FM.PHPL-SIC-012 01.03.2018 Bogor, 27 September 2021
Nomor : 834/SIC/Dirut/IX/2021
Perihal : Penyampaian Permohonan Pengumuman Hasil Penilaian Kinerja PHPL dan VLK IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II, Provinsi Maluku Utara Lampiran : 1 (satu) Set
Kepada Yth,
Sekretaris Direktorat Jenderal PHL
u/p Kepala Bagian Program dan Pelaporan Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Gd. Manggala Wanabhakti Blok I Lt. V, Jakarta di
Tempat Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan bahwa Pelaksanaan Penilaian Kinerja PHPL dan VLK IUPHHK- HA PT Wana Kencana Sejati Unit II, sebagai Pemegang IUPHHK-HA dengan Keputusan Menteri Kehutanan No.SK.295/Menhut-II/2007 tanggal 28 Agustus 2007 seluas ± 45.825 Ha, yang berlokasi di Kabupaten Halmahera Timur dan Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, telah selesai dilaksanakan.
Mengacu kepada Surat Edaran Plt Dirjen PHPL Nomor : SE.06/PHPL/PPHH/HPL.3/7/2020 tanggal 16 Juli 2020 tentang Pelaksanaan Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Verifikasi Legalitas Kayu dalam Kondisi Pandemi COVID-19 dan Keputusan Direktur Jenderal PHPL No. SK.62/PHPL/SET.5/KUM.1/12/2020 tanggal 2 Desember 2020 Tentang Pedoman, Standar dan/atau tatacara Penilaian kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, Verifikasi Legalitas Kayu, Uji Kelayakan, dan Penerbitan Deklarasi Kesesuaian Pemasok, Serta Penerbitan Dokumen V-Legal/Lisensi FLEGT Lampiran 1 (1.1) Huruf G point 12, bahwa LPPHPL mempublikasikan setiap Penerbitan, Perubahan dan Pencabutan S-PHPL di website LPPHPL (www.sic.sarbi.co.id) dan website Kementerian (www.menlhk.go.id dan silk.menlhk.go.id) selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kalender setelah penetapan keputusan.
Dengan ini terlampir kami sampaikan hasil Penilaian Kinerja IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II yang terdiri dari Pengumuman Hasil Penilaian, Keputusan Direktur Sertifikasi, Resume Hasil Penilaian dan Sertifikat, untuk dapat dimuat dalam Website Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Demikian permohonan kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.
PT SARBI INTERNATIONAL CERTIFICATION
Ir. Iin Indasah Direktur Utama
Tembusan : Kepada Yth,
1. Direktur Usaha Hutan Produksi, di Jakarta
2. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara, di Sofifi
3. Kepala Balai Pengelolaan Hutan Produksi Wilayah XIV di Ambon
4. Plt. Kasubdit Notifikasi Ekspor dan Impor Produk Industri Hasil Hutan, di Jakarta 5. Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK), di Bogor
6. Direktur Utama PT Wana Kencana Sejati Unit II, di Jakarta 7. Arsip
FM.PHPL-SIC-012 01.03.2018 PENGUMUMAN HASIL
PENILAIAN KINERJA PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI (PHPL) Nomor : 834/SIC/Dirut/IX/2021
LP&VI PT Sarbi International Certification menyampaikan Hasil Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) terhadap : a) Nama Auditee : IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II
b) Alamat Lokasi/Sites : Kabupaten Halmahera Timur dan Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara
c) Alamat Kantor : Jl. Kartini Raya No.4 Jakarta Pusat
d) Nomor Izin : Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 295/Menhut-II/2007, tanggal 28 Agustus 2007
e) Luas : ± 45.825. Ha
f) Tanggal Pelaksanaan : Tanggal 2 s.d 15 September 2021
g) Hasil Penilaian : Nilai Akhir Penilaian Kinerja PHPL dan VLK IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II dengan total nilai kinerja indikator yang dicapai adalah 71%, tidak terdapat verifier dominan yang bernilai buruk dan Memenuhi norma penilaian untuk setiap verifier yang diterapkan pada VLK, sehingga dinyatakan Lulus dengan predikat “Sedang”, dengan demikian berhak mendapatkan Sertifikat PHPL dengan Nomor : 57-SIC-04.01, sesuai Keputusan Direktur Sertifikasi Nomor : 65/DIRSERTF/IX/2021 tanggal 24 September 2021
Data, Informasi dan masukan terkait dengan kegiatan tersebut diatas dapat disampaikan tertulis dan dilengkapi dengan dokumen pendukung ke :
PT Sarbi International Certification
Jalan Raya Taman Pagelaran No. 02 Lt. 2 Ciomas-Bogor Telpon : 0251-8634086, 8635464
Fax : 0251-8634232
Email : [email protected]
Bogor, 27 September 2021
PT SARBI INTERNATIONAL CERTIFICATION
Ir. Iin Indasah Direktur Utama
FU-SIC-064 01.03.2018 Halaman 1 dari 3
KEPUTUSAN DIREKTUR SERTIFIKASI NOMOR : 65/DIRSERTF/IX/2021
Tentang
HASIL PENILAIAN KINERJA PHPL DAN VLK
PADA PEMEGANG IZIN USAHA PEMANFAATAN HASIL HUTAN KAYU PADA HUTAN ALAM (IUPHHK-HA)
PT WANA KENCANA SEJATI UNIT II, PROVINSI MALUKU UTARA
Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 295/Menhut-II/2007, tanggal 28 Agustus 2007 Seluas ± 45.825. Ha
Menimbang : 1. Hasil Penilaian Kinerja PHPL dan VLK IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II memperoleh hasil total nilai kinerja seluruh indikator sebesar 71%, tidak terdapat verifier dominan yang bernilai buruk, dan pemenuhan Standar Verifikasi Legalitas Kayu dinyatakan memenuhi
Mengingat : 1. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2021 Tanggal 1 April 2021 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Serta Pemanfaatan Hutan di Hutan Lindung dan Hutan Produksi
2. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. SK.5469/MenLHK-PHPL/UHP/HPL.1/8/2018 Tanggal 28 Agustus 2018 tentang Penetapan Lembaga Penilai Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (LPPHPL) a.n PT Sarbi International Certification Sebagai Lembaga Penilai dan Verifikasi Independen (LP&VI).
3. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.
SK.821/MenLHK-PHPL/UHP/HPL.1/2/2021 tanggal 26 Februari 2021 tentang Penetapan Perubahan Ruang lingkup Lembaga Penilai Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (LPPHPL) a.n PT Sarbi International Certification
4. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. SK 6318/MenLHK-PHPL/PPHH/HPL.3/7/2019 Tanggal 16 Juli 2019 tentang Penetapan Kembali Lembaga Verifikasi Legalitas Kayu (LVLK) PT Sarbi International Certification Sebagai Lembaga Penilai dan Verifikasi Independen (LP&VI)
5. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.
