TUGAS MAKALAH TUGAS MAKALAH PERENCANAAN
PERENCANAAN KEUKEUANGANANGAN (Manajemen Persediaan) (Manajemen Persediaan)
DISUSUN OLEH DISUSUN OLEH
Nama
Nama : : Clara Clara STST P!"riP!"ri N
NIIMM : : ((##$$%%&&''''$$##))
PROGRAM STUDI MANA*EMEN PROGRAM STUDI MANA*EMEN +AKULTAS EKONOMI , -ISNIS +AKULTAS EKONOMI , -ISNIS
UNI.ERSITAS PAPUA UNI.ERSITAS PAPUA MANOK/ARI MANOK/ARI #$% #$%
KAT
KATA PENGA PENGANTAR ANTAR
Puji dan Syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa Puji dan Syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yan
yang g telatelah h melmelimpimpahkahkan an karkaruniunia-Nya-Nya, a, sebsebab ab hanhanya ya karkarena ena anuanugragrah-Nyh-Nya a lahlah makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang dib
diberikerikan an oleh oleh dosdosen en MatMata a ululiah iah PerPeren!aen!anaanaan n eueuangangan. an. "d"dapuapun n temtema a dardarii makalah ini adalah
makalah ini adalah Manajemen Persediaan Manajemen Persediaan.. Selain itu, penyusun juga menyadari Selain itu, penyusun juga menyadari bahwa makalah
bahwa makalah ini dapat ini dapat terselesaikan terselesaikan karena bantuan karena bantuan dari berbagai dari berbagai pihak. Makapihak. Maka oleh karena itu ribuan terima kasih penyusun hanturkan kepada semua pihak yang oleh karena itu ribuan terima kasih penyusun hanturkan kepada semua pihak yang telah membantu penyusun dalam menyusun makalah ini.
telah membantu penyusun dalam menyusun makalah ini.
Penyusun juga mengharapkan agar segala daya dan upaya yang telah Penyusun juga mengharapkan agar segala daya dan upaya yang telah diberikan dalam penyusunan makalah ini dapat berman#aat bagi para pemba!a. diberikan dalam penyusunan makalah ini dapat berman#aat bagi para pemba!a. Namun,
Namun, penyusun penyusun juga juga menyadari menyadari bahwa bahwa makalah makalah ini ini masih masih belum belum sempurna.sempurna. $leh karena itu, kritik dan saran yang bersi#at membangun sangat diharapkan $leh karena itu, kritik dan saran yang bersi#at membangun sangat diharapkan untuk perbaikan makalah ini.
untuk perbaikan makalah ini.
Manokwari, 01 Oktober 2016 Manokwari, 01 Oktober 2016 Penyusun Penyusun DAFTAR ISI DAFTAR ISI "
"TT" " PEN%"NTPEN%"NT"&..."&...i....i '"(T
'"(T"& "& )S)...)S)...ii...ii '"(T
'"(T"& "& %"M*"&...%"M*"&...iiiiii
'"(T
'"(T"& "& TT"*E+"*E+...i...i *"* ).
*"* ). PEN'"+"N...PEN'"+"N.../.../ /./...
/./...+a...+a tar
tar *elakang...*elakang.../.../ /.0...
/.0...&u...&u musan
musan Masalah...Masalah...0...0 /.1... /.1...Tu...Tu juan Makalah... juan Makalah...1...1 /.2... /.2...M...M an#aat
an#aat Makalah...Makalah...1...1 *"*
*"* )). )). PEM*""S"N...PEM*""S"N...2...2 0./...
0./...Pe...Pe ngertian Manajemen Persediaan...2 ngertian Manajemen Persediaan...2 0.0...
0.0...3e...3e nis-jenis Manajemen
nis-jenis Manajemen Persediaa...Persediaa...4...4 0.1...
0.1...M...M an#aat
an#aat Manajemen Manajemen Persediaan...Persediaan.../0.../0 0.2... 0.2...(u...(u ngsi-#ungsi Persediaan... ngsi-#ungsi Persediaan.../1/1 0.4... 0.4...(a...(a ktor-#aktor Y
ktor-#aktor Yang Mempengaruhi Tingang Mempengaruhi Tingkat Persediaan...kat Persediaan.../4/4 0.5...
0.5...Pa...Pa ndangan *eberapa *agian
ndangan *eberapa *agian 'alam Perusahaan Tentang'alam Perusahaan Tentang Tingkat
Tingkat Persediaan...Persediaan.../5/5 0.6...
0.6...Pe...Pe ngaturan 'an Te
*"* *"* ))). ))). PENTP...PENTP...25...25 1./... 1./...e...e simpulan... simpulan...2525 1.0... 1.0...Sa...Sa ran... ran...26..26 '"(T '"(T"& "& PSTPST""....""... 2828 DAFTAR GAMBAR DAFTAR GAMBAR %ambar /.
%ambar /.Cost Of Reaordering Cost Of Reaordering atau *iaya Pe atau *iaya Pemesanan...mesanan...02...02 %ambar 0. Pemakaian Persediaan dan Siklus Pemesanan embali...05 %ambar 0. Pemakaian Persediaan dan Siklus Pemesanan embali...05 %ambar 1.
%ambar 1.Carrying Cost Carrying Cost atau *iaya Pemeliharaan...05 atau *iaya Pemeliharaan...05 %ambar 2. Penggabungan *iaya Pemesanan dan *iaya
%ambar 2. Penggabungan *iaya Pemesanan dan *iaya PemeliharaanPemeliharaan 9total
9total cost cost :...08:...08 %ambar 4. ;ontoh 'istribusi )tem Persediaan
%ambar 4. ;ontoh 'istribusi )tem Persediaan Perusahaan...Perusahaan...21...21
DAFTAR TABE DAFTAR TABE Ta
Tabel /. bel /. Penentuan uantitas Penentuan uantitas Pemesanan YaPemesanan Yang Paling ng Paling $ptiman...1/$ptiman...1/ Tabel 0. Pola Pemesanan Persediaan Perusahaan <=>...15 Tabel 0. Pola Pemesanan Persediaan Perusahaan <=>...15 Ta
Tabel bel 1. Pola 1. Pola Pemesanan YaPemesanan Yang $ptimal...ng $ptimal...18...18 Ta
Tabel 2. Nilai bel 2. Nilai atau &atio ;atau &atio ;oo?i Pola Pemesanan Ya?i Pola Pemesanan Yang *iasa 'ilakukan...ng *iasa '[email protected]@
Ta
Tabel 4. &atio bel 4. &atio ;;oo?i 'engan ?i 'engan Pola Pemesanan YaPola Pemesanan Yang $ptimal...1@ng $ptimal...1@
BAB I BAB I PENDA!""AN PENDA!""AN iiii iii iiiii
1#
1#1#1# aatatar r BeBe$a$akakan%n% Se
Sejaljalan an dedengngan an lalaju ju peperkrkemembabangngan an yayang ng teterurus s beberkrkemembabang ng didi )ndonesia, maka banyak bermun!ulan perusahaan, baik perusahaan ke!il )ndonesia, maka banyak bermun!ulan perusahaan, baik perusahaan ke!il ma
maupupun un peperurusasahahaan an bebesasarr. . TTuujujuan an ututamama a susuatatu u peperurusasahahaan an yyaiaitutu me
mempmpererololeh eh lalaba ba seseopoptitimamal l mumungngkikin n dadan n memengngawawasasi i beberjrjalalanannynyaa perusahaan
perusahaan serta serta berkembangnya berkembangnya perusahaan, perusahaan, maka maka hal hal yang yang perluperlu dil
dilakuakukan kan oleh oleh susuatu atu perperusausahaahaan n adaadalah lah menmengopgoptimatimalkalkan n segsegala ala kegkegitaitann da
dalalam m peperurusasahahaan an tetersrsebebutut, , babaik ik ititu u prprododukuksisi, , pepemamasasararan n mamaupupunun penjualannya
penjualannya dan dan mengadakan mengadakan penilaian penilaian terhadap terhadap persediaan persediaan dandan pengaruhnya
pengaruhnya terhadap terhadap laba laba perusahaan. perusahaan. *iasanya *iasanya keberhasilan keberhasilan suatusuatu perusahaan
perusahaan dilihat dilihat dari dari segi segi #inan!ialnya, #inan!ialnya, yaitu yaitu seberapa seberapa besar besar laba laba yangyang diperoleh dari hasil usahanya dan persediaan bagi kebanyakan perusahaan diperoleh dari hasil usahanya dan persediaan bagi kebanyakan perusahaan mer
merupaupakan kan salsalah ah satsatu u modmodal al kerkerja ja yanyang g sansangat gat penpentinting g diddidalam alam suasuatutu perusahaan,
perusahaan, dimana dimana prosedurnya prosedurnya terus terus menerus menerus mengalami mengalami perubahan perubahan dandan perputaran.
perputaran.
