• Tidak ada hasil yang ditemukan

SOP AKUNTANSI RSI.xlsx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SOP AKUNTANSI RSI.xlsx"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

SOP

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman : 1

Tgl Terbit : Ditetapkan :

dr. Anindiya Kusuma W

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

PERIODE AKUNTANSI

Akuntansi Rumah Sakit merupakan salah satu kegiatan dari manajemen keuangan yaitu salah satu sasaran pertama yang harus diperbaiki agar dapat memberikan data dan informasi yang akan mendukung para manajer Rumah Sakit dalam pengambilan keputusan maupun pengamatan serta pengendalian kegiatan Rumah Sakit. Dalam hal ini semua informasi keuangan disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Laporan Keuangan bertujuan umum yang relevan dan reliable sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam pengembilan keputusan.

Sebagai sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dalam pemecahan masalah dan perencanaan untuk keberhasilan pengembangan Rumah Sakit. Secara umum akuntansi tidak lepas dari biaya (cost), dengan perhitungan biaya yang berbeda akan menghasilkan akuntansi biaya yang berbeda pula serta berdampak pada pengambilan keputusan yang berbeda. Dengan demikian untuk pengambilan keputusan yang tepat serta keberhasilan perencanaan diperlukan sistem dan pelaksanaan akuntansi Rumah Sakit secara optimal.

Siklus akuntansi pada Rumah Sakit harus dilakukan secara tertib, rinci, dan lengkap. Dimulai dari pengidentifikasian, pencatatan dan pelaporan, sehingga dapat menghasilkan laporan keuangan berkualitas. Karena laporan keuangan merupakan sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Selain itu Sistem Informasi Akuntansi harus memiliki prinsip Efisiensi dan Efektivitas, Internal Control dan Auditability.

Pencatatan dan pembukuan dilakukan dengan menggunakan konsep “historical cost” dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang Berlaku Di Indonesia.

Periode akuntansi/tahun buku yang digunakan adalah tahun takwim (kalender), yaitu dimulai sejak tanggal 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember untuk setiap tahun buku.

(2)

SOP

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman : 1

Tgl Terbit : Ditetapkan :

dr. Anindiya Kusuma W

KEBIJAKAN

ASUMSI DASAR AKUNTANSI

LAPORAN ARUS KAS

JURNAL STANDAR

Periode akuntansi/tahun buku yang digunakan adalah tahun takwim (kalender), yaitu dimulai sejak tanggal 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember untuk setiap tahun buku.

Asumsi dasar akuntansi akrual digunakan dalam mencatat dan melaporkan transaksitransaksi keuangan. Dengan asumsi dasar ini, aktiva, hutang, pendapatan dan beban serta perubahannya diakui pada saat terjadinya transaksi, tidak pada saat uang diterima atau dibayarkan, sehingga pencatatan transaksi akan berpengaruh pada laporan keuangan periode tersebut.

Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method). Kas dan setara kas terdiri dari kas yang ada di kasir (cash on hand), rekening Lembaga di bank (cash in bank) dan investasi sementara (temporary investment) yang akan jatuh tempo dalam tiga bulan sejak tanggal perolehannya.

Untuk memenuhi tujuan konsistensi perlakuan dan pencatatan secara akuntansi, diperlukan standarisasi pencatatan atau jurnal standar. Jurnal standar akan mengikuti kebijakan akuntansi yang dirancang sehingga penting bagi Lembaga memiliki kebijakan akuntansi.

Agar dapat mengambil keputusan dengan benar dan tepat waktu, manajemen Lembaga sangat membutuhkan informasi keuangan yang dapat diandalkan. Salah satu informasi keuangan yang dapat diandalkan adalah Laporan Keuangan.

Pada dasarnya laporan keuangan adalah proyeksi dari transaksi-transaksi yang dilakukan oleh Lembaga selama suatu periode akuntansi tertentu. Transaksitransaksi keuangan harus diinterpretasikan dengan tepat, dicatat secara akurat dan tepat waktu serta diikhtisarkan dan disusun berdasarkan metode dan prinsip akuntansi yang layak untuk diterapkan.

(3)

AKUNTANSI DAN KEUANGAN

SOP

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman : 1

Tgl Terbit : Ditetapkan : dr. Anindiya Kusuma W 1. 2. KEBIJAKAN 3. PROSEDUR PERENCANAAN 1. Perencanaan Strategis 2. Perencanaan Tahunan

Efisiensi dan Efektivitas : penggunaan formulir ataupun kertas tidak perlu berlebihan dan harus bisa membantu terciptanya pengendalian.

Internal Control : prosedut yagn dapat menjamin pengendalian dan meminimalisasi kemungkinan terjadikan berbagai kecurangan.

Auditability : proses akuntansi harus memungkinkan dilakukan pengecekan kembali proses yang telah dilaksanakan melalui kegiatan audit, sehingga dokumentasi prosedur dan transaksi harus lengkap dan tersimpan dengan baik.

Siklus Akuntansi dalam rumah sakit berawal dari transaksi atau peristiwa ekonomi, jika di dalam rumah sakit misalnya ketika ada pasien. Lalu berlanjut ke siklus pendapatan, pengeluaran, pelayanan dan keuangan. Selanjutnya siklus pelaporan keuangan dan berakhir di laporan keuangan.

Sistem Keuangan dan Akuntansi Rumah Sakit Secara Garis besar ada 5 (lima) bagian yaitu sistem perencanaan, penganggaran, penerimaan, pengeluaran dan pelaporan.

Rencana Strategis (Strategic Planning) Rumah Sakit dilakukan sekurangkurangnya 3 tahun sekali oleh Komisaris, Direksi dan Manajemen Rumah Sakit.

Rencana Tahunan Rumah Sakit disusun berdasarkan rencana kerja yang telah dirumuskan dalam Rencana Strategis Rumah Sakit.

Rencana Tahunan Rumah Sakit dilakukan untuk merumuskan dan mengesahkan Rencana Program dan Rencana Anggaran Tahunan; mengesahkan Laporan Keuangan dan Laporan Program; meninjau kembali peraturan atau kebijakan organisasi serta membuat keputusan-keputusan penting yang berkaitan dengan keberlangsungan Instansi Rumah Sakit.

