• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini bukan hanya membawa dampak positif bagi umat manusia, tetapi dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Indonesia menjadi salah satu Negara dengan catatan kriminalisme tindak asusila, kasus pembunuhan, dan lain sebagainya. Hal ini dapat menimbulkan adanya trauma bagi korban bahwa nyawa menjadi taruhannya, oleh karena itu perlu adanya proses identifikasi baik kepada korban trauma atau korban meninggal dunia. Pada saat proses indentifikasi banyak sekali metode dan cara yang dapat dilakukan salah satunya dengan mengidentifikasi melalui pola gigitan yang terdapat pada tubuh korban.

Bite marks atau pola gigitan adalah sebuah bekas gigitan dari tersangka yang tertera pada kulit korban dalam bentuk luka. Bekas gigitan merupakan bentuk paling umum dari bukti gigi yang akan disajikan dipengadilan pidana dalam kasus kekerasan. Tanda-tanda ini juga berharga dalam menentukan jenis penganiayaan fisik dan kelompok usia kriminal [1]. Dalam sejarah perkembangan identifikasi pola gigitan tidak jarang ditemui di tubuh korban atau pelaku, baik korban mempertahankan diri dari pelaku maupun pelaku yang ingin mendapatkan apa yang ada pada tubuh korban. Dalam beberapa kasus pola gigitan yang ditinggalkan oleh korban atau pelaku ini merupakan bukti yang sangat penting untuk melakukan proses identifikasi. Salah satunya pada kasus pembunuhan Sara di Bekasi 2014 lalu, polisi dapat membongkar kasus pembunuhan melalui identifikasi dari luka gigitan [2]. Hasil foto yang diperoleh dari tubuh korban atau pelaku dapat dilakukan untuk didokumentasikan menjadi hasil informasi yang dapat di percaya.

Proses identifikasi bite mark yang sudah dilakukan saat ini melalui proses

yang panjang karena proses identifikasi masih menggunakan cara yang manual

yaitu dengan mencetak bekas gigitan, kemudian mengarsir kedalam kertas untuk

(2)

2

selanjutnya dianalisa. Dapat diketahui proses identifikasi melalui bite mark sangatlah rumit dan memerlukan suatu keahlian dan pengalaman dari ahli forensik odontologi [3]. Proses identifikasi dengan bukti berupa bite mark yang sebelumnya memiliki waktu yang kurang efisien seperti dicetak, kemudian dianalisa. Mata manusia memiliki titik dan waktu fokus yang tidak lama. Hal tersebut menyebabkan distorsi pada proses analisa bite mark, sehingga besar probabilitas terjadinya kesalahan dalam identifikasi. Faktor lain dalam kesalahan analisis tersebut dikarenakan kondisi badang tidak sehat, kurangnya tidur, penerangan dalam suatu ruangan, ukuran objek yang dilihat dan waktu lamanya kerja mata. Waktu lamanya kerja mata untuk memfokuskan pada objek adalah selama 4 jam, jika lebih dari 4 jam maka akan terjadi kelelahan pada mata [4].

Berdasarkan permasalahan diatas, penulis akan membuat rancangan menggunakan pengolahan citra digital. Pengolahan citra digital diimplementasikan untuk mengidentifikasi jenis kelamin berdasarkan bite mark.

