the UNIVERSITY of SARJANAWIYATA TAMANSISWA
ISSN (Online): 2613-9812
IEJST
13
Analisis Beban Kerja Fisik Menggunakan Metode Cardiovascular Load (CVL) pada Area Finishing (Studi Kasus di Salah Satu Perusahaan Logam di Klaten, Jawa Tengah)
Dyah Ari Susanti
1*, Dinda Pangesti
21,2
Program Studi Teknik Industri, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Indonesia
*
Penulis korespondensi: [email protected]
INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK
Dipublikasikan : Juni 2021 The purpose of this research is to find the physical workload of one of the Metal Industry in Klaten, Jawa Tengah, Indonesia and find best recommendations to company. The method used in this study is Cardiovascular Load (CVL) to measure physical workload for each employee in finishing deparment. Physical workload measured by calculate pulse while work and heart pulse while rest, maximum heart pulse and age of the employee. The conclusion of this research is among sixteen employees in the finishing department, eight people (50%) experience fatigue and another 50% not experience fatigue. The recommendations for the company to reduce fatigue are to increase the number of Personal Protective Equipment (PPE) like earmuffs and improve the company layout.
KATA KUNCI Beban Kerja Cardiovascular Load CVL
1. PENDAHULUAN
PT. Aneka Adhilogam Karya (AAK) merupakan perusahaan swasta yang memproduksi sambungan pipa air (pipe fittings) dengan spesifikasi besi tuang kelabu (cast iron) dan besi cor bergrafit bulat (ductile) yang bersifat make to order yang melayani pesanan dengan model yang berbeda-beda pada setiap permintaan.
Permasalahan utama yang ada di perusahaan, yaitu sering terabaikannya pengukuran performa kinerja pegawai perusahaan, mengingat terdapat beberapa jam lembur yang tinggi di beberapa departemen.
Pada perusahaan ini juga belum pernah dilakukan analisis mengenai beban kerja fisik pada
karyawan. Berdasarkan data yang didapatkan di lapangan, total jam kerja lembur pada bagian finishing
adalah yang paling tinggi yaitu 251 jam di tahun 2020 dibandingkan dengan departemen yang lainnya,
ditunjukkan pada Gambar 1 berikut ini.
14
Gambar 1. Rincian Jam Lembur per Departemen di Tahun 2020
Literatur mengenai pengukuran beban kerja telah dilakukan dengan mengidentifikasi penelitian sebelumnya yang bertujuan untuk mengukur kelelahan fisik di berbagai macam industri yaitu:
penelitian [1] pada jenis perusahaan sparepart mesin dan alat produksi, penelitian [2] pada jenis perusahaan vulkanisir ban, penelitian [3] pada perusahaan jasa konstruksi mekanikal dan sistem komunikasi, penelitian [4] menggunakan CVL untuk mengukur beban kerja pada departemen packing unit shiage departemen weaving di perusahaan Industri tekstil, penelitian [5] menggunakan CVL untuk menghitung operator bongkar muat, kelima penelitian tersebut memiliki kesamaan yaitu menggunakan metode Cardiovascular Load (CVL) dalam menghitung beban kerja. Pada penelitian ini dilakukan pada perusahaan pengolahan logam khususnya pada bagian finishing yang sebelumnya belum pernah dilakukan pada perusahaan ini.
Dengan menggunakan metode CVL ini dapat digunakan untuk mengukur beban kerja pekerja sehingga diketahui apakah departemen finishing PT. AAK mengalami kelelahan kerja sehingga sebagai masukan untuk pengambilan kebijakan bagi perusahaan terkait beban kerja. Departemen finishing dipilih karena berdasarkan data jam lembur Gambar 1. jumlah total jam lembur di departemen tersebut paling tinggi diantara departemen yang lain.
Tujuan dari penelitian ini adalah seberapa besar beban kerja yang dialami pada karyawan dan bagaimana usulan perbaikan untuk mengurangi beban kerja fisik di departemen finishing. Manfaat dari penelitian ini yaitu bagi perusahaan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dalam upaya peningkatan kualitas produk pada departemen produksi dan masukan bagi perusahaan supaya kedepannya dapat bekerja secara efektif dan efisien, guna meningkatkan produktivitas perusahaan melalui aspek beban kerja yang dialami oleh karyawan. Bagi akademisi digunakan untuk referensi untuk penelitian sejenis mengenai beban kerja.
