ABSTRAK
PENGARUH EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava Linn) DAN SARI BUAH KURMA (Phoenix dactylifera)
TERHADAP JUMLAH TROMBOSIT TIKUS WISTAR JANTAN
Nadia Verina Sudana, 2016 ; Pembimbing I : dr. Adrian S. , SpPK., M.Kes Pembimbing II : Dra. Endang E. , MS., Apt., AFK
Latar Belakang Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan dari orang ke orang lain melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes. Trombositopenia merupakan manifestasi yang biasa terjadi pada pasien DBD. Daun jambu biji mengandung tanin dan flavonoid dalam bentuk kuersetin yang berperan dalam menghambat replikasi virus dengue serta berperan dalam peningkatan jumlah trombosit. Sari buah kurma mengandung tanin yang berperan dalam hemostasis primer, vitamin K yang dapat menghambat pemakaian trombosit serta asam folat yang dapat merangsang proliferasi megakasiosit sehingga dapat meningkatkan jumlah trombosit.
Tujuan Penelitian Mengetahui perbandingan pengaruh ekstrak daun jambu biji dan sari buah kurma terhadap peningkatan jumlah trombosit.
Metode Penelitian Eksperimental laboratorik sungguhan, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Tikus Wistar dibagi ke dalam tiga kelompok, masing-masing diinduksi heparin untuk menurunkan trombosit lalu diberi perlakuan. Kelompok I (ekstrak daun jambu biji), kelompok II (sari buah kurma) dan kelompok III (air). Perlakuan diberikan selama tiga hari. Variabel respon adalah jumlah trombosit yang diperiksa sebelum dan sesudah pemberian heparin serta setelah perlakuan dengan metode otomatis menggunakan alat sysmex XS-800i. Analisis data dengan ANAVA satu arah dilanjutkan uji Tukey HSD.
Hasil Persentase peningkatan trombosit kelompok III (2,01%) berbeda sangat bermakna (p<0,01) dibandingkan kelompok I (14,47%) dan kelompok II (22,43%). Persentase peningkatan trombosit kelompok I berbeda sangat bermakna (p<0,01) dibandingkan kelompok II.
Simpulan Ekstrak daun jambu biji dan sari buah kurma meningkatkan trombosit tikus yang diinduksi heparin. Sari buah kurma lebih efektif dalam meningkatkan trombosit bila dibandingkan dengan ekstrak daun jambu biji. Kata Kunci : Trombosit, ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava Linn),
ABSTRACT
THE EFFECT OF GUAVA LEAF EXTRACT (PSIDIUM GUAJAVA LINN) AND DATES JUICE (PHOENIX DACTYLIFERA) TO THE NUMBER OF MALE
WISTAR RATS PLATELET
Nadia Verina Sudana, 2016 ; Tutor I : dr. Adrian S. , SpPK., M.Kes Tutor II : Dra. Endang E. , MS., Apt., AFK
Background Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by dengue virus which is transmitted from person to person through the bite of mosquitoes of the genus Aedes. Guava leaves contain tannins and flavonoids in quercetin form that inhibit the replication of dengue virus and increase the platelet count. Date juice contain tannins that play a role in primary hemostasis, vitamin K that inhibit platelets use, and folic acid that stimulate proliferation of megakaryocyte to increase the number of platelets.
Objective Analyze the effect of guava leaves extract and dates juice in increasing platelets.
Method Real laboratory experimental research, with a completely randomized design (CRD). Wistar rats were divided into three groups, each of them was induced by heparin to lower the platelet and got different treatment. Group I (guava leaf extract), group II (dates juice) and group III (water). Treatment was given for three days. Platelet count was examined before and after administration of heparin and after treatment with an automated method using a Sysmex XS-800i. Data were analyzed with one-way ANOVA followed by Tukey HSD test.
Results The enhancement of platelet count percentage of group III (2.01%) was significantly different (p <0.01) compared to group I (14,47%) and Group II (22,43%). The enhancement of platelet count percentage of group I was significantly different (p <0.01) compared to group II.
Conclusion The extract of guava leaves and dates juice increased platelets count in heparin-induced mice. Dates juice is more effective in increasing platelet than guava leaf extract.
