PEMERIKSAAN HEMATOLOGY
( SECARA OTOMATIS )
SOP
No. Dokumen
:SOP/UKP-LAB/054-03O/VII/2016 No. Revisi
:0/0
TanggalTerbit
:18 Juli 2016
Halaman
:1/1
UPTD PUSKESMAS DTP PONED KLARI dr. DINI NURDIANTI P. M. Epid
NIP. 197309032005012006.
1. Pengertian Hematology analyzer adalah alat untuk mengukur sampel darah ( Hb, Lekosit, Trombosit, Erytrosit, Hematokrit ) secara otomatis
2. Tujuan Untuk mengetahui kadar hemogoblin, lekosit, trombosit, erytrosit, hematakrit dalam sampel darah secara otomatis
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No. 054/KAPUS-KLARI/VII/2016 Tentang jenis-jenis pemeriksaan laboratorium
4. Referensi
1. Buku Panduan Laboratorium Klinik Ganda Subrata 2. Buku panduan kerja alat hematology analyzer medonic
5. Alat dan bahan 1. Alat :
a. Alat Hematology analyzer medonic b. Tabung EDTA
2. Bahan : Darah EDTA
6. Langkah - langkah 1. Persiapkan pasien untuk diambil darah nya, 2. Masukan darah kedalam tabung EDTA,
3. Campur darah dan EDTA dengan mebolak – balikan tabung sebanyak 3 x,
4. Masukan darah kedalam alat hematology analyzer, 5. Tunggu hasil nya keluar dari alat,
6. Print atau catat hasil Hb, erytosit,lekosit, trombosit, hematokrit, 7. Catat dalam buku register laboratorium,
PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN
SOP
No. Dokumen
:SOP/UKP-LAB/054-03A/VII/2016 No. Revisi
:0/0
TanggalTerbit
:18 Juli 2016
Halaman
:1/1
UPTD PUSKESMAS DTP PONED KLARI dr. DINI NURDIANTI P. M. Epid
NIP. 197309032005012006.
7. Pengertian Proses pemeriksaan hemoglobin
8. Tujuan Untuk mengetahui kadar hemoglobin dalam darah guna penegakan diagnosa suatu
penyakit
9. Kebijakan Kebijakan Kepala Puskesmas No.SK 054/KAPUS-KLARI/VII/2016 Tentang
jenis-jenis pemeriksaan laboratorium
10. Referensi 3. Permenkes No. 37 tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan Masyarakat
4. Pedoman Praktik Laboratorium Kesehatan Yang Benar ( Good Laboratory Praktik
5. Buku Panduan Laboratorium Klinik Ganda Subrata
11. Alat dan bahan 3. Alat :
c. Alat Hb Merk Mision d. Mikropipet 10 ul e. Stik Hb
4. Bahan :
Darah EDTA atau darah kapiler
12. Langkah - langkah 8. Persiapkan pasien untuk diambil darah nya
9. Masukan stik Hb kedalam alat otomatis akan hidup
10. Layar akan menampilkan kode strip sampai muncul gambar tetetsan darah
11. Pipet darah 10 ul dengan mikropipet
12. Teteskan darah pada zona reaksi pada tes strip
13. Tunggu hinggga hasil layar menampilkan hasil pemeriksaan hemoglobin
14. Catat dalam buku register laboratorium
1/1
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
SOP
No. Dokumen :8.1.2..2 No. Revisi:
TanggalTerbit:18 Juli 2016
Halaman:1/1
UPTD PUSKESMAS DTP PONED KLARI Kecamatan Klari
Jalan Raya Kosambi No. 20 41371,KlariKabupatenKarawangJawa Barat
Indonesia
dr. DINI NURDIANTI P. M. Epid NIP. 197309032005012006.
