,a)
hw
*--l
poLA MALARIA
I
FALCIFA*S,rbI
Dr SANG$AL
P$NYA{IT
FATAM
fER;AN
RSD&S nIAMIL
PAI)_ANG
'
,'SKRTTSI
ffiqiutun
.*e Fa&n&cs Ksds}rterdn Univarxitax4lr,{@1
$e&agcr Pemara*Iloln
$els*
$ear -$ya*ar tl4s&kMenda1mtkaa Celar
Sarjana
Kefu*&"rc*olteh
Rlltqf{ffi
AsxF#s'
,:NBP.
98
1I$
{}19
.FAKULTAS KAI}OKTBRAN
UNIVERSITAS ANDALAS
*Apnlrnh
lana
tis$n
*wngetahai, hahwa ke?uda
d;llahber64ird apa.yatry
di
hnStt, di
humi,matahsri, bulen,
bintang, gunang,polrcn -
pohonan,binatang-binitang
yang
mctata
ilaltt sebagian besardaripada
manusia.Dan
Imnyak
di
antam
manusiagang
telah
ditetapkatr azab
ataxtya. Dan
barangsi*pa yang
ilihit
ekrr*,*tleh}.nka
tidak
fieorangpfittyer5
nwmuliakar,r.l'lprr. $esrxggpdr*yaAIInh ber$uat apa yang Dia
lcehsda*f'(Qs
22:78)
:
,IG$ATd$ESRANG PfATDOA'
AtI*h, tttcnt&enft u fu sul i t an ag
ar
akw tttrr$ adi' kuat
AXIf,h rne
mfuriku
m as n l ah untuklupe
cilItkstz Ke tika kumintakpadu Atlsh
l<eseiahfu
aan .AIIilh memberihr akal
untuk
tierPi,
Ketika
htmolnn
lcepadaAilah
leberanianAttah
twmbertku
kondfsi furbafuYaufttttk
kuntasi'
IGtika htminta
kap ada A I lali sebuah cintaAIIsh
wemberilu
orang-olen1 berrflasalahsntuk
kutolongKr;tikn
htndnta
kapad a AI IIah bwttuan
Aku takpernah
we
rifturt?8
yauglwpiuta
Tapi
aku
menerima
segalayarry
kubutuhkan
Do'aku
terjrwab
sudah,
Kqnrcembafulran sernuaini
U nhtb' o rang- o
rfl
ng y a ng kusaya. ngi
Maffiq,
PaPa,Adek,
ElIa, GeniDan seluruh
t(chnga
fuwrAnnur
PER.IAI{
RS DRM DJAITIL PAI}AI{G
PERIOIIE
.IA.ITIIARI-
AFRIL
2002Slripri
oki:
:.
,'ftp1fffiii
NBP.
S12firr9
Tttsh
Diretujui
OlehPcnbimbiog Skripsi
Fakultes
Kedoktersn
Uairersirrs
Andalas
Nrna
,.i*lia
Ta-rdr:''ftngnr
gr.
fi*lirtrnn
*,snsp[
fi&
SSfs'IffiOlrI
, "
,
.,
.....
FERIOSE
Jffi
;'11P$+e0&,',
. ,1: ,,,.
,ffiIt;.s!ffi*f-
,.ii,,
ABSTRACT
The
Pattern
ofMalariafalciparum in
TheInternal Ward
atDr M Djamil Hospital
Patlang
From January
toApril
2002By:
Rinchc
Annur
A
study was carriedout
using secondary data concerningthe
patternof
rnalariafalciparum:rmong
the patients admittedin
the lnternal Ward
at Dr
M
Djarnil
hospitalPadang from January
lo
April2002.
The
total
of
samplesis
100 patients.Among the
100 patients, rnostof
them werebetween
214A
yearsof
age and thereis
a slight
difference betweenmale
and female,with
47%
and 53% each. Most patients came from Padang.Generally Patients came
with
thechief
complaintof
remitten
fevet (94Yo). Fromthe physical
examinationare
detected hepatomegaly(75%) and
splenomegaly (42%).Laboratories are detected the decrease
of
haemoglobin (55,7%) and erythrocsa.e (77,3%) and the increaseof
SGOT (72,1%).The
microscopic examination wasfound
74,6Yoof
patients have the parasite count <100.000 parasite/prl.The
generally patternof
severe malaria are cerebralmalaria
andmalaria with
severe unuernia (30,3%) and most
of
the patients showed improvement when they checkout
from
thehospital, with
76,6Voof
malanafalciparum
and 60,9Yoof
severe malaria.26,10
of severe malaria was died.ABSTRAK
Pola Mala
riafalciparum
diBangsal Penyakit Dalam Perjan
RSDr M Djamil
Padang periode
Januari
-
April
2002Oleh:
Rinchc
Annur
Telah dilakukan penelitian data sekunder mengenai pola
malariafalciparum
padapasien
yang dirawat
di
BangsalPenyakit
Dalam RS
Dr
M
Djamil
Padang periode Januari -April
2002.Hasil
penelitian,
didapatkan 100 penderita malariafalciparum
selama4
bulan.Dari
100 penderitaini
didapatkan umur yang paling sering terinfeksi adalah2I-30
tahun.Terdapat
sedikit
perbedaan arftarapria
dan
wanita,
masing-masing 47o/odan
53Yo.Sebagian besar penderita berasal dari kodya Padang.
Umumnya
penderita datang dengangejala
klinis
utamayaitu
demam remitten(94%).
Pada pemeriksaanfisik
diternukan hepatonregali 75%6 dan splenornegali 42Yo.Dari
hasil laboratorium didapatkan penurunan Hb (55,7%) dan penurunanjumlah
eritrosit(77,3%) serta peningkatan SGOT (72:1%). Pada perneriksaan mikroskopis 74,6Yo pasien memil
iki
hitr,rng parasit < I 00. 000 parasit/pl.Manifestisi klinis
malaria berat
terbanyakyaitu
malaria
serebraldan
rnalariadengan anemia
yaitu30p\u
Dan pasien umumnya mengalami perbaikan saat keluar darirumah sakit
masing-masing 76,6oh pada rnalariafulciparum
dan
60,9Vo pada malaria berat. Pada penelitianini
didapatkan angkakematian
malaria berat masih cukup tinggiyaitu26,IYo.
Kata Kunci
:malaria, demam remitten, malaria serebralI(ATA
PENGANTAR
}=ihEtM
Alharndulillah,
puji
dansyukur
kehadiratAllah SWT
atas rahmat,ilmu
dan
kekuatan
yang
dilimpahkan-Nya sehingga
penulis dapat
menyelesaikanskripsi yang
berjudul
:"POLA
MALARIA
FALCIPARAM
DI
BANGSAL
PENYAKIT
DALAM
RSDR
M DJAMIL
PADANG PERIODE JANUARI _
APRIL
20AZu.Teriring
salam dan salawat kepada rasulullah MuhammadSAW
sebagai tauladan manusia
mulia
dan berkualitasjuga
kepada keluarga dan sahabatbeliau.
Skripsi
ini
diajukan
sebagaisalah satu syarat
untuk
merperoleh
gelarsarjana kedokteran
(S.Ked) pada Fakultas
Kedokteran
Universitas
Andalas Padang.Dalam menyelesaikan skripsi
ini
penulis banyak menerima bantuan berupapetunjuk
dan saran serta dukungan secararnoril
maupunmateriil
dari
berbagaipihak.
Untuk
itu
pada kesempatanini
penulis
mengucapkanterima kasih
danpenghargaan yang sebesar-besarnya kepada :
1.
Bapak
Dr
Muchlis
Hasan DSOG selaku Dekan Fakultas
KedokteranUniversitas Andalas beserta seluruh karyawan dan karyawatinya'
2. BapakDr
H Nuzirwan
AcangDTH&H,
SpPD-KFIOM selaku pembimbing Idan Bapak
Drs
Adrial
M.Kes
selaku pembimbing
II
yang telah
banyakmeluangkan
waktu untuk
rnernbimbing
dan
memberikan
masukan dalarn penyelesaian skripsi ini.3.
Bapak
Dr H
Nasrul Zubir
spPD-KGEFI,
Ibu
Dr.Hj.Hasni syam dan
Ibu Dra HasmiwatiM.Kes
sebagaitirn
penguji sejak pengajuan usulan penelitiany ang telah memberikan mas ukan untuk perbai kan skri ps
i
i n i.4.
BapakDr
Hafni BachtiarMPH
selaku pembirnbing akadernik yang senantiasa memberikan perhatian dan nasehat demi kemajuan studi penulis.5.
6.
Bapak dan
ibu
StaffPengajar Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang telah membekali penulis dengan'ilmu pengetahuan selamaini.
'Papa dan
Mama.
Terirna kasih banyak atas segalacinta
dankasih
sayang, pengorbanan dan terutama doanya.Untuk
adik-adikku tersayang, Adek, Elladan Geni, terima kasih atas segala dukungan dan perhatiannya.