Aplikasi yang digunakan dalam pengerjaan penelitian ini menggunakan software

Matlab, yang bertujuan untuk mempermudah proses idenifikasi jenis kelamin

tersangka pada tubuh korban dengan metode Adaptive Region Growing yang

memiliki kelebihan yaitu dapat memisahkan wilayah yang memiliki nilai atau

piksel yang sama dan dapat memberikan gambar asli yang memiliki tepi yang

jelas dengan hasil segmentasi yang baik. Citra bite mark kemudian akan melalui

proses klasifikasi citra dengan menggunakan metode K-Nearest Neighbor (K-

NN). Dengan identifikasi dan klasifikasi tersebut, dapat menghasilkan suatu

keluaran dengan membedakan bekas gigitan laki-laki dan perempuan berdasarkan

pola bite mark. Sistem yang akan dibuat dimulai dari pengambilan gigitan dengan

menggunakan media coklat yang kemudian pola bite mark tersebut difoto untuk

selanjutnya diproses pada software Matlab. Diharapkan dengan adanya proses

tersebut dapat meringankan kinerja dokter forensik dalam upaya penyelesaian

kasus kekerasan melalui proses identifikasi jenis kelamin menggunakan bite mark.

(3)

3 1.2 Penelitian Terkait

Dalam penulisan tugas akhir ini, penulis mendapatkan inspirasi dan referensi melalui penelitian-penelitian sebelumnya yaitu mengenai bite mark.

Berikut merupakan penelitian terkait mengenai bite mark:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Ibrahim Adilla, 2018 berjudul “Identifikasi Jenis Kelamin Berdasarkan Teraan Gigitan Berbasis Pengolahan Citra Digital dengan Metode Discrate Wavelet Transform (DWT) dan Klasifikasi K-Nearest Neighbor (K-NN). Keterkaitan penelitian dengan proposal tugas akhir ini adalah dalam mendeteksi jenis kelamin. Dengan metode DWT serta klasifikasi K-NN memperoleh nilai akurasi rata-rata terbaik sebesar 83,333% untuk identifikasi biometric dan untuk identifikasi bentuk bite marks akurasi rata-rata terbaik adalah sebesar 82,9787%

2. Penelitian yang diakukan oleh Dita Kusuma Wardani yang berjudul

“Identifikasi Jenis Kelamin Berdasarkan Teraan Gigitan Berbasis Pengolahan Citra Digital dengan Metode Gabor Wavelet dan Klasifikasi Decision Tree.” Juli 2018 mendapatkan akurasi 89,58%

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.3.1 Tujuan

Adapun tujuan dari penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Dapat membuat rancangan sistem pendeteksi jenis kelamin melalui bekas gigitan dengan metode Adaptive Region Growing dan klasifikasi K- Nearest Neighbor (K-NN) yang dapat di aplikasikan di bidang forensik.

2. Perancangan suatu sistem menggunakan metode K-Nearest Neighbor (K- NN) untuk mengidentifikasi bekas gigitan berdasarkan jenis kelamin dengan Adaptive Region Growing sebagai ekstraksi ciri.

3. Dapat memperkecil ruang lingkup pencarian individu dengan mengetahui

jenis kelamin.

(4)

4 1.3.2 Manfaat

Penelitian ini diharapkan memiliki manfaat secara teoritis maupun secara praktis, sebagai berikut:

1. Secara teoritis, manfaat penelitian ini dapat membantu ilmu kedokteran forensik dalam hal mengindentifikasi jenis kelamin yang menggunakan metode Adaptive Region Growing serta klasifikasi K-Nearest Neighbor yang diaplikasikan di program Matlab.

2. Secara praktis, manfaat dari penelitian ini adalah untuk menemukan suatu cara mendeteksi jenis kelamin menggunakan metode Adaptive Region Growing serta klasifikasi K-Nearest neighbor.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan deskripsi latar belakang dan penelitian terkait, maka terdapat beberapa rumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana merancang suatu sistem indentifikasi jenis kelamin berdasarkan hasil foto pola gigitan dengan menggunakan metode Adaptive Region Growing dan klasifikasi K-Nearest Neighbor untuk aplikasi bidang forensik?

2. Parameter apa saja yang mempengaruhi kinerja sistem?

3. Kombinasi parameter manakah yang paling baik agar didapatkan akurasi yang paling baik dalam mengidentifikasi jenis kelamin?

1.5 Batasan Masalah

Batasan masalah bertujuan membatasi cakupan pengerjaan dan agar penulis lebih terfokus dalam pembahasannya. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Sampel citra yang digunakan merupakan hasil foto gigi yang normal dan lengkap.

