• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. LANDASAN TEORI. 2.1 Strategi Bersaing Strategi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "2. LANDASAN TEORI. 2.1 Strategi Bersaing Strategi"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

2. LANDASAN TEORI

2.1 Strategi Bersaing 2.1.1 Strategi

Menurut Hunger & Wheelen (2012, p. 5), adalah kumpulan dari keputusan manajerial dan aksi yang menentukan performa jangka panjang sebuah perusahaan.

Menurut Halim (2005), strategi adalah suatu cara dimana organisasi atau lembaga akan mencapai tujuannya, sesuai dengan peluang-peluang dan ancaman- ancaman lingkungan eksternal yang dihadapi, serta sumber daya dan kemampuan internal.

2.1.2 Strategi Bersaing

Menurut Porter (1985), strategi bersaing merupakan upaya mencari posisi bersaing yang menguntungkan dalam suatu industri, area fundamental dimana persaingan berlangsung dan bertujuan untuk membuat posisi yang menguntungkan dan berkelanjutan melawan kekuatan yang menentukan kompetisi industri (dalam Teti, 2014, p. 952).

2.2 Macam-Macam Strategi

Menurut David (2011, pp.139-149), terdapat 4 macam strategi, yaitu sebagai berikut

1. Strategi Integrasi

a. Integrasi ke Depan (Forward Integration)

Dengan memperoleh kepemilikan atau kendali lebih atas distributor

b. Integrasi ke Belakang (Backward Integration)

(2)

Dengan memperoleh kepemilikan atau kendali lebih atas pemasok perusahaan

c. Integrasi Horizontal (Horizontal Integration)

Dengan memperoleh kepemilikan atau kendali lebih atas pesaing 2. Strategi Intensif

a. Penetrasi Pasar (Market Penetration)

Meningkatkan pangsa pasar dengan produk atau jasa yang sudah ada di pasar tersebut

b. Pengembangan Pasar (Market Development)

Memperkenalkan produk dan jasa yang dimiliki ke daerah baru c. Pengembangan Produk (Product Development)

Meningkatkan penjualan dengan memperbaiki produk atau mengembangkan produk baru

3. Strategi Diversifikasi

a. Diversifikasi Terkait (Related Diversification)

Menambahkan jumlah produk atau jasa baru yang berkaitan dengan produk atau jasa yang sudah ada

b. Diversifikasi tidak Terkait (Unrelated Diversification)

Menambahkan produk atau jasa yang tidak berkaitan dengan produk atau jasa yang sudah ada

4. Strategi Difensif

a. Penciutan (Retrenchment)

Mengurangi biaya dan asset untuk membalik penjualan dan laba yang menurun

b. Divestasi (Divestiture)

Mengurangi salah satu divisi atau bagian dari suatu organisasi c. Likuidasi (Liquidation)

Menjual seluruh asset perusahaan agar tidak mendapatkan kerugian 2.3 Analisis Lingkungan

Menurut Umar (2001), lingkungan bisnis dibagi menjadi dua, yaitu

lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Lingkungan eksternal dibagi

(3)

menjadi dua kategori, yaitu lingkungan jauh dan lingkungan industri. Sedangkan lingkungan internal merupakan aspek-aspek yang ada di dalam perusahaan.

2.4 Lingkungan Internal 2.4.1 Pemasaran

Menurut David (2011, pp.103-106), pemasaran dapat di deskripsikan sebagai proses mendefinisikan, mengantisipasi, menciptakan dan memenuhi kebutuhan serta keinginan pelanggan akan produk dan jasa. Terdapat 7 fungsi dasar dari pemasaran, yaitu :

1. Analisa Pelanggan (Customer Analysis)

Meneliti dan mengevaluasi kebutuhan, kemauan dan keinginan pelanggan. Melibatkan survey pelanggan, analisa informasi pelanggan, evaluasi strategi posisi pasar, mengembangkan profil pelanggan, dan merumuskan strategi segmentasi pasar yang optimal.

2. Penjualan Produk / Jasa (Selling Products / Services)

Melibatkan banyak kegiatan pemasaran, seperti iklan, promosi, citra, penjualan pribadi, manajemen penjualan, relasi dengan pelanggan dan relasi dengan agen.

3. Perencanaan Produk dan Jasa (Product and Service Planning)

Mencakup kegiatan seperti uji pemasaran, posisi produk dan merek, merancang jaminan, pengemasan, menentukan pilihan produk, fitur, gaya, dan kualitas. Menghapus produk lama dan menyediakan layanan pelanggan.