SK.941/MenLHK-PHPL/PPHH/HPL.3/3/2021 tanggal 8 Maret 2021 tentang Penetapan Perubahan Ruang lingkup Lembaga Verifikasi Legalitas Kayu PT Sarbi International Certification
FU-SIC-064 01.03.2018 Halaman 2 dari 3 6. Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari
No. SK.62/PHPL/SET.5/KUM.1/12/2020 tanggal 2 Desember 2020 Tentang Pedoman, Standar dan/atau tatacara Penilaian kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, Verifikasi Legalitas Kayu, Uji Kelayakan, dan Penerbitan Deklarasi Kesesuaian Pemasok, Serta Penerbitan Dokumen V-Legal/Lisensi FLEGT
7. Sesuai Surat Edaran Dirjen PHPL Nomor : SE.06/PHPL/PPHH/HPL.3/7/2020 tanggal 16 Juli 2020 tentang Pelaksanaan Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Verifikasi Legalitas Kayu dalam Kondisi Pandemi COVID-19
8. Pedoman Mutu PT SIC No. SIC-Mutu-01 dan Standar Operasional Prosedur Proses Sertifikasi PHPL No. SIC-Mutu-12.PHPL
Memperhatikan : Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) Nomor : 013/SIC/SPK- Persh/PHPL/V/2021 tanggal 5 April 2021.
Memutuskan
Menetapkan : 1. Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Alam (IUPHHK- HA) PT Wana Kencana Sejati Unit II, Provinsi Maluku Utara pada Penilaian dinyatakan Lulus dengan predikat “Sedang”, Sesuai Standar yang tercantum dalam Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari No. SK.62/PHPL/SET.5/KUM.1/12/2020 tanggal 2 Desember 2020 Tentang Pedoman, Standar dan/atau tatacara Penilaian kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, Verifikasi Legalitas Kayu, Uji Kelayakan, dan Penerbitan Deklarasi Kesesuaian Pemasok, Serta Penerbitan Dokumen V-Legal/Lisensi FLEGT, Lampiran 1 (1.1 dan 1.2), dan Lampiran 2 (2.2)
2. Atas dasar point 1 diatas IUPHHK-Ha PT Wana Kencana Sejati Unit II, berhak mendapat sertifikat PHPL dengan Nomor : 57-SIC-04.01 dengan masa berlaku dari tanggal 24 September 2021 s.d. 27 Februari 2022 (sampai dengan masa berlaku izin IUPHHK)
3. IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II harus melaporkan kepada PT Sarbi International Certification, apabila terjadi :
a. Perubahan nama perusahaan dan/atau kepemilikan.
b. Perubahan/pergantian struktur manajemen Pemegang S-PHPL c. Perubahan lainnya yang mempengaruhi kinerja PHPL.
4. Dalam hal terdapat perubahan nama perusahaan dan/atau masukan/
rekomendasi dari PI dan/atau terjadi perubahan sebagaimana angka 4.a dan 4.c, PT Sarbi International Certification akan melakukan penilaian terhadap indikator yang terkait atau percepatan Penilikan
5. IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II berhak menggunakan Sertifikat, Logo dan Tanda V-Legal yang diterbitkan PT Sarbi International Certification dalam Kegiatan Operasionalnya.
FU-SIC-064 01.03.2018 Halaman 3 dari 3 6. Nilai dan Resume Hasil Penilaian Kinerja PHPL IUPHHK-HA
PT Wana Kencana Sejati Unit II, Provinsi Maluku Utara, pada masing- masing indikator PHPL dan VLK, seperti terlampir dalam keputusan ini.
7. Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan.
Ditetapkan di : Bogor
Tanggal 24 September 2021 Mengetahui
Ir. Iin Indasah Ir. Gusdaji
Direktur Utama Direktur Sertifikasi
FM.PHPL-SIC-023 01.03.2018 Halaman 1 dari 33
RESUME HASIL PENILAIAN KINERJA PHPL DAN VLK IUPHHK-HA PT WANA KENCANA SEJATI UNIT II
PROVINSI MALUKU UTARA
1) Identitas LP&VI :
(a) Nama Lembaga : PT SARBI INTERNATIONAL CERTIFICATION (b) Nomor Akreditasi LPPHPL : LPPHPL-004-IDN
(c) Nomor Akreditasi LVLK : LVLK-007-IDN
(d) Alamat : Jl. Raya Taman Pagelaran No. 02 Lt 2 Ciomas-Bogor (e) Nomor telepon/faks/E-mail : Telp. (0251) 8635464, 8634086
Fax. (0251) 8634232
Email : [email protected] (f) Direktur Utama : Ir. Iin Indasah
(g) Standar : Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2021 Tanggal 1 April 2021 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Serta Pemanfaatan Hutan di Hutan Lindung dan Hutan Produksi dan Keputusan Direktur Jenderal PHPL No.
SK.62/PHPL/SET.5/KUM.1/12/2020 tanggal 2 Desember 2020 Lampiran 1 (1.1 dan 1.2) dan Lampiran 2 (2.2)
(h) Teknis Audit : Sesuai Surat Edaran Dirjen PHPL Nomor : SE.06/PHPL/PPHH/HPL.3/7/2020 tanggal 16 Juli 2020 tentang Pelaksanaan Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Verifikasi Legalitas Kayu dalam Kondisi Pandemi COVID-19
(i) Tim Audit :
NO NAMA PERSONIL PENUGASAN (JABATAN) Status
1. Ir. Jaenudin Trisna Setiana Lead Auditor merangkap Auditor
Prasyarat Internal
2. Ence Hedi Hasan Zubaedi, S.Hut Auditor Produksi Internal
3. Dasep Hidayat, S.Hut. Auditor Ekologi Internal
4. Abdul Salam, S.Sos, M.Si. Auditor Sosial Internal
5. Yudi Wahyudin, S.Hut Auditor VLK Internal
6. Rifdi Nurfadli Magang Auditor Prasyarat Internal 7. Hilwa Syifa Fadhillah, S.Si Magang Auditor Ekologi Internal (j) Pengambil Keputusan : Ir. Gusdaji
FM.PHPL-SIC-023 01.03.2018 Halaman 2 dari 33 2) Identitas Auditee :
(a) Nama Pemegang Izin : IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II
(b) Nomor & Tanggal SK : Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 295/Menhut- II/2007, tanggal 28 Agustus 2007
(c) Luas dan Lokasi : ± 45.825. Ha, terletak di Kabupaten Halmahera Timur dan Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara
(d) Alamat Kantor : Jl. Kartini Raya No.4 Jakarta Pusat
(e) Pengurus :
Komisaris :
(1) Komisaris Utama : Sie Tjioe Jin (2) Komisaris : Rusli Lohisto
Dewan Direksi :
(1) Direktur Utama : Ade Wirawan Lohisto (2) Direktur : Setiawan Lohisto (3) Direktur : Jacob Sopamena (4) Direktur : Yetty Susilowati (5) Direktur : Soeryadi
3) Ringkasan Tahapan :
Tahapan Waktu dan Tempat Ringkasan Catatan
Audit Tahap I Bogor, tanggal 16 s.d 22 Agustus 2021
o Melakukan audit tahap I berupa verifikasi terhadap dokumen-dokumen Auditee, mengumpulkan informasi dan melakukan komunikasi dengan Auditee o Membuat perencanaan untuk
pelaksanaan kegiatan Penilaian PHPL
o Menetapkan metodologi Penilaian o Berdasarkan Pemenuhan standar
dokumen dalam audit Tahap I, auditee telah memenuhi minimal jenis dokumen yang harus dimiliki IUPHHK-HA (maka auditee telah siap untuk dilakukan Penilaian PHPL pada Audit Tahap II)
Verifikasi Lapangan (Audit Tahap II)
Perjalanan o Tanggal 2 September 2021
o Perjalanan Jakarta & Makassar – Ternate
FM.PHPL-SIC-023 01.03.2018 Halaman 3 dari 33
Tahapan Waktu dan Tempat Ringkasan Catatan
Koordinasi dengan Instansi Kehutanan
o Kantor Dinas
Kehutanan Provinsi Maluku Utara, Sofifi, 3 September 2021
o Tim Auditor melapor dan menyampaikan rencana kegiatan Penilaian Kinerja PHPL IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II ke pada pihak Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara
Konsultasi Publik Aula Desa Minamin, Tanggal 4 September 2021
o Tim Auditor Menampung saran dan masukan dari undangan yang hadir dalam konsultasi publik terkait keberadaan dan eksistensi IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II melaksanakan Pengelolaan Hutan Produksi Lestari
Pertemuan Pembukaan Base Camp Waijoi, Tanggal 4 September 2021
o Lead Auditor memperkenalkan Tim Auditor, manyampaikan maksud dan tujuan, ruang lingkup, jadwal kegiatan, metodologi penilaian dalam Penilaian Kinerja PHPL dan VLK.