(4)

SOP

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman : 1

Tgl Terbit : Ditetapkan : dr. Anindiya Kusuma W PROSEDUR 3. Perencanaan Triwulan PROSEDUR PENGANGGARAN

No. Uraian Prosedur

1. 2.

Rencana Tahunan Rumah Sakit dilakukan untuk merumuskan dan mengesahkan Rencana Program dan Rencana Anggaran Tahunan; mengesahkan Laporan Keuangan dan Laporan Program; meninjau kembali peraturan atau kebijakan organisasi serta membuat keputusan-keputusan penting yang berkaitan dengan keberlangsungan Instansi Rumah Sakit.

Rencana Triwulan Rumah Sakit disusun berdasarkan Rencana Tahunan yang telah dirumuskan dalam Rapat Kerja Tahunan.

Rencana Triwulan dilakukan untuk memastikan agar seluruh program kerja tahunan dapat dilakukan tepat waktu dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

Identifikasi kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan secara lebih rinci. Kegiatan yang dilakukan dalam program harus disesuaikan lebih dahulu dengan tujuan (goal), outcome, dan output yang terdapat dalam visi dan misi Rumah Sakit.

Dalam perencanaan anggaran, Rumah Sakit harus mengefisiensikan biaya operasional untuk mendukung tercapainya tujuan program yang telah ditetapkan sebelumnya. Biaya operasional tidak boleh lebih besar dari biaya program.

Pada setiap triwulan, akhir tahun dan pada akhir periode kegiatan, laporan realisasi anggaran harus selalu diperbaharui dengan aktualisasi penerimaan dan pengeluaran. Dengan membandingkan antara rencana anggaran dengan realisasi, pengelola organisasi akan mengetahui apakah program tersebut beroperasi sesuai dengan rencana atau tidak, termasuk di mana keperluan pemotongan biaya dan pengembangan sumber penerimaan.

Mengindentifikasi kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dalam tahun tersebut.

Menyusun Alur Kegiatan berdasarkan yang telah dirumuskan dalam Rapat Perencanaan Strategis.

(5)

SOP

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman : 1

Tgl Terbit : Ditetapkan : dr. Anindiya Kusuma W PROSEDUR 3. 4. 5. 6. PROSEDUR PENERIMAAN 1. 2. 3. 4. 5. PENGELUARAN 1.

Menyusun Alur Kegiatan berdasarkan yang telah dirumuskan dalam Rapat Perencanaan Strategis. Menyusun Rincian Anggaran Biaya (RAB) berdasarkan item kegiatan yang sudah ditentukan. Membahas Satuan Kegiatan (SK) dan Rincian Anggaran Biaya (RAB)

Menyetujui Satuan Kegiatan (SK) dan Rincian Anggaran Biaya (RAB)

Menyusun Proyeksi Arus Kas (PAK) lengkap dengan Proyeksi Penerimaan berdasarkan SK dan RAB yang telah disetujui.

Untuk menampung dana-dana instansi, perlu dibuka rekening bank dalam bentuk Rekening Giro atas nama RUMAH SAKIT ISLAM AL-IKHLAS yang ditandatangani oleh dua orang atau lebih yang mewakili unsur Pelaksana dan Pengawas, minimal oleh Direktur dan Komisaris.

Adapun jumlah rekening bank yang dibuka tergantung kebutuhan Rumah Sakit dengan memperhatikan asas efisiensi dan kemanfaatannya.

Seluruh penerimaan tunai wajib dibuatkan bukti penerimaan berupa Kwitansi Penerimaan dan diserahkan/dikirimkan kepada pihak yang bersangkutan.

Setiap penerimaan kas dari pasien maupun pemakai jasa Lainnya harus disetor ke rekening bank yang telah dibentuk sesuai dengan peruntukkannya.

Pada saat penyetoran ke bank, wajib dibuatkan Bukti Penerimaan Bank dengan melampirkan Slip Setoran Bank dan Kwitansi Penerimaan dan dicatat pada Buku Bank hari itu juga.

Semua pengeluaran uang, kecuali untuk pengeluaran-pengeluaran kecil yang dilakukan melalui kas kecil, harus dilakukan dengan menggunakan Cek/Bilyet Giro/Formulir Penarikan/Aplikasi Transfer (transfer application) dan didukung oleh Bukti Pengeluran Bank dan bukti pendukung lainnya yang telah disetujui pejabat berwenang.

(6)

SOP

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman : 1

Tgl Terbit : Ditetapkan : dr. Anindiya Kusuma W PROSEDUR 2. PENGELUARAN 3. 4.

5. Pada setiap akhir bulan bagian akuntansi akan membuat rekonsiliasi bank.

PROSEDUR

1.

2.

3.

4.

Semua pengeluaran uang, kecuali untuk pengeluaran-pengeluaran kecil yang dilakukan melalui kas kecil, harus dilakukan dengan menggunakan Cek/Bilyet Giro/Formulir Penarikan/Aplikasi Transfer (transfer application) dan didukung oleh Bukti Pengeluran Bank dan bukti pendukung lainnya yang telah disetujui pejabat berwenang.

Semua Cek/Bilyet Giro/Formulir Penarikan/Aplikasi Transfer (transfer application) yang dikeluarkan harus ditandatangani minimal oleh dua orang yang diberi wewenang untuk hal tersebut.

Bagian keuangan tidak diperkenankan mengeluarkan uang/membuka Cek/Bilyet Giro/Formulir Penarikan (withdrawal form)/Aplikasi Transfer (transfer application) tanpa otorisasi pejabat yang berwenang.

Semua dokumen pembayaran harus dicap ”LUNAS” disertai tanggal pembayaran setelah pembayaran dilakukan atau harus diparaf oleh pejabat berwenang.