Keywords: Platelets, guava leaf extract (Psidium guajava Linn) and dates juice (Phoenix
DAFTAR ISI
JUDUL ... i
LEMBAR PERSETUJUAN... ii
SURAT PERNYATAAN... iii
PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA TULIS ILMIAH ...iv
PERNYATAAN PUBLIKASI KARYA TULIS ILMIAH...v
ABSTRAK ... vii
ABSTRACT ... viii
KATA PENGANTAR ...ix
DAFTAR ISI ...xi
DAFTAR TABEL ...xiv
DAFTAR GAMBAR ...xv
DAFTAR LAMPIRAN...xvi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ...1
1.2 Identifikasi Masalah ...2
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian ...2
1.4 Manfaat Penelitian ...3
1.5 Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Penelitian...3
1.5.1 Kerangka Pemikiran ...3
1.5.2 Hipotesis Penelitian ...4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Demam Berdarah Dengue ...5
2.1.1 Definisi...5
2.1.2 Etiologi...5
2.1.3 Epidemiologi ...6
2.1.4 Patogenesis...7
2.1.5 Gejala Klinik ...8
2.1.6.1 Laboratorium ... 10
2.1.6.2 Pemeriksaan Radiologis ... 11
2.1.6.3 Kriteria Diagnosis ... 12
2.1.7 Penatalaksanaan ... 13
2.2 Trombosit ... 14
2.2.1 Trombopoiesis ... 15
2.2.2 Trombositopenia... 16
2.2.3 Fungsi Trombosit ... 17
2.2.4 Hemostasis ... 17
2.2.4.1 Spasme Vaskuler... 18
2.2.4.2 Pembentukan Sumbat Trombosit... 19
2.2.4.3 Koagulasi Darah ... 21
2.3 Jambu Biji (Psidium guajava L) ... 23
2.3.1 Taksonomi Jambu Biji ... 24
2.3.2 Morfologi Jambu Biji. ... 24
2.3.3 Kandungan Daun Jambu Biji ... 26
2.3.4 Khasiat Daun Jambu biji... 26
2.4. Kurma (Phoenix dactilifera)... 27
2.4.1 Taksonomi Kurma ... 27
2.4.2 Morfologi Kurma ... 27
2.4.3 Kandungan Kurma... 29
2.4.4 Khasiat Kurma ... 29
2.5 Heparin ... 30
BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian ... 32
3.1.1Alat-alat Penelitian ... 32
3.1.2 Bahan-bahan Penelitian ... 32
3.1.3 Subjek Penelitian ... 33
3.2 Lokasi dan Waktu penelitian ... 33
3.3 Metode Penelitian... 33
3.3.2 Definisi Operasional Variabel... 34
3.3.3 Perhitungan Jumlah Sampel ... 34
3.4 Prosedur Penelitian... 35
3.4.1 Prosedur Pembuatan Ekstrak Daun Jambu Biji ... 35
3.4.2 Prosedur Pembuatan Sari Buah Kurma ... 35
3.4.3 Penyiapan Hewan Coba ... 35
3.4.4 Penyiapan Pereaksi ... 35
3.4.5 Pelaksanaan Percobaan ... 36
3.5 Metode Analisis ... 37
3.6 Hipotesis Statistik ... 37
3.6.1 Hipotesis Statistik... 37
3.6.2 Kriteria Uji ... 37
3.7 Aspek Etik Penelitian ... 38
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ... 39
4.1.1 Analisis Statistik... 40
4.2 Pembahasan ... 42
4.3 Pengujian Hipotesis Penelitian ... 45
4.3.1 Hipotesis penelitian I ... 45
4.3.2 Hipotesis penelitian II... 46
4.3.2 Hipotesis penelitian III... 46
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 47
5.2 Saran ... 47
5.2.1 Saran Penelitian ... 47
5.2.2 Saran Praktis... 47
DAFTAR PUSTAKA ... 48
LAMPIRAN ... 52
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Penyebaran virus dengue ... 6
Gambar 2.2 Alur penanganan pasien DBD... 14
Gambar 2.3 Proses hemostasis ... 17
Gambar 2.4 Proses pembentukan sumbat trombosit... 21
Gambar 2.5 Kaskade Koagulasi ... 23
Gambar 2.6 Bunga tanaman jambu biji ... 25
Gambar 2.7 Buah dan daun jambu biji ... 25
Gambar 2.8 Buah kurma ... 28
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan satu dari beberapa penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan di dunia terutama negara berkembang (Supharta, 2008). Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan dari orang ke orang lain melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, misalnya Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Gejala awal DBD antara lain demam tinggi mendadak berlangsung sepanjang hari, nyeri kepala, nyeri pada mata, nyeri punggung, hingga tanda-tanda perdarahan (Kemenkes RI, 2015).