o Auditee memberikan pengantar tentang kondisi terkini IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II
o Auditee menunjuk pendamping untuk masing-masing kriteria.
o Tim Auditor berkoordinasi dengan tim pendamping auditee terkait pelaksanaan Penilaian
Verifikasi Dokumen dan Observasi Lapangan
Base Camp dan Areal kerja PT Wana Kencana Sejati Unit II, tanggal 5 s.d 14 September 2021
o Menghimpun, memverifikasi data dan dokumen Auditee serta melakukan analisis terhadap indikator dan verifier untuk kriteria prasyarat, produksi, ekologi, sosial dan VLK.
o Melakukan observasi lapangan untuk uji kebenaran data Auditee di lapangan melalui pengamatan, pencatatan, uji petik dan analisis;
termasuk melakukan validasi informasi yang diperoleh pada saat koordinasi dengan Dinas Kehutanan.
o Melakukan wawancara dengan pihak manajemen IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II dan Masyarakat Desa sekitar areal kerjanya.
FM.PHPL-SIC-023 01.03.2018 Halaman 4 dari 33
Tahapan Waktu dan Tempat Ringkasan Catatan
Pertemuan Penutupan Kantor Cabang Ternate, tanggal 14 September 2021
o Tim Auditor menyampaikan hasil verifikasi dan temuan lapangan.
o Tim Auditor melakukan klarifikasi akhir terhadap data dan temuan lapangan kepada Auditee.
o Penandatanganan tally sheet hasil verifikasi lapangan.
o Penandatanganan Berita Acara kegiatan Penilaian Kinerja PHPL dan VLK.
Penyusunan Laporan Tanggal 15 s.d 19 September 2021
o Masing-masing Auditor menyusun laporan Penilaian
o Pemaparan hasil Penilaian dan pembahasan antar verifier dan indikator antar auditor.
Rapat Penyampaian Hasil Verifikasi
Bogor, tanggal 20 September 2021
o Rapat pembahasan hasil Penilaian Kinerja PHPL dengan Pengambil Keputusan PT SIC.
Penyempurnaan Laporan Tanggal 21 s.d. 23 September 2021
o Penyempurnaan laporan setelah rapat pembahasan hasil Penilaian Kinerja PHPL dengan Pengambil Keputusan PT SIC.
Pengambilan Keputusan Bogor, tanggal 24 September 2021
o Nilai Akhir Penilaian Kinerja PHPL IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II dengan total nilai kinerja indikator yang dicapai adalah 71%, tidak terdapat verifier dominan yang bernilai buruk dan Memenuhi norma penilaian untuk setiap verifier yang diterapkan pada VLK, sehingga dinyatakan Lulus dengan predikat
“Sedang” dan sehingga berhak diberikan Sertifikat PHPL dengan Nomor : 57-SIC-04.01, sesuai Keputusan Direktur Sertifikasi Nomor : 65/DIRSERTF/IX/2021 tanggal 24 September 2021
FM.PHPL-SIC-023 01.03.2018 Halaman 5 dari 33 4) Resume Hasil Penilaian kriteria PHPL :
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
Kriteria Prasyarat 1.1
Kepastian Kawasan Pemegang IUPHHK-HA
89%
(Baik)
1. Berdasarkan Hasil verifikasi dokumen legal dan administrasi tata batas PT Wana Kencana Sejati Unit II telah tersedia di kantor lapangan lengkap sesuai perkembangan tata batas areal yang sudah dikerjakan.
2. Berdasarkan verifikasi dokumen realisasi tata batas areal kerja PT Wana Kencana Sejati Unit II s/d Agustus 2021 seperti yang tercantum dalam dokumen Laporan TBT PT Wana Kencana Sejati Unit II, penataan batas areal kerja IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II sudah temu gelang (realisasi 268.821 m dari rencana 265.950 m), dan berdasarkan observasi lapangan ditemukan tanda batas areal kerja berupa papan nama, pal batas dan rintis batas.
3. Berdasarkan Verifikasi Dokumen dan Observasi Lapangan, diketahui bahwa di dalam areal kerja IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II terdapat Penggunaan kawasan di luar sektor kehutanan berupa Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) untuk usaha pertambangan, perladangan, dan pemukiman masyarakat, tetapi tidak terdapat konflik antara PT Wana Kencana Sejati Unit II dengan pemegang IPPKH maupun dengan masyarakat.
4. Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.295/Menhut-II/2007 tanggal 28 Agustus 2007 tentang Pembaharuan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam PT Wana Kencana Sejati (Unit II), areal seluas ± 45.825 Ha terdiri atas Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas ± 27.310 Ha dan Hutan Produksi Tetap (HP) seluas ± 18.515 Ha.
Berdasarkan Tumpang Susun antara Peta Areal Kerja PT Wana Kencana Sejati Unit II (Lampiran Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.295/Menhut-II/2007, tanggal 28 Agustus 2007) dengan Peta Kawasan Hutan dan Wilayah Tertentu yang Ditunjuk sebagai Kawasan Hutan di Provinsi Maluku Utara (Lampiran Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.
302/Menhut-II/2013 tanggal 1 Mei 2013 Skala 1 : 250.000) yang tercantum dalam Interpretasi dan Verifikasi Penafsiran Citra Landsat Liputan 13 Mei 2013 skala 1 : 100.000, areal IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II seluas 45.825 Ha, terdiri dari kawasan Taman Nasional seluas ± 281 Ha, Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas ± 27.766 Ha, Hutan Produksi Tetap (HP) seluas ± 17.023 Ha dan Hutan Produksi yang
FM.PHPL-SIC-023 01.03.2018 Halaman 6 dari 33
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
Dapat Dikonversi (HPK) seluas ± 11 Ha dan Areal Penggunaan Lain (APL) seluas ± 744 Ha.
