• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. serta keprihatinan terhadap sosial religius dan moral masyarakat sekitar. Pada

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. serta keprihatinan terhadap sosial religius dan moral masyarakat sekitar. Pada"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Muhammadiyah merupakan organisasi Islam yang didirikan oleh Muhammad Darwisy atau yang lebih dikenal dengan K.H. Ahmad Dahlan di Kauman, Yogyakarta. Awalnya, organisasi Muhammadiyah lahir dari adanya kegelisahan serta keprihatinan terhadap sosial religius dan moral masyarakat sekitar. Pada praktiknya organisasi Islam Muhammadiyah melakukan berbagai cara dalam kegiatan dakwah dan penyebaran ajaran Islam di Nusantara.

Guna mewujudkan tujuannya dalam menyebarkan ajaran Islam di Indonesia, Organisasi Muhammadiyah menurut Deliar Noer (1996: 86) bermaksud mendirikan lembaga-lembaga pendidikan, mengadakan rapat-rapat serta tabligh di tempat masalah seputar Islam dibicarakan, mendirikan lembaga wakaf serta masjid-masjid.

Kemudian Muhammadiyah menerbitkan brosur, majalah, dan surat kabar guna menyebarkan ajaran Islam di Indonesia.

Di antara beragam cara tersebut, Organisasi Muhammadiyah menggunakan media majalah guna menyebarkan pesan-pesan dakwah. Majalah yang diterbitkan oleh Muhammadiyah adalah majalah Suara Muhammadiyah. Sebagaimana yang dilansir dalam ensiklopedia.kemdikbud.go.id bahwa majalah yang terbit pertama pada Januari 1915 ini ditujukan sebagai corong dakwah organisasi. Pada awalnya, majalah ini hanya berisi hal yang berkaitan dengan keagamaan seperti thaharah, shalat, kitab puasa, serta masalah zakat.

(2)

Dengan seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat akan informasi, majalah tertua yang tidak pernah berhenti terbit di Indonesia ini mulai menapaki dan bertransformasi menjadi salah satu media online dengan domain suaramuhammadiyah.id. Media online Suara Muhammadiyah ini setidaknya memiliki delapan rubrik yang diantaranya ialah rubrik Berita, rubrik Editorial, rubrik Khazanah, rubrik Hadlarah, rubrik Khutbah, rubrik Tanya Jawab, rubrik Wawasan, dan rubrik Humaniora.

Dari delapan rubrik yang ada di media online Suara Muhammadiyah, rubrik Humaniora menjadi rubrik yang akan diangkat dalam penelitian ini. Hal ini dikarenakan rubrik Humaniora merupakan rubrik yang di dalamnya memiliki artikel-artikel potensial untuk digali pesan dakwahnya dan dikaji dengan sebuah penelitian komunikasi.

Dalam sehari, rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah memuat artikel di kisaran satu sampai empat artikel. Mulanya rubrik ini ditujukan untuk berbagi inspirasi kepada pembaca media online Suara Muhammadiyah, tetapi sebagian besar dari artikel yang terbit di rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah nampak terlihat memiliki nilai dakwah yang cukup besar dan tidak hanya meliputi pada aspek humanioranya saja atau aspek kemanusiaannya saja.

Dari data wawancara via surat elektronik ke Redaksi Suara Muhammadiyah pada Selasa, 26 Januari 2021 bahwa rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah terbuka untuk umum, jadi siapa saja boleh mengirimkan tulisannya ke rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah. Menurut Redaksi Suara Muhammadiyah, terkait syarat dan ketentuan agar tulisan bisa dimuat di rubrik Humaniora Suara

(3)

Muhammadiyah adalah tulisan bukan hasil plagiasi atau tulisan harus orsinil, tidak menyinggung SARA, dan panjang tulisannya 1000-1200 karakter. Menurut Redaksi Suara Muhammadiyah, tujuan dan orientasi diciptakannya rubrik Humaniora ialah untuk berbagi inspirasi melalui karya sastra serta menyuguhkan kisah inspiratif dan teladan. (Hasil Wawancara, Redaksi Suara Muhammadiyah, Januari 2021)

Lewat data di atas, disebutkan bahwa penulis atau kontributor artikel pada rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah terbuka untuk umum, maka penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah artikel tersebut sudah sesuai dalam segi pesan dakwahnya serta keselarasan isi dari artikel tersebut dengan ajaran-ajaran islam?