Insidensi DBD meningkat secara signifikan di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir. Diperkirakan saat ini di seluruh dunia sekitar 2,5 milyar orang memiliki risiko terjangkit DBD terutama masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan negara-negara tropis dan subtropis. Saat ini sekitar 50 juta kasus DBD ditemukan setiap tahun, sementara 500.000 kasus memerlukan penanganan di Rumah Sakit. Dari kasus di atas, sekitar 21.000 kematian terjadi setiap tahunnya (WHO, 2011).
Di Asia, penyakit DBD menempati urutan pertama dengan jumlah penderita DBD terbanyak setiap tahunnya. Sementara itu, terhitung sejak tahun 1968 hingga tahun 2009, World Health Organization (WHO) mencatat negara Indonesia sebagai negara dengan kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara (Kemenkes RI, 2010).
Di Indonesia sejak tahun 2014 sampai pertengahan bulan Desember 2015 tercatat penderita DBD di 34 provinsi di Indonesia sebanyak 71.668 orang dan 641 diantaranya meninggal dunia. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, yakni tahun 2013 dengan jumlah penderita sebanyak 112.511 orang dan jumlah kasus meninggal sebanyak 871 penderita (Kemenkes RI, 2015).
produksi tombosit yang akan menyebabkan terjadinya trombositopenia. Terdapatnya antibodi antitrombosit juga dapat menyebabkan terjadinya trombositopenia (Hadinegoro, 2004).
Banyak jenis tanaman yang tumbuh di Indonesia yang dapat digunakan sebagai sumber bahan obat alam dan telah banyak digunakan oleh masyarakat. Daun jambu biji telah banyak digunakan masyarakat sebagai obat alam untuk mengatasi diare, sariawan dan juga DBD. Daun jambu biji mengandung senyawa tanin dan flavonoid dalam bentuk kuersetin yang berkhasiat mengatasi trombositopenia pada kasus DBD (Soegijanto dkk, 2010).
Sampai saat ini obat kimia yang efektif mengatasi trombositopenia masih banyak dipertanyakan, terutama trombositopenia yang disebabkan oleh kegagalan produksi trombosit. Flavonoid diduga mampu meningkatkan jumlah trombosit. Salah satu buah yang mengandung flavonoid adalah buah kurma (Roihatul, 2013). Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengaruh ekstrak daun jambu biji dan sari buah kurma terhadap jumlah trombosit serta membandingkan pengaruh keduanya terhadap trombosit, maka peneliti melakukan penelitian ini.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka identifikasi masalah penelitian ini adalah, sebagai berikut :
1. Apakah ekstrak daun jambu biji meningkatkan jumlah trombosit. 2. Apakah sari buah kurma meningkatkan jumlah trombosit.
3. Apakah sari buah kurma meningkatkan jumlah trombosit lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak daun jambu biji.
1.3 Maksud dan Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan pengaruh ekstrak daun jambu biji dan sari buah kurma terhadap jumlah trombosit.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat akademis : Dari hasil penelitian ini penulis mengharapkan dapat menambah wawasan di bidang farmakologi mengenai pengaruh penggunaan ekstrak daun jambu biji dan sari buah kurma terhadap jumlah trombosit, serta dapat menjadi referensi untuk penatalaksanaan penyakit demam berdarah.
Manfaat praktis : Dari hasil penelitian ini penulis mengharapkan dapat menjadi salah satu terapi suportif dalam menangani penyakit demam berdarah.
1.5 Kerangka Pemikiran dan Hipotesis
1.5.1 Kerangka pemikiran
Pemberian obat anti koagulan seperti heparin, dapat menimbulkan trombositopenia atau suatu keadaan yang disebut Heparin Induced Thrombocytopenia (HIT) karena heparin dapat meningkatkan aktivitas anti trombin dan pembentukan antibodi terhadap trombosit (heparin-platelet faktor 4) sehingga mengakibatkan trombosit mudah dihancurkan oleh sistem makrofag di hati dan limpa (Roihatul, 2013).
(GM-CSF) yang akan menyebabkan rangsangan proliferasi dan diferensiasi megakariosit (Soegijanto dkk., 2010).