13. Pengertian Pemeriksaan laboratorium adalah suatu kegiatan yang dilakukan di sarana
pelayanan dalam rangka untuk mengetahui keadaan tubuh seorang secara lebih spesifik biasa nya dilakukan untuk penegakan diagnosa
14. Tujuan 1. Untuk menegakan diagnosa suatu penyakit
15. Kebijakan Pelaksanaan pemeriksaan laboratorium sesuai yang tertuang dalam SOP
16. Referensi 6. Permenkes No. 37 tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan Masyarkat
7. Pedoman Praktik Laboratorium Kesehatan Yang Benar ( Good Laboratory Praktik
17. Prosedur 5. Menerima rujukan dari BP umum, Poli gigi, KIA, MTBS dari dokter luar dan
permintaan sendiri
6. Melayani pasien sesuai jenis pemeriksaan laboratorium
7. Mencatat data pasien yang diperlukan di buku regriter laboratorium
8. Mempersiapkan bahan dan alat yang akan digunakan untuk pemeriksaan sesuai dengan pemeriksaan yang diperlukan atau diminta
9. Mempersilakan pasien duduk
10. Menjelaskan dan memberitahu kepada pasien tentang sampel yang akan diambil dan diperiksa
11. Mengambil sampel dan melakukan pemeriksaan sesuai dengan permintaan 12. Mempersiapkan pasien untuk menunggu hasil lab diluar ruangan
13. Mencatat hasil di buku register, di blangko hasil pemeriksaan laboratorium 14. Menyerahkan hasil kepada pasien untuk dibawa kembali hasil ke dokter
pemeriksa
PENERAPAN MANEJEMEN RESIKO
LABORATORIUM
SOP
No. Dokumen :8.1.8.5 No. Revisi:
TanggalTerbit:18 Juli 2016
Halaman:1/1
UPTD PUSKESMAS DTP PONED KLARI Kecamatan Klari
Jalan Raya Kosambi No. 20 41371,KlariKabupatenKarawangJawa Barat
Indonesia
dr. DINI NURDIANTI P. M. Epid NIP. 197309032005012006.
19. Pengertian Penerapan mengenai tata cara penanganan resiko kerja yang bisa terjadi di laboratorium
20. Tujuan Berguna untuk keamanan kerja dilaboratorium dan mengetahui cara mengatasi
bahaya kerja dilaboraorium
21. Kebijakan Pelaksanaan penerapan manejemen resiko laboratorium sesuai yang tertuang dalam
SOP
22. Referensi 8. Permenkes No. 37 tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan Masyarkat
9. Pedoman Praktik Laboratorium Kesehatan Yang Benar ( Good Laboratory Praktik )
23. Prosedur 15. Menggunakan jarum semprit dengan sistem pengunci untuk mencegah tusukan
dari terlepas nya jarum semprit 16. Menggunakan alat suntik sekali pakai
17. Mematikan centrifuge dan jangan dibuka selama 30 menit jika diduga ada tabung yang pecah saat centrifuge
18. Menggunakan handscoon untuk mengambil pecahan tabung untuk mencegah penularan spesimen yang infeksius
19. Menggunakan pipet otomatis dan tidak menggunakan pimipetan mulut karena dapat menyebabkan tertular nya organisme patogen
20. Menggunakan alat masker guna melindungi terhirup nya partikel mikroorganismes patogen
21. Menggunakan jas laboratorium yang telah berstandar
22. Melakukan desinfeksi meja pemeriksaan sebelum dan sesudah pemeriksaan
ORIENTASI PROSEDUR DAN
PRAKTIK KESELAMATAN/
KEAMANAN KERJA
SOP
No. Dokumen :8.1.8.6 No. Revisi:
TanggalTerbit:18 Juli 2016
Halaman:1/1
UPTD PUSKESMAS DTP PONED KLARI Kecamatan Klari
Jalan Raya Kosambi No. 20 41371,KlariKabupatenKarawangJawa Barat
Indonesia
dr. DINI NURDIANTI P. M. Epid NIP. 197309032005012006.
Pengertian Kecelakaankerjaseringterjadi di laboratoriumuntukmencegahtimbulnyabahaya
yanglebihluasmakadibutuhkanorientasidanpraktikkeamanankerja
Tujuan Untukpenanganantimbulnyakecelakaan di laboratorium,
menjaminkeselamatandankesehatankerja di laboratorium.