Sehingga pengujian melalui analisis isi pesan dakwah perlu dilakukan, penelitian ini menggali kedalaman pesan dakwah akidah, syariah, dan akhlak dari artikel- artikel rubrik Humaniora yang kontributornya merupakan masyarakat umum.

Selain itu, media online Suara Muhammadiyah merupakan bentuk baru dari majalah Suara Muhammadiyah yang secara menjadi rujukan bagi masyarakat dan khususnya bagi warga persyarikatan Muhammadiyah. Hal ini berpijak pada wawancara yang dilakukan pada Januari 2022, menurut Ganjar Sri Husodo jumlah pembaca harian dari media online Suara Muhammadiyah berkisar pada angka 15.000 pembaca dan 20.000 pada hari Kamis serta Jumat, jumlah ini terhitung banyak bagi media yang dikelola oleh organisasi Islam. (Hasil Wawancara, Sekretaris Redaksi Suara Muhammadiyah, Januari 2022)

Penelitian seputar pesan dakwah dalam artikel rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah dilakukan karena penelitian ini merupakan bagian dari ranah

(4)

kitabah atau ranah kepenulisan yang termasuk dalam bidang keilmuwan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Selain itu, penggalian pesan dakwah pada artikel rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah ini berfokus pada penggalian pesan aqidah, syariah, dan akhlak. Hal ini dipertegas oleh Moch. Ali Aziz (2009: 144) bahwa secara garis besar, pesan dakwah dalam ajaran Islam dikelompokan dalam pesan aqidah, pesan syariat, dan akhlaqul karimah atau budi pekerti.

Penggalian pesan dakwah akidah, syariah, dan akhlak pada rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah ini memiliki keunikan tersendiri. Pasalnya rubrik tersebut diidentikan memuat pesan-pesan kemanusiaan, dengan adanya penelitian ini akan diketahui mengenai pesan dakwah akidah, syariah, dan akhlak yang beririsan dengan pesan-pesan kemanusiaan pada rubrik tersebut.

Di sisi lain, setelah diketahui pesan dakwah aqidah, syariah, dan akhlak dari artikel rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah, kemudian akan dilihat kecenderungan pesan dakwah yang disampaikan dalam rubrik Humaniora. Di sisi lain, penggalian pesan dakwah dalam artikel rubrik Humaniora pada penelitian ini, selain karena dilatarbelakangi oleh kontributor rubrik yang terbuka untuk umum, adanya riset yang menyatakan bahwa sebagian besar generasi muda mempelajari agama lewat internet. Dilansir Reaktor.co.id (2019) bahwa telah dilakukan penelitian oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMJ yang menyatakan bahwa sebanyak 65,98% responden dari anak muda, mempelajari Islam melalui internet.

Hal ini menjadi begitu penting ketika ada data yang menyebutkan bahwa penetrasi pengguna internet didominasi oleh kalangan muda. Dari hasil riset APJII (Haryanto, Penggunaan Internet Indonesia Didominasi Milenial, dalam

(5)

www.inet.detik.com, 2019) yang dilansir oleh inet.detik.com bahwa menurut Sekjen APJII Henri Kasyfi Soemartono, usia 15-19 tahun memiliki penetrasi paling tinggi dalam penggunaan internet, yakni mencapai angka 91%.

Penelitian pesan dakwah dalam rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah dilakukan untuk melihat kedalaman ajaran Islam yang disampaikan sehingga nantinya hasil dari penelitian ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi Suara Muhammadiyah agar lebih selektif dalam melakukan publikasi artikel. Hal ini juga akan sangat membantu bagi mereka yang mempelajari Islam melalui internet, khususnya media online agar apa yang mereka pelajari, tidak lepas dari ajaran Islam yang substansial.

Dari penelitian ini akan diketahui pola-pola serta isi dari pesan dakwah pada artikel-artikel yang diterbitkan di rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah. Pola serta isi pesan itu meliputi kedalaman pesan aqidahnya, syariahnya, dan akhlaknya yang nantinya akan diketahui pula kecenderungan rubrik Humaniora dalam memuat pesan-pesan dakwah sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pengurus Suara Muhammadiyah.