Kak
Tuti, Nisa, Anya,
Feby,
Riri,
Yuni,
Yurma
dan
seluruh rekan-rekan angkatan '98. Terima kasih atas semua bantuan, perhatian dan semangafrrya. Akhirnya semua pihak yang telah membantu dalam rnenyelesaikan skripsi ini.Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan, untuk
itu
penulis mohon maaf dan dengan besarhati
akan menerima saran dankritikan
demi kesernpurnaan skripsi ini.
Penulis berharap semoga
skripsi
ini
dapat memberikan manfaatbagi
kita semua. Amien.Padang, Februari 2003
Penulis
7.
DAFTAR
ISI
ABSTRAK
...VI
X(ATA
PENGANTAR...
.. ... ...VII
ITAFTAR
ISI...
... ... ... ...rX
N'AFTAR
TABEL...
......X
DAFTAR
GAMBAR
...XI
BAB
I.
PENDAHULUAN
A.
LatarBelakang..
.. ... ... ... IB. Perumusan
Masalah
....
...3C. Tujuan
Penelitian.
.....3
D. Manfaat
Penelitian.
... ... .4BAB IT. TINJAUAN PUSTAKA
A.
Definisi...:.
...5
B.
Epidemiologi...
.. ... 1... ... ... .......5
C.
Siklus HidupPlasmodiumfalciparum
...6
D.
Patogenesa Malaria Berat/M alariaKornplikasi... ....
... ... ... ... 8E.
ManifestasiKlinis
Malariafalciparum.
...11F.
Diagnosis.
. ... ... ...16G.
DiagnosaBandingMalariaBerat..
...17
H.
Pengobatan...
...17
I. Prognosa..
...21BAB
III.
METODA PENELITIAN
A.
JenisPenelitian.
...22
B.
LokasidanWaktuPenelitian.
...22
C.
Populasi danSampel...
...22
D.
PengumpulanData...
... ... ...22E.
PengolahanData.
. ...23 [image:9.515.17.464.29.605.2]AR PUSTAKA
DAFTAR
TABEL
Tabel 4. 1. Distribusi Frekuensi
Malaria fal
ciparum MenurutUmur
dan Jenis Kelamin
Penderita..
...'...24
Tabel 4. 2. Distribusi Frekuen si
Malaira fal
c iparum Menurut DaerahAsal Pasien
Tabel 4.3.
Distribusi
Frekuensi GejalaKlinis
PenderitaMalanafalciparum.'.
'26Tabel 4.4. Distribusi Frekuensi Pemeriksaan
Fisik
PenderitaMalanafalciparunt..
' ... ... ...27Tabel 4. 5. Distribusi Frekuensi Gambaran Laboratori um Penderita Malaria
falciparum
Tabel4.
6. Distribusi Frekuensi Densitas Parasit Penderita Malariafalciparum
...-29
[image:11.493.21.478.66.732.2]DATTAR GAMBAR
2.1. Siklus
llidup
Parasit
Malaria...
... ... -8l'+;'
;.il
: f!i
'jl .'/
:i ';. ',1
I
BAB
TPENDAHULI-]AN
.4.
I-atar
BelakangMasalah
Malaria
merupakanpenyakit protozoa
yang
ditularkan
melalui
gigitannyamuk Anopheles
(l).
Berdasarkanlaporan World
Health
Organization
(2000) terdapatlebih dari
2400juta
penduduk atau 40o/o dari penduduk dunia tinggaldi
daerah
endemis
malaria.
Sementara,prevalcnsi penyakit malaria
di
duniadiperkirakan antara 300-500
juta klinis
setiap tahunnya(z). Paling tidak ada sekitar 120juta
kasusklinis
baru
setiap tahunnya, sedangkan selebihnya adalah kasusyang kambuh lagi
(3).
,
.:
Dari
30G-500juta
kasusklinis
rnalariadi
dunia, terdapbt sekitar3 juta
kasus malaria berat (malaria komplikasi) dan kasus kematian akibat malaria setiap tahunnya atau satu orang setiap 12 detik, sepertiganya adalah anak-anak, terutama
terjadi
pada anak-anakdi
Afrika,
khususnya daerah yang kurang tedangkau oleh pelayanan kesehatan (2'3).Di
Indonesiamalaria
rnasih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting, khususnyadi
luar Jawa dan Bali(2'a'5). Lebih dari setengah pendudukIndonesia masih
hidup
di
daerah dimana
terjadi
penularanmalaria,
sehinggaberisiko tertular malaria.
Di
daerahtansmigrasi
dan daerahlain
yang didatangiovale
dan Plasmodiummalariae.
Pada daerahtropis
P.falciparunt
merupakan spesies terbanyak (l'7'8).DI
SumateraBarat
t'./alciparum
jtga
merupakan spesies dominan. PenelitianAdrial
(1996)
rnendapatkan
P..falciparum
sebagai spesiessatu-satunya pada
55
sedian darahyang
positif
malaria
di
desa Saliguma kep.Mentawai(e).
Penelitian
Nurhayati
(,1998)
di
Lab.
Parasitologi
Fakultas KedokteranUniv.
Andalas mendapatk an P..fotciparum
sebanyak 81,9o/okasus (10).Penelitian
Williana (2002)
di
Kanagarian Sungai Pinang
kab.
Pesisir
Selatan mendapatkan P.falcipctrum
sebanyak 96,29 o7o Ot). Penelitian Evanita(2001) diBangsal Penyakit
Dalam
RS.
Dr.
M.
Diamil
Padang ditemukan
kasus P.ful ciparurn sebanyak 93Joh
Qz) .Plasmorliurn
falciparumjuga
rnerupakan spesies yangpaling
berbahaya.Hampir
semua kematian akibat malaria disebabkan oleh P.falciparum
(malaria beraVmalariakomplikasi),
selain itujuga
diternukan peningkatan insiden malariafalciparum yang
resisten terhadapobat
anti
malaria terutama
klorokuin
danresi stensi nyamuk malaria terhadap insektisida ('2'7'12) .
Studi
terhadap populasimigran
di
Indonesia rnenunjukkan bahwarisiko
terkenamalaria komplikasi
setiaptahunnya
1,34kali
padaorang
dewasa (>15tahun)
dan 0,25kali
pada anak-anak(<10
tahun;(2).Malaria
komplikasi
palingberbahaya
yaitu
malaria
serebral. Penelitiandi
lndonesia didapatkan gambaranmortalitas berkisar antara 20,goA- 5gy 6'7'13't +'t s) .
Perjan RS
Dr
M
Djarnil
Padang sebagai rumahsakit rujukan
utama (topreferral)
di
wilayah
Sumatera
Tengah, banyak menerima kasus
malariafalciparum
pada pasien yang dirawatdi
Bagian Penyakit Dalam RSDr
M
Djarnil
Padang selama periode
I
Januari 2002-31
April
2002.B. Perumusan
Masalah
Bagaimana
pola
malariafalciparum
pada pasien yangdirawat
di
BagianPenyakit Dalarn Perjan RS
Dr
M Djamil
Padang selama periodei
Januari 2002 -31April2002?
C.
Tujuan
Penelitian
Tujuan Umurn :Mengetahui pola
malanafalciparum
pada pasien yang dirawatdi
BangsalPenyakit Dalam Perjan RS
Dr
M Djamil
Padang selamap.rioa.
I
Januari 2002-31
April
2002.Tujuan Khusus :
1.
MengetahuiInsidensi Malaria
fulcipurunrmcnurut
umur,jenis
kelamindan daerah asal pada penderita yang
dirawat inap
di
Bangsal PenyakitDalam
PerjanRS
Dr
M
Djamil
Padarrgperiode
I
Januari 2002-
3l
Apnl2002
2.
Mengetahui manifestasiklinis
malariafalciparum
pada penderita yangdirawat inap di Bangsal Penyakit Dalarn Perjan RS
Dr
M
Djarnil
Padangperiode
I
Januari2002-31April
2002.3.
Mengetahui insidensi malaria berat pada penderita yangdirawat
inap diBangsal
Penyakit Dalarn Perjan
RS
Dr
M
Djamil
Padangperiode I
4.
Mengetahuipe{alanan
klinis
malariafalciparum
pada penderita yangdirawat inap di Bangsal Penyakit Dalarn Perjan RS
Dr
M Djamil
Padangperiode
I
Januari2002-
31April
2002.D.
Manfaat
Penelitian
Semoga penelitian
ini
dapat memberikan inflonnasi tentang insidensi danmanifestasi
klinis
malariafalciparum
pada orang
dewasa sehingga penderitadenngan
gejala dan
tandaklinis
tertentu
pcrlu
diwaspadaidan
dikelola
secaraoptirnal yang akhirnya dapat
menurunkan angka
rnorbiditas dan
mortalitas,penularan serta dapat merencanakan penanggulangannya.
BAB
II
TINJAUAN PI]STAKA
A,
Definisi
Malaria
adalah penyakitinfeksi
akut ataupun kronis yang disebabkan olehPlasmodiun spesies
yang
ditandai
dengan serangan demam
rnenggigil, berkeringat banyak seluruh badanyang kemudian disusul
perasaan tenang danakhirnya
tertid#8).