2. Untuk citra yang dipilih sebagai sampel yaitu individu yang berumur 22

sampai dengan 23 tahun.

(5)

5

3. Jumlah citra yang digunakan adalah 240 buah. Citra latih sebanyak 140 buah dan citra uji sebanyak 100 buah.

4. Citra diambil menggunakan kamera Nikon DSLR D5100.

5. Format citra yang digunakan adalah file digital dalam bentuk *.jpeg.

6. Metode yang digunakan yaitu Adaptive Region Growing sebagai ekstraksi ciri dan K-Nearest Neighbor (K-NN) sebagai proses klasifikasi.

7. Software yang digunakan adalah aplikasi Matrix Laboratory (MATLAB).

8. Keluaran dari penelitian sistem berupa hasil identifikasi jenis kelamin laki- laki atau perempuan.

9. Forensik yang dimaksud pada tugas akhir ini adalah forensik kedokteran gigi.

1.6 Hipotesis Penelitian

Berdasarkan penelitian terkait yang sudah dilakukan dan peulis temukan, belum ada penelitian bite mark menggunakan metode Adaptive Region Growing sebagai ekstraksi ciri dan K-Nearest Neighbor (K-NN) sebagai proses klasifikasi, oleh karena itu penulis berhipotesis bahwa kedua metode tersebut bisa digunakan untuk mendeteksi jenis kelamin manusia melalui bite mark.

1.7 Metodelogi Penelitian 1.7.1 Tipe Penelitian

Tipe penelitian ini adalah eksperimen dengan mengambil data sampel non random. Sampel yang diperoleh adalah sampel bite mark populasi mahasiswa S1 Teknik Telekomunikasi angkatan 2015 Universitas Telkom.

1.7.2 Populasi dan sampel

Populasi penelitian ini adalah mahasiswa jurusan S1 Teknik Telekomunikasi angkatan 2015 Universitas Telkom yang berjumlah 600 orang.

Namun tidak semua mahasiswa bisa diikutsertakan dalam penelitian ini, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi, diantaranya:

a. Mahaiswa aktif jurusan S1 Teknik Telekomunikasi angkatan 2015.

b. Setuju untuk ikut dalam penelitian.

(6)

6

c. Memiliki struktur gigi yang normal dan lengkap.

Sampel yang telah diambil dipertimbangkan berdasarkan kriteria-kriteria tersebut dapat ditentukan jumlah sampel minimum. Untuk mendapatkan jumlah sampel minimum dapat menggunakan rumus slovin’s, sebagai berikut:

(1.1)

Keterangan:

n = jumlah sample N = jumlah populasi

e = batas toleransi kesalahan yang diizinkan 1.7.3 Identifikasi Variabel

Variabel penelitian ini adalah pola, ciri, dan klasifikasi bite mark mahasiswa S1 Teknik Telekomunikasi angkatan 2015 Universitas Telkom.

1.7.4 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang diperlukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Data bite mark yang dibutuhkan 240 sampel dari 600 mahasiswa S1 Teknik Telekomunikasi angkatan 2015 Universitas Telkom.

2. Kamera Nikon DSLR D5100 yang digunakan untuk mengambil data penelitian dan juga tripod yang digunakan sebagai alat bantu pengambilan data.

3. Menggunakan coklat sebagai media gigit.

4. Menggunakan perangkat lunak Paint untuk beberapa citra yang memerlukan proses cropping.

5. Software yang digunakan adalah MATLAB R2018a dan Microsoft Office.

6. Format foto yang digunakan adalah format *jpeg.

1.7.5 Prosedur Penelitian

Tahapan penelitian yang dilakukan penulis dalam melakukan penelitian

tugas akhir ini adalah sebagai berikut:

(7)

7 1. Tahap studi literatur

Studi literatur ini dilakukan untuk mempelajari, menganalisa dan mencari solusi yang dibutuhkan dalam penelitian ini seperti pencarian jurnal atau buku yang berkaitan dengan bite mark, pengolahan citra, Adaptive Region Growing dan K-Nearest Neighbor (K-NN).

