• Tidak ada hasil yang ditemukan

II. BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "II. BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

II-1

II. BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Pengembangan Sistem Informasi

Menurit Jogiyanto (2005 : 36), Pengembangan sistem dapat berarti penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.

Menurut Kristanto (2008), Pengembangan sistem informasi yang direalisasikan dengan bantuan komputer (computer information system) melalui tahapan-tahapan yang dikenal dengan sistem analisis dan desain. Sistem analisis dan desain adalah peningkatan kinerja suatu organisasi dengan tujuan perbaikan prosedur-prosedur dan metode yang lebih baik.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan dapat ditarik kesimpulan bahwa pengembangan sistem informasi adalah sebuah pembaruan atau sebuah tahapan menuju sistem yang lebih baik dari sebelumnya.

2.2 Koperasi

Menurut Arman Maulana, S.Sy., M.M dan Siti Rosmayati, SST., M.M (2020 : 25) Koperasi dalam bahasa Inggrisnya terdiri dari sua kata co berarti bersama dan operation berarti bekerja sehingga koperasi diartikan bekerja bersama ialah orang-orang yang ada di dalam organisasi koperasi untuk mwujudkan tujuan

Menurut Undang-undang No.12 Tahun 1967 tentang pokok-pokok perkoperasian Pasal 3 menjelaskan bahwa Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagau usaha Bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

Menurut Undang-undang Republik Indonesia No.25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian pada Pasal 1 menyatakan bahwa Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan

(2)

kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai Gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Dari berbagai penjelasan diatas dapat disimpulkan jika koperasi adalah kumpulan orang-orang yang secara Bersama-sama bergotong royong untuk memajukan kepentingan ekonomi para anggotanya yang berdasar pada asas kekeluargaan dan sukarela.

2.3 Sistem Informasi Geografis

Menurut Aronoff (1989) Sistem Informasi Geografis adalah suatu sistem berbasis komputer yang memiliki kemampuan dalam menangani data bereferensi geografi, yaitu pemasukan data, manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan Kembali), manipulasi dan analisis data, serta kelaran sebagai hasil akhir (output).

Menurut Burrough (1986) Sistem Informasi Geografis merupakan alat yang bermanfaat untuk pengumpulan, penimbunan, pengembilan Kembali data yang diinginkan dan penayangan data keruangan yang berasal dari kenyataan dunia.

Menurut Marble et al. (1983) Sistem Informas Geografis merupakan sistem penanganan data keruangan.

Menurut Berry (1988) Sistem Informasi Geografis merupakan sistem informasi, referensi internal, serta otomatisasi data keruangan.

Menurut Calkin dan Tomlinson (1984) Sistem Informasi Geografis merupakan sistem komputerisasi data yang penting.

Menurut Gistut (1994) Sistem Informasi Geografis adalah sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan spasial dan mampu mengintegrasikan deskripsi- deskripsi lokasi dengan karakteristik-karakteristik fenomena yang ditemukan di lokasi tersebut. Sistem Informasi Geografis yang lengkap mencakup metodologi dan teknologi yang diperlukan, yaitu data spasial, perangkat keras, perangkat lunak, dan struktur organisasi.

(3)

Menurut Chrisman (1997) Sistem Informasi Geografis adalah sistem yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data, manusia (brainware), organisasi, dan Lembaga yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi-informasi mengenai daerah-daerah di permukaan bumi.

Dari berbagai pengertian diatas secara umum Sitem Informasi Geografis adalah suatu komponen yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data geografis, dan sumber daya manusia yang bekerja bersama secara efektif untuk memasukan, menyimpan, memperbaiki, memperbarui, mengelola, memanipulasi, mengintegrasikan, menganalisis, dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis.

2.4 Rational Unified Process (RUP)

Menurut IBM, RUP adalah kerangka proses yang menyediakan simulasi sistem pada industri untuk sistem, software, implementasi, dan manajemen proyek yang efektif.

RUP adalah salah satu dari sekian banyak proses yang terdapat di dalam Rational Process Library, yang memberikan simulasi terbaik untuk pengembangan atau kebutuhan proyek.