Pada manusia terdapat4
spesies genus Plctsmodium yangmenyebabkan
malaria
yaitu
Plctsrnodium./hlciparum, Plasmodiurn
vivcuc,Plasmodium
malariae
dan Plasmodium ovale.I'lasntodiuntfalciparum
mentpakan spesiesyang paling
berbahayadan hampir
semuakematian
akibat
penyakitmalaria disebabkan oleh
P.falciparum(rnalaria
berat
lmalaria komplikasi)o'2'1) .Malaria
berat
adalah malariafalciparum
denganparasit
aseksual yangditernukan pada penderita yang ilrempunyai gejala
/
kornplikasi
yang cenderungbersifat
fatal
dan
diagnosabanding telah
dapat disingkirkan(7't6). Pada malaria berat gangguan bersifatmulti
sistem dan mempunyai gambaranklinis
yang luassesuai dengan pola organ yang terinfeksi(15).
B.
Epidemiologi
Pada daerah
tropis
P.falciparr.mt
merupakan spesies terbanyak (l'7'8).Di
Sumatera
Barat
Plasmodium
falciparurn
juga
merupakan spesies
dorninan.Penelitian
Adrial
(1996) mendapatkanPfalcipurum
sebagai spesies satu-satunya pada 55 sedian darahyang positif
rnalariadi
desa SaligurnaMuara
Siberut kec.Siberut Selatan kep. Mentawai(e). Penelitian Nurhayati (199S)
di
Lab. Parasitologi:
kasus(r0).
Penelitian
Williana
(2002)
di
Kanagarian Sungai Pinangkab.
PesrsrrSelatan mendapatkan
Pfalciparunr
sebanyak 96,290/0 kasus(II). Penelitian Evanita(2001)
di
BangsalPenyakit Dalarn
RS.Dr.M.Djamil
Padangditemukan
kasusP.falciparurnsebanyak g3,l),o Q2).
Malaria
beratlkomplikasi
terutamatedadi
pada daerah hipoendemik atau daerahyang transmisinyatidak
stabil(rs). Penelitian Evanita (2001) mendapatkan kasus malaria berat sebanyakll,lo/o
dari72
pcnderita malaria dengan manifestasiterbanyak
yaitu
malaria serebral,
gagalginjal
akut
kemudian anemia
berat ditambah gagalginjal
akut (r2).C.
SiklusHidup
Plasmodiumfalciparum
P lasmoclium .fal e iparum merupakan protozoa darah phyllum A p i comp I exa,
kelas
Sporozoa,
ordo
Eucoccidicles
subordo
Huemosporitliidae, famili
Plasmodiidae,
genusPlasmodium
dan subgcnusLuverunia.
Ciri
utarnafamili
Plasmodiidae
adalah adanya2
siklus hidup
yaitu
siklus
aseksual pada manusia yang berlangsungdi
eritrosit
dan organ lainnya, serta siklus seksual yang dirnulaipada vertebrata danseterusnya berlanjut pada nyamuk. Siklus aseksual
terdiri
dari fase eritrosit
(erytltrocytic scltizogony)
dan fase dalarn parenkirn sel hepar(aro-ery
t hr o cy t i c s c h iz o go ny)(7) .L
Stadium Aseksual (manusia)1 . I . Stadium Hati (ex o - e
ry
t hr o cy t i c .s c h izo go nv)Dimulai ketika
nyarnuk Anopheles betina rnenggigit
dan
memasukkanmenginfeksi
sel hati. Disini
selama5-
7
hari
sporozoit
mengalarni reproduksiaseksual disebut skizogoni yang akan rnenghasilkan 30.000
merozoit
kemudiandikeluarkan
dari
sel hati dan menginfeksi semua stadiumeritrosit
sehingga dapatmenginfeksi 10
-
40 % eritrosit (r7).1.2. Stadium Darah (7'17'18)
Dimulai
dengan keluarnyamerozoit
dari
skizon
matangdi
hati
kedalamsirkulasi dan berkernbang rnenjadi
trofozoit
kernudian menghilang dari darah tepi setelah24
jam
dan tertahan
di
kapiler
alat-alat dalam seperti otak,
jantung,plasenta, usus
atau srrnsum tulang.
Disini
parasit
berkembanglebih
lanjut membentukskizon
(prosesskizogoni
eritrositik)
(''").
Setelah proses skizogoniselesai eritrosit akan ruptur melepaskan merozoit kedalarn piasma (sporulasi) dan selanjutnya akan menyerang eritrosit iain dan memulai proses
6u*
(f 7'18).Bentuk
tropozoit
muda
sering
terlihat
di
darah
tepi,
sedangkan skizon banyak tendapat-di organ danotot,
hanyasedikit
dapat ditemukandi
darah tepi kecuali pada kasus berat dan merupakan indikasi untuk tindakan pengobatan cepat(7'17).
Beberapa merozoit akan berdit'erensiasi menjadi bentuk seksual parasit
yaitu
gametosit.
Ada
2
jenis
gametosit
yaitu
makrogametosit
(betina)
danmikrogametosit
(antan).
Gametositakan tertelan
bersama darahyang
dihisap nyamuk dari penderita dan selanjutnya dirnulai siklus sporogoni pada nyarnuk (7).2.
Stadium Nyamuk (sporogoni)
Gametosit didalam darah penderita yang dihisap oleh nyamuk akan segera
keluar
dari
eritrosit
dan mengalarni proses pematangan diususnyamuk
rnenjadil
makrogamet kemudian 18-24
jam
setelahfertilisasi
terbentuk ookinate matang.Ookinate berpindah dari usus tengah nyamuk, menembus epitel dan
dinding
usus sehingga beradadi
lamina
basalis usus,disini
ookinate menjadi
oosit.
Setelahbeberapa
kali
mitosis, oosit akan ruptur dan
rnelepaskansporozoit
kedalarnsirkulasi nyamuk
lalu
bergerak
ke
kelenjar
ludah
nyamuk.
Kemampuanmenginfeksi
manusia mencapai puncaknya setelaht I
hari
beradadi
kelenjarludah dan makin lama semakin menurun daya infeksiusnya (1D.
0 : Mtnutl.
=-G{.:ffiffiffi6mffi
FE
ffi
r::xi#s
''*EE
0$d
tffi-4.,.,\*.,.;:.*
,.iJ'',
__*
*tr
"jie'\
@_6*@.r=._._-
.Iy';'""
i::"
-O
*
r,tfl*
;H;.
l.J:i,l.1i1i,6*-"."
\' .:;.c;'v'ia.Y I
@-@--@"
\
@,
;lll'
i:l;ffi ;::.*1*'-' z,...h
./
-H'-@
@
[image:20.492.20.421.82.480.2]6
Gambar
2.1 SiklusIlidup
Parasit
Malaria
D. Patogenesa
Malaria
Berat/ Malaria Komplikasi
Titik
perhatian dalam patogenesa malaria berat adalah sekuestrasi eritrosit berparasit,sitoadherensi
danrossetting
ke
dalam
mikrovaskuler
organ
vital.Sitoadheren
adalah perlekataneritrosit
berparasityang matang
di
pennukaanendotel
vaskuler,
sedangkanrossetting adalah fenomena perlekatan
eritrositmembentuk bunga.
Faktor
lain
yang
berperandalam
patogenesamalaria
beratadalahinduksi sitokin oleh toksin parasit dan produksi
nitrit
oksida(r5).1.
Faktor
Parasit
Ll
Intensitas parasitParasitemia pada puncak
transmisi
lebih tinggi dari
pada saat transmisirendah(15).
1.2 Densitas parasit
Hubungan
antara
tingkat
parasiternia
dan mortalitas
akibat
rnalariafalciparun
pertamakali
dilaporkan oleh F-iekl dan Niven('o).Mortalitas
mencapai50o/o pada parasitemia 500.000/prl.
Tingkat
parasitemia dapat digunakan untukmenilai beratnya penyakit, tetapi hal
ini
tidak berlaku bagi daerah endernis dirnanaparasitemia yang tinggr sering ditem ukan pada i
ndividu
asimptornatik( I s). 1.3VirulensiParasit
Virulensi
parasit ditentukanoleh
dayamultiplikasi
parasit; strain parasit,kemampuan rnelakukan
sitoadherens
danntsseting,
induksi sitokin,
produksinitrit
oksida sefia invasi parasit(rs).2.
Faktor
Host
2.1 Endemisitas
Daerah endemis
stabil
malaria berat terjadi
pada anak-anak, sedangkan pada daerah endemisitas rendah malaria berat terjadi tanpa nremancJang usia(rs).2.2
GenetikKelainan genetik
yang diketahui
mempunyai
efek
protektif
terhadapAntigen) kelas
I
danII.
Beberapa faktor genetik bersifat protektif terhadap malaria adalah Q'Le'20'21):a.
GolongandarahDuft/
negatifb.
Hemoglobin S yang menyebabkan sickle cell anetniac.
Thalasemia alfa dan betad.
Hemoglobinopati (Hb F dan Hb E)e.
Defisiensi Glukosa 6 Phosphatf.
