Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 1 dari 29 Putusan Nomor 17/Pid.Sus-Prk/2021/PNTpgP U T U S A N
Nomor 17/Pid.Sus-Prk/2021/PN Tpg
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Perikanan pada Pengadilan Negeri Tanjungpinang yang mengadili perkara tindak pidana perikanan dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa:
1. Nama lengkap : NGUYEN THANH TAM 2. Tempat lahir : Bhin Dinh - Vietnam
3. Umur/tanggal lahir : 34 tahun / 20 Maret 1987 4. Jenis kelamin : Laki-laki
5. Kebangsaan : Vietnam
6. Tempat tinggal : Trung Luong, Cat Tien. Phu Cat Bhin Dinh - Vietnam. Saat ini berdomisili di Pangkalan PSDKP Batam.
7. Agama : Budha
8. Pekerjaan : Nelayan/ Nakhoda KM BD 31185 TS Terdakwa tidak ditahan;
Terdakwa tidak didampingi oleh Penasihat Hukum;
Di persidangan telah pula diambil sumpah seorang penerjemah bernama MASLAN umur 60 tahun menurut agamanya yaitu Budha.
Pengadilan Perikanan tersebut; Setelah membaca:
- Penetapan Ketua Pengadilan Perikanan pada Pengadilan Negeri Tanjungpinang Nomor 17/ Pid.Sus-PRK/ 2021/ PN Tpg, tanggal 30 Juni 2021 tentang penunjukan Majelis Hakim;
- Penetapan Majelis Hakim Nomor 17/ Pid.Sus-PRK/ 2021/ PN Tpg, tanggal 30 Juni 2021 tentang penetapan hari sidang;
- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;
Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi, Ahli dan keterangan Terdakwa serta memperhatikan barang bukti yang diajukan di persidangan;
Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:
1. Menyatakan terdakwa NGUYEN THANH TAM bersalah melakukan tindak pidana “dengan sengaja di wilayah pengelolaan perikanan
Negara Republik Indonesia melakukan usaha perikanan yang tidak
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 2 dari 29 Putusan Nomor 17/Pid.Sus-Prk/2021/PNTpgmemenuhi perizinan berusaha dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya berdasarkan norma, standar, prosedur, dan kriteria yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat” Sebagaimana yang didakwakan kepada terdakwa
yaitu melanggar Pasal 92 Jo pasal 26 ayat (1) Bagian Keempat Penyederhanaan Perizinan Berusaha Sektor serta Kemudahan dan Persyaratan Investasi Paragraf 2 Sektor Kelautan dan Perikanan Undang- Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang No.31 Tahun 2004 tentang Perikanan (dalam dakwaan Kesatu).
2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa NGUYEN THANH TAM dengan pidana Denda Rp.200.000.000,- (dua ratus juta rupiah).
3. Menyatakan barang bukti berupa : - 1 (satu) unit Kapal KM. BD 31185 TS
- 1 (satu) unit GPS Navigator Sunhang SH-788A - 1 (satu) unit Kompas Express
- 1 (satu) unit Radio Icom IC-718 - 1 (satu) unit Mesin Isuzu
Dirampas untuk Negara
- 1 (satu) buah Bendera Vietnam - 1 (satu) bundel Dokumen Kapal
Dikembalikan kepada terdakwa NGUYEN THANH TAM
- ± 20 (dua puluh) kg Hasil tangkapan Cumi - 1 (satu) unit Alat tangkap jaring cumi
Dirampas untuk dimusnahkan
4. Menetapkan agar terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah).
Setelah mendengar permohonan Terdakwa yang pada pokoknya menyatakan:
- Terdakwa minta dihukum seringan-ringannya karena Terdakwa merupakan tulang punggung keluarga;
- Terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. - Terdakwa hanyalah pekerja biasa yang hidupnya masih berkekurangan.
