SOP
No. Dokumen : No. Revisi : Halaman : 1
Tgl Terbit : Ditetapkan :
dr. Anindiya Kusuma W
PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN
PERIODE AKUNTANSI
Akuntansi Rumah Sakit merupakan salah satu kegiatan dari manajemen keuangan yaitu salah satu sasaran pertama yang harus diperbaiki agar dapat memberikan data dan informasi yang akan mendukung para manajer Rumah Sakit dalam pengambilan keputusan maupun pengamatan serta pengendalian kegiatan Rumah Sakit. Dalam hal ini semua informasi keuangan disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Laporan Keuangan bertujuan umum yang relevan dan reliable sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam pengembilan keputusan.
Sebagai sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dalam pemecahan masalah dan perencanaan untuk keberhasilan pengembangan Rumah Sakit. Secara umum akuntansi tidak lepas dari biaya (cost), dengan perhitungan biaya yang berbeda akan menghasilkan akuntansi biaya yang berbeda pula serta berdampak pada pengambilan keputusan yang berbeda. Dengan demikian untuk pengambilan keputusan yang tepat serta keberhasilan perencanaan diperlukan sistem dan pelaksanaan akuntansi Rumah Sakit secara optimal.
Siklus akuntansi pada Rumah Sakit harus dilakukan secara tertib, rinci, dan lengkap. Dimulai dari pengidentifikasian, pencatatan dan pelaporan, sehingga dapat menghasilkan laporan keuangan berkualitas. Karena laporan keuangan merupakan sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Selain itu Sistem Informasi Akuntansi harus memiliki prinsip Efisiensi dan Efektivitas, Internal Control dan Auditability.
Pencatatan dan pembukuan dilakukan dengan menggunakan konsep “historical cost” dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang Berlaku Di Indonesia.
Periode akuntansi/tahun buku yang digunakan adalah tahun takwim (kalender), yaitu dimulai sejak tanggal 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember untuk setiap tahun buku.
SOP
No. Dokumen : No. Revisi : Halaman : 1
Tgl Terbit : Ditetapkan :
dr. Anindiya Kusuma W
KEBIJAKAN
ASUMSI DASAR AKUNTANSI
LAPORAN ARUS KAS
JURNAL STANDAR
Periode akuntansi/tahun buku yang digunakan adalah tahun takwim (kalender), yaitu dimulai sejak tanggal 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember untuk setiap tahun buku.
Asumsi dasar akuntansi akrual digunakan dalam mencatat dan melaporkan transaksitransaksi keuangan. Dengan asumsi dasar ini, aktiva, hutang, pendapatan dan beban serta perubahannya diakui pada saat terjadinya transaksi, tidak pada saat uang diterima atau dibayarkan, sehingga pencatatan transaksi akan berpengaruh pada laporan keuangan periode tersebut.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method). Kas dan setara kas terdiri dari kas yang ada di kasir (cash on hand), rekening Lembaga di bank (cash in bank) dan investasi sementara (temporary investment) yang akan jatuh tempo dalam tiga bulan sejak tanggal perolehannya.
Untuk memenuhi tujuan konsistensi perlakuan dan pencatatan secara akuntansi, diperlukan standarisasi pencatatan atau jurnal standar. Jurnal standar akan mengikuti kebijakan akuntansi yang dirancang sehingga penting bagi Lembaga memiliki kebijakan akuntansi.
Agar dapat mengambil keputusan dengan benar dan tepat waktu, manajemen Lembaga sangat membutuhkan informasi keuangan yang dapat diandalkan. Salah satu informasi keuangan yang dapat diandalkan adalah Laporan Keuangan.
Pada dasarnya laporan keuangan adalah proyeksi dari transaksi-transaksi yang dilakukan oleh Lembaga selama suatu periode akuntansi tertentu. Transaksitransaksi keuangan harus diinterpretasikan dengan tepat, dicatat secara akurat dan tepat waktu serta diikhtisarkan dan disusun berdasarkan metode dan prinsip akuntansi yang layak untuk diterapkan.
AKUNTANSI DAN KEUANGAN
SOP
No. Dokumen : No. Revisi : Halaman : 1
Tgl Terbit : Ditetapkan : dr. Anindiya Kusuma W 1. 2. KEBIJAKAN 3. PROSEDUR PERENCANAAN 1. Perencanaan Strategis 2. Perencanaan Tahunan
Efisiensi dan Efektivitas : penggunaan formulir ataupun kertas tidak perlu berlebihan dan harus bisa membantu terciptanya pengendalian.
Internal Control : prosedut yagn dapat menjamin pengendalian dan meminimalisasi kemungkinan terjadikan berbagai kecurangan.
Auditability : proses akuntansi harus memungkinkan dilakukan pengecekan kembali proses yang telah dilaksanakan melalui kegiatan audit, sehingga dokumentasi prosedur dan transaksi harus lengkap dan tersimpan dengan baik.
Siklus Akuntansi dalam rumah sakit berawal dari transaksi atau peristiwa ekonomi, jika di dalam rumah sakit misalnya ketika ada pasien. Lalu berlanjut ke siklus pendapatan, pengeluaran, pelayanan dan keuangan. Selanjutnya siklus pelaporan keuangan dan berakhir di laporan keuangan.
Sistem Keuangan dan Akuntansi Rumah Sakit Secara Garis besar ada 5 (lima) bagian yaitu sistem perencanaan, penganggaran, penerimaan, pengeluaran dan pelaporan.
Rencana Strategis (Strategic Planning) Rumah Sakit dilakukan sekurangkurangnya 3 tahun sekali oleh Komisaris, Direksi dan Manajemen Rumah Sakit.
Rencana Tahunan Rumah Sakit disusun berdasarkan rencana kerja yang telah dirumuskan dalam Rencana Strategis Rumah Sakit.