Kebijakan Pelaksanaanorientasiprosedurdanpraktikkeselamatan/keamanankerjadilakukansesua
idengan yang tertuangdalamSOP
Referensi Permenkes No. 37 tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat
PERMINTAAN
PEMERIKSAAN,
PENERIMAAN
SPESIMEN,
PENGAMBILAN
DAN
PENYIMPANAN SPESIMEN
Prosedur 23. Membentuk Tim pelaksana K3 di laboratoriumolehKepalaPuskesmas
24. Membuarencanaorientasiprosedur/praktekkeselamatankerjaolehTim K3 laboratorim setiap 1 bulan sekali
25. Melaporkankepadakepalapuskesmaspelaksanaanpelatihan K3 laboratorium 1 bulan sekali
26. MemberikanorientasiprosedurkeselamatankepadapetugaslaboratoriumolehTim K3 laboratorium setiap 6 bulan sekali
27. MemberikanorientasipraktekkeselamatankerjakepadapetugaslaboratoriumolehT im K3 laboratorim 6 bulan sekali
28. MembuatlaporanbuktipelaksanaanorientasiolehTim K3 laboratorim 6 bulan sekali
29. Melaporkankepadakepalapuskesmashasilpelaksanaanorientasipelatihanprosedur danpraktekkeselamatankerjaolehTim K3 laboratorim pada saat staaf meting 30. Memantaupelaksanaankaselamatandankesehatankerja di laboratoriumolehTim
K3 laboratorium 1 bulan sekali
31. Melakukanevaluasisecaraberkalapelaksanaankeselamatandankesehatankerja di laboratsecaraberkalamelaluidaftartilikolehTim K3 laboratorium
32. Menyusunjadwalkegiatanorientasisecaraberkalaoleh Tim K3 laboratorium
SOP
No. Dokumen :8.1.2.1
No. Revisi
:
TanggalTerbit
: 20 Maret 2016
Halaman
:1/3
UPTD PUSKESMAS DTP PONED KLARI Kecamatan Klari
Jalan Raya Kosambi No. 20 41371,KlariKabupatenKarawangJawa Barat Indonesia
Ditetapkan Oleh Kepala Puskesmas Klari
dr. DINI NURDIANTI P. M. Epid NIP. 197309032005012006.
Pengertian Prosedur permintaan pemeriksaan laboratorium klinik adalah suatu cara
menyiapkan pasien yang akan dilakukan pemeriksaan laboratorium dan menyiapkan serta melengkapi formulir pemeriksaan laboratorium.
Penerimaan spesimen, pengambilan dan penyimpanan spesimen adalah Perlakuan terhadap spesimen yang akan dilakukan pemeriksaan dengan cara yang benar untuk menunjang analisis sehingga pemeriksaan teliti.
Tujuan Untuk mempermudah berjalan nya proses pemeriksaan laboratorium terhadap
pasien.
Spesimen memenuhi syarat untuk dianalisis dan menghindari tertukar nya sampel satu dengan yang lain.
Kebijakan Kebijakan kepala Puskemas No. 820 / / IX / PUSK / 2016
Referensi 1.Permenkes No. 37 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat
Kesehatan Masyarakat.
Langkah- langkah PERMINTAAN PEMERIKSAAN PELAYANAN LABORATORIUM
1. Pasien datang ke Puskesmas, keluarga mendaftar di bagian pendaftaran ( Loket ) sesuai dengan kebutuhan / unit pelayanan yang dituju.
2. Dokter / paramedis melakukan pemeriksaan kepada pasien, apabila memerlukan pemeriksaan laboratorium dokter / paramedis menjelaskan kepada pasien bahwa diperlukan pemeriksaan laoratorium.
3. Bila pasien setuju dilakukan pemeriksaan laboratorium, dokter / paramedis membuat surat pengantar / formulir pemeriksaan untuk pasien yang memerlukan pemeriksaan laboratorium.
4. Pasien membawa surat pengantar ke bagian laboratorium.
5. Petugas laboratorium mempersilakan pasien duduk dan menjelaskan pemeriksaan laoratorium apa saja yang yang dilakukan.
6. Untuk pasien yang dirawat inap keluarga pasien membawa surat pengantar ke laboratorium., petugas laboratorium ke ruang perawatan untuk mengambil darah pasien, hasil akan diserahkan langsung petugas laboratorium ke dokter jaga atau perawat jaga di perawatan.
7. Apabila pasien sudah mengerti dan setuju pasien diambil darah. 8. Pasien di persilahkan menunggu hasil diluar ruangan.
9. Pasien dipersilahakan mengambil hasil dan menyerahkan kembali hasil ke dokter / peramedis.
PENERIMAAN SPESIMEN
1. Setelah dilakukan pengambilan spesimen oleh petugas laboratorium 2. Petugas laboartorium Melakukan pemeriksaan terhadap spesimen tersebut.
PENGAMBILAN SPESIMEN
A. Pengambilan Darah Vena
1. Petugas laboratorium meminta pasien duduk atau berbaring dengan lengan pasien harus lurus, jangan membengkokan siku, memilih lengan yang banyak melakukan aktivitas.
2. Petugas laboratorium meminta pasien untuk mengepalkan tangan. 3. Petugas laboratorium memasang torniquet kurang lebih 10 cm diatas
lipatan siku.