Setelah mendengarkan tanggapan Penuntut Umum terhadap permohonan terdakwa, yang pada pokoknya tetap pada tuntutannya;
Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 3 dari 29 Putusan Nomor 17/Pid.Sus-Prk/2021/PNTpgDAKWAAN : KESATU:
---Bahwa terdakwa NGUYEN THANH TAM selaku Nahkoda Kapal KM. BD 31185 TS merupakan kapal penangkap ikan asing, pada hari Sabtu tanggal 03 April 2021 sekira pukul 01.30 Wib atau setidak-tidaknya dalam bulan April tahun 2021, bertempat di Perbatasan Indonesia-Malaysia Sektor Barat pada koordinat 03°37.496 LU - 104° 52.882 BT atau setidak-tidaknya di suatu tempat di Perairan Yurisdiksi Nasional Indonesia yang masih termasuk dalam daerah Hukum Pengadilan Perikanan pada Pengadilan Negeri Tanjung Pinang yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara berdasarkan pasal 84 ayat (2) KUHAP (Pengadilan Negeri yang didalam daerah hukumnya terdakwa bertempat tinggal, berdiam terakhir, ditempat ia diketemukan atau ditahan, hanya berwenang mengadili perkara terdakwa tersebut apabila tempat kediaman sebagian besar saksi yang dipanggil lebih dekat pada tempat Pengadilan Negeri itu daripada tempat kedudukan Pengadilan Negeri yang didalam daerahnya tindak pidana itu dilakukan),
dengan sengaja di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia melakukan usaha perikanan yang tidak memenuhi perizinan berusaha dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya berdasarkan norma, standar, prosedur, dan kriteria yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, perbuatan terdakwa
dilakukan dengan cara sebagai berikut : --- - Bahwa berawal pada hari Sabtu tanggal 03 April 2021 sekira pukul 01.30
WIB pada saat KN-PULAU DANA-323 sedang melaksanakan operasi di Perairan Laut Natuna, mendeteksi sebuah kapal pada posisi 03°37.496 LU - 104° 52.882 BT. Selanjutnya KN-PULAU DANA-323 melihat Kapal KM. BD 31185 TS yang di nahkodai oleh terdakwa pada posisi 03°37.496 LU - 104° 52.882 BT yang sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan. Kemudian KN-PULAU DANA-323 berhasil melakukan pemeriksaan terhadap kapal KM. BD 31185 TS. Posisi kapal KM. BD 31185 TS saat terdeteksi dan dilakukan pemeriksaan oleh saksi WAHYU NUGROHO, A.Md dan saksi JUHENDRIK, A.Md yang merupakan petugas PPNS Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berada dalam KN-PULAU DANA-323, berada di Perbatasan Indonesia – Malaysia Sektor Barat, Wilayah Pengelolaan Negara Republik Indonesia (WPPNRI). Selanjutnya, kapal KM. BD 31185 TS dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen dan muatan kapal, kemudian dari hasil pemeriksaan diatas
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 4 dari 29 Putusan Nomor 17/Pid.Sus-Prk/2021/PNTpgkapal diketahui bahwa kapal tersebut telah melakukan kegiatan penangkapan ikan secara illegal dan tanpa dilengkapi Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) maupun dokumen-dokumen yang sah lainnya baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah yaitu terdakwa tidak memiliki Surat Ijin Penangkapan Ikan (SIPI).
- Bahwa selanjutnya terdakwa bersama saksi-saksi yang lain serta barang bukti dibawa ke Pangkalan PSDKP Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut.
--- Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 92 Jo pasal 26 ayat (1) Bagian Keempat Penyederhanaan Perizinan Berusaha Sektor serta Kemudahan dan Persyaratan Investasi Paragraf 2 Sektor Kelautan dan Perikanan Undang- Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang No.31 Tahun 2004 tentang
Perikanan.---ATAU KEDUA
---Bahwa terdakwa NGUYEN THANH TAM selaku Nahkoda Kapal KM. BD 31185 TS merupakan kapal penangkap ikan asing, pada hari Sabtu tanggal 03 April 2021 sekira pukul 01.30 Wib atau setidak-tidaknya dalam bulan April tahun 2021, bertempat di Perbatasan Indonesia-Malaysia Sektor Barat pada koordinat 03°37.496 LU - 104° 52.882 BT atau setidak-tidaknya di suatu tempat di Perairan Yurisdiksi Nasional Indonesia yang masih termasuk dalam daerah Hukum Pengadilan Perikanan pada Pengadilan Negeri Tanjung Pinang yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara berdasarkan pasal 84 ayat (2) KUHAP (Pengadilan Negeri yang didalam daerah hukumnya terdakwa bertempat tinggal, berdiam terakhir, ditempat ia diketemukan atau ditahan, hanya berwenang mengadili perkara terdakwa tersebut apabila tempat kediaman sebagian besar saksi yang dipanggil lebih dekat pada tempat Pengadilan Negeri itu daripada tempat kedudukan Pengadilan Negeri yang didalam daerahnya tindak pidana itu dilakukan),
