada tahun 1966, 4-5 bayi per 10.000 kelahiran dikembangkan autisme, sedangkan pada Pada tahun 1966, 4-5 bayi per 10.000 kelahiran dikembangkan autisme, sedangkan pada tahun 2003, dua studi menunjukkan bahwa antara 14-39 bayi per 10.000 mengembangkan tahun 2003, dua studi menunjukkan bahwa antara 14-39 bayi per 10.000 mengembangkan
gangguan tersebut. Meskipun tidak ada pertanyaan yang lebih banyak kasus klinis yang gangguan tersebut. Meskipun tidak ada pertanyaan yang lebih banyak kasus klinis yang terdeteksi, peningkatan prevalensi autisme di perdebatkan sebagai praktek diagnostik telah terdeteksi, peningkatan prevalensi autisme di perdebatkan sebagai praktek diagnostik telah berubah selama bertahun-tahun dan telah berubah evaluasi kasus yang sebelumnya tidak berubah selama bertahun-tahun dan telah berubah evaluasi kasus yang sebelumnya tidak dikenal.
dikenal.22
IV.
IV. ETIOLOGI DAN PATOFISIOLOGIETIOLOGI DAN PATOFISIOLOGI
Saat ini penyebab dan patofisiologi tepat autisme tidak diketahui, namun tampaknya Saat ini penyebab dan patofisiologi tepat autisme tidak diketahui, namun tampaknya bahwa setidaknya ada beberapa kasus faktor genetik yang terlibat. Teori penyebab yang bahwa setidaknya ada beberapa kasus faktor genetik yang terlibat. Teori penyebab yang paling kontemporer sangat menyarankan gangguan genetik atau gangguan neuro paling kontemporer sangat menyarankan gangguan genetik atau gangguan neuro developmental awal dengan manifestasi klinis yang berpotensi untuk dimodifikasi oleh developmental awal dengan manifestasi klinis yang berpotensi untuk dimodifikasi oleh kondisi sosial atau
kondisi sosial atau pengalaman lingkungapengalaman lingkungan.n.44 Disfungsi serotonin tela
Disfungsi serotonin telah terlibat sebagai faktor dalam h terlibat sebagai faktor dalam asal-usul ganggasal-usul gangguan autis sejak uan autis sejak ditemukan kenaikan signifikan kadar 5-HT pada pemeriksaan darah. Hyperserotonemia ditemukan kenaikan signifikan kadar 5-HT pada pemeriksaan darah. Hyperserotonemia adalah sebuah temuan yang kuat dalam gangguan autis. Pada anak-anak nonautistic, kapasitas adalah sebuah temuan yang kuat dalam gangguan autis. Pada anak-anak nonautistic, kapasitas serotonin, diukur deng
serotonin, diukur dengan tomografi emisi positron (PET), lebih dan tomografi emisi positron (PET), lebih dari ari 200% meningka200% meningkat sampait sampai usia 5,
usia 5, dan mudan mulai menurun lai menurun saat mensaat menuju dewauju dewasa; pada sa; pada anak anak autis, sintesautis, sintesis serotonin is serotonin telahtelah terbukti meningkatkan secara bertahap antara usia 2 hingga 15, dan mencapai 1,5 kali pada terbukti meningkatkan secara bertahap antara usia 2 hingga 15, dan mencapai 1,5 kali pada tingkat dewa
tingkat dewasa yang sa yang normal. normal. Dalam studi Dalam studi lain yang lain yang terkait, telah meterkait, telah menunjukkan banunjukkan bahwa hwa kadarkadar serotonin tampak stabil setelah usia 12 tahun.
serotonin tampak stabil setelah usia 12 tahun.
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa seluruh kadar serotonin darah Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa seluruh kadar serotonin darah memiliki korelasi positif antara a
memiliki korelasi positif antara autis dan orang tua merekutis dan orang tua mereka dan saudara-saudaa dan saudara-saudara. ra. Hal ini jelasHal ini jelas bahwa serotonin dalam trombosit yang bertanggung jawab. Lebih dari 99% dari seluruh bahwa serotonin dalam trombosit yang bertanggung jawab. Lebih dari 99% dari seluruh darah serotonin yang terkandung dalam trombosit. Hal ini menunjukkan bahwa pasien darah serotonin yang terkandung dalam trombosit. Hal ini menunjukkan bahwa pasien dengan autisme menunjukkan peningkatan penyerapan serotonergik atau penurunan dengan autisme menunjukkan peningkatan penyerapan serotonergik atau penurunan pelepasan
pelepasan serotonergik. Aserotonergik. Ada bukti da bukti untuk kuntuk korelasi posorelasi positif antara itif antara kadar skadar serotonin dan erotonin dan tingkattingkat transportasi serotonin.
transportasi serotonin.44
V.
V. GAMBARAN KLINISGAMBARAN KLINIS
Perkembangan abnormal terlihat sebelum usia 3 tahun dengan konstelasi gangguan Perkembangan abnormal terlihat sebelum usia 3 tahun dengan konstelasi gangguan dalam interaksi sosial dan komunikasi, terbatas dan berulang kepentingan dan perilaku.
dalam interaksi sosial dan komunikasi, terbatas dan berulang kepentingan dan perilaku.66 A.