Persediaan merupakan inestsi yang paling besar dalam aktia lan!ar Persediaan merupakan inestsi yang paling besar dalam aktia lan!ar unt
untuk uk sebsebagiagian an perperusausahaahaan n indindustustri. ri. PersPersediediaan aan dipdiperluerlukan kan untuntuk uk dapdapatat mel
melakuakukan kan proproses ses proprodukduksi, si, penpenjualjualan an se!se!ara ara lanlan!ar!ar, , perpersedsediaan iaan bahbahanan mentah dan barang dalam proses diperlukan untuk menjamin kelan!ara mentah dan barang dalam proses diperlukan untuk menjamin kelan!ara untuk proses produksi, sedangkan barang jadi harus selalu tersedia
untuk proses produksi, sedangkan barang jadi harus selalu tersedia sebagai <sebagai < bu##er
bu##er sto!k sto!k < < agar agar kemungkinan kemungkinan perusahaan perusahaan memungkinkan memungkinkan perusahaanperusahaan memenuhi permintaan yang di timbulkan.
memenuhi permintaan yang di timbulkan. 'al
'alam am suasuatu tu perperusausahaanhaan, , pelpelapoaporan ran menmengengenai ai perpersedsediaan iaan sansangatgat penting
penting bagi bagi perusahaan perusahaan dalam dalam mengambil mengambil suatu suatu keputusan, keputusan, persediaanpersediaan merupakan salah satu dari beberapa unsur yang paling akti# dalam operasi merupakan salah satu dari beberapa unsur yang paling akti# dalam operasi perusahaan
perusahaan yang yang se!ara se!ara terus terus menerus menerus diperoleh, diperoleh, diproduksi diproduksi dan dan dijual.dijual. Ma
Masasalalah h yayang ng umumum um didihahadadapi pi peperurusasahahaan an iaialalah h dadalalam m memengngelelololahah persediaan,
persediaan, persediaan persediaan itu itu harus harus dilaksanakan dilaksanakan sebaik sebaik mungkin mungkin sehinggasehingga tidak mengalami hal-hal yang mengganggu jalannya operasi perusahaan. tidak mengalami hal-hal yang mengganggu jalannya operasi perusahaan. Pe
Pelalapoporan ran pepersrsedediaaiaan n yayang ng diditetelitliti i dadan n rereleleaan n didiananggggap ap iital tal ununtutuk k mem
kesalahan dalam pen!atatan persediaan, maka akan mengakibatkan kesalahan dalam menentukan besarnya laba perusahaan yang diperoleh. 3ika persediaan akhir dinilai terlalu rendah dan mengakibatkan harga pokok barang yang dijual terlalu rendah, maka pendapatan bersih akan mengalami peningkatan. *egitu juga dengan lamanya persediaan yang tersimpan digudang akan mempengaruhi biaya sehingga kemungkinan akan terjadinya kerusakan yang mengakibatkan kerugian dan kemungkinan juga persediaan akan kadaluarsa sehingga tidak laku dipasar.
'alam rangka meminimalkan kebutuhan operating !ash maka perputaran persediaan atau inentory turnoer harus diperbesar karena dengan semakin !epatnya perputaran persediaan berarti semakin ke!il modal yang harus diinestasikan dalam persediaan.
epentingan-kepentingan dari sudut #inansial seringkali bertolak belakang dengan kepentingan perusahaan untuk menyediakan persediaan
dalam jumlah yang !ukup besar guna mengurangi resiko kehabisan barang dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan produksi. $leh karena itu perusahaan harus menetapkan suatu jumlah <optimal> dari persediaan agar dapat mengurangi pertentangan kesalahan dalam memanage persediaan yang ada di dalam perusahaan.
'ari penjelasan diatas, maka dapat diketahui bahwa persediaan sangat penting artinya bagi perusahaan. 'alam hal ini penyusun merasa tertarik
untuk lebih mengetahui dan memahami bagaimana persediaan dimanage se!ara benar yang diterapkan dalam suatu perusahaan agar membawa man#aat yang baik dalam pen!apaian laba yang diinginkan.
1#2# R&'&(an Ma(a$a)
*erdasarkan latar belakang di atas, maka penyusun merumuskan permasalahan dalam makalah adalah sebagai berikut A
/. "pa pengertian dari manajemen persediaan dan #ungsinya B 0. "pa saja jenis-jenis manajemen persediaan B
1. "pa man#aat manajemen persediaan B
/
2. "pa #ungsi C #ungsi dari persediaan B
4. "pa saja #aktor yang mempengaruhi tingkat persediaan B
5. *agaimana pandangan beberapa bagian dalam perusahaan tentang tingkat persediaan B
6. *agaimana penganturan dan teknik pengontrolan persediaan B 1#*# T&+&an Maka$a)
"dapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk memahami konsep dari manajemen persediaan yang dapat diuraikan sebagai berikut A
/. Mengetahui biaya yang timbul akibat adanya piutang.
0. Mengetahui pengertian dari manajemen persediaan dan #ungsinya. 1. Mengetahui jenis-jenis manajemen persediaan.
2. Mengetahui man#aat manajemen persediaan. 4. Mengetahui #ungsi C #ungsi dari persediaan.
5. Mengetahui #aktor yang mempengaruhi tingkat persediaan.
6. Mengetahui pandangan beberapa bagian dalam perusahaan tentang tingkat persediaan.
8. Mengetahui penganturan dan teknik pengontrolan persediaan. 1## Man-aat Maka$a)
/. *agi Penyusun
a. Memgaplikasikan ilmu yang diperoleh selama menuntut ilmu di bangku kuliah, memberikan sumbangan pemikiran serta peme!ahan.
b. Memenuhi salah satu tugas mata kuliah peren!anaan keuangan. 0. *agi Mahasiswa +ain
Makalah ini merupakan sumbangan atau tambahan keperpustakaan serta re#rensi bagi mahasiswa.
BAB II PEMBA!ASAN 2#1# Pen%ertian Mana+e'en Per(e.iaan
Persediaan 9inventory: adalah bahan-bahan atau barang 9sumberdaya-sumber daya organisasi: yang disimpan yang akan dipergunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya A untuk proses produksi atau perakitan, untuk suku !adang dari peralatan, maupun untuk dijual. Dalaupun persediaan hanya merupakan suatu sumber dana yang menganggur, akan tetapi dapat dikatakan tidak ada perusahaan yang beroperasi tanpa persediaan.
Persediaan merupakan unsur yang paling akti# dalam operasi perusahaan dagang dan perusahaan industry serta perusahaan jasa. Tanpa adanya persediaan, para pengusaha akan dihadapkan pada keadaan bahwa perusahaannya pada suatu waktu tidak dapat memenuhi keinginan para pelanggannya sehingga kontinuitas perusahaan dapat teranggu karena sumber utama pendapatan perusahaan berasal dari penjualan persediaan. )ni berarti perusahaan akan kehilangan kesempatan untuk memperoleh
keuntungan yang seterusnya didapatkan.
)stilah persediaan memberikan pengertian yang berbeda-beda tetapi pada dasarnya maksud dan tujuannya adalah sama. Menurut ;. &olln Niwwonger, Philip E. (ess dan ;arl S. Dareen A <istilah persediaan 9inventories: merupakan barang dagangan yang disimpan untuk dijual dalam operasi perusahaan dan merupakan barang yang terdapat dalam proses produksi atau yang disimpan untuk tujuan itu>.
Menurut )katan "kuntansi )ndonesia dalam buku Standar "kuntansi euangan A
/ Tersedia untuk dijual 9dalam kegiatan operasi normal: 0 'alam proses produksi 9dalam kegiatan usaha normal:
1 'alam bentuk bahan atau perlengkapan 9supllies: untuk digunakan proses produksi atau pemberian jasa.
Persediaan mempunyai arti dan peranan yang penting dalam suatu perusahaan. Persediaan barang dagangan yang se!ara terus menerus dibeli 2
dan dijual yang merupakan salah satu unsur yang paling akti# dalam operasi perusahaan, baik itu perusahaan dagang maupun perusahaan industry.
Penjualan barang dagangan merupakan sumber utama penghasilan bagi perusahaan, karena sebagian besar sumber perusahaan tertanam dalam persediaan.
2#2# /eni(/eni( Mana+e'en Per(e.iaan
(reddy &angkuti dalam bukunya <Manajemen Persediaan "plikasi di *idang *isnis> 907708F/4: menjelaskan jenis-jenis Persediaan terdiri dari 0 karakteristik A
/. 3enis-jenis Persediaan menurut (ungsi antara lain A
a Bacth Stock/Lot Size Inventory, yaitu persediaan yang diadakan karena kita membeli atau membuat bahan-bahan atau barang- barang dalam jumlah yang lebih besar yang dibutuhkan pada saat itu. 3adi, dalam hal ini pembelian atas pembuatan yang dilakukan dalam jumlah besar sedangkan penggunaan atau pengeluarannya dalam jumlah ke!il. Terjadinya persediaan karena pengadaan barang atau bahan yang dilakukan lebih banyak lagi yang dibutuhkan. euntungan yang akan diperoleh dari adanya *a!th Sto!k?+ot SiGe )nentory ini adalah A
/ Memperoleh potongan harga pada harga pembelian
0 Memperoleh e#isiensi produksi 9manu#a!turing e!onomi!: karena adanya operasi 9produ!tion run: yang lebih lama.
1 "danya penghematan dalam biaya pengangkutan
b Fluctuation Stock , yaitu persediaan yang diadakan untuk menghadapi #luktuasi permintaan konsumen yang dapat diramalkan. 'alam hal ini perusahaan mengadakan persediaan untuk dapat memenuhi permintaan konsumen. "pabila tingkat permintaan menunjukkan keadaan yang tidak beraturan atau tidak
yang dibutuhkan sangat besar pula untuk menjaga kemungkinan naik turunnya permintaan tersebut.
! Anticiation Stock , yaitu persediaan yang diadakan untuk menghadapi #luktuasi permintaan yang dapat diramalkan berdasarkan pola musiman yang terdapat dalam satu tahun dan untuk menghadapi penggunaan?penjualan atau permintaan yang meningkat. 'isamping itu, menurut &angkuti (reddy dalam buku Manajemen Persediaan, <anti!ipation sto!k juga dimaksudkan untuk menjaga kemungkinan sukarnya diperoleh bahan-bahan sehingga tidak mengganggu jalannya produksi atau untuk menghindari kema!etan produksi>.