berlayar melakukan penangkapan ikan dan/atau pengangkutan ikan dari pelabuhan perikanan tidak memiliki persetujuan berlayar yang dikeluarkan oleh syahbandar di pelabuhan perikanan, perbuatan
terdakwa dilakukan dengan cara sebagai berikut: --- - Berawal pada waktu dan tempat sebagaimana disebutkan diatas pada saat KN-PULAU DANA-323 berhasil memberhentikan dan melakukan pemeriksaan terhadap Kapal KM. BD 31185 TS yang dinahkodai oleh
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 5 dari 29 Putusan Nomor 17/Pid.Sus-Prk/2021/PNTpgterdakwa pada posisi 03°37.496 LU - 104° 52.882 BT dan dilakukan pemeriksaan oleh saksi WAHYU NUGROHO, A.Md dan saksi JUHENDRIK, A.Md yang merupakan petugas PPNS Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berada dalam KN-PULAU DANA-323 tersebut, kapal KM. BD 31185 TS yang dinahkodai oleh terdakwa berada di Perbatasan Indonesia – Malaysia Sektor Barat, Wilayah Pengelolaan Negara Republik Indonesia (WPPNRI). Selanjutnya, kapal KM. BD 31185 TS dilakukan pemeriksaan terhadap dokumen dan muatan kapal, kemudian dari hasil pemeriksaan diatas kapal diketahui bahwa kapal tersebut telah melakukan kegiatan penangkapan ikan secara illegal dan tidak memiliki SPB (Surat Persetujuan Berlayar) yang dikeluarkan oleh syahbandar di pelabuhan perikanan maupun dokumen-dokumen yang sah lainnya.
- Bahwa selanjutnya terdakwa bersama saksi-saksi yang lain serta barang bukti dibawa ke Pangkalan PSDKP Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut
--- Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 98 jo Pasal 42 ayat (3) Bagian Keempat Penyederhanaan Perizinan Berusaha Sektor serta Kemudahan dan Persyaratan Investasi Paragraf 2 Sektor Kelautan dan Perikanan Undang- Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.----
Menimbang bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum, Terdakwa tidak mengajukan keberatan dan mengerti semua isi dakwaan Penuntut Umum;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah mengajukan Saksi-saksi sebagai berikut:
1. PHAM VAN DUONG, dibawah disumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa Saksi menjelaskan Saksi dalam keadaan sehat jasmani dan sehat rohani dan akan memberikan keterangan dengan sebenar-benarnya;
- Bahwa Saksi menjelaskan Saksi mengerti, dimintai keterangan sebagai saksi atas tertangkapnya kapal KM. BD 31185 TS tempat Saksi bekerja;
- Bahwa Saksi menjelaskan kenal dan tidak ada hubungan keluarga dengan nakhoda kapal KM. BD 31185 TS, Nama nakhoda kapal KM. BD 31185 TS adalah NGUYEN THANH TAM; sekaligus pemilik kapal;
- Bahwa Saksi menjelaskan bekerja dikapal KM. BD 31185 TS sebagai ABK dengan tugas menarik jaring, memilah dan menjemur ikan hasil tangkapan; - Bahwa Saksi menjelaskan Kapal KM. BD 31185 TS berasal dari negara
Vietnam. Kapal berangkat dari pelabuhan Vung Tao - Vietnam;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 6 dari 29 Putusan Nomor 17/Pid.Sus-Prk/2021/PNTpg- Bahwa Saksi menjelaskan ABK Kapal KM. BD 31185 TS berjumlah 6 (enam) orang termasuk nakhoda. Semua berkewarganegaan Vietnam;
- Saksi menjelaskan bahwa Ia tidak memperhatikan Kapal KM. BD 31185 TS memasang bendera atau tidak karena sibuk bekerja;
- Bahwa Saksi menjelaskan Kapal KM. BD 31185 TS melaut sudah sekitar sekitar 7 (tujuh) hari semenjak berangkat dari pelabuhan di Vietnam sampai diperiksa oleh KN-PULAU DANA-323 ;
- Bahwa Saksi menjelaskan Ia tidak mengetahui kapal yang menangkapnya, yang diketahui ditangkap hari Sabtu tanggal 03 April 2021 pada pagi dini hari untuk lokasi koordinat tidak mengetahuinya;
- Bahwa Saksi menjelaskan jumlah ikan yang ada di kapal KM. BD 31185 TS saat tertangkap oleh KN-PULAU DANA-323 Sekitar 20 (dua puluh) kilogram yang tersimpan di dalam palkah kapal KM. BD 31185 TS yang merupakan hasil dari sebanyak 8 (delapan) kali menurunkan jaring Trawl;