RUP mempunyai beberapa tahapan, yaitu :

1. Inception

Merupakan tahap untuk mengidentifikasi sistem yang akan dikembangkan.

Aktivitas yang dilakukan pada tahap ini antara lain mencakup analisis sistem existing, perumusan sistem target, penentuan arsitektur global target, identifikasi kebutuhan, perumusan persyaratan fungsional, performansi, kemanan, GUI, dll), perumusan kebutuhan pengujian (level unit, integrasi, sistem, performansi, fungsionalitas, keamanan, dll), UML diagram, dan pembuatan dokumentasi.

2. Elaboration

Merupakan tahap untuk melakukan desain secara lengkap berdasarkan hasil analisis pada tahan Inception. Aktivitas yang dilakukan pada tahap ini antara lain mencakup pembuatan desain arsitektur subsistem (architecture pattern), desain komponen sistem, desain format data (protokol komunikasi), desain database,

(4)

desain User Interface, pemodelan diagram UML (Diagram Sequence, Class, Component, Deployment, dll), dan pembuatan dokumentasi.

3. Construction

Merupakan tahap untuk mengimplementasikan hasil desain dan melakukan pengujian hasil implementasi. Pada tahap awal construction, ada baiknya dilakukan pemeriksaan ulang hasil analisis dan desain, terutama desain sequence diagram, class diagram, component dan deployment. Apabila desain yang dibuat telah sesuai dengan analisis sistem, maka pengimplementasian dengan Bahasa pemrograman tertentu dapat dilakukan. Aktivitas yang dilakukan pada tahap ini antara lain mencakup pengujian hasil analisis dan desain, pendataan kebutuhan implementasi lengkap (berpedoman pada identifikasi kebutuhan di tahao analisis), penentuan coding pattern yang digunakan, pembuatan program, pengujian, optimasi program, pendataan berbagai kemungkinan pengembangan atau perbaikan lebih lanjut, dan pembuatan dokumentasi.

4. Transition

Merupakan tahap untuk menyerahkan sistem aplikasi kepada User (roll-out), yang umumnya mencakup pelatuhan dan beta testing aplikasi.

Gambar 2 1 Metode Pengembangan RUP

(5)

2.5 Unified Modelling Language (UML)

2.5.1 Pengertian Unified Modelling Language (UML)

Menurut Booch (2005 : 7) UML adalah Bahasa standar untuk membuat rancangan software. UML biasanya digunakan untuk mengembangkan dan membangun, dokumen

artifak dari Software intensive system.

Menurut Nugroho (2010 : 6) UML (Unified Modelling Language) adalah ‘bahasa’

pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang berparadigma ‘berorientasi objek’.

Pemodelan (Modelling) sesungguhnya digunakan untuk penyederhanaan permasalahan- permasalahan yang kompleks sedemikian rupa sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami.

Menurut Nugroho (2009 : 4) UML (Unified Modelling Language) adalah metodologi kolaborasi antara metoda-metoda Booch, OMT (Object Modelling Technique), serta OOSE (Object Oriented Software Enggineering) dan beberapa metoda lainnya, meruoakan metodologi yang paling sering digunakan saat ini untuk analisa dan perancangan sistem dengan metodologi berorientasi objek mengadaptasi maraknya penggunaan Bahasa

“pemrograman berorientasi objek (OOP)”.

Menurut Herlawati (2011 : 10) bahwa beberapa literlatur menyebutkan bahwa UML menyediakan sembilan jenis diagram, yang lain menyebutkan delapan karena ada beberapa diagram yang digabung. Misalnya diagram komunikasi, diagram urutan dan diagram pewaktuan digabung menjadi diagram interaksi.

Dari berbagai pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa UML adalah Bahasa untuk memspesifikasi, memvisualisasi, membangun dan mendokumentasikan artifacts (bagian dari informasi yang digunakan untuk dihasilkan oleh proses pembuatan perangkat lunak, artifact tersebut dapat berupa model, deskripsi atau perangkat lunak) dari sistem perangkat lunak, seperti pada pemodelan bisnis dan sistem non perangkat lunak lainnya.