4. Penetapan Harga (Pricing)

Dipengaruhi oleh 5 pemangku kepentingan utama, yaitu pelanggan, pemerintah, pemasok, distributor, dan pesaing

5. Distribusi (Distribution)

Meliputi gudang, alur distribusi, cakupan distribusi, lokasi pengecer, level persediaan dan lokasi, kurir transportasi, grosir, dan pengecer.

6. Riset Pemasaran (Marketing Research)

(4)

Pengumpulan sistematis, rekaman, dan analisis dari data tentang masalah yang menyangkut kepada pemasaran produk dan jasa.

7. Analisis Biaya/Keuntungan (Cost / Benefit Analysis)

Melibatkan penilaian biaya, keuntungan dan resiko yang menyangkut dengan keputusan pemasaran.

2.4.2 Keuangan

Menurut David (2011, pp.106-107), keuangan sering dianggap sebagai ukuran paling baik mengenai posisi persaingan perusahaan dan daya tarik para penanam modal. Keuangan akan dapat berjalan baik dengan tiga keputusan sebagai berikut :

1. Keputusan Investasi (Investment Decision)

Alokasi dan realokasi dari modal dan sumber daya untuk proyek, produk, asset, dan divisi sebuah organisasi.

2. Keputusan Pembiayaan (Financing Decision)

Menentukan struktur modal terbaik untuk perusahaan, meliputi meneliti metode yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan asset, stok, hutang, penjualan, atau kombinasi nya.

3. Keputusan Deviden (Dividend Decision)

Memperhatikan isu seperti persentase laba yang dibayarkan kepada pemegang saham, stabilitas deviden yang dibayarkan tiap saat, dan pembelian kembali atau penerbitan saham.

2.4.3 Operasional

Menurut David (2011, pp.113-114), terbentuk dari seluruh aktivitas yang merubah input menjadi produk dan jasa. Terdapat 5 fungsi dasar produk / operasional, yaitu :

1. Proses (Process)

Keputusan yang meliputi pemilihan teknologi, tata letak fasilitas, analisa

aliran proses, lokasi fasilitas, pengendalian proses, dan analisis

(5)

transportasi. Jarak dari bahan baku ke lokasi produksi menjadi pertimbangan utama.

2. Kapasitas (Capacity)

Keputusan yang meliputi peramalan, perencanaan fasilitas, perencanaan agregat, penjadwalan, perencanaan kapasitas, dan analisis antrian. Utilitas kapasitas menjadi pertimbangan utama.

3. Persediaan (Inventory)

Keputusan yang meliputi pengelolaan bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi, mempertimbangkan apa , kapan, berapa banyak yang akan dipesan dan penanganan bahan.

4. Tenaga Kerja (Workforce)

Keputusan yang meliputi pengelolaan karyawan yang terlatih, tidak terlatih, dengan memperhatikan design kerja, pengukuran kerja, standar kerja dan motivasi.

5. Kualitas (Quality)

Keputusan yang bertujuan meyakinkan bahwa kualitas barang dan jasa yang tinggi di hasilkan dengan pengendalian kualitas, pengujian, jaminan kualitas dan pengendalian biaya.

2.4.4 Manajemen Sumber Daya Manusia

Menurut Mangkunegara (2013, p. 2), manajemen sumber daya manusia dapat didefinisikan sebagai suatu pengelolaan dan pendayagunaan sumber daya yang ada pada individu (pegawai). terdapat 6 fungsi dari manajemen sumber daya manusia, yaitu :

1. Pengadaan Tenaga Kerja Mencakup :

a. Perencanaan Sumber Daya Manusia b. Analisis Jabatan

c. Penarikan Pegawai d. Penempatan Kerja

e. Orientasi Kerja (Job Orientation)

2. Pengembangan Tenaga Kerja

(6)

Mencakup :

a. Pendidikan dan Pelatihan (Training and Development) b. Pengembangan (karier)

c. Penilaian Prestasi Kerja 3. Pemberian Balas Jasa

Mencakup :

a. Balas Jasa Langsung

Terdiri dari gaji / upah dan insentif b. Balas Jasa tak Langsung

Terdiri dari keuntungan (benefit) dan pelayanan / kesejahteraan (services)

4. Integrasi Mencakup :

a. Kebutuhan Karyawan b. Motivasi Kerja c. Kepuasan Kerja d. Disiplin Kerja e. Partisipasi Kerja 5. Pemeliharaan Tenaga Kerja

Mencakup :

a. Komnikasi Kerja

b. Kesehatan dan Keselamatan Kerja c. Pengendalian Konflik Kerja d. Konseling Kerja