0 3enis-3enis Persediaan Menurut ;ara Pengolahannya 'an Posisi *arang "da tiga bentuk utama dari persediaan perusahaan yaitu persediaan bahan mentah, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi. Sekalipun ketiga ma!am persediaan ini biasanya tidak
diperlihatkan se!ara terpisah dalam nera!a perusahaan, tetapi pemahaman atas !iri dari masing-masing ma!am persediaan tersebut
adalah merupakan suatu #aktor yang sangan penting.
a. Persediaan bahan mentah ? baku 9 Ra! "aterial Stock :
Persediaan bahan mentah merupakan persediaan yang dibeli oleh perusahaan untuk diproses menjadi barang setengah jadi dan akhinya barang jadi atau produk akhir dari perusahaan. 'alam beberapa hal di mana perusahaan industri memproduksi barang- barang yang sangat kompleks, maka persediaan bahan mentah mungkin terdiri dari barang-barang setengah jadi ataupun barang jadi yang sudah diproses oleh perusahaan lain, misalnya perusahaan mobil akan membeli ban atau radio yang merupakan kelengkapan dari mobil yang diproduksinya dari perusahaan lain. Semua perusahaan industri harus mempunyai persediaan bahan
9dalam bentuk apapun: karena hal tersebut mutlak diperlukan dalam produksi yang dilakukan. "dapun jumlah bahan mentah yang harus dipertahankan oleh perusahaan akan sangat tergantung pada A
a. Lead ti#e 9waktu yang dibutuhkan sejak saat pemesanan sampai dengan bahan diterima:
b. 3umlah pemakaian
!. 3umlah inestadi dalam persediaan, dan
d. arakteristik #isik dari bahan mentah yang dibutuhkan
"pabila perusahaan ingin berproduksi se!ra lan!ar maka #aktor <lead ti#e> harus dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya mengingat adanya tenggang waktu antara saat pemesanan dengan saat penerimaan barang, sehingga dengan adanya pengaturan yang baik maka jumlah persediaan yang ada akan selalu !ukup untuk
memenuhi kebutuhan-kebutuhan produksi. 'engan perkataan lain, perusahaan harus menetapkan suatu jumlah minimum untuk saat pemesanan bahan sehingga pada saat bahan tersebut diterima jumlah persediaan masih tetap berada pada titik yang
memungkinkan perusahaan berproduksi se!ara normal.
(rekuensi atau jumlah pemakaian bahan mentah juga mempengaruhi tingkat persediaan. Semakin sering atau semakin banyak suatu bahan digunakan dalam proses produksi maka akan semakin besar jumlah persediaan bahan tersebut yang dibutuhkan oleh perusahaan. Selanjutnya, sebagai tambahan atas #aktor lead ti#e dan #rekuensi atau jumlah pemkaian, maka jumlah inestasi yang dibutuhkan dalam persediaan juga memegang peranan yang penting dalam menentukan tingkat persediaan. ntuk bahan-bahan yang harganya murah seperti misalnya paku atau sekrup, maka #aktor lead ti#e dan jumlah pemakaian tidak akan terlalu banyak membutuhkan perhatian. Pemesanan bahan-bahan tersebut se!ara periodik dalam jumlah yang !ukup besar sudah dapat menjamin 5
kelan!aran proses produksi. Sebaliknya, untuk bahan-bahan mentah yang berharga mahal, maka #aktor lead ti#e dan #rekuensi pemakaian harus mendapat perhatian yang lebih besar karena jumlah modal yang akan diinestasikan dalam persediaan yang
mahal ini adalah !ukup besar.
(aktor lain yang juga mempengaruhi tingkat persediaan bahan mentah adalah karakteristik #isik dari bahan mentah itu sendiri, seperti misalnya besar ke!ilnya ukuran bahan atau apakah bahan tersebut mudah rusak atau tidak.untuk bahan-bahan mentah yang mudah rusak janganlah dipesan dalam jumlah yang besar 9sekalipun harganya murah: karena hal tersebut tentu saja akan merugikan, misalnya karena bahan mentah tersebut sudah rusak sebelum saatnya digunakan dalam proses produksi.
eempat #aktor tersebut di atas perlu diperhatikan se!ara baik dan dipertimbangkan dengan seksama dalam menentukan jumlah persediaan bahan mentah yang harus dipertahankan dalam perusahaan. ebutuhan masing-masing bahan mentah dalam proses produksi haruslah dapat dipenuhi, namun pada saat yang sama harus juga dipertimbangkan #aktor biaya, sehingga jumlah modal yang diinestasikan dalam persediaan bahan mentah tidak terlalu tinggi. Semua #ihak dalam perusahaan, terutama manajer bagian produksi dan bagian pembelian harus menyadari keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh dengan adanya perubahan atau pembatasan jumlah persediaan selama hal tersebut tidak
menganggu kelan!aran jalannya proses produksi perusahaan.
b. Persediaan barang setengah jadi atau barang-barang dalam proses 9$orks in %rocess/%rogress:
Persedian barang dan proses terdiri dari keseluruan barang- barang yang digunakan dalam proses produksi tetapi masih membutuhkan proses lebih lanjut untuk menjadi barang yang lebih 6
siap untuk dijual 9barang jadi:. Tingkat penyelesaiaan suatu barang dalam proses sangat terngantung pada panjang serta kompleksnya proses produksi yang dilaksanakan. Misalnya untuk sampai pada barang jadi dibutuhkan sebanyak 47 ma!am proses dari bahan- bahan mentah dan barang dalam proses dimana masing-masing proses membutuhkan waktu dua hari, maka hal ini berarti barang tersebut berada dalam proses produksi untuk jangka waktu yang !ukup lama 9/77 hari:. 'emikian pula halnya apabila proses produksi sangat kompleks sekalipun adanya beberapa ma!am proses saja yang dibutuhkan tetapi penyelesaiannya pun akan membutuhkan waktu yang sangat lama. 'enga demikiana dapat dilihat adanya hubungan yang langsung antra jumlah barang yang ada dalam proses dengan panjangnya waktu yang dibutuhkan untuk memproses bahan mentah sampai menjadi barang jadi yang siap untuk dipasarkan. 'engan perkataan lain, semakin panjang < roduction cycle> 9jangka waktu produksi:, semakin besar jumlah persediaan barang dalam proses.
*esarnya persedian barang dalam proses ini akan menyebakan semakin besarnya biaya-biaya persedian karena modal yang terikat di dalma persediaan tersebut semakin besar, di mana besarnya modal in i berkaitan langsung dengan lambatnya perputaran persediaan.
Manajemen proses produksi yang e#isien akan dapat mengurangi persedian barang dalam proses, dan dengan demikmikian akan memperbesar inventory turnover serta mengurangi jumlah minimum kebutuhan oprating !ash.
Persedian barang dan proses adalah merupakan jenis persedian yang paling tidak likuid k"arena akan !ukup sulit bagi perusahaan untuk dapat menjual barang-barang yang masih dalam bentuk setengah jadi. arakteristik lainnya adalah bahwa barang dalam proses merupakan suatu bentuk <peningkatan nilai>. arena
denga adanya proses tras#ormasi dari bahan mentah menjadi barang jadi, memlalui barang produksi, dibutuhkan denga adanya tambahan biaya tenaga kerja, bahan mentah lain dan bahan pembantu serta biaya overhead . Tambahan-tambahan biaya tersebut tentu saja menyebabkan jumlah inestasi dalam persedian meningkat. Perusahaan harus tetap berusaha untuk memperbesar tingkat perputaran barang dalam proses agar dapat menutup dengan segera biaya-biaya bahan mentah, tenaga kerja dan biaya-biaya produksi tidak langsung 9overhead : yang telah dikorbankan dalam proses produksi.
!. Persediaan *arang 3adi 9 Finished &oods:
Persedian barang jadi adalah merupakan persediaan barang- barang yang telah diselesai diproses oleh perusahaan, tetapi masih belum terjual. Perusahaan-perusahaan industri yang beroprasi bedasarkan pesanan mempunyai peesediaan barang jadi yang relati#
ke!il. "kan tetapi dalam pem bahasan ini, tinjauan ditekankan pada perusahaan-perusahaan industri yang memproduksi se!ara massal. 'alam perusahaan seperti ini, barang-barang tersebut diproduksikan berdasarkan antisipasi terhadap olume penjualan sehingga persediaan barang jadi sangat ditentukan oleh ramalan-ramalan penjualan, proses produksi, serta jumlah inestasi dalam persediaan barang jadi tersebut.
Skedul produksi searah usntuk dapat menyediakan barang jadi yang dapat memenuhi #ore!asting atau ramalan penjualan yang disampaikan oleh bagian pemasaran. *ilamana estinasi pen jualan tinggi, maka jumlah persediaan barang jadi juga akan bertambah besar, demikian pula sebaliknya apabila ramalan penjualan rendah
maka jumlah persediaan barang jadi pun akan semakin ke!il.
Skedul produksi yang diatur sedemikian rupa sehingga !ukup untuk menutup estimasi-estimasi permintaan terhadap produk
perusahaan tampa adanya kelebihan persediaan yang terlalu besar akan dapt meminimalkan biaya-biaya oprasi perusahaan. 'i dalam praktek kehidupan perusahaan, biasanya ada sejumlah tertentu persedian yang selalu dipertahankan atau dinamkan juga < safety stock > 9persediaan pengaman?minimum: sebagi persiapan untuk
memenuhi tambahan permintaan yang tiak diduga sebelumnya, ataupun sebagai persediaan bilaman terjadi kema!etan-kema!etan dalam proses produksi.
saha-usaha untuk mengoptimalkan persedian barang jadi akan dapat ter!apai apabila perusahaan dapat membuat estimasi penjualan yang realitis serta skedul produksi yang baik. alau diperhitungkan se!ara teliti maka seringkalai terdapat <trade off > antara jumlah modal yang diinestasikan dalam barang jadi dengan biaya produsi per unit produk. Tidak jarang dijumpai bahwa kuantitas produksi yang paling e#isien 9biaya produksi per unit yang paling rendah: adalah lebih besar dari jumlah yang dibutuhkan untuk memenuhi semua ranmalan penjualan yang akan dilakukan nantinya. +ebih murahnya biaya produksi per unit dalam hal ini adalah karen biaya-biaya tetap dapat dialokasikan ke dalam lebih banyak produk. Sekalipun demikian, tidak boleh dilupakan bahwa dengan semakin besanya persediaan berarti semakin banyak
modal yang akan terikat dalam persediaan. 'rade(off ini harus diperhitungkan denga baik dalam rangka menentukan jumlah optimal produksi, dan teknik-teknik kuantitati# dalam penutupan jumlah optimal produksi dapat diba!a dalam sebagian besar
literatu-literatur tentang <menajemen oprasi dan produksi perusahaan>.