Adapun sistem pengeluaran pengelolaan kas kecil (petty cash) yaitu sebagai berikut :

Untuk mengurangi kesalahan dalam pengeluaran kas yang tidak terlalu besar, maka dibentuklah kas kecil (petty cash) dengan sistem dana tetap (imprest), untuk pengeluaran rutin dibawah jumlah tertentu. Kas kecil akan dipegang oleh pemegang kas kecil (kasir kas kecil) yang bertanggungjawab atas kas tersebut.

Besarnya Kas Kecil diusahkan cukup untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran rutin kantor selama sebulan dan ditetapkan melalui Keputusan Direktur atau melalui Keputusan Rapat Staf (Notulen Rapat Staf).

Setiap pengeluaran kas kecil harus didukung dengan Bukti Pengeluaran Kas Kecil yang disetujui oleh pejabat yang berwenang dan disertai dengan bukti pembayaran lainnya serta dicatat dalam Ikhtisar Pengeluaran Kas Kecil.

Pertanggungjawaban Bon Sementara (Kas Bon) dilakukan paling lama 3 hari dari tanggal pengajuan Bon Sementara (Kas Bon).

(7)

SOP

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman : 1

Tgl Terbit : Ditetapkan : dr. Anindiya Kusuma W PROSEDUR 5. 6. 7. PENGIDENTIFIKASIAN

1. Melakukan pemilahan kwitansi antara bukti kas keluar dan bukti kas masuk. 2.

3.

4.

Menyiapkan Bukti Penerimaan Bank untuk penerimaan dana secara tunai. 5.

6. Menyiapkan Permohonan Permintaan Kebutuhan Dana kepada Direktur.

PROSEDUR

7. Menyiapkan Bukti Pengeluaran Bank untuk pembayaran secara tunai. 8. 9. 10. PENCATATAN 1. 2.

Semua dokumen pembayaran harus dicap ”LUNAS” disertai tanggal pembayaran setelah pembayaran dilakukan.

Pengisian kembali dana kas kecil dilakukan pada saat dana kas kecil menipis. Pengisian kembali sebesar jumlah pengeluaran kas kecil yang dilakukan dengan menggunakan Ikhtisar Pengeluaran Kas Kecil sebagai dasar untuk pembuatan Bukti Pengeluaran Bank.

Perhitungan dana kas kecil (cash opname) secara tiba-tiba akan dilakukan oleh Manajer Keuangan untuk memeriksa pertanggungjawaban pemegang dana kas kecil.

Mencocokkan antara bukti kas keluar dan bukti kas masuk pada laoran harian pendapatan yang dibikin kasir.

Jika Laporan Harian Kasir tidak sesuai dengan kwitansi (bukti kas keluar dan bukti kas masuk) maka kembalikan kepada Bagian Kasir ataupun Pelayanan untuk dilengkapi.

Menyiapkan Bukti Penerimaan Tunai ataupun Bank untuk penerimaan dana yang masuk ke kasir ataupun rekening bank (via transfer).

Menyiapkan Cek, Bilyet Giro dan Bukti Pengeluaran Bank untuk pembayaran atau pengeluaran dana dari rekening bank.

Meminta tandatangan pada Cek atau Bilyet Giro kepada yang berwenang memberikan otorisasi pengeluaran dana dari bank.

Meminta tandatangan Bukti Penerimaan Bank dan Bukti Pengeluaran Bank dari pihak-pihak yang berhubungan dengan transaksi yang terjadi.

Mencatat Bukti Penerimaan Bank dan Bukti Pengeluaran Bank pada Buku Bank.

Memverifikasi kesesuaian antara bukti pendukung dengan pertanggungjawaban penggunaan uang muka oleh pengguna.

(8)

SOP

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman : 1

Tgl Terbit : Ditetapkan :

dr. Anindiya Kusuma W

PROSEDUR

3.

4. Memberi stempel ataupun bukti ”LUNAS” pada bukti pendukung eksternal. 5.

6. Memfotocopy Cek danmenguangkan Cek ke Bank.

PELAPORAN

1. 2.

3. Melakukan penyusunan laporan pajak setiap periode.

4. Melakukan pemeriksaan fisik atas barang-barang Inventaris. 5.

6. Membuat laporan keuangan periode dan tahunan : - Laporan Posisi Keuangan

- Laporan Laba Rugi - Laporan Arus Kas - Laporan Ekuitas

UNIT TERKAIT Bagian keuangan dan administrasi

Merapikan bukti pendukung baik bukti pendukung internal maupun eksternal.

Menyerahkan bukti internal (Pengeluaran Bank dan Penerimaan Bank) beserta bukti pendukung eksternal kepada Staf Pembukuan.

Membukukan transaksi keuangan Rumah Sakit setelah dilakukan pencatatan transaksi keuangan ke dalam buku besar.

Melakukan rekonsiliasi bank setiap bulan, mencocokkan buku bank Rumah Sakit dengan rekening koran.

Mengadministrasikan seluruh dokumen keuangan, berikut bukti-bukti pendukungnya.

(9)

Halaman : 1

Akuntansi Rumah Sakit merupakan salah satu kegiatan dari manajemen keuangan yaitu salah satu sasaran pertama yang harus diperbaiki agar dapat memberikan data dan informasi yang akan mendukung para manajer Rumah Sakit dalam pengambilan keputusan maupun pengamatan serta pengendalian kegiatan Rumah Sakit. Dalam hal ini semua informasi keuangan disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Laporan Keuangan bertujuan umum yang relevan dan reliable sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam pengembilan keputusan.

Sebagai sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dalam pemecahan masalah dan perencanaan untuk keberhasilan pengembangan Rumah Sakit. Secara umum akuntansi tidak lepas dari biaya (cost), dengan perhitungan biaya yang berbeda akan menghasilkan akuntansi biaya yang berbeda pula serta berdampak pada pengambilan keputusan yang berbeda. Dengan demikian untuk pengambilan keputusan yang tepat serta keberhasilan perencanaan diperlukan sistem dan pelaksanaan akuntansi Rumah Sakit secara optimal.

