• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Profil Sekolah

SD Negeri Serangan 1 terletak di Jalan Melayu No.03 Desa Serangan Kecamatan Bonang Kabupaten Demak Propinsi Jawa Tengah. Wilayah SD Negeri Serangan 1 berbatasan dengan sebelah utara Kabupaten Jepara dan sebelah barat laut Jawa atau wilayah pesisir utara. SD Negeri Serangan 1 didirikan pada tahun 1921. Memiliki lahan seluas 1.290 m² dengan status hak pakai, sedangkan luas bangunan adalah 624 m². Nomor Statistik Sekolah (NSS) SD Negeri Serangan 1 adalah 101032112005 serta berakreditasi A. Sebagian penduduk desa Serangan bekerja sebagai petani dan nelayan, namun demikian sebagian besar orang tua mempunyai kesadaran yang tinggi dalam membekali pendidikan kepada putra- putri mereka, ini terbukti banyak masyarakat desa Serangan yang menyekolahkan putra- putri mereka dari jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Dengan kondisi lingkungan dan geografis serta kemajemukan kondisi sosial masyarakat tersebut, SD Negeri Serangan 1 menjadi sekolah yang sangat diminati masyarakat setempat, dan juga bagi masyarakat luar desa Serangan.

Prestasi SD Negeri Serangan 1 di bidang non

(2)

dan O2SN tingkat Kabupaten Demak cukup menggembirakan. Sistem pelayanan pendidikan juga semakin meningkat dari tahun ke tahun. Prestasi sekolah yang diperoleh merupakan proses perjuangan dan kerjasama antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan warga masyarakat desa Serangan.

SD Negeri Serangan 1 telah melakukan upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan untuk memenuhi 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan (SNP) seperti program peningkatan kualifikasi guru, peningkatan kinerja tenaga kependidikan melalui pelatihan dan pendampingan, penambahan sarana prasarana sekolah, peningkatan mutu pembelajaran melalui program inovasi pembelajaran yang baik, program tambahan pelajaran untuk mata pelajaran Matematika dan Sains dalam mempersiapkan lomba Olympiade MIPA. Juga melakukan kegiatan rutin pembiasaan gerakan kebersihan lingkungan setiap hari dalam upaya menjaga kesehatan peserta didik.

Visi SD Negeri Serangan 1 UPTD Dikpora Kecamatan Bonang Kabupaten Demak adalah

“Berprestasi, santun dalam perilaku, beriman dan bertaqwa.” Sedangkan Misi SD Negeri Serangan 1 UPTD Dikpora Kecamatan Bonang Kabupaten Demak adalah∶

(1) Meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; (2) Menanamkan pendidikan budi pekerti melalui kegiatan belajar mengajar maupun ekstrakurikuler;

(3) Memotivasi peserta didik untuk bersemangat meraih

(3)

prestasi; (4) Mengembangkan budaya gemar membaca, rasa ingin tahu, bertoleransi, bekerja sama, saling menghargai, disiplin, jujur, kerja keras, kreatif, dan mandiri; (5) Mengembangkan sikap dan perilaku religius di lingkungan sekolah dan luar sekolah; (6) Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan warga sekolah masyarakat, dan stake holder.

SD Negeri Serangan 1 UPTD Dikpora Kecamatan Bonang Kabupaten Demak mempunyai 11 orang guru, yang terdiri dari 7 orang guru berstatus PNS sudah mempunyai serfikat pendidik semua dan 4 orang guru masih berstatus non PNS, juga mempunyai 3 orang tenaga kependidikan yang masih berstatus non PNS.

Untuk meningkatkan mutu profesionalitas sebagian pendidik sedang melanjutkan ke jenjang Pasca Sarjana (S2). Tenaga pendidik sebagian besar berdomisili di perkotaan, jarak tempat tinggal mereka ke SD Negeri Serangan 1 UPTD Dikpora Kecamatan Bonang Kabupaten Demak kurang lebih 20 km dan ada pula yang berjarak 30 km dengan mengendarai roda dua.

