2. LANDASAN TEORI DAN IDENTIFIKASI DATA
2.1. Studi Literatur 2.1.1. Promosi
Menurut William J.Stanton (1991), promosi adalah unsur dalam bauran pemasaran perusahaan yang didayagunakan untuk memberitahukan, membujuk, dan mengingatkan tentang produk perusahaan. Bauran promosi adalah kombinasi dari penjualan tatap muka, periklanan, promosi penjualan, publisitas, dan hubungan masyarakat yang membantu pencapaian tujuan perusahaan (dikutip dalam Sunyoto 152).
Salah satu jenis promosi yaitu publisitas adalah semacam periklanan yang dilakukan dengan sejumlah komunikasi untuk merangsang permintaan. Publisitas tidak dibayar oleh sponsor.
Menurut Rambat dan Hamdani, bauran promosi meliputi : (a) periklanan, (b)
penjualan perseorangan, (c) promosi penjualan, (d) hubungan masyarakat, (e)
informasi dari mulut ke mulut, (f) pemasaran langsung. a. Periklanan (advertising)
Periklanan merupakan salah satu bentuk dari komunikasi impersonal yang digunakan oleh perusahaan barang atau jasa. Adapun tujuan periklanan di antaranya :
- Iklan yang bersifat memberikan informasi (informative advertising) - Iklan membujuk (persuasive advertising)
- Iklan pengingat (reminder advertising) - Iklan pemantapan
b. Penjualan perseorangan (personal selling)
Sifat penjualan perseorangan dapat dikatakan lebih fleksibel karena tenaga penjualan dapat secara langsung menyesuaikan penawaran penjualan dengan kebutuhan dan perilaku masing-masing calon pembeli.
c. Promosi penjualan (sales promotion)
Promosi penjualan adalah semua kegiatan yang dimaksudkan untuk meningkatkan produk dari produsen sampai pada penjualan akhirnya, misalnya dengan spanduk, brosur. Promosi penjualan dapat diberikan kepada konsumen, perantara, maupun tenaga penjualan.
d. Hubungan masyarakat (public relation)
Hubungan masyarakat adalah merupakan kiat pemasaran penting lainnya di mana perusahaan tidak harus berhubungan dengan pelanggan, pemasok, dan penyalur, tetapi juga harus berhubungan dengan kumpulan kepentingan publik yang lebih besar.
e. Informasi dari mulut ke mulut (word of mouth)
Pelanggan akan berbicara kepada pelanggan lain atau masyarakat lainnya tentang pengalamannya menggunakan produk yang dibelinya. Jadi iklan ini bersifat referensi dari orang lain, dan referensi ini dilakukan dari mulut ke mulut. Jika dilihat secara fisik kegiatan iklan ini sederhana, namun merupakan jurus jitu untuk menjual produk.
f. Pemasaran langsung (direct marketing)
Pemasaran langsung adalah merupakan unsur terakhir dalam bauran komunikasi dan promosi. Pemasaran langsung ada enam macam, yaitu direct mail, mail order, direct response, direct selling, telemarketing, dan digital marketing (dalam Sunyoto 158-60).
2.1.2. Band Indie
Musik indie adalah salah satu ragam musik yang saat ini sedang diminati banyak anak muda di kota-kota besar salah satunya di Surabaya. Jenis musik yang hadir di Indonesia pertama kali tahun 70-an ini lebih mengutamakan idealisme. Mementingkan kepuasan batin dalam bermusik, memilih menikmati aliran bermusik yang benar-benar memang digemari dan bukan karena tuntutan pasar, sehingga keuntungan atau kepuasan materi menjadi prioritas kedua bagi band tersebut. Di
kualitas musik mainstream lebih baik daripada indie, akan tetapi dari segi promosi dan sponsor.
