• Tidak ada hasil yang ditemukan

Preferensi Konsumen Terhadap Fried Chicken Organik...Hilfy

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Preferensi Konsumen Terhadap Fried Chicken Organik...Hilfy"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP

FRIED CHICKEN

ORGANIK

(Survey di Rumah Makan Ayam Organik Hefchick Jl. Adipati Agung No.

40 Baleendah Bandung)

ANALYSIS PREFERENCE OF CONSUMER TOWARD ORGANIC

FRIED CHICKEN

(Survey at Organic Chicken Restaurant Hefchick Jl. Adipati Agung No. 40

Baleendah Bandung)

Hilfy Jundurabbi Z*, Taslim**, Lilis Suryaningsih**

Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran *Alumni Fakultas Peternakan Unpad Tahun 2015

**Staf Pengajar Fakultas Peternakan Unpad e-mail: [email protected]

Abstrak

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus sampai tanggal 23 Agustus 2014 di rumah makan Hefchick Jl. Adipati Agung No. 40 Baleendah Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi preferensi konsumen pada saat mengkonsumsi daging fried chicken organik di Hefchick dan memperoleh nilai indeks kepuasan konsumen terhadap daging fried chicken organik di Hefchick. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan responden sebanyak 50 orang. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan Uji Cochran Q test faktor yang menjadi preferensi konsumen dalam memilih dan mengkonsumsi fried chicken organik adalah cita rasa, kehalalan, kebersihan produk, kebersihan tempat, daya tarik, kualitas pelayanan, harga dan potongan ayam. Dari hasil analisis kepuasan konsumen menggunakan Costumer Satisfaction Indeks (CSI) diperoleh nilai sebesar 78,8%, nilai tersebut berada pada rentang 0,61-0,80 yang termasuk kedalam kategori puas.

Kata Kunci: fried chicken organik, kepuasan, preferensi

Abstract

The research was conducted at Hefchick restaurant Jl. Adipati Agung No. 40 Baleendah Bandung from 11th August to 23th August 2014. The purpose of this research is to analyze factor has been preferred by the consumer when they consuming organic fried chicken and get index of consumer satisfaction toward organic fried chicken in hefchick. This research used a survey method and takes samples of 50 respondents. The result of this research using Cochran Q test, factors have been preferred by consumer in choosing and consuming organic fried chicken is the taste, the allowed, cleanliness of product, cleanliness of place, attractiveness, quality of service, the price and cut of chickens. From the analysis results of consumer’s satisfaction based on Costumer Satisfaction Index (CSI) obtained a score 78,8%, the score spanned on the range of 0,61-0,80 in satisfied level.

Keywords: organic fried chicken, preference, satisfaction

Pendahuluan

Makanan organik sudah menjadi tren yang baru saat ini, bahkan makanan organik telah lama menjadi menu favorit masyarakat kalangan atas. Saat ini sudah terlalu banyak

(2)

makanan dan minuman yang mengandung zat kimia berbahaya diperjualbelikan di masyarakat. Makanan tersebut dapat merusak kesehatan manusia. Kesehatan merupakan faktor yang sangat penting bagi setiap orang sehingga masyarakat semakin sadar akan pentingnya hidup sehat. Salah satu produk organik yang berasal dari peternakan, yaitu daging ayam broiler organik. Ayam broiler organik adalah ayam broiler yang pemeliharaannya tidak menggunakan produk yang memiliki kandungan kimia seperti obat-obatan, antibiotik dan vitamin buatan pabrik. Sebagai penggantinya, digunakan bahan alami dan organik yang tidak menimbulkan residu bahan kimia pada ayam, yaitu menggunakan probiotik dan herbal (Jayanata dan Harianto, 2011).

Melihat makanan organik telah diminati oleh masyarakat kalangan menengah ke atas di perkotaan, beberapa pengusaha menangkap peluang ini dengan mendirikan rumah makan organik. Salah satunya rumah makan fried chicken organik hefchick, restoran tersebut merupakan rumah makan yang khusus menyajikan fried chicken yang berasal dari peternakan ayam broiler organik PT. Elha Narita Perkasa, daging ayam diolah menjadi fried chicken. Rumah makan hefchick sudah memiliki cabang di beberapa kota salah satunya di Bandung yang bertempat di Jl. Adipati Agung No. 40 Baleendah Bandung.