4.2 Deskripsi Kondisi Awal

4.2.1 Keterampilan pelaksanaan pembelajaran tematik.

Keterampilan pelaksanaan pembelajaran tematik guru SD Negeri Serangan 1 UPTD Dikpora Kecamatan Bonang Kabupaten Demak masih rendah, hal ini dapat

(4)

memperoleh data pembelajaran guru masih bersifat konvensional, guru masih mengalami kebingungan dalam memahami tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran, kurang menguasai berbagai pendekatan pembelajaran dan strategi pembelajaran.

Dari hasil tes tertulis awal tentang pembelajaran tematik pada 2 orang guru kelas 3a dan kelas 3b , hasilnya belum menggembirakan. Nilai rata-ratanya baru mencapai 50.

Keadaan guru yang demikian tidak terlepas dari kondisi awal kepala sekolah yang belum memberikan pembinaan lewat supervisi akademik observasi kelas secara teratur. Kepala sekolah belum memberikan pembinaan tentang keterampilan melaksanakan pembelajaran tematik yang baik, peneliti baru mengamati dan memberi tugas kepada guru untuk menyelesaikan tes awal pemahaman pembelajaran tematik menurut kemampuan guru masing-masing, sehingga hasilnya masih rendah.

Supervisi akademik observasi kelas yang dilakukan kepala sekolah diharapkan keterampilan dan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran tematik akan meningkat. sehingga pembelajaran yang dilakukan oleh guru benar-benar dapat diserap oleh peserta didik, pada akhir pembelajaran sehingga kualitas dan hasil belajar peserta didik juga meningkat.

Melihat kenyataan dan harapan yang ada pada guru, maka supervisi akademik observasi kelas

(5)

merupakan hal yang harus dilakukan oleh Kepala Sekolah. Dengan melakukan kegiatan supervisi akademik observasi kelas dapat mengetahui permasalahan apa yang dialami oleh guru, bantuan apa yang paling tepat diberikan oleh Kepala Sekolah kepada guru-gurunya, sehingga permasalahan guru dapat teratasi, dengan harapan pembelajaran guru dan hasil belajar peserta didik akan meningkat pula.

Guru dalam meningkatkan keterampilan pembelajaran tematik menghadapi berbagai kesulitan.

Kesulitan tersebut diantaranya∶ guru belum terampil dalam menyajikan konsep yang terpadu dari berbagai mata pelajaran; proses pembelajaran belum menggunakan prinsip pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan; pemilihan metode pembelajaran belum dilakukan dengan menggunakan berbagai variasi metode baik di dalam kelas maupun diluar kelas. sehingga sekolah berupaya untuk memberikan bantuan berupa bimbingan kepada guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, agar diperoleh hasil belajar yang lebih baik. Kepala sekolah SD Negeri Serangan 1 UPTD Dikpora Kecamatan Bonang kabupaten Demak Sungatman,S.Pd melakukan wawancara kepada 2 orang guru kelas 3a dan guru kelas 3b mengenai pemahaman tentang pembelajaran tematik yang telah dilaksanakan selama ini. Hasil wawancara sebagai berikut:

(6)

“ Dua orang guru kelas 3 SD Negeri Serangan 1 UPTD Dikpora Kecamatan Bonang Kabupaten Demak masih mengalami kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran tematik. guru merasa kesulitan dalam mengaitkan beberapa mata pelajaran menjadi satu tema, guru masih kesulitan memilih berbagai metode pembelajaran yang tepat karena minimnya pengetahuan tentang metode pembelajaran dan kurang tersedianya fasilitas untuk menerapkan metode pembelajaran. Guru belum memanfaatkan sarana prasarana, sumber belajar, dan media dalam pembelajaran tematik.

Guru belum memahami tentang karakteristik pembelajaran tematik. Guru belum melaksanakan tahapan-tahapan yang harus dipenuhi dalam pembelajaran tematik, mulai dari kegiatan pembukaan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup”.

Penjelasan kepala Sekolah tersebut memberikan informasi bahwa guru SD Negeri Serangan 1 UPTD Dikpora Kecamatan Bonang Kabupaten Demak masih kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran tematik.