A. Terganggu interaksi sosialTerganggu interaksi sosial
Ada ketidakmampuan untuk membentuk hubungan dengan teman sebaya usia, dan Ada ketidakmampuan untuk membentuk hubungan dengan teman sebaya usia, dan kurang mengembangkan keterampilan empati (kemampuan untuk memahami bagaimana kurang mengembangkan keterampilan empati (kemampuan untuk memahami bagaimana
orang lain merasa dan berpikir). Bermain imitasi kurang dan biasanya kontak mata dihindari. orang lain merasa dan berpikir). Bermain imitasi kurang dan biasanya kontak mata dihindari. Selain itu pada kualitas tatapan berbeda, menjadi lebih tetap ("kaku") dan lebih tahan lama Selain itu pada kualitas tatapan berbeda, menjadi lebih tetap ("kaku") dan lebih tahan lama dibandingkan non-autistik individu.
dibandingkan non-autistik individu. Banyak anak yang menolak dipegang atau disentuh,Banyak anak yang menolak dipegang atau disentuh, meskipun mereka bisa menikmati kontak tubuh jika mereka memulainya. Kesulitan meskipun mereka bisa menikmati kontak tubuh jika mereka memulainya. Kesulitan anak-anak ini dalam berinteraksi sering membuat sulit bagi orang lain untuk hangat dengan anak ini dalam berinteraksi sering membuat sulit bagi orang lain untuk hangat dengan mereka. Orang tua mungkin merasa bersalah tentang kurangnya kehangatan yang mereka mereka. Orang tua mungkin merasa bersalah tentang kurangnya kehangatan yang mereka hadirkan sendiri. Kelainan komunikasi pembangunan dari usia dini adalah masalah hadirkan sendiri. Kelainan komunikasi pembangunan dari usia dini adalah masalah memahami isyarat dan pidato, dengan penundaan yang pasti dalam pengembangan dan memahami isyarat dan pidato, dengan penundaan yang pasti dalam pengembangan dan pemahaman bahasa lisan. Satu dari dua anak dengan autis gagal untuk mengembangkan pemahaman bahasa lisan. Satu dari dua anak dengan autis gagal untuk mengembangkan bahasa lisan yang bermanfaat, dan melakukannya dalam bentuk yang normal. Tidak memiliki bahasa lisan yang bermanfaat, dan melakukannya dalam bentuk yang normal. Tidak memiliki komunikasi sosial ke sana kemari, seringkali diulang-ulang atau mengambil bentuk monolog. komunikasi sosial ke sana kemari, seringkali diulang-ulang atau mengambil bentuk monolog. Sebagai hasil dari ketidakmampuan mereka untuk berkomunikasi dengan "dunia batin" orang Sebagai hasil dari ketidakmampuan mereka untuk berkomunikasi dengan "dunia batin" orang lain, mereka belajar melalui menyalin apa yang mereka lihat dan dengar. Mereka mungkin lain, mereka belajar melalui menyalin apa yang mereka lihat dan dengar. Mereka mungkin mengacu pada diri mereka sebagai "Anda" atau "dia", ulangi kata-kata dalam arti cara mengacu pada diri mereka sebagai "Anda" atau "dia", ulangi kata-kata dalam arti cara (echolalia), atau mengambil pada pidato stereotip terdengar di lain dan digunakan dalam (echolalia), atau mengambil pada pidato stereotip terdengar di lain dan digunakan dalam konteks yang salah. Kelainan pada intonasi, ritme dan lapangan juga dapat hadir konteks yang salah. Kelainan pada intonasi, ritme dan lapangan juga dapat hadir (Dysprosidy).
(Dysprosidy). Pemahaman baPemahaman bahasa lisan dikompromikanhasa lisan dikompromikan. Meskipun banyak . Meskipun banyak memahami kata-memahami kata-kata individu, masalah yang timbul saat ini diurutkan bersama-sama. Tidak ada pemahaman kata individu, masalah yang timbul saat ini diurutkan bersama-sama. Tidak ada pemahaman metafora, sarkasme ironi, dan berlebihan, namun penggunaan ujaran orang dewasa dan tidak metafora, sarkasme ironi, dan berlebihan, namun penggunaan ujaran orang dewasa dan tidak adanya ekspresi perasaan dapat memberikan kualitas pseudomature atau bahkan adanya ekspresi perasaan dapat memberikan kualitas pseudomature atau bahkan pseudoprofou
pseudoprofound untuk nd untuk pidato. Masalah komunikasi pidato. Masalah komunikasi non-verbal termasuk kurangnya penilaiannon-verbal termasuk kurangnya penilaian jarak interpersonal,
jarak interpersonal, tatapan tatapan mata mata yang lama, yang lama, atau tatau tidak pantas idak pantas melihat mumelihat mulut lut daripada mata.daripada mata. Mungkin ada sesuatu dari tubuh dibatasi untuk hadir dan gerakan wajah. Obyek berbagi dan Mungkin ada sesuatu dari tubuh dibatasi untuk hadir dan gerakan wajah. Obyek berbagi dan menunjuk ini terutama terbatas. Orangtua dan guru mungkin mengalami kesulitan menunjuk ini terutama terbatas. Orangtua dan guru mungkin mengalami kesulitan komunikasi sebagai ketidakmampuan untuk "melewati mereka" atau pengalaman menjadi komunikasi sebagai ketidakmampuan untuk "melewati mereka" atau pengalaman menjadi "dikunci".
"dikunci".66 B.
B. Terbatas dan berulang kepentingan dan perilakuTerbatas dan berulang kepentingan dan perilaku
Anak-anak autis menunjukkan perilaku stereotip dan kepentingan mereka mungkin Anak-anak autis menunjukkan perilaku stereotip dan kepentingan mereka mungkin menjadi disibukkan oleh bagian tertentu dari mainan, atau tertarik dalam properti sensorik menjadi disibukkan oleh bagian tertentu dari mainan, atau tertarik dalam properti sensorik tertentu dari objek seperti rasa, tekstur, warna, atau bau. Mungkin mainan berbaris selama tertentu dari objek seperti rasa, tekstur, warna, atau bau. Mungkin mainan berbaris selama berjam-jam. Bermain biasanya tidak simbolik atau imajinatif dengan kekakuan dan berjam-jam. Bermain biasanya tidak simbolik atau imajinatif dengan kekakuan dan membatasi bermain pola dan kepentingan. Anak mungkin mengalami diet yang sangat membatasi bermain pola dan kepentingan. Anak mungkin mengalami diet yang sangat terbatas dan dari waktu ke waktu berhenti makan sepenuhnya tanpa alasan yang jelas. terbatas dan dari waktu ke waktu berhenti makan sepenuhnya tanpa alasan yang jelas.