Pertimbangan terakhir sehubungan dengan jumlah persediaan barang jadi dalam perusahaan adalah tingkat likuiditasnya. Semakin likuid dan tidak !epat rusak keadaan suatu barang jadi, maka semakin besar jumlah persediaan barang jadi yang dapt /7
dipertahankan dalam perusahaa. ntuk produk-produk khusus yang membutuhkan biaya penyimpanan yang !ukup besar haruslah diperhatikan se!ara teliti agar jumlahnya tidak terlalu besar.
'ari pernyataan diatas dapat diketahui bahwa setiap jenis persediaan memiliki karakteristik tersendiri dan !ara pengelolaan yang berbeda. Persediaan ditujukan untuk mengantisipasi kebutuhan permintaan. Permintaan ini meliputiA persediaan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi atau produk akhir yang menjadi bagian keluaran produk perusahaan.
2#*# Man-aat Mana+e'en Per(e.iaan
'alam menejemen persediaan sudah tentu ada man#aatnya, berikut merupakan man#aat dari manajemen persediaan.
/. Meman#aatkan 'iskon uantitas
'iskon kuantitas diperoleh jika perusahaan membeli dalam kuantitas yang besar.Perusahaan membeli melebihi kebutuhan sehingga ada yang disimpan sebagai persediaan.
0. Menghindari ekurangan *ahan 9Out Of Stock :.
3ika pelanggan datang untuk membeli barang dagangan, kemudian perusahaan tidak mempunyai barang tersebut, maka perusahaan kehilangan kesempatan untuk memperoleh keuntungan.ntuk menghindari situasi tersebut, perusahaan harus mempunyai persediaan barang jadi.
1. Man#aat Pemasaran.
3ika perusahaan mempunyai persediaan barang dagangan yang lengkap, maka pelanggan?!alon pelanggan akan terkesan dengan kelengkapan barang dagangan yang kita tawarkan. &eputasi perusahaan bisa meningkat.'i samping itu jika perusahaan selalu mampu memenuhi keinginan pelanggan pada saat dibutuhkan maka kepuasan pelanggan semakin baik, dan perusahaan semakin untung.
2. Peningkatan Tingkat Pelayanan
Pelanggan tidak hanya meminta ke!epatan pengantaran tetapi juga
ketepatan, keper!ayaan, dan ma!am-ma!am
pengapalan.Pengintegrasian dengan penjualan meningkatkan pengetahuan pelanggan akan pre#erensi pengepakan dan pengiriman, dan memungkinkan otomatisasi untuk memenuhi instruksi indeti#ikasi dari daerah distribusi untuk dibagi antara beberapa pelanggan atau grup dan mudah untuk menyortir dari staging area dan pergerakan stok. al ini menjamin bahwa produk yang benar berada ditempat yang benar pada waktu yang tepat. Tingkat pelayanan tertinggi dapat menyediakan pelanggan sehubungan dengan respons yang !epat terhadap permintaan atau perubahan persyaratan dimana hal ini akan meningkatkan kepuasan pelanggan.
4. Pengontrolan Persediaan yang +ebih *aik
(leksibilitas dari distribusi dan penyimpanan barang-barang se!ara menyeluruh memungkinkan perusahaan untuk memantau dan mengontrol persediaan sesuai dengan bisnis mereka. "kses yang instan terhadap data-data yang kritis meliputi ketersediaan peresediaan, jumlah yang ada, jumlah yang harus diorder lagi dan biaya yang dapat diketahui pada saat itu juga terhadap persediaan untuk direspons se!ara !epat dalam rangka pengambilan keputusan, sistem dengan kemampuan mengelolah beberapa lokasi yang berbeda-beda memungkinkan manajemen dari gudang-gudang yang berbeda-beda dan penelusuran persediaan melalui lot, se!ara seri atau menggunakan leel.
2## F&n%(i F&n%(i Per(e.iaan
(ungsi persediaan yaitu untuk menghindari keterlambatan barang, hilangnya barang dan dengan adanya persediaan, maka operasional perusahaan dapat terus berjalan sehingga pelayanan terhadap konsumen dapat terus berjalan sehingga pelayanan terhadap konsumen dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya.
Menurut (reddy &angkuti dalam buku <Manajemen Persediaan "plikasi di *idang *isnis>, #ungsi utama persediaan yaitu A
/. (ungsi )ecouling .
(ungsi )ecouling adalah persediaan yang memungkinkan perusahaan dapat memenuhi permintaan langganan tanpa tergantung pada supplier. Persediaan bahan mentah diadakan agar perusahaan tidak akan sepenuhnya tergantung pada pengadaannya dalam hal kuantitas dan waktu pengiriman. Persediaan barang dalam proses diadakan agar departemen-departemen dan proses-proses indiidual perusahaan terjaga kebebasannya. Persediaan barang jadi diperlukan untuk memenuhi permintaan produk yang tidak pasti dari para langganan.Persediaan yang diadakan untuk menghadapi #luktuasi permintaan konsumen yang tidak dapat diperkirakan atau diramalkan
disebut Fluctuations Stock . 0. (ungsi *cono#ic Lot Sizing .
(ungsi *cono#ic Lot Sizing . Persediaan Lot Size ini perlu mempertimbangkan penghematan-penghematan atau potongan pembelian., biaya pengangkutan per unit menjadi lebih murah dan sebagainya. al ini disebabkan karena perusahaan melakukan pembelian dalam kuantitas yang lebih besar, dibandingkan dengan biaya-biaya yang timbul karena besarnya persediaan 9biaya sewa
gudang, inestasi, resiko, dan sebagainya:. 1. (ungsi "ntisipasi.
(ungsi "ntisipasi. "pabila perusahaan menghadapi #luktuasi permintaan yang dapat diperkirakan dan diramalkan berdasarkan pengalaman atau data-data masa lalu, yaitu permintaan musiman.'alam hal ini perusahaan dapat mengadakan persediaan musiman 9Seasional )nentories:.
Selain #ungsi-#ungsi diatas, menurut erjanto 9/@@6A/58: terdapat enam #ungsi penting yang dikandung oleh persediaan dalam memenuhi kebutuhan perusahaan antara lainA
/. Menghilangkan resiko keterlambatan pengiriman bahan baku atau barang yang dibutuhkan perusahaan.
0. Menghilangkan resiko jika material yang dipesan tidak baik sehingga harus dikembalikan.
1. Menghilangkan resiko terhadap kenaikan harga barang atau in#lasi. 2. ntuk menyimpan bahan baku yang dihasilkan se!ara musiman
sehingga perusahaan tidak akan sulit bila bahan tersebut tidak tersedia dipasaran.
4. Mendapatkan keuntungan dari pembelian berdasarkan potongan kuantitas 9Huantity 'is!ount:.
5. Memberikan pelayanan kepada langganan dengan tersediaanya barang yang diperlukan.
2## Faktor an% Me'3en%ar&)i Tin%kat Per(e.iaan
Se!ara umum besar-ke!ilnya inentory tergantung pada beberapan #aktor A /. +ead time, yaitu lamanya masa tunggu material yang dipesan datang. 0. (rekuensi penggunaan bahan selama / periode, #rekuensi pembelian
yang tinggi menyebabkan jumlah inentory menjadi lebih ke!il untuk / periode pembelian
1. 3umlah dana yang tersedia 2. 'aya tahan material
Se!ara khusus #aktor-#aktor yang mempengaruhi persediaan adalahA
/. *ahan baku, dipengaruhi oleh A perkiraan produksi, si#at musiman produksi, dapat diandalkan pemasok, dan tingkat e#isiensi penjadualan pembelian dan kegiatan produksi.
0. *arang dalam proses, dipengaruhi olehA lamanya produksi yaitu waktu yang dibutuhkan sejak saat bahan baku masuk ke proses produksi sampai dengan saat penyelesaian barang jadi.
1. *arang jadi, persediaan ini sebenarnya merupakan masalah koordinasi produksi dan penjualan.
2#6# Pan.an%an Bebera3a Ba%ian Da$a' Per&(a)aan Tentan% Tin%kat Per(e.iaan
'ari pembahasan didepan tentang beberapa persediaan maka dapat dilihat adanya kemungkinan kon#lik antara bagian yang satu dengan yang lainnya dalam perusahaan. on#lik antara masing-masing atau #ungsi dalam perusahaan harus dapat diatasi agar tujuan perusahaan untuk
memaksimalkan <kekayaan> pemilik dapat ter!apai.
*agian-bagian atau #ungsi dalam perusahaan yang terlibat dalam kon#lik tersebut, adalahA pembelanjaan atau #inansial, pemasaran produksi dan pembelian.
/ *agian pembelanjaan
Tanggung jawab utama manajer keuangan adlah menjamin adanya menajemen persediaan yang e#isien. Manajemen persediaan yang e#esien akan turun memberikan kontribusi terhadap <!ealth #a+i#ization> 9maksimisasi kekayaan: dari pemilik perusahaan. 'engan demikian, manajer keuangan haruslah memonitor keseluruan aktia se!ara berlebih-lebihansehingga tujuan yang dimaksudkan diatas dapat ter!apai. 'ari uraian tersebut dapat dilihat bahwa kedudukan atau #ungsi manajer keuangan dalam hubungannya dengan tingkat persediaan mempertahankannya pada tingkat yang serendah mungkin agar jumlah modal yang tertanam dalam persediaan tersebut tidak terlalu besar.