Band indie sesuai asal katanya independent yang berarti merdeka, berdiri sendiri, berjiwa bebas, dan tidak bergantung, sehingga jika diambil pengertian secara bebas, bisa ditafsirkan karya-karya mereka berada di luar mainstreem atau berbeda dengan corak lagu yang sedang laris di pasaran. Mereka bebas melahirkan karya yang sangat berbeda dari yang ada di pasar, atau dalam kata lain tidak komersial dan umumnya memiliki pangsa pasar tersendiri terhadap jenis lagu yang mereka sodorkan, mereka merekam dan memasarkan sendiri lagu-lagu mereka. dan dalam penggarapan album, mereka tidak melibatkan major label atau perusahaan rekaman yang telah memiliki nama. Perkembangan terakhir, banyak band yang melahirkan album indie yang ternyata memiliki pangsa pasar luas. Pemasaran mereka pada umumnya melalui antarkawan atau melalui jaringan antar sekolah yang telah terbangun.
2.2. Identifikasi Data 2.2.1. Data Grup Band 2.2.1.1 Profil Band
Obrolan yang berawal dari sebuah aplikasi messenger di smartphone berujung dengan pertemuan dan permainan gitar di sore hari. Tepatnya pertengahan bulan Oktober 2011 alunan sore hari pada saat itu berubah menjadi ide untuk membentuk
sebuah band yaitu Senandung Sore dengan genre pop folks acoustic. Genre pop folks
acoustic adalah kombinasi dari elemen musik pop dan folks diiringi gitar akustik. Personil band terdiri dari kalangan mahasiswa yakni Brilyan Prathama Putra (guitar), Wanda Setia (guitar) dan Nurina Wulan (vocal). Senandung Sore mengalami pergantian personil, Brilyan Prathama Putra (guitar) digantikan oleh Zuhdi Isnaeni disertai bergabungnya tiga personil baru yaitu Suci Damarjati (glockenspiel,backing vocal), Vino (cajun), dan Adi Juniawan (bass).
2.2.1.2 Pengelola
Senandung Sore dikelola oleh Brilyan Prathama Putra eks personil selaku manager Senandung Sore saat ini.
2.2.1.3 Musik yang Ditawarkan
Musik dengan genre pop folks acoustic dengan lirik-lirik yang menyuarakan tentang alam. Menyajikan musik yang santai, manis, dan easy listening untuk para pendengarnya. Genre pop folks acoustic adalah kombinasi dari elemen musik pop dan folks diiringi gitar akustik.
2.2.1.4 Potensi Band
Senandung Sore pernah mengikuti beberapa event di kota Surabaya. Berikut
ini adalah jadwal event-event yang pernah diikuti oleh Senandung Sore mulai tahun
2011-2014 :
- Juli 2012 di T@Tor Cafe Purimas Rungkut live performance.
- Juli 2012 NGAPS! Ngabuburit Paling Seru di Noin Brand Distro live performance.
- September 2012 di Rodo Coffee Shop live performance.
- November 2012 Sunday Market Surabaya Vol.01 live performance. - Desember 2012 Sundaze Charity di Aiola Eatery live performance. - Januari 2012 PitfallOtters Launching di Stikom live performance. - Mei 2013 di Stikom live performance.
- Juli 2013 Action Sunday #3 Mikro Mart live performance. - Agustus 2013 Commersale di Unair live performance. - November 2013 DKV UPN Jatim live performance. 2.2.1.5 Lokasi
Jl. Perum. IKIP B-70 Rungkut Surabaya (basecamp)
Email : [email protected]
Tumblr : senandungsoremusik.tumblr.com 2.2.2. Data Produk
2.2.2.1 Lirik dan Lagu
Senandung Sore dengan mengusung genre pop folks acoustic telah
menciptakan empat buah lagu dengan lirik positif yang menyuarakan tentang alam. Keempat lagu tersebut telah direkam dan akan dikemas dalam sebuah mini album. Lirik-lirik lagu Senandung Sore adalah sebagai berikut :
Sore
Cipt : Nurina Wulan Langit sore bebaskanlah Terik surya menjauhlah Jingga berikan warna Pada hariku, pada dunia Reff
Sore senandungkan kisahnya Langit iringi syahdunya Angin, sampaikan pada dunia Kisah yang kami alunkan Bercerita, tertawa,
Senandungkan sore Bercerita, tertawa, Senandungkan sore Langit sore bebaskanlah Langit sore bebaskanlah..
