• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUMANISME DALAM LIRIK LAGU IMAGINE KARYA JOHN LENNON. (Studi Analisis Wacana Kritis) Oleh Audi Yundayani 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "HUMANISME DALAM LIRIK LAGU IMAGINE KARYA JOHN LENNON. (Studi Analisis Wacana Kritis) Oleh Audi Yundayani 1"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

HUMANISME DALAM LIRIK LAGU “IMAGINE” KARYA JOHN LENNON (Studi Analisis Wacana Kritis)

Oleh Audi Yundayani1

ABSTRACT

The aims of this research are to identify and describe song lyric “Imagine” by John Lennon based on textual dimension which is related with linguistic aspect and intertextual text, discursive dimension which is related with production aspect, consumption aspect and social practice dimension in accordance with humanism value as social acts. This research is a qualitative approach using content analysis method, related with critical discourse analysis. Data and data sources is song lyric of “Imagine” by John Lennon and supported by newspaper or data from internet related with humanism value reception. Technique of collecting data is documentation. During the data collection process, the analysis is also conducted by interpretation. The research findings show that there is humanism value in textual, discursive and social dimension.

Kata kunci : Humanism, song lyric of “Imagine”, critical discourse analysis

1

Mahasiswa Program S3 Pasca Sarjana Pendidikan Bahasa Universitas Negeri Jakarta. Email : [email protected]

(2)

PENDAHULUAN

Lirik dalam lagu merupakan cermin realitas dari apa yang terjadi dalam kehidupan nyata, sehingga mampu membentuk sebuah paradigma bagi para pendengar lagu tersebut, bahkan bagi masyarakat pada umumnya. Sebagai sebuah media penyampai pesan, lirik lagu dapat dilihat dengan menggunakan paradigma analisis wacana kritis berdasarkan dimensi tekstual, dimensi diskursif bahkan dimensi praktik sosial karena lirik lagu sarat akan makna yang mengacu pada tema, isi dan pesan.

Humanisme merupakan pergumulan manusia dalam memahami dan melakukan pemaknaan terkait dengan eksistensi diri serta hubungannya terkait dengan nilai-nilai kemanusiaan.2 Pada dasarnya humanisme mendukung optimalisasi kebebasan dan kesempatan tiap individu terkait dengan tanggung jawab sosial yang dimilikinya. Humanisme juga mendukung semangat menjunjung nilai kemanusiaan, serta mengakui bahwa manusia merupakan bagian dari alam.

Wacana dipandang sebagai sebuah struktur yang lebih tinggi daripada kalimat dan teks.3 Wacana juga dilihat sebagai tingkat selanjutnya dalam sebuah hirarki morfem, klausa dan kalimat, sehingga secara prosedural dapat dianggap sebagai sebuah metodologi formal yang berasal dari metode struktural analisis linguistik. 4 Dalam paradigma berdasarkan fungsional, maka wacana dipandang sebagai kajian terkait aspek penggunaan bahasa yang tidak terlepas dari analisis tujuan dan fungsi bahasa dalam kehidupan manusia, ada keterhubungan antara bahasa dan masyarakat dalam menciptakan hubungan dialektis, sehingga bersinggungan dengan makna dan sistem di luar wacana terkait.

2

Corlis lamont, The Philosophy of Humanism, 8th Edition, (New York: Humanist Press, 1997), h. 12

3

M. Stubbs, Discourse Analysis (Chicago: University of Chicago Press, 1983), h. 1

(3)

Lagu sebagai sebuah teks, tidak hanya mampu mencerminkan realitas, tetapi juga mampu menciptakan realitas, lagu mampu memberikan kontribusi dalam perubahan sosial. Sebagai sebuah wacana, lagu memiliki kemampuan untuk menarik perhatian orang dan mengantarkan pesan ideologis secara unik. Lagu memiliki kekuatan untuk menyentuh dan menggerakkan perasaan manusia, serta dapat dilihat sebagai cerminan realitas yang dikonstruksi untuk menciptakan lingkungan budaya tertentu dalam masyarakat.5

Lagu “Imagine” karya John Lennon merupakan salah satu dari tiga lagu terbaik sepanjang masa yang sangat menyiratkan nilai ideologi humanis. Pesan yang ingin disampaikan Lennon dalam “Imagine” adalah protes terhadap kebijakan Amerika melakukan perang di Vietnam, melalui lagu itupun Lennon berusaha mengajak seluruh umat manusia untuk menciptakan perdamaian dunia. John Lennon memberikan perlawanan keras terhadap tradisi perang yang sepertinya sudah mengakar. Kegundahan Lennon melihat bahwa perang terjadi karena alasan yang beragam, dan hampir semuanya adalah karena dominasi kekuasaan dan perbedaan, baik atas nama negara, agama atau atas nama masa depan. Melalui lagu “Imagine”, Lennon mencoba menawarkan ide kemanusiaan tanpa adanya perbedaan dengan alasan apapun. Pemilihan terhadap lagu “Imagine” dikarenakan, 1) lagu “Imagine” merupakan respon terhadap suatu fenomena sosial, sehingga dapat dilihat berdasarkan dimensi tekstual, praktik diskursif dan tindakan sosial, 2) nilai humanisme yang terkandung dalam lirik lagu “Imagine” memiliki pengaruh positif karena menggerakkan kesadaran masyarakat dunia untuk membuat perubahan sosial, dalam hal ini menciptakan perdamaian dunia.