B. Fokus Penelitian

Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa fokus penelitian pesan dakwah ini meliputi pesan aqidah, pesan syariah, dan pesan akhlak, maka pertanyaan penelitian dari fokus penelitian ini, antara lain:

1. Bagaimana pesan aqidah dalam artikel rubrik Humaniora media online Suara Muhammadiyah?

(6)

2. Bagaimana pesan syariah dalam artikel rubrik Humaniora media online Suara Muhammadiyah?

3. Bagaimana pesan akhlak dalam artikel rubrik Humaniora media online Suara Muhammadiyah?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian yang hendak dicapai pada penelitian skripsi ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui pesan aqidah dalam artikel rubrik Humaniora media online Suara Muhammadiyah.

2. Untuk mengetahui pesan syariah dalam artikel rubrik Humaniora media online Suara Muhammadiyah.

3. Untuk mengetahui pesan akhlak dalam artikel rubrik Humaniora media online Suara Muhammadiyah.

D. Kegunaan Penelitian

Pada penelitian yang akan penulis susun terbagi menjadi dua, yakni kegunaan akademis dan kegunaan praktis, sebagai berikut:

1. Secara akademis, hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan rujukan bagi mahasiswa setelahnya yang akan meneliti tentang analisis isi pesan dakwah di media online, khususnya pada rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah. Mengingat bahwa sangat minimnya rujukan mengenai analisis pesan dakwah dengan objek penelitian dari media online Islam yang dikelola oleh organisasi Islam.

(7)

2. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan redaksi Suara Muhammadiyah dalam kedalaman pesan dakwah yang terkandung dalam artikel rubrik Humaniora serta menjadi bahan peninjauan kembali mengenai kebijakan kepenulisan di rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah.

Di sisi lain, hasil penelitian ini bisa dijadikan alternatif serta masukan bagi para pembaca sebagai referensi dalam analisis pesan dakwah di media online.

E. Landasan Pemikiran

Penelitian ini berpegang pada teori semantik guna menggali makna kontekstual dari artikel rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah. Teori semantik merupakan sebuah teori yang dipakai dalam dunia linguistik untuk menggali sebuah makna dari suatu objek. Menurut Harimukti Kridalaksana dalam bukunya (1993: 19) bahwa semantik sendiri lebih dikenal sebagai bagian dari struktur linguistik yang berbicara seputar makna sebuah ungkapan atau kata dalam sebuah bahasa.

Di sisi lain, semantik yang memiliki istilah lain "la semantique" yang diukir oleh M. Breal dari Prancis ini yang merupakan salah satu cabang studi lingusitik general. Maka dari itu semantik merupakan salah satu studi serta analisis mengenai makna-makna lingustik. (Parera, 2004: 42) Penggunaan teori semantik sebagai bahan analisis karena dari apa yang dijelaskan oleh JD. Parera bahwa makna dari sebuah kata akan bisa dipahami dari konteks sebelumnya yang sedang dibicarakan.

Manusia akan sulit memahami kata “matikan” tanpa mengetahui konteks sebelumnya, apakah matikan lampu, matikan radio, matikan mesin mobil, atau matikan yang lainnya?

(8)

Melalui teori semantik ini, dikerucutkan pada teori kontekstual, guna memahami paradigma teori kontekstual J.R. Firth yang dikutip oleh J.D. Parera (2004: 47) bahwa

If we regard language as ‘expressive’ or ‘communicative’ we imply that it is an instrument of inner mental states. And as we know so little of inner mental states, even by the most careful introspection the language problem becomes more mysterious the more we try to explain it by referring it to inner mental happenings which are not observable. By regarding words as acts, events, habits, we limit our inquiry to what is objective in the group life of our fellows.