Bias Mentari Cipt : Nurina Wulan Ku terbangun dari mimpiku Ku sadari pagi menyapaku Ku berjalan mengikuti hatiku Dan ku tak sendiri
Mentari ikuti langkahku Biaskan bayangan diriku Angin bisikkan ceritanya Kabarkanlah indahnya pagi Reff Tetaplah disini Rasakan hangatmu Sinari hariku Tetaplah disini Rasakan hangatmu Lukiskanlah senyuman Rindu Kota Hijau Cipt : Brilyan Prathama Putra
Katakanlah pada mereka Bahwa kota ini tlah berubah Menjadi ibukota yang padat Meski kota ini tlah menjelma Menjadi kota megapolitan.. Tetaplah teduh wahai
Kotaku..
Banyak gedung tinggi.. Bertembokkan kaca Tak pernah pedulikan yang tlah terjadi.. Reff
Hijau kurindu padamu Teduh inginkan hadirmu 2.2.2.2 Foto Pentas
Gambar 2.1 Vokalis Senandung Sore Nurina Wulan saat bernyanyi Sumber : http://praotozine.wordpress.com/2013/05/30/558/
Gambar 2.2 Senandung Sore mengisi acara di Aiola Eatery Sumber : http://praotozine.wordpress.com/2013/05/30/558/ 2.2.3. Data Pemasaran
2.2.3.1 Potensi Pasar
Musik indie sedang berkembang di Surabaya, dimana banyaknya event-event indie yang diselenggarakan di Surabaya. Mulai dari musik, film, hingga kolaborasi seni dengan berbagai universitas maupun komunitas.
2.2.3.2 Visi dan Misi Band
Visi Senandung Sore adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap alam dan hal tersebut diwujudkan dalam sebuah misi yakni menciptakan lirik-lirik yang bertemakan alam, dekat dengan alam, sehingga tidak sekedar bermusik tetapi juga menyampaikan sebuah pesan penting bagi pendengarnya terutama generasi muda.
2.2.3.3 Data Komunikasi Visual yang Ada
Senandung Sore memiliki beberapa media promosi sebelumnya dalam memperkenalkan nama Senandung Sore di kalangan masyarakat, diantaranya adalah logo, media sosial Twitter, dan Tumblr. Contoh :
Gambar 2.3 Logo Senandung Sore Sumber : twitter.com/SenandungSore
Gambar 2.4 Tampilan Senandung Sore dalam Twitter Sumber : twitter.com/SenandungSore
Gambar 2.5 Tampilan Senandung Sore dalam Tumblr Sumber : senandungsoremusik.tumblr.com 2.3. Identifikasi Data Kompetitor
2.3.1. Data Kompetitor
2.3.1.1 Profil Band Kompetitor
White Shoes and The Couples Company adalah sebuah kelompok musik yang
membawakan musik pop Indonesia dengan mengusung tema tahun 70-an yang
menjadi ciri khas sampai saat ini. Terbentuk pada tahun 2002 di sebuah kampus kesenian Jakarta Pusat oleh Sari Sartje (vocal dan violin), Rio farabi (guitar rythm), Saleh (guitar), Ricky Virgana (bass dan cello), Aprimela (keyboard), dan John Navis
(drumm). WSATCC dinaungi oleh sebuah label Aksara Records dan mini album
mereka Skenario Masa Muda didistribusikan oleh Universal Music Indonesia.