Rutinitas tertentu ditaati dengan cara yang kaku dengan perubahan kecil menyebabkan Rutinitas tertentu ditaati dengan cara yang kaku dengan perubahan kecil menyebabkan ekstrim reaksi. Sebaliknya, peristiwa besar dalam hidup mungkin tidak terdaftar. Selama ekstrim reaksi. Sebaliknya, peristiwa besar dalam hidup mungkin tidak terdaftar. Selama keasyikan tahun sekolah atau minat khusus seperti peta, laporan cuaca dan jadwal kereta api keasyikan tahun sekolah atau minat khusus seperti peta, laporan cuaca dan jadwal kereta api dapat berkembang. Stereotypies sederhana seperti tangan mengepak, berjingkat berjalan, jari dapat berkembang. Stereotypies sederhana seperti tangan mengepak, berjingkat berjalan, jari berputar, berputar dan sering
berputar, berputar dan sering goyang dipamerkan. Orangtua sering bingung mengenai apakahgoyang dipamerkan. Orangtua sering bingung mengenai apakah mereka harus mengakomodasi perilaku ini atau
mereka harus mengakomodasi perilaku ini atau mencoba untuk memodifikasi mereka.mencoba untuk memodifikasi mereka.66 C.
C. Abnormal terhadap respon rangsangan sensorikAbnormal terhadap respon rangsangan sensorik
Dari usia yang sangat muda respon abnormal sensorik stimulus dapat hadir, Dari usia yang sangat muda respon abnormal sensorik stimulus dapat hadir, kadang-kadang menyes
kadang menyesatkan klinisi ke mencurigai bahwa anak ini atkan klinisi ke mencurigai bahwa anak ini baik buta atau tuli. Ekstrim baik buta atau tuli. Ekstrim responrespon dan kepekaan terhadap suara dapat dilihat, seperti mengabaikan ledakan untuk menutupi dan kepekaan terhadap suara dapat dilihat, seperti mengabaikan ledakan untuk menutupi telinga ketika pembungkus dari manis dihapus. Meskipun sentuhan ringan atau stroke dapat telinga ketika pembungkus dari manis dihapus. Meskipun sentuhan ringan atau stroke dapat mengakibatkan penarikan, anak sengaja dapat menggigit dan membakar bagian tubuh atau mengakibatkan penarikan, anak sengaja dapat menggigit dan membakar bagian tubuh atau Bang kepala mereka. Jika nuansa kotoran terutama yang menarik bagi anak, mengolesi feses Bang kepala mereka. Jika nuansa kotoran terutama yang menarik bagi anak, mengolesi feses mungkin ketegangan yang menonjol atau bahkan melegakan. Tanggapan terhadap mungkin ketegangan yang menonjol atau bahkan melegakan. Tanggapan terhadap rangsangan visual yang mungkin termasuk pesona dengan kontras cahaya dan mengintip rangsangan visual yang mungkin termasuk pesona dengan kontras cahaya dan mengintip pada objek dalam cara yang tidak biasa dan dengan visi perifer. Hiperaktif bersamaan dan pada objek dalam cara yang tidak biasa dan dengan visi perifer. Hiperaktif bersamaan dan mode makanan yang umum. Fitur mencolok adalah hilangnya commensurability dari mode makanan yang umum. Fitur mencolok adalah hilangnya commensurability dari menanggap
menanggapi i rangsangan-kerangsangan-kehilangan "fine hilangan "fine tuning".tuning".66 D.
D. IntelijenIntelijen
Sekitar tiga perempat dari individu autis memiliki IQ di bawah ini 70, dengan IQ Sekitar tiga perempat dari individu autis memiliki IQ di bawah ini 70, dengan IQ sebagai prediktor yang paling kuat hasil. Terlepas dari IQ ada profil kognitif yang berbeda sebagai prediktor yang paling kuat hasil. Terlepas dari IQ ada profil kognitif yang berbeda dengan kemampuan visuospatial kuat dan symbolisation miskin, pemahaman tentang ide-ide dengan kemampuan visuospatial kuat dan symbolisation miskin, pemahaman tentang ide-ide abstrak dan keterampilan kreatif. Sebuah minoritas menunjukkan pulau kemampuan khusus abstrak dan keterampilan kreatif. Sebuah minoritas menunjukkan pulau kemampuan khusus ("autistik sarjana"), seperti keterampilan numerik, kalender dan keterampilan di bidang musik ("autistik sarjana"), seperti keterampilan numerik, kalender dan keterampilan di bidang musik dan seni.
dan seni.66
VI.
VI. DIAGNOSISDIAGNOSIS
Kriteria diagnostik untuk gangguan autistik Kriteria diagnostik untuk gangguan autistik 99 A.
A. Total enam atau lebih hal dari 1, 2 dan 3 dengan sekurangnya dua dari 1 dan masing-Total enam atau lebih hal dari 1, 2 dan 3 dengan sekurangnya dua dari 1 dan masing-masing satu dari 2 dan 3.
masing satu dari 2 dan 3. 1.