- Bahwa Saksi menjelaskan Saksi tidak tahu berapa lama menangkap ikan di Laut Indonesia, namun kapal KM. BD 31185 TS sudah menangkap ikan selama 4 (empat) hari pada trip ini;
- Bahwa Saksi menjelaskan awalnya saksi tidak tahu alasan kapal KM. BD 31185 TS ditangkap oleh KN-PULAU DANA-323, berdasarkan informasi petugas karena menangkap ikan di perairan Indonesia tanpa dilengkapi dokumen yang sah;
- Bahwa Saksi menjelaskan saat ditangkap tempat Saksi bekerja kapal KM. BD 31185 TS sedang berlayar setelah selesai menarik jaring;
- Bahwa Saksi menjelaskan kapal KM. BD 31185 TS tempat Saksi bekerja menangkap ikan dengan menggunakan jaring cumi;
- Bahwa Saksi menjelaskan Ikan yang tertangkap oleh kapal KM. BD 31185 TS adalah cumi-cumi;
- Bahwa Saksi menjelaskan ciri ciri alat tangkap yang digunakan menyerupai separuh lingkaran dengan mulut jarring dilengkapi pelampung dari gabus da nada pemberat jarring berbentuk cincin;
- Bahwa Saksi menjelaskan cara mengoperasikan alat tangkap ikan pertama tama dijatuhkan pelampung, setelah itu badan jaring. Ketika badan jaring sudah dijatuhkan seluruhnya kedalam air baru terakhir pemberat , posisi kapal dalam kondisi diamdan mengikuti arah angin . Lampu dalam kondisi hidup semua, setelah ikan/ cumi mendekat , lampu satu persatu dimatikan , tinggal lampu satu yang tetap menyala untuk menggiring cumi kedalam jaring. Setelah cumi masuk kedalam jaring maka tali jaring ditarik sehingga
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 7 dari 29 Putusan Nomor 17/Pid.Sus-Prk/2021/PNTpgjaring tertutup, Kemudian jaring diangkat . Setelah alat tangkap dinaikan keatas dek kapal baru hasil tangkapan ikan disortir dan dimasukan kedalam palkah yang sudah terisi es . Selanjutnya hasil tangkapan ikan berupa cumi-cumi dibelah lalu dijemur selama lebih kurang 1-2 harihingga kering. Setelah itu dimasukan kedalam kantong plastik dan selanjutnya dimasukan kedalam palkah. Alat tangkap ini dioperasikan pada malam hari sedangkan siang hari digunakan untuk istirahat;
- Bahwa Saksi menjelaskan terdapat satu unit alat tangkap jaring cumi dan 20 (dua puluh) kg cumi-cumi;
- Bahwa Saksi menjelaskan bahwa rencananya cumi hasil tangkapan akan dibawa sendiri ke pelabuhan Vung Tao - Vietnam;
- Bahwa Saksi menjelaskan kapal KM. BD 31185 TS tidak pernah singgah di pelabuhan manapun di Indonesia;
- Bahwa Saksi menjelaskan tidah tahu menahu mengenai dokumen perijinan - Bahwa Saksi menjelaskan tidak mengetahui tata cara menangkap ikan di
Indonesia;
- Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat.membenarkan semuanya;
2. NGUYEN PHUC, dibawah disumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa Saksi menjelaskan dalam keadaan sehat jasmani dan sehat rohani dan akan memberikan keterangan dengan sebenar-benarnya;
- Bahwa Saksi menjelaskan mengerti, dimintai keterangan sebagai saksi atas tertangkapnya kapal KM. BD 31185 TS tempat Saksi bekerja;
- Bahwa Saksi menjelaskan kenal dan tidak ada hubungan keluarga dengan nakhoda kapal KM. BD 31185 TS adalah NGUYEN THANH TAM;
- Bahwa Saksi menjelaskan Saksi tidak tahu nama pemilik kapal KG 9307 TS. Tapi pemilik kapal orang Vietnam;
- Bahwa Saksi menjelaskan bekerja dikapal KM. BD 31185 TS sebagai ABK dengan tugas menarik jaring, memilah ikan, memasukkannya ke plastik kemudian ke palkah kapal dan diberi es curah;
- Bahwa Saksi menjelaskan Kapal KM. BD 31185 TS berasal dari negara Vietnam. Kapal berangkat dari pelabuhan Vung Tao Vietnam;
- Bahwa Saksi menjelaskan ABK Kapal KM. BD 31185 TS berjumlah 6 (enam) orang termasuk nakhoda. Semua berkewarganegaan Vietnam;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 8 dari 29 Putusan Nomor 17/Pid.Sus-Prk/2021/PNTpg- Bahwa Saksi menjelaskan tidak memperhatikan memasang bendera atau tidak karena sibuk bekerja saat kapal tempat saksi bekerja ditangkap KN-PULAU DANA-323;
- Bahwa Saksi menjelaskan tidak tahu mengenai dokumen perijinan;
- Bahwa Saksi menjelaskan Ikan yang didapat akan dibawa sendiri oleh kapal KM. BD 31185 TS ke pelabuhan Vung Tao Vietnam;.