Keberadaan rumah makan organik ini membuat konsumen dihadapkan pada pertanyaan sejauh mana tingkat kepentingan dan kepuasan konsumen terhadap makanan organik yang disajikan, serta pelayanan yang telah diberikan oleh rumah makan organik. Setiap konsumen mempunyai harapan yang berbeda sebelum melakukan pembelian makanan organik. Oleh karena itu rumah makan tersebut perlu melihat apakah kualitas produk dan pelayanannya sudah memenuhi harapan konsumen atau belum.

Perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat untuk mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini (Simamora, 2004). Perilaku konsumen dalam melakukan pembelian daging ayam organik dipengaruhi beberapa faktor yang saling berinteraksi satu sama lain, masyarakat sebagai konsumen akhir memiliki tingkat kesukaan (preferensi) dan tingkat kepuasan yang berbeda terhadap daging ayam organik.

Preferensi konsumen dapat didefinisikan sebagai pilihan suka atau tidak suka oleh seseorang terhadap produk barang atau jasa yang dikonsumsi. Preferensi konsumen

(3)

menunjukkan kesukaan konsumen dari berbagai produk yang ada (Kotler, 2005). Tingkat preferensi konsumen terhadap daging ayam organik berbeda-beda tergantung dari persepsi konsumen terhadap daging ayam organik. Kesukaan masyarakat terhadap daging ayam organik hefchick dipengaruhi oleh beberapa atribut yang berbeda-beda.

Atribut adalah faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam mengambil keputusan tentang pembelian suatu merek atau kategori produk yang melekat pada produk atau menjadi bagian produk itu sendiri (Simamora, 2004). Atribut daging ayam organik yang menjadi faktor penentu keputusan konsumen dapat berupa cita rasa, merek dan sebagainya.

Kepuasan konsumen didefinisikan sebagai keseluruhan sikap yang ditunjukkan konsumen atas barang atau jasa setelah mereka memperoleh dan menggunakannya (Mowen dan Minor, 2002). Terciptanya kepuasan pelanggan dapat memberikan beberapa manfaat diantaranya hubungan antara perusahaan dan konsumen menjadi harmonis.

Menurut Yola (2013) Kepuasan dapat dilihat dari beberapa indikator seperti : kepuasan terhadap kemampuan untuk melaksanakan jasa yang dijanjikan, kepuasan terhadap pelayanan yang diberikan, kepuasan terhadap pengetahuan dan kesopanan, kepuasan terhadap penampilan fisik dan kepuasan terhadap lokasi usaha. Menghadapi fenomena tersebut maka setiap pengusaha harus mampu menciptakan strategi yang tepat dengan memberikan perhatian khusus terhadap perilaku konsumen melalui pemberian prioritas terhadap perbaikan kinerja atribut produk dan pelayanan yang dianggap penting oleh konsumen.

Berdasarkan penjelasan tersebut maka ada ketertarikan untuk meneliti mengenai analisis preferensi konsumen terhadap produk fried chicken organik di rumah makan hefchick Baleendah.

Bahan dan Metode

Objek Penelitian

Objek penelitian ini adalah bagian dari penelitian yang berisikan mengenai hal-hal apa saja yang diteliti oleh penulis dalam melakukan penelitian. Objek penelitian menjelaskan tentang apa dan siapa yang menjadi objek penelitian, termasuk dimana dan kapan penelitian dilakukan (Husein, 2005).

(4)

Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey. Penelitian survey adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok (Singarimbun dan Sofyan, 1989).

1. Penentuan Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di rumah makan hefchick yang berada di daerah Baleendah. Penentuan lokasi tersebut secara purposive, menurut Maman (2013) penentuan lokasi secara purposive merupakan penentuan lokasi yang dilakukan secara sengaja.

2. Teknik Pengambilan Sampel

Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Accidental sampling, yaitu pengambilan sampel yang dilakukan secara kebetulan (Maman, 2013). Berdasarkan observasi pra penelitian rata-rata jumlah konsumen yang membeli daging Fried Chicken organik dalam sehari sekitar 100 orang, untuk menentukan jumlah sampel yang akan diteliti menggunakan metode Central Limit Theorem, dalam menentukan jumlah sampel untuk populasi baik yang berdistribusi normal ataupun tidak, distribusi sampling akan menjadi normal jika jumlah sampel minimal 30 (n=30) (Israel, 1992) oleh karena itu jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 50 sampel.