Manajer keuangan berkepentingan atas segala jenis persediaan 9bahan mentah, barang dalam proses, dan barang 3adi: dan sesuai dengan #ungsinya maka dapat dikatakan bahwa manajer keuangan bertugas sebagai orang yang < mengawasi < #ungsi-#ungsi yang lain, misalnya bagaian pembelian dan produksi sangat berkepentingan /4
dengan persediaan bahan mentah bagian produksi sangat berkepentingan dengan persedian barang dalam proses, serta bagian pemasaran dan bagian produksi se!ara besama-sama berkepentingan terhadap jumlah persediaan barang jadi. edudukan manajer keuangan dalam hal ini haruslah dapat bekerja sama dengan manajer-manajer lainnya untuk menentukan berapa jumlah dari masing-masing jenis persediaan agar proses operasi perusahaan dapat berjalan dengan lan!ar
dan pada saat yang sama biaya-biaya juga bisa ditekan. 0 *agian pemasaran
*agaimana pemasaran sangat berkepentingan dengan jumlah persediaan barang jadi yang siap untuk dijual. Manajer perusahaan akan menyukai adanya persediaan barang-barang jadi yang !ukup besar untuk menjamin terpenuhinya semua permintaan terhadap produk perusahaan dengan segera. E#ektiitas bagian pemasaran seringkali
dinilai atas dasar olume penjualan yang dapat dilakukan. Sangat sering sekali dijumpai bahwa denga tingginya olume penjualan yang dapat dilakukan. Sangat sering dijumpai bahwa dengan tingginya olume penjualan yang dapt dilakukan maka perusahaan akan memberikan suatu imbalan atau bonus, sehingga adalah wajar apabila bagian pemasaran selalu berusaha untuk menjamin bahwa tidak ada satupun penjualan yang tidak dapat dilakukan karena kurang atau habisnya persediaan. 'engan demikian maka dapat dikatakan manajer pemasaran akan berusaha untuk mempertahankan jumlah persediaan barang jadi yang !ukup besar sehingga mengurangi resiko kehabisan barang.
(aktor pokok yang menentukan ren!ana produksi perusahaan adalah didasarkan pada adanya ramalan penjualan yang diberikan oleh bagian pemasarn, dan telah pula disinggumg bahwa manajer keuangan serta manajer produksi harus menganalisa ketepatan dari ramalan penjualan tersebut. al ini akan dapat menjamin bahwa bilaman
ren!ana-ren!an produksi tersebut dijalankan maka akan dapat /5
dihasilkan suatu jumlah persediaan yang dapat memenuhi #ore!asting penjualan tadi. Manajer keuangan haruslah berhati-hati dalam menilai #ore!asting penjualan dari bagian pemasaran untuk dapat menyakinkan diri bahwa angka-angka #ore!asting tersebut !ukup wajar. 'i samping itu manajerkeuangan jika harus mempertimbangkan bahwa bilamana biaya-biaya aren kehabisan barang jauh lebih besar dari pada biaya inestasi maka sebaiknya mempertahankan jumlah persediaan agak besar.
1 *agian Produksi
epen tingan utama bagian produksi ditunjukan pada persediaan bahan mentah dan bahan dalam proses. Tindakan-tindakan manajer produksi sehubungan dengan tingkat persediaan se!ara langsung
mempengaruhi jumlah persedian barang jadi dalam perusahaan. Tanggung jawab utamanya adalah untuk menjamin bahwa ren!ana-ren!ana produksi diterapkan sesuai dengan apa yang diren!ana-ren!anakan sehingga dapat mengihasilkan jumlah barang jadi yang diinginkan.
Penilaian-penilaian yang dilakukan terhadap bagian produksi tidak hanya menyangkut masalah ketepatan dalam menyelesaikan proses produksi tetapi juga atas usaha-usahanya untuk menekan biaya per unit produksi serendah mungkin. ntuk menjamin tersedianya jumlah barang jadi yang diinginkan maka sudah tentu manajer produksi menginginkan jumlah persediaan ,ahan #entah yang besar agar tidak ada kemungkinan terhen tinya proses produksi karena bahan-bahan mentah yang dibutuhkan tidak men!ukupi.
"kan tetapi menajer keuangan yang memandang persediaan sebagai suatu bentuk inestasi akan selalu berusaha untuk mempertahankan jumlah persediaan bahan-bahan mentah 9 terutama yang berharga mahal : pada suatu tinggkat yang dianggap wajar.
Salah satu !ara yang dapat digunakan oleh manajer produksi untuk menekan biaya per unit produk adalah dengan jalan memproduksi /6
dalam jumlah banyak sehingga mesin-mesin dapat dioprasikan se!ara e#ekti# di mana hal ini pada akhirnya tentu saja akan dapat menekan biaya per unit produk. "kan tetapi kebijaksanaan seperti ini tentu saja akan menimbulkan persediaan barang jadi yang besar atau berlebih-lebihan dimana hal ini akan dipandang sebagai suatu keadaan yang merugikan oleh manajer keuangan karena persedeiaan yang lebih besar berarti adanya tambahan inestasi dalam persediaan yang lebih besar berarti adanya tambahan inestasi dalam persedeiaan.
'engan mempertimbangkan keseluruan #a!tor tersebut diatas maka haruslah ditentukan jumlah optimal barang yang diproduksikan untuk menjamin jumlah barang jadi yang dapat memenuhi permintaan yang diramalkan oleh bagian pemasaran, dan pada saat yang sama tetap berusaha untuk menekan biaya-biaya produksi.
2 *agian Pembelian
*agian pembelian berkepentingan dengan jumlah tersedianya bahan mentah karena tanggung jawabnya adalah menjamin tersedianya bahan mentah yang dibutuhkan dalam proses produksi dalam jumlah
yang tepat dan waktu yang tepat.
Perlu ditekankan disni bahwa disamping menjamin ketepatan baik jumlah maupun waktu penyediaan bahan mentah yang dibutuhkan, bagian pembelian juga bertanggung jawab untuk melakukan pembelian bahan mentah pada tingkat harga yang serendah mungkin karena mengingat bahwa biaya bahan mentah yang dibeli merupakan komponen pemnting dalam penentuan biaya per unit produksi. "tas dasar pertimbangan-pertimbangan biaya ini maka sudah sewajarnya apabila bagian pembelian berusaha untuk melakukan pembelian bahan- bahan mentah yang dibutuhkan se!ara bijaksana dan hati-hati.
'apat diperkirakan bahwa apabila bagaian pembelian diberikan berjalan sendiri maka akan dilakukan pembelian bahan-bahan mentah yang jauh lebih besar dari jumlah yang dibutuhkan karena hal tersebut /8
akan dapat terjamin persediaan bahan-bahan pada saat dibutuhkan sertra untuk mendapatkan potongan-potongan dari pembelian yang dilakukan dalam jumlah besar. $leh kjarena itu, manajer keuangan harus meneliti apakah penghematan-penghematan yang diperoleh dari pembelian dalam jumlah yang besar tersebut dapat menutup atau lebih besar dari tambahan biaya yang harus ditanggung dalam inestasi marginal persediaan bahan mentah.
2#4# Pen%ant&ran .an Teknik Pen%ontro$an Per(e.iaan
*erapa metode yang <produ!tion oriented> untuk pengawasan persediaan. Sekalipun konsep ini bukan melulu tentang masalah keuangan akan tetapi oleh karena tersebut tidak bisa dipisahkan dari atau didalamnya terdapat unsur-unsur biaya, maka akan sangat penting bagi manajer keuanagan perusahaan untuk mengerti paling tidak dasar-dasar perhitungan yang digunakan penganturan dan teknik pengontrolan persediaan meliputi tiga hal pokok, yaituA
/ Metode E$H 9 E!onomi! $rder Huantity :
Salah satu alat yang seringkali digunakan dalam penentuan jumlah optimal kuantitaspemesanan persediaan adalah apa yang sering disebut denga istilah < e!omomi! order Iuantity < atau lebih dikenal lagi denga < E$H model < diu mana model ini akan sangat tepat sekali digunakan untuk pengontrolan item per2sediaan dalam kelompok ".
'alam penerapanya, model E$H mempetimbangkan baik biaya- biaya oprasi maupun biaya-biaya #inansial serta menentukan kuantitas pemesanan yang akan meminimumkan biaya-biaya persediaan se!ara keseluruhan. 'engan demikian model E$H tidak hanya menentukan jumlah pemesanan yang optimal tetapi yang lebih penting lagi adalah yang menyangkut aspek #inansial dari keputusan-keputusan tentang kuantistas pemesanan tersebut.
"da dua jenis biaya yang diperhitungkan dalam penggunaan E$H, yaitu biaya pemesanan dan biaya pemeluharaan barang. *aik
biaya pemesanan maupun biaya pemeliharaan yang diperhitungkan disni hanya meliputi biaya yang bersi#at ariabel saja, artinya biaya- biaya yang berubah sesuai dengan perubahan kuantitas barang yang dipesan, sedangkan biaya yang bersi#at tetap 9tidak berubah sesuai dengan kuantitas pemesanan: tidak akan mempengaruhi atau tidak relean dalam pengambilan keputusan untuk dua atua lebih alternati#e.
*iaya pemesanan adalah biaya-biaya yang berubah sesuai dengan #rekuensi pemesanan, misalnya apabila ditetapkan bahwa biaya untuk satu kali pemesanan adalah &p 477,77 maka biaya untuk 4 kali pemesanan adalah &p 0.477,77 94 J &p 477,77: sedangkan biaya pemeliharaan adalah biaya yang berubah sesuai dengan nilai persediaan rata-rata di gudang, misalnya ditentukan biaya pemeliharaan sebesar /5K dari nilai rata-rata persediaan maka untuk persediaan seharga &p /47.777,77akan dikeluarkan biaya pemeliharaan sebesar &p /.077,77 9 /5K L /47.777,77 ?0 :, demikain seterusnya.