6. Pemisahan Tenaga Kerja Mencakup :

a. Pemberhentian Karyawan 2.5 Lingkungan Eksternal

2.5.1 Lingkungan Industri

Menurut Porter (2008), lima kekuatan yang membentuk struktur seluruh

industri dan bagian yang menetapkan peraturan dari kompetisi dan akar penyebab

(7)

dari keuntungan dalam industri (dalam Dobbs, 2014, p. 32). Lima kekuatan yang disebut Porter’s five forces tersebut, yaitu :

1. Persaingan Perusahaan Sejenis (Rivarly among Competing Firms)

Persaingan akan tinggi jika jumlah pesaing yang serupa banyak, kemudahan pelanggan untuk berpindah merek, penghalang untuk meninggalkan pasar tinggi, biaya tetap yang tinggi, dan jika barang dapat habis.

2. Daya Tawar Pembeli (Bargaining Power Buyers)

Daya tawar akan tinggi jika pembeli dapat dengan mudah berganti ke merek lain atau barang substitusi, pembeli dianggap penting oleh penjual, penjual sedang berusaha menanggulangi turunnya permintaan, pembeli mengetahui produk, harga, serta biaya penjual, dan pembeli memiliki keleluasaan kapan atau perlu tidakkah mereka membeli produk.

3. Daya Tawar Pemasok (Bargaining Power Suppliers)

Akan mempengaruhi persaingan jika ada banyak pemasok, sedikit bahan baku substitusi, atau biaya untuk berpindah bahan baku mahal.

4. Potensi Masuknya Pesaing Baru (Potential Entry of New Competitors) Potensi akan tinggi jika penghalang untuk masuk rendah. Contoh penghalang tersebut adalah teknologi, pengalaman, kebijakan pemerintah, aliran distribusi, dan hak paten

5. Potensi Pengembangan Barang Substitusi (Potential Development of Substitute Product)

Tekanan akan muncul saat produk pengganti harganya relatif lebih murah

dan lebih mudah didapatkan.

(8)

Gambar 2.1 Porter’s Five Forces Sumber : Porter (1985, p. 5) 2.5.2 Lingkungan Jauh

Menurut Umar (2000, pp. 6-8), lingkungan jauh terdiri dari faktor-faktor yang pada dasarnya di luar dan terlepas dari perusahaan. Faktor tersebut sering disingkat PEST, yaitu :

1. Politik (Politic)

Hal utama yang perlu diperhatikan adalah :

a. Undang-undang lingkungan dan perburuhan b. Peraturan perdagangan luar negeri

c. Stabilitas pemerintahan

d. Peraturan tentang keamanan dan kesahatan kerja e. Sistem pajak

2. Ekonomi (Economic)

Hal utama yang perlu diperhatikan adalah : a. Siklus bisnis

b. Ketersediaan energy c. Inflasi

d. Suku bunga

(9)

e. Investasi

f. Harga-harga produk dan jasa g. Produktivitas

h. Tenaga kerja 3. Sosial (Social)

Hal utama yang perlu diperhatikan adalah : a. Kultural

b. Ekologis c. Demografis d. Religious e. Pendidikan f. etnis

4. Teknologi (Technology)

Hal utama yang perlu diperhatikan adalah : a. Kemajuan teknologi

b. Penemuan dan pengembangan baru c. Kecepatan transfer teknologi

d. Biaya penggunaan teknologi e. Dampak dari perubahan teknologi 2.6 SWOT

Menurut David (2011, p. 178), SWOT adalah alat penyesuai yang membantu manajer mengembangkan empat tipe strategi, yaitu :

1. SO (Strengths-Opportunities)

Menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk memanfaatkan peluang.

2. WO (Weaknesses-Opportunities)

Mengembangkan kelemahan internal perusahaan dengan mengambil keuntungan dari peluang.

3. ST (Strengths-Threats)

Menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk mengurangi dampak dari ancaman.

4. WT (Weaknesses-Threats)

(10)

Mengurangi kelemahan internal perusahaan dan menghindari ancaman.

Tabel 2.1 Matriks SWOT

Sumber : Rangkuti (1998, p. 31)

(11)

2.7 Penelitian Terdahulu

Tabel 2.2 Penelitian Terdahulu N

o

Judul Penulis Tahun Metode Hasil

1 Competitive Strategies and Their Shift to the Future

Helen E.