Perubahan fungsi kawasan tersebut telah terakomodir dalam Dokumen RKUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II Periode Tahun 2013 s/ 2022 yang telah disetujui oleh an.
Menteri Kehutanan, Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan ub. Direktur Bina Usaha Hutan Alam (Ir. Awriya Ibrahim, MSc) dengan keputusan Nomor SK. 47/BUHA-2/2013 tanggal 13 November 2013.
5. Di dalam areal IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II terdapat penggunaan kawasan di luar sektor kehutanan yang sah berupa IPPKH untuk usaha pertambangan, dan penggunaan kawasan tanpa izin yaitu pemukiman dan ladang masyarakat. PT Wana Kencana Sejati Unit II telah melakukan upaya-upaya pencegahan penggunaan kawasan tanpa izin dengan memasang papan-papan larangan/himbauan di tempat-tempat yang terindikasi rawan terjadinya perambahan, tetapi belum melaporkan kepada instansi terkait.
6. Di dalam areal IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II terdapat penggunaan kawasan di luar kegiatan IUPHHK atau areal potensi konflik tenurial berupa Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), Perladangan dan Pemukiman Masyarakat seluas ± 2.829,71 Ha (6,17 % dari luas areal IUPHHK-HA yaitu
± 45.825 Ha). Dengan demikian maka penguasaan areal IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II yang bebas dari potensi konflik tenurial adalah seluas ± 42.995,29 Ha (93,82 % dari luas areal IUPHHK-HA). Upaya yang dilakukan untuk mencegah konflik tenurial antara lain dengan melakukan pemasangan papan himbauan dan Papan larangan penggunaan kawasan tanpa izin di dalam areal IUPHHK.
1.2 Komitmen Pemegang IUPHHK-HA
67%
(Sedang)
1. PT Wana Kencana Sejati Unit II telah memiliki dokumen visi dan misi perusahaan yang ditetapkan melalui SK Direktur PT Wana Kencana Sejati Unit II Nomor 004/D/WKS-II/VIII/2013 tanggal 23 Agustus 2013 tentang Visi dan Misi PT Wana Kencana Sejati Unit II. Dokumen visi dan misi tersebut sesuai dengan kerangka PHPL karena telah mencakup kelestarian fungsi produksi, kelestarian fungsi lingkungan (ekologi) dan kelestarian fungsi sosial. Visi-misi tersebut telah disosialisasikan kepada karyawan dan kepada sebagian masyarakat di dalam dan di sekitar areal IUPHHK.
2. Implementasi PHPL PT Wana Kencana Sejati Unit II sebagian sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Implementasi PHPL
FM.PHPL-SIC-023 01.03.2018 Halaman 7 dari 33
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
yang belum sesuai dengan visi dan misi PT Wana Kencana Sejati Unit II antara lain belum tersedia Ganis PHPL Nenhut, Binhut dan Pengukuran dan Perpetaan (Kurpet), kegiatan penebangan/ pemanenan tidak dilakukan dikarenakan kesulitan mendapatkan izin jalan koridor yang menghubungkan antara blok tebangan dengan logpond/TPK Antara melalui Hutan Lindung, baru sebagian penandaan pada sebagian batas kawasan lindung, dan sarana-prasarana dalkarhutla yang
belum sesuai dengan PermenLHK No.
P.32/Menlhk/Setjen/Kum.1/3/ 2016.
1.3
Jumlah dan Kecukupan Tenaga Profesional Bidang Kehutanan pada Seluruh Tingkatan Untuk Mendukung Pemanfaatan Implementasi Penelitian, Pendidikan dan Latihan.
60%
(Sedang)
1. PT Wana Kencana Sejati Unit II memiliki Tenaga Teknis PHPL (Ganis PHPL) pada sebagian bidang kegiatan yaitu Ganis PHPL CANHUT dan Ganis PHPL PKB-R, sedangkan ganis PHPL Nenhut, Ganis PHPL Binhut dan Ganis PHPL Kurpet belum tersedia. Jumlah Ganis PHPL yang dimiliki oleh PT Wana Kencana Sejati Unit II adalah sebanyak 3 (tiga) orang (33 % dari standar kebutuhan Ganis sebanyak 9 orang menurut ketentuan Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Nomor : P.16/PHPL-IPHH/2015 tanggal 24 November 2015).
2. Berdasarkan hasil verifikasi, realisasi peningkatan kompetensi SDM PT Wana Kencana Sejati Unit II selama 6 (enam) tahun terakhir s.d Agustus 2021 adalah sebanyak 35 orang (63 % dari rencana sebanyak 56 orang).
3. PT Wana Kencana Sejati Unit II belum sepenuhnya menjalankan dan menerapkan ketentuan normatif dalam pengelolaan ketenagakerjaan. Ketersediaan dokumen ketenagakerjaan di lapangan dan kelengkapan personil belum tersedia secara lengkap khususnya personil tenaga teknis PHPL di lapangan. Tidak ditemukan laporan bulanan tenaga kerja dan Dokumen Wajib Lapor Ketenagakerjaan.
1.4
Kapasitas dan Mekanisme untuk Perencanaan Pelaksanaan Pemantauan, Pelaporan
Periodik, Evaluasi dan Penyajian Umpan Balik Mengenai Kemajuan
67%
(Sedang)
1. PT Wana Kencana Sejati Unit II telah memiliki Struktur Organisasi dan Uraian Tugas yang telah disahkan oleh direksi dengan Surat Keputusan Direktur PT Wana Kencana Sejati Unit II Nomor 02/D/WKS-II/JKT/I/2020 tanggal 7 Januari 2020, tetapi tidak didukung dengan SDM yang memadai sesuai dengan ketentuan yang ditunjukan dengan kurangnya ganis PHPL dan adanya rangkap jabatan.
2. PT Wana Kencana Sejati Unit II telah memiliki Peralatan SIM di Kantor Base Camp dan di Kantor Cabang Ternate, dan terdapat Petugas SIM yang ditunjuk oleh Direksi sesuai dengan Keputusan No. SK. 67/D/WKS-II/JKT/II/2021 tanggal 13 Februari 2021 tentang Penunjukan Sistem Informasi
FM.PHPL-SIC-023 01.03.2018 Halaman 8 dari 33
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
Pencapaian (Kegiatan) IUPHHK-HA
Manajemen atas nama IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II, serta telah menerapkan Sistem Informasi Manajemen dalam pelaporan kegiatan IUPHHK, namun dalam implementasinya masih perlu ditingkatkan dan disempurnakan.