"dapun biaya-biaya yang termasuk dalam biaya pemesanan dan biaya pemeliharaan adalah sebagai berukitA
a *iaya pemesanan
/: *iaya-biaya administrasi dalam pembuatan surat pemesanana 0: *iaya-biaya pembongkaran dan pemasukan barang ke dalam
gudang
1: *iaya pembuatan laporan penerimaan barang
2: *iaya-biaya untuk memeriksa kesesuaian antara barang yang dipesan dengan barang yang diterima
4: *iaya-biaya pengeriman dan pembuatan !he!k untuk pembayaran, dan
5: *iaya-biaya auditing dari pembayaran yang dilakukan.
*iaya-biaya pemesanan ini akan semakin ke!il dengan semakin besarnya kuantitas barang yang dipesan dalam setiap kali pemesanan karena hal ini berarti semakin sedikitnya #rekuensi pemesanan.
b *iaya pemeliharaan
*iaya pemeliharaan adalah biaya-biaya yang berubah sesuai dengan perubahan nilai persediaan dimana perhitungannya dinyatakan dalam prosentase dari nilai rata-rata persediaan. *iaya ini akan besar dengan bertambah besarnya nilai persediaan 9hal ini berarti semakin sedikitnya #rekunsi pemesanan:. "dapun biaya- biaya yang termasuk dalam kategori biaya pemeliharaan adalahA
/: *iaya penyimpanan atau sewa gedung 0: *iaya asuransi
1: ;adangan 9biaya yang disisihkan: untuk kemungkinan rusaknya barang dalam persediaan
2: *iaya obsoles!ene, dan
4: *iaya atas modal yang terikat dalam persediaan.
Penerapan model E$H ini didasarkan pada beberapa asumsi, yaituA /: 3umlah total kebutuhan bahan per tahun sudah diketahui
dengan pasti
0: Pesanan barang yang dilakukan oleh perusahaan dapat segera dipenuhi oleh supplier sehingga tidak terdapat tenggang waktu atau <lead time> antara saat pemesanan dengan penerimaan barang. 'engan demikian, setelah diadakan pembagian biaya ke dalam kelompok seperti di atas 9biaya pemesanan dan biaya pemeliharaan: maka total biaya dalam model E$H adalah
merupakan penjumlahaan antara biaya pemesanan dan biaya pemeliharaan, atau
T5 5r 7 58 eterangan A
T; Total ;ost 9total biaya:
;r ;ost o# reordering 9biaya pemesanan per tahun:
;! ;arryng !ost 9biaya pemeliharaan per tahun:
'alam kenyataan yang sesungguhnya, biasanya penerimaan barang memerlukan beberapa hari setelah barang tersebut
dipesan. ntuk menghindari resiko kehabisan bahan maka perusahaan pada umumnya menetapkan suatu jumlah persediaan sebagai < safety stock > atau persediaan minimum yang harus selalu ada dalam perusahaan yang jumlahnya sangat tergantung pada tingkat perputaran penjualan atau jumlah pemakaiannya serta jangka waktu yang dibutuhkan sejak bahan dipesan sampai dengan saat diterimanya bahan tersebut oleh perusahaan.
1: *iaya pemesanan atau !ost o# re!ording 9;r: adalah konstan sepanjang tahun. Misalnya diketahui biaya untuk setiap kali pemesanan atau !ost o# order 9;o: adalah &p 477,77 maka /0
kali pemesananan biayanya adalahA ;r /0 L ;o
/0 = &p 477,77 &p 5.777,77
2: *iaya pemeliharaan per tahun atau ;! adalah merupakan
prosentase yang tetap 9i: dari nilai rata-rata persediaan, dan nilai rata-rata persediaan adalah merupakan hasil perkalian antara kuantitas dalam setiap kali pemesanan 9H: dengan harga per unit dari produksi yang dibeli 9;u: dibagi dengan 90:
4: Supplier tidak memberikan potongan tunai pada pembeli, jadi harga untuk setiap unit barang yang dibeli adalah sama tanpa memandang kuantitas barang yang dibeli dalam setiap kali pemesanan. "pabila asumsi ini dihilangkan maka perusahaan harus menentukan berapa penghematan-penghematan yang dapat diperoleh dengan adanya potongan yang ditawarkan dan apakah penghematan tersebut !ukup besar untuk menutup bertambahnya biaya pemeliharaan atau ;!. 'i samping itu,
perubahan kuantitas yang dibeli untuk setiap kali pemesanan tentu saja tergantung kepada ada tidaknya #asilitas untuk menyimpan tambahan persediaan tersebut serta yang lebih penting lagi menyangkut masalah biaya atas modal yang
tertanam dalam persediaan.
5: 3umlah pemakaiaan bahan perbulan atau setiap periode adalah tetap. Misalnya diketahui kebutuhan per tahun adalah sebesar @.77 unit maka kebutuhan per bulannya adalah sebesar 647 unit. 'enga perkataan lain jumlah pemakaiaanya adalah tetap dan tidak terpengaruh oleh musim.
'engan adanya keenam asumsi di atas maka dapat dilihat bahwa ;r akan semakin ke!il dengan semakin besarnya kuantitas
yang dipesan untuk setiap kali pemesanan. "pabila diketahui kebutuhan bahan per tahun sebesar @.77 unit maka kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan beberapa kali pemesanan, misalnya /8 kali pemesanan 477 unit, /0 kali pemesanan 647 unit, 5 kali pemesanan /.477 unit, dan seterusnya. alau ditetapkan biaya untuk setiap kali pemesanan atau !ost o# ordering 9;o: sebesar &p 477,77 maka ;r untuk pemesanan di atas adalah masing-masing
sebesarA
/8 J &p477,77 &p @.777,77 /0 J &p 477,77 &p 5.777,77 5 J &p 477,77 &p 1.777,77
Ga'bar 1#
5o(t O- Reor.erin% Ata& Bia9a 3e'e(anan
01
*iaya pemesanan
%ambar di atas merupakan ilustrasi perubahan ;r dengan
meningkatkan kuantitas bahan yang dipesan dalam setiap kali pemesanan. 'ari gambar di atas dapat dilihat bahwa ;r akan
semakin menurun dengan semakin besarnya kuantitas yang dipesan untuk setiap kali Pemesanan, maka tidak demikian halnya dengan ; atau biaya pemeliharaan karena jumlah biaya pemeliharaan akan semakin bertambah besar dengan semakin meningkatnya kuantitas yang dipesan untuk setiap kali pemesan.
3umlah rata-rata persedian dalam unit untuk pola pemesanan seperti di atas masing-masing sebesar 047 unit 9/8 kali pemesanan: 164 unit 9/0 kali pemesanan: dan 647 unit 95 kali pemesanan. "pabila ditetapkan ; atau harga per unit sebesar
&p./.777,77 dan biaya pemeliharaan per unit 9i:sebesar /,5K maka biaya pemeliharaan per tahun atau ; adalah masing-masing
sebesar A
ntuk /8 kali pemesanan a 477 unit
1,6 × (500× Rp1.000)
2 = Rp4.000,00
nntuk /0 kali pemesanan a 647 unit
02
1,6 ×(750× Rp1.000)
2 = Rp6.000,00
ntuk 5 kali pemesanan a /.477 unit
1,6 ×(1.500× Rp1.000)
2 = Rp12.000,00
*iaya pemeliharaan diambil di ambil dari nilai rata-rata persediaan karena didepan sudah diasumsikan bahwa persediaan tersebut digunakan dalam tingkat yang konstan sehingga jumlah inestasi dalam persediaan akan bergerah dari titik yang tertinggi dalam setiap kali pemesanan sampai dengan titik 97: dan setelah sampai titik nol tersebut kebutuhan bahan akan dipesan lagi sehingga jumlah inestasi dalam persediaan akan kembali lagi ke titik
semula atau yang tertinggi dan begitu seterusnya 9tidak ada lead time:. 'engan demikian jumlah rata-rata persediaan adalah sama dengan jumlah kuantitas yang dipesan dibagi dengan 90:.
Gam0ar #
Pema1aian Persediaan dan Si1l!s Pemesanan Kem0ali
%ambar dari pemakaian bahan dan siklus pemenuhan kembali persediaan disajikan dalam gambar 0. *erdasarkan hasil perhitungan biaya pemeliharaan atau ; atas nilai rata-rata persediaan di depan
maka dapat digambarkan pola perubahaan biayanya yang terlihat pada gambar 1.
Ga'bar *#
5arr9in% 5o(t Ata& Bia9a Pe'e$i)araan
'engan menggabungkan %ambar / 'an 1 9gambar biaya pemesaan dan biaya pemeliharaan: maka akan dapat dilihat total !ost yang terendah yaitu pada titik pertemuan anatra ;r dan ;!. 'engan
perkataan lain, total !ost yang terendah akan di!apai dalam titik di mana ;r ;!.
%aris total !ost mula-mula menurun dan kemudian naik dengan semakin besarnya kuantitas barang yang dipesan dalam setiap kali pemesanan.
uantita pemesanan, $" yang ter!apai pada titik pertemuan antara ;r dan ;!, atau pada titik minimum total !ost, * adalah
merupakan kuantitas pemesanan yang paling optimal atau E$H. E!onomi! order Iuantity atau E$H sebesar 647 unit dapat pula dihitung dengan menganalisa #a!tor total !ost yang dalam hal ini adalah A T5 58 7 5r. $leh karna sudah diasumsikan bahwa kuantitas yang dipesan adalah sama untuk setiap kali pemesanan maka rata-rata persediaan adalah H A 0, diman H adalah kuantitas
*iaya pemesanan
9777:
uantitas setiap kali pemesanan 9H:
setiap kali pemesanan. Nilai rata-rata persediaan dapat diperoleh dengan jalan mengalikan hasil diatas dengan harga per unit bahan yang dibeli. 9;u:A Nilai rata-rata persediaan
9kuantitas setiap kali pemesananA 0: J harga per unit
¿Q 2 (C u)
alau prosentase tetap biaya pemeliharaan dari nilai rata-rata persediaan dinyatakan dengan, ) maka total pemeliharaan.
C c=Q
2 (C u)(i)
(aktor kedua dalam total !ost dalah biaya pemesanan atau ;r .