Siklus akuntansi pada Rumah Sakit harus dilakukan secara tertib, rinci, dan lengkap. Dimulai dari pengidentifikasian, pencatatan dan pelaporan, sehingga dapat menghasilkan laporan keuangan berkualitas. Karena laporan keuangan merupakan sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Selain itu Sistem Informasi Akuntansi harus memiliki prinsip Efisiensi dan Efektivitas, Internal Control

Pencatatan dan pembukuan dilakukan dengan menggunakan konsep “historical cost” dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang Berlaku Di

Periode akuntansi/tahun buku yang digunakan adalah tahun takwim (kalender), yaitu dimulai sejak tanggal 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember untuk

(10)

Halaman : 1

Asumsi dasar akuntansi akrual digunakan dalam mencatat dan melaporkan transaksitransaksi keuangan. Dengan asumsi dasar ini, aktiva, hutang, pendapatan dan beban serta perubahannya diakui pada saat terjadinya transaksi, tidak pada saat uang diterima atau dibayarkan, sehingga pencatatan transaksi akan berpengaruh pada laporan keuangan periode tersebut.

Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method). Kas dan setara kas terdiri dari kas yang ada di kasir (cash on hand), rekening Lembaga di bank (cash in bank) dan investasi sementara (temporary investment) yang akan jatuh tempo dalam tiga bulan sejak tanggal perolehannya.

Untuk memenuhi tujuan konsistensi perlakuan dan pencatatan secara akuntansi, diperlukan standarisasi pencatatan atau jurnal standar. Jurnal standar akan mengikuti kebijakan akuntansi yang dirancang sehingga penting bagi Lembaga

Agar dapat mengambil keputusan dengan benar dan tepat waktu, manajemen Lembaga sangat membutuhkan informasi keuangan yang dapat diandalkan. Salah satu informasi keuangan yang dapat diandalkan adalah Laporan Keuangan.

Pada dasarnya laporan keuangan adalah proyeksi dari transaksi-transaksi yang dilakukan oleh Lembaga selama suatu periode akuntansi tertentu. Transaksitransaksi keuangan harus diinterpretasikan dengan tepat, dicatat secara akurat dan tepat waktu serta diikhtisarkan dan disusun berdasarkan metode dan

(11)

Halaman : 1

: penggunaan formulir ataupun kertas tidak perlu berlebihan dan harus bisa membantu terciptanya pengendalian.

: prosedut yagn dapat menjamin pengendalian dan meminimalisasi kemungkinan terjadikan berbagai kecurangan.

: proses akuntansi harus memungkinkan dilakukan pengecekan kembali proses yang telah dilaksanakan melalui kegiatan audit, sehingga dokumentasi prosedur dan transaksi harus lengkap dan tersimpan dengan

Siklus Akuntansi dalam rumah sakit berawal dari transaksi atau peristiwa ekonomi, jika di dalam rumah sakit misalnya ketika ada pasien. Lalu berlanjut ke siklus pendapatan, pengeluaran, pelayanan dan keuangan. Selanjutnya siklus pelaporan

Sistem Keuangan dan Akuntansi Rumah Sakit Secara Garis besar ada 5 (lima) bagian yaitu sistem perencanaan, penganggaran, penerimaan, pengeluaran dan

Rencana Strategis (Strategic Planning) Rumah Sakit dilakukan sekurangkurangnya 3 tahun sekali oleh Komisaris, Direksi dan Manajemen

Rencana Tahunan Rumah Sakit disusun berdasarkan rencana kerja yang telah dirumuskan dalam Rencana Strategis Rumah Sakit.

Rencana Tahunan Rumah Sakit dilakukan untuk merumuskan dan mengesahkan Rencana Program dan Rencana Anggaran Tahunan; mengesahkan Laporan Keuangan dan Laporan Program; meninjau kembali peraturan atau kebijakan organisasi serta membuat keputusan-keputusan penting yang berkaitan dengan

(12)

Halaman : 1

Pelaksana Manajer Program

Manajer Program

Rencana Triwulan Rumah Sakit disusun berdasarkan Rencana Tahunan yang telah dirumuskan dalam Rapat Kerja Tahunan.

Rencana Triwulan dilakukan untuk memastikan agar seluruh program kerja tahunan dapat dilakukan tepat waktu dan mencapai sasaran yang telah

Identifikasi kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan secara lebih rinci. Kegiatan yang dilakukan dalam program harus disesuaikan lebih dahulu dengan tujuan (goal), outcome, dan output yang terdapat dalam visi dan misi Rumah Sakit.

Dalam perencanaan anggaran, Rumah Sakit harus mengefisiensikan biaya operasional untuk mendukung tercapainya tujuan program yang telah ditetapkan sebelumnya. Biaya operasional tidak boleh lebih besar dari biaya program.

Pada setiap triwulan, akhir tahun dan pada akhir periode kegiatan, laporan realisasi anggaran harus selalu diperbaharui dengan aktualisasi penerimaan dan pengeluaran. Dengan membandingkan antara rencana anggaran dengan realisasi, pengelola organisasi akan mengetahui apakah program tersebut beroperasi sesuai dengan rencana atau tidak, termasuk di mana keperluan pemotongan biaya dan

(13)

Halaman : 1

Manajer Program

Manajer Keuangan

Direktur dan Komisaris RS

Manajer Keuangan Direktur dan Staf

Manajemen

Untuk menampung dana-dana instansi, perlu dibuka rekening bank dalam bentuk Rekening Giro atas nama RUMAH SAKIT ISLAM AL-IKHLAS yang ditandatangani oleh dua orang atau lebih yang mewakili unsur Pelaksana dan Pengawas, minimal oleh Direktur dan Komisaris.

Adapun jumlah rekening bank yang dibuka tergantung kebutuhan Rumah Sakit dengan memperhatikan asas efisiensi dan kemanfaatannya.

Seluruh penerimaan tunai wajib dibuatkan bukti penerimaan berupa Kwitansi Penerimaan dan diserahkan/dikirimkan kepada pihak yang bersangkutan.

Setiap penerimaan kas dari pasien maupun pemakai jasa Lainnya harus disetor ke rekening bank yang telah dibentuk sesuai dengan peruntukkannya.