Guru merasa kesulitan dalam memilih berbagai metode pembelajaran yang tepat karena minimnya pengetahuan tentang metode pembelajaran dan kurang tersedianya fasilitas untuk menerapkan metode pembelajaraan. Guru belum memanfaatkan sarana prasarana, sumber belajar, dan media dalam pembelajaran tematik.Guru belum memahami tentang karakteristik pembelajaran tematik. Guru belum melaksanakan tahapan-tahapan yang harus dipenuhi dalam pembelajaran tematik, mulai dari kegiatan pembukaan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

Kondisi awal pelaksanaan pembelajaran tematik dapat dilihat pada tabel berikut ini:

(7)

Tabel 4.1. Rekap Nilai Pengamatan Kondisi Awal Melaksanakan Pembelajaran Tematik

No Nama Nilai Pembelajaran

Tematik Keterangan

1. Ldn 58,0

2. DWS 59,0

Rata-rata 58,5

Sumber ∶ Data penelitian, diolah 2016 4.1.2 Kemampuan Pemahaman Pembelajaran

Tematik

Kemampuan pemahaman pembelajaran tematik guru SD Negeri Serangan 1 juga rendah, hal ini dapat dilihat dari hasil yang diperoleh dalam menyelesaikan tes awa. Dari 2 Guru Kelas 3a dan 3b, nilai rata- ratanya 50, ini dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.2. Rekap Nilai Kondisi Awal

Kemampuan Pemahaman Pembelajaran Tematik No Nama Nilai Tes Pemahaman

Pembelajaran Tematik Keterangan

1. Ldn 50,0

2. DWS 50,0

Rata-rata 50,0

Sumber ∶ Data penelitian, diolah 2016

(8)

Untuk mengatasi permasalahan guru tentang rendahnya keterampilan pelaksanaan pembelajaran tematik, maka Kepala Sekolah dapat mengadakan supervisi akademik observasi kelas yang terencana dengan baik, dijadwal waktu pelaksanaannya, dilaksanakan dengan baik pula, dan ditindaklanjuti dengan baik. Melihat permasalahan yang dihadapi guru, maka Kepala Sekolah harus melakukan pembinaan lewat supervisi akademik observasi kelas untuk meningkatkan keterampilan melaksanakan pembelajaran tematik agar sesuai dengan standar proses.

4.3 Deskripsi Hasil Siklus 1

Siklus 1 dalam penelitian ini dilaksanakan dalam satu kali pertemuan, yaitu tanggal 15 Maret 2016. Pada siklus ini meliputi empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, dengan perincian sebagai berikut:

4.3.1 Perencanaan Tindakan

Tahap perencanaan meliputi kegiatan:

a. Menyiapkan daftar hadir b. Menyiapkan RPP

c. Membuat soal

d. Membuat kunci jawaban

e. Menyiapkan lembar pengamatan

f. Membuat rekapitulasi hasil pengamatan g. Membuat daftar nilai

h. Menyiapkan rencana supervisi akademik

(9)

4.3.2 Pelaksanaan tindakan

Pelaksanaan tindakan yang dilakukan pada siklus 1 adalah :

a. Mempersiapkan ruangan untuk pertemuan klasikal dari 2 orang guru kelas 3a dan 3b.

b. Melakukan pembinaan tentang keterampilan pelaksanaan pembelajaran tematik secara klasikal melalui contoh tayangan LCD.

c. Kepala Sekolah/Peneliti memberikan soal tes tertulis kepada 2 orang guru hal pemahaman pembelajaran tematik.

4.3.3 Pengamatan

1. Pengamatan pada Pelaksanaan Pembelajaran Tematik.

Objek pengamatan dalam penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran tematik secara individual, peneliti bersama Pengawas sekolah/kolaborator melakukan pengamatan sesuai lembar pengamatan yang telah dibuat. Pengamatan dilakukan pada saat proses pelaksanaan tindakan, hasil pengamatan berupa data pelaksanaan pembelajaran tematik. Komponen yang diamati pada pelaksanaan pembelajaran tematik yaitu:

1) Kegiatan pendahuluan 2) Kegiatan inti

3) Kegiatan penutup

Hasil observasi pelaksanaan pembelajaran tematik pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel berikut

(10)

Tabel 4.3. Rekap Nilai Pengamatan Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran Tematik Siklus 1

No Nama

Nilai Pembelajaran Tematik

Keterangan Kondisi

Awal Siklus 1

1. Ld 58,0 69,0 +11

2. DWS 59,0 71,0 +12

Rerata 58,5 70,0 +11,5

Sumber ∶ Data penelitian, diolah 2016

Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan adanya peningkatan dari kondisi awal rata-rata 58,5 menjadi 70,0 dan peningkatan mencapai 11,5%.