Rencana Tahunan Rumah Sakit dilakukan untuk merumuskan dan mengesahkan Rencana Program dan Rencana Anggaran Tahunan; mengesahkan Laporan Keuangan dan Laporan Program; meninjau kembali peraturan atau kebijakan organisasi serta membuat keputusan-keputusan penting yang berkaitan dengan keberlangsungan Instansi Rumah Sakit.
SOP
No. Dokumen : No. Revisi : Halaman : 1
Tgl Terbit : Ditetapkan : dr. Anindiya Kusuma W PROSEDUR 3. Perencanaan Triwulan PROSEDUR PENGANGGARAN
No. Uraian Prosedur
1. 2.
Rencana Tahunan Rumah Sakit dilakukan untuk merumuskan dan mengesahkan Rencana Program dan Rencana Anggaran Tahunan; mengesahkan Laporan Keuangan dan Laporan Program; meninjau kembali peraturan atau kebijakan organisasi serta membuat keputusan-keputusan penting yang berkaitan dengan keberlangsungan Instansi Rumah Sakit.
Rencana Triwulan Rumah Sakit disusun berdasarkan Rencana Tahunan yang telah dirumuskan dalam Rapat Kerja Tahunan.
Rencana Triwulan dilakukan untuk memastikan agar seluruh program kerja tahunan dapat dilakukan tepat waktu dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Identifikasi kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan secara lebih rinci. Kegiatan yang dilakukan dalam program harus disesuaikan lebih dahulu dengan tujuan (goal), outcome, dan output yang terdapat dalam visi dan misi Rumah Sakit.
Dalam perencanaan anggaran, Rumah Sakit harus mengefisiensikan biaya operasional untuk mendukung tercapainya tujuan program yang telah ditetapkan sebelumnya. Biaya operasional tidak boleh lebih besar dari biaya program.
Pada setiap triwulan, akhir tahun dan pada akhir periode kegiatan, laporan realisasi anggaran harus selalu diperbaharui dengan aktualisasi penerimaan dan pengeluaran. Dengan membandingkan antara rencana anggaran dengan realisasi, pengelola organisasi akan mengetahui apakah program tersebut beroperasi sesuai dengan rencana atau tidak, termasuk di mana keperluan pemotongan biaya dan pengembangan sumber penerimaan.
Mengindentifikasi kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dalam tahun tersebut.
Menyusun Alur Kegiatan berdasarkan yang telah dirumuskan dalam Rapat Perencanaan Strategis.
SOP
No. Dokumen : No. Revisi : Halaman : 1
Tgl Terbit : Ditetapkan : dr. Anindiya Kusuma W PROSEDUR 3. 4. 5. 6. PROSEDUR PENERIMAAN 1. 2. 3. 4. 5. PENGELUARAN 1.
Menyusun Alur Kegiatan berdasarkan yang telah dirumuskan dalam Rapat Perencanaan Strategis. Menyusun Rincian Anggaran Biaya (RAB) berdasarkan item kegiatan yang sudah ditentukan. Membahas Satuan Kegiatan (SK) dan Rincian Anggaran Biaya (RAB)
Menyetujui Satuan Kegiatan (SK) dan Rincian Anggaran Biaya (RAB)
Menyusun Proyeksi Arus Kas (PAK) lengkap dengan Proyeksi Penerimaan berdasarkan SK dan RAB yang telah disetujui.
Untuk menampung dana-dana instansi, perlu dibuka rekening bank dalam bentuk Rekening Giro atas nama RUMAH SAKIT ISLAM AL-IKHLAS yang ditandatangani oleh dua orang atau lebih yang mewakili unsur Pelaksana dan Pengawas, minimal oleh Direktur dan Komisaris.
Adapun jumlah rekening bank yang dibuka tergantung kebutuhan Rumah Sakit dengan memperhatikan asas efisiensi dan kemanfaatannya.
Seluruh penerimaan tunai wajib dibuatkan bukti penerimaan berupa Kwitansi Penerimaan dan diserahkan/dikirimkan kepada pihak yang bersangkutan.
Setiap penerimaan kas dari pasien maupun pemakai jasa Lainnya harus disetor ke rekening bank yang telah dibentuk sesuai dengan peruntukkannya.
Pada saat penyetoran ke bank, wajib dibuatkan Bukti Penerimaan Bank dengan melampirkan Slip Setoran Bank dan Kwitansi Penerimaan dan dicatat pada Buku Bank hari itu juga.
Semua pengeluaran uang, kecuali untuk pengeluaran-pengeluaran kecil yang dilakukan melalui kas kecil, harus dilakukan dengan menggunakan Cek/Bilyet Giro/Formulir Penarikan/Aplikasi Transfer (transfer application) dan didukung oleh Bukti Pengeluran Bank dan bukti pendukung lainnya yang telah disetujui pejabat berwenang.
SOP
No. Dokumen : No. Revisi : Halaman : 1
Tgl Terbit : Ditetapkan : dr. Anindiya Kusuma W PROSEDUR 2. PENGELUARAN 3. 4.
5. Pada setiap akhir bulan bagian akuntansi akan membuat rekonsiliasi bank.
PROSEDUR
1.
2.
3.
4.
Semua pengeluaran uang, kecuali untuk pengeluaran-pengeluaran kecil yang dilakukan melalui kas kecil, harus dilakukan dengan menggunakan Cek/Bilyet Giro/Formulir Penarikan/Aplikasi Transfer (transfer application) dan didukung oleh Bukti Pengeluran Bank dan bukti pendukung lainnya yang telah disetujui pejabat berwenang.
Semua Cek/Bilyet Giro/Formulir Penarikan/Aplikasi Transfer (transfer application) yang dikeluarkan harus ditandatangani minimal oleh dua orang yang diberi wewenang untuk hal tersebut.
Bagian keuangan tidak diperkenankan mengeluarkan uang/membuka Cek/Bilyet Giro/Formulir Penarikan (withdrawal form)/Aplikasi Transfer (transfer application) tanpa otorisasi pejabat yang berwenang.