3. PT Wana Kencana Sejati Unit II telah memiliki tenaga pelaksana Sistem Informasi Manajemen pada KLHK yang ditunjuk oleh direksi yang terdiri dari Operator SIPUHH Online, Operator E-Monev, dan Operator SIGANISHUT, serta Petugas Tata Usaha Kayu sebagai pendukung pelaksanaan Penerapan SIPUHH Online, tetapi belum sepenuhnya patuh melaksanakan kewajiban dalam penerapan SIM pada KLHK sesuai dengan ketentuan, antara lain belum mengisi data E-Monev secara rutin dan lengkap dan belum menerapkan SI PNBP, SIPT, dan SIPONGI.
4. PT Wana Kencana Sejati Unit II telah memiliki Struktur Organisasi SPI/internal auditor, tetapi belum berjalan efektif untuk mengontrol seluruh tahapan kegiatan. Hasil temuan SPI hanya mencakup sebagian kegiatan, belum mencakup seluruh kegiatan IUPHHK-HA, masih terdapat aspek atau tahapan kegiatan yang tidak menjadi temuan SPI seperti ketersediaan ganis PHPL yang belum memenuhi standar kecukupan sesuai ketentuan, realisasi pemanenan yang masih nihil, sarana dan prasarana, serta SDM damkarhutla yang belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku (peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 32/menlhk/Setjen/Kum.1/3/2016).
5. Keterlaksanaan/tindak lanjut atas saran hasil internal audit belum dipenuhi seluruhnya di lapangan, masih terdapat temuan SPI yang belum ditindaklanjuti yaitu SILIN, dan terdapat aspek/tahapan kegiatan yang tidak menjadi temuan SPI seperti ketersediaan ganis PHPL yang belum memenuhi standar kecukupan sesuai ketentuan, realisasi pemanenan yang masih nihil, sarana dan prasarana, serta SDM damkarhutla yang belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku (peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.
32/menlhk/Setjen/Kum.1/3/2016). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat keterlaksanaan sebagian tindakan koreksi dan pencegahan manajemen berbasis hasil monitoring dan evaluasi.
1.5
Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA)
67%
(Sedang)
1. Kegiatan RKT PT Wana Kencana Sejati Unit II tahun 2016 s.d.
tahun 2021 telah disosialisasikan dan mendapatkan persetujuan dari sebagian masyarakat Desa Binaan yang terdampak kegiatan RKT yaitu Desa Nusa Jaya, Desa Lelilef Sawai, Desa Lelilef Waibulan dan Desa Kobe (4 Desa dari 7 Desa Binaan/Terdampak atau 57 %).
FM.PHPL-SIC-023 01.03.2018 Halaman 9 dari 33
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
2. Proses dan Pelaksanaan CSR/CD PT Wana Kencana Sejati Unit II selama periode audit telah mendapatkan persetujuan dari sebagian masyarakat Desa Binaaan yang terdampak kegiatan RKT yaitu Desa dan Nusa Jaya, Desa Lelilef Sawai, Lelilef Waibulan dan Desa Kobe (4 Desa dari 7 Desa Binaan/Terdampak atau 57 %).
3. Berdasarkan Dokumen Berita Acara Sosialisasi, akumulasi jumlah desa yang menyetujui keberadaan kawasan lindung (termasuk proses penetapan kawasan lindung) adalah sebanyak 4 Desa (57 % dari 7 Desa Binaan/Desa terdampak).
Kriteria Produksi 2.1
Penataan areal kerja jangka panjang dalam pengelolaan hutan lestari
78%
(Sedang)
1. PT Wana Kencana Sejati Unit II memiliki dokumen RKUPHHK-HA Berbasis IHMB Periode Tahun 2013-2022 yang disetujui berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.47/BUHA-2/2013 tanggal 13 November 2013, dan tidak dikenai peringatan pemenuhan kewajiban RKU
2. Realisasi Penataan Areal Kerja Blok dan Petak Kerja RKT 2016-2021 PT Wana Kencana Sejati Unit II di lapangan telah mengacu pada RKUPHHK-HA Berbasis IHMB Periode Tahun 2013-2022 dengan tingkat kesesuaian mencapai 72,39%
(>50%)
3. PT Wana Kencana Sejati Unit II telah melakukan pemeliharaan batas blok dan petak kerja, untuk Blok RKT 2018-2021 batas blok dan petak terlihat jelas di lapangan, sedangkan blok RKT 2016 dan 2017 tidak dapat dilakukan pengecekan karena akses jalan menuju lokasi tidak bisa dilalui
2.2 Tingkat
pemanenan lestari untuk setiap jenis hasil hutan kayu utama dan nir kayu pada setiap tipe ekosistem
83%
(Baik)
1. PT Wana Kencana Sejati Unit II memiliki data potensi tegakan hasil IHMB Tahun 2011 sesuai tipe ekosistem yang telah dilengkapi dengan peta pohon serta peta kelas hutan, dan terdapat data potensi tegakan hasil ITSP 3 tahun terkahir yaitu tahun 2019, 2020 dan 2021
2. PT Wana Kencana Sejati Unit II telah memiliki PUP yang mewakili tipe ekosistem hutan tanah kering yang terletak di Petak B-25 yang dibuat Bulan Juli-Agustus 2021 yang telah dilakukan satu kali pengukuran. Laporan pembuatan dan pengukuran PUP telah disampaikan kepada kepada Direktorat Jenderal PHPL dan Badan Litbang KemenLHK berdasarkan Surat Direktur Nomor 49/WKS-II/JKT/IX/2021 dan Surat Nomor 50/WKS-II/JKT/IX/2021 tanggal 6 September 2021.
Hasil Pengukuran PUP belum digunakan sebagai dasar penentuan JTT mengingat baru dilakukan satu kali
FM.PHPL-SIC-023 01.03.2018 Halaman 10 dari 33
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
pengukuran. Penentuan JTT PT Wana Kencana Sejati Unit II masih mengacu pada Surat Edaran Dirjen BUK Nomor SE.10/VI-BUHA/2011 tanggal 12 Desember 2011 tentang riap dan diameter pada hutan alam produksi
2.3
Pelaksanaan penerapan tahapan sistem silvikultur untuk menjamin regenerasi hutan
73%
(Sedang)
1. PT Wana Kencana Sejati Unit II memiliki kelengkapan SOP untuk seluruh kegiatan Silvikultur sesuai tahapan TPTI yaitu Penataan Areal Kerja (PAK), Inventarisasi Tegakan Sebelum Penebangan (ITSP), Pembukaan Wilayah Hutan (PWH), Penebangan, Penanaman dan Pemeliharaan Tanaman serta Perlindungan dan Pengamanan Hutan yang secara umum telah mengacu pada ketentuan teknis yang berlaku. Dalam implementasinya terdapat pelaksanaan yang belum seluruhnya sesuai dengan acuan teknis pelaksanaan yang derdapat dalam SOP antara lain penandaan pohon pada kegiatan ITSP belum menggunakan label berbarcode dan terdapat pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai tata waktu dan belum diterapkan yaitu kegiatan penebangan (tingkat implementasi sebesar 71%)
2. Berdasarkan data potensi tegakan hasil IHMB Tahun 2011, sediaan pohon inti di areal kerja IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II adalah sebanyak 95,58 batang/hektar, sehingga akan mampu menjamin kelestarian hasil pada rotasi ke-2
3. Berdasarkan data hasil IHMB Tahun 2011 menunjukan terdapat sebanyak 46, 30 pohon induk (diameter 40cm-up), dan ketersediaan permudaan tingkat tiang (diameter 10-19cm) sebanyak 61,20 batang/hektar (< 75 batang/hektar), sehingga jumlahnya diproyeksikan tidak mampu menjamin kelestarian pemanenan hasil pada pada rotasi ke-3
4. Berdasarkan dokumen RKUPHHK-HA Berbasis IHMB periode tahun 2013-2022 yang disetujui berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No SK.47/BUHA-2/2013 tanggal 13 November 2013, IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II belum merencanakan kegiatan penanaman dengan teknik Silvikultur Intensif (SILIN)
5. Tidak terdapat realisasi kegiatan pelaksanaan SILIN di lapangan, karena Berdasarkan dokumen RKUPHHK-HA Berbasis IHMB periode tahun 2013-2022 yang disetujui berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No SK.47/BUHA- 2/2013 tanggal 13 November 2013, IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II belum merencanakan kegiatan penanaman dengan teknik Silvikultur Intensif (SILIN)
FM.PHPL-SIC-023 01.03.2018 Halaman 11 dari 33
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
2.4
Ketersediaan dan penerapan teknologi ramah lingkungan untuk pemanfaatan hasil hutan kayu.