2.3.1.2 Musik yang Ditawarkan
Musik yang banyak dipengaruhi oleh lagu-lagu dalam soundrack film
Indonesia tahun 70-an dan terinspirasi dengan semangat akustik para musisi classic
jazz tahun 30-an. Ditambah dengan classic strings arrangements yang dibubuhi oleh irama retro disco, easy listening acoustic ballads dan sedikit sentuhan nada dari keyboard mainan anak-anak keluaran akhir tahun 70-an.
2.3.2 Data Produk 2.3.2.1 Lirik dan Lagu
White Shoes and The Couples Company telah menciptakan satu mini album (EP), beberapa single yang menjadi OST layar lebar ternama di Indonesia, album kompilasi, dan satu album yang bertajuk Vakansi. WSATCC hadir dengan lirik-lirik yang hampir keseluruhan menggunakan kata khiasan, bersahaja, dan bahasa Indonesia baku.
Beberapa lirik lagu WSATCC adalah sebagai berikut : Masa Remadja Cipt : Aprilia Apsari
Masa remadja masa yang paling gemilang Hasrat merekah berbinar tiada tandingan Selalu canda ria tawa semerbak bagai mimpi Suka duka bersama-sama setiap hari
Rona bersemi menghias mengukir memori Reff
Merekah bersemi gairah masa di SMA
Semerbak harumnya nirwana tak akan terlupa Masa belia masanya untuk bersuka
Getar di hati pertama takkan terulang kembali Manisnya lamunan membias bak pelangi Patahnya harapan bukan penghalang mimpi Resah gelisah berlalu cepat berganti
Vakansi Cipt : Aprilia Apsari Semilir bertiup angina di tepi pantai Daun-daun berdansa dan nyiur melambai Aduh senang bunga berkembang asri Setahun kita bekerja membanting tulang Inilah waktunya kita berlibur panjang Melupakan semua problema hati Reff
Aduh indahnya abadi, surya menyapa
Mari berjalan kaki bersama-sama, menghabiskan hari Sibuk terus dikantor itu tak baik pula
Slalu pulang malam dan lupa keluarga Jangan marah, mari bernyanyi saja Reff (2)
Rindu semerbak alami, nyiur melambai
Walau berjalan kaki aku nikmati, menghabiskan hari Mari berjalan kaki bersama-sama
Menikmati alam sentosa, merayakan sinar sang surya Menghabiskan hari
2.3.2.2 Foto Pentas
Gambar 2.6 WSATCC live performance
Sumber : ramadan.detik.com
Gambar 2.7 WSATCC live performance
2.3.3. Data Pemasaran 2.3.3.1 Visi dan Misi Band
Visi dari White Shoes and The Couples Company adalah membawa pendengar kembali ke masa 70-an sampai 80-an tentunya hal ini di dukung dengan sebuah misi yaitu melahirkan karya musik berkualitas dengan lirik bertemakan masa lampau. 2.3.3.2 Data Komunikasi Visual yang Ada
White Shoes and The Couples Company memiliki beberapa media promosi seperti logo, album CD, dan merchandise.Contoh :
Gambar 2.8 Logo WSATCC
Sumber : http://kineforum.wordpress.com/2007/08/01/whiteshoes-the-couples-company-menolak-hilang-ingatan/
Gambar 2.9 Cover album WSATCC Vakansi Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Vakansi_(album)
Gambar 2.10 T-shirt merchandise WSATCC
Sumber : http://redandwhitemag.com/2013/01/wsatcc-live-in-chennai-india-merchandise-pre-order/
2.4. Data Survey
2.4.1. Tabulasi Data Survey
Agar dapat memperoleh data-data untuk kepentingan perancangan promosi dalam menganalisa dan meneliti band indie Senandung Sore, telah disebarkan 50 angket kepada target audience yang bertempat tinggal di Surabaya. Angket dibagikan secara acak di beberapa tempat seperti sekolah, mall, dan coffeeshop. Berikut data-data mengenai nama, jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan tempat tinggal responden.