4. Petugas laboratorim memilih bagian mediana cubiti.
5. Petugas laboratorium membersihkan kulit bagian yang akan diambil darah nya dengan kapas alkohol 70 % dan membiarkan kering.
6. Petugas laboratorium tidak memegang kulit yang sudah dibersihkan. 7. Petugas laboratorium menusuk bagian vena tadi dengan lubang jarum
menghadap keatas dengan sudut kemiringan 15 derajat.
8. Petugas laboratorium melepas torniquet dan meminta pasien melepas kepalan tangan.
9. Petugas laboratorium melepas torniquet dan meminta pasien melepas kepalan tangan.
10. Petugas laboratorium menarik spuit dengan meletakan kapas kering pada bekas tusukan, setelah darah berhenti peugas laboratorium meplester bekas tusukan.
11. Petugas laboratorium mencampur EDTA yang berisi arah dengan cara membolak – balikan sebanyak 5 kali.
A. Pengambilan Darah Kapiler
1. dan membiarkan sampai kering.
2. Petugas laboratorium memegang bagian yang akan ditusuk supaya bergerak. Petugas laboratorium membersihkan bagian yang akan ditusuk dengan kapas alkohol.
3. Darah yang keluar pertama dihapus dengan kapas kering. 4. Darah yang keluar selanjut nya ntuk pemeriksaan.
B. Pengambilan sampel Urine, Faeces dan Sputum
1. Petugas laboratorium memberi label tampat untuk menampung sampel. 2. Petugas laboratorium memberi penjelasan pada pasien.
3. Sampel Urine : Petugas laboratorium memberikan penjelasan kepada pasien untuk mengambil urin yang pancar tengah ( urin keluar pertama dibuang yang tengah – tengah ditampung dan yang terakhir dibuang ).
4. Sampel Faeces : Petugas laboratorium memberi penjelasan kepada pasien untuk buang air kecil dahulu karena faeces tidak boleh tercampur dengan urine.
Petugas laboratorium mengintruksikan kepada pasien untuk buang air besar langsung kedalam pot faeces ( Kira- kira 2,5 gr ), segera menutup pot dengan rapat.
5. Sampel Sputum : Petugas Laboratorium mengintrusikan kepada pasien untuk berkumur – kumur lebih dahulu, tarik nafas 2 – 3 kali, tahan beberapa detik, kemudian batukan kuat – kuat, masukan ke pot dahak sputum yang baik adalah yang kental jumlah nya cukup 2 – 3 ml, tutup wadah sputum.
PENYIMPANAN SPESIMEN
1. Petugas Laboratorium menyimpan spesimen jika pemeriksaan ditunda atau dikirim ke laboratorium lain.
2. Petugas laboratorium memperhatikan jenis pemeriksaan yang akan diperiksa.
3. Petugas laboratorium menyiapkan wadah untuk pnyimpanan spesimen. 4. Petugas laboratorium menyimpan spesimen yang menggunakan
spesimen plasma atau serum, maka plasma atau serum dipisahkan terlebih dahulu baru disimpan.
5. Petugas laboratorium memberi bahan pengawet pada spesimen yang diperlukan misal nya urine atau faeces.
6. Petugas laboratorium memberi label spesimen nama dan tanggal penyimpanan.
7. Petugas menyimpan spesimen untuk pemeriksaan klinik 1 minggu dalam refrigenerator.
8. Petugas laboratorium menyimpan spesimen untuk pemeriksaan imunologi 1 minggu dalam refrigenerator
9. Petugas laboratorium menyimpan spesimen untuk pemeriksaan hematologi 2 pada suhu kamar.
10. Petugas laboratorium menyimpan fomulir permintaan laboratorium laboratorium ditempat tersendiri.
PERMINTAAN PEMERIKSAAN
SOP
No. Dokumen :8.1.2.1 No. Revisi:
TanggalTerbit: 20 Maret 2016
Halaman:1/1
UPTD PUSKESMAS DTP PONED KLARI Kecamatan Klari
Jalan Raya Kosambi No. 20 41371,KlariKabupatenKarawangJawa Barat Indonesia
Ditetapkan Oleh Kepala Puskesmas Klari
dr. DINI NURDIANTI P. M. Epid NIP. 197309032005012006.
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
SOP
No. Dokumen :8.1.2.2 No. Revisi:
TanggalTerbit: 20 Maret 2016
Halaman:1/1
UPTD PUSKESMAS DTP PONED KLARI Kecamatan Klari
Jalan Raya Kosambi No. 20 41371,KlariKabupatenKarawangJawa Barat Indonesia
Ditetapkan Oleh Kepala Puskesmas Klari
dr. DINI NURDIANTI P. M. Epid NIP. 197309032005012006.