5

J.T. Titon, Music, Folk and Traditional. Dalam Mohammad Siddiq, Humanisme Dalam Lirik Lagu Iwan Fals (Jakarta, Universitas Negeri Jakarta, 2010), h. 65

(4)

Secara konseptual, terdapat berbagai aliran dalam melakukan analisis wacana kritis, meski berbeda tetapi secara keseluruhan terdapat persamaan, 1) ideologi menjadi bagian sentral, 2) kekuasaan (power) adalah bagian sentral dari setiap analisis, 3) wacana dapat dimanipulasi oleh kelompok mayoritas atau dominan, 4) unit bahasa merupakan alat mendeteksi ideologi dalam teks.6

Pendekatan analisis wacana kritis Fairclough berorientasi pada teks dengan menyatukan, 1) analisis tekstual yang terinci dalam bidang linguistik, 2) analisis makro-sosiologis terkait praktik sosial dan 3) mikro-sosiologis. 7 Wacana diperlakukan dengan 1) dipahami jenis bahasa yang digunakan dalam bidang tertentu, 2) digunakan dalam praktik sosial untuk mengungkapkan praktik kewacanaan terkait hubungan sosial, 3) digunakan untuk menyampaikan makna.8 Fairclough juga sependapat dengan Halliday terkait tiga fungsi bahasa dalam teks, 1) fungsi ideasional yang terkait fungsi bahasa dalam merepresentasi pengalaman, 2) fungsi interpersonal yang terkait dengan penggunaan bahasa dalam memberikan dasar bagi interaksi sosial, terbagia atas fungsi identitas dan fungsi relasional, 3) fungsi tekstual yang terkait fungsi bahasa disesuaikan dengan konteks.9 Terdapat juga tiga metode analisis Fairclough, 1) deskripsi untuk analisis teks, 2) interpretasi untuk melihat hubungan antara proses diskursif dan 3) eksplanasi untuk menjelaskan hubungan antara proses diskursif dan sosial.10

Melalui penelitian ini, peneliti ingin mendapatkan jawaban terkait dengan pertanyaan penelitian: 1) Nilai humanisme apa yang disampaikan

6

N. Fairclough, Analysing Discourse: Textual Analysis for Social Research (New York: Routledge, 2003) h. 9 7Ibid, hh. 60-64 8 Ibid, hh. 92-96 9 Ibid, h.51 10Ibid, hh. 96-98

(5)

John Lennon melalui lirik lagu “Imagine” berdasarkan dimensi tekstual dan

bagaimana Lennon mengungkapkannya?, 2) Bagaimana Lennon

mengungkapkan nilai humanisme sebagai praktif diskursif terkait proses produksi dan konsumsi teks? serta 3) Mengapa John Lennon mengungkapkan nilai humanisme melalui lirik lagu “Imagine” sebagai praktik sosial dan apa kaitannya dengan aspek situasional, institusional dan sosial?

Beberapa penelitian terkait dengan penelitian ini diantaranya sudah dilakukan oleh Mohammad Siddiq 11 dan Mibtadin12. Terkait dengan kedua penelitian tersebut, maka penelitian ini ingin melakukan kajian terkait dengan nilai-nilai humanisme dengan menggunakan analisis wacana kritis pada lirik lagu “Imagine” yang diciptakan dan dinyanyikan oleh John Lennon.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian analisis isi berdasarkan pendekatan analisis wacana kritis dengan prosedur analisis data bersifat interpretatif. Hasil penelitian kemudian dipaparkan secara deskriptif kualitatif.

PEMBAHASAN

Pada bagian ini, penulis akan memaparkan hasil dari penelitian terkait dengan nilai-nilai humanisme dengan menggunakan analisis wacana kritis pada lirik lagu “Imagine” yang diciptakan dan dinyanyikan oleh John Lennon.

1. Deskripsi Data a) John Lennon

John Lennon merupakan musisi yang mewakili era tahun 60-an, lahir di Liverpool, Inggris pada 9 Oktober 1940 dengan nama John Winston

11 Mohammad Siddiq, Humanisme dalam Lirik Lagu karya Iwan Fals (Jakarta: Universitas Negeri

Jakarta, 2010)

12

Mibtadin, Humanisme dalam Pemikiran Abdurrahman Wahid, (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2010)

(6)

Lennon saat perang dunia ke-2, ketika Jerman menyerang kota London dan kota lainnya. Nama Winston terinspirasi dari Winston Churchill, mantan Perdana Menteri Inggris yang dikagumi ibunya.

Masa lalu John Lennon tidak seindah lagu-lagunya. Luka dan kekecewaan yang didapat mempengaruhi karya-karyanya. Orang tua yang bercerai membuat John harus memilih tinggal dengan salah satu dari mereka, hingga akhirnya John memilih untuk tinggal dengan ibunya. Mimi Smith, kakak tertua dari Ibu John adalah orang yang merawat John bersama suaminya George Martin, orang pertama yang mengajarkan John bermusik dengan memperkenalkan pada alat musik banjo dan piano, sementara untuk kemampuan bermain gitar, John dapatkan dengan belajar secara otodidak, dan menjadi pintu pembuka Lennon untuk menjadi musisi terkenal.

Saat masa remaja, John dihadapkan lagi dengan sebuah peristiwa yang melukai hatinya dan memiliki dampak besar pada kehidupannya. Ibu John, Julia, tewas tertabrak mobil yang dikendarai oleh seorang polisi yang sedang mabuk. Polisi tersebut tidak mendapatkan hukuman atas kecerobohannya, dan hal tersebut membuat John benci pada pemerintah.

John Lennon mengawali karir bermusiknya ketika belajar di Liverpool College of Art pada tahun 1957 dengan mendirikan sebuah band yang bernama Black Jack bersama Ringgo Star, kemudian berganti nama menjadi The Quarrymen, karena sebagian besar personilnya bersekolah di Quarry Bank Grammar School. Pada tahun yang sama, dalam sebuah acara John Lennon bertemu dengan Paul McCartney dan memutuskan untuk bergabung dalam The Quarrymen, disusul oleh bergabungnya George Harrison dan mereka bertahan hingga sekitar tahun 1959, mereka memutuskan untuk berganti nama menjadi The Beatles yang tidak memiliki makna secara khusus. John Lennon dan Allan Williams sebagai manajer, mencoba

(7)

memainkan kata-kata dari beetle yang diartikan kumbang dan beat yang diartikan sebagai gaya musik yang diartikan.