Pada saat penyetoran ke bank, wajib dibuatkan Bukti Penerimaan Bank dengan melampirkan Slip Setoran Bank dan Kwitansi Penerimaan dan dicatat pada

Semua pengeluaran uang, kecuali untuk pengeluaran-pengeluaran kecil yang dilakukan melalui kas kecil, harus dilakukan dengan menggunakan Cek/Bilyet Giro/Formulir Penarikan/Aplikasi Transfer (transfer application) dan didukung oleh Bukti Pengeluran Bank dan bukti pendukung lainnya yang telah disetujui

(14)

Halaman : 1

Pada setiap akhir bulan bagian akuntansi akan membuat rekonsiliasi bank.

Semua Cek/Bilyet Giro/Formulir Penarikan/Aplikasi Transfer (transfer application) yang dikeluarkan harus ditandatangani minimal oleh dua orang yang diberi

Bagian keuangan tidak diperkenankan mengeluarkan uang/membuka Cek/Bilyet Giro/Formulir Penarikan (withdrawal form)/Aplikasi Transfer (transfer application) tanpa otorisasi pejabat yang berwenang.

Semua dokumen pembayaran harus dicap ”LUNAS” disertai tanggal pembayaran setelah pembayaran dilakukan atau harus diparaf oleh pejabat

Adapun sistem pengeluaran pengelolaan kas kecil (petty cash) yaitu sebagai berikut Untuk mengurangi kesalahan dalam pengeluaran kas yang tidak terlalu besar, maka dibentuklah kas kecil (petty cash) dengan sistem dana tetap (imprest), untuk pengeluaran rutin dibawah jumlah tertentu. Kas kecil akan dipegang oleh pemegang kas kecil (kasir kas kecil) yang bertanggungjawab atas kas tersebut.

Besarnya Kas Kecil diusahkan cukup untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran rutin kantor selama sebulan dan ditetapkan melalui Keputusan Direktur atau melalui Keputusan Rapat Staf (Notulen Rapat Staf).

Setiap pengeluaran kas kecil harus didukung dengan Bukti Pengeluaran Kas Kecil yang disetujui oleh pejabat yang berwenang dan disertai dengan bukti pembayaran lainnya serta dicatat dalam Ikhtisar Pengeluaran Kas Kecil.

Pertanggungjawaban Bon Sementara (Kas Bon) dilakukan paling lama 3 hari dari tanggal pengajuan Bon Sementara (Kas Bon).

(15)

Halaman : 1

Melakukan pemilahan kwitansi antara bukti kas keluar dan bukti kas masuk.

Menyiapkan Bukti Penerimaan Bank untuk penerimaan dana secara tunai.

Menyiapkan Permohonan Permintaan Kebutuhan Dana kepada Direktur. Menyiapkan Bukti Pengeluaran Bank untuk pembayaran secara tunai.

Semua dokumen pembayaran harus dicap ”LUNAS” disertai tanggal pembayaran setelah pembayaran dilakukan.

Pengisian kembali dana kas kecil dilakukan pada saat dana kas kecil menipis. Pengisian kembali sebesar jumlah pengeluaran kas kecil yang dilakukan dengan menggunakan Ikhtisar Pengeluaran Kas Kecil sebagai dasar untuk pembuatan Perhitungan dana kas kecil (cash opname) secara tiba-tiba akan dilakukan oleh Manajer Keuangan untuk memeriksa pertanggungjawaban pemegang dana kas

Mencocokkan antara bukti kas keluar dan bukti kas masuk pada laoran Jika Laporan Harian Kasir tidak sesuai dengan kwitansi (bukti kas keluar dan bukti kas masuk) maka kembalikan kepada Bagian Kasir ataupun Pelayanan

Menyiapkan Bukti Penerimaan Tunai ataupun Bank untuk penerimaan dana yang masuk ke kasir ataupun rekening bank (via transfer).

Menyiapkan Cek, Bilyet Giro dan Bukti Pengeluaran Bank untuk pembayaran atau pengeluaran dana dari rekening bank.

Meminta tandatangan pada Cek atau Bilyet Giro kepada yang berwenang memberikan otorisasi pengeluaran dana dari bank.

Meminta tandatangan Bukti Penerimaan Bank dan Bukti Pengeluaran Bank dari pihak-pihak yang berhubungan dengan transaksi yang terjadi.

Mencatat Bukti Penerimaan Bank dan Bukti Pengeluaran Bank pada Buku Memverifikasi kesesuaian antara bukti pendukung dengan pertanggungjawaban penggunaan uang muka oleh pengguna.

(16)

Halaman : 1

Memberi stempel ataupun bukti ”LUNAS” pada bukti pendukung eksternal.

Memfotocopy Cek danmenguangkan Cek ke Bank.

Melakukan penyusunan laporan pajak setiap periode.

Melakukan pemeriksaan fisik atas barang-barang Inventaris.

Membuat laporan keuangan periode dan tahunan :

Bagian keuangan dan administrasi

Merapikan bukti pendukung baik bukti pendukung internal maupun

Menyerahkan bukti internal (Pengeluaran Bank dan Penerimaan Bank) beserta bukti pendukung eksternal kepada Staf Pembukuan.

Membukukan transaksi keuangan Rumah Sakit setelah dilakukan pencatatan transaksi keuangan ke dalam buku besar.

Melakukan rekonsiliasi bank setiap bulan, mencocokkan buku bank Rumah

(17)

SOP

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman : 1 Tgl Terbit : Ditetapkan : dr. Anindiya Kusuma W PENGERTIAN TUJUAN KEBIJAKAN 1. 2. 3.

Akuntansi Rumah Sakit merupakan salah satu kegiatan dari manajemen keuangan yaitu salah satu sasaran pertama yang harus diperbaiki agar dapat memberikan data dan informasi yang akan mendukung para manajer Rumah Sakit dalam pengambilan keputusan maupun pengamatan serta pengendalian kegiatan Rumah Sakit. Dalam hal ini semua informasi keuangan disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Laporan Keuangan juga merupakan sarana pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.