Semua dokumen pembayaran harus dicap ”LUNAS” disertai tanggal pembayaran setelah pembayaran dilakukan atau harus diparaf oleh pejabat berwenang.
Adapun sistem pengeluaran pengelolaan kas kecil (petty cash) yaitu sebagai berikut :
Untuk mengurangi kesalahan dalam pengeluaran kas yang tidak terlalu besar, maka dibentuklah kas kecil (petty cash) dengan sistem dana tetap (imprest), untuk pengeluaran rutin dibawah jumlah tertentu. Kas kecil akan dipegang oleh pemegang kas kecil (kasir kas kecil) yang bertanggungjawab atas kas tersebut.
Besarnya Kas Kecil diusahkan cukup untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran rutin kantor selama sebulan dan ditetapkan melalui Keputusan Direktur atau melalui Keputusan Rapat Staf (Notulen Rapat Staf).
Setiap pengeluaran kas kecil harus didukung dengan Bukti Pengeluaran Kas Kecil yang disetujui oleh pejabat yang berwenang dan disertai dengan bukti pembayaran lainnya serta dicatat dalam Ikhtisar Pengeluaran Kas Kecil.
Pertanggungjawaban Bon Sementara (Kas Bon) dilakukan paling lama 3 hari dari tanggal pengajuan Bon Sementara (Kas Bon).
SOP
No. Dokumen : No. Revisi : Halaman : 1
Tgl Terbit : Ditetapkan : dr. Anindiya Kusuma W PROSEDUR 5. 6. 7. PENGIDENTIFIKASIAN
1. Melakukan pemilahan kwitansi antara bukti kas keluar dan bukti kas masuk. 2.
3.
4.
Menyiapkan Bukti Penerimaan Bank untuk penerimaan dana secara tunai. 5.
6. Menyiapkan Permohonan Permintaan Kebutuhan Dana kepada Direktur.
PROSEDUR
7. Menyiapkan Bukti Pengeluaran Bank untuk pembayaran secara tunai. 8. 9. 10. PENCATATAN 1. 2.
Semua dokumen pembayaran harus dicap ”LUNAS” disertai tanggal pembayaran setelah pembayaran dilakukan.
Pengisian kembali dana kas kecil dilakukan pada saat dana kas kecil menipis. Pengisian kembali sebesar jumlah pengeluaran kas kecil yang dilakukan dengan menggunakan Ikhtisar Pengeluaran Kas Kecil sebagai dasar untuk pembuatan Bukti Pengeluaran Bank.
Perhitungan dana kas kecil (cash opname) secara tiba-tiba akan dilakukan oleh Manajer Keuangan untuk memeriksa pertanggungjawaban pemegang dana kas kecil.
Mencocokkan antara bukti kas keluar dan bukti kas masuk pada laoran harian pendapatan yang dibikin kasir.
Jika Laporan Harian Kasir tidak sesuai dengan kwitansi (bukti kas keluar dan bukti kas masuk) maka kembalikan kepada Bagian Kasir ataupun Pelayanan untuk dilengkapi.
Menyiapkan Bukti Penerimaan Tunai ataupun Bank untuk penerimaan dana yang masuk ke kasir ataupun rekening bank (via transfer).
Menyiapkan Cek, Bilyet Giro dan Bukti Pengeluaran Bank untuk pembayaran atau pengeluaran dana dari rekening bank.
Meminta tandatangan pada Cek atau Bilyet Giro kepada yang berwenang memberikan otorisasi pengeluaran dana dari bank.
Meminta tandatangan Bukti Penerimaan Bank dan Bukti Pengeluaran Bank dari pihak-pihak yang berhubungan dengan transaksi yang terjadi.
Mencatat Bukti Penerimaan Bank dan Bukti Pengeluaran Bank pada Buku Bank.
Memverifikasi kesesuaian antara bukti pendukung dengan pertanggungjawaban penggunaan uang muka oleh pengguna.
SOP
No. Dokumen : No. Revisi : Halaman : 1
Tgl Terbit : Ditetapkan :
dr. Anindiya Kusuma W
PROSEDUR
3.
4. Memberi stempel ataupun bukti ”LUNAS” pada bukti pendukung eksternal. 5.
6. Memfotocopy Cek danmenguangkan Cek ke Bank.
PELAPORAN
1. 2.
3. Melakukan penyusunan laporan pajak setiap periode.
4. Melakukan pemeriksaan fisik atas barang-barang Inventaris. 5.
6. Membuat laporan keuangan periode dan tahunan : - Laporan Posisi Keuangan
- Laporan Laba Rugi - Laporan Arus Kas - Laporan Ekuitas
UNIT TERKAIT Bagian keuangan dan administrasi
Merapikan bukti pendukung baik bukti pendukung internal maupun eksternal.
Menyerahkan bukti internal (Pengeluaran Bank dan Penerimaan Bank) beserta bukti pendukung eksternal kepada Staf Pembukuan.
Membukukan transaksi keuangan Rumah Sakit setelah dilakukan pencatatan transaksi keuangan ke dalam buku besar.
Melakukan rekonsiliasi bank setiap bulan, mencocokkan buku bank Rumah Sakit dengan rekening koran.
Mengadministrasikan seluruh dokumen keuangan, berikut bukti-bukti pendukungnya.
Halaman : 1
Akuntansi Rumah Sakit merupakan salah satu kegiatan dari manajemen keuangan yaitu salah satu sasaran pertama yang harus diperbaiki agar dapat memberikan data dan informasi yang akan mendukung para manajer Rumah Sakit dalam pengambilan keputusan maupun pengamatan serta pengendalian kegiatan Rumah Sakit. Dalam hal ini semua informasi keuangan disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Laporan Keuangan bertujuan umum yang relevan dan reliable sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam pengembilan keputusan.