Selain itu UML adalah Bahasa pemodelan yang menggunakan konsep orientasi objek.

(6)

2.5.2 Jenis-jenis Diagram

Jenis-jenis diagram yang diguakan dalam melakukan pengembangan sistem informasi geografis koperasi kabupaten subang adalah sebagai berikut :

1. Usecase Diagram

Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat. Secara kasar, use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi itu. (Rosa A. S & M.

Shalahuddin, 2014).

Simbol 2 1 Konsep Usecase Diagram

Simbol Deskripsi

Use case Fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor, biasanya dinyatakan dengan

menggunakan kata kerja di awal di awal frase nama use case.

Aktor/ actor

nama actor

Orang, proses, sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri.

Asosiasi/

association

Komunikasi antar aktor dan use case yang berpartisipasi pada use case atau use case

memiliki interaksi dengan actor.

Ekstensi/ extend

<<extend>>

--->

Relasi use case tambahan ke sebuah use case dimana use case yang ditambahkan dapat berdiri sendiri walau tanpa use case tambahan itu.

(7)

Generalisasi/

generalization

Hubungan generalisasi dan spesialisasi (umum-umum) antara dua buah use case dimana fungsi yang satu adalah fungsi yang lebih umum dari lainnya.

Menggunakan/

include/ uses

<<include>>

--->

<<uses>>

Relasi use case tambahan ke sebuah use case dimana use case yang ditambahkan memerlukan use case ini untuk menjalankan fungsinya atau sebagai syarat dijalankan use case ini.

2. Activity Diagram

Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem yang ada pada perangkat lunak. Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem. (Rosa A. S & M. Shalahuddin, 2014).

Simbol 2 2 Konsep Activity Diagram

Simbol Deskripsi

Status awal Status awal aktivitas system, sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status awal.

Aktivitas

aktivitas

Aktivitas yang dilakukan sistem, aktivitas biasanya diawali dengan kata kerja.

(8)

Percabangan/ decision Asosiasi percabangan dimana jika ada pilihan aktivitas lebih dari satu.

Penggabungan/ join Asosiasi penggabungan dimana lebih dari satu aktivitas digabungkan lebih dari satu.

Status akhir Status akhir yang dilakukan sistem.

Swimlane

nama swimlane

Memisahkan organisasi bisnis yang bertanggung jawab terhadap aktivitas yang terjadi.

3. Class Diagram

Diagram kelas atau class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun system.

Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi. (Rosa A. S &

M. Shalahuddin, 2014).

Simbol 2 3 Konsep Class Diagram

Simbol Deskripsi

Kelas Kelas pada struktur sistem.

Nama_kelas +atribut +operasi()

Antar muka/ interface Sama dengan konsep interface dalam pemrograman berorientasi objek.

(9)

Nama_interface

Asosiasi/ association Relasi antar kelas dengan makna umum, asosiasi biasanya juga disertai dengan multiplicity.

Asosiasi berarah/ direct association

Relasi antar kelas dengan makna kelas yang satu digunakan oleh kelas yang lain, asosiasi biasanya disertai multiplicity.

Generalisasi Relasi antar kelas dengan makna generalisasi- spesialisasi (umum-khusus).

Kebergantungan/ depe ndency

Kebergantungan antar kelas.

Agregasi/ aggegration Relasi antarkelas dengan makna semua bagian (whole-part).

4. Sequence Diagram

Squence Diagram menggambarkan perilaku objek pada use case dengan mendeskripsikan objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek dan untuk melihat skenario yang ada pada use case.

Simbol 2 4 Konsep Sequence Diagram

Simbol Deskripsi

Aktor/ actor

nama aktor

Orang, proses, sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri.

(10)

Nama aktor

Garis hidup/ lifeline Menyatakan kehidupan suatu objek.

Objek

nama objek : nama kelas

Menyatakan objek yang berinteraksi pesan.

Waktu aktif Menyatakan objek dalam keadaan aktif dan berinteraksi, semua yang terhubung dalam waktu ini adalah sebuah tahapan yang

dilakukan di dalamnya.