67%
(Sedang)
1. PT Wana Kencana Sejati Unit II telah memiliki SOP Pemanfaatan/Pengelolaan Hutan Ramah Lingkungan untuk seluruh tahapan kegiatan pengelolaan hutan, dan isinya sesuai dengan karakteristik kondisi setempat, yaitu tipe hutan tanah kering, topografi yang sebagian besar landai sampai agak curam dan curah hujan tinggi dapat terjadi setiap bulan.
Secara substansi SOP tersebut telah mengacu pada pedoman tentang RIL yaitu Perdirjen PHPL Nomor:
P.9/PHPL/SET/KUM.1/11/2018 tanggal November 2018, akan tetapi belum dijadikan referensi utama dalam penyusunan SOP RIL yang telah disusun
2. Periode 5 tahun terakhir PT Wana Kencana Sejati Unit II tidak melakukan kegiatan operasi penebangan kayu, sehingga implementasi Reduce Impact Logging baru dilakukan pada tahap kegiatan perencanaan pemanenan, antara lain ITSP, perencanaan jalan sarad, trace jalan dan kegiatan penataan areal kerja berupa pembuatan batas blok dan petak kerja rencana tebangan
3. Periode 5 tahun terakhir PT Wana Kencana Sejati Unit II tidak melakukan kegiatan operasi penebangan kayu, sehingga tidak dapat dilakukan verifikasi tentang tingkat kerusakan tegakan tinggal dan keterbukaan wilayah akibat kegiatan penebangan 4. Periode 5 tahun terakhir PT Wana Kencana Sejati Unit II tidak
melakukan kegiatan operasi penebangan kayu, sehingga tidak dapat dilakukan verifikasi / perhitungan Faktor Eksploitasi (FE) kegiatan pemanenan kayu
2.5 Realisasi penebangan sesuai dengan rencana kerja penebangan/
pemanenan/
pemanfaatan pada areal kerjanya
73%
(Sedang)
1. Dalam periode waktu penilaian (Tahun 2016-2021) PT Wana Kencana Sejati Unit II memiliki dokumen RKT secara lengkap yaitu RKT tahun 2016, 2017, 2018, 2019, 2020 dan 2021 yang disusun mengacu pada RKU berbasis IHMB periode tahun 2013-2022, dan disahkan oleh pejabat yang berwenang yaitu Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara
2. Peta Kerja RKT Tahun 2016-2021 PT Wana Kencana Sejati Unit II yang disahkan telah mengacu dan sesuai dengan Peta RKU Berbasis IHMB Periode tahun 2013-2022, namun belum tersedia peta kerja kegiatan operasional lapangan yang lebih detail dengan skala peta lebih besar
3. PT Wana Kencana Sejati Unit II telah melakukan penandaan batas blok tebangan, areal yang dipelihara yaitu areal penanaman dan PUP serta penandaan kawasan dilindungi yaitu sempada Sungai Ake Jira dan Buffer Zone Taman Nasional Aketajawe Lolobata, sedangkan penandaan areal
FM.PHPL-SIC-023 01.03.2018 Halaman 12 dari 33
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
lainnya belum dilakukan antara lain areal Tegakan benih dan sempadan Sungai Ake Min dan Sungai Ake So
4. Berdasarkan verifikasi dokumen dan keterangan dari pihak PT Wana Kencana Sejati Unit II, tidak adanya realisasi produksi pada periode Tahun 2016-2021 disebabkan adanya kendala antara lain sebagai berikut:
a. Keberadaan Hutan Lindung membatasi Areal kerja IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati II, yaitu 2 blok di bagian utara dan 2 blok di bagian selatan, sesuai dengan Peta Kawasan Hutan dan Wilayah Tertentu Yang Ditunjuk Sebagai Kawasan Hutan di Provinsi Maluku Utara (Lampiran Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.302/Menhut-II/2013 tanggal 1 Mei 2013
b. Dalam perkembangannya terdapat perubahan (update) yang selanjutnya ditetapkan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : SK.81117 Menlhk-PKTL/KUH/PLA.2/11/2018 tanggal 23 November 2018 tentang Peta Perkembangan Pengukuhan Kawasan Hutan Provinsi Maluku Utara. Dimana sebagian Hutan Lindung yang membatasi 2 blok bagian Utara dengan 2 blok bagian Selatan areal kerja IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati II berubah menjadi Hutan Produksi Terbatas (HPT).
c. Perkembangan selanjutnya, Tahun 2018 PT Wana Kencana Sejati Unit II memperoleh persetujuan untuk membuat koridor jalan angkutan berdasarkan Surat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Maluku Utara Nomor : 502/2/DPMPTSP/XII/2018 tanggal 4 Desember 2018, sepanjang 13.076,15 meter d. Pasca terbitnya izin koridor tahun 2018 sampai dengan
tahun 2021, PT Wana Kencana Sejati Unit II belum dapat melakukan kegiatan produksi kayu, karena menghadapi beberapa kondisi yang menghambat operasional terutama:
- Situasi pasar kayu yang lesu, sehingga tidak menutup biaya produksi
- Adanya aktivitas perusahaan pemegang IPPKH pertambangan nikel di areal IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati II yang menghambat kegiatan operasional perusahaan
- Masih dalam upaya penjajakan dengan pemegang IPPKH tambang Nikel yaitu; PT Tekindo, PT Weda Bay Nickel dan PT Halmahera Sukses Mineral, supaya jalan angkutan tambang dapat digunakan secara bersama- sama dengan jalan angkutan kayu
FM.PHPL-SIC-023 01.03.2018 Halaman 13 dari 33
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
- Sejak awal tahun 2020 terjadi pandemi covid-19 yang berpengaruh secara langsung terhadap kegiatan operasional di lapangan
2.6 Kesehatan finansial
perusahaan dan tingkat investasi dan reinvestasi yang memadai dan memenuhi kebutuhan dalam pengelolaan hutan, administrasi, penelitian dan pengembangan, serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia.