Buah kurma merupakan bahan alami dengan kandungan gula dan isoflavon yang tinggi sehingga bila dikonsumsi akan bermanfaat bagi tubuh. Kandungan senyawa flavonoid glukoside pada buah kurma, selain dilaporkan dapat meningkatkan agregasi trombosit juga dapat menghambat aktivitas enzim hialuronidase dalam sumsum tulang. Asam hialuronat yang tidak mengalami penguraian (Depolimerisasi) akan berikatan dengan reseptor CD4 dan menstimulasi pelepasan IL-6, selanjutnya IL-6 akan merangsang proliferasi dan mempercepat proses maturasi megakariosit sehingga produksi trombosit meningkat dalam darah (Roihatul, 2013). Selain itu, buah kurma juga mengandung Asam folat yang bereperan dalam agregasi trombosit dan memengaruhi trombopoiesis disertai dengan pembentukan megakariosit sehingga dapat meningkatan jumlah trombosit (Lina Wijayanti, 2013).
1.5.2 Hipotesis Penelitian
1. Ekstrak daun jambu biji meningkatkan jumlah trombosit. 2. Sari buah kurma meningkatkan jumlah trombosit.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
1. Ekstrak daun jambu biji meningkatkan jumlah trombosit. 2. Sari buah kurma meningkatkan jumlah trombosit.
3. Sari buah kurma meningkatkan jumlah trombosit lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak daun jambu biji.
5.2 Saran
5.2.1 Saran Penelitian
Sebagai akhir penelitian dan penulisan dari Karya Tulis Ilmiah ini, penulis menyarankan hal-hal sebagai berikut :
1. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai lama konsumsi ekstrak daun jambu biji dan sari buah kurma untuk mencapai jumlah trombosit normal.
2. Diperlukan pengembangan penelitian lain mengenai kombinasi penggunaan ekstrak daun jambu biji dan sari buah kurma
5.2.2 Saran Praktis
PERBANDINGAN PENGARUH
EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava Linn)
DAN SARI BUAH KURMA (Phoenix dactylifera)
TERHADAP JUMLAH TROMBOSIT
TIKUS WISTAR JANTAN
KARYA TULIS ILMIAH
Karya Tulis Ilmiah ini Dibuat Sebagai Salah Satu Syarat
Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran
NADIA VERINA SUDANA
1310247
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA
BANDUNG
KATA PENGANTAR
Puji Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat
dan karunia-Nya penulis berhasil menyelesaikan dengan baik dan tepat waktu
Karya
Tulis
Ilmiah
yang
berjudul
“
Perbandingan
Pengaruh
Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava Linn ) dan Sari Buah Kurma
(Phoenix dactylifera) terhadap Jumlah
Trombosit Tikus Wistar Jantan”
. Karya
Tulis Ilmiah ini disusun sebagai salah satu syarat akademik untuk memperoleh
gelar Sarjana Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha
Bandung.
Karya Tulis Ilmiah ini berhasil tersusun dengan baik berkat bantuan, dukungan
secara moral maupun materiil, bimbingan, dan saran-saran dari berbagai pihak,
maka penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada :
1.
Adrian Suhendra, dr., SpPK., M.Kes selaku pembimbing pertama yang
selalu bersedia meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran, serta dengan sabar
telah membimbing, memberi dukungan, perhatian, saran, nasihat, solusi
permasalahan, dan bantuan ilmu pengetahuan kepada penulis selama
penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini.
2.
Endang Evacuasiany, Dra., MS, Apt., AFK selaku pembimbing kedua
yang selalu bersedia meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran, serta dengan
sabar telah membimbing, memberi dukungan, perhatian, saran, nasihat,
solusi permasalahan, dan bantuan ilmu pengetahuan kepada penulis selama
penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini.
3.
Cindra Paskaria, dr., MKM yang telah membantu penulis dalam mengolah
data statistik selama penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini.
4.
Kepala bagian Laboratorium Farmakologi Klinik Rumah Sakit Hasan
Sadikin Bandung yang mengizinkan penulis untuk melakukan penelitian
sehingga Karya Tulis Ilmiah ini dapat diselesaikan.
5.
Bapak Mumuh Muhidin selaku staf Laboratorium Farmakologi Klinik
Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, yang selalu membantu penulis
6.
Keluarga penulis ; Susilo Sudana (papa), Raning Puji Astuti (mama),
Raisa Samantha Sudana (kakak), Sheila Sabrina Sudana (kakak) dan Alvin
Banjarsari Sudana (adik) yang selalu mendoakan, mendukung, memberi
semangat serta bantuan moral dan materiil kepada penulis.