1. Gangguan kualitatif dalam interaksi sosial seperti ditujukan oleh sekurangkurangnyaGangguan kualitatif dalam interaksi sosial seperti ditujukan oleh sekurangkurangnya dua dari berikut:
a)
a) Gangguan jelas dalam penggunaan perilaku nonverbal multipel seperti tatapanGangguan jelas dalam penggunaan perilaku nonverbal multipel seperti tatapan mata, ekspresi wajah, postur tubuh dan gerak-gerik untuk mengatur interaksi mata, ekspresi wajah, postur tubuh dan gerak-gerik untuk mengatur interaksi sosial.
sosial. b)
b) Gagal untuk mengembangkan hubungan dengan teman sebaya yang sesuaiGagal untuk mengembangkan hubungan dengan teman sebaya yang sesuai menurut tingkat
menurut tingkat perkembanganperkembangan.. c)
c) Tidak adanya keinginan spontan untuk berbagi kesenangan, minat, atauTidak adanya keinginan spontan untuk berbagi kesenangan, minat, atau pencapaian dengan orang lain (misalnya tidak memamerkan, membawa, atau pencapaian dengan orang lain (misalnya tidak memamerkan, membawa, atau menunjukkan benda yang menarik minat).
menunjukkan benda yang menarik minat). d)
d) Tidak ada timbal balik sosial atau Tidak ada timbal balik sosial atau emosional.emosional. 2.
2. Gangguan kualitatif dalam komunikasi seperti yang ditujukkan oleh sekurangnya satuGangguan kualitatif dalam komunikasi seperti yang ditujukkan oleh sekurangnya satu dari berikut:
dari berikut: a)
a) Keterlambatan dalam atau sama sekali tidak ada, perkembangan bahasa ucapanKeterlambatan dalam atau sama sekali tidak ada, perkembangan bahasa ucapan (tidak disertai oleh usaha untuk berkompensasi melalui cara komunikasi lain (tidak disertai oleh usaha untuk berkompensasi melalui cara komunikasi lain seperti gerak-gerik atau mimik).
seperti gerak-gerik atau mimik). b)
b) Pada individu dengan bicara yang adekuat gangguan jelas dalam kemampuanPada individu dengan bicara yang adekuat gangguan jelas dalam kemampuan untuk memulai atau
untuk memulai atau mempertahankamempertahankan percakapan dengan orang lain.n percakapan dengan orang lain. c)
c) Pemakaian bahasa atau bahasa idiosinkratik secara stereotipik dan Pemakaian bahasa atau bahasa idiosinkratik secara stereotipik dan berulang.berulang. d)
d) Tidak adanya berbagai permainan khayalan atau permainan pura-pura sosial yangTidak adanya berbagai permainan khayalan atau permainan pura-pura sosial yang spontan yang sesuai menurut tingkat perkembangan.
spontan yang sesuai menurut tingkat perkembangan. 3.
3. Pola perilaku, minat, dan aktivitas yang terbatas, berulang, dan stereotipik, sepertiPola perilaku, minat, dan aktivitas yang terbatas, berulang, dan stereotipik, seperti ditunjukkan oleh sekurangny
ditunjukkan oleh sekurangnya satu dari berikut a satu dari berikut :: a)
a) Preokupasi dengan satu atau lebih pola minat yang stereotipik dan terbatas, yangPreokupasi dengan satu atau lebih pola minat yang stereotipik dan terbatas, yang abnormal baik dalam intensitas
abnormal baik dalam intensitas maupun fokusnya.maupun fokusnya. b)
b) Ketaatan yang tampaknya tidak fleksibel terhadap rutinitas atau ritual yangKetaatan yang tampaknya tidak fleksibel terhadap rutinitas atau ritual yang spesifik dan nonfungsional.
spesifik dan nonfungsional. c)
c) Manerisme motorik stereotipik dan berulang (misalnya menjentikkan, atauManerisme motorik stereotipik dan berulang (misalnya menjentikkan, atau memuntirkan tangan atau jari atau gerakan kompleks seluruh tubuh).
memuntirkan tangan atau jari atau gerakan kompleks seluruh tubuh). B.
B. Keterlambatan atau fungsi abnormal pada sekurangnya satu bidang berikut dengan onsetKeterlambatan atau fungsi abnormal pada sekurangnya satu bidang berikut dengan onset sebelum usia 3 tahun :
sebelum usia 3 tahun : 1.
1. Interaksi sosial.Interaksi sosial. 2.
2. Bahasa yang digunakan dalam komunikasi sosial.Bahasa yang digunakan dalam komunikasi sosial. 3.
C.
C. Gangguan tidak lebih baik diterangkan oleh gangguan Rett atau gangguan disintegratif Gangguan tidak lebih baik diterangkan oleh gangguan Rett atau gangguan disintegratif masa anak-anak.
masa anak-anak.
VII.
VII. DIAGNOSIS BANDINGDIAGNOSIS BANDING 1.
1. Skizofrenia dengan onset masa anak-anakSkizofrenia dengan onset masa anak-anak
Skizofrenia jarang pada anak-anak di bawah 5 tahun. Skizofrenia disertai dengan Skizofrenia jarang pada anak-anak di bawah 5 tahun. Skizofrenia disertai dengan halusinasi atau waham, dengan insidensi kejang dan retardasi mental yang lebih rendah dan halusinasi atau waham, dengan insidensi kejang dan retardasi mental yang lebih rendah dan dengan I.Q yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak autistik.