3. Operasional Variabel

Variabel yang diukur dalam penelitian ini meliputi variabel yang mempengaruhi tingkat preferensi dan tingkat kepuasan. Pengukuran variabel yang mempengaruhi tingkat kesukaan dan tingkat kepuasan didasarkan atas variabel kualitas produk dan kualitas pelayanan. Atribut mengenai kualitas produk Menurut Mowen dan Minor (2002) serta Ensminger (1976) meliputi : cita rasa, daya tarik, besar potongan ayam, potongan ayam, penyajian, kebersihan produk, merek, porsi, kehalalan dan harga. Sedangkan atribut mengenai kualitas pelayanan menurut Mowen dan Minor (2002) meliputi : kualitas pelayanan, kecepatan pelayanan, estetika, fasilitas, lokasi, kebersihan dan usaha promosi. 4. Model Analisis

(1). Pengujian Preferensi Konsumen Menggunakan Uji Cochran Q Test

Uji Cochran Q Test digunakan untuk mengetahui atribut mana saja yang menjadi atribut terpilih (valid). Metode Cochran Q test diawali dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan tertutup kepada responden, yaitu pertanyaan-pertanyaan yang pilihan jawabannya sudah disediakan dengan jawaban “Ya” atau “Tidak”. Daftar atribut sudah tersedia dan responden memilih atribut mana yang dianggap berkaitan dengan produk (Simamora, 2004). Uji Cochran Q Test dilakukan dengan prosedur sebagai berikut :

(5)

1) Hipotesis yang akan diuji :

a. Ho : Semua atribut yang diuji memiliki proporsi jawaban “Ya” yang sama.

b. Ha : Semua atribut yang diuji memiliki proporsi jawaban “Ya” yang berbeda.

2) Mencari Q hitung dengan rumus sebagai berikut :

( ) ∑ (∑ )

∑ ∑

Keterangan : Q = Q hitung

K = jumlah atribut yang diuji

Ri = jumlah Ya pada semua atribut untuk 1 responden Ci = jumlah Ya pada 1 atribut untuk semua responden n = jumlah sampel yang diuji

3) Penentuan Q table (Qtab) :

Dengan α = 0,05, derajat kebebasan (dk) = k – 1. Maka diperoleh Q tab (0,05;df) dari tabel Chi Square Distribution.

4) Keputusan : Tolak Ho dan terima Ha, jika Q hit > Q tab terima Ho dan tolak Ha, jika Q hit <

Q tab.

5) Kesimpulan:

 Jika tolak Ho berarti proporsi jawaban Ya masih berbeda pada semua atribut, artinya belum ada kesepakatan diantara para responden tentang atribut.

 Jika terima Ho berarti proporsi jawaban Ya pada semua atribut dianggap sama, dengan demikian semua responden dianggap sepakat mengenai semua atribut sebagai faktor yang dipertimbangkan.

(2). Pengujian Tingkat Kepuasan Konsumen menggunakan Costumer Satisfaction Index (CSI) Metode pengukuran CSI menurut Aritonang (2005) meliputi tahap-tahap sebagai berikut:

1) Menentukan Mean Importance Score (MIS-i) dan Mean Satisfaction Score (MSS). Nilai ini didapat dari tingkat kepentingan dan rata-rata tingkat kinerja tiap atribut.

Keterangan : n = Jumlah responden Xi= Nilai kinerja atribut ke-i Yi= Nilai kepentingan atribut ke-i

(6)

2) Menghitung Importance Weighting Factors (WF), fungsi dari Mean Importance Score atau nilai I dari rata-rata tingkat kepentingan (MIS-i) masing-masing atribut yang dinyatakan dalam bentuk persen terhada total Mean Importance Score untuk seluruh atribut sehingga diperoleh total Importance Weighting Factors sebesar 100%.

3) Menghitung Weight Score (WS), nilai perkalian antara nilai rata-rata tingkat kinerja masing-masing atribut dengan Importance Weighting Factors masing-masing atribut.