Jadi, teori yang dicetuskan oleh J.R. Firth pada tahun 1930 ini berasumsi bahwa makna sebuah kata itu terikat pada konteks lainnya dan kata itu tidak bisa dilihat maknanya bila berdiri secara mandiri. Teori ini juga menganggap bahwa sebuah kata maupun simbol ujaran tidak mempunyai makna bila ia terpisah dengan konteksnya dan berdiri tunggal. Maka teori kontekstual dalam semantik inilah yang dipakai dalam penelitian ini guna menggali makna kontekstual dari artikel rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah.

Makna kontekstual merupakan makna kata yang ada di dalam sebuah konteks atau dapat juga berkenaan dengan situasinya, yaitu tempat, waktu serta lingkungan penggunaan bahasa tersebut. (Haidar, 2005: 56) Melalui teori dasar J.R. Firth ini, K. Ammer mengembangkan teori semantik yang indikatornya meliputi konteks kebahasaan, konteks emosional atau emotif, konteks situasi, dan konteks budaya.

(Musthafa, et. all, 2020: 6)

Konteks bahasa merupakan makna yang muncul dari penggunaan kata dalam suatu kalimat saat tersusun dengan kata lainnya yang menimbulkan makna khusus tertentu. Makna yang keluar dari konteks bahasa juga adalah makna tertentu yang memiliki batasan jelas serta tak bermakna ganda. (Bahri, 2016: 92)

(9)

Sedangkan konteks emosional merupakan kumpulan perasaan serta interaksi yang bermuara pada kata-kata dan hal ini terkait dengan sikap pembicara dan situasi pembicaraan. (Djajasudarma, 2006: 36) Selain itu, konteks emosional juga bisa menentukan makna bentuk kata serta strukturnya dari segi kuat maupun lemahnya muatan emosional, sementara muatan emosional yang dikandung oleh kata-kata beda-beda kadarnya.

Konteks situasi adalah makna yang beririsan dengan waktu dan tempat terjadinya suatu pembicaraan, konteks ini memandang bahwa sebuah ujaran dikaitkan pada sebuah pertanyaan kapan, di mana, dan dalam situasi apa diucapkan.

Mengutip 'Audah Khalil Abu 'Audah, bahwa guna memahami makna tidak cukup bila dengan melihat serta membuka kamus, tetapi perlu untuk melihat konteks yang melatarbelakangi kata tersebut, seperti lingkungan di mana kata tersebut diucapkan.

(Bahri, 2016: 93)

Guna memetakan kerangka konseptual pada penelitian ini agar pembahasannya tidak meluas, maka diperlukan operasional mengenai penelitian pesan dakwah terhadap artikel rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah.

1. Pesan Dakwah

Secara umum, pesan adalah produk fisik nyata yang dihasilkan oleh sumber dengan tiga komponen, yakni makna, simbol yang dipakai dalam menyampaikan makna serta organisasi pesan. Simbol paling penting dalam pesan ialah kata-kata (bahasa) yang dapat menggambarkan objek, gagasan serta perasaan. (Permana, et.al., 2019: 309)

(10)

Pesan dakwah merupakan materi yang disampaikan oleh seorang pendakwah kepada mad'u dan biasanya memuat tentang pokok atau asas ajaran Islam yang termaktub dalam Al-Quran serta hadits. Sebagaimana diketahui ajaran agama Islam meliputi beragama lini kehidupan, baik akidah, syariah, maupun akhlak. (Enjang dan Aliyudin, 2009: 80)

Penjelasan di atas inilah yang memperkuat bahwa penelitian ini akan menggali pesan dakwah dari aspek akidah, syariah, dan akhlak dengan meninjau aspek makna dari pesan yang disampaikan. Penelitian mengenai pesan dakwah pada artikel rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah ditujukan pula untuk menggali seberapa dalam ajaran Islam yang meliputi akidah, syariah, dan akhlak dalam artikel tersebut.

Di sisi lain, penelitian ini dilakukan untuk melihat sudah seberapa dalam Suara Muhammadiyah menaruh perhatian pada aspek pesan dakwah di rubrik Humaniora.

Hal ini karena perlu ditekankan bahwa pesan dakwah merupakan unsur terpenting dalam kesuksesan dakwah, seorang pendakwah harus bisa menempatkan pesan pada setiap mad'unya karena manusia punya tingkatan pemahaman yang berbeda mengenai Islam. Dikarenakan pesan harus bisa memengaruhi orang lain, maka pesan yang disampaikan harus bisa menyentuh perasaan dari mad'u serta mendorongnya untuk melakukan sesuatu yang ada di dalam pesan tersebut.