Tabel 2.1 Profil Responden Kuisioner
No Nama Jenis Kelamin Usia Pekerjaan Tempat Tinggal
1 Ellysa Perempuan 18 Siswi SMA Surabaya
2 Sadewa Laki-laki 21 Mahasiswa Surabaya
3 Trisia Perempuan 20 Mahasiswi Surabaya
4 Celine Perempuan 20 Mahasiswi Surabaya
5 Faizal Laki-laki 22 Mahasiswa Surabaya
6 Ade Laki-laki 22 Mahasiswa Surabaya
7 Verena Perempuan 14 Siswi SMP Surabaya
8 Gabby Perempuan 14 Siswi SMP Surabaya
9 Jeihan Perempuan 15 Siswi SMP Surabaya
10 Raka Laki-laki 14 Siswa SMP Surabaya
11 Ilham Laki-laki 21 Mahasiswa Surabaya
12 Herindra Laki-laki 21 Mahasiswa Surabaya
13 Nadhir Laki-laki 20 Mahasiswa Surabaya
14 Clara Perempuan 19 Mahasiswi Surabaya
15 Adisa Perempuan 19 Mahasiswi Surabaya
16 Nadia Perempuan 17 Siswi SMA Surabaya
17 Roza Perempuan 17 Siswi SMA Surabaya
18 Romy Laki-laki 18 Siswa SMA Surabaya
19 Bobby Laki-laki 17 Siswa SMA Surabaya
20 Taslim Laki-laki 16 Siswa SMA Surabaya
21 Sarah Perempuan 20 Mahasiswi Surabaya
22 Monic Perempuan 20 Mahasiswi Surabaya
23 Dea Perempuan 23 Wiraswasta Surabaya
24 Ade Laki-laki 20 Mahasiswa Surabaya
25 Syifa Perempuan 20 Mahasiswi Surabaya
26 Bagus Laki-laki 16 Siswa SMA Surabaya
27 Hasan Laki-laki 17 Siswa SMA Surabaya
28 Achong Laki-laki 17 Siswa SMA Surabaya
Tabel 2.1 Profil Responden Kuisioner (Sambungan)
30 Arif Laki-laki 17 Siswa SMA Surabaya
31 Nadia Perempuan 20 Mahasiswi Surabaya
32 Marco Laki-laki 23 Wiraswasta Surabaya
33 Nadine Perempuan 19 Mahasiswi Surabaya
34 Rania Perempuan 19 Mahasiswi Surabaya
35 Jordi Laki-laki 20 Mahasiswa Surabaya
36 Mario Laki-laki 21 Mahasiswa Surabaya
37 Ferdi Laki-laki 21 Mahasiswa Surabaya
38 Fia Perempuan 19 Mahasiswi Surabaya
39 Anton Laki-laki 23 Wiraswasta Surabaya
40 Fahmi Laki-laki 21 Mahasiswa Surabaya
41 Yana Laki-laki 20 Mahasiswa Surabaya
42 Aji Laki-laki 23 Mahasiswa Surabaya
43 Anindita Perempuan 20 Mahasiswi Surabaya
44 Putri Perempuan 22 Mahasiswi Surabaya
45 Dian Perempuan 19 Mahasiswi Surabaya
46 Tasya Perempuan 17 Siswi SMA Surabaya
47 Indra Laki-laki 17 Siswa SMA Surabaya
48 Nia Perempuan 20 Mahasiswi Surabaya
49 Saskia Perempuan 22 Mahasiswi Surabaya
2.4.2. Analisis Data Survey
Dari hasil penyebaran angket kepada target audience di kota Surabaya
terdapat data-data yang menjadi pendukung konsep perancangan promosi ini. Data-data tersebut merupakan tanggapan responden terhadap pertanyaan yang diajukan melalui angket. Pertanyaan yang diajukan sebagai berikut :
1. Apakah anda tahu band Senandung Sore?
a. Tahu = 4 responden (8%)
b. Tidak Tahu = 46 responden (92%)
Gambar 2.11 Grafik mengenai pengetahuan responden terhadap Senandung Sore.