- Bahwa Saksi menjelaskan kapal KM. BD 31185 TS tidak pernah singgah di pelabuhan manapun di Indonesia;
- Bahwa Saksi menjelaskan yang menangkap Saksi tidak tahu akan tetapi ditangkap pada hari Sabtu tanggal 3 April 2021 pada waktu pagi dini hari, untuk lokasi koordinat Saksi tidak tahu yang tahu Tekong/ nakhoda KM. BD 31185 TS;
- Bahwa Saksi menjelaskan Kapal tempat Saksi bekerja KM BD 31185 TS sudah menurunkan jaring 3 (tiga) kali pada malam itu kemudian tertangkap kapal patroli;
- Bahwa Saksi menjelaskantidak tahu dimana lokasi menangkap ikan terakhir. - Bahwa Saksi menjelaskan bahwa Ia tidak tahu kenapa ditangkap, Informasi dari petugas karena menangkap ikan di perairan Indonesia tanpa dokumen yang sah;
- Bahwa Saksi menjelaskan pada waktu ditangkap kapal tempat Saksi bekerja BD 31185 TS sedang berlayar setelah selasai menarik jarring;
- Bahwa Saksi menjelaskan bahwa kapal BD 31185 TS tempat Saksi bekerja menangkap ikan dengan menggunakan jaring cumi;
- Bahwa Saksi menjelaskan Ciri-ciri alat tangkap yang digunakan menyerupai separuh lingkaran dengan mulut jaring dilengkapi pelampung dari gabus dan ada pemberat jaring berbentuk cincin;
- Bahwa Saksi menjelaskan cara mengoperasikan alat tangkap; pertama tama dijatuhkan pelampung, setelah itu badan jaring. Ketika badan jaring sudah diturunkan seluruhnya kedalam air baru terakhir adalah pemberat , posisi kapal dalam keadaan diam dan mengikuti arah angin.Lampu dalam keadaan hidup semua, setelah ika/ cumi mendekat maka lampu satu persatu dimatikan, tinggal satu yang lampu yang masih menyala untuk menggiring cumi kedalam jarring . Setelah cumi masuk kedalam jaring maka tali jaring ditarik sehingga jaring tertutup, kemudian jarring diangkat setelah alat tangkap naik keatas dek kapal baru hasil tangkapan ikan disortir lalu dimasukan kedalam palkah yang sudah terisi es . Selanjutnya hasil tangkapn ikan berupa cumi cumi dibelah lalu dijemur selama lebih kurang 1-2 hari
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 9 dari 29 Putusan Nomor 17/Pid.Sus-Prk/2021/PNTpghingga kering. Setelah itu dimasukan kedalam kantong plastic dan selanjutnya dimasukan kedalam palkah. Alat tangkap ini dioperasikan malam hari sedang siang hari digunakan untuk istirahat;
- Bahwa Saksi menjelaskan tidak tahu tatacara menangkap ikan di Indonesia; - Bahwa Saksi menjelaskan Kapal BD 31185 TS tidak pernah singgah di
pelabuhan manapun di Indonesia;
- Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat.membenarkan semuanya;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya, Penuntut Umum telah pula mengajukan permohonan untuk membacakan keterangan saksi penangkap di depan persidangan oleh karena berhalangan hadir sehubungan tugas negara;
Menimbang, bahwa atas permohonan Penuntut Umum tersebut dan setelah mendengarkan pendapat terdakwa bahwa ia tidak berkeberatan untuk dibacakannya keterangannya maka atas perintah Hakim Ketua Majelis, Penuntut Umum kemudian membacakan keterangan saksi penangkap WAHYU NUGROHO, A.Md sebagaimana termuat dalam Berita Acara Pemeriksaan Penyidik, yang pada pokoknya sebagai berikut:
3. WAHYU NUGROHO, A.Md keterangannya dibacakan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa Saksi mengerti, dimintai keterangan sebagai saksi penangkap atas tertangkapnya kapal KM. BD 31185 TS;
- Bahwa Saksi menjelaskan kapal tempat saksi bekerja telah memeriksa dan menangkap kapal KM. BD 31185 TS, sekitar pukul 01.30 WIB, hari Sabtu tanggal 3 April 2021, di Laut Natuna. Posisi saat KIA berhasil di amankan pada koordinat 03º 37.496’ LU - 104º 52.882’ BT);
- Bahwa Saksi menjelaskan tidak ada kapal lain yang berada di sekitar kapal KM. BD 31185 TS pada saat ditangkap oleh KN-PULAU DANA-323 ;
- Bahwa Saksi menjelaskan Kapal KM. BD 31185 TS yang dinahkodai oleh terdakwa memang benar sewaktu akan dilakukan pemeriksaan kapal tersebut sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan di Wilayah Perairan Laut Natuna utara.