dengan I.Q yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak autistik.99
Kriteria
Kriteria Gangguan Gangguan Autistik Autistik Skizofrenia Skizofrenia dengan dengan onsetonset masa anak-anak
masa anak-anak Usia
Usia onset onset <38 <38 bulan bulan >5 >5 tahuntahun Insidensi
Insidensi 2-5 2-5 dalam dalam 10.000 10.000 Tidak diketahui,Tidak diketahui, kemungkina
kemungkinan sama n sama atauatau bahkan lebih jarang bahkan lebih jarang Rasio jenis kelamin
Rasio jenis kelamin (L:P) (L:P) 3-4:1 1,67:1 3-4:1 1,67:1 Riwayat keluarga Riwayat keluarga skizofrenia skizofrenia
Tidak naik atau kemungkinan Tidak naik atau kemungkinan tidak naik
tidak naik
Naik Naik
Status
Status sosioekonomi sosioekonomi Terlalu Terlalu mewakili mewakili kelompok kelompok SSE tinggi (artefak)
SSE tinggi (artefak)
Lebih sering pada SSE Lebih sering pada SSE Rendah
Rendah Penyulit prenatal dan
Penyulit prenatal dan perinatal dan
perinatal dan disfungsi otak disfungsi otak
Lebih sering pada gangguan Lebih sering pada gangguan autistik
autistik
Lebih jarang pada Lebih jarang pada skizofrenia
skizofrenia
karakteristik
karakteristik perilaku perilaku Gagal Gagal untuk untuk
mengembangkan hubungan mengembangkan hubungan : tidak ada bicara (ekolalia); : tidak ada bicara (ekolalia); frasa stereotipik; tidak ada frasa stereotipik; tidak ada atau buruknya pemahaman atau buruknya pemahaman bahasa; kegigihan atas bahasa; kegigihan atas kesamaan dan stereotipik. kesamaan dan stereotipik.
Halusinasi dan waham, Halusinasi dan waham, gangguan pikiran
gangguan pikiran
fungsi
Tingkat
Tingkat inteligensi inteligensi Pada Pada sebagian sebagian besar besar kasuskasus subnormal, sering terganggu subnormal, sering terganggu parah (70%)
parah (70%)
Dalam rentang normal, Dalam rentang normal,
sebagian besar normal bodoh sebagian besar normal bodoh (15%-70%)
(15%-70%) Pola
Pola I.Q. I.Q. Jelas Jelas tidak tidak rata rata Lebih Lebih ratarata Kejang
Kejang Grand Grand mal mal 4-32% 4-32% Tidak Tidak ada ada atau atau insidensiinsidensi Rendah
Rendah 2.
2. Retardasi mental dengan gangguan emosional/perilakuRetardasi mental dengan gangguan emosional/perilaku
Kira-kira 40% anak autistik adalah teretardasi sedang, berat atau sangat berat, dan Kira-kira 40% anak autistik adalah teretardasi sedang, berat atau sangat berat, dan anak yang teretardasi mungkin memiliki gejala perilaku yang termasuk ciri autistik. Ciri anak yang teretardasi mungkin memiliki gejala perilaku yang termasuk ciri autistik. Ciri utama yang membedakan antara ganggua
utama yang membedakan antara gangguan autistik dan n autistik dan retardasi mental adalah :retardasi mental adalah :99 1.
1. Anak teretardasi mental biasanya berhubungan dengan orang tua atau anak-anak lainAnak teretardasi mental biasanya berhubungan dengan orang tua atau anak-anak lain dengan cara yang sesuai dengan umur mentalnya.
dengan cara yang sesuai dengan umur mentalnya. 2.
2. Mereka menggunakaMereka menggunakan bahasa untuk n bahasa untuk berkomunikasi dengan orang lain.berkomunikasi dengan orang lain. 3.
3. Mereka memilki sifat gangguan yang relatif tetap Mereka memilki sifat gangguan yang relatif tetap tanpa pembelahan fungsi.tanpa pembelahan fungsi.99 3.
3. Gangguan bahasa reseptif /ekspresif campuranGangguan bahasa reseptif /ekspresif campuran
Sekelompok anak dengan gangguan bahasa reseptif/ekspresif memiliki ciri mirip Sekelompok anak dengan gangguan bahasa reseptif/ekspresif memiliki ciri mirip autistik.
autistik.99 Kriteria
Kriteria Gangguan Gangguan autistik autistik Gangguan Gangguan bahasabahasa reseptif/ekspresif reseptif/ekspresif campuran
campuran Insidensi
Insidensi 2-5 2-5 dalam dalam 10.000 10.000 5 5 dalam dalam 10.00010.000
Ratio
Ratio jenis jenis kelamin kelamin (L:P) (L:P) 3-4 : 3-4 : 1 1 sama sama atau atau hampir hampir samasama Riwayat keluarga adanya
Riwayat keluarga adanya keterlambatan bicara / keterlambatan bicara / gangguan bahasa
gangguan bahasa
25
25 % % kasus kasus 25 25 % % kasuskasus
Ketulian yang Ketulian yang Berhubungan Berhubungan
sangat
sangat jarang jarang tidak tidak jarangjarang
Komunikasi nonverbal Komunikasi nonverbal (gerak gerik, dll)
(gerak gerik, dll)
tidak
tidak ada/rudimenter ada/rudimenter AdaAda
Kelainan bahasa Kelainan bahasa
(misalnya ekolalia, frasa (misalnya ekolalia, frasa stereotipik diluar
stereotipik diluar
lebih
konteks) konteks) Gangguan
Gangguan artikulasi artikulasi lebih lebih jarang jarang lebih lebih seringsering Tingkat
Tingkat intelegensia intelegensia sering sering terganggu terganggu parah parah Walaupun Walaupun mungkinmungkin terganggu, seringkali terganggu, seringkali kurang parah
kurang parah Pola
Pola test test IQ IQ tidak tidak rata, rata, rendah rendah padapada skor verbal, rendah pada skor verbal, rendah pada sub test pemahaman sub test pemahaman
lebih rata, walaupun IQ lebih rata, walaupun IQ verbal lebih rendah dari verbal lebih rendah dari IQ kinerja IQ kinerja Perilaku autistik, Perilaku autistik, gangguan kehuidupan gangguan kehuidupan sosial, aktivitas sosial, aktivitas
stereotipik dan ritualistik stereotipik dan ritualistik
lebih sering dan lebih lebih sering dan lebih parah
parah
tidak ada atau jika ada, tidak ada atau jika ada, kurang parah
kurang parah
Permainan
Permainan imaginatif imaginatif tidak tidak ada/rudimenter ada/rudimenter biasanya biasanya adaada 4.