Kesimpulan dan asumsi :
Dari grafik hasil kuisioner diatas diperoleh hasil bahwa 92% dari 50 responden tidak tahu band Senandung Sore. Sedangkan yang mengetahui band Senandung Sore hanya 8% dari 50 responden. Senandung Sore kurang dikenal oleh masyarakat Surabaya karena kurangnya promosi.
2. Jika tahu, dari mana anda mengetahui Senandung Sore?
a. Teman = 1 responden (25%)
b. Acara musik = 3 responden (75%)
c. Lainnya = 0 responden (0%)
Gambar 2.12 Grafik sumber referensi responden terhadap Senandung Sore. Kesimpulan dan asumsi :
Dari grafik hasil kuisioner diatas diperoleh hasil bahwa 25% dari 4 responden mengetahui band Senandung Sore dari teman. Sedangkan 75% dari 4 responden mengetahui Senandung Sore dari sebuah acara musik. Hal
ini dikarenakan promosi yang dilakukan Senandung Sore hanya live
performance dan beberapa sosial media saja.
3. Jika tahu, lagu Senandung Sore yang mana yang pernah anda dengar?
a. Sore = 3 responden (75%)
b. Bias Mentari = 0 responden (0%)
c. Keduanya = 1 responden (25%)
Gambar 2.13 Grafik mengenai lagu Senandung Sore yang pernah didengar responden.
Kesimpulan dan asumsi :
Dari grafik hasil kuisioner diatas diperoleh hasil bahwa 75% dari 4 responden pernah mendengarkan lagu berjudul Sore dari Senandung Sore dan 25% dari 4 responden yang pernah mendengarkan lagu berjudul Sore dan Bias Mentari dari Senandung Sore.
2.4.3. Asumsi Data Survey
Masih banyak yang belum mengenal Senandung Sore. Terbukti dari 50 responden hanya 4 responden yang mengetahui Senandung Sore.
2.5. Analisis Data
2.5.1. USP (Unique Selling Propotition)
Senandung Sore adalah band indie dengan musikalitas tinggi dan memiliki lirik-lirik lagu yang mengajak dan membangun masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan.
2.5.2. SWOT 2.5.2.1 Strength
a. Senandung Sore memiliki musikalitas tinggi ditambah kepedulian terhadap lingkungan.
b. Lirik-lirik Senandung Sore mampu mengingatkan, menyadarkan pendengar akan pentingnya memperhatikan lingkungan.
2.5.2.2 Weakness
a. Senandung Sore belum memiliki banyak penggemar karena banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan Senandung Sore.
b. Senandung Sore belum mempunyai media promosi seperti mini album,
merchandise, poster, sticker, website, dan lain-lain. 2.5.2.3 Opportunity
a. Menyadarkan target audience mengenai pentingnya menjaga lingkungan. b. Mengenalkan kepada target audience komunitas pecinta lingkungan. c. Melibatkan target audience dalam aksi peduli lingkungan.
2.5.2.4 Threat
Muncul beberapa kompetitor dengan konsep yang serupa. 2.5.3. Kesimpulan Analisis Data
Dari hasil kuisioner diatas dapat disimpulkan bahwa banyak yang belum mengenal band Senandung Sore, hal ini dikarenakan minimnya promosi yang dilakukan Senandung Sore. Promosi yang pernah dilakukan sebelumnya hanya live performance dan sosial media seperti Twitter dan Tumblr saja. Maka dari itu Senandung Sore perlu melakukan promosi lebih luas lagi agar masyarakat banyak yang mengenal Senandung Sore dan mendengarkan lagu Senandung Sore.