7.
Sahabat
–
sahabat
penulis,
Fannisa
Salma,
Geby
Khomaro,
Hanifan Nugraha, Rika Evadewy, Ricky Purnomo, Sherliana Kristanti,
Richard Meliala, Jessica Natasya dan Gumelar Arafah yang selalu
memberikan dukungan dan motivasi kepada penulis dalam penyusunan
Karya Tulis Ilmiah ini.
8.
Teman-
teman seperjuangan dalam keluarga besar ‘ANTIDOTE’ yang
turut
memberikan
dukungan
dan
motivasi
dalam
penyusunan
Karya Tulis Ilmiah ini.
9.
Kepada pihak
–
pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang
secara langsung maupun tidak langsung turut memberikan dorongan dan
semangat
maupun
bantuan
kepada
penulis
dalam
penyusunan
Karya Tulis Ilmiah.
Penulis berharap karya tulis ini dapat berguna masyarakat Indonesia terutama
bagi perkembangan ilmu kedokteran di kemudian hari.
Bandung, November 2016
Nadia Verina Sudana
DAFTAR PUSTAKA
Al-shahib, W. And R.J. Marshall. 2003. The Rruit of The Date Palm : its possible use as the best food for the future?. International Journal of Food Sciences and Nutrition.54(4): p. 247-259.
Asnah Marzuki, Nurhainun Ibrahim, Uslam. 2012. Pengaruh pemberian sari buah kurma (Phoenix dactyliera) terhadap perubahan jumlah trombosit pada tikus. Majalah Farmasi dan Farmakologi. Vol. 16. No.2: 85-88.
Assirey, E. A. 2015. Nutritional composition of fruit of 10 date palm (Phoenix dactylifera L.) cultivares grown in Saudi Arabia. Journal of Taibah University for science 9. 75-79.
Badwilan, Ahmad Salim. 2008. The Miracle of Dates, Rahasia Sehat Alami dengan Korma. Edisi I. Jakarta : Pustaka Ilman.
Bukittinggi, R.D.A.M.. 2014. Suhu Hangat Persulit Brantas Infeksi Dengue di Indonesia. Internal Report. Bukittinggi: RSUD Dr. Achmad Mochtar.
Day, R.A., dan Underwood, A.L. 1999. Analisis Kimia Kuantitatif. Penerjemah: Pujaatmaka, A.H. Edisi ke V. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Dewoto. 2007. Farmakologi dan Terapi Edisi 5.Jakarta: Departemen Farmakologi dan Terapetik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Doarest, Y. 2010. Hubungan Antara Kadar Antibodi Antitombosit Dengan Jumlah Trombosit, Umur dan Lama Demam Pada Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Padang: Bagian/SMF Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Fairuz Rabbaniyah. 2015. Pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava Linn) terhadap peningkatan trombosit pada pasien DBD. Majority. Vol.4. No.7.
Farrar Jeremy, Peter Hotez, Thomas Junghanss, Gagandeep Kang, David Lallo., et al. 2014. Manson Tropical Disease 23th Edition. Philadelphia : Saunders Elsevier.
Fischer, M. 2015. Dengue, Chikungunya and Other Mosquito-Borne Disease. CDC Public Health Grand Grounds.
Greinacher, Andreas. 2015. Heparin-Induced Thrombocytopenia. The Ner England Journal of Medicine. http://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMcp1411910, 5 November 2016.
Guyton AC, Hall JE. 2006. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11. Penerjemah: Irawati, Ramadani D, Indriyani F. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Hadinegoro dan Sri Rezeki H. 2004. Tata laksana demam berdarah dengue di
Indonesia.Jakarta: Departemen Kesehatan RI dan Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan.
Handayani dan Hariwibowo. 2008. Buku Ajar Keperawatan pada Klien dengan Gangguan Sistem Hematologi. Jakarta: Salemba Medika.
Katzung, B. G.1998. Farmakologi Dasar dan Klinik.Edisi VI. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Kemenkes RI. 2010. Demam Berdarah Dengue di Indonesia Tahun 1968-2009. Buletin jendela epidemiologi. Vol, 2:1-14.