Sebagai sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dalam pemecahan masalah dan perencanaan untuk keberhasilan pengembangan Rumah Sakit. Secara umum akuntansi tidak lepas dari biaya (cost), dengan perhitungan biaya yang berbeda akan menghasilkan akuntansi biaya yang berbeda pula serta berdampak pada pengambilan keputusan yang berbeda. Dengan demikian untuk pengambilan keputusan yang tepat serta keberhasilan perencanaan diperlukan sistem dan pelaksanaan akuntansi Rumah Sakit secara optimal.

Siklus akuntansi pada Rumah Sakit harus dilakukan secara tertib, rinci, dan lengkap. Dimulai dari pengidentifikasian, pencatatan dan pelaporan, sehingga dapat menghasilkan laporan keuangan berkualitas. Karena laporan keuangan merupakan sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Selain itu Sistem Informasi Akuntansi harus memiliki prinsip Efisiensi dan Efektivitas, Internal Control dan Auditability.

Efisiensi dan Efektivitas : penggunaan formulir ataupun kertas tidak perlu berlebihan dan harus bisa membantu terciptanya pengendalian.

Internal Control : prosedut yagn dapat menjamin pengendalian dan meminimalisasi kemungkinan terjadikan berbagai kecurangan.

Auditability : proses akuntansi harus memungkinkan dilakukan pengecekan kembali proses yang telah dilaksanakan melalui kegiatan audit, sehingga dokumentasi prosedur dan transaksi harus lengkap dan tersimpan dengan baik.

(18)

NERACA / LAPORAN POSISI KEUANGAN

1. 2.

3. Kebutuhan pendanaan eksternal.

LAPORAN LABA RUGI / LAPORAN AKTIVITAS

1. Mengevaluasi kinerja dalam suatu periode; 2.

3. Menilai pelaksanaan tanggung jawab dan kinerja manajemen; dan 4. Menilai rentabilitas.

LAPORAN ARUS KAS

1. Kemampuan rumah sakit dalam menghasilkan kas dan setara kas; 2. Sumber dana rumah sakit;

3. Penggunaan dana rumah sakit; dan 4.

PENCATATAN 1.

Mencatat Bukti Penerimaan Bank dan Bukti Pengeluaran Bank pada Buku Bank. 2.

3.

Merapikan bukti pendukung baik bukti pendukung internal maupun eksternal.

Auditability : proses akuntansi harus memungkinkan dilakukan pengecekan kembali proses yang telah dilaksanakan melalui kegiatan audit, sehingga dokumentasi prosedur dan transaksi harus lengkap dan tersimpan dengan baik.

Informasi dalam neraca digunakan bersama-sama dengan informasi yang diungkapkan dalam laporan keuangan lainnya sehingga dapat membantu para pengguna laporan keuangan untuk menilai:

Kemampuan rumah sakit dalam memberikan jasa pelayanan kesehatan secara berkelanjutan;

Likuiditas dan solvabilitas; dan

Informasi dalam laporan aktivitas, yang digunakan bersama dengan pengungkapan informasi dalam laporan keuangan lainnya, dapat membantu para pengguna laporan keuangan untuk:

Menilai upaya, kemampuan, dan kesinambungan organisasi dalam memberikan jasa;

Informasi laporan arus kas digunakan bersama-sama dengan informasi yang diungkapkan dalam laporan keuangan lainnya sehingga dapat membantu para pengguna untuk menilai:

Kemampuan rumah sakit untuk memperoleh sumber dana serta penggunaannya untuk masa yang akan datang.

Memverifikasi kesesuaian antara bukti pendukung dengan pertanggungjawaban penggunaan uang muka oleh pengguna.

(19)

6. Memfotocopy Cek danmenguangkan Cek ke Bank.

PROSEDUR

PELAPORAN 1.

2.

3. Melakukan penyusunan laporan pajak setiap periode.

4. Melakukan pemeriksaan fisik atas barang-barang Inventaris. 5.

6. Membuat laporan keuangan periode dan tahunan : - Laporan Posisi Keuangan

- Laporan Laba Rugi - Laporan Arus Kas - Laporan Ekuitas

UNIT TERKAIT Bagian keuangan dan administrasi

Membukukan transaksi keuangan Rumah Sakit setelah dilakukan pencatatan transaksi keuangan ke dalam buku besar.

Melakukan rekonsiliasi bank setiap bulan, mencocokkan buku bank Rumah Sakit dengan rekening koran.

Mengadministrasikan seluruh dokumen keuangan, berikut bukti-bukti pendukungnya.

(20)

Halaman : 1

Akuntansi Rumah Sakit merupakan salah satu kegiatan dari manajemen keuangan yaitu salah satu sasaran pertama yang harus diperbaiki agar dapat memberikan data dan informasi yang akan mendukung para manajer Rumah Sakit dalam pengambilan keputusan maupun pengamatan serta pengendalian kegiatan Rumah Sakit. Dalam hal ini semua informasi keuangan disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Laporan Keuangan juga merupakan sarana pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.

Sebagai sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dalam pemecahan masalah dan perencanaan untuk keberhasilan pengembangan Rumah Sakit. Secara umum akuntansi tidak lepas dari biaya (cost), dengan perhitungan biaya yang berbeda akan menghasilkan akuntansi biaya yang berbeda pula serta berdampak pada pengambilan keputusan yang berbeda. Dengan demikian untuk pengambilan keputusan yang tepat serta keberhasilan perencanaan diperlukan sistem dan pelaksanaan

Siklus akuntansi pada Rumah Sakit harus dilakukan secara tertib, rinci, dan lengkap. Dimulai dari pengidentifikasian, pencatatan dan pelaporan, sehingga dapat menghasilkan laporan keuangan berkualitas. Karena laporan keuangan merupakan sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Selain itu Sistem Informasi Akuntansi harus memiliki prinsip Efisiensi dan Efektivitas, Internal Control dan

: penggunaan formulir ataupun kertas tidak perlu berlebihan dan harus bisa membantu terciptanya pengendalian.

: prosedut yagn dapat menjamin pengendalian dan meminimalisasi kemungkinan terjadikan berbagai kecurangan.