Setelah The Beatles bubar pada tahun 1970, John Lennon memutuskan untuk bersolo karir. Pada tahun 1971, Lennon mengeluarkan debut pertama yang berjudul “Imagine”, yang menjadi sebuah terbitan tunggal pada tahun yang sama dan mencapai tangga lagu ke-3 dalam Billboard (Amerika Serikat), serta menduduki peringkat ke-6 di Britania Raya. Pada tahun 2004, majalah Rolling Stone memilih "Imagine" sebagai lagu ketiga terbaik di sepanjang masa.

Hidup John Lennon berakhir tragis, pada tanggal 08 Desember 1980, pukul 10.50, seorang pria yang diketahui bernama Mark David Chapman menembakkan pistol Revolver 38 dan membunuh dirinya. Meskipun sempat dilarikan ke Rumah Sakit Roosevelt, tetapi nyawa Lennon tidak tertolong. 13

b) Lirik Lagu “Imagine”

Lagu “Imagine” kerap dijadikan theme song bagi gerakan menentang kebijakan perang. Berikut adalah penggalan lirik lagu “Imagine” yang dipopulerkan dan diciptakan oleh John Lennon, :

“Imagine”

Imagine there's no heaven It's easy if you try

No hell below us Above us only sky Imagine all the people

13

http://kolomsosiologi.blogspot.co.id/2011/06/john-lennon-imagine-pemberontak-lagu.html (diunduh pada 04/06/2016) pukul 23:59

(8)

Living for today ---

Imagine there's no countries It isn't hard to do Nothing to kill or die for

And no religion too Imagine all the people

Living life in peace ---

You may say I'm a dreamer But I'm not the only one I hope someday you'll join us

And the world will be as one ---

Imagine no possessions I wonder if you can No need for greed or hunger

A brotherhood of man Imagine all the people Sharing all the world

---

You may say I'm a dreamer But I'm not the only one I hope someday you'll join us And the world will live as one

(9)

c) Latar Belakang Lagu “Imagine”

Lirik lagu “Imagine” merupakan salah-satu lagu yang paling legendaris sepanjang masa dan diciptakan John Lennon dalam single albumnya yang berjudul sama, “Imagine”. Lirik lagu ini membawa pesan bagi gerakan cinta damai dan menolak perang dalam bentuk dan tujuan apapun. “Imagine” sebenarnya merupakan protes Lennon kepada kebijakkan perang pemerintah Amerika terhadap Vietnam. Lennon menyatakan bahwa “Jika ada satu orang yang bermimpi, maka tetaplah mimpi. Tapi jika ada 2 orang memiliki mimpi yang sama, itulah realitas. Yaitu mimpi tentang “Love Peace

No War”. Melalui ungkapan tersebut, secara tidak langsung Lennon

mengajak para penggemarnya dan masyarakat umum untuk mencintai perdamaian dunia. Bagi Lennon kehidupan yang sempurna adalah kehidupan yang penuh perdamaian, tidak saling membunuh, tidak ada kemiskinan, serba damai serta bahagia.14

Respon pasar saat itu cukup mengejutkan , lagu ini baru saja dirilis langsung menempati posisi ke-3 besar tangga lagu Billboard (AS) dan berada pada urutan ke-6 besar tangga lagu terbaik di Britania Raya. Popularitas lagu “Imagine” menjadi daya tarik tersendiri bagi mantan Presiden AS Jimmy Carter. Kepopuleran lagu Imagine semakin diperkuat majalah Rolling Stones di Inggris, dengan dipilihnya lagu tersebut sebagai lagu terbaik sepanjang masa urutan ketiga pada tahun 2004.15

14

ibid

15

http://hiburan.kompasiana.com/musik/2010/12/02/imagine-john-lennon/. (diunduh pada tanggal 04 Juni 2016)

(10)

2. Hasil Penelitian

A. Hasil dan Temuan Berdasarkan Dimensi Tekstual (Mikro Struktural)

1) Aspek Linguistik

Persoalan linguistik meliputi relasi semantik, relasi gramatikal dan persoalan leksikal yang oleh Fairclough dapat disederhanakan menjadi persoalan diksi dan efektivitas ungkapan. Lirik lagu “Imagine” yang merupakan karya John Lennon memiliki makna humanisme, keinginan untuk menciptakan perdamaian dunia, seperti pada baris berikut,

a) Imagine all the people, Living life in peace

b) I hope someday you'll join us, And the world will be as one c) Imagine no possessions

d) No need for greed or hunger, A brotherhood of man e) Imagine all the people, Sharing all the world

f) You may say I'm a dreamer, But I'm not the only one

g) I hope someday you'll join us, And the world will live as one Tujuh baris sebagian lirik diatas dalam lagu “Imagine” secara makna leksikal menggambarkan pesan kedamaian dan perdamaian. Lennon ingin mengajak untuk bersama-sama menciptakan dunia yang damai, dimana setiap manusia saling mengasihi dan berbagi tanpa adanya perbedaan, dan John Lennon sangat meyakini bahwa dunia yang damai bukan hanya keinginan dia seorang, tetapi merupakan impian setiap masyarakat dunia.

Terdapat penggunaan kata ganti yang digunakan dalam wacana tersebut. Kata ganti yang digunakan antara lain “I” yang merujuk pada John Lennon (b dan g), kata ganti “us” (b dan g) yang merujuk pada kami, yang maksudnya adalah Lennon dengan orang-orang yang sepaham dengannya terkait ingin

(11)

menciptakan dunia yang damai, kata ganti “you” (f) yang merujuk pada penikmat lagu “Imagine” dan masyarakat pada umumnya.