4. Afasia didapat dengan kejangAfasia didapat dengan kejang
Afasia didapat dengan kejang adalah kondisi yang jarang yang kadang sulit dibedakan Afasia didapat dengan kejang adalah kondisi yang jarang yang kadang sulit dibedakan dari gangguan autistik dan gangguan disintegratif masa anak-anak. Anak-anak dengan dari gangguan autistik dan gangguan disintegratif masa anak-anak. Anak-anak dengan kondisi ini normal untuk beberapa tahun sebelum kehilangan bahasa reseptif dan kondisi ini normal untuk beberapa tahun sebelum kehilangan bahasa reseptif dan ekspresifnya selama periode beberapa minggu atau beberapa bulan. Sebagian akan ekspresifnya selama periode beberapa minggu atau beberapa bulan. Sebagian akan mengalami kejang dan kelainan EEG menyeluruh pada saat onset, tetapi tanda tersebut mengalami kejang dan kelainan EEG menyeluruh pada saat onset, tetapi tanda tersebut biasanya tidak menetap. Suatu gangguan yang jelas dalam pemahaman bahasa yang terjadi biasanya tidak menetap. Suatu gangguan yang jelas dalam pemahaman bahasa yang terjadi kemudian, ditandai oleh pola berbicara yang menyimpang dan gangguan bicara. Beberapa kemudian, ditandai oleh pola berbicara yang menyimpang dan gangguan bicara. Beberapa anak pulih tetapi dengan gangguan bahasa residual yang cukup besar.
anak pulih tetapi dengan gangguan bahasa residual yang cukup besar.99 5.
5. Ketulian kongenital atau gangguan pendengaraan parahKetulian kongenital atau gangguan pendengaraan parah
Anak-anak autistik sering kali dianggap tuli oleh karena anak-anak tersebut sering Anak-anak autistik sering kali dianggap tuli oleh karena anak-anak tersebut sering membisu atau menunjukkan tidak adanya minat secara selektif terhadap bahasa ucapan. membisu atau menunjukkan tidak adanya minat secara selektif terhadap bahasa ucapan. Ciri-ciri yang membedakan yaitu bayi autistik mungkin jarang berceloteh sedangkan bayi yang ciri yang membedakan yaitu bayi autistik mungkin jarang berceloteh sedangkan bayi yang tuli memiliki ri
tuli memiliki riwayat celoteh yang relatif normal dan selanjutnya secara bertahap menghilangwayat celoteh yang relatif normal dan selanjutnya secara bertahap menghilang dan berhenti pada usia 6 bulan
dan berhenti pada usia 6 bulan – – 1 tahun. Anak yang tuli berespon hanya terhadap suara yang1 tahun. Anak yang tuli berespon hanya terhadap suara yang keras, sedangkan anak autistik mungkin mengabaikan suara keras atau normal dan berespon keras, sedangkan anak autistik mungkin mengabaikan suara keras atau normal dan berespon hanya terhadap suara lunak atau lemah. Hal yang terpenting, audiogram atau potensial hanya terhadap suara lunak atau lemah. Hal yang terpenting, audiogram atau potensial cetusan auditorik menyatakan kehilangan yang bermakna pada anak yang tuli. Tidak seperti cetusan auditorik menyatakan kehilangan yang bermakna pada anak yang tuli. Tidak seperti anak-anak autistik, anak-anak tuli biasanya dekat dengan orang tuanya, mencari kasih sayang anak-anak autistik, anak-anak tuli biasanya dekat dengan orang tuanya, mencari kasih sayang orang tua dan s
6.
6. Pemutusan psikososialPemutusan psikososial
Gangguan parah dalam lingkungan fisik dan emosional (seperti pemisahan dari ibu, Gangguan parah dalam lingkungan fisik dan emosional (seperti pemisahan dari ibu, kekerdilan psikososial, perawatan di rumah sakit, dan gagal tumbuh) dapat menyebabkan kekerdilan psikososial, perawatan di rumah sakit, dan gagal tumbuh) dapat menyebabkan anak tampak apatis, menarik diri, dan terasing. Keterampilan bahasa dan motorik dapat anak tampak apatis, menarik diri, dan terasing. Keterampilan bahasa dan motorik dapat terlambat. Anak-anak dengan tanda tersebut hamper selalu membaik dengan cepat jika terlambat. Anak-anak dengan tanda tersebut hamper selalu membaik dengan cepat jika ditempatkan dalam lingkungan psikososial yang menyenangkan dan diperkaya, yang tidak ditempatkan dalam lingkungan psikososial yang menyenangkan dan diperkaya, yang tidak terjadi pada anak autistik.
terjadi pada anak autistik.99
VIII.
VIII. PENANGANAN AUTISMEPENANGANAN AUTISME
Penanganan anak-anak autisme sangat sukar untuk disembuhkan. Bukan saja oleh Penanganan anak-anak autisme sangat sukar untuk disembuhkan. Bukan saja oleh karena isolasi mentalnya sudah merupakan dunia anak yang sudah mantap dan yang karena isolasi mentalnya sudah merupakan dunia anak yang sudah mantap dan yang disenangi, akan tetapi semua anggota rumah tangga harus ikut serta dalam terapi kelompok. disenangi, akan tetapi semua anggota rumah tangga harus ikut serta dalam terapi kelompok. 77 Gangguan autisme tidak bisa disembuhkan secara total tetapi gejala-gejala yang timbul dapat Gangguan autisme tidak bisa disembuhkan secara total tetapi gejala-gejala yang timbul dapat dikurangi semaksimal mungkin agar anak tersebut dapat berbaur dalam lingkungan yang dikurangi semaksimal mungkin agar anak tersebut dapat berbaur dalam lingkungan yang normal.