Ovalositosis2.3 Umur
Bayi
usia3-6
bulanyang
lahir dari
seorangibu yang
imun, mempunyaiimunitas berupa antibodi maternal
yang
diturunkan sehingga meskipun terdapat hiperparasitemia dan demam tetapi jarang rnengalami malaria 6"ru1 (l'ls'le).2.4 Status
Nutrisi
Malaria
berat sangatjarang
diternukan pada anak dengan marasmus ataukwashiorkor. Defisiensi zat besi dan
riboflavin juga
dilaporkan mempunyai efekprotektif
terhadap malaria berat.Diet
rendahPABA (Para
AminoBen:oic
Acifl
seperti terdapat dalam air susu ibu, melindungi anak dari malaria berat(1'15'le).
2.5Imunologi
Limpa
memegangperanan
penting. Pada
malaria
falciparum
limpa memfagositosiseritrosit
tanpa parasit maupun yang berparasit,ini
dihubungkandengan
patogenesaanemia
dan
anoksia
jaringan pada malaria berat.
Selimunokompeten melepaskan sitokin yang berperan sebagai respon imun yang juga
berpengaruh terhadap beberapa proses patologift ( 15' I e).
Penduduk
daerah endemisterpapar
parasitterus
menerussejak lahir
sehingga sistem imun terpacu dan
diperkuat
secara berkesinarnbungan, akibatnyakadar perlindungan imunitas humoral
dan
selulernya memadai(r5).E.
Manifestasi
Klinis
,|naliaria
falciparum
1. Gejala
Klinis
Umum
a.
DemamKhas
demamnya
adalah
periodesitas, berhubungan dengan
pecahnyaskizon matang mengeluarkan lnerozoit
lalu
masuk aliran darah (sporulasi).Awal
demam biasanya irreguler kemudian menjadi remitten. Serangan demam dimulai
dengan
gejala prodromalyaitu
:
lesu, nafsu nrakan menurun/tidak ada, kadangdisertai
mual danmuntah(D.
,
Serangan demam yang khas
terdiri
dari beberapa stadiurn o'ts);i.
Stadium
menggigil (15menit-
l
jam)
Dimulai
dengan perasaandingin
hingga nrenggigil,nadi
cepattapi
lemah,bibir
danjari
tangap membiru,kulit
kering, pucat, kadang disertai kejang.ii,
Stadium Demam (2-
6 janr)Setelah kedinginan penderita kemudian merasa kepanasan, muka merah
kulit
kering
rasa panas seperti terbakar, sakit kepala hebat, nadi penuh dan keras,kadang mual dan muntah, merasa sangat haus.
iii.
Stadium Berkeringat (2-
4
Jam)Penderita
berkeringat banyak
sekali,
suhu
turun
dengancepat
dan
bisadibawah normal. Penderita biasanya dapat
tidur
nyenyak dan waktu bangun merasa lemah tapi sehat.?
l'
-.
b.
SplenomegaliMerupakan gejala khas pada
malaria
menahun. Perubahanpada
lirnpa biasanya disebabkanoleh
kongesti kemudian
limpa
berubahberwama
hitamkarena pigmen yang
ditimbun
dalameritrosit
berparasit. Pada malaria menahunjaringan ikat bertambah sehingga konsistensi limpa menjadi keras (7).
c.
AnemiaBerupa anemia
hemolitik
normokrom norrnositik. Anemiaini
disebabkanoleh (7):
i.
Penghancuraneritrosit
berparasit dan yang non parasit dalamlimpa
(reaksi autoirnun).ii. Reduced survival time (erttrosit normal tidak dapat hidup lama).
iii.Diseritropoeisis (gangguan pembentukan
eritrosit
kur.no
depresieritropoeisis dalam sumsum
tulang
retikulosit
tidak dapat dilepaskan dalam peredaran darah perifer).2. Gejata
Malariafalciparum
YangBerat
/
Nlalaria
Komplikasi
2.1.
Malaria SerebralTerjadi + 2 yo pada penderita non imun dan merupakan penyebab kematian
utama pada malaria berat,
meliputi
10 o/o dari penderita malanafalciparum
yangdirawat
di
RS.
Padapenelitian 235 orang
penderita malaria serebraldi
RSUPManado (19S3-1998)
dijumpai
41% malaria serebral dengan hiperbilirubinemia,26Vo dengan kreatinemia dan l0,7yo dengan hipoglikemia(22).
'I ,l
Menurut
LlrorldHealth
OrganizationI
WHO
(1990) malaria serebral yaitukoma yang
tidak bisa
dibangunkan.
Derajat
penurunan kesadaran dinilai
berdasarkan Glasgow Coma Scale, kurang
dari
I 1 atau lebih dari 30 menit setelah kejang yangtidak
disebabkhn oleh penyakit lain(22). Koma merupakan manifestasimalaria
falciparum
yang berbahaya.Keadaan
yanglebih
ringan
seperti apatis,deliriumatau
perilaku abnormal harus dianggap sesuatu yang serius(l''3).2.2.
Anemia BeratDitandai
denganturunnya hernatokrit (<20%)
atauHb
<7,1
gr/dl
padakeadaan
hitungparasit
>10.000/pl. Sering berhurbungan denganinfeksi
sekunder bakrerial, perdarahan retina dan keham i1an42'23'242.3. Gagal
ginjal
akutUrin
<
400 mU24jam
setelahdilakukan
rehidrasi dankreatinin
>3
mg!/o(22'25).
Faktor
risiko tedadinya
gagal ginjalakut
ialah hiperparasitemia, hipotensi,ikterus dan
hernoglobinemia(r6'22). Patogenesispasti gagal
ginjal
pada
malariabelum
diketahui. Gagalginjal
prerenal diperkirakan disebabkan muntah-muntah,hiperpireksia dan dehidrasi terutama pada hiperparasitemia Q2'2s'26'27). Gagal ginjal
renal
disebabkan nekrosis
tubular
akut
karena hemolisis
intravaskular
dan pengurangan sirkulasi darahkortikal
!r'27).2.4.Edemaparu
Faktor yang
mempermudahterjadinya edcma paru
adalah
kelebihancakan,kehamilan
/
post partum, malaria serctrral, hiperparasitemia, hipoglikernia,hipotensi,
asidosisdan
uremia16'22). Gejalanya:
sesak nafas, sianosis, sputumberbuih
/
berdarah,ronki
basah yangdifus,
batuk-
batuk
dantidak
ditemukangej ala decompensasi cordis(l 6).
2.5.
Hipoglikernia
Kadar gula
darah penderita<40
rng/dl
Q'22'24).Hipoglikemia
disebabkankebutuhan metabolik parasit menghabiskan cadangan glikogen
hati,
biasa terjadi pada anak-anakmaupun
dewasaterutama
wanita hamil.
Pada dewasa seringberhubungan dengan pengobatan
kina.
Preparatkina
dan
kuinidin
merupakanstimulan
kuat
sekresiinsulin
dari
pankreas. Penyebabhipoglikemia
yang
lain
yaitu
sekresi adrenalin berlebihan,disfungsi
susunan saraf pusat dan kegagalan glukoneogett"ti t( l'7' I 6'22'24'26'27 )2.6. Gagal sirkulasi
/
syokDisebut
juga malaria algid
dimana
terjadi syok
vaskular
dan
tekanansistolik <70 mmHg, menurut
WHO
<80 rnrnHg dan tekanan diastolik seringtidak
terukurlkolaps,
terjadi
perubahantahanan
peritbr
dan
berkurangnya
perfusijaringp
(te'z+1.2.T.Perdarahan spontan dari hidung, gusi, saluran cerna disertai adanya gangguan
koagulasi intravaskuler
Perdarahan
spontan berupa
perdarahangusi,
epistaksis,
hematemesis,melena, perdarahan dibawah
kulit
sepertiptekie,
purpuradan
hematoma dapatterjadi
karena trombositemia.Tetapi
ini
biasanyajarang
danterjadi
pada pasien nonimun
Q'7'22'24).2-8- Kejang berulang lebih dari
2kalil24
jam setelah pendinginan padahipertemia
;2-9. Asidosis
Ditandai
dengan hiperventilasi (pernafasan Kusstnaul), peningkatan asamlallat,
pH
darah
turun
k
7,25,
penurunan
bikarbonat
(<15
rnrnol/l)
dan hiponatremia. Sering disertai edema paru, hiporparasiternia, syok, gagalginjal
dan hipoglikenr ioQz'zD.2. I 0. Makroskopik hcmoglobinuria (Black lMut t:r I ;cvar)
Merupakan sindroma akut hemolisis intravaskular dengan trias gejala yaitu
demam menggigil,
ikterik
dan
hemoglobinuria.
Keadaan
ini
jarangditemukan (7't 6'22'24'26) .
2.11.
Diagnosapost mortem
ditemukannya parasityang
padat pada pembuluh darah otak(I6).Beberapa keadaan
lain
yang
dapat digolongkan
sebagairnalaria
berat sesuai dengan gambaranklinik
setempat adalah (16):a.
Gangguan kesadaran ringan,dalirium
dan somnctlen.b.
Kelemahanotot, tidak bisa
duduk atau berjalan
tanpa kelainanneurologik
c.