Sebagai sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dalam pemecahan masalah dan perencanaan untuk keberhasilan pengembangan Rumah Sakit. Secara umum akuntansi tidak lepas dari biaya (cost), dengan perhitungan biaya yang berbeda akan menghasilkan akuntansi biaya yang berbeda pula serta berdampak pada pengambilan keputusan yang berbeda. Dengan demikian untuk pengambilan keputusan yang tepat serta keberhasilan perencanaan diperlukan sistem dan pelaksanaan akuntansi Rumah Sakit secara optimal.
Siklus akuntansi pada Rumah Sakit harus dilakukan secara tertib, rinci, dan lengkap. Dimulai dari pengidentifikasian, pencatatan dan pelaporan, sehingga dapat menghasilkan laporan keuangan berkualitas. Karena laporan keuangan merupakan sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Selain itu Sistem Informasi Akuntansi harus memiliki prinsip Efisiensi dan Efektivitas, Internal Control
Pencatatan dan pembukuan dilakukan dengan menggunakan konsep “historical cost” dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang Berlaku Di
Periode akuntansi/tahun buku yang digunakan adalah tahun takwim (kalender), yaitu dimulai sejak tanggal 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember untuk
Halaman : 1
Asumsi dasar akuntansi akrual digunakan dalam mencatat dan melaporkan transaksitransaksi keuangan. Dengan asumsi dasar ini, aktiva, hutang, pendapatan dan beban serta perubahannya diakui pada saat terjadinya transaksi, tidak pada saat uang diterima atau dibayarkan, sehingga pencatatan transaksi akan berpengaruh pada laporan keuangan periode tersebut.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method). Kas dan setara kas terdiri dari kas yang ada di kasir (cash on hand), rekening Lembaga di bank (cash in bank) dan investasi sementara (temporary investment) yang akan jatuh tempo dalam tiga bulan sejak tanggal perolehannya.
Untuk memenuhi tujuan konsistensi perlakuan dan pencatatan secara akuntansi, diperlukan standarisasi pencatatan atau jurnal standar. Jurnal standar akan mengikuti kebijakan akuntansi yang dirancang sehingga penting bagi Lembaga
Agar dapat mengambil keputusan dengan benar dan tepat waktu, manajemen Lembaga sangat membutuhkan informasi keuangan yang dapat diandalkan. Salah satu informasi keuangan yang dapat diandalkan adalah Laporan Keuangan.
Pada dasarnya laporan keuangan adalah proyeksi dari transaksi-transaksi yang dilakukan oleh Lembaga selama suatu periode akuntansi tertentu. Transaksitransaksi keuangan harus diinterpretasikan dengan tepat, dicatat secara akurat dan tepat waktu serta diikhtisarkan dan disusun berdasarkan metode dan
Halaman : 1
: penggunaan formulir ataupun kertas tidak perlu berlebihan dan harus bisa membantu terciptanya pengendalian.
: prosedut yagn dapat menjamin pengendalian dan meminimalisasi kemungkinan terjadikan berbagai kecurangan.
: proses akuntansi harus memungkinkan dilakukan pengecekan kembali proses yang telah dilaksanakan melalui kegiatan audit, sehingga dokumentasi prosedur dan transaksi harus lengkap dan tersimpan dengan
Siklus Akuntansi dalam rumah sakit berawal dari transaksi atau peristiwa ekonomi, jika di dalam rumah sakit misalnya ketika ada pasien. Lalu berlanjut ke siklus pendapatan, pengeluaran, pelayanan dan keuangan. Selanjutnya siklus pelaporan
Sistem Keuangan dan Akuntansi Rumah Sakit Secara Garis besar ada 5 (lima) bagian yaitu sistem perencanaan, penganggaran, penerimaan, pengeluaran dan
Rencana Strategis (Strategic Planning) Rumah Sakit dilakukan sekurangkurangnya 3 tahun sekali oleh Komisaris, Direksi dan Manajemen
Rencana Tahunan Rumah Sakit disusun berdasarkan rencana kerja yang telah dirumuskan dalam Rencana Strategis Rumah Sakit.
Rencana Tahunan Rumah Sakit dilakukan untuk merumuskan dan mengesahkan Rencana Program dan Rencana Anggaran Tahunan; mengesahkan Laporan Keuangan dan Laporan Program; meninjau kembali peraturan atau kebijakan organisasi serta membuat keputusan-keputusan penting yang berkaitan dengan
Halaman : 1
Pelaksana Manajer Program
Manajer Program
Rencana Triwulan Rumah Sakit disusun berdasarkan Rencana Tahunan yang telah dirumuskan dalam Rapat Kerja Tahunan.
Rencana Triwulan dilakukan untuk memastikan agar seluruh program kerja tahunan dapat dilakukan tepat waktu dan mencapai sasaran yang telah
Identifikasi kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan secara lebih rinci. Kegiatan yang dilakukan dalam program harus disesuaikan lebih dahulu dengan tujuan (goal), outcome, dan output yang terdapat dalam visi dan misi Rumah Sakit.
Dalam perencanaan anggaran, Rumah Sakit harus mengefisiensikan biaya operasional untuk mendukung tercapainya tujuan program yang telah ditetapkan sebelumnya. Biaya operasional tidak boleh lebih besar dari biaya program.
Pada setiap triwulan, akhir tahun dan pada akhir periode kegiatan, laporan realisasi anggaran harus selalu diperbaharui dengan aktualisasi penerimaan dan pengeluaran. Dengan membandingkan antara rencana anggaran dengan realisasi, pengelola organisasi akan mengetahui apakah program tersebut beroperasi sesuai dengan rencana atau tidak, termasuk di mana keperluan pemotongan biaya dan
Halaman : 1
Manajer Program
Manajer Keuangan
Direktur dan Komisaris RS
Manajer Keuangan Direktur dan Staf
Manajemen
Untuk menampung dana-dana instansi, perlu dibuka rekening bank dalam bentuk Rekening Giro atas nama RUMAH SAKIT ISLAM AL-IKHLAS yang ditandatangani oleh dua orang atau lebih yang mewakili unsur Pelaksana dan Pengawas, minimal oleh Direktur dan Komisaris.