normal. 88
Penanganan yang baik untuk gangguan autisme adalah dengan terapi terpadu. Terapi Penanganan yang baik untuk gangguan autisme adalah dengan terapi terpadu. Terapi terpadu ini melibatkan keluarga ,psikiater,psikolog,neurolog, dokter anak,terapis bicara dan terpadu ini melibatkan keluarga ,psikiater,psikolog,neurolog, dokter anak,terapis bicara dan pendidik.
pendidik.88
Beberapa terapi yang dapat dijalankan antara Beberapa terapi yang dapat dijalankan antara lain:lain: a.
a. Terapi medikamentosaTerapi medikamentosa b.
b. Terapi psikologTerapi psikolog c.
c. Terapi wicaraTerapi wicara d.
d. Dll.Dll. a.
a. Terapi medikamentosaTerapi medikamentosa
Pemberian obat pada anak harus didasarkan pada diagnosis yang tepat, pemakaian Pemberian obat pada anak harus didasarkan pada diagnosis yang tepat, pemakaian obat yang tepat, pemantauan ketat terhadap efek samping dan mengenali cara kerja obat. obat yang tepat, pemantauan ketat terhadap efek samping dan mengenali cara kerja obat. Perlu diingat bahwa setiap anak memiliki ketahanan yang berbeda-beda terhadap efek obat, Perlu diingat bahwa setiap anak memiliki ketahanan yang berbeda-beda terhadap efek obat, dosis obat dan efek samping. Oleh karena itu perlu ada kehati-hatian dari orang tua dalam dosis obat dan efek samping. Oleh karena itu perlu ada kehati-hatian dari orang tua dalam pemberian obat yang umumnya berlangsung jangka panjang. Saat ini pemakaian obat pemberian obat yang umumnya berlangsung jangka panjang. Saat ini pemakaian obat diarahkan untuk memperbaiki respon anak sehingga diberikan obat-obat psikotropika jenis diarahkan untuk memperbaiki respon anak sehingga diberikan obat-obat psikotropika jenis baru seperti obat-obat antidepressan SSRI (S
baru seperti obat-obat antidepressan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor elective Serotonin Reuptake Inhibitor ) yang bisa) yang bisa memberikan keseimbangan antara neurotransmitter serotonin dan dopamin. Yang diinginkan memberikan keseimbangan antara neurotransmitter serotonin dan dopamin. Yang diinginkan dalam pemberian obat ini adalah dosis yang paling minimal namun paling efektif dan tanpa dalam pemberian obat ini adalah dosis yang paling minimal namun paling efektif dan tanpa efek samping. Pemakaian obat akan sangat membantu untuk memperbaiki respon anak efek samping. Pemakaian obat akan sangat membantu untuk memperbaiki respon anak
terhadap lingkungan sehingga ia lebih mudah menerima tata laksana terapi lainnya. Bila terhadap lingkungan sehingga ia lebih mudah menerima tata laksana terapi lainnya. Bila kemajuan yang dicapai cukup baik, maka
kemajuan yang dicapai cukup baik, maka pemberian obat dapat dikurangi bahkan dihentikan.pemberian obat dapat dikurangi bahkan dihentikan. b.
b. Terapi psikologTerapi psikolog
Pada umumnya pengobatan difokus pada inti dari gangguan. Penyandang autisme Pada umumnya pengobatan difokus pada inti dari gangguan. Penyandang autisme biasanya kurang motivasi untuk menanggapi rangsangan yang kompleks, ini merupakan inti biasanya kurang motivasi untuk menanggapi rangsangan yang kompleks, ini merupakan inti masalah
masalah dan intedan intervensi yarvensi yang diberikang diberikan harus n harus ditujukan unditujukan untuk memotivatuk memotivasi agasi agar dapatr dapat memulai berinteraksi sosial.
memulai berinteraksi sosial.11
Beberapa pendeka
Beberapa pendekatan yang komprehensif dalam intervensi autisme memiliki tujuan tan yang komprehensif dalam intervensi autisme memiliki tujuan ::88 1.
1. Membantu perkembangan kognitif, bahasa dan sosial yang normal.Membantu perkembangan kognitif, bahasa dan sosial yang normal. 2.
2. Meningkatkan kemampuan belajar anak autistik.Meningkatkan kemampuan belajar anak autistik. 3.
3. Mengurangi Mengurangi kekakuan kekakuan dan dan perilaku perilaku stereotype stereotype dengan dengan meningkatkanmeningkatkan interaksi
interaksi penyandapenyandang ng autis autis dengan dengan orang orang lain lain dan dan tidak tidak membiarkanmembiarkannyanya “hidup
“hidup sendiri” . sendiri” . Interaksi yang Interaksi yang kurang jukurang justru akan stru akan menyebabmenyebabkan munculnyakan munculnya perilaku-perilaku
perilaku-perilaku yang yang tidak tidak dikehendakdikehendaki. Dai. Dalam halam hal ini l ini pemberian pemberian mainan mainan yangyang bervariasi
bervariasi juga juga dapat dapat mengurangi mengurangi kekakuan ini.kekakuan ini. 4.
4. Mengurangi perilaku maladaptive seperti temper tantrum dan melukai diriMengurangi perilaku maladaptive seperti temper tantrum dan melukai diri sendiri.
sendiri. 5.