Dalam lirik lagunya juga ditemukan relasi sematik yang menunjukkan pesan dari lirik yang disampaikan, seperti pada lirik berikut,

a) Nothing to kill or die for

b) No need for greed or hunger, A brotherhood of man

Baris lirik (a) menggambarkan konteks makna perang, yang jika kita ketahui bahwa dalam peperangan, selalu akan ada yang membunuh dan dibunuh. Baris lirik (b) menyampaikan makna bahwa keserahan dan kemiskinan sebagai dampak dari peperangan tidak perlu ada, jika kita saling tolong menolong, mengedepankan semangat kebersamaan dan persaudaraan.

Dalam lirik lagunya, Lennon banyak menggunakan pernyataan yang tidak lazim, makna konotatif yang sering ditimbulkan dari ungkapan yang digunakan dalam lirik lagunya bertolak belakang dengan makna sesungguhnya. Hal ini dapat kita lihat pada contoh pilihan kata dalam tabel berikut,

a) Imagine there's no heaven

b) No hell below us

c) Above us only sky

d) Imagine there's no countries

e) And no religion too

Kata atau Kalimat Makna Denotatif Makna Konotatif Pergeseran Makna Fungsi/Tujuan

Heaven Alam akhirat

yang membahagiakan Surga dikonotasikan sebagai tempat Surga merupakan alam akhirat Surga yang direpresentasikan untuk orang baik

(12)

roh manusia yang hendak tinggal di dalamnya (dalam keabadian)

yang baik atau

hal yang menyenangkan manusia seperti kenikmatan atau kebahagiaan yang dikonotasikan sebagai hal yang baik , dalam lirik lagu “Imagine” dibuat seolah-olah sebagai salah satu alasan terjadinya perbedaan

atau hal yang menyenangkan dilihat Lennon sebagai salah satu alasan untuk membedakan manusia. Gambaran ini untuk menggugah penikmat lagu bahwa baik atau buruk, manusia adalah sama

Hell Alam akhirat

tempat pendosa mengalami siksaan dan kesengsaraan Neraka dikonotasikan sebagai tempat yang buruk, hanya untuk pendosa; keadaan atau tempat yang memberikan kesengsaraan Neraka merupakan alam akhirat yang dikonotasikan sebagai hal yang buruk, dalam lirik lagu “Imagine” dibuat seolah-olah sebagai salah satu alasan terjadinya perbedaan Neraka yang direpresentasikan untuk orang jahat

atau keadaan yang memberikan kesengsaraan dilihat Lennon sebagai salah satu alasan untuk membedakan manusia. Gambaran ini untuk menggugah penikmat lagu bahwa baik atau buruk, manusia adalah sama

Sky Ruang luas

terbentang di atas bumi, tempat bulan, bintang, matahari dan benda langit lainnya Langit dikonotasikan sebagai ruang luas tak bertepi

yang tidak pernah membedakan segala sesuatunya Langit merupakan benda alam yang jauh berada di atas bumi, tetapi dikonotasikan sebagai ruang luas tak Lennon ingin menggambarkan bahwa langit merupakan manisfestasi tempat atau lingkungan yang tidak membedakan

(13)

bersekat penghuninya meskipun berbeda secara fungsi Countries Organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat Negara dkonotasikan sebagai bentuk arogansi kekuasaan dan terkait dengan tirani penguasa Negara yang seharusnya merupakan pelindung, tetapi justru menjadi satu penyebab sulitnya tercapai kedamaian dunia karena arogansi kekuasaan Lennon ingin menggambarkan bahwa keberadaan negara sebagai manisfestasi penguasa, seharusnya mampu memberikan kenyamanan dunia dengan menciptakan perdamaian dan kedamaian

Religion Ajaran, sistem

yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya Agama dikonotasikan sebagai pengatur hidup manusia; terkait dengan keimanan dan kepercayaan Agama sebagai pengatur hidup manusia, dilihat sebagai salah satu alasan yang membedakan manusia, bahkan dapat dijadikan alasan untuk saling menghancurkan Lennon ingin menggambarkan bahwa keberadaan agama seharusnya memberikan kenyamanan dan kedamaian dalam hidup manusia, bukan dijadikan sebagai salah satu alasan untuk saling berperang

2) Aspek Intertekstual

Persoalan intertekstual akan terkait dengan kebersinggungan ide yang terdapat dalam lagu dengan ide lagu lain, bahkan mungkin wacana lain yang memiliki genre berbeda. Intertekstualitas tertuang dalam bentuk linguistik

(14)

sehingga analisis terhadap persoalan intertekstualitas terkait linguistik. Begitu juga yang terjadi pada lagu “Imagine” yang memiliki tema humanisme yang kuat, dengan pesan kritik sosial terkait perbedaan.

Jika dilihat dari beberapa lagu ciptaan Lennon yang lain maka akan terdapat kebersinggungan ide, seperti pada lagu Give Peace A Chance yang direkam John Lennon di Toronto bersama Plastic Ono Band sekitar tahun 1969 yang memiliki makna humanisme dan lekat dengan kritik anti perang. Lirik lagu Give Peace A Chance adalah sebagai berikut,

"Give Peace A Chance"

Two, one two three four Ev'rybody's talking about

Bagism, Shagism, Dragism, Madism, Ragism, Tagism This-ism, that-ism, is-m, is-m, is-m.

All we are saying is give peace a chance All we are saying is give peace a chance

C'mon

Ev'rybody's talking about Ministers, Sinisters, Banisters and canisters

Bishops and Fishops and Rabbis and Pop eyes, And bye bye, bye byes.

(15)

All we are saying is give peace a chance

Let me tell you now Ev'rybody's talking about

Revolution, evolution, masturbation, Flagellation, regulation, integrations, Meditations, United Nations,

Congratulations.