: proses akuntansi harus memungkinkan dilakukan pengecekan kembali proses yang telah dilaksanakan melalui kegiatan audit, sehingga dokumentasi prosedur dan transaksi harus lengkap dan tersimpan dengan baik.

(21)

Kebutuhan pendanaan eksternal.

Menilai pelaksanaan tanggung jawab dan kinerja manajemen; dan

Kemampuan rumah sakit dalam menghasilkan kas dan setara kas;

Mencatat Bukti Penerimaan Bank dan Bukti Pengeluaran Bank pada Buku Bank.

Merapikan bukti pendukung baik bukti pendukung internal maupun eksternal.

Informasi dalam laporan aktivitas, yang digunakan bersama dengan pengungkapan informasi dalam laporan keuangan lainnya, dapat membantu para pengguna laporan

Menilai upaya, kemampuan, dan kesinambungan organisasi dalam memberikan

Informasi laporan arus kas digunakan bersama-sama dengan informasi yang diungkapkan dalam laporan keuangan lainnya sehingga dapat membantu para

Kemampuan rumah sakit untuk memperoleh sumber dana serta penggunaannya

(22)

Melakukan penyusunan laporan pajak setiap periode.

Melakukan pemeriksaan fisik atas barang-barang Inventaris.

Bagian keuangan dan administrasi

Membukukan transaksi keuangan Rumah Sakit setelah dilakukan pencatatan Melakukan rekonsiliasi bank setiap bulan, mencocokkan buku bank Rumah Sakit

(23)

SOP

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman : 1 Tgl Terbit : Ditetapkan : dr. Anindiya Kusuma W PENGERTIAN TUJUAN KEBIJAKAN 1. 2. 3.

Akuntansi Rumah Sakit merupakan salah satu kegiatan dari manajemen keuangan yaitu salah satu sasaran pertama yang harus diperbaiki agar dapat memberikan data dan informasi yang akan mendukung para manajer Rumah Sakit dalam pengambilan keputusan maupun pengamatan serta pengendalian kegiatan Rumah Sakit. Dalam hal ini semua informasi keuangan disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Laporan Keuangan bertujuan umum yang relevan dan reliable sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam pengembilan keputusan.

Sebagai sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dalam pemecahan masalah dan perencanaan untuk keberhasilan pengembangan Rumah Sakit. Secara umum akuntansi tidak lepas dari biaya (cost), dengan perhitungan biaya yang berbeda akan menghasilkan akuntansi biaya yang berbeda pula serta berdampak pada pengambilan keputusan yang berbeda. Dengan demikian untuk pengambilan keputusan yang tepat serta keberhasilan perencanaan diperlukan sistem dan pelaksanaan akuntansi Rumah Sakit secara optimal.

Siklus akuntansi pada Rumah Sakit harus dilakukan secara tertib, rinci, dan lengkap. Dimulai dari pengidentifikasian, pencatatan dan pelaporan, sehingga dapat menghasilkan laporan keuangan berkualitas. Karena laporan keuangan merupakan sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Selain itu Sistem Informasi Akuntansi harus memiliki prinsip Efisiensi dan Efektivitas, Internal Control dan Auditability.

Efisiensi dan Efektivitas : penggunaan formulir ataupun kertas tidak perlu berlebihan dan harus bisa membantu terciptanya pengendalian.

Internal Control : prosedut yagn dapat menjamin pengendalian dan meminimalisasi kemungkinan terjadikan berbagai kecurangan.

Auditability : proses akuntansi harus memungkinkan dilakukan pengecekan kembali proses yang telah dilaksanakan melalui kegiatan audit, sehingga dokumentasi prosedur dan transaksi harus lengkap dan tersimpan dengan baik.

(24)

PROSEDUR

PENGIDENTIFIKASIAN 1.

Melakukan pemilahan kwitansi antara bukti kas keluar dan bukti kas masuk. 2.

3.

4.

Menyiapkan Bukti Penerimaan Bank untuk penerimaan dana secara tunai. 5.

6. Menyiapkan Permohonan Permintaan Kebutuhan Dana kepada Direktur. 7. Menyiapkan Bukti Pengeluaran Bank untuk pembayaran secara tunai. 8.

9. 10.

PENCATATAN 1.

Mencatat Bukti Penerimaan Bank dan Bukti Pengeluaran Bank pada Buku Bank. 2.

3.

Merapikan bukti pendukung baik bukti pendukung internal maupun eksternal. 4.

Memberi stempel ataupun bukti ”LUNAS” pada bukti pendukung eksternal. 5.

6. Memfotocopy Cek danmenguangkan Cek ke Bank.

PROSEDUR

PELAPORAN 1.

2.

3. Melakukan penyusunan laporan pajak setiap periode.

Auditability : proses akuntansi harus memungkinkan dilakukan pengecekan kembali proses yang telah dilaksanakan melalui kegiatan audit, sehingga dokumentasi prosedur dan transaksi harus lengkap dan tersimpan dengan baik.

Siklus Akuntansi dalam rumah sakit berawal dari transaksi atau peristiwa ekonomi, jika di dalam rumah sakit misalnya ketika ada pasien. Lalu berlanjut ke siklus pendapatan, pengeluaran, pelayanan dan keuangan. Selanjutnya siklus pelaporan keuangan dan berakhir di laporan keuangan.

Mencocokkan antara bukti kas keluar dan bukti kas masuk pada laoran harian pendapatan yang dibikin kasir.

Jika Laporan Harian Kasir tidak sesuai dengan kwitansi (bukti kas keluar dan bukti kas masuk) maka kembalikan kepada Bagian Kasir ataupun Pelayanan untuk dilengkapi.

Menyiapkan Bukti Penerimaan Tunai ataupun Bank untuk penerimaan dana yang masuk ke kasir ataupun rekening bank (via transfer).

Menyiapkan Cek, Bilyet Giro dan Bukti Pengeluaran Bank untuk pembayaran atau pengeluaran dana dari rekening bank.

Meminta tandatangan pada Cek atau Bilyet Giro kepada yang berwenang memberikan otorisasi pengeluaran dana dari bank.