Pesan tipe create

<<create>>

Menyatakan suatu objek membuat objek lain, arah panah mengarah pada objek yang dibuat.

Pesan tipe call 1 : nama_metode()

Menyatakan suatu objek memanggil operasi/

metode yang ada pada objek lain atau dirinya sendiri.

Pesan tipe send 1 : masukan

Menyatakan suatu objek mengirimkan data/

masukan/ informasi ke objek lainnya, arah panah mengarah pada objek yang dikirimi.

Pesan tipe return 1 : keluaran

Objek yang telah menjalankan operasi atau metode menghasilkan kembalian ke objek tertentu, arah panah mengarah pada objek.

2.6 PHP Hypertext Preprosesor (PHP) 2.6.1 Pengertian PHP

Menurut Sibero (2021 : 49) “PHP (Personal Home Page) adalah pemograman (Interpreter) adalah proses penerjemah baris sumber menjadi kode mesin yang dimengerti komputer secara langsung pada saat basis kode dijalankan”.

(11)

Menurut Kustiyaningsih (2011 : 114) “PHP (atau resminya PHP Hypertext Preprosesor) adalah skrip bersifat server-side yang ditambahkan kedalam HTML sehingga

suatu halaman web tidak lagi bersifat statis, namun menjadi bersifat dinamis. Sifat server- side berarti pengerjaan kode program dilakukan di server, baru kemudian hasilnya

dikirimkan ke browser.

Berdasarkan pengertian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa PHP (PHP Hypertext Preposesor) adalah suatu Bahasa pemrograman yang digunakan untuk menerjemahkan baris kode program menjadi kode mesin yang dapat dimengerti oleh komputer yang bersifat server-side yang dapat ditambahkan ke dalam HTML.

2.6.2 Keunggulan PHP 1. Gratis

PHP merupakan aplikasi Open Source atau aplikasi yang memiliki lisensi GPL (General Public Licensi) artinya aplikasi tersebut dapat digunakan, dipublikasikan atau dikembangkan oleh masyarakat internasional secara luas dan tanpa biaya.

2. Dapat berjalan di berbagai web server

PHP juga dapat berjalan di berbagai web server seperti ISS, PWS, APACHE, XITAMI dan lain-lain.

3. Cross Platform

Artinya PHP dapat berjalan di berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, Mac Os, dan lain-lain.

4. Mendukung banyak database

PHP memiliki kemampuan untuk melakukan koneksi ke berbagai software basis data sehingga dapat menciptakan halaman website yang dinamis.

Software basis data tersebut antara lain MySQL, Adabas, dBase, dan lain- lain.

5. On the Fly

Integrasi dengan beberapa Library external yang dapat membuat berbagai dokumen seperti text, image, pdf, zip, xml, dan lain-lain.

(12)

6. Mendukung beberapa komunikasi layanan lain

PHP dapat menjalin komunikasi melalui protokol IMAP, POP3, SNMP, NNTP, dan HTTP.

2.7 Framework Codeigniter 2.7.1 Pengertian Framework

Framework atau dalam Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai “kerangka kerja”

merupakan kumpulan dari fungsi-fungsi / prosedur-prosedur dan class-class untuk tujuan terterntu yang sudah siap digunakan sehingga bisa lebih mempermudah dam mempercepat pekerjaan seorang programer, tanpa harus membuat fungsi atau class dari awal. Keunggulan dari penggunaan framework adalah :

1. Mempercepat dan mempermudah pembangunan sebuah aplikasi web

2. Relatif memudahkan dalam proses maintenance karena sudah ada pola tertentu dalam sebuah framework (dengan syarat programmer mengikuti pola standar yang ada)

3. Umumnya framework menyediakan fasilitas-fasilitas yang umum dipakai sehingga kita tidak perlu membangun dari awal (misalnya validasi, ORM, Pagination, Multiple Database, Scaffolding, Sessios Setting, Error Handling, dan lain-lain) 4. Lebih bebas dalam pengembangan jika dibandingkan CMS.