Kemenkes RI. 2011. Modul Pengendalian Demam Berdarah Dengue. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes RI. 2015. Demam Berdarah Biasanya Mulai meningkat di Januari. http://www.depkes.go.id/article/view/15011700003/demam-berdarah-biasanya-mulai-meningkat-di-januari.html, 11 Januari 2016.
Khie Chen, Herdiman T.Pohan, Robert Sinto. 2009. Diagnosis dan Terapi Cairan pada Demam Berdarah Dengue. Jakarta: Medicinus. Vol. 22,No.1: 3-7.
Lina Wijayanti. 2013. Pengaruh Pemberian Infusa Buah Kurma (Phoenix dactylifera) Terhadap Perubahan Jumlah Trombosit pada Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Kotrimoksazol. Surakarta : Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Parimin, S.P. 2005. Jambu Biji Budi Daya dan Ragam Pemanfaatannya. Bogor: Seri Agribisnis.
Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer, diakses dari http://peraturan.bkpm.go.id tanggal 24 Maret 2016.
Rohrbach, M.S., Rolstad, R.A., Russel, J.A. 2007. Tanin is the Major Agent Present in Cotton Mill Dust responsible for Human Platelet 5-hydroxytryptamine Secretion and Thromboxane Formation. Environmental research, volume 52, issue 2, p:199-209.
Roihatul, Zahroh. 2013. Pengaruh ekstrak kurma terhadap jumlah trombosit.
Jurnal ilmiah Universitas Gresik.
https://lppmunigresblog.files.wordpress.com/2013/06/journal-roihatul.pdf. 9 November 2016
Satuhu, S. 2010. Kurma dan Khasiat Olahannya. Jakarta: Penebar Swadaya. Ed.1:3-5.
Septi Muharni, Almahdy, Rose Dinda Martini. 2013. Efek penggunaan suplemen ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava Linn ) dan angak (Monascus purpureus) dalam meningkatkan trombosit pada pasien DBD di instalasi rawat inap penyakit dalam RSUP DR. M. Djamil Padang. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia 1(2): 57-61.
Setiawan Dalimartha. 2004. Atlas tumbuhan Obat Indonesia Jilid 2. Jakarta: Trubus Agriwidya.
Sherwood, Lauralee. 2014. Fisiologi Manusia: Dari Sel ke Sistem Edisi 8. Penerjemah: Herman Octavius Ong, Albertus Agung Mohede, Dian Ra,adhani. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Shruthi SD, Roshan A, Sanjay ST, Sajjekhan S. 2013. A review on the medical plant psidium guajava linn. (myrataceae). Journal of Drug Delivery & Theurapeutics, 2(3): 162-168.
Sianipar, Nicholas Benedictus. 2014. Trombositopenia dan Berbagai Penyebab. CDK-217. vol. 41 No. 6.
Silverthorn, Dee Unglaub. 2013. Fisiologi Manusia: Sebuah Pendekatan Terintegrasi Edisi 6. Penerjemah: Herman Octavius Ong. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Soegijanto, Azhari. MS, Tumbelaka. R, Anggraini, Rufianti R, Sary. DD. 2010. Uji Klinik Multisenter Sirup Ekstrak Daun Jambu Biji pada Penderita Demam Berdarah Degue. Jakarta: Medicinus, Vol 23, No. 1: 5-10.
Supharta, W. 2008. Pengendalian Terpadu Vektor Virus Demam Berdarah Dengue, Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Denpasar: Fakultas Pertanian Universitas Udayana.
Suprapto M. 2004. Penelitian dan pengembangan Produk fitofarmaka dari daun jambu biji (Psidium guajava L)untuk tujuan terapi demam berdarah dengue berdasarkan data preklinik, toksisitas dan percobaan klinik, laporan tahun(standardisasi, formulasi, uji bioaktivitas preklinik).
Telles F, Prazeres D, Lima Filho J. 2006. Trends in Dengue Diagnosis. Dalam Revolution Medical Virology.
Tjandrawinata RR, Setiawati A, Purba JS, Puruhito, Setiabudy R.2009. Diagnosis dan Terapi Cairan pada Demam Berdarah Dengue. Sci J Pharm Dev Med Appl 21(4) :5.
Uboh FE, Okon IE, Ekong MB. 2010. Effect of aqueous extract of psidium guajava leaves on liver enzymes, histological integrity and hematological indices in rats. Gastroenterology Research, 3(1):32-28.
United States Departement of Agriculture. 2016. Plants database. http://plants.usda.gov/java/, 5 maret 2016.