(Ramdani, et.al., 2018: 51)

Pesan dakwah secara garis besar terbagi ke dalam tiga konsep dasar, yakni pesan aqidah, pesan syariah, dan pesan akhlak. Guna membatasi keluasan penelitian ini, maka diperlukan operasional mengenai ketiga aspek pesan tersebut, baik pesan aqidah, syariah, maupun akhlak.

(11)

a. Pesan Aqidah

Jika ditinjau secara etimologi, aqidah mengandung arti ikatan atau sangkuta.

Akan tetapi secara praktis, aqidah bermakna kepercayaan, keyakinan, atau iman.

(Saleh, 2000: 55) Maka pesan aqidah merupakan pesan yang disampaikan oleh komunikator atau semantic encoding kepada khalayak yang di dalamnya memuat seputar nilai kepercayaan, keyakinan, dan iman di dalam ajaran Islam. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Moch. Ali Aziz (2009: 332) bahwa pesan aqidah meliputi:

1. Iman Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala 2. Iman Kepada Para Malaikat

3. Iman Kepada Kitab-kitab Allah 4. Iman Kepada Para Rasul 5. Iman Kepada Hari Akhir 6. Iman Kepada Qada dan Qadar

Maka dari itu, penelitian ini akan meninjau dari aspek semantik terhadap keenam unsur-unsur pesan aqidah khususnya dengan mengkajinya dengan teori kontekstual. Melalui penggalian makna kontekstual, penelitian ini akan menggali makna dari konteks yang sedang dibicarakan pada artikel rubrik Humaniora.

b. Pesan Syariah

Syariah dalam kajian Islam sangat erat hubungannya dengan amal lahir dalam rangka taat terhadap perintah Allah guna mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya maupun manusia dengan manusia. (Syukri, 1983: 61) Pada praktiknya, syariah begitu fundamental dalam konsep ajaran Islam karena sifatnya yang begitu pokok, ketika aqidah berada pada posisinya sebagai tiang, maka disanalah dibinanya dengan perundang-undangan atau lebih dikenal dengan syariah.

(12)

Penggalian pesan syariah dalam artikel rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah akan dilakukan dengan melakukan penggalian pada konteks bahasa, emosional, dan situasi. Tentunya penggalian pesan syariah tetap berpijak pada kaidah-kaidah yang telah ditetapkan. Menurut Moch. Ali Aziz (2009: 332) pesan dakwah syariah bermuara pada unsur sebagai berikut:

1. Ibadah dalam arti khas (thaharah, shalat, saum, zakat, dan haji) 2. Muamalah dalam arti luas (hukum perdata dan hukum publik) c. Pesan Akhlak

Pada definisinya, akhlak berbicara mengenai keterpaduan antara kehendak Khalik dengan perilaku manusianya. Dengan kata lain, perilaku seseorang terhadap orang lain dan lingkungannya bisa dikatakan bernilai akhlak hakiki bila suatu tindakan tersebut bedasarkan pada kehendak Khalik. (Nasution, 2004: 71) Sedang pada tinjauan lughawi, akhlak mengandung arti budi pekerti, perangai, tingkah laku, serta tabiat.

Di sisi lain, dimensi akhlak begitu luas, di dalamnya tidak hanya mengatur mengenai bagaimana akhlak terhadap manusia, tetapi mengenai akhlak terhadap Allah dan Rasul. Maka pesan syariah yang akan digali ialah meliputi pesan-pesan yang mengandung nilai akhlak manusia terhadap Allah dan rasul-Nya, kemudian akhlak manusia terhadap manusia. Hal ini diperkuat oleh pandangan Yunahar Ilyas (1999: 1) bahwa dimensi akhlak meliputi:

1. Akhlak terhadap Allah 2. Akhlak terhadap Rasul 3. Akhlak pribadi

4. Akhlak dalam berkeluarga 5. Akhlak dalam bermasyarakat 6. Akhlak dalam bernegara

(13)

Gambar 1.1: Kerangka Konseptual F. Langkah-langkah Penelitian

1. Objek Penelitian

Objek penelitian ini ialah artikel dari rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah, rubrik Humaniora dipilih karena rubrik ini sering menyebarkan pesan-pesan dakwah yang potensial melalui artikel. Selain itu, rubrik ini diisi oleh kontributor dari berbagai kalangan sehingga rubrik Humaniora menarik untuk digali pesan dakwah di dalamnya, baik dari sisi aqidah, syariah, dan akhlak.