;r dapat diperoleh dengan jalan mengalikan #rekuensi pemesanan
dengan biaya setiap kali pemesanan. "pabila total kebutuhan dinyatakan dengan ', dan H adalah jumlah atau kuantitas untuk setiap kali pemesanan maka #rekuensi pemesanan dalam setahun adalahA
Frekuensi pemesanan= D Q
alau selanjutnya ditentukan bahwa ;o adalah biaya untuk
setiap kali pemesanan, maka ;o dapat dihitung sebagai berikut A
;r (rekuensi pemesanan J biaya setiap kali pemesanan
C r= D Q (C 0)
'engan demikian total !ost T; ;! O ;r akan dapat ditulis
sebagai berikut A
TC =Q
2
(
C U i)
+D Q (C 0)
Ga'bar #
Pen%%ab&n%an Bia9a Pe'e(anan .an Bia9a Pe'e$i)araan :Tota$ 5o(t;
'ari gambar 2 dapat dilihat bahwa H yang optimal atau E$H ter!apai pada titik dimana ;! ;r , sehingga untuk penentuan jumlah
kuantitas pemesanan yang optimal dapat pula ditulis sebagai berikutA Q 2
(
C ui)
= D Q (C 0) Q2 2(
C ui)
= DC 0 C ui Q 2 =2 DC 0 Q2=2 DC 0 C ui Q=√
2 DC 0 C uiH yang optimal berarti sama dengan E$H.
'ari #ormula tersebut terlihat bahwa E$H akan meningkat apabila total kebutuhan ' dan biaya untuk setiap kali pemesanan ;o
bertambah besar dan sebaloknya E$H akan menurun apabila harga per unit ;u dan presentase biaya pemeliharaan i meningkat.
'alam !ontoh yang digunakan di depan dietahui bahwaA ' @.777 unit ;o &p 477,77 ;u &p /.777,77 i /,5 K EOQ=
√
2×9.000×500 1.000×1,6 ¿√
9.000 .000 16 ¿√ 562.500 647 unit.ntuk memperoleh total !ost yang paling minimal maka perusahaan harus memesan sebesar 647 unit untuk setiap kali pemesanan. 3umlah #rekuensi pemesanan dalam setahun @.777 A 647 /0 kali atau rata-rata setiap bulan 9 157 A /0 : 17 hari atau / bulan sekali.
Nilai rata-rata persediaan berdasarkan pola pemesanan di atas adalah sebesar A
750× Rp1.000,00
2 = Rp375.000,00
Total !ost untuk kebijaksanaan pemesanan persediaan berdasarkan E$H adalah A
TC =C c+C r ¿Q 2
(
C U i)
+ D Q (C 0) ¿750 2 (1.000)(1,6)+ 9.000 750 ( Rp500,00) TC = Rp6.000,00+ Rp6.000,00= Rp12.000,00'ari perhitungan tersebut di atas juga dapat dilihat bahwa E$H ter!apai pada titik di mana ;! ;r .
ntuk lebih menjelaskan hasil yang di!apai di atas perhitungkan total !ost dapat pula dilakukan dengan jalan membandingkan total !ost dari #rekuensi pemesanan yang berbeda yang dilakukan dalam setahun. Perhitungan total !ost untuk masing-masing #rekuensi pemesanan tersebut dapat dilihat dalam table /.
Tabe$ 1#
Penent&an K&antita( Pe'e(anan 9an% Pa$in% O3ti'a$ : EO< ;
" * ; ' E ( % (1) (2) (3) 9/: L 91: 92: 90: A 094: (6) 4 L 5 96: 92: O 96:98: 1 6 10 12 15 18 20 9.000 1.500 1.000 750 600 500 450 &p 477,77 477,77 477,77 477,77 477,77 477,77 477,77 &p 477,77 1.777,77 4.777,77 5.777,77 6.477,77 @.777,77 /7.777,77 &p 2.477 647 477 164 177 047 004 &p /5,77 /5,77 /5,77 /5,77 /5,77 /5,77 /5,77 &p 60.777,77 /0.777,77 8.777,77 5.777,77 2.877,77 2.777,77 1.577,77 &p 60.477,77 /4.777,77 /1.777,77 /0.777,77 /0.177,77 /1.777,77 /1.777,77 eterangan A " A (rekuensi pemesanan * A uantitas setiap kali pesan ; A *iaya setiap kali pesan 9 ;o :
' A Total biaya pemesanan per tahun 9 ;r :
E A &ata-rata persediaan
( A i, per unit dalam &p 9 biaya pemeliharaan : % A Total biaya pemeliharaan per tahun 9 ;! :
A Total !ost
'ari table di atas kembali dapat dilihat bahwa E$H akan ter!apai pada titik pemesanan sebesar 647 unit setiap kali pesan dengan setiap #rekuensi pemesanan dala setahun sebanyak /0 kali dan total biaya 9yang terendah: sebesar &p /0.777,77.
*erdasarkan tabel di atas dapat pula di ketahui bahwa i, dapat saja tidak dinyatakan dalam prosentase dari nilai rata-rata persediaan tetapi dalam rupiahnya. 'ari !ontoh yang diberikan di depan diketahui bahwa biaya pemeliharaan per unit bahan adalah sebesar &p /5,77 9/,5K L &p /.777,77:, dengan demikian E$H dapat langsung di!ari sebagai berikutA
EOQ=
√
2×9.000×500 16 ¿√
9.000 .000 16 ¿√ 562.500 647 unit. a Potongan arga*agaimanakah pola yang diterapkan dalam konsep E$H dapat digunakan untuk menetukan apakah perusahaan harus mengambil potongan harga yang ditawarkan oleh supplierB ntuk lebih jelasnya maka digunakan lagi !ontoh yang sudah diberikan di depan dimanaA
' @.777 unit ;o &p 477,77
;u &p /.777,77
i /,5 K
'ari perhitungan yang sudah dilakukan di muka diketahui bahwa E$H adalah sebesar 647 unit. alau misalnya supplier
menawarkan potongan harga sebesar 7,4K apabila perusahaan mau membeli atau memesan sebesar dua kali lipat dari pembelian berdasarkan kuantitas E$H 9 0 L 647 unit :, apakah perusahaan harus menerima tawaran tersebutB
ntuk mengetahui akibat yang ditimbulkan dengan adanya potongan harga yang ditawarkan oleh supplier maka haruslah diperhitungkan semua pengaruhnya atas persediaan perusahaan.
Penghematan yang langsung diperoleh karena adanya potongan harag tersebut adalahA
Penghematan langsung 'd;u
dimana d adalah dis!ount atau potongan yang berikan.
$leh karna sudah diketahui bahwa d 7,774, ' @.777 unit, dan ;u &p /.777,77 maka penghematan yang dapat langsung
diperoleh dengan adanya potongan harga tersebut adalahA @.777 J 7,774 J &p /.777,77 &p 24.777,77
Selanjutnya karena jumlah kuantitas yang dipesan dalam setiap kali pemesanan bertambah besar maka berarti #rekuensi pemesanan akan semakin ke!il. 'engan demikian jumlah biaya pemesanan akan lebih ke!il dari jumlah yang semula, yaitu
sebesarA Penghematan biaya pemesanan= D C
(
C 0)
− D KQ(C 0) ¿ DC 0 Q (1− 1 K ) 10dimana H adalah e!onomi!al order Iuantity, dan k adalah prosentase peningkatan kuantitas dalam setiap kali pemesanan
yang ada dalam !ontoh di atas adalah 077K atau dua kali lipatA Penghematan biaya pemesanan=9.000× Rp500,00 750 (1− 1 2) ¿ Rp3.000,00
'engan demikian jumlah total penghematan yang dapat diperoleh dengan adanya potongan harga yang ditawarkan kepada perusahaan adalah merupakan hasil penjumlahan antara penghematan langsung atas potongan harga dan penghematan
atas biaya pemesananA
&p 24.777,77 O &p 1.777,77 &p 28.777,77
"kan tetapi harus diingat bahwa dengan semakin besarnya kuantitas yang dipesan dalam setiap kali pemesanan maka aka nada biaya lain yang bertambah besar, yaitu biaya pemeliharaan karena jumlah inestasi dalam persediaan bertambah besar.
'engan diambilnya potongan harga maka jumlah kuantitas dalam setiap kali pemesanan adalah kH atau 077K L 647 unit /.477 unit, dan jumlah rata-rata persediaan kH A 0 atau 647 unit. 'engan demilian, nilai rata-rata persediaan setelah adanya potongan harga sebesar 7,774 atau 7,44 adalahA
647 J 9@@,4K J /.777,77 : &p 625.047,77 *iaya pemeliharaanA
;! /,5K J &p 625.047,77 &p //.@27,77
*iaya pemeliharaan sebelum adanya potongan harga adalahA 11
QC ui
2 =
750× Rp1.000,00×1,6
2 = Rp6.000,00
Peningkatan biaya pemeliharaan adalah sebesar A &p 4.@27,77 9&p //.@27,77 C &p 5.777,77:
'engan demikian, penghematan bersih setelah adanya potongan harga sebesar 7,4K adalah sebesar &p 20.757 9&p 28.777,77 C &p 4.@27,77:, dan berdasarkan hasil perhitungan tersebut maka potongan harga yang ditawarkan tersebut dapat diambil oleh perusahaan karena lebih menguntungkan.
b ebijaksaan Persediaan 'alam al Tidak 'iketahuinya *iaya Pemesanan dan *iaya Pemeliharaan
*iaya pemesanan dan biaya pemeliharaan yang diperhitungkan dalam konsep E$H !ukup sulit untuk ditentukan karena banyaknya #aktor-#aktor yang mempengaruhi kedua biaya tersebut sangat tidak menentu, apakah hal tersebut akan sangat mengurangi nilai dari analisa yang dikemukakan dalam model E$H diatas, atau apakah model tersebut masih berguna sebagai pedoman dalam manajemen persediaanB ntuk menjawab pertanyaan tersebut maka di bawah ini akan diberikan !ontoh yang sederhana.