5. Mengurangi stress pada keluarga penderita autismeMengurangi stress pada keluarga penderita autisme
Setelah seorang anak didiagnosa autisme, orang tua perlu diberikan pengertian Setelah seorang anak didiagnosa autisme, orang tua perlu diberikan pengertian mengenai kondisi anak dan mampu menerima anak mereka yang menderita autis. Mereka mengenai kondisi anak dan mampu menerima anak mereka yang menderita autis. Mereka juga dilibatkan dalam proses terapi (
juga dilibatkan dalam proses terapi ( Home training ). Konsep Home training ). Konsep yang ada dalam home trainingyang ada dalam home training ini adalah orang tua belajar dan dilatih untuk dapat melakukan sendiri terapi yang dilakukan ini adalah orang tua belajar dan dilatih untuk dapat melakukan sendiri terapi yang dilakukan psikolog/terapis. Terapi tidak hanya dilakukan oleh terapis tetapi juga oleh keluarga di psikolog/terapis. Terapi tidak hanya dilakukan oleh terapis tetapi juga oleh keluarga di rumah. Terapi yang intensif akan meminimalisir kemungkinan hilangnya kemampuan yang rumah. Terapi yang intensif akan meminimalisir kemungkinan hilangnya kemampuan yang telah dilatih dan dikuasai anak.
telah dilatih dan dikuasai anak. c.
c. Terapi wicaraTerapi wicara
Umumnya hampir semua penyandang autisme menderita gangguan bicara dan Umumnya hampir semua penyandang autisme menderita gangguan bicara dan berbahasa. Oleh karena itu terapi wicara pada penyandang autisme merupakan keharusan. berbahasa. Oleh karena itu terapi wicara pada penyandang autisme merupakan keharusan. Penangana
Penanganannya berbeda dengan penderita gangguan bicara oleh nnya berbeda dengan penderita gangguan bicara oleh sebab lain. Terapi sebab lain. Terapi wicara iniwicara ini diberikan agar kemampuan berkomunikasi pada penyandang autis dapat bertambah begitu diberikan agar kemampuan berkomunikasi pada penyandang autis dapat bertambah begitu pula agar terciptanya interaksi dengan orang lain.
IX.
IX. PROGNOSISPROGNOSIS
Prognosa untuk penyandang autis tidak selalu buruk. Bagi banyak anak, gejala Prognosa untuk penyandang autis tidak selalu buruk. Bagi banyak anak, gejala autisme membaik dengan pengobatan dan tergantung pada umur. Beberapa anak autis autisme membaik dengan pengobatan dan tergantung pada umur. Beberapa anak autis tumbuh dengan menjalani kehidupan normal atau mendekati normal. Anak-anak dengan tumbuh dengan menjalani kehidupan normal atau mendekati normal. Anak-anak dengan kemunduran kemampuan bahasa di awal kehidupan, biasanya sebelum usia 3 tahun, kemunduran kemampuan bahasa di awal kehidupan, biasanya sebelum usia 3 tahun, mempunyai resiko
mempunyai resiko epilepsi atau aktivitas kejang oepilepsi atau aktivitas kejang otak. Selama masa rematak. Selama masa remaja, beberapa anak ja, beberapa anak dengan autisme dapat menjadi depresi atau mengalami masalah perilaku. Dukungan dan dengan autisme dapat menjadi depresi atau mengalami masalah perilaku. Dukungan dan layanan tetap dibutuhkan oleh penderita autis walaupun umur bertambah, tetapi ada pula layanan tetap dibutuhkan oleh penderita autis walaupun umur bertambah, tetapi ada pula yang dapat bekerja degan sukses dan hidup mandiri dalam lingkungan yang juga yang dapat bekerja degan sukses dan hidup mandiri dalam lingkungan yang juga mendukung.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA 1.
1. Campbell JM,Morgan SB, Jackson JN. 2004.Campbell JM,Morgan SB, Jackson JN. 2004. Autism Autism Spectrum Spectrum Disorder Disorder and and Mental Mental Retardation
Retardation.. 2.
2. Chamberlin, Stacey;Narins, Brigham.2005.Chamberlin, Stacey;Narins, Brigham.2005. The Gale Encyclopedia of Neurological The Gale Encyclopedia of Neurological Disorders volume 1
Disorders volume 1..USA; p 122-26USA; p 122-26 3.
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Autismehttp://id.wikipedia.org/wiki/Autisme[diakses 4 Oktober 2011][diakses 4 Oktober 2011] 4.
4. Jerald Kay;Allan Tasman.2006.Jerald Kay;Allan Tasman.2006. Essentials of Essentials of PsychiatryPsychiatry.John Wiley & Sons, Ltd. ISBN:.John Wiley & Sons, Ltd. ISBN: 0-470-01854-2
0-470-01854-2 5.
5. National institute of Neurological Disorder and Stroke.National institute of Neurological Disorder and Stroke. Autism Autism Fact Fact Sheet.Sheet.
http://www.ninds.nih.gov http://www.ninds.nih.gov 6.
6. Practical Child Psychiatry: The clinician’s guide;Practical Child Psychiatry: The clinician’s guide;John M Leventhal, MDJohn M Leventhal, MD
7.
7. Sidharta P. 1994.Sidharta P. 1994.Neurologi Klinis dalam Praktek Umum.Neurologi Klinis dalam Praktek Umum.Dian Rakyat.Dian Rakyat. 8.
8. Yusuf, EA.2003.Yusuf, EA.2003. Autisme: Masa Kanak Autisme: Masa Kanak .Universitas Sumatra Utara:Sumatra Utara..Universitas Sumatra Utara:Sumatra Utara. 9.
9. Sadock, Benjamin James; Sadock, Virginia Alcott.2007.Sadock, Benjamin James; Sadock, Virginia Alcott.2007. Kaplan & Sadock'sKaplan & Sadock's Synopsis of Psychiatry: Behavioral Sciences/Clinical Psychiatry, 10th Edition Synopsis of Psychiatry: Behavioral Sciences/Clinical Psychiatry, 10th Edition.. New york; p 1192-99.