Hiperparasitemia>
5
yo pada daerah hipoendemik atau>
250.000parasit/pl. Pada parasitemia
500.000/irl
angka kematian mencapai'
50o/okecuali pada daerah hiperendemik / holoendemik.d.
Iklerik,
bilirubin
>3mgo/o(malaria Biliosa)(22)fi r:
I
i!
d.
Ikterik,
bilirubin
>3mgo/o (malaiaBiliosa)(22).Te{adi
karenahemolitik
sel
darah merah, obstruksiintra
hepatikataupun gabungan keduanya. Sekuestrasi
dan
sitoadlrcrensmenimbulkan
obstruksi
rnikrovaskular. Peningkatan
SerumGlutamat Oxaloacetat'l'ransaminase
I
SGOT
dan Serum ()lularnatP i ruv a
t
Tran,s u m i na s eI
SG PT j uga scri n g terl adi
Q2'25'27'28) .e. Hiperpireksia, suhu
tubuh
antara3g40"C
dan suhurektal
>40oC. Penderita sering cleliriumdan kcjang. 'Ierutama pada anak (t'22'24).Diagnosa
malaia falciporum
berdasarkan manifestasiklinis
(termasukis),
uji
serologis
dan
pemeriksaanlaboratorium
mikroskopis
denganukan parasit aseksual disediaan darah
tepi yang masih
merupakangold
Q'7'n'24'2e)'
Interpretasi
pemeriksaanmikroskopis
terbaik
berdasarkanparasit.
Hitung
parasit pada tetes tebal berdasarkan leukosityaitu
per 200:
<100.000/pl mortalitas<
lYo:
>500.000/pl rnortalitas >50o/oSecara kasar
pada
pemeriksaan sediaandarah
tebal
sering
dilaporkan: *
:
1-10parasitper
1000 lapangan pandang++
:11-100
parasitper
1000 lapangan pandang+++
:
1-10parasitper
1000 lapangan pandang++++
:>
l0
parasit persatu lapangan pandang+++++:
>
100 parasit perI
lapangan pandango'2e)Pada parasitemia yang
tinggi
dapatdihitung
berdasarkanjumlah
eritrosityartu per 1000
erifosit.
G. Diagnosa
Banding
Malaria Berat
l.
Malaria Serebral :a.
Ensefalopatiakibat
infeksi
bakterial, virus,
jamur,
metabolik
maupungan gguan serebrovaskul ar.
b. Meningitis.
2-
Ikterus
:
Leptospirosis, demamtifoid,
dcmam kuning,
sepsisdan
penyakitsistem biliaris.
3.
Gangguanginjal
:
glomerulonefritis, hemolisis intravaskular yang
masif;penyakit sickle
cell,
reaksitranfusi inkompatibilitas,
demarntifoid,
gigitan ular, leptospirosis, obat-obatan nefrotoksik dan trauma4.
Hipoglikemia:
diabetes melitus, sepsis dan insulinoma.5.
Hipotensi : sepsis6.
Edema paru sepertiinfeksi
paruakut,
sepsis,kelebihan
cairan, pneumoniaaspirasi dan intoksikasi obat(2z).
H.
PengobatanKlasifikasi
obat anti malaria dibagi berdasarkan stadium parasit (t2) :a.
Skizontosida jaringanBekefa
pada stadium pra-eritrosit dan mcmpunyaicfck
mencegah masuknya parasit malaria kedalam sel darah merah. Yang termasuk golonganini
adalahPrimakuin.
b. Skizontosida darah
Beke{a
pada stadiumeritrosit
terutama digunakanuntuk
pengobatan secaraklinis
atau supresif. Obatnyayaitu
klorokuin,
mef'lokuin, halofantrin.c. Gametosida
Bekerja pada stadium seksual. Prirnakuin tnerupakan obat golongan ini. d. Sporontosida
Bekerja
menghambat pembentukanookista
dansporozoit didalam
nyamukAnctpheles betina yang menghisap stadium gamet. Kelornpok obat
ini
adalahpirirnetamin dan proguani l.
Pengobatan
malaria
resisten klorokuin(I2) :a.
Klindamisin
: skizontosid darah.b.
Meflokuin
: skizontosid darah terutama untukt'.fulciparnrtr
resistenmultidrug.
c.
Flalofantrin:
skizontosid darahjuga
untukl'./iilciparum.
d. Derivat
Artemisinin
: skizontosid darah. Derivat obatini
ada beberapa jenisyaitu
artesunat,artemeter, dehidroartemisinin,
artemisinin,
arteeter
danartelinik asid.
Pengobatan
untuk
malariaberat (16'30)A.
Tindakan Umum :L
Pertahankanfungsi
vital
:
sirkulasi,
kcsadaran, kebutuhan oksigen, cairan dan nutrisi.2. Hindarkan trauma, dekubitus, jatuh dari tempat tidur.
3.
Perhatikan kateterisasi, defekasi, edema paru karena over hidrasi.4.
Monitoring
ukuran dan reaksipupil,
kejang dan tonus otot.5.
Cegah hiperpireksia dengan pemberian cairan yangcukup, baju
tipis
danpemberian anti piretika serta kompres
bila
tclah terladi hiperpireksia. 6. Lakukan punksi lumbalbila
tedadi gejala rneningitis atau kaku kuduk.7. Perawatan mata untuk menghindari cacat pada kornea.
B. Pengobatan untuk parasiternia:
1. Pemberian Obat
Anti
Malaria.2. Exchange transfus,r:ion
(tran
si ganti)C. Terapi spesifik
1.
Malaria
Serebralpada pasien kejang
perlu
pemberiananti
konvulsan seperti diazeparn atauchlorpromazin intraven a 0'2e) .
2. Anemia
Bila
Hb
<5
gr
o/o atauhemotokrit
<15o
diberikan
tranfusi
darah wltole blood atau packed cells.3. Gagal
ginjal
akutPemberian
cairan pada oliguria,
bila
produksi
urin tidak
ada
setelahdilakukan rehidrasi, diberikan furosemid.
Bila
kreatinin semakin meningkat dialisis harus segera dilakukan(3 r).4. Edema paru
Pernberian cairan dibatasi dan pengaturan posisi
tidur
setengah duduk untukmenglrangi beban jantung kanan dan penrberian diuretika.
5.
Hipoglikemia
Beri
50 rnl glukosa 40 o/o intravena kemudian glukosa l0o/o per infus 4-6jarn
dan monitor kadar gula darah tiap
4-6jarn
dan bila perlu gunakan obat yangmenekan produksi inzulin.
6. Malaria algid
Pernberian cairan
infus
yang mengandung dekstran/
plasmadalam
1jam,
bila
tidak berhasil digunakan doparnin dosis rendah 7. Kecendrungan perdarahanBila
hematokrit
turun
drbawah
15-20%diberikan
tranfusi
dengan whole blood dan injeksi vitarninK
intravena.8. Asidosis metabolik
Pemberian bikarbonat dengan memperhatikan analisa gas darah.
9. Malaria hemoglobinuria
Bed rest, atasi hipotensi, menghentikan muntah,
monitor
produksi ureum,kreatinin dan laLukan transfusi bila Hb <6910/o
10. Hiperpireksia
Kontrol
suhu
rektal,
kompres
dingin,
pernberiancairan
fisiologis
+400ml/hari
dan paracetamol 15 mg/kgBB 11. Malaria biliosaDosis
kina
dikurangi
dandiganti
klorokuin,
pada anoreksia berat berikan glukosa l0o/oi*ravena,
pemberian vitarninK
dan rnonitoring fungsi hepar.12. Hiperparasitemia
Exchange transfusiondapat mengurangi parasitemia
dari
43o/o menjadi lo/o.f.
PrognosaPrognosa tergantung kecepatan diagnosa yang tepat dan penanganan yang
akurat,
bila
pada stadiumdini
penyakit didiagnosis dan diobati dengan baik, makainfelsi
dapat segeradiatasi.
Mortalitas
malaria
berat tergantung darijenis
danjumlah
organ yang mengalami kornplikasi.
Gangguan kesadaranyang
dalam, asidosis, gagal ginjal, hipoglikemia dan leukositosis merupakan faktor utama yangmeninggikan angka mortalitas. Penelitian
di
Minahasa,pada
malaria
serebraldidapatkan angka
mortalitas
I0,5oApada
komplikasi satu
organ, 47,6'/o
bila
terkena
dua organ dan 88,9%
bila
mengenai
tiga
organ. Pada
gagal
ginjalmortralitas
lebih tinggi yaitu
45o/o $22'24'25).Angka
rnortalitas semakin meningkatbila
gagal grnjal bersamaan dengan malariaserebral yaitu
68o/o,jugabila
disertaipenyulit
lain
seperti
uar*u
paru
angka
kematian
mencapai''S}yo
Q'zs't.Bila
pe,nanganan penderita tanpadialisis angka rnortal itas mencapai 48V, Q2) .
BAB
TII
METODA PENBLITIAN
A.
