Tradisi Pemakaman Rambu Solo Di Tana Toraja Dalam Novel Puya Ke Puya Karya Faisal Oddang (Kajian Interpretatif Simbolik Clifford Geertz)
Teks penuh
Dokumen terkait
Penelitian terdahulu Pa’Katia pada upacara Rambu Solo’ masyarakat Toraja oleh Gracesica Datu Mangontan, 2013, meneliti tentang bentuk penyajian tari Pa’Katia yang
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab IV tentang representasi kebudayaan masyarakat Bali dalam novel Magening karya Wayan Jengki
Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui makna pesan Tari ma’randing dalam upacara adat Rambu Solo’ di tana Toraja, (2) untuk mengetahui pesan yang terkandung
Berdasarkan teknik tersebut, tahap-tahap yang dilakukan sebagai berikut: (1) data yang menunjukkan kepercayaan Jawa dan makna simbolik budaya Jawa pada novel Wuni karya
Berdasarkan teknik tersebut, tahap-tahap yang dilakukan sebagai berikut: (1) data yang menunjukkan kepercayaan Jawa dan makna simbolik budaya Jawa pada novel Wuni karya
Secara harafiah bahwa budaya rambu solo’ di Tana Toraja banyak menyinggung tentang stratifikasi sosial atau lapisan masyarakat seperti di jelaskan di atas bahwa pelaksanaan
Karya dalam bentuk buku foto dengan judul “ Rambu Solo’: Ritual Kematian Toraja ” ini berangkat dari kebudayaan adat dan istiadat yang telah turun temurun oleh masyarakat
Rambu solo adalah suatu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat suku Toraja untuk mengadakan upacara terakhir bagi orang yang telah meninggal.. Jenis penelitian ini yaitu