Ev'rybody's talking about

John and Yoko, Timmy Leary, Rosemary,

Tommy Smothers, Bobby Dylan, Tommy Cooper, Derek Taylor, Norman Mailer,

Alan Ginsberg, Hare Krishna, Hare, Hare Krishna

Atas dasar lirik lagu “Imagine” dan lirik lagu "Give Peace A Chance", maka dapat dilihat bahwa intertekstual dalam lagu ini mengungkapkan tema yang sama, yaitu humanisme dan kritik terhadap perang dengan alasan apapun. Secara intertekstualitas lagu “Imagine” berhubungan dengan lagu lain Lennon yang bertema sama. Lagu-lagu yang bertemakan kritik sosial tersebut mengandung nilai humanistik seperti persoalan semangat kebersamaan, tidak ada perbedaan dengan alasan apapun, cinta kasih, anti perang, kedamaian dan perdamaian dunia.

Dalam kebersinggungan ide dalam intertekstual antara lagu “Imagine” dengan lagu bertema sama, dalam hal ini “"Give Peace A Chance", John Lennon memposisikan dirinya sama sekaligus berbeda. Kesamaan yang

(16)

terjadi karena tema yang dimunculkan sama, sedangkan pembedanya adalah terkait dengan latar belakang dan pengalaman pada saat lagu tersebut diciptakan, dan ini yang kemudian akan mempengaruhi pilihan kata dalam lirik lagu.

B. Hasil dan Temuan Berdasarkan Praktik Diskursif (Meso Struktural)

1) Aspek Produksi Teks

Dalam aspek produksi teks, pengarang lagu “Imagine” dalam hal ini John Lennon memiliki peran penting sebagai yang menggantungkan diri pada sumber otoritatif tertentu wacana untuk menciptakan suatu teks. Dalam proses produksi sebuah lagu, meskipun terikat pada sumber wacana tertentu tetapi tetap akan bersifat sangat pribadi. Sedekat apapun dunia pengarang dengan teknik praktif diskursif, maka penafsiran akan bersifat individualistik.

Lirik lagu “Imagine” yang diciptakan dan dirilis pada tahun 1971, merupakan salah-satu lagu yang paling legendaris sepanjang masa dan diciptakan John Lennon dalam single albumnya yang berjudul sama, “Imagine”. Lirik lagu ini membawa pesan bagi gerakan cinta damai dan menolak perang dalam bentuk dan tujuan apapun. “Imagine” sebenarnya merupakan protes Lennon kepada kebijakkan perang pemerintah Amerika terhadap Vietnam. Lennon menyatakan bahwa “Jika ada satu orang yang bermimpi, maka tetaplah mimpi. Tapi jika ada 2 orang memiliki mimpi yang sama, itulah realitas. Yaitu mimpi tentang “Love Peace No War”. Melalui ungkapan tersebut, secara tidak langsung Lennon mengajak para penggemarnya dan masyarakat umum untuk mencintai perdamaian dunia. Bagi Lennon kehidupan yang sempurna adalah kehidupan yang penuh

(17)

perdamaian, tidak saling membunuh, tidak ada kemiskinan, serba damai dan bahagia.16

Lirik lagu “Imagine” diilhami oleh beberapa puisi yang dibuat Yoko Ono pada tahun 1964 yang dijadikan buku berjudul Grapefruit. Secara tidak langsung, lirik lagu “Imagine” juga merepresentasikan ketidakpercayaan Lennon pada institusi pemerintah. Hal ini terkait dengan Julia, ibunda Lennon yang meninggal dunia setelah ditabrak mobil yang dikendarai seorang polisi yang sedang mabok, dan yang mengecewakan adalah polisi itu tidak mendapatkan hukuman sebagai konsekuensinya. Tidak hanya itu saja, kekecewaan Lennon bertambah setelah melihat bahwa negara yang seharusnya melindungi rakyatnya atau agama yang seharusnya menjadi landasan hidup setiap orang, ternyata menjadi salah satu alasan terjadinya budaya perang yang sudah mengakar. Pengalaman batin inilah yang menjadikan alasan Lennon untuk menuliskan protes keras terhadap kebijakkan perang Vietnam dan perbedaan yang dijadikan alasan untuk saling menghancurkan dalam lirik lagu “Imagine”.

2) Aspek Konsumsi Teks

Lagu “Imagine” sebagai lagu yang humanis merupakan lagu yang populer. Hal tersebut terlihat pada respon pasar saat itu cukup mengejutkan , saat baru saja dirilis langsung menempati posisi ke-3 besar tangga lagu Billboard (AS) dan berada pada urutan ke-6 besar tangga lagu terbaik di Britania Raya. Popularitas lagu “Imagine” menjadi daya tarik tersendiri bagi mantan Presiden AS Jimmy Carter. Dalam sebuah acara, beliau menyatakan bahwa dalam kunjungan ke 125 negara di dunia, beliau selalu mendengar lagu Imagine diperdengarkan, sehingga dengan berkelakar beliau merasa

16

http://kolomsosiologi.blogspot.co.id/2011/06/john-lennon-imagine-pemberontak-lagu.html (diunduh pada 04/06/2016) pukul 23:59

(18)

bahwa lagu “Imagine” hampir menyamai sering diperdengarkannya lagu kebangsaan. Kepopuleran lagu “Imagine” semakin diperkuat majalah Rolling Stones di Inggris, dengan dipilihnya lagu tersebut sebagai lagu terbaik sepanjang masa urutan ketiga pada tahun 2004.