JenisPenelitian
Penelitian
ini
merupakan suatupenelitian retrospeklif
deskriptif
rlenganmengarnbil data
dari
status penderita nala1ra.fulcipantm yang terdapatdi
rekanrmedis Perjan
RSDr
M
Djamil
Padangdari
I
Januari 2002 - 31April
20A2,B.
Lokasi
danWaktu
Penclitian
Penelitian dilakukan
di
rekam medis
PeqianRS
Dr
M
Djamil
padangselama dua minggU, mulai minggu pertama sampai kedua November 2002.
C. Populasi dan Sampel
Populasi
dalam penelitian
ini
adatah seluruh penderitayang
dirar.vatdi
Bangsalpenyakit Dalam pedan RS
Dr
M
Djarnil
Padangdari
1
Januari 2002sampai
31
April
2QA2. Sampel adalah seluruh penderitayang telah
didiagnosasebagai
malariafalciparum
yangdi
rawatdi
Bangsal PenyakitDalam
RSDr M
Djamil
Padangdari
1 Januari 2002 - 31April
2002.D. Pengumpulan Data
Data dikumpulkan
dari
rekam medis penderita malariafalciparum
yang
dirawat
di
BangsalPenyakit Dalarn
RS
Dr M
Djarnil
Padangdari tanggal
1Januari 2002 sarnpai 31
April
2002, yang dicatat adalah :1.
Jumlah penderita malariafatciparunt
2.
Umur penderita3.
Jenis kelarnin,lI
4.
Gejalaklinis nalana/itlciparum
5.
Pemeriksaanfisik
malaria/alciparuttt
6.
Hasil laboratorium penderita malaria.fulciparunt7
.
Perjalananklinis
penderita malaria./ it t c i purtr m.E. Pengolahan Data
Pengolahan
data dilakukan
secara
manual
dan
dihitung
persentase, kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.F.
Definisi
operasional1.
Malaria
berat
adalah rnalaria./itlciparunr
denganparasit
aseksuai yangditemukan pada penderita yang mempunyai gejala atau
komplikasi
yangcenderung bersifat fatal,
dalam
hal
ini
diagnosabanding
telah
dapat disingkirkan(l6'22).Adapun yang tergolong malaria berat adalah malaria dengan:
a.
Malaria
serebral
yaitu
malaria
dengan
koma yang
tidak
bisadibangunkan, derrgan skor Glusgttw ()onru Scale
/
GCS <1I
atau kejang yangtidak
disebabkan oleh penyakit lainG2).b.
Anemia
berat,
bila Hb
<
7,1
grldl
atau hernatokrit
<2Ao/o padahitung parasit >10.000 parasit/pl.
c.
Gagalginjal
akut, urin <400mll24jarn
dan kreatinin >3 ngo/od.
Edema parue.
Hipoglikemia;
gula darah <40ngldl
f.
Syok; sistolik <70 mmHg dan diastolik sering tidak terukurg.
Perdarahan
spontan
dari
hidung,
gusi,
troct
dige.stivus
dangangguan koagulasi intravaskul ar.
h.
Kejang berulang>2x/24
jam setelah pendinginan pada hipertermiai.
Asidemia (pH <7,25)/
asidosis (plasma bikarbonat <15mmoiil)
j.
Makroskopikhemaglobinuria
k.
Diagnosa
post
mortem
ditemukan parasit
yang padat
padapembuluh darah otak
l.
Malaria Biliosa
yaitu
malaria
dengan
ikterik
dimana
bilirubin
>3 mgVo2.
HitungParasit/Parasite
counta.
Hitung
parasit pada tetes tebal,dihitung
berdasarkan leukosityaitu
per200leukosit.
Penilaian :
i.
Hitung parasit<
100.000/prl, mortalitas lo/ou. Hitung parasit > 500.000/pl, rnortalitas 50o/o
Secara kasar seringjuga dilaporkan dengan :
+
:
1-10 parasit per 1000 lapangan pandang++ :
ll-100
parasit per 1000 lapangan pandang+++ :
l-10
parasit per 1000 lapangan pandang++++
:
>
10 parasit persatu lapangan pandang+++++
:
>
100 parasit persatu lapangan pandangb.
Pada parasitemiayang tinggi, dihitung
berdasarkanjumlah
erilrosit.Pembacaan dilakukan pada sediaan
tipis
malaria dandihitung
per
1000 atau 10.000 eritrositlzg.3.
Umur
:a.13
-
19 tahunb.20
- 29 tahun c. 30 - 39 tahund. 40 - 49 taliun
e. 50 - 59 tahun
f.
> 60 tahun4.
JenisKelamin
5.
a.
Lakilaki
b. Perempuan
Daerah asal adalah daerah tingkat
Sumatera Barat.
II di
Surnatera Barat dan daerah luarBAB
IV
TIASIL PENELITIAN
Selama periode penelitian 1 Januari 2002
-
31April
2002ditemukan
106kasus penderita
malariafalciparum
yang diratvatdi
Bangsal Penyakit Dalam RSDr
M Djamil
Padang.Dari
106 pasien, yang dapat dijadikan sebagai sampel padapenelitian
ini
hanya 100 pasien.Berdasarkan
penelitian
yang telah dilakukan
didapatkan
hasil
berupaDistribusi
Frekuensimalaia
falciparum
menurut umur danjenis
kelamin
seperti pada Tabel 4.1.Tabel
4.1.
Distribusi
FrekuensiMalaria
falciparum
Menurut
Umur Dan
JentsKelamin Penderita
Dari
tabel 4.L terlihat
bahwa
wanita lebih
banyak menderita
rnalartadibanding
pria yaitu
masing-masing53%
(53
orang)
dan
47Yo(47
orang). Sedangkandari kelompok
usia ternyata penderita tnalariatertinggi
berasal dari kelompok usia 21- 30 tahunyakni
sebanyak34
orang(34%).
Sementaraitu,
bila
dirinci
menurutjenis
kelamin, kelompok
usia penderita malaria terbanyak padaNo Golongan Umur(tahun)
Pria Wanita
Jumlah Pcrscntase(Y,)
n ol n at/
l. t J. 4. 5. 6. 13-20
2t -30
3l -40
4l - 50
51 -60
>61 I2 l4 5 t2 I 3 25,5 29,8 10,7 25,5 2,1
ler
(t 20 t4 5 5l
I 1,4
37,7 26,4 9,4 e$ 5,7 l8 34 t9 t7 (r 6 l8 34 l9 t7 (; 6
hunlalr 4'l 100 53 100
too \
too [image:38.494.18.434.350.571.2]wanita
yaitu
padakelompok 2I-30
tahun (37 ,7%) dan untukpria
pada kelornpokusia yang sama
yaitu zl-3}tahun
(2g,8%). [image:39.503.30.452.233.789.2]Distribusi
frekuensimalaiafutciparum
menurut daerah asal pasien seperti pada Tabel 4.2. berikut :Tabel4.2.
Distribusi
FrekuensiMalariafulciptaruntMenurut
Daerah Asal PasienTabel 4.2 menunjukkan bahwa daerah asal penderita terbanyak adalah dari
kodyaPadang
yaitu7l
pasien (75%).No Daqah Asal
Jurnlah Sanrpcl
(n) Pcrscntasc (%) l. ., 3. 4. 5. 6. 7.
Kodya Padang
Kab. Padang Pariaman Kab. Solok
Kab. Pcsisir Sclatan
Kab. Pasaman
Kab. Kep. Montawai Luar Sumbar
75 t2 I 6 I 3 2 75 l2 I 6 I J a
iumlalt t00 100
Adapun
distribusi
trekuensi gejalaklinrs
yang ditemukan pada penderitamalaiafulciparum
seperti pada Tabel4.3.berikut
:Tabel4.3.
Distribusi Frekuqnsi GejalaKlinis
Pcrrderita Malaria.falcipurumDari
Tabel
4.3
dapatdilihat
bahwa
t)4Yo penderitamalaia /alciparum
rnengalami demam remiffen.Keluhan
kedua terbanyakyaitu
berkeringat (76%)diikuti
mual (74%o),sakit
kepala(64%), menggigil (63%),
muntah (45Y0), nyeri otot(44%),
anoreksia(37%),
nyeri perut
(20v'o),diare
(8%)
dan gejala klinis
terjarang adalah kej ang (3%).
No Gcjala Klinis .lLrmlah Sanrpcl
(n) Pcrscntasc Dcmam Remittcn Mcnggigil Berkeringat Sakit Kepala Nyeri Otrot
Mual
Muntah Anoreksia Nyeri Perut
Distribusi frekuensi
hasil
pemeriksaan
fisik
falciparum
terdapat pada Tabel4.4. berikut.pada
penderita
rnalariaTabel4.4. Distribusi Frekuensi Pemeriksaan Fisik Penderita
Malariafalciparum
,lunrlah Sanrpcl (n)
l4 2 23
ll
l5 9 4 75 4Z l4 tiDari Tabel
4.4
dapatdilihat bahwa pada pemeriksaanfisik
didapatkan 75Yopenderita
mengalami
hepatomegali, 42o/oIncngalami
splenomegali,nadi
cepat 23Yo, nafas cepat I 57o, penurunan kesadatan l4oh, perdarahan 14Yo, hiperpireksia1 1%,
ikterikgyo,anemis
8olo, sianosis 4%o dan s-vok 2%.Penurunan Kesadaran
Syok (sistolik <80 mmHg) Nadi ccpat (>100 Vmenit) Hipcrpircksia (>39'C) Nafas ccpat (>24 Xmcnit)
Distribusi
frekuensi hasil laboratoriuni pada penderita malariafulcipurum
tcrdapat pada Tabel 4.5. berikut:Tabel
4.5.