2.7.2 CodeIgniter

Menurut Hamzan Wadi (1) CodeIgniter atau sering disingkat CI merupakan salah satau framework yang digunakan unruk membuat aplikasi web berbasis PHP. Framework Ci bersifat sumber terbuka (Open Source) dan memiliki fungsionalitas yang sangat kaya

sehingga dapat membantu mempercepat para pengembang aplikasi web dalam bekerja.

CI menyediakan banyak sekali pustaka dan helper yang bisa digunakan oleh para

pengembang aplikasi berbasis web untuk membangun aplikasi yang kompleks.

(13)

2.7.3 Fitur-fitur CodeIgniter

Berikut adalah fitur-fitur yang dimiliki oleh Framework CI yang dapat digunakan dalam mengembangkan aplikasi web.

1. Menerapkan konsep MVC (Model View Controller)

2. Mendukung penggunaan berbagai macam platform database 3. Mendukung pembangunan query database

4. Mendukung validasi data dan form

5. Menyediakan fitur keamanan injeksi SQL, XSS dan lain sebagainya 6. Manajemen session

7. Menyediakan kelas untuk operasi pengiriman email, penyertaan data dan mendukung penggunaan berbagai seperti SMTP, Mail, dan lain sebagainya 8. Menyediakan pustaka untuk manipulasi gambar/citra

9. Menyediakan kelas untuk operasi unggah file 10. Menyediakan kelas FTP

11. Menyediakan kelas-kelas untuk proses enkripsi dan deskripsi 12. Menyediakan fitur paginasi

13. Menyediakan kelas untuk penanganan error/log error

14. Menyediakan fitur untuk mengelola URL sehingga lebih mudah dikenali oleh mesin pencari (Search engine friendly URL)

15. Menyediakan kelas untuk pengkodean ZIP 16. Menyediakan kelas penanggalan / Kalender.

2.8 Pengertian OpenStreetMap

OpenStreetMap.(OSM) adalah sebuah proyek berbasis web untuk membuat peta seluruh dunia yang gratis dan terbuka, dibangun sepenuhnya oleh sukarelawan dengan melakukan survey menggunakan GPS, mendigitasi citra satelit dan mengumupulkan serta membebaskan data geografis yang tersedia di publik.

(14)

2.9 Pengertian Leaflet Js

Leaflet merupakan library javascript open source yang berguna untuk membangun aplikasi peta interaktif berbasis web. Leaflet support dengan platform mobile dan platform desktop, HTML 5 dan CSS 3 serta OpenLayer dan Google Maps API yang merupakan

lirary javascript untuk membangun aplikasi peta yang sangat popular saat ini.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam industry pembangkitan sistem pendinginan melibatkan 3 komponen penting yaitu kondensor yang bekerja secara langsung dengan fluida kerja, lalu cooling tower sebagai

Dari manapun datangnya sampah yang akan dikeluarkan oleh masyarakat dalam waktu yang telah ditentukan, ditempatkan pada tempat tempat tertentu yang telah disiapkan oleh

Artikel ini disusun dari hasil penelitian dengan tujuan menjelaskan Pengaruh tuton yang mencakup Inisiasi, forum diskusi dan tugas terhadap nilai akhir semester.. Sampel

Dalam rangka kegiatan Sertifikasi Guru dalam Jabatan untuk guru-guru di lingkungan Departemen Agama (Depag), Panitia Sertifikasi Guru Rayon 15 telah melaksanakan Pendidikan dan

Sebaliknya individu yang memiliki tingkat pe- ngetahuan tentang agama yang rendah akan melakukan perilaku seks bebas tanpa berpikir panjang terlebih dahulu sehingga

Event-driven Process Chain(2) Tindakan Medis Bed Alat Medis Obat- obatan X Pelayanan Bedah Pelayanan Lab PK Pelayanan Radiologi V Pelayanan Medis Selesai Dilakukan XOR Pasien

1) Hasil yang dilaporkan hanya terdiri dari dua angka yaitu angka pertama didepan koma dan angka kedua di belakang koma. Jika angka yang ketiga.. sama dengan atau lebih

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10-26 Februari 2016 tepatnya musim paceklik penangkapan yang berlokasikan di PPN Sibolga. Tujuan penelitian untuk