Adapun jumlah rekening bank yang dibuka tergantung kebutuhan Rumah Sakit dengan memperhatikan asas efisiensi dan kemanfaatannya.
Seluruh penerimaan tunai wajib dibuatkan bukti penerimaan berupa Kwitansi Penerimaan dan diserahkan/dikirimkan kepada pihak yang bersangkutan.
Setiap penerimaan kas dari pasien maupun pemakai jasa Lainnya harus disetor ke rekening bank yang telah dibentuk sesuai dengan peruntukkannya.
Pada saat penyetoran ke bank, wajib dibuatkan Bukti Penerimaan Bank dengan melampirkan Slip Setoran Bank dan Kwitansi Penerimaan dan dicatat pada
Semua pengeluaran uang, kecuali untuk pengeluaran-pengeluaran kecil yang dilakukan melalui kas kecil, harus dilakukan dengan menggunakan Cek/Bilyet Giro/Formulir Penarikan/Aplikasi Transfer (transfer application) dan didukung oleh Bukti Pengeluran Bank dan bukti pendukung lainnya yang telah disetujui
Halaman : 1
Pada setiap akhir bulan bagian akuntansi akan membuat rekonsiliasi bank.
Semua Cek/Bilyet Giro/Formulir Penarikan/Aplikasi Transfer (transfer application) yang dikeluarkan harus ditandatangani minimal oleh dua orang yang diberi
Bagian keuangan tidak diperkenankan mengeluarkan uang/membuka Cek/Bilyet Giro/Formulir Penarikan (withdrawal form)/Aplikasi Transfer (transfer application) tanpa otorisasi pejabat yang berwenang.
Semua dokumen pembayaran harus dicap ”LUNAS” disertai tanggal pembayaran setelah pembayaran dilakukan atau harus diparaf oleh pejabat
Adapun sistem pengeluaran pengelolaan kas kecil (petty cash) yaitu sebagai berikut Untuk mengurangi kesalahan dalam pengeluaran kas yang tidak terlalu besar, maka dibentuklah kas kecil (petty cash) dengan sistem dana tetap (imprest), untuk pengeluaran rutin dibawah jumlah tertentu. Kas kecil akan dipegang oleh pemegang kas kecil (kasir kas kecil) yang bertanggungjawab atas kas tersebut.
Besarnya Kas Kecil diusahkan cukup untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran rutin kantor selama sebulan dan ditetapkan melalui Keputusan Direktur atau melalui Keputusan Rapat Staf (Notulen Rapat Staf).
Setiap pengeluaran kas kecil harus didukung dengan Bukti Pengeluaran Kas Kecil yang disetujui oleh pejabat yang berwenang dan disertai dengan bukti pembayaran lainnya serta dicatat dalam Ikhtisar Pengeluaran Kas Kecil.
Pertanggungjawaban Bon Sementara (Kas Bon) dilakukan paling lama 3 hari dari tanggal pengajuan Bon Sementara (Kas Bon).
Halaman : 1
Melakukan pemilahan kwitansi antara bukti kas keluar dan bukti kas masuk.
Menyiapkan Bukti Penerimaan Bank untuk penerimaan dana secara tunai.
Menyiapkan Permohonan Permintaan Kebutuhan Dana kepada Direktur. Menyiapkan Bukti Pengeluaran Bank untuk pembayaran secara tunai.
Semua dokumen pembayaran harus dicap ”LUNAS” disertai tanggal pembayaran setelah pembayaran dilakukan.
Pengisian kembali dana kas kecil dilakukan pada saat dana kas kecil menipis. Pengisian kembali sebesar jumlah pengeluaran kas kecil yang dilakukan dengan menggunakan Ikhtisar Pengeluaran Kas Kecil sebagai dasar untuk pembuatan Perhitungan dana kas kecil (cash opname) secara tiba-tiba akan dilakukan oleh Manajer Keuangan untuk memeriksa pertanggungjawaban pemegang dana kas
Mencocokkan antara bukti kas keluar dan bukti kas masuk pada laoran Jika Laporan Harian Kasir tidak sesuai dengan kwitansi (bukti kas keluar dan bukti kas masuk) maka kembalikan kepada Bagian Kasir ataupun Pelayanan
Menyiapkan Bukti Penerimaan Tunai ataupun Bank untuk penerimaan dana yang masuk ke kasir ataupun rekening bank (via transfer).
Menyiapkan Cek, Bilyet Giro dan Bukti Pengeluaran Bank untuk pembayaran atau pengeluaran dana dari rekening bank.
Meminta tandatangan pada Cek atau Bilyet Giro kepada yang berwenang memberikan otorisasi pengeluaran dana dari bank.
Meminta tandatangan Bukti Penerimaan Bank dan Bukti Pengeluaran Bank dari pihak-pihak yang berhubungan dengan transaksi yang terjadi.
Mencatat Bukti Penerimaan Bank dan Bukti Pengeluaran Bank pada Buku Memverifikasi kesesuaian antara bukti pendukung dengan pertanggungjawaban penggunaan uang muka oleh pengguna.
Halaman : 1
Memberi stempel ataupun bukti ”LUNAS” pada bukti pendukung eksternal.
Memfotocopy Cek danmenguangkan Cek ke Bank.
Melakukan penyusunan laporan pajak setiap periode.
Melakukan pemeriksaan fisik atas barang-barang Inventaris.
Membuat laporan keuangan periode dan tahunan :
Bagian keuangan dan administrasi
Merapikan bukti pendukung baik bukti pendukung internal maupun
Menyerahkan bukti internal (Pengeluaran Bank dan Penerimaan Bank) beserta bukti pendukung eksternal kepada Staf Pembukuan.
Membukukan transaksi keuangan Rumah Sakit setelah dilakukan pencatatan transaksi keuangan ke dalam buku besar.