2. Paradigma dan Pendekatan

Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma critical- ideological atau paradigma kritis. Paradigma ini beranggapan bahwa realitas itu

begitu berhubungan dengan pengamat dan nilai atau pandangan yang dianut oleh pengamat turut serta mempengaruhi fakta dari realitas tersebut. (Batubara, 2017:

104) Paradigma ini sejalan dengan penelitian yang akan digarap karena penelitian

Artikel Rubrik Humaniora Suara

Muhammadiyah

Semantik

•Teori Kontekstual

•Konteks Kebahasaan

•Konteks Emosional

•Konteks Situasi

Pesan yang Terkandung

•Pesan Aqidah

•Pesan Syariah

•Pesan Akhlak

Kecenderungan Pesan Dakwah

dalam Artikel

(14)

ini akan mengkaji atau menganalisis pesan dakwah dalam artikel rubrik Humaniora melalui proses pengamatan yang pada praktiknya, nilai serta pandangan pengamat turut serta mempengaruhi fakta dalam realitas yang ada.

Pendekatan kualitatif merupakan suatu bentuk penelitian dimana peneliti sebagai partisipan pemberi informasi yang memberikan informasi, mengumpulkan dan menganalisis data selama proses penelitian. (Straus, et. al., 2015: 5) Penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif terhadap subjek yang akan diteliti. Penelitian dengan metode kualitatif dapat menyesuaikan dengan karakteristik paradigma critical-ideological.

3. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode analisis isi atau biasa disebut juga dengan Content-Analysis Method. Analisis isi merupakan salah satu teknik dalam membuat kesimpulan atau verifikasi melalui cara mengidentifikasi karakteristik pesan secara obyektif serta sistematis. (Holsti, 1969:

28) Lebih rincinya, penelitian ini menggunakan metode qualitative content analysis dengan melakukan analisis terhadap artikel rubrik Humaniora di media Suara Muhammadiyah untuk meninjau pesan aqidah, syariah, dan akhlak yang terkandung di dalamnya.

4. Jenis Data dan Sumber Data a. Jenis Data

Jenis data yang digunakan pada penelitian ini bersifat kualitatif, yaitu dengan merepresentasi isi pesan dakwah melalui uji pesan akidah, syariah, dan akhlak dalam artikel rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah.

(15)

b. Sumber Data

Sumber data penelitian ini menggunakan data primer serta sekunder yang diambil dari website Suara Muhammadiyah dengan rincian sumber data sebagai berikut:

(1) Sumber Data Primer

Sumber data primer yang gunakan dalam penelitian ini didapat dari artikel pada rubrik Humaniora dalam media online Suara Muhammadiyah pada bulan Februari 2021. Rincian artikel yang akan dijadikan data primer ialah 10 artikel karena berdasarkan wawancara dengan Sekretaris Suara Muhammadiyah, terkait evaluasi rubrik dilakukan setiap minggu pada hari Selasa.

(2) Sumber Data Sekunder

Sumber data sekunder yang gunakan dalam penelitian ini didapatkan melalui wawancara dan dokumentasi, sebagai berikut:

a. Redaksi Suara Muhammadiyah 5. Informan dan Unit Analisis a. Informan

Informan penelitian merupakan subjek yang paham akan informasi objek penelitian, serta orang lain yang memahami objek penelitian. (Bungin, 2007: 76) Informan yang akan di jadikan alat pertimbangan pengumpulan data dan bahan penelitian pada skripsi ini, diantaranya:

Suara Muhammadiyah

1. Sekretaris : Ganjar Sri Husodo

Sekretaris Suara Muhammadiyah memiliki tugas pokok, yakni mengenai persuratan yang tidak terkait dengan keredaksian. Sekretaris di sini berperan

(16)

penting terkait kegiatan surat menyuran baik dari Suara Muhammadiyah ke luar, maupun dari luar ke Suara Muhammadiyah.