2. METODE
Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan area Finishing PT. Aneka Adhilogam Karya. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari lapangan. Data tersebut meliputi data pengukuran denyut nadi kerja dan denyut nadi istirahat. Sedangkan data sekunder didapatkan dari studi literatur dan artikel-artikel penelitian yang berkaitan dengan beban kerja fisik dan metode Cardiovascular Load (CVL).
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan pengamatan/observasi, pengukuran denyut nadi, wawancara/diskusi dan pengambilan gambar/dokumentasi langsung di PT. AAK. Dalam metode CVL ini beban kerja fisik dapat diukur menggunkan berbagai alternatif, salah satu alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan nadi kerja untuk mengukur berat ringgannya beban kerja yang mempunyai beberapa keuntungan. Selain mudah, cepat dan murah juga tidak diperlukan peralatan yang mahal serta hasilnya cukup realiabel, disamping itu tidak menggangu proses kerja dan menyakiti orang yang di periksa. Kepekaan denyut nadi terhadap perubahan pembebanan yang diterima tubuh cukup tinggi. Denyut nadi akan segera berubah seirama dengan perubahan pembebanan baik yang
0 10 20 30 40 50 60
Maintenance
Machining
Finishing
Pengecoran
Cetakan
15
tidak cukup untuk mengestimasi beban kerja fisik. Beban kerja fisik tidak hanya ditentukan oleh jumlah kalori yang dikonsumsi, tetapi juga ditentukan oleh jumlah otot yang terlibat dan beban statis yang diterima serta tekanan panas dari lingkungan kerjanya yang dapat meningkatkan denyut nadi.
Berdasarkan hal tersebut maka deyut nadi lebih mudah dan dapat digunakan untuk menghitung indeks beban kerja. Salah satu cara sederhana untuk menghitung denyut nadi dengan merasakan denyutan pada arteri radialis pada pergelagan tangan. Metode yang dapat digunakan untuk mengukur denyut nadi adalah metode Cardiovascular Load seperti yang terdapat dalam Tabel 1. Klasifikasi CVL sebagai berikut
Tabel 1. Klasifikasi Persentasi Nilai CVL [6]
%CVL Penangananan
X ≤ 30% Tidak terjadi kelelahan 30% ≤ X ≤ 60% Diperlukan perbaikan 60% ≤ X ≤ 80% Kerja dalam waktu singkat 80% ≤ X ≤ 100% Diperlukan tindakan segera
X > 60% Tidak diperbolehkan beraktivitas
Tahapan-tahapan penelitian yang akan dilaksanakan adalah sebagi berikut:
a) Studi Literatur
Studi literatur dilakukan untuk mencari referensi penelitian terdahulu sehingga mempunyai acuan sebagai dasar penelitian dan dasar teori yang digunakan untuk penelitian.
b) Pengambilan Data
Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah denyut nadi kerja, denyut nadi istirahat, dan usia pekerja.
c) Pengolahan Data
Data yang diperoleh kemudian diolah untuk menentukan denyut nadi kerja maksimal dan nadi kerja, setelah dilakukan pengolahan data akan di kalsifikasikan sesuai tingkat kelelahan yang di alamai oleh karyawan. Pengolahan data ini menggunakan Microsoft Excel.
d) Hasil dan Pembahasan
Hasil dari identifikasi beban kerja fisik yang dialami karyawan PT. AAK di area Finishing 50%
diperlukan perbaikan dan 50% tidak terjadi kelelahan.
Selain tahapan – tahapan diatas berikut adalah diagram dalam pebnelitian ini, agar lebih mudah untuk dipahami.
Gambar 2. Diagram Alir Penelitian Start
Observasi dan Identifikasi Masalah
Pengumpulan data:
1. Data Observasi 2. Wawancara
3. Pengukuran denyut nadi 4. Dokumentasi
Pengolahan Data:
1. Identifikasi
2. Perhitungan beban kerja fisik 3. Klasifikasi tingkat kelelahan
Penarikan Kesimpulan
Finnish
A
A