Dari apa yang disampaikan diatas, bisa dilihat bahwa tingkat keterpahaman masyarakat pada saat itu cukup tinggi tinggi. Industri musik, pasar dan fenomena sosial yang yang terjadi saat itu, telah membentuk keterpahaman masyarakat terhadap pesan yang disampaikan lagu “Imagine”. Intertekstualitas mendorong masyarakat untuk memahami lagu tersebut dengan cara yang lebih mereka kenal, hal ini terkait dengan kesamaan tema, sehingga praktif diskursif telah distandarisasi dan dinormalisasi. Jika tema dasar dan tujuan dari diciptakan lagu tersebut dapat dipahami oleh masyarakat, maka pemilihan ungkapan, meskipun tidak lazim, tidak akan menjadi masalah, karena memlihat hubungan yang terikat (chain relationship) sambil membentuk sebuah hubungan bebas (choice relationship).

3) Aspek Distribusi Teks

Pada tahap ini dianalisis bagaimana dan media apa yang digunakan dalam penyebaran teks karena memberikan dampak yang berbeda pada efek wacana itu sendiri mengingat setiap media memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Begitu juga dengan lagu “Imagine”, sebagai sebuah produk komersil meskipun memiliki pesan makna mendalam terkait dengan humanisme, tetapi kita dapat melihat kecerdasan pihak pemasaran dalam hal ini Billboard Advertisement untuk menampilkan album “Imagine” dengan menggunakan photo hitam putih John Lennon yang sedang duduk di depan sebuah piano berwarna putih dan memiliki makna terkait dengan pandangan politik Lennon dengan menyandingkan pada unsur komersil.

(19)

Apple Records sebagai pihak label di Amerika Serikat memutuskan untuk mengawali pemasaran album ini di Amerika Serikat bulan Oktober 1971. Hal ini dikaitkan dengan pesan yang ingin disampaikan oleh lagu tersebut yang mengkritik kebijakkan pemerintah Amerika terkait perang Vietnam. Tahun 1975 lagu ini baru dipasarkan di Inggris, dan beberapa kali di

release ulang. Gambaran kepopuleran lagu ini memudahkan penyampaian

pesan akan pentingnya perdamaian dunia.

Untuk menunjang kepopuleran lagu “Imagine” ini , maka pada tahun 1972, Lennon dan Ono membuat sebuah film berdurasi 81 menit. Film ini banyak memberikan pesan, dengan tampilan hitam putih, Lennon yang berjalan keluar dari kabut tebal, kemudian di adegan lain Lennon yang duduk bermain piano di ruang temaram, kemudian Ono yang datang membuka tirai, sehingga ruangan menjadi terang. Film ini didukung oleh banyak bintang hebat seperti Andy Warhol, Fred Astaire, Jack Palance, Dick Cavett dan George Harrison.

Gambaran diatas bisa dilihat bahwa tidak cukup dengan hebatnya pesan pada lirik lagu tersebut, tetapi konsep distribusi yang dibuat sedemikian rupa sehingga selain menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjadi jalan cerdas untuk menjadikan pesan humanisme dalam “Imagine” menjadi virus kebaikkan yang disebarkan di masyarakat luas.

C. Hasil dan Temuan Berdasarkan Dimensi Praktik Sosial (Makro Struktural)

1) Aspek Situasional

Analisis praktik sosial didasarkan pada asumsi bahwa konteks sosial yang ada di luar teks mempengaruhi bagaimana wacana muncul dalam teks, walaupun tidak berhubungan langsung dengan produksi teks, tetapi menentukan bagaimana teks diproduksi dan dipahami.

(20)

Lagu “Imagine” diciptakan Lennon terkait dengan kebijakkan pemerintah Amerika terhadap perang Vietnam. Perang Vietnam yang disebut dengan Perang Indocina Kedua merupakan sebuah perang yang terjadi antara 1957 dan 1975 di Vietnam. Perang ini merupakan bagian dari Perang Dingin antara dua kubu ideologi besar, yakni Komunis dan Liberal. Dua kubu yang saling berperang adalah Republik Vietnam (Vietnam Selatan) dan Republik Demokratik Vietnam (Vietnam Utara). Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Australia, Selandia Baru dan Filipina bersekutu dengan Vietnam Selatan, sedangkan Uni Soviet dan Tiongkok mendukung Vietnam Utara yang berideologi komunis. Jumlah korban yang meninggal diperkirakan lebih dari 280.000 jiwa di pihak Vietnam Selatan dan lebih dari 1.000.000 jiwa di pihak Vietnam Utara. Sementara, satu dari sepuluh orang prajurit Amerika tewas, dengan total korban jiwa dari pihak Amerika berjumlah 58.148 orang. Prajurit Amerika yang diamputasi dan cacat sebanyak 300 % lebih tinggi dari dari perang dunia ke-2. Total seluruh korban jiwa dari semua pihak mencapai 1,5 juta sampai 3,6 juta orang. Perang ini mengakibatkan eksodus besar-besaran warga Vietnam ke negara lain, terutamanya Amerika Serikat, Australia dan negara-negara Barat lainnya. Perang berakhir pada tahun 1976.17 Latar belakang situasi sosial inilah yang menggerakkan Lennon melalui lagu “Imagine” untuk menentang keras perang dengan alasan apapun.

2) Aspek Institusional

Pada aspek institusional, keterlibatan industri musik dan iklan terkait pemasaran memiliki keterlibatan tersendiri. Meskipun sebagai seorang musisi yang terikat dengan kontrak dan tuntutan pasar, Lennon juga merupakan penggiat aktivis kemanusiaan. Kedua hal tersebut dikombinasikan secara

(21)

cerdas sehingga dapat mengakomodir tujuan yang berbeda, baik sebagai sebuah produk industri dan sebagai media pembawa pesan perdamaian.