Meminta tandatangan Bukti Penerimaan Bank dan Bukti Pengeluaran Bank dari pihak-pihak yang berhubungan dengan transaksi yang terjadi.

Memverifikasi kesesuaian antara bukti pendukung dengan pertanggungjawaban penggunaan uang muka oleh pengguna.

Menyerahkan bukti internal (Pengeluaran Bank dan Penerimaan Bank) beserta bukti pendukung eksternal kepada Staf Pembukuan.

Membukukan transaksi keuangan Rumah Sakit setelah dilakukan pencatatan transaksi keuangan ke dalam buku besar.

Melakukan rekonsiliasi bank setiap bulan, mencocokkan buku bank Rumah Sakit dengan rekening koran.

(25)

- Laporan Posisi Keuangan - Laporan Laba Rugi

- Laporan Arus Kas - Laporan Ekuitas

(26)

Halaman : 1

Akuntansi Rumah Sakit merupakan salah satu kegiatan dari manajemen keuangan yaitu salah satu sasaran pertama yang harus diperbaiki agar dapat memberikan data dan informasi yang akan mendukung para manajer Rumah Sakit dalam pengambilan keputusan maupun pengamatan serta pengendalian kegiatan Rumah Sakit. Dalam hal ini semua informasi keuangan disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Laporan Keuangan bertujuan umum yang relevan dan reliable sehingga dapat digunakan sebagai

Sebagai sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dalam pemecahan masalah dan perencanaan untuk keberhasilan pengembangan Rumah Sakit. Secara umum akuntansi tidak lepas dari biaya (cost), dengan perhitungan biaya yang berbeda akan menghasilkan akuntansi biaya yang berbeda pula serta berdampak pada pengambilan keputusan yang berbeda. Dengan demikian untuk pengambilan keputusan yang tepat serta keberhasilan perencanaan diperlukan sistem dan pelaksanaan

Siklus akuntansi pada Rumah Sakit harus dilakukan secara tertib, rinci, dan lengkap. Dimulai dari pengidentifikasian, pencatatan dan pelaporan, sehingga dapat menghasilkan laporan keuangan berkualitas. Karena laporan keuangan merupakan sumber informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Selain itu Sistem Informasi Akuntansi harus memiliki prinsip Efisiensi dan Efektivitas, Internal Control dan

: penggunaan formulir ataupun kertas tidak perlu berlebihan dan harus bisa membantu terciptanya pengendalian.

: prosedut yagn dapat menjamin pengendalian dan meminimalisasi kemungkinan terjadikan berbagai kecurangan.

: proses akuntansi harus memungkinkan dilakukan pengecekan kembali proses yang telah dilaksanakan melalui kegiatan audit, sehingga dokumentasi prosedur dan transaksi harus lengkap dan tersimpan dengan baik.

(27)

Melakukan pemilahan kwitansi antara bukti kas keluar dan bukti kas masuk.

Menyiapkan Bukti Penerimaan Bank untuk penerimaan dana secara tunai.

Menyiapkan Permohonan Permintaan Kebutuhan Dana kepada Direktur. Menyiapkan Bukti Pengeluaran Bank untuk pembayaran secara tunai.

Mencatat Bukti Penerimaan Bank dan Bukti Pengeluaran Bank pada Buku Bank.

Merapikan bukti pendukung baik bukti pendukung internal maupun eksternal. Memberi stempel ataupun bukti ”LUNAS” pada bukti pendukung eksternal.

Melakukan penyusunan laporan pajak setiap periode.

Mencocokkan antara bukti kas keluar dan bukti kas masuk pada laoran harian Jika Laporan Harian Kasir tidak sesuai dengan kwitansi (bukti kas keluar dan bukti kas masuk) maka kembalikan kepada Bagian Kasir ataupun Pelayanan untuk

Menyiapkan Bukti Penerimaan Tunai ataupun Bank untuk penerimaan dana yang masuk ke kasir ataupun rekening bank (via transfer).

Menyiapkan Cek, Bilyet Giro dan Bukti Pengeluaran Bank untuk pembayaran atau Meminta tandatangan pada Cek atau Bilyet Giro kepada yang berwenang memberikan otorisasi pengeluaran dana dari bank.

Meminta tandatangan Bukti Penerimaan Bank dan Bukti Pengeluaran Bank dari pihak-pihak yang berhubungan dengan transaksi yang terjadi.

Memverifikasi kesesuaian antara bukti pendukung dengan pertanggungjawaban

Menyerahkan bukti internal (Pengeluaran Bank dan Penerimaan Bank) beserta bukti pendukung eksternal kepada Staf Pembukuan.

Membukukan transaksi keuangan Rumah Sakit setelah dilakukan pencatatan Melakukan rekonsiliasi bank setiap bulan, mencocokkan buku bank Rumah Sakit

(28)

Referensi

Dokumen terkait

Schiffman dan Kanuk (2008) keduanya merupakan pakar perilaku konsumen yang masih berorientasi pada ilmu sosial, mengatakan bahwa kelompok adalah dua atau lebih

dilakukan yang meliputi: (1) penapisan gen HD-Zip yang merespon kekeringan, (2) peningkatkan ekspresi (overexpression) gen Oshox4 yang merupakan salah satu gen HD-Zip di

komunikasi pelayanan publik di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Dumai dilaksanakan dengan a) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Dumai

Aqidah Akhlak materi Asmaul Husna melalui penerapan model.. pembelajaran kooperatif tipe Make a Match peserta didik kelas I MI. Nurul Huda Dawuhan Trenggalek

yang terstruktur dengan baik, akan berpengaruh pada meningkatnya fungsi dari sistem self-assessment , yang dalam hal ini menciptakan jalur komunikasi antara WP dan otoritas

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini adalah keterampilan mengajar guru menurut persepsi siswa dan motivasi belajar berhubungan dengan hasil

Hasil pemantauan dan analisa data menunjukan bahwa pH air limbah, TSS (total padatan tersuspensi) dan TDS (total padatan terlarut) yang berasal dari area Reklamasi Gosowng Cut

LATIF MI TANWIRUL