48%
(Buruk)
1. Periode 2016-2020 PT Wana Kencana Sejati Unit II belum memiliki laporan keuangan yang diaudit akuntan publik, sehingga tingkat kesehatan finansial perusahaan untuk periode 5 tahun terkahir tidak dapat diverifikasi
2. Berdasarkan data keuangan pada laporan E-Monev dan data realisasi pada RKT 2016-2020, realisasi alokasi dana pengelolaan hutan PT Wana Kencana Sejati Unit II rata-rata pencapaiannya adalah sebesar 12,97% dari rencana yang seharusnya dan data keuangan tersebut bukan berdasarkan laporan penatausahaan keuangan sesuai dengan pedoman pelaporan keuangan pemanfaatan hutan produksi (yang diaudit oleh akuntan publik)
3. Berdasarkan data keuangan pada laporan E-Monev dan data realisasi pada RKT 2016-2020, pada seluruh tahapan kegiatan prosentase realisasi alokasi biaya tertinggi dan yang terendah terdapat perbedaan alokasi pendanaan rata-rata sebesar 100% atau dikategorikan tidak proporsional
4. Periode 2016-2020 tidak terdapat kegiatan kegiatan produksi sehingga tidak terdapat realisasi pendanaannya. Tetapi pada terdapat pada kegiatan teknis kehutanan lainnya yaitu pada bidang perencanaan dan pembinaan hutan secara umum berjalan lancar namun belum seluruhnya sesuai dengan tata waktu, yang diindikasikan masih adanya kegiatan yang belum terealisasi seluruhnya.
5. Realisasi modal yang dikembalikan ke hutan berupa kegiatan pembinaan hutan, perlindungan dan pengamanan hutan serta penanaman tanah kosong periode tahun 2016-2020 rata-rata pencapainnya adalah sebesar 62,71%
6. Realiasi pelaksanaan kegiatan fisik penanaman/pembinaan Hutan PT Wana Kencana Sejati Unit II Periode tahun 2016- 2020 secara luas rata-rata realisasinya adalah sebesar 59,66% dengan prosen tumbuh rata sebesar 50,00%
sehingga secara luas dan kualitas rata-ratanya adalah sebesar 29,83%
Kriteria Ekologi 3.1
Keberadaan,
75%
(Sedang)
1. Penunjukan areal Kawasan lindung oleh IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati II yang telah ditetapkan telah sesuai dengan dokumen RKUPHHK-HA berbasis IHMB periode 2013 sd 2022
FM.PHPL-SIC-023 01.03.2018 Halaman 14 dari 33
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
kemantapan dan kondisi kawasan dilindungi pada setiap tipe hutan
dan SK Direksi Nomor 11/Kpts/DIR/WKS-II/P-KL/III/2020 yaitu seluas 11.521 ha. Bahwa jenis-jenis Kawasan dilindungi tersebut yang ditetapkan sesuai dengan kondisi biofisiknya dilapangan
2. Kegiatan penataan batas yang sudah dilaksanakan pada Kawasan lindung di areal IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati II sampai dengan tahun 2021 adalah 76,24 % atau sepanjang 207,52 Km dari total panjang 272.199 Km, namun terdapat tanda-tanda yang ada dilapangan belum konsisten diterapkan sesuai dengan dokumen SOP Tata Batas Kawasan lindung, implementasi penandaan batas (tanda rintis) dilapangan sebagian menggunakan cat putih yang seharus warna merah.
3. Kondisi penutupan lahan kawasan lindung dari hasil analisa tumpang susun penafsiran citra landsat dengan peta kawasan lindung dimana areal yang masih berhutan seluas 78,13% atau 9.001,25 hektar dari luas total 11.521 hektar areal Kawasan Lindung
4. Terdapat bukti dokumen sosialisasi terhadap masyarakat berupa Berita Acara, Daftar Hadir, Dokumentasi Photo dan Bahan Materi yang disampaikan, sosialisasi dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan RKT, Sosial dan perlindungan dan pengamanan hutan, mengenai pengakuan para pihak terhadap Kawasan lindung. Sedangkan melalui persetujuan dan pengesahan berupa dokumen RKUPHHK-HA dan AMDAL, maka dengan hal tersebut persentase persetujuan para pihak terhadap kawasan lindung adalah 257,14/3 x 100% = 85,70%
5. Terdapat Laporan Pengelolaan Kawasan dilindungi yang dibuat oleh IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati II seperti Laporan penataan batas sempadan sungai Buffer Zone Hutan Lindung, Kawasan Pelestarian Plasma Nutfah. Namun belum ada laporan kegiatan penataan tata batas mengenai Buffer Zone Taman Nasional dimana dilapangan sudah dilakukan penataan batas
3.2
Perlindungan dan pengamanan hutan
75%
(Sedang)
1. IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II telah memiliki SOP Perlindungan dan Pengamanan Hutan mencakup seluruh jenis gangguan yang ada seperti Penggembalaan, Perburuan satwa liar, penebangan liar, perambahan hutan, perladangan, dan Hama Penyakit serta Pengendalian kebakaran Hutan dan Lahan
2. IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II memiliki Sarana dan prasarana perlindungan dan pengamanan hutan dan
FM.PHPL-SIC-023 01.03.2018 Halaman 15 dari 33
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
pengendalian kebakaran hutan dan lahan (dalkarhutla). Sarana dan prasarana dalkarhutla yang ada jumlahnya belum memenuhi ketentuan Permen LHK No. 32 tahun 2016 baru mencapai 50,10%.
3. PT Wana Kencana Sejati Unit II mempunyai tenaga SATPAMHUT 2 Orang dan belum mempunyai sertifikat pendidikan dan Latihan mengenai dasar-dasar pengamanan hutan. Sedangkan untuk tenaga dalkarhutla dibentuk 1 regu inti beranggotakan 15 orang sesuai keputusan direksi Nomor:
36/D/WKS-II/JKT/III/2019, tanggal 20 Maret 2019 tentang Penetapan Struktur Organisasi, dan Penunjukan Satgas Dalkarhutla IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II namun tenaga dalkarhutla tersebut belum ada yang mengikuti Pendidikan dan pelatihan mengenai dasar-dasar pengendalian kebakaran hutan dan lahan
4. Kegiatan implementasi perlindungan hutan oleh IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati II dilakukan melalui tindakan preemtif, preventif dan represif. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi, penyuluhan terhadap masyarakat dan karyawan, pemasangan plang-plang himbauan, ajakan, dan larangan dan sudah mempertimbangkan seluruh jenis gangguan yang ada namun belum mencakup seluruh areal blok (I sd IV) kegiatan tersebut baru di blok I dan III
3.3
Pengelolaan dan pemantauan dampak terhadap tanah dan air akibat pemanfaat an hutan
72%
(Sedang)
1. IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II telah memiliki prosedur pengelolaan dampak terhadap tanah dan air yang mencakup seluruh dampak tanah dan air sesuai rencana pengelolaan yang tertuang dalam dokumen rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan(RKL/RPL).
2. IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II telah memiliki sarana pengelolaan dan pemantauan akan tetapi baru mencapai 61% yang sesuai dengan ketentuan dan/atau dokumen perencanaan lingkungan (RKL dan RPL tahun 2002 dan RKUPHHK periode tahun 2013 sd 2022) serta berfungsi dengan baik
3. Berdasarkan Verifikasi dokumen terdapat sumber daya manusia untuk pelaksana kegiatan pengelolaan dan pemantauan dampak terhadap tanah dan air di IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati II sebanyak 4 orang. 1 Orang sebagai Kabag Billing dan proyek-proyek penelitian (Bpk Albert Landung), 1 Kasie Lingkungan dan Penelitian, dan 1 kasie Persemaian dan 1 pelaksana Penanaman. Terkait peningkatan kompetensi sumberdaya manusia terdapat karyawan yang diikut sertakan dalam Diklat Ganis PHPL bidang Pembinaan
FM.PHPL-SIC-023 01.03.2018 Halaman 16 dari 33
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
hutan atas nama Albertinus Landung dengan surat tugas Surat Tugas No: 041/WKS-II/DIR-ST/VIII/2021 tentang pelatihan Ganis Binhut Angkatan II dari tanggal 26 Agustus sd 26 September 2021. Upaya peningkatan kompetensi lainnya melaui inhouse training.
4. IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II memiliki dokumen perencanaan pengelolaan dampak terhadap tanah dan air dan diimplementasikan dalam bentuk kegiatan penanaman Kiri kanan jalan, Pengayaan, Trap erosi dan KTA Vegetatif. Namun terdapat kegiatan pelaksanaan di lapangan yang belum mengimplementasikan kegiatannya dan juga kegiatan yang ada tidak tiap tahun dilaksanakan jadi dari 19 kegiatan yang harus dilaksanakan hanya 13 kegiatan yang dilaksanakan dalam kurun waktu 6 tahun. Jadi prosentase kegiatan yang dilaksanakan sebesar 13 /19 x100% = 52,07%
5. IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II telah memiliki dokumen perencanaan pemantauan dampak terhadap tanah dan air yang tercantum dalam dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) tahun 2002 dan telah diimplementasikan sebagian dari rencana. Kegiatan tersebut seperti Pengukuran Erosi, Debit air sungai dan Pengukuran Tinggi Muka air sedangkan kegiatan pemantuan kualitas air belum diimplementasikan di lapangan. Jadi kegiatan pemantauan lingkungan terhadap tanah dan air sebesar 75% dari total kegiatan yang harus dilaksanakan
6. Terdapat indikasi terjadinya dampak yang besar dan penting terhadap tanah dan air, yaitu seperti adanya erosi alur, longsoran dan terjadi perubahan aliran sungai serta kualitas air yang masuk ke areal basal badan sungai, walaupun hal tersebut sudah ada upaya dari pihak IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II untuk melakukan kegiatan pengelolaan (penanaman kiri kanan jalan, pengayaan pembuatan parit, dan guludan).
3.4
Identifikasi spesies flora dan fauna yang dilindungi dan/atau langka (endangered), jarang (rare), terancam punah (threatened) dan
83%
(Baik)
1. IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II memiliki prosedur identifikasi flora dan fauna yang mencakup seluruh jenis yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik yang terdapat di areal Kerjanya
2. IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II telah mengimplementasikan kegiatan identifikasi flora dan fauna yang mencakup seluruh jenis yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik, melalui kegiatan pengamatan dengan membuat plot-plot pengamatan. Namun pengamatan tersebut belum di semua areal IUPHHK baik
FM.PHPL-SIC-023 01.03.2018 Halaman 17 dari 33
Indikator Nilai Ringkasan Justifikasi
endemik. dikawasan lindung maupun pada areal efektif produksi eks tebangan melalui kegiatan inventarisasi flora fauna dan juga penyajian laporan tidak dimasukan data temuan dalam bentuk wawancara, temuan jejak perjumpaan
3.5
Pengelolaan flora untuk :
1.Luasan tertentu dari hutan produksi yang tidak terganggu dan bagian yang tidak rusak.
2.Perlindungan terhadap species flora dilindungi dan/atau jarang, langka dan terancam punah dan endemik
67%
(Sedang)
1. Prosedur yang dimiliki oleh IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II dalam pengelolaan flora dilindungi, jarang, langka, terancam punah dan endemik belum secara khusus (spesifik), jenis per jenis atau per kelompok jenis yang dilindungi, terutama untuk jenis-jenis yang telah ditemukan dalam kategori dilindungi diareal kerja berdasarkan peraturan (IUCN redlist) yang berlaku saat ini, seperti Kantung Semar (Nephentes sp) Prosedur pengelolaan masih bersifat umum untuk semua jenis flora
2. Implementasi kegiatan pengelolaan flora baru sebagian dari rencana yang dilaksanakan untuk seluruh jenis yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik yang terdapat di areal IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II.
Kegiatan yang sudah dilaksanakan Perlindungan hutan degan dilaksanakannya patroli rutin, sosialisasi, penyuluhan (pengawasan), pendekatan habitat, pendekatan silvikultur melalui pengelolaan in-situ. Sedangkan pengelolaan pendekatan habitat lainnya yang belum dilaksanakan adalah penandaan/memberikan informasi bahwa jenis tersebut dilindungi dan tidak terdapat upaya pengelolan diluar habitat terhadap jenis dilindungi (Ex-situ).
3. Di dalam areal kerja IUPHHK-HA PT Wana Kencana Sejati Unit II terdapat tumbuhan dari jenis species dilindungi yaitu Nephenthes Albomarginata (Kantung Semar Bibir Putih) dan kantung semar Kelam (Nepenthes clipeata) dengan kondisi saat ini menjadi ancaman dikarenakan berada dilokasi jalur yang akan di buka untuk pembuatan jalan utama, sehingga secara tidak langsung mengganggu terhadapa kehidupan flora disekitarnya akibat dari pembukaan jalan hutan,
3.6
Pengelolaan fauna untuk:
1. Luasan tertentu dari hutan produksi yang tidak terganggu, dan bagian yang tidak rusak.
67%
(Sedang)
1. Prosedur yang dimiliki oleh PT Wana Kencana Sejati Unit II belum secara khusus / spesifik untuk pengelolaan fauna yang dilindungi, jarang, langka, terancam punah dan endemik jenis perjenis secara khususnya untuk jenis-jenis dilindungi yang sudah teridentifikasi. Sebanyak 11 jenis yang terdiri 6 dari kelompok Aves, 3 kelompok Mamalia dan 3 dari kelompok Reptile. Terdapat rencana pemantauan melalui kegiatan inventarisasi dan identifikasi serta melalui perlindungan dan pengamanan hutan