Terdapat 2 institusi besar dibalik kesuksesan lagu “Imagine” yaitu,

Billboard Advertisement dan Apple Record. Billboard Advertisement berhasil

mengemas produk Iagu “Imagine” dalam tampilan yang mengandung pesan humanisme sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, dengan penggunaan photo hitam putih Lennon yang sedang memainkan piano berwarna putih. Sementara Apple Records sebagai pemilik label, memutuskan untuk memulai pemasaran di Amerika dan ini merupakan keputusan cerdas, mengingat pesan dalam lagu “Imagine” tertuju pada kebijakkan perang yang dilakukan Amerika terhadap Vietnam, sehingga pesan yang ingin disampaikan lebih mudah ditangkap oleh masyarakat. Kedua institusi tersebut telah berhasil membangun pencitraan terhadap lagu “Imagine” sebagai sebuah produk berkelas, populer dan memiliki pesan humanisme.

3) Aspek Sosial

Aspek sosial akan terkait dengan nilai budaya yang berlaku di masyarakat pada saat sebuah wacana dihasilkan. Lagu merupakan salah satu media yang bijak dan tepat dalam menyampaikan protes sebuah kebijakkan yang akan berdampak pada kehidupan sosial masyarakat.

Begitu juga yang terjadi saat penciptaan lagu “Imagine”. Lagu “Imagine” bertema humanisme merupakan sarana yang digunakan oleh Lennon untuk menyampaikan pesan sosial terkait dengan humanisme dan perdamaian. Perang Vietnam yang terjadi tidak hanya menyebabkan kesengsaraan rakyat Vietnam, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dunia, termasuk membawa korban besar di kalangan prajurit Amerika sendiri.

(22)

Melalui lagunya, “Imagine”, Lennon ingin mengajak masyarakat dunia untuk bersatupadu menciptakan dunia yang damai tanpa adanya perbedaan dengan alasan apapun.

3. Pembahasan Hasil Penelitian

A. Humanisme dalam lirik lagu “Imagine” berdasarkan dimensi tekstual

Beragam aliran humanisme yang masing-masing memiliki karakteristik yang khas terjadi karena perkembangan kajian tentang manusia dan kemanusiaan terkait filsafat dan agama, sehingga menghasilkan berbagai pemikiran pada tataran ontologis dan tataran praktis. Humanisme dalam tataran filsafat dan tataran agama berujung pada kesamaan bahwa manusia hidup untuk mencapai kebahagiaan, salah satunya adalah hidup dalam kedamaian. Persoalan ini merupakan tema besar yang disampaikan Lennon dalam lirik lagu “Imagine”. Berdasarkan dimensi tekstual, aspek kebahasaan dalam lirik lagu “Imagine”, maka dapat dilihat pesan humanisme yang kental. Hal ini dapat kita lihat dari pilihan kata, susunan kalimat, diksi ataupun makna konotatif. Secara jelas Lennon memilih barisan kata yang menggambarkan pesan damai, seperti “ Imagine all the people, Living life in peace”, atau pada kalimat “I hope someday you'll join us, And the world will be as one” terlihat dengan nyata Lennon mengajak seluruh masyarakat untuk menciptakan dunia tanpa adanya perbedaan.

Lennon memiliki pandangan tentang kebahagiaan serupa dengan apa yang dipahami Arthur Scopenhauer (1788-1868) yang melihat bahwa dunia merupakan “kehendak” tanpa batas, sementara pemuasannya terbatas, sehingga jika manusia hanya hidup dalam pemenuhan nafsu, maka sulit menemukan kebahagiaan. Semangat kebersamaan, tanpa perbedaan

(23)

merupakan hal yang diyakini oleh Lennon sebagai salah satu manisfestasi kebahagiaan,

Imagine no possessions, I wonder if you can

No need for greed or hunger, A brotherhood of man Imagine all the people, Sharing all the world

Sebagai seorang humanis, Lennon menganggap bahwa kedamaian dan perdamaian, tanpa perbedaan dengan alasan apapun merupakan bagian dari humanisme. Sehingga nilai humanisme dalam lirik lagu Lennon adalah kebahagiaan merupakan tujuan hidup manusia dan dapat dicapai jika terjalin hubungan baik antar sesama manusia, termasuk kesejahteraan sosial sebagai upaya mencapai kebahagiaan.

B. Humanisme dalam lirik lagu “Imagine” berdasarkan dimensi praktik diskursif

Dalam dimensi praktif diskursif, terdapat 3 hal yang akan dihubungkan dengan humanisme terkait lagu “Imagine”, Pertama adalah dari unsur produsen, dalam hal ini melihat hanya kepada John Lennon sebagai pencipta lagu. Latar belakang yang dimilikinya akan mempengaruhi proses penciptaan lagu tersebut. Lennon adalah musisi, sekaligus aktivis kemanusiaan yang tidak menyetujui tindakan perang terhadap Vietnam. Secara pribadi, Lennon melihat bahwa perbedaan cenderung dijadikan alasan terjadinya perang, termasuk perbedaan agama dan tirani kekuasaan, termasuk tidak simpatinya Lennon terhadap institusi pemerintahan, yang dipengaruhi luka masa remajanya saat ibunya tewas tertabrak polisi mabuk yang bebas dari hukum.

Kedua adalah dari unsur konsumen, dalam hal ini penikmat lagu

“Imagine”. “Imagine” untuk pertama kalinya dipasarkan di Amerika, dan secara disadari bahwa pesan yang ingin disampaikan Lennon adalah terkait

(24)

kebijakkan pemerintah Amerika, sehingga menjadi semakin mudah bagi penikmat lagu “Imagine” untuk memahami pesan dari lagu tersebut, dan tanpa disadari lagu “Imagine” mewakili keinginan masyarakat luas terhadap perdamaian dunia.