2. Kemampuan pemahaman pembelajaran tematik.

Hasil tes tertulis tentang pemahaman pembelajaran tematik, pada siklus 1 dibandingkan dengan kondisi awal tergambar kolom tabel berikut ini.

Tabel 4.4. Hasil tes tertulis tentang Pemahaman Pembelajaran Tematik Siklus 1

No Nama

Nilai Tes Tertulis

Keterangan Kondisi

Awal Siklus 1

1. Ld 50,0 65,0 +15

2. DWS 50,0 70,0 +20

Rerata 50,0 67,5 +17,5

Sumber ∶ Data penelitian, diolah 2016

(11)

Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan adanya peningkatan dari kemampuan menyelesaikan tes tertulis kondisi awal rata-rata 50,0 menjadi 67,5 dan tingkat ketuntasannya mencapai 67,5%.

4.3.4 Refleksi

Pada komponen pelaksanaan pembelajaran tematik pada kegiatan inti masih kurang maksimal dalam menggunakan variasi metode pembelajaran, kurang memanfaatkan media pembelajaran, dan kekurangan kemampuan pemahaman pembelajaran tematik pada siklus 1 antara lain (1) Aspek tujuan pembelajaran, belum menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan tema. (2) Aspek metode pembelajaran, belum bervariasi, cenderung metode konvensional. (3) Aspek Kegiatan Pembelajaran, belum dilakukan secara sistematis, sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Oleh karena itu perlu pembinaan supervisi akademik observasi kelas untuk meningkatkan keterampilan pembelajaran tematik tersebut pada siklus berikutnya.

4.4 Deskripsi Hasil Siklus 2

Siklus 2 dalam penelitian ini dilaksanakan dalam satu kali pertemuan yaitu tanggal 28 Maret 2016. Pada siklus 2 ini meliputi empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, dengan perincian sebagai berikut:

(12)

4.4.1 Perencanaan Tindakan

a. Menyiapkan daftar hadir, dan urutan pembinaan secara individual.

b. Menyiapkan RPP siklus 2.

c. Menyiapkan LCD pembelajaran tematik.

d. Membuat soal tertulis siklus 2.

e. Membuat kunci jawaban.

f. Menyiapkan lembar pengamatan.

g. Membuat rekapitulasi hasil pengamatan.

h. Membuat daftar nilai.

4.4.2 Pelaksanaan Tindakan

a. Peneliti melakukan pembinaan secara individual tentang cara mengaitkan beberapa mata pelajaran ke dalam satu tema. agar guru yang diberikan tes tertulis mampu memahami pembelajaran tematik dengan baik.

b. Peneliti menilai hasil pekerjaan menyelesai kan tes tertulis dengan kunci jawaban dan rubrik penilaian.

4.4.3 Hasil Pengamatan

a. Hasil Pengamatan Pelaksanaan Pembelajaran Objek yang diamati dalam penelitian ini adalah kegiatan pelaksanaan pembelajaran tematik secara individual, peneliti bersama pengawas sekolah/

kolaborator melakukan pengamatan sesuai lembar pengamatan yang telah dibuat. Pengamatan dilakukan pada saat proses pelaksanaan tindakan, hasil pengamatan berupa data hasil pengamatan

(13)

pelaksanaan pembelajaran tematik, berikut ini adalah hasil pengamatan siklus 2:

Tabel 4.5. Rekap Nilai Pengamatan Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran Tematik Siklus 2

No Nama

Nilai Pembelajaran

Tematik Keterangan Siklus 1 Siklus 2

1. Ld 69,0 85,0 +16

2. DWS 71,0 87,0 +16

Rerata 70,0 86,0 +16

Sumber ∶ Data penelitian, diolah 2016

Berdasarkan tabel diatas, melalui supervisi akademik observasi kelas menunjukkan adanya peningkatan dari siklus 1 rata-rata 70,0 menjadi 86,0 pada siklus 2 peningkatan mencapai 86,0%.