Distribusi
Frekuensi Gambaran
l,aboratorium
Penderita
Malariafalciparunt
No Variabcl Junrlah Sarnpcl
(n)
Jurnlah yang
Mcuqalanti Pcrubahan
Pcrsc l.
)
3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.i0.
11. 12.Pcnurunan Hb : Pria < 13 g/dl Wanira < 12 gdl
Lcukosit < 4300/nlrrl
Eritrosit < 4,15 X 106/mm3
Trombosit <130.000/pl
Hcmatolirit:Pria <42Y,
wu'jta<37"4
LED:
Pria
> lOmmi ljamWanita >15 mm/ljarn
SGOT > 38/pl
SGPT > 4llpl
Bilirubin Totat >
l,l
mg/dl Urcum > 40 mg%Krcatinin
>l,l
mgToGula Darah Random < 80 mg/dl
97 97 22 80 67 (r4 6r (r0 40 (r9 53 59 -54 25 t7 26 43 55 44 28 l4 ilr t2 27 55 2.i 77 32 64 85 77 46 30 26 22 45
Dari Tabel4.5
terlihat bahwa55,7o
pasien malaria.falcipurum mengalamrpenurunan
YIb, 25,8yo mengalami leukopenia, 77,3yo mengalami
eritropenia,32,5o/o
mengalami trombositopenia. Sebagian
besar
pasien
mengelanlipeningkatan
laju
endap d.arah/LED pada satujam
pertama (85,goA), penurunanhenratokrit (64,2yo),72,1Vo mengalami peningkatan Serum Glutarnat Oxaloucetat
;;r
r)/r I
. o) |
s7l
I
..'{l
7.3
I
2-5
II
4.2
I
5el
2r
I6671
0{l
6,t
I I26
IiL-_J
[image:42.505.25.435.102.611.2]'I'ransaminase
/
SGOT,
46,7Vo mengalami pcningkatan Serum GlutarnatPiruvat
T'ransaminase
I
SGPT
sedangkan 30,4Y0pasien
bilirubin
totalnya
meningkat,26,10
ureum meningkat, 22,6yo
kreatinin
meningkat
dan
45,8oh
pasien mengalami penurunan gula darah.Distribusi
frekuensi
hitung parasit
pada penderita
rnalaria .falciparumterdapat pada
Tabel4.6 berikut
:Tabel4.6.
Distribusi
Frekuensi Hitung Parasit l'onderita Malana./itlcipuruntDari 59
pasienyang diperiksa
hitung
parasitnya ternyata74,6
oto (44 Pasien) tingkat parasitemianya <100.000 parasit/prl darah, 9 pasien (15,2%) antara100.000-500.000
parasit/pl
darah dan
yang
-'500.000
parasit/pl
darah
sebesar10,20 (6 pasien).
Jurllah Sanrpcl (n)
74,6
l -i,2
t0.2
< 100.000 parasi/pl darah
I 00.000 - 500.000 parasit/pl darah
>500.000 parasit/pl darah
Distribusi
frekuensi malaria
berat
pada penderita
malariafalciparum
terdapat dalam Tabel4.7.
berikut
:Tabel 4.7. Distribusi Frekuensi Malaria Berat
Malaria Bcrat Pcrscntasc (%,)
Malaria Scrcbral
Ancmia Bcrat Hipoglikcmia Malaria Biliosa Hiponalrernia
Malaria Sercbral + Hipoglikemia Malaria Biliosa * Anemia + GGA
Malaria Serebral + GGA + Iktcrus + Hiponatrcn'ria
30,3
30.3
4,4
17,4
4.4
4,4 4,4 4.4 t00
Dari
100 pasienmalariafalciparum,
yang menjadi malaria berat yaitu 23orang
(23%). Dari 23
pasientersebut
30,3o/6berupa malaria serebral,
30,3yoberupa
anemia berat,
malariabiliosa lT,4yo,lripoglikemia
4,40)4, hiponatremia 4,4yo. malaria serebral+
hipoglikemia
4,4Yo.Kornplikasi
3
organyaitu
malariabiliosa
+
anemia berat*
GGA 4,4oA, dan nralaria serebral+
GGA
+
ikterus
+ hiponatrem ia 4,4 Yo.Junrlah
Sampcl (n)
[image:44.509.40.460.29.418.2]Distribusi
frekuensi pedalananklinis
pada penderita malaria/hlcipurum
terdapat pada Tabel4.8.berikut
:Tabel 4. 8.
Distribusi
Frekuensi Perjalanan Kl i n is
Malaria folc ipurumMalaria /ilc'iparunt
Dari
tabel 4.8 terlihat
bahwa pada
pasien malariaJitlciparun?
tanpakomplikasi
76,6aAmengalami perbaikan saat
keluar dari rumah sakit,
19,50 sembuh dan 3,9o/o keadaannya menetap sertatidak
ada pasienyang
meninggal.Pada malaria berat
I
malaiakomplikasi
60,9%rnengalami
perbaikan saat keluardari rumah sakit,26,7o/o meninggal
dunia
dan l3o/o pasien sembuh.t9.5
76.6
3,9
0
100 Pcrjalanan Klinis Pcnyahit
l3
60.<)
0 2(r.1
Scmbuh
Pcrbaikan
Menetap
Mcninggal
[image:45.515.39.481.174.781.2]BAB V
DISKUSI
A. Diskusi
Selama periode
penelitian
I
Januari 2002
-
3l
April
2002
didapatkanjurnlah
penderitamalariafalciparunr
sebanyak 106 pasien.Dari
,l06 status pasientersebut,5
buah
status pasientidak
ditemukan dan satu berupa
status kcisongsehingga
yang
dapatdijadikan
sarnpeldalarn penelitian
ini
hanya 100
pasien.Banyaknya
jumlah
pasienini
menunjukkkan bahwamalaria masih
merupakanpenyakit endemis di Indonesia, khususnya Sumatera Barat.
Jika
dilihat
dari usia penderita terlihat bahwa penderita malaria.falciparunt terbanyak adalah antarausia 21-30 tahun
(34%). I-lal
rni
sesuai dengan hasilpenelitian Evanita
(2001)
yang jugarnendapatkan kelompok umur terbanyak padausia 21-30 tahun
denganangka
sebesar 34,7oh(2).Ini
dimungkinkan
karenakelompok urnur
ini
memiliki
mobilitas yangtinggi
dan banyaknyaaktifitas
cliluar rumah(l l'33).Berdasarkan
jenis
kelamin
penderita, ternyata
kesempatanbaik
priamaupun
wanita untuk
terinfeksi
Plusmotliunt
adalahkira-kira
sama(32). Setiaporang
dapat sajaterinfeksi
malaria dgn perbedaan prevalensi menurutumur
danjenis
kelamin
berkaitan
dengan perbedaanderajat
kekebalan karena
variasiketerpaparan
pada
gigitan
nyamuk('2).Pada penelitian
ini
didapatkan
bahwawanita sedikit
lebih
sering menderita malariavaitu
sebesar 53o/o danpria
sebesar47oh.,
sedangkan
penelitianAlkisman (1997)
dan Evanita(2001)
mendapatkaninsiden
tertinggi
malaria falciparumyaitu
pada pria( I 2'32).Daerah asal penderita rnalaria
falcipurunt
yang terbanyak didapatkan darikodya
Padangyaitu 75
orang(75%).
Hal inr
tidak
iauh
berbeda dengan hasilpenelitian
Alkisman
(lgg7)yang
rnendapatkan angka 76,03oA\12).Hal
ini
mungkindisebabkan karena
RS
Dr
tr4nlamit
terletakdi
kota
Padang, sehingga sebagian besar penderita berasal dari daerahini
dan daerah Padang dekat dengan kepulauanMentawai yang dikenal sebagai daerah endemili malaria.
Manifestasi
klinis
penderita
malaria.fitlciparum
sangatbervariasi.
Dataklinis
ini
diambil
saat pasien Wrtamakali
nrasuk rumahsakit.
Keluhan demamremitten
dialami oleh hampir
semua pasien yaitu 94Yo.Menggigil
dialami 63Yopasien., berkeringat 76oh pas,ien,
sakit
kepala 640/o,nyeri
otot 44Yo,ntual
74%o,rnuntah 45Yo, anoreksia 37o/o,
nyeri perut
20?A,diare
8a/o dan kejang 3o/o. Padapenderita malaria di RSUP Manado dan RSU Bethesda umumnya
juga
rnengaiamidemam
(g2-96%),diikuti
sakit kepala, menggigil, mual, pusing, nyeri epigasiriumdan muntah(33).