Ketiga adalah dari unsur distribusi. Terdapat 2 institusi besar di balik

suksesnya lagu “Imagine”. Billboard Advertisement dan Apple Records. Mereka berhasil membangun pencitraan terkait “Imagine” dan John Lennon. Konsep yang cerdas mereka gunakan untuk memperkuat pesan humanisme yang ingin disampaikan Lennon melalui “Imagine”. Tampilan video klip yang dibuat sederhana, dengan latar belakang hitam putih, dengan penggunaan photo yang hitam putih serta pembuatan film yang seolah menjadi suatu kekuatan untuk menyampaikan pesan dalam lagu tersebut. Hal ini cukup berhasil dan otomatis juga berdampak pada pemasaran lagu tersebut

Humanisme sangat jelas direpresentasikan pada ketiga unsur tersebut diatas, baik yang dilakukan produsen, konsumen atau distribusi. Hal tersebut diatas sesuai dengan apa yang disampaikan Norman Fairclough, terkait dimensi kewacanaan. Penafsiran dilakukan terhadap pemrosesan wacana. Fairclough mengemukakan bahwa analisis kewacanaan berfungsi untuk mengetahui proses produksi, penyebaran, dan penggunaan teks. Dengan demikian, ketiga tahapan tersebut mesti dilakukan dalam menganalisis dimensi kewacanaan.

C. Humanisme dalam lirik lagu “Imagine” berdasarkan dimensi praktik sosial

Situasi sosial pada saat “Imagine” diciptakan memberikan pengaruh besar. Situasi sosial terkait kebijakan Amerika dalam perang Vietnam menjadi alasan terbesar Lennon menciptakan lagu “Imagine”. Lagu “Imagine” seolah menjadi lagu wajib bagi masyarakat luas yang menginginkan perdamaian

(25)

dunia. Lirik lagu “Imagine” sarat akan pesan humanisme yang menjadi representasi dari apa yang terjadi pada saat itu dan berhasil membentuk paradigma sosial masyarakat dunia.

PENUTUP

Lagu merupakan media penyampai pesan yang dapat dilihat dengan menggunakan paradigma analisis wacana kritis, karena lirik lagu sarat akan makna yang mengacu pada tema, isi dan pesan. Pesan yang disampaikan oleh lirik lagu dapat bersifat emansipatoris secara sosial, karena dapat memberikan kontribusi yang cukup besar terkait dengan perubahan sosial masyarakat secara umum, sehingga penggunaan analisis wacana kritis dapat dilakukan untuk melihat sebuah ideologi dan konstruksi sosial budaya yang tercermin dalam lagu tersebut, sehingga kemudian diserap oleh masyarakat.

Melalui analisis wacana kritis dengan menggunakan pendekatan Fairclough terkait tekstual, diskursif dan sosial, lagu “Imagine” karya John Lennon yang merupakan salah satu dari tiga lagu terbaik sepanjang masa sangat mengandung nilai ideologi humanis. Pesan yang ingin disampaikan Lennon dalam lagunya adalah protes terhadap kebijakan Amerika melakukan perang di Vietnam, melalui lagu itupun Lennon berusaha mengajak seluruh umat manusia untuk menciptakan perdamaian dunia.

Dalam aspek humanisme, lirik lagu “Imagine” tersirat dalam pesan yang disampaikan, termasuk dalam praktik diskursif, dimana ketiga aspek didalamnya saling terikat dalam konteks humanisme, termasuk juga dalam praktik sosial, yang dikuatkan melalui paradigma yang tercipta dalam masyarakat akan nilai humanisme dihubungkan dengan perdamaian dunia.

(26)

Daftar Pustaka

Fairclough, Norman. Analysing Discourse: Textual Analysis for Social

Research (New York: Routledge, 2003).

http://kolomsosiologi.blogspot.co.id/2011/06/john-lennon-imagine-pemberontak-lagu.html http://hiburan.kompasiana.com/musik/2010/12/02/imagine-john-lennon/ http://kolomsosiologi.blogspot.co.id/2011/06/john-lennon-imagine-pemberontak-lagu.html https://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Vietnam

Lamont, Corlis The Philosophy of Humanism, 8th Edition, (New York: Humanist Press, 1997).

Mibtadin, Humanisme dalam Pemikiran Abdurrahman Wahid, (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2010)

Schiffrin, Deborah. Approaches to Discourse (Oxford: Blackwell, 1994).

Siddiq, Mohammad. Humanisme Dalam Lirik Lagu Iwan Fals (Jakarta, Universitas Negeri Jakarta, 2010).

https://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Vietnam

Referensi

Dokumen terkait

Pembatasan masalah dalam penelitian ini berupa aspek internal wacana yang meliputi analisis kohesi gramatikal dan leksikal serta aspek eksternal yang meliputi perjalanan

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa, skripsi berjudul Wacana Bahasa Jawa dalam Sepuluh lirik Lagu Campursari karya Didi Kempot (Suatu Tinjauan Kohesi dan

Lirik lagu Ahmad Dhani dianalisis berdasarkan pada tiga dimensi yaitu dimensi tekstual yang meliputi aspek linguistik dan intertekstualitas teks, dimensi praktik

Kata hidup ditemukan dalam kutipan lirik hidup telah hilang. Ketika mengetahui konteks dalam lagu “Sudah Tak Ada Lagi Pulang”, dapat dipahami bahwa kata hidup di

Dalam lagu dangdut ini dimana peneliti akan mengupas, memaknai, nilai-nilai, atau segala sesuatu yang tersimpan dalam sebuah lagu tersebut.Yang diwacanakan dalam

Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui lebih dalam mengenai bentuk wacana yang ada dalam lirik lagu “Ojo Mudik” ciptaan Didi Kempot dengan

Untuk melihat wacana komunisme yang hadir dalam lirik soundtrack film Surat Dari Praha dan Guru Bangsa: Tjokroaminoto , maka peneliti melakukan narasi terhadap kesepuluh lagu

Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui lebih dalam mengenai bentuk wacana yang ada dalam lirik lagu “Ojo Mudik” ciptaan Didi Kempot dengan menggunakan pendekatan