2. Redaktur Rubrik Humaniora : Mustofa Wahid Hasyim

Redaktur rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah bertugas untuk mengelola rubric Humaniora di majalah Suara Muhammadiyah dan media online Suara Muhammadiyah. Selain itu, redaktur tersebut juga turut

mengatur tata kelola dari rubrik Humaniora, baik penerbitan maupun sirkulasi di rubric Humaniora Suara Muhammadiyah.

b. Unit Analisis

Unit analisis adalah unit yang diteliti, dapat berupa individu, kelompok, objek, atau peristiwa sosial, seperti kegiatan individu atau kelompok sebagai objek penelitian. (Hamidi, 2010: 95) Unit analisis pada penelitian ini berupa objek yakni pesan dakwah aqidah, syariah, dan akhlak dalam artikel rubrik Humaniora pada media Suara Muhammadiyah.

c. Teknik Penentuan Informan

Teknik sampling sistematis merupakan salah satu teknik pengambilan sampel yang pada praktiknya peneliti mengambil sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. (Sugiono, 2016: 84) Teknik ini dipakai dalam proses pengambilan sampel untuk dianalisis sesuai urutan tanggal terbitnya artikel hierarki ke atas, yakni dari artikel yang terbit pada bulan Februari 2021.

6. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan tahapan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam penelitian, baik penelitian kualitatif maupun penelitian

(17)

kuantitatif. Pada penelitian kualitatif ini akan diambil lima teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara, dokumentasi, membaca, mencatat, dan mengolah sebagai berikut:

a. Wawancara

Wawancara adalah suatu metode pengumpulan data dengan bertanya secara lisan kepada informan, pertanyaan-pertanyaan ini telah disiapkan secara lengkap, begitu juga dengan instrumen atau dialog dengan tujuan tertentu. (Ali, 1987: 83) Wawancara yang digunakan pada penelitian ini ialah wawancara tidak terstruktur dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan terbuka kepada redaksi Suara Muhammadiyah.

Pengambilan data melalui wawancara tidak terstruktur pada penelitian ini digunakan untuk menggali data mengenai Suara Muhammadiyah (meliputi profil perusahaan, konten, dan orientasi rubrik Humaniora) yang diperlukan dalam penelitian ini. Hal ini tentunya diperlukan untuk data yang nanti akan ditampilkan pada pembahasan penelitian.

b. Dokumentasi

Teknik dokumentasi merupakan teknik yang dipakai untuk menggali data historis. Diantara jenis bahan dokumentasi antara lain; otobiografi, surat pribadi, kliping, data di server, data yang tersimpan di website, dan lain sebagainya.

(Bungin, 2012: 124-125) Pada penelitian ini, dilakukan dengan mengumpulkan dokumen-dokumen dalam bentuk artikel dari rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah yang akan diteliti.

(18)

c. Membaca

Pengumpulan data dengan teknik ini merupakan hal yang paling krusial dan mendasar dalam penelitian yang akan digarap karena penelitian ini akan mengkaji artikel dari sisi semantiknya. Teknik ini dilakukan dengan cara membaca secara seksama, cermat, dari awal artikel hingga akhir, kemudaian membaca ulang guna menguatkan data tertulis yang telah dikumpulkan serta memberikan catatan-catatan sebagai bahan analisis semantik.

d. Mencatat

Teknik mencatat dipakai guna menambatkan data tertulis yang dipakai sebagai bahan analisis ke dalam korpus data penelitian. Teknik ini adalah kelanjutan dari teknik membaca dan bahkan bisa dilaksanakan secara bersamaan, yakni ketika dalam teknik membaca ada poin-poin penting untuk digali secara semantik, maka perlu dilakukan pecatatan. Pada prosesnya, teknik ini menandai intisari data yang telah dibaca untuk mendapatkan fokus serta informasi yang nantinya dianalisis lebih dalam.

e. Mengolah

Setelah semua data yang didapat melalui proses di atas, maka dilakukan pengolahan data tersebut dengan teknik analisis yang sudah ditentukan secara teliti.