4) Menghitung Weight Total (WT), menjumlahkan Weight Score dari semua atribut kualitas jasa.

5) Menghitung Satisfaction Index, Weight Total dibagi skala maksimal yang digunakan (skala maksimal 5), kemudian dikali 100%.

Tingkat kepuasan konsumen secara menyeluruh dapat dilihat dari tingkat kepuasan pelanggan. Penentuan angka indeks pada kriteria nilai CSI menggunakan skala numerik dengan rumus :

( )

Keterangan : Rs : Rentang skala m : Skor tertinggi n : Skor terendah

b : Jumlah kelas (dalam penelitian ini digunakan skala maksimal lima)

Ukuran rentang skala yang diambil diperoleh kriteria tingkat kepuasan pelanggan seperti yang tertera pada Tabel 1.

Tabel 1. Kriteria Nilai Costumer Satisfaction Index

Angka indeks Interpretasi

0,00-0,20 sangat tidak puas

0,21-0,40 tidak puas

0,41-0,60 cukup puas

0,61-0,80 Puas

(7)

Hasil dan Pembahasan

Keadaan Rumah Makan

Rumah makan hefchick merupakan rumah makan yang menjual fried chicken organik karena ayam tersebut tersebut berasal dari peternakan ayam organik milik PT. Elha Narita Perkasa yang berada di daerah Purwakarta. Ayam organik yang dimiliki PT. Elha Narita Perkasa telah memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia, selain itu budidaya ayam organik dilaksanakan dibawah bimbingan dan pengawasan tenaga ahli dari Balai Penelitian Ternak Bogor, kualitas daging yang dihasilkan telah diuji laboratorium Departemen Pertanian Bogor.

Rumah makan hefchick berada di Jl.Adipati agung No.40 Baleendah Bandung. Jumlah konsumen yang berkunjung biasanya sekitar 100 orang perhari, produk yang disajikan yaitu fried chicken dengan rasa original dan rasa spicy (pedas). Rumah makan hefchick mulai beroperasi pada jam 08.00 pagi sampai jam 09.00 malam.

Identitas Responden

1. Usia, mayoritas responden di rumah makan hefchick yaitu responden yang berusia muda antara 15-20 tahun sebanyak 27 orang (54 %). Anak muda biasanya masih labil dalam menentukan pilihan mengenai barang dan jasa yang akan dikonsumsi, mereka lebih mudah terpengaruh oleh iklan atau ajakan teman yang mempengaruhinya.

2. Jenis Kelamin, mayoritas konsumen yang ada di hefchick berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 31 orang (61%). Menurut Mappiere (1989) terdapat perbedaan yang cukup besar antar laki-laki dan perempuan dalam mengisi waktu luang. Adapun salah satu bentuk pengisian waktu luang pada wanita saat ini adalah berkumpul bersama kelompoknya untuk mengunjungi pusat perbelanjaan dan pusat jajanan/makanan.

3. Tempat Tinggal, Mayoritas responden yang berada di hefchick berasal dari Baleendah yaitu sebanyak 27 orang (54%), hai ini dikarenakan rumah makan hefchick memiliki lokasi yang strategis memiliki jarak yang dekat dengan tempat tinggal konsumen yang berada di Baleendah selain lokasi tersebut mudah dijangkau menggunakan alat transportasi.

4. Pendidikan Terakhir, Mayoritas responden berpendidikan terakhir SMP yaitu sebanyak 28 orang (56%), hal ini dikarenakan responden tersebut sedang menempuh jenjang pendidikan tingkat SMA yang berada di Baleendah yang memiliki lokasi

(8)

dekat dengan rumah makan hefchick, selain itu harga produk yang ditawarkan produsen cukup terjangkau oleh masyarakat

5. Status Pekerjaan, mayoritas konsumen yang berkunjung ke rumah makan hefchick yaitu para pelajar/mahasiswa yaitu sebanyak 29 orang (58%). para pelajar dan ibu rumah tangga sudah menjadi pelanggan tetap dikarenakan letak rumah makan yang mudah dijangkau, selain itu mereka telah mengetahui dan merasakan manfaat mengkonsumsi ayam organik.

