POTENSI HASIL DAN KONTRIBUSI SIFAT AGRONOMI TERHADAP HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. MERRIL) PADA SISTEM TUMPANSARI TEBU-KEDELAI
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Mlg 2521 memiliki keragaman fenotipe yang luas untuk umur berbunga, tinggi. tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, dan bobot
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran frekuensi karakter umur berbunga, tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, bobot 100 butir, dan bobot biji per tanaman pada populasi F 2
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman, dan bobot biji per tanaman kedelai generasi F 3 hasil persilangan Wilis x Mlg 2521
Hasil penelitian menunjukkan genotipe persilangan G1, G2, G3, dan G4 berbeda nyata terhadap parameter jumlah cabang primer, umur panen, jumlah polong berbiji 1, jumlah polong
Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, berat kering akar, berat kering tajuk, jumlah cabang produktif, jumlah polong berisi per tanaman, jumlah polong hampa per tanaman,
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran frekuensi karakter umur berbunga, tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, bobot 100 butir, dan bobot biji per tanaman pada populasi F 2
menunjukan bahwa untuk karakter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, umur berbunga, jumlah polong berisi, jumlah polong hampa, bobot biji, jumlah biji dan
Penelitian tentang Potensi Hasil Dan Kontribusi Sifat Agronomi Terhadap Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max L. Merril) Pada Sistem Pertanaman Monokultur, menggunakan