Melakukan rekonsiliasi bank setiap bulan, mencocokkan buku bank Rumah
SOP
No. Dokumen : No. Revisi : Halaman : 1 Tgl Terbit : Ditetapkan : dr. Anindiya Kusuma W PENGERTIAN TUJUAN KEBIJAKAN 1. 2. 3.
Akuntansi Rumah Sakit merupakan salah satu kegiatan dari manajemen keuangan yaitu salah satu sasaran pertama yang harus diperbaiki agar dapat memberikan data dan informasi yang akan mendukung para manajer Rumah Sakit dalam pengambilan keputusan maupun pengamatan serta pengendalian kegiatan Rumah Sakit. Dalam hal ini semua informasi keuangan disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Laporan Keuangan juga merupakan sarana pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.
Sebagai sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dalam pemecahan masalah dan perencanaan untuk keberhasilan pengembangan Rumah Sakit. Secara umum akuntansi tidak lepas dari biaya (cost), dengan perhitungan biaya yang berbeda akan menghasilkan akuntansi biaya yang berbeda pula serta berdampak pada pengambilan keputusan yang berbeda. Dengan demikian untuk pengambilan keputusan yang tepat serta keberhasilan perencanaan diperlukan sistem dan pelaksanaan akuntansi Rumah Sakit secara optimal.
Siklus akuntansi pada Rumah Sakit harus dilakukan secara tertib, rinci, dan lengkap. Dimulai dari pengidentifikasian, pencatatan dan pelaporan, sehingga dapat menghasilkan laporan keuangan berkualitas. Karena laporan keuangan merupakan sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Selain itu Sistem Informasi Akuntansi harus memiliki prinsip Efisiensi dan Efektivitas, Internal Control dan Auditability.
Efisiensi dan Efektivitas : penggunaan formulir ataupun kertas tidak perlu berlebihan dan harus bisa membantu terciptanya pengendalian.
Internal Control : prosedut yagn dapat menjamin pengendalian dan meminimalisasi kemungkinan terjadikan berbagai kecurangan.
Auditability : proses akuntansi harus memungkinkan dilakukan pengecekan kembali proses yang telah dilaksanakan melalui kegiatan audit, sehingga dokumentasi prosedur dan transaksi harus lengkap dan tersimpan dengan baik.
NERACA / LAPORAN POSISI KEUANGAN
1. 2.
3. Kebutuhan pendanaan eksternal.
LAPORAN LABA RUGI / LAPORAN AKTIVITAS
1. Mengevaluasi kinerja dalam suatu periode; 2.
3. Menilai pelaksanaan tanggung jawab dan kinerja manajemen; dan 4. Menilai rentabilitas.
LAPORAN ARUS KAS
1. Kemampuan rumah sakit dalam menghasilkan kas dan setara kas; 2. Sumber dana rumah sakit;
3. Penggunaan dana rumah sakit; dan 4.
PENCATATAN 1.
Mencatat Bukti Penerimaan Bank dan Bukti Pengeluaran Bank pada Buku Bank. 2.
3.
Merapikan bukti pendukung baik bukti pendukung internal maupun eksternal.
Auditability : proses akuntansi harus memungkinkan dilakukan pengecekan kembali proses yang telah dilaksanakan melalui kegiatan audit, sehingga dokumentasi prosedur dan transaksi harus lengkap dan tersimpan dengan baik.
Informasi dalam neraca digunakan bersama-sama dengan informasi yang diungkapkan dalam laporan keuangan lainnya sehingga dapat membantu para pengguna laporan keuangan untuk menilai:
Kemampuan rumah sakit dalam memberikan jasa pelayanan kesehatan secara berkelanjutan;
Likuiditas dan solvabilitas; dan
Informasi dalam laporan aktivitas, yang digunakan bersama dengan pengungkapan informasi dalam laporan keuangan lainnya, dapat membantu para pengguna laporan keuangan untuk:
Menilai upaya, kemampuan, dan kesinambungan organisasi dalam memberikan jasa;
Informasi laporan arus kas digunakan bersama-sama dengan informasi yang diungkapkan dalam laporan keuangan lainnya sehingga dapat membantu para pengguna untuk menilai:
Kemampuan rumah sakit untuk memperoleh sumber dana serta penggunaannya untuk masa yang akan datang.
Memverifikasi kesesuaian antara bukti pendukung dengan pertanggungjawaban penggunaan uang muka oleh pengguna.
6. Memfotocopy Cek danmenguangkan Cek ke Bank.
PROSEDUR
PELAPORAN 1.
2.
3. Melakukan penyusunan laporan pajak setiap periode.
4. Melakukan pemeriksaan fisik atas barang-barang Inventaris. 5.
6. Membuat laporan keuangan periode dan tahunan : - Laporan Posisi Keuangan
- Laporan Laba Rugi - Laporan Arus Kas - Laporan Ekuitas
UNIT TERKAIT Bagian keuangan dan administrasi
Membukukan transaksi keuangan Rumah Sakit setelah dilakukan pencatatan transaksi keuangan ke dalam buku besar.
Melakukan rekonsiliasi bank setiap bulan, mencocokkan buku bank Rumah Sakit dengan rekening koran.
Mengadministrasikan seluruh dokumen keuangan, berikut bukti-bukti pendukungnya.
Halaman : 1
Akuntansi Rumah Sakit merupakan salah satu kegiatan dari manajemen keuangan yaitu salah satu sasaran pertama yang harus diperbaiki agar dapat memberikan data dan informasi yang akan mendukung para manajer Rumah Sakit dalam pengambilan keputusan maupun pengamatan serta pengendalian kegiatan Rumah Sakit. Dalam hal ini semua informasi keuangan disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Laporan Keuangan juga merupakan sarana pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.