Pada komponen kegiatan inti sudah mengalami peningkatan, dan sudah memenuhi indikator keberhasilan rata-rata 75. Ini terbukti melalui supervisi akademik observasi kelas untuk meningkatkan keterampilan pembelajaran tematik guru kelas 3.

b. Hasil Pengamatan Kemampuan Memahami Pembelajaran Tematik melalui tes tertulis.

Peneliti menilai hasil pekerjaan menyelesaikan tes tertulis dengan kunci jawaban dan rubrik penilaian. Hasil dari kemampuan pemahaman pembelajaran tematik pada siklus 2 dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

(14)

Tabel 4.6. Rekap Nilai Kemampuan Menyelesaikan tes tertulis tentang Pemahaman Pembelajaran Tematik siklus 2

No Nama

Nilai Tes Tertulis

Keterangan Siklus 1 Siklus 2

1. Ld 65,0 80,0 +15

2. DWS 70,0 85,0 +15

Rerata 67,5 82,5 +15

Sumber ∶ Data penelitian, diolah 2016

Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan adanya peningkatan dari kemampuan menyelesaikan tes tertulis dari siklus 1 rata-rata 67,5 menjadi 82,5 dan tingkat ketuntasannya mencapai 82,5%. Kekurangan yang ada pada siklus 1 telah diperbaiki pada siklus 2.

Peningkatan ini menunjukkan keberhasilan supervisi akademik observasi kelas dalam meningkatkan kemampuan memahami pembelajaran tematik sudah mencapai indikator keberhasilan 75.

4.4.4 Refleksi

Refleksi siklus 2 yaitu membandingkan hasil keterampilan dan kemampuan pembelajaran tematik siklus 1 dengan siklus 2, untuk melihat hasil tindakan pada siklus 2 ini. Melalui supervisi akademik observasi kelas dapat meningkatkan keterampilan Pelaksanaan Pembelajaran tematik bagi guru kelas 3 SD Negeri

(15)

Serangan 1 UPTD Dikpora Kecamatan Bonang Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 2015/2016.

4.5 Pembahasan Hasil Penelitian

Setelah dilaksanakan siklus 1 dan siklus 2 dari rangkaian penelitian ini maka dapat memberikan hasil pelaksanaan keseluruhan siklus. Sebelum siklus 1 dilaksanakan peneliti pada kondisi awal rendahnya keterampilan pelaksanaan pembelajaran tematik pada guru kelas 3. hal ini dapat dilihat dari nilai kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran tematik secara individual.

Pada siklus 1 peneliti sudah melaksanakan Supervisi Akademik observasi kelas secara individual, setelah melakukan pengamatan pembelajaran tematik menunjukkan adanya peningkatan dari kondisi awal rata-rata 58,0 menjadi rata-rata 70,0 kemudian guru diberikan tes tertulis tentang pemahaman pembelajaran tematik menunjukkan adanya peningkatan dari kondisi awal rendah ke siklus 1 menjadi agak tinggi. Hal ini ditunjukkan peningkatan dari kondisi awal rata-rata 50,0 menjadi rata-rata 67,5 di siklus 1. Pada indikator Kekurangan kemampuan pemahaman pembelajaran tematik pada siklus 1 antara lain (1) Aspek tujuan pembelajaran, belum menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan tema. (2) Aspek metode pembelajaran, belum bervariasi,

(16)

Pembelajaran, belum dilakukan secara sistematis, sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Oleh karena itu perlu pembinaan supervisi akademik observasi kelas untuk meningkatkan keterampilan pembelajaran tematik tersebut pada siklus berikutnya.

Pada siklus 2 peneliti sudah melaksanakan Supervisi Akademik secara individual, sehingga kekurangan pada keterampilan pembelajaran tematik dapat diperbaiki pada siklus 2, sehingga hasil pada siklus 2 meningkat dari siklus 1 agak tinggi ke siklus 2 menjadi tinggi. Ini ditunjukkan dari nilai rata-rata 70,0 menjadi rata-rat 86,0 meningkat 86,0%. Peningkatan ini menunjukkan keberhasilan supervisi akademik observasi kelas dalam meningkatkan keterampilan pembelajaran tematik dan sudah mencapai indikator keberhasilan 75.