6. Pendapatan, mayoritas konsumen yang berknjung ke hefchick memiliki pendapatan <Rp.500.000/bulan yaitu sebanyak 23 orang (46%). Semakin besar tingkat pendapatan seseorang tidak berarti bahwa biaya konsumsinya semakin besar begitu pula sebaliknya, tingkat pendapatan seseorang yang relatif rendah tidak berarti konsumsinya akan rendah (Dewi, 2007).

Preferensi Konsumen

Berdasarkan hasil penelitian atribut-atribut yang menjadi pertimbangan konsumen dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Atribut Fried Chicken Organik Nomor

atribut Atribut

Jawaban Ya

Keterangan (Orang) (%)

A1 Cita Rasa 50 100 Valid

A9 Kehalalan 50 100 Valid

A6 Kebersihan Produk 49 98 Valid

A16 Kebersihan Tempat 48 96 Valid

A2 Daya tarik 48 96 Valid

A11 Kualitas pelayanan 46 92 Valid

A10 Harga 45 90 Valid

A4 Potongan ayam 45 90 Valid

A12 Kecepatan Pelayanan 44 88 Tidak Valid

A3 Besarnya potongan ayam 42 84 Tidak Valid

A15 Lokasi 41 82 Tidak Valid

A14 Fasilitas 40 80 Tidak Valid

A5 Penyajian 39 78 Tidak Valid

A13 Estetika 38 76 Tidak Valid

A8 Porsi 34 68 Tidak Valid

A17 Usaha Promosi 27 54 Tidak Valid

(9)

1. Cita rasa, Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 50 orang (100 %) responden menjawab “Ya” bahwa atribut cita rasa merupakan atribut yang sangat penting. Kualitas produk seperti cita rasa menjadi salah satu faktor yang mendasari konsumen dalam memilih produk, sesuai dengan penelitian Joko dan Ratna (2002) terhadap produk bakso sapi, bahwa konsumen sangat memperhatikan mutu dan kualitas (cita rasa) bakso sapi.

2. Kehalalan, Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 50 orang (100 %) responden menjawab “Ya” bahwa atribut kehalalan sangat penting. Kehalalan mengenai suatu produk sangat penting terutama produk yang memiiki sertifikat halal wajib mencantumkan label halal pada; kemasan produk, bagian tertentu dari produk dan tempat tertentu pada produk. (UU RI No. 33/2014).

3. Kebersihan Produk, Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 49 orang (98 %) responden menjawab “Ya” bahwa atribut kebersihan produk sangat penting. Konsumen menyukai fried chicken organik yang bersih, tidak kotor dan tidak ada serangga yang menempel pada fried chicken karena kebersihan produk akan berpengaruh terhadap keamanan produk tersebut sehingga tidak menimbulkan efek negatif terhadap orang yang mengkonsumsi (Retno, 2002).

4. Kebersihan Tempat, Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 48 orang (96 %) responden menjawab “Ya” bahwa atribut kebersihan tempat sangat penting, seperti yang dikemukakan Aritonang (2005), dalam menentukan kepuasan pelanggan khususnya mengenai restoran, faktor kebersihan juga memiliki pengaruh yang sangat besar karena pelanggan dimanapun juga memiliki keinginan yang sama dimana makanan yang dia makan, yang memasak, bahan makanan, bahan pengolahan serta tempatnya harus benar-benar bersih, sehat dan terbebas dari kuman penyakit.

5. Daya Tarik, Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 48 orang (96 %) responden menjawab “Ya” bahwa atribut daya tarik sangat penting. Menurut Ensminger (1976), Faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen terhadap daging yaitu : palatabilitas, daya tarik, tidak terlalu banyak lemak, potongan daging yang sesuai dan repeatability 6. Kualitas Pelayanan, Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 46 orang (92 %)

responden menjawab “Ya” bahwa atribut kualitas pelayanan sangat penting. kualitas pelayanan adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh perusahaan atau instansi yang menawarkan jasa, karena dengan kualitas pelayanan kepada konsumen, perusahaan atau instansi dapat mengukur tingkat kinerja yang telah dicapai (Felita dan Hartono, 2013).