Data mentah yang sudah terkumpul pada teknik pencatatan akan diolah dari sisi semantik guna menggali pesan akidah, syariah, dan akhlak dalam artikel rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah.

(19)

7. Teknik Analisis Data

Pada penelitian ini akan digunakan teknik analisis data Miles dan Huberman dengan tiga tahapan analisis data kualitatif, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. (Sugiono, 2016: 246-253) Setelah data telah dikumpulkan dari proses pengumpulan data. Data dari catatan-catatan artikel rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah masuk ke tahap reduksi atau penyederhanaan data agar nantinya data menjadi mudah di cermati dalam proses penyajian data. Pada tahap reduksi akan dilakukan eksplorasi topik, membuat partisi, dan memo yang tentunya sesuai dengan kaidah semantik.

Setelah data penelitian direduksi, kemudian tahap berikutnya adalah menampilkan data hasil reduksi tersebut. Data dapat ditampilkan atau disajikan dalam bentuk uraian singkat, diagram, hubungan antar kategori, dan diagram alir.

Teks naratif merupakan cara paling umum yang digunakan untuk menyajikan data penelitian kualitatif yang telah direduksi, dalam penelitian ini data akan disajikan dalam bentuk naratif karena kajian ini menggunakan teknik analisis semantik.

Tahap analisis terakhir ialah melakukan verifikasi atau penarikan kesimpulan, pada tahap ini akan dilakukan analisis terhadap isi artikel rubrik Humaniora Suara Muhammadiyah yang sudah disajikan. Tentunya pada proses analisis isi ini, penelitian ini akan berpegang pada indikator teori kontekstual serta kaidah-kaidah semantik, khususnya dalam penggalian pesan dakwah kontekstual dan pesan dakwah konseptual.

(20)

Gambar 1.2: Analisis Data Miles & Huberman

Sumber: Bagan Analisis Data Miles & Huberman - Modifikasi (Sugiono, 2016:

247) 8. Jadwal Penelitian

Waktu pelaksanaan penelitian menurut perkiraan akan dilaksanakan dalam waktu bulan terhitung dari bulan Juni hingga bulan September 2021.

Tabel 1.1: Matriks Penelitian

No Uraian

Juni Juli Agustus September

Minggu Ke

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. Persiapan

penelitian 2. Perencanaan 3. Pelaksanaan 4. Evaluasi 5. Penyusunan

laporan

Gambar

Gambar 1.1: Kerangka Konseptual  F.  Langkah-langkah Penelitian
Tabel 1.1: Matriks Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Adapun yang menjadi definisi konsepsional dalam penelitian ini adalah pelayanan haji di Kantor Kementrian Agama Kota Samarinda adalah suatu kegiatan pelayanan yang

1 Untuk Satker yang belum melakukan Rekonsiliasi dan menyerahkan BAR agar dikenakan sanksi penundaan penerbitan SP2D atas SPMUP/TUP, SPMGUP termasuk Nihil dan SPMLS

Kategori isi pesan dakwah yang terkandung dalam Channel YouTubeHobby Makan meliputi masalah keimanan (Akidah) dari 20 unggahan terdapat 26 pesan dakwah 3 pesan dakwah mengenai

Adapun objek dalam penelitian ini adalah isi pesan-pesan dakwah yang dilihat dari segi akidah, syariah dan akhlak pada album “Shalawat Cinta” ciptaan Ustaz Jefri Al

Pada tahun 2003, struktur pendapatan rumah tangga di dominasi oleh pendapatan yang berasal dari sektor pertanian (50.15 persen), sedangkan sektor non-pertanian menyumbang

Pesan-pesan perennial dalam beragama juga sering dilupakan oleh antar umat beragama, sehingga seringkali menimbulkan tindak kekerasan, gejolak sosial, dan bahkan konflik yang

Sertipikat hak tanggu- ngan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mempunyai kekuatan eksekutorial yang sama dengan putusan pengadilan yang telah mem- peroleh kekuatan

Setelah melakukan analisis mendalam akhirnya penulis mempunyai kesimpulan bahwa Ideologi pendidikan Islam pondok pesantren di Indonesia lebih dekat dan mempunyai