2. Tahap pengumpulan data

Data diperoleh dengan mengambil sampel foto bite mark dengan metode coklat dari mahasiswa jurusan S1 Teknik Telekomunikasi angkatan 2015 Universitas Telkom.

3. Tahap perancangan sistem

Perancangan sistem dilakukan dengan membuat diagram alir agar mempermudah dalam pembuatan sistem.

4. Tahap implementasi program aplikasi

Program aplikasi diimplementasikan berdasarakan diagram alir yang telah dirancang.

5. Tahap pengujian dan Analisis

Hasil implementasi program aplikasi dilakukan pengujian kemudian dianalisis.

6. Tahap penarikan Kesimpulan

Menarik kesimpulan dari seluruh hasil penelitian berdasarkan pengujian dan analisis yang telah dibuat.

1.8 Sistematika Penulisan

Adapun laporan penelitian ini dituangkan dalam lima bagian, yaitu sebagai berikut:

1. BAB I PENDAHULUAN

Pada bagian ini berisikan latar belakang pengambilan topik, penelitian

terkait, tujuan dan manfaat, rumusan masalah, batasan masalah, hipotesis

penelitian, metodelogi penelitian yang digunakan, prosedur penelitian dan

sistematika penulisan laporan.

(8)

8 2. BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pada bagian ini berisikan teori-teori dasar mengenai gigi, odontologi forensik, teori dasar mengenai citra digital, metode yang digunakan Adaptive Region Growing dan K-Nearest Neighbor (K-NN).

3. BAB III METODE PENELITIAN

Pada bagian ini akan membahas tentang sistem yang akan dilakukan untuk pembuatan aplikasi identifikasi jenis kelamin menggunakan metode yang telah dijelaskan pada bab 2.

4. BAB IV PENGUJIAN SISTEM DAN ANALISIS

Pada bab ini membahas analisa hasil data yang diperoleh dan tingkat akurasi yang dihasilkan oleh aplikasi yang dibuat.

5. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini mengenai kesimpulan akhir berdasarkan hasil dan analisa

serta saran guna memperbaiki tugas akhir ini.

Referensi

Dokumen terkait

Seringkali apabila tunggakan sewa berlaku ianya dikaitkan dengan masalah kemampuan yang dihadapi penyewa dan juga disebabkan faktor pengurusan yang lemah. Ada pula

Penyerapan tenaga kerja merupakan jumlah tertentu dari tenaga kerja yang digunakan dalam suatu unit usaha tertentu atau dengan kata lain penyerapan tenaga kerja

1. Adanya perasaan senang terhadap belajar. Adanya keinginan yang tinggi terhadap penguasaan dan keterlibatan dengan kegiatan belajar. Adanya perasaan tertarik yang

PSEKP selain merupakan institusi penelitian dan kebijakan di Indonesia yang sangat responsif dalam melakukan kajian sosial ekonomi dan kebijakan pertanian dan telah banyak

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ekstrak Etanolik Herba Ciplukan memberi- kan efek sitotoksik dan mampu meng- induksi apoptosis pada sel kanker payudara MCF-7

Namun kemudahan strategi penjualan ini ternyata masih belum dimanfaatkan oleh banyak pedagang kecil dan menengah, sehingga dibutuhkan pelatihan singkat untuk memahami strategi

Pada saat biji gandum melewati alat ini, biji gandum dipisahkan antara separation round grain (biji bulat) dan separation long grain (biji panjang). Hal ini dilakukan

Untuk merancang permainan game education berjudul Feed Living Beings diperlukan solusi rumus untuk membuat education itu dapat berjalan sesuai proses yang diinginkan agar goal