;ontohA
Perusahaan <=> membutuhkan tiga jenis bahan dalam proses produksi yang dilakukannya. 3umlah kebutuhan per tahun untuk masing-masing bahan serta harga per unit dan pola pemesanan yang dilakukan selama ini disajikan dalam Tabel 0.
'engan kebijaksanaan pemesanan persediaan seperi Tabel 0 menghasilkan nilai rata-rata persediaan terbesar sebesar &p0/.647,77. 'apatkah perusahaan mengurangi nilai rata-rata
persediaan tanpa mengurangi jumlah #rekuensi pemesanan per tahunyang sebanyak 06 kaliB "tau dapatkah perusahaan mempertahankan #rekuensi pemesanan sebanyak 06 kali tetpai dengan mengubah jumlah pemesanan untuk masing-masing item sehingga jumlah inestasi atau nilai rata-rata persediaan dikurangiB ntuk menjawab pertanyaan di atas marilah kita telusuri analisa berikut ini.
Total !ost untuk masing-masing item persediaan seperti sudah disajikan di depanA T; ;! O ;r .
Tabe$ 2#
Po$a Pe'e(anan Per(e.iaan Per&(a)aan =>? Item ebutuhan Per tahun 9': Hargaper Unit (Cu) (rekuensi Pemesanan Per tahun Nilai persediaan untuk setiap kali pemesanan Rata-rata Pere!ia an " # C 20.000 10.000 15.000 &p 8,77 2,77 5,77 5 10 12 &p 10.777,77 2.777,77 6.477,77 &p /5.777,77 0.777,77 1.647,77 06 06.647,77 TC =QC ui 2 + DC 0 Q
*cono#ic order -uantity untuk masing-masing item dapat ditentukan dengan #ormula sebagai berikutA
Q=
√
2 DC 0 C ui(ormula T; tersebut dapat pula ditulis sebagai berikutA TC =
(
C ui 2)
(
√
2 DC o C ui)
+ DC o√
2 DC o C ui 14¿
√
DC oC ui 2 +√
DC oC ui 2 ¿√ 2 DC oC ui ¿(√ 2C oi)(√ DC u)Total !ost yang minimum untuk ketiga item persediaan adalahA TC =
(
√ 2C oi√ DC u)
A+(
√ 2C oi√ DC u)
B+(
√ 2C oi√ DC u)
C"pabila diasumsikan bahwa biaya untuk setiap kali pemesanan ;odan prosentase tetapbiaya pemeliharaan, i adalah
sama untuk ketiga produk yang dipesan, maka untuk ketiga item tersebut adalahA
TC m=√ 2C oi
(
√ DC u)
A+(
√ DC u)
B+(
√ DC u)
C Nilai dari √ DC u dapat dihitung sebagai berikutA)tem ' Cu $Cu √ DC u " # C 20.000 10.000 15.000 Rp 8%00 Rp 4%00 Rp 6%00 Rp 160.000%00 Rp 40.000%00 Rp 90.000%00 400 200 300 Total √ DC u @77
"pabila jumlah pemesanan per tahun seperti yang selama ini dilakukan sebanyak 06 kali dan jumlah atau #rekuensi tersebut ingin dipertahankan serta jumlah dari ';u adalah @77 maka
jumlah pemesanan untuk masing-masing item persediaan yang akan menimimumkan total !ost adalahA
)tem *obot Pertahun Pemesanan
Total #rekuensi
Pemesanan Per tahun
" 400900 J 06 /0 kali
* 200900 J 06 5 kali
; 300900 J 06 @ kali
Total #rekuensi pemesanan 06 kali
Setelah mengetahui #rekuensi pemesanan untuk masing-masing item persediaan berdasarkan perhitungan di atas maka nilai rata-rata persediaan untuk item tersebut dapat dihitung seperti dalam Tabel 1.
Tabe$ *#
Po$a Pe'e(anan 9an% O3ti'a$
)tem ' Pemesanan per Tahun uantitas Setiap kali Pesan Cu persediaan Nilai Nilai rata-rata Persediaan " # C 20.000 10.000 15.000 12 &a'i 6 &a'i 9 &a'i 1.666%6 7 1.666%6 7 1.666%6 7 &p 8,77 2,77 5,77 &p /1.111,16 5.555,56 /7.777,77 &p 5.555,56 1.111,11 4.777,77 06 kali /4.777,77
*erdasarkan hasil perhitungan dalam tabel /7.2 tampak bahwa jumlah nilai rat-rata persediaan dapat diturunkan sebesar &p 5.647,77yaitu dari &p 0/.647,77 menjadi &p /4.777,77. Modal sebesar &p 5.647,77 yang tadinya terikat dalam persediaan sekarang dapat digunakan untuk aktiitas-aktiitas 16
perusahaan yang lain sehingga dapat memperbesar tingkat penghasilan perusahaan se!ara keseluruhan
'i samping hal di atas, penggunaan E$H dalam manajemen persediaan juga mempunyai impilasi #inansial yang lain. (ormula E$H yang sudah disajikan di depan anda dapat pula ditulis sebagai berikutA
Q=
√
2 DC C ui ¿√
2 D C u√
C o i Q2= 2 D C u C o i C o i = Q2C u 2 D"pabila biaya pemesanan dan biaya pemeliharaan untuk masing-masing item, ", * dan ; adalah sama atau berimbang satu sama lain maka ratio ;o?i untuk masing-masingitem juga
sama atau tidak jauh berbeda satu sama lain. 'engan pola pemesanan seperti yang dilakukan oleh perusahaan selama ini, yaitu " 4 kali, * /7 kali, dan ; /0 kali maka ratio tersebut sangat berbeda satu sama lain seperti yang terlihat dalam Tabel /7.4
Tabe$ #
Ni$ai Ata& Ratio 5o@i Den%an Po$a Pe'e(anan 9an% Bia(a Di$ak&kan
)tem ebutuhanPer tahun 9 ' : (rekuensi Pemesanan uantitas Setiap kali Pesan C u Q2C u 2 D = C o i " * 07.777 /7.777 4 /7 2.777 /.777 &p 8,77 &p 2,77 &p 1.077,77 &p 077,77 18
; /4.777 /0 /,047 &p 5,77 &p 1/0,47
ntuk mengetahui berapa ratio ;o?i dengan pola pemesanan
yang optimal, " /0 kali, * 5 kali, dan ;@ kali, maka perhitungannya dapat dilihat di bawah iniA
Tabe$ #
Ratio 5o@i Den%an Po$a Pe'e(anan 9an% O3ti'a$ Item
ebutuhan per tahun
9 ' :
(rekuensi
pemesanan setiap kaliuantitas
pesan Cu Q2C u 2 D = C o i " * ; 07.777 /7.777 /4.777 /0 kali 5 kali @ kali /.555,56 /.555,56 /.555,56 &p 8,77 &p 2,77 &p 5,77 &p 444,45 &p 444,45 &p 444,45
'ari hasil perhitungan dalam Tabel /7.5di atas tampak bahwa dengan pola pemesanan yang optimal yang sudah di
hitung di muka ratio ;o?i untuk masing-masing item persediaan
adalah sama.
Sepanjang total #rekuensi pemesanan per tahun adalah sebanyak 06 kali maka tidak ada lagi pola pemesanan yang lebih optimal dari pola seperti di atas.
Penedekatan ini akan sangat berguna bagi manajer keuangan karena hal tersebut memberikan suatu pedoman baginya untuk mengetahui apakah ada dana yang dapat dibebaskan dengan jalan mengatur persediaan sedemikian rupa. &ata-rata inestasi dalam masing-masing persediaan seharusnya kurang lebih proporsional dengan akar 9 : dari kuantitas bahan yang dipesan dalam setiap kali pemesanan dikalikan dengan harga per unit 9';u:. 'engan membandingkan jumlah
persediaan yang a!tual 9polapemesanan yang dilakukan: dengan standar optimal yang dihitung berdasarkan 9';u: maka
manajer keuanagn akan dapat mengatahui atau mengidenti#isir 1@
dalam item yang mana modal yang terlalu banyak atau berlebih-lebihan di inestasikan.
Singkatnya, pendekatan dengan menggunakan model E$H ini dapat digunakan oleh manajer keuangan untuk menentukan apakah inestasi modal perusahaan dalam persediaan dilakukan se!ara berlebih-lebihan. Selanjutnya, apabila permintaan ', adalah sama atau konstan sepanjang tahun maka sekalipun tanpa mengetahui biaya pemesanan dan biaya pemeliharaan, manajer keuangan dapat mengetahui !ara di atas untuk meminimumkan inestasi dalam persediaan. al ini di sebankan karena kebijaksanaan pemesanan yang optimal haruslah proporsional dengan ';u. Pemesanan dengan pola ';u akan menjamin
bahwa inestasi dalam masing-masing item persediaan juga akan proporsional dengan ';u . *erdasarkan pola pemesanan
yang seperti ini maka ratio ;o?i untuk masing-masing item
persediaan akan sama satu dengan yang lainnya, dan tidak ada lagi pola pemesanan yang paling optimal yang dapat di!apai sepanjang total #rekuensi pemesanan tidak berubah.
0. &e!order Point
"pabila perusahaan sudah menghitung kuantitas pemesanan yang paling optimal atau E$H, maka selanjutnya haruslah ditentukan saat pemesanan dari masing-masing item persediaan atau yang lebih dikenal dengan istilah <reorder oint >. 'alam !ontoh di depan diasumsikan bahwa pemesanan akan diterima segara sesudah diadakan pemesanan, tetapi dalam kenyataan seringkali dibutuhkan beberapa hari sejak saat barang dipesan sampai dengan saat diterimanya pemesanan tersebut. 'engan perkataan lain, ada lead ti#e antara saat pemesanan dan saat diterimanya pemesanan.
alau di depan sudah dikatakan bahwadalah konstan, maka reorder point dapat ditentukan sebagai berikutA