Sebagai sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dalam pemecahan masalah dan perencanaan untuk keberhasilan pengembangan Rumah Sakit. Secara umum akuntansi tidak lepas dari biaya (cost), dengan perhitungan biaya yang berbeda akan menghasilkan akuntansi biaya yang berbeda pula serta berdampak pada pengambilan keputusan yang berbeda. Dengan demikian untuk pengambilan keputusan yang tepat serta keberhasilan perencanaan diperlukan sistem dan pelaksanaan
Siklus akuntansi pada Rumah Sakit harus dilakukan secara tertib, rinci, dan lengkap. Dimulai dari pengidentifikasian, pencatatan dan pelaporan, sehingga dapat menghasilkan laporan keuangan berkualitas. Karena laporan keuangan merupakan sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Selain itu Sistem Informasi Akuntansi harus memiliki prinsip Efisiensi dan Efektivitas, Internal Control dan
: penggunaan formulir ataupun kertas tidak perlu berlebihan dan harus bisa membantu terciptanya pengendalian.
: prosedut yagn dapat menjamin pengendalian dan meminimalisasi kemungkinan terjadikan berbagai kecurangan.
: proses akuntansi harus memungkinkan dilakukan pengecekan kembali proses yang telah dilaksanakan melalui kegiatan audit, sehingga dokumentasi prosedur dan transaksi harus lengkap dan tersimpan dengan baik.
Kebutuhan pendanaan eksternal.
Menilai pelaksanaan tanggung jawab dan kinerja manajemen; dan
Kemampuan rumah sakit dalam menghasilkan kas dan setara kas;
Mencatat Bukti Penerimaan Bank dan Bukti Pengeluaran Bank pada Buku Bank.
Merapikan bukti pendukung baik bukti pendukung internal maupun eksternal.
Informasi dalam laporan aktivitas, yang digunakan bersama dengan pengungkapan informasi dalam laporan keuangan lainnya, dapat membantu para pengguna laporan
Menilai upaya, kemampuan, dan kesinambungan organisasi dalam memberikan
Informasi laporan arus kas digunakan bersama-sama dengan informasi yang diungkapkan dalam laporan keuangan lainnya sehingga dapat membantu para
Kemampuan rumah sakit untuk memperoleh sumber dana serta penggunaannya
Melakukan penyusunan laporan pajak setiap periode.
Melakukan pemeriksaan fisik atas barang-barang Inventaris.
Bagian keuangan dan administrasi
Membukukan transaksi keuangan Rumah Sakit setelah dilakukan pencatatan Melakukan rekonsiliasi bank setiap bulan, mencocokkan buku bank Rumah Sakit
SOP
No. Dokumen : No. Revisi : Halaman : 1 Tgl Terbit : Ditetapkan : dr. Anindiya Kusuma W PENGERTIAN TUJUAN KEBIJAKAN 1. 2. 3.
Akuntansi Rumah Sakit merupakan salah satu kegiatan dari manajemen keuangan yaitu salah satu sasaran pertama yang harus diperbaiki agar dapat memberikan data dan informasi yang akan mendukung para manajer Rumah Sakit dalam pengambilan keputusan maupun pengamatan serta pengendalian kegiatan Rumah Sakit. Dalam hal ini semua informasi keuangan disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Laporan Keuangan bertujuan umum yang relevan dan reliable sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam pengembilan keputusan.
Sebagai sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dalam pemecahan masalah dan perencanaan untuk keberhasilan pengembangan Rumah Sakit. Secara umum akuntansi tidak lepas dari biaya (cost), dengan perhitungan biaya yang berbeda akan menghasilkan akuntansi biaya yang berbeda pula serta berdampak pada pengambilan keputusan yang berbeda. Dengan demikian untuk pengambilan keputusan yang tepat serta keberhasilan perencanaan diperlukan sistem dan pelaksanaan akuntansi Rumah Sakit secara optimal.
Siklus akuntansi pada Rumah Sakit harus dilakukan secara tertib, rinci, dan lengkap. Dimulai dari pengidentifikasian, pencatatan dan pelaporan, sehingga dapat menghasilkan laporan keuangan berkualitas. Karena laporan keuangan merupakan sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Selain itu Sistem Informasi Akuntansi harus memiliki prinsip Efisiensi dan Efektivitas, Internal Control dan Auditability.
Efisiensi dan Efektivitas : penggunaan formulir ataupun kertas tidak perlu berlebihan dan harus bisa membantu terciptanya pengendalian.
Internal Control : prosedut yagn dapat menjamin pengendalian dan meminimalisasi kemungkinan terjadikan berbagai kecurangan.
Auditability : proses akuntansi harus memungkinkan dilakukan pengecekan kembali proses yang telah dilaksanakan melalui kegiatan audit, sehingga dokumentasi prosedur dan transaksi harus lengkap dan tersimpan dengan baik.
PROSEDUR
PENGIDENTIFIKASIAN 1.
Melakukan pemilahan kwitansi antara bukti kas keluar dan bukti kas masuk. 2.
3.
4.
Menyiapkan Bukti Penerimaan Bank untuk penerimaan dana secara tunai. 5.
6. Menyiapkan Permohonan Permintaan Kebutuhan Dana kepada Direktur. 7. Menyiapkan Bukti Pengeluaran Bank untuk pembayaran secara tunai. 8.
9. 10.
PENCATATAN 1.
Mencatat Bukti Penerimaan Bank dan Bukti Pengeluaran Bank pada Buku Bank. 2.
3.
Merapikan bukti pendukung baik bukti pendukung internal maupun eksternal. 4.
Memberi stempel ataupun bukti ”LUNAS” pada bukti pendukung eksternal. 5.
6. Memfotocopy Cek danmenguangkan Cek ke Bank.
PROSEDUR
PELAPORAN 1.
2.
3. Melakukan penyusunan laporan pajak setiap periode.
Auditability : proses akuntansi harus memungkinkan dilakukan pengecekan kembali proses yang telah dilaksanakan melalui kegiatan audit, sehingga dokumentasi prosedur dan transaksi harus lengkap dan tersimpan dengan baik.