Salavou

2015 Kualitatif Para pelajar dapat meninjau kembali teori untuk menangkap kenyataan yang lebih baik, menyesuaikan strategi kompetitif dalam kerangka kerja. Karena berapa lama pun tahun berlalu, penelitian strategi kompetitif akan tetap berlangsung untuk tetap mendapatkan keberlanjutan

keunggulan kompetitif 2 Tactical and

Strategic Choices in Business Models : Evidence from a Danish Fashion Outlet

Anders P.

Haubro, Henrik A.

Lomholt, Rainer Lueg, Svrre V. Nielsen dan Ulrik Knudsen

2015 Kualitatif pemilihan taktik dan strategi dapat

memberikan dampak

pada nilai bisnis sehingga

memberikan pendapatan

lebih pada perusahaan.

(12)

2.7 Penelitian Terdahulu (sambungan) 3 A

Knowledge Base

Representing Porter’s Five Forces Model

Henk de Swaan Arons dan Philip Waalewijn

1999 Kualitatif Porter’s five forces adalah sebuah bagian dari strategi analisis dan perencanaan.

4 Stretching Strategic Thinking

Stan Abraham

2005 Kualitatif Dengan adanya

pemikiran strategis yang terus menerus, maka kesempatan, strategi alternatif atau bisnis model dapat dibagikan pada orang penting dalam perusahaan.

Dengan itu maka perusahaan berada di posisi untuk dapat mengambil aksi yang pantas dan menuai besar dari keuntungan

pemikiran strategis

(13)

2.7 Penelitian Terdahulu (sambungan) 5 Good

Strategy Makes Good Leaders

Robert J.

Allio

2015 Kualitatif Strategi akan tetap berpengaruh dalam jangka panjang, karena itu kita harus fokus kepada strategi.

Pemimpin yang baik dimulai dari strategi yang baik.

6 SWOT Analysis: A Management Tool for Initiating New

Programs in Vocational Schools

Radha Balamurali krishna dan John C.

Dugger

1995 Kualitatif SWOT analisis adalah alat yang cepat dalam memeriksa kemungkinan, dapat digunakan juga dalam pemilihan keputusan dan juga melihat kemungkinan masa depan.

7 Strategic Planning and Organization al Flexibility in Turbulent Environment s

Riccardo Vecchiato

2015 Kualitatif Mengetahui pentingnya

strategic foresight dan

fleksibilitas perusahaan

agar perusahaan dapat

mengatasi peningkatan

ketidakpastian dalam

lingkungan bisnis.

(14)

2.8 Kerangka Berpikir

Menurut Sekaran, kerangka befikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting (dalam Sugiyono, 2009, p. 60).

Gambar 2.2 Kerangka Berpikir

Sumber : Umar (2001) , David (2011) , Porter (1985) , Umar (2000), Mangkunegara (2013), dan Rangkuti (1998)

PT. Santoso Kencana Sakti

Analisis Lingkungan Internal 1. Pemasaran

2. Keuangan 3. Operasional 4. Manajemen SDM

Analisis Lingkungan Eksternal 1. Lingkungan Industri a. Porter’s five forces 2. Lingkungan Jauh

b. PEST

Analisis SWOT

Formulasi Strategi Bersaing PT. Santoso Kencana Sakti Strategi Bersaing PT. Santoso Kencana Sakti

Referensi

Dokumen terkait

[r]

ciri ciri lain dari sasaran respon turut mentukan cara pandang seseorang. c) Faktor situasi, respon dapat dilihat secara kartekstual yang berarti dalam.. situasi mana

Berdasarkan hasil analisis didapatkan simpulan bahwa kegiatan pembelajaran pada materi elastisitas di kelas X MAN Denanyar Jombang dengan menggunakan model

Pengetahuan tersebut harus dimiliki oleh pemerintah desa untuk mengetahui dan mengidentifikasi dengan jelas alokasi dana desa dalam anggaran pemerintah daerah

+- 1 bulan karena tidak mau masuk sekolah, mengurung diri di kamar, tidak mau bersosialisasi, minder dengan teman-temannya, lebih sering menutup muka jika bertemu

Bagaimanapun, pekerjaan sosial klinis sering didefinisikan sebagai praktek pekerjaan sosial dengan individu, keluarga dan kelompok kecil yang mempunyai masalah psikologis,

Rencana proses langkah kerja aplikasi simulasi vending machine adalah seperti yang ditunjukkan pada Gambar 8. Gambar 8 Langkah-langkah Kerja Aplikasi Simu lasi

Ruang lingkup kegiatan dari program pelatihan teknik dan audit efisiensi energy ini adalah penilaian pada system jaringan pompa di PDAM (bangunan pengolahan air serta