(10)

7. Harga, Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 45 orang (90 %) responden menjawab “Ya” bahwa atribut harga sangat penting. Menurut Monroe (1990) harga merupakan salah satu faktor penting bagi konsumen untuk melakukan transakasi suatu barang atau jasa karena harga merupakan pengorbanan ekonomis yang dilakukan untuk memperoleh barang atau jasa

8. Potongan Ayam, Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 45 orang (90 %) responden menjawab “Ya” bahwa atribut bagian tubuh ayam sangat penting. Preferensi konsumen terhadap bagian tubuh ayam ini berbeda-beda, sehingga menjadi pertimbangan konsumen sebelum memilih dan mengkonsumsi daging ayam, seperti pendapat Martono (1997) potongan dari ayam berbeda-beda sesuai dengan permintaan dan kebutuhan konsumen.

Kepuasan Konsumen

Costumer Satisfaction Index (CSI) digunakan untuk menentukan tingkat kepuasan konsumen secara menyeluruh dengan pendekatan yang mempertimbangkan tingkat harapan konsumen dari atribut-atribut yang diukur. Hasil perhitungan CSI dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Perhitungan Nilai Costumer Satisfaction Index (CSI)

No Variabel Rata-rata Skor Kepentingan (Y) Importance Weighting Factor (IWF) Rata-rata Kepuasan (X) Weighted Score 1 Cita rasa 4,46 0,133 3,88 0,52 2 Kehalalan 4,62 0,138 4,60 0,64 3 Kebersihan Produk 4,42 0,132 3,94 0,52 4 Kebersihan Tempat 4,20 0,126 3,86 0,48 5 Daya tarik 4,00 0,120 4,04 0,48 6 Kualitas pelayanan 3,96 0,118 3,82 0,45 7 Harga 4,06 0,121 3,56 0,43 8 Potongan ayam 3,72 0,111 3,70 0,41 Total 33,44 31,40 Weighted Average 3,94

Costumer Satisfaction Index 78,80%

Berdasarkan Tabel 11 bahwa nilai Costumer Satisfaction Index (CSI) di rumah makan hefchick sebesar 78,8 %. Nilai tersebut diperoleh dengan membagi nilai Weighting Total dengan sekala maksimum yang digunakan dalam penelitian ini (skala maksimum 5)

(11)

kemudian dikalikan dengan 100%. Berdasarkan perhitungan Costumer Satisfaction Index (CSI) nilai indeks kepuasan konsumen sebesar 78,8 % yaitu 0,78. Nilai tersebut berada pada rentang 0,61-0,80 yang berada pada kriteria puas. Sehingga indeks kepuasan konsumen di rumah makan hefchick termasuk kepada kategori “puas”.

Menurut Supranto (2001) pelanggan memang harus dipuaskan, sebab jika mereka tidak puas, mereka akan meninggalkan perusahaan dan menjadi pelanggan pesaing, hal ini akan menyebabkan penurunan penjualan yang berimbas pada penurunan laba bahkan dapat mengalami kerugian.

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan kosumen pada saat memilih dan mengkonsumsi fried chicken organik di hefchick adalah cita rasa, kehalalan, kebersihan produk, kebersihan tempat, daya tarik, kualitas pelayanan, harga dan potongan ayam.

2. Nilai indeks kepuasan konsumen terhadap rumah makan fried chicken organik di hefchick sebesar 78,8%, nilai tersebut berada pada rentang 0,61-0,80 yang termasuk kedalam kategori puas.

Saran

Bagi pelaku usaha dalam menjalankan usaha diharapkan dapat mempertahankan kinerja atribut yang dianggap valid seperti cita rasa, kehalalan, kebersihan produk, kebersihan tempat, daya tarik, kualitas pelayanan, harga dan potongan ayam. Selain itu diharapkan pelaku usaha dapat memperbaiki kinerja atribut yang tidak valid supaya konsumen merasa puas.

Ucapan Terimakasih

Penulis pada kesempatan ini mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dr. Ir. Taslim, MP. selaku pembimbing utama dan Ibu Dr. Ir. Lilis Suryaningsih, M.Si. selaku pembimbing anggota, yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.

(12)

Daftar Pustaka

Aritonang, R.L. 2005. Kepuasan Pelanggan. Gramedia. Jakarta. 47.