Hal
ini juga
tidakjauh
berbeda dengan hasil penelitian Alkisrnan(1997) dan Evanita (2001).
Gejala
klinis
malana umumnya dipengaruhioleh
sejumlahfaktor
seperti genetik, status nutrisi, imunitas tubuh, strain l'lusmocliutn, danjumlah parasit yangmenginfeksi serta keterlambatan atau ketidaktepatan terapi. Gejala utama malaria
berupa demam secara
periodik
berhubungan dengan proses skizogoniI
pecahnyaskizon
matangdan keluarnya
tnerozoitlalu
rnasukke aliran
darah (sporulasi).Juga disebabkan terbentuknya
sitokin
dantoksin lain.
Pada malaria ./alcipurum demam biasanyairreguler,
suhutidak turun
sampainormal
kemudian menjadiremittenataukontinua,bahkankadangdengan2puncakdemanr(7'33
Dari hasil pemeriksaan
fisik
penderita malaria.fitlciparutn
didapatkanT5Vopasien mengalami hepatornegali,42Vo rnengalami splenonregali, anemia
8%
danikterik
9Vo. Keadaanini
sedikit
lebihtinggi bila
dibandingkan dengan penelitianEvanita (2001) yang
mendapatkanhepatonrcgali
55,2o/o,splenomegali
44,8Yo,anemia
l7,go
danikterik
ll,gyooz). Penelitianl{arijanto
di
RSUP Manado danRSU Bethesda Tomohon
juga
mendapatkan hcpatomegali lebih sering yaitu 42V'odan
43,7Yo.Splenomegali
masing-masing29Yo
dan
40,7yo,anemis
di
RSUBethesda 6,60A,
ikterik
3%.Tingginya
penderita dengan hepatornegali berhubungan dengan infeksidarah. Pada
infeksifalciparutn, infeksi
darahlcbih
hebat dirnana tertadi hipertrofi dan hiperplasia dari sel kupffer dalam memfagositosis eritrosit dan parasit. Fungsihati
bisa terganggu selama fase akut sehinggaditemui
peningkatanbilirubin
danserum
transaminase(2t). Splenomegalisering
dijumpai
pada
penderita malaria karenalirnpa
berperanpenting dalam
mengeluarkaneritrosit
berparasit.Limpa
akan teraba setelah3
hari
dari
seranganinfeksi akut. Limpa menjadi
bengkak,nyeri dan hiperemis(28).
Flasil
uji
laboratorium
didapatkan
bahwa
85,9yo
pasien
mengalamipeningkatan
LED
pada 1jam
pertama, 55,7yo pasien rnengalami penurunan Hb,32,5yo
mengalami
trombositopenia,64,2yo
rnengalami penurunan hematokrit,25,Sohnrengalarni leukopenia.
Nilai
Serwn(ilulunrut
Oxaloacelctl |'ransaminaseI
SGOT,
SerumGlutamat
Piruvat
Transantinr-r,rc/
SGPT,bilirubin,
ureum
dankreatinin
rneningkatpadamalariafulciparunr.
Peningkatan SGOTdialami
72,1o/opasien sementara peningkatan SGPT
dialami
46,7yo pasien. Peningkatanbilirubin
total dialami
3A,4Vo pasien,ureum
26,l\0,
krcatinin
22,6Vo dan penurunan guladarah
dialami
45,8Vopasien.
Penelitian Evanita (2001)
iuga
mendapatkanpenunrnan
nilai Hb
danHt,
peningkatanLED
I
jam
pertamadan
nilai sGoT,
SGPT,
bilirubin,
ureum,
kreatinin
juga
scdikit
meningkat(12). Bebcrapakepustakaan
juga
rnenyimpulkan terjadinya pcningkatanLED
pada Ijam
pertamadan kembali normal setelah diberi pengobatarl( I':e'r4)'
Densitas parasit penderita malaria l'ulciparum
pada
penelitian
ini
didapatkan 74,6oh pasien
memiliki
densitas parasit <100.000parasit/pl,
75,2o/opasien dengan densitas
parasit
antura 100.000-500.000parasit/pl.
10,206 pasienrnerniliki
densitasparasit >500.000
parasit/prl. Padapenelitian Evanita
(2001)didapatkan densitas
parasit antara
160-165.000.Tingkat
parasitemia
dapatdigunakan
untuk
rnenilai
beratnya
penyakit
dan
keberhasilan
terapi. Bila
parasitemia <100.0001(l darah angka kematian
sekitar
I
Vo danbila
parasitemia>500.000//l angka kematian
mencapai
50%.
Hal
ini
disebabkan terjadinyagangguan mikrovaskular yang lebih banyak schingga akan menyebabkan kelainan
rnetabolik seperti hipoglikernia dan asidosis nretabolik. Meskipun demikian pada
daerahendemis malaria, parasiternia yang
tinggi
sering ditemukan padaindividu
.'
yang asimptomatik.
Dilain
pihak
terdapat kasus kematian akibatmalaria
dengantingkat parasiternia yang rendah. Beratnya penyakit
lebih
ditentukan olehjutnlah
parasit
yang
bersekuestrasi kedalamjaringarr
daripadajurnlah
parasit
dalarnsirkulasi perifer(22).
Dari
100 sampel dalam penelitianini
didapatkan 23 pasien berupa malariaberat/malaria
komplikasi. Malaria
serebral dan anemia berat merupakan malariakornplikasi terbanyak yang
dijumpai
pada penelitianini
dengan persentase samayaitu
sebesar 30,3Yo,kemudian
diikuti
malaria biliosa (l7,4yo),
hipoglikemia(4,4Vo), hiponatremia 4,4Vo.
Komplikasi pada
dua
organ
atau lebih
juga
diternukan.Malaria
serebral dengan hipoglikernia
4,4o/o,nalaria biliosa
dengananemia
dan
gagalginjal akut/CGA
sebesar 4,4Yo danmalaria
serebral denganGGA
dan ikterus serta hiponatremia sebesar 4,4%. FIalini
berbeda dengan hasilpenelitian Evanita (2001) yang memperoleh rnalaria serebral sebagai komplikasi
terbanyak yaitu sebesar 75%o,
GGA
12,5o/o dan anemia berat denganGGA
12,5%.Data dari Bagian Penyakit Dalam RSUP Manaclo periode Januari-Desernbcr 1998
tercatat 70 kasus malaria berat dengan komposisi malaria dengan
ikterik
sebesar 4l,6yo,ikterus dengankomplikasi lain
l4,3Yo. rnalaria serebral 71,4o dan malaria dengan gagalginjal
akut 10YoQ2).Tingginya kejadian malaria serebral
berhubungan
dengan
distribusi sekuestrasiparasit dimana
sekuestrasitertinggi
ditemukan
di
jaringan
otak.Tingkat
sekuestrasidi
otak
berhubungandcngan
tingkat adhesif
di
enclotelvaskular
otak.
Masuknya
merozoit
kedalam
critrosit
menyebabkan pcrubahanstruktur dan biomolekular
eritrosit
sehingganremiliki
kemampuan adhesi derrgansel
lain yaitu
endotel vaskular,eritrosit lain
dan
eritrosit
berparasityang
lain, akibatnya akan terjadi sumbatan kapiler otak schingga terjadi anoksia otak(r5).Anemia
terjadi
karenahemolisis
sel
darah, terhambatnya hematopoeisisdan
reducer|
survival
time
dari
eritrosit.
.lLrgasering
berhubungan
denganhiperparasitemia,
infeksi
sekunderbakterial,
pcrdarahanretina dan
kehamilan.Plasmoclium
falcipurtnn
menyerang semua stadiurneritrosit
sehingga frekuensianemia
menjadi lebih tinggi. Selain
itu
eritrosit yang
berparasit
akan
cepatdidestruksi limpa sehingga terjadi penurunan j um lah eritrosit( I 5'28).
Komplikas
i
yanglain
berupa penurunan kesadarandialami l4Yo
pasiendirnulai
dariapati,
somnolbn, soporotls, soJ)orocot?laltttts sarnpaikoma,
sisanya (56%)pasien composmentis cooperotrf, sedangkan pada penelitian Evanita (2001) didapatkan hanya 5,9Yo penderita malari a/ttlcipururn
yang mengalarni penurunankesadaran. FIal
ini
mungkin
disebabkan perbcdaanjumlah
sampel dirnana padapenelitian Evanita menggunak an 67 orang sanlpcl(r2)'
pasien yang mengalami manifestasi perclarahan
mulai
dari ptekie, purpura, hematorna, hematemesis, melenadan
epistaksis sebesar l4o/o.Hal
ini
disebabkan karena terjadinya trornbositopenia dan beberapa pasien selain terkena malariajuga
rnenderita
DHF. Infeksi
malaria
rnenimbulkan antibodiplatelet,Y4ng
kernudianakan
dikeluarkan oleh
hati
dan
limpa
sehingga pada infek si.falciparum batat,
p I a t e I e
t
sangat rendah(28).Perjalanan
klinis
penderita setelahdirawat
di
RSDr
M
Djamil
Padang, umumnya mengalami perbaikan saat keluardari
rumah