Keterampilan pelaksanaan pembelajaran tematik dari kondisi awal, siklus 1 dan siklus 2 ditujukkan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.7. Rekap Nilai Pengamatan Keterampilan Pembelajaran Pematik kondisi awal, siklus 1 dan siklus 2

No. Nama Kondisi

Awal Siklus 1 Siklus 2

1 Ld 58.0 69,0 85,0

2 DWS 59,0 71,0 87,0

3 Nilai rata-

rata 58,5 70,0 86,0

(17)

Dari tabel diatas dapat digambarkan dalam grafik berikut:

Grafik 4.8. Nilai Pengamatan Keterampilan Melaksanakan Pembelajaran Tematik kondisi awal, siklus 1 dan siklus 2

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

Kondisi Awal

Siklus 1 Siklus 2

Ld DWS

Nilai Rata-rata

Kemampuan pemahaman tentang pembelajaran tematik dari kondisi awal, siklus 1 dan siklus 2 ditujukkan pada tabel 4.8 berikut ini:

Tabel 4.9. Rekap Nilai Kemampuan Menyelesaikan Tes Tertulis pemahaman pembelajaran tematik kondisi awal, siklus 1 dan siklus 2

No. Nama Kondisi

Awal

Siklus 1

Siklus 2

1 Ld 50,0 65,0 80,0

2 DWS 50,0 70,0 85,0

3 Nilai rata-rata 50,0 67,5 82,5

(18)

Dari tabel diatas dapat digambarkan dalam grafik berikut:

Grafik 4.10. Nilai Kemampuan Menyelesaikan Tes Tertulis Pemahaman Pembelajaran tematik kondisi awal, siklus 1 dan siklus 2

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

Kondisi Awal

Siklus 1 Siklus 2

Ld DWS

Nilai Rata-rata

Nampak dari grafik diatas menunjukkan bahwa kemampuan menyelesaikan tes tertulis pemahaman pembelajaran tematik meningkat melalui supervisi akademik observasi kelas.

Fungsi supervisi akademik yaitu dapat membantu guru dalam memahami tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, memahami kebutuhan siswa, mendorong terjadinya perubahan kearah yang lebih baik, sehingga mutu pendidikan dapat meningkat (Mukhtar & Iskandar, 2013: 48).

Fungsi utama supervisi adalah perbaikan dan

(19)

peningkatan kualitas pembelajaran serta pembinaan kepada guru untuk perbaikan pembelajaran.

Selanjutnya penelitian yang relevan oleh Sopiyah Ginawati (2014) dengan judul “Supervisi Akademik Berbasis Open Class Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu” menunjukkan hasil bahwa kemampuan Guru Kelas I - IV dalam Menerapkan Pendekatan Tematik Terpadu dalam proses pembelajaran dapat ditingkatkan”

Gambar

Tabel 4.1. Rekap Nilai Pengamatan Kondisi  Awal Melaksanakan Pembelajaran Tematik
Tabel 4.3. Rekap Nilai Pengamatan Kemampuan  Melaksanakan Pembelajaran Tematik Siklus 1
Tabel 4.5. Rekap  Nilai  Pengamatan  Kemampuan  Melaksanakan Pembelajaran Tematik Siklus 2
Tabel 4.6. Rekap Nilai Kemampuan Menyelesaikan  tes  tertulis  tentang  Pemahaman  Pembelajaran  Tematik siklus 2
+4

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah dan iklim kerja sekolah terhadap kinerja guru SD Negeri di Kecamatan

Pada penelitian di SD Negeri Salatiga 10 Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga, peneliti akan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning ( PBL) untuk meningkatkan

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di kelas V SD Negeri Gejayan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah

Mendasar hasil pengujian dengan menggunakan product moment antara minat baca dengan hasil belajar siswa di SD Negeri Getasan 01 kecamatan Getasan Kabupaten Semarang pada

Metode pembelajaran yang variatif sangat efektif meningkatkan peran pendidikan Islam terhadap perubahan perilaku sosial siswa SD Negeri

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sulasmi (2007) di Kecamatan Dempet Kabupaten Demak menyimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara tipe

Untuk memperoleh data tentang pengaruh perhatian orang tua terhadap kemandirian belajar siswa kelas V MI Tarbiyatul Islamiyah Desa Kasiyan Kecamatan Sukolilo

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Boto Kecamatan Jaken Kabupaten Pati Tahun Pelajaran 2012/2013.Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian tindakan kelas yaitu