Pengertian Prosedur permintaan pemeriksaan laboratorium klinik dari BP, UGD dan poned
adalah suatu tata cara menyiapkan pasien BP, UGD dan Poned yang akan dilakukan pemeriksaan laboratorium dan menyiapkan serta melengkapi formulir pemeriksaan laboratorium
Tujuan Untuk mempermudah berjalan nya proses pemeriksaan laboratorium terhadap
pasien
Kebijakan Kepala PKM Klari
Referensi -
Prosedur 1. Dokter atau perawat jaga mengisi formulir permintaan pemeriksaan
laboratorium
2. Dokter atau perawat mengisi dan menandatangani formulir tersebut
3. Dokter atau perawat menyuruh keluarga pasien untuk memberikan formulir ke bagian laboratorium
Unit Terkait Laboratorium
Pengertian Pemeriksaan laboratorium adalah untuk menentukan dan menegakan diagnosa
penyakit
Tujuan Pemeriksaan laboratorium untuk menegakan diagnosa penyakit
Prosedur
1. PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN METODE CYANMETH
1. Siapkan bahan dan alat yang akan dipakai
2. Masukan reagen cyanmeth 5 ml pada tabung reaksi
3. Tambah 20 ul darah edta atau darah kapiler dengan menggunakan mikropipet
4. Campur sampai homogen
5. Diamkan selama 2 menit baca pada alat hemoglobinometer 6. Catat hasil pemeriksaan Hb
7. Nilai normal Laki- laki 14 – 16 gr% perempuan 12 – 14 gr%
2.PEMERIKSAAN LEKOSIT CARA TABUNG
1. Siapkan bahan dan alat yang akan dipakai
2. Masukan 190 ul reagen turk kedalam tabung reaksi 3. Tambah 10 ul darah edta menggunakan mikropipet 4. Campur sampai homogen
5. Diamkan selama 15 menit hitung pada bilik hitung pada 4 kotak besar Dengan menggunakan mikroskop lensa obyektif 10x
6. Hasil yang didapat dikalikan 1000 7. Nilai Normal 4000 – 10.000 / mm3
3.PEMERIKSAAN TROMBOSIT CARA TABUNG
1. Siapkan bahan dan alat yang akan dipakai
2. Masukan 1 ml regen amonium oxalat kedalam tabung reaksi
3. Tambahkam 10 ul darah edta atau darah kapiler dengan menggunakan mikropipet
4. Campur sampai homogen 5. Diamkan selama 15 menit
6. Isi kedalam kamar hitung diamkan 5 – 10 menit
7. Hitung jumlah trombosit pada bilik hitung pada 25 kotak kecil dengan menggunakan mikroskop memakai lensa obyektif 40x
8. Hasil yang didapat dikalikan 1000 9. Nilai normal 150.000 – 450.000 / mm3
4. PEMERIKSAAN HEMATOKRIT
1. Masukan darah edta atau darah kapiler pada alat hb meter 2. Catat hasil pemeriksaan hematokrit pada layar hb meter 3. Nilai Normal : laki – Laki : 40 – 48%
Perempuan : 37 – 43 %
5.PEMERIKSAAN LED METODE : WESTERGREN
1. Siapkan alat dan bahan
2. Masukan 250 ul NACL 0,85% dalam tabung reaksi 3. Tambah dengan 1 ml darah edta
4. Campur sampai homogen
5. Pipet dengan pipet LED sampai tanda O 6. Berdirikan pipet tegak lurus
7. Baca hasil LED setelah 1 jam
7.PEMERIKSAAN WIDAL KUALITATIF METODE AGLUTINASI
1. Siapkan alat dan bahan
2. Pipet serum sebanyak 20 ul letakan pada slide test ( Sebanyak 8 buah ) 3. Teteskan 8 antigen sebanyak 1 tetes pada masing masing well
4. Kemudian goyangkan slide pada rotator selama 2 menit 100 rpm 5. Amati hasil nya
Positif ( + ) : Aglutinasi
Negatif ( - ) : Tidak ada aglutinasi
8.PEMERIKSAAN GULA DARAH
METODE STIK DENGAN ALAT GLUKOMETER
1. Siapkan bahan dan alat
2. Pasang alat stik gula darah pada alat