Dewi, A. M. 2007. Analisis Konsumen Restoran Waralaba Ayam Goreng Bogor. Departemen Pertanian Bogor. IPB. Bogor. 29.

Ensminger, M.e. 1976. Beef Cattle Science 2nd Edition. The interstate Printers and Publishers Inc. New York.

Felita, S. dan Hartono, S. 2013. Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Kepuasan Pelanggan Restoran Ayam penyet Ria. Jurnal Manajemen Pemasaran Petra. Volume 1 No. 2. 1-7.

Husein, Umar. 2005. Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Israel, Glenn D. 1992. Determining Sample Size. Program Evaluation. IFAS. University of Florida. 258.

Jayanata, C. E. dan Harianto, B. 2011. 28 Hari Panen Ayam Broiler. PT. Agromedia Pustaka. Jakarta. 13.

Joko, H. dan Ratna, Y. A. 2002. Studi Perilaku Konsumen dan Identifikasi Parameter Bakso Sapi Berdasarkan Preferensi Konsumen di Wilayah DKI. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan. Volume 13 No 1. 1-10.

Kotler, P. 2005. Manajemen Pemasaran. Edisi ke-11 jilid 1. PT Indeks Kelompok Gramedia. Jakarta. 49.

Maman, P. 2013. Penentuan Jumlah dan Teknik Pengambilan Sampel untuk Sosial Ekonomi. Program Studi Sosial Ekonomi Peternakan. Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Bandung. 96; 117.

Mappiere, Andi. 1989. Psikologi Remaja. Usaha Nasional. Surabaya.

Martono, A.P. 1997. Mendirikan Usaha Pemotongan Ayam. Penebar Swadaya. Jakarta. 7; 59. Monroe, K. 1990. Pricing, Making Profitable Decission. Mcgraw-Hill. Singapore.

Mowen, J. C. dan Minor, M. 2002. Perilaku Konsumen. PT Penerbit Erlangga. Jakarta. 89; 91; 93.

Retno. 2002. Hygiene dan Sanitasi Umum Perhotelan. Grasindo. Jakarta.

Simamora. 2004. Panduan Riset Perilaku Konsumen. PT.Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 3; 36-37; 82-83.

(13)

Supranto, J. 2001. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan untuk Menaikkan Pangsa Pasar. Rineka Cipta. Jakarta. 2.

Undang-undang Republik Indonesia. 2014. Jaminan Produk Halal Bagian Enam (Label Halal). Pasal 38.

Yola, M. 2013. Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan dan Harga Produk pada Supermarket. Jurnal optimasi Sistem Industri. No 12 vol 12. 301-309

Gambar

Tabel 1. Kriteria Nilai Costumer Satisfaction Index
Tabel 2. Atribut Fried Chicken Organik  Nomor
Tabel 3. Perhitungan Nilai Costumer Satisfaction Index (CSI)

Referensi

Dokumen terkait

ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN MG PADA KOMPOSIT MATRIKS ALUMINIUM REMELTING PISTON BERPENGUAT SiO2 TERHADAP KEKUATAN IMPAK DAN STRUKTUR MIKRO DENGAN METODE

4.2.1Pengaruh tekanan udara pada lama penembusan plat aluminium dengan ketebalan 0,6

Nilai (r) menunjukkan korelasi yang kuat dengan arah hubungan negatif. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis dapat memberikan beberapa saran antara lain : 1) Tenaga

dilakukan secara acak (system random) melalui undian kelas mengingat pengklasifikasian kelas menunjukkan perlakuan yang seimbang, baik ditinjau dari jumlah siswa

Penjelasan Umum Perda Nomor 14 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Perda Kota Padang Nomor 16 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah....

Knjižničari svakako moraju poticati čitanje, a to se može postići upravo stvaranjem zanimljivih i korisnih mrežnih stranica za djecu i mlade koje će ih zainteresirati za

Sumberdaya perikanan laut baru dimanfaatkan sekitar 63,49% dari total potensi lestarinya, namun di beberapa kawasan perairan beberapa stok sumberdaya ikan

Secara rinci penelitian ini bertujuan untuk; (i) memperoleh gambaran mengenai keragaan usahatani kakao rakyat serta permasalahan pengembangan di tingkat petani, (ii) mengkaji