Siklus Akuntansi dalam rumah sakit berawal dari transaksi atau peristiwa ekonomi, jika di dalam rumah sakit misalnya ketika ada pasien. Lalu berlanjut ke siklus pendapatan, pengeluaran, pelayanan dan keuangan. Selanjutnya siklus pelaporan keuangan dan berakhir di laporan keuangan.
Mencocokkan antara bukti kas keluar dan bukti kas masuk pada laoran harian pendapatan yang dibikin kasir.
Jika Laporan Harian Kasir tidak sesuai dengan kwitansi (bukti kas keluar dan bukti kas masuk) maka kembalikan kepada Bagian Kasir ataupun Pelayanan untuk dilengkapi.
Menyiapkan Bukti Penerimaan Tunai ataupun Bank untuk penerimaan dana yang masuk ke kasir ataupun rekening bank (via transfer).
Menyiapkan Cek, Bilyet Giro dan Bukti Pengeluaran Bank untuk pembayaran atau pengeluaran dana dari rekening bank.
Meminta tandatangan pada Cek atau Bilyet Giro kepada yang berwenang memberikan otorisasi pengeluaran dana dari bank.
Meminta tandatangan Bukti Penerimaan Bank dan Bukti Pengeluaran Bank dari pihak-pihak yang berhubungan dengan transaksi yang terjadi.
Memverifikasi kesesuaian antara bukti pendukung dengan pertanggungjawaban penggunaan uang muka oleh pengguna.
Menyerahkan bukti internal (Pengeluaran Bank dan Penerimaan Bank) beserta bukti pendukung eksternal kepada Staf Pembukuan.
Membukukan transaksi keuangan Rumah Sakit setelah dilakukan pencatatan transaksi keuangan ke dalam buku besar.
Melakukan rekonsiliasi bank setiap bulan, mencocokkan buku bank Rumah Sakit dengan rekening koran.
- Laporan Posisi Keuangan - Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas - Laporan Ekuitas
Halaman : 1
Akuntansi Rumah Sakit merupakan salah satu kegiatan dari manajemen keuangan yaitu salah satu sasaran pertama yang harus diperbaiki agar dapat memberikan data dan informasi yang akan mendukung para manajer Rumah Sakit dalam pengambilan keputusan maupun pengamatan serta pengendalian kegiatan Rumah Sakit. Dalam hal ini semua informasi keuangan disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Laporan Keuangan bertujuan umum yang relevan dan reliable sehingga dapat digunakan sebagai
Sebagai sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dalam pemecahan masalah dan perencanaan untuk keberhasilan pengembangan Rumah Sakit. Secara umum akuntansi tidak lepas dari biaya (cost), dengan perhitungan biaya yang berbeda akan menghasilkan akuntansi biaya yang berbeda pula serta berdampak pada pengambilan keputusan yang berbeda. Dengan demikian untuk pengambilan keputusan yang tepat serta keberhasilan perencanaan diperlukan sistem dan pelaksanaan
Siklus akuntansi pada Rumah Sakit harus dilakukan secara tertib, rinci, dan lengkap. Dimulai dari pengidentifikasian, pencatatan dan pelaporan, sehingga dapat menghasilkan laporan keuangan berkualitas. Karena laporan keuangan merupakan sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Selain itu Sistem Informasi Akuntansi harus memiliki prinsip Efisiensi dan Efektivitas, Internal Control dan
: penggunaan formulir ataupun kertas tidak perlu berlebihan dan harus bisa membantu terciptanya pengendalian.
: prosedut yagn dapat menjamin pengendalian dan meminimalisasi kemungkinan terjadikan berbagai kecurangan.
: proses akuntansi harus memungkinkan dilakukan pengecekan kembali proses yang telah dilaksanakan melalui kegiatan audit, sehingga dokumentasi prosedur dan transaksi harus lengkap dan tersimpan dengan baik.
Melakukan pemilahan kwitansi antara bukti kas keluar dan bukti kas masuk.
Menyiapkan Bukti Penerimaan Bank untuk penerimaan dana secara tunai.
Menyiapkan Permohonan Permintaan Kebutuhan Dana kepada Direktur. Menyiapkan Bukti Pengeluaran Bank untuk pembayaran secara tunai.
Mencatat Bukti Penerimaan Bank dan Bukti Pengeluaran Bank pada Buku Bank.
Merapikan bukti pendukung baik bukti pendukung internal maupun eksternal. Memberi stempel ataupun bukti ”LUNAS” pada bukti pendukung eksternal.
Melakukan penyusunan laporan pajak setiap periode.
Mencocokkan antara bukti kas keluar dan bukti kas masuk pada laoran harian Jika Laporan Harian Kasir tidak sesuai dengan kwitansi (bukti kas keluar dan bukti kas masuk) maka kembalikan kepada Bagian Kasir ataupun Pelayanan untuk
Menyiapkan Bukti Penerimaan Tunai ataupun Bank untuk penerimaan dana yang masuk ke kasir ataupun rekening bank (via transfer).
Menyiapkan Cek, Bilyet Giro dan Bukti Pengeluaran Bank untuk pembayaran atau Meminta tandatangan pada Cek atau Bilyet Giro kepada yang berwenang memberikan otorisasi pengeluaran dana dari bank.
Meminta tandatangan Bukti Penerimaan Bank dan Bukti Pengeluaran Bank dari pihak-pihak yang berhubungan dengan transaksi yang terjadi.
Memverifikasi kesesuaian antara bukti pendukung dengan pertanggungjawaban
Menyerahkan bukti internal (Pengeluaran Bank dan Penerimaan Bank) beserta bukti pendukung eksternal kepada Staf Pembukuan.
Membukukan transaksi keuangan Rumah Sakit setelah dilakukan pencatatan Melakukan rekonsiliasi bank setiap bulan, mencocokkan buku bank Rumah Sakit