3. Ambil darah pasien dengan menggunakan lancet 4. Hapus tetesan darah pertama
5. Letakan stik gula darah pada jari pasien
6. Tunggu alat glukometer berbunyi dan hasil sudah bisa dibaca 7. Nilai Normal :
Gula darah sewaktu : < 180 mg/dl Gula darah puasa : 70 – 110 mg/dl Gula darah 2 jam pp : 70 – 140 mg/dl
9.PEMERIKSAAN ASAM URAT
METODE STIK
1. Siapkan bahan dan alat
2. Pasang alat stik asam urat darah pada alat 3. Ambil darah pasien dengan menggunakan lancet 4. Hapus tetesan darah pertama
5. Letakan stik asam urat pada jari pasien
6. Tunggu alat berbunyi dan hasil sudah bisa dibaca 7. Nilai Normal :
Laki – laki : 2,5 mg /dl -7,2 mg/dl Perempuan : 2,5 mg/dl – 6,5 mg/dl
10.PEMERIKSAAN CHOLESTEROL TOTAL
METODE STIK
1. Siapkan bahan dan alat
2. Pasang alat stik cholesterol darah pada alat 3. Ambil darah pasien dengan menggunakan lancet 4. Hapus tetesan darah pertama
5. Letakan stik cholesterol pada jari pasien
6. Tunggu alat berbunyi dan hasil sudah bisa dibaca 7. Nilai Normal : < 200 mg / dl
11.PEMERIKSAAN PROTEIN URIN DAN REDUKSI URIN
METODE : CARIK CELUP
1. Siapkan bahan dan alat
2. Celupkan stik urine pada urine pasien
12.PEMERIKSAAN URINE RUTIN
1. Siapkan bahan dan alat
2. Celupkan Stik urine pada urine pasien
3. Bandingkan warna stik urine dengan standar dalam waktu kurang dari 2 menit
4. Masukan urine kedalam tabung reaksi 2/3 bagian centrifuge 2000 rpm selama 5 menit
5. Buang supernatan ambil campur sedimen urine dengan clinipet 6. Letakan pada obyek glass tutup dengan deck glass
7. Lihat sediment urine dengan mikroskop lensa obyektif 10x kemudian 40x 8. Laporakan hasil sedimen urine erytrosit, Lekosit, epitel, kristal,
bakteri,silinder
13.PEMERIKSAAN GRAVINDEK / TES KEHAMILAN METODE : RAPID TEST
1. Siapkan bahan dan alat
2. Celupkan stik teskehamilan pada urine pasien selama 30 detik 3. Angkat baca hasil tes setelah 5 - 10 menit
4. Positif : Garis merah dua Negatif : Garis merah satu
14.PEMERIKSAAN BTA METODE ZIEL NELSEN
1. Buat sedian pada obyek glas ukuran 2 x 3
2. Setelah kering fiksasi diatas nyala api sebanyak 3x
3. Tuangi dengan ZN A panaskan dengan api spirtus sampai keluar uap diamkan selama 5 menit
4. Cuci dengan air mengalir
5. Tuangi dengan ZN B sampai warna merah luntur 6. Cuci dengan air mengalir
7. Tuangi dengan ZN C selama 10 – 20 detik 8. Cuci dengan air
9. Keringkan diudara
10. Baca dengan menggunakan mikroskop lensa obyektif 100x dengan meteskan minyak imersi pada sedian.
11. Baca hasil dengan skala IUATLD Negatif : Tidak ditemukan BTA / 100 LP
Scanty : Ditemukan 1 – 9 BTA / 100 LP ( ditulis jumlah kuman yang Ditemukan )
1+ : Ditemukan 1 – 99 BTA / 100 LP 2+ : Ditemukan 1 – 10 BTA / 1 LP 3+ : Ditemukan > 10 BTA
15. PEMERIKSAAN HIV
METODE : RAPID TEST
1. Stik ditulis nomor sampel
2. Pipet sebanyak 10 ul darah menggunakan mikropipet, letakan dalam sumuran pada alat tes
Unit terkait
PEMERIKSAAN HIV METODE : RAPID TEST
7. Stik ditulis nomor sampel
8. Pipet sebanyak 10 ul darah menggunakan mikropipet, letakan dalam sumuran pada alat tes
9. Tambahkan buffer sebanyak 3 tetes 10. Tunggu hasil nya selama 20 menit
11. Jika hasil positif lanjutkan ke test selanjut nya 12. Positif : Garis merah dua
Negatif : Garis merah satu