- Bahwa Saksi menjelaskan bahwa kapal KM. BD 31185 TS yang di Nahkodai oleh NGUYEN THANH TAM memang benar sewaktu akan dilakukan pemeriksaan kapal tersebut diduga sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan, di Wilayah perairan Laut Natuna Utara. Saksi pada saat
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 10 dari 29 Putusan Nomor 17/Pid.Sus-Prk/2021/PNTpgitu selaku ketua Tim pemeriksa dengan surat perintah Nomor : Sprin-04/ PDN-323/IV/ 2021;
- Bahwa Saksi hanya menemukan beberapa identitas dari ABK dan dokumen lain dalam bahasa vietnam.
- Bahwa Saksi menjelaskan alat penangkapan ikan yang digunakan oleh kapal KM. BD 31185 TS adalah berupa alat penangkap ikan Jaring Cumi yang berjumlah 1 (satu) unit di atas kapal;
- Bahwa Saksi menjelaskan pada saat diperiksa oleh KN-PULAU DANA-323 keseluruhan awak kapal KM. BD 31185 TS tersebut berjumlah 6 (enam) orang termasuk nahkoda kapal yang kesemuanya berasal dari Vietnam ; - Bahwa Saksi menjelaskan pada saat pemeriksaan terhadap kapal KM. BD
31185 TS ditemukan alat navigasi berupa GPS dan kompas, dengan 1 Radio komunikasi;
- Bahwa Saksi menjelaskan di dalam palkah kapal KM. BD 31185 TS ketika dilakukan pemeriksaan, terdapat kurang lebih 20 (dua puluh) kg cumi;
- Bahwa Saksi menjelaskan ketika melakukan pemeriksaan kapal KM. BD 31185 TS saksi bersama Saudara Beni Asba Putra, S.Tr.Pi dan Muhammad Iqbal yang juga anggota Tim Pemeriksa KN-PULAU DANA-323;
- Bahwa Saksi menjelaskan KM. BD 31185 TS berasal dari Vietnam dengan nakhoda bernama terdakwa Nguyen Thanh Tam warga negara Vietnam. - Bahwa Saksi menjelaskan KM. BD 31185 TS memasang bendera Vietnam
tapi digulung dan diikat di tiang;.
- Bahwa Saksi menjelaskan situasi pengejaran sampai pemeriksaan kapal BD 31185 TS oleh KN. PULAU DANA – 323 bahwa Situasinya pada saat itu Agak sulit bagi kami untuk melakukan pengejaran karena kondisi yang gelap dan gelombang yang cukup tinggi, ditambah KIA tersebut mematikan lampu dan terus bermanuver Karena KIA tidak kooperatif atas ijin dari komandan kami melakukan tembakan peringatan ke udara, dan karena KIA tersebut tidak mengurangi kecepatan, kami melakukan tembakan peringatan ke bagian haluan dari KIA tersebut sampai akhirnya KIA tersebut mengurangi kecepatan lalu berhenti.
- Bahwa Saksi menjelaskan kronologis pemeriksaan kapal ikan asing BD 31185 TS bahwa Pada saat menaik i KIA tersebut kami mengumpulkan dan mengamankan ABK di bagian depan, setelah itu beberapa personil mengamankan benda-benda tajam yang ada. Kemudian setelah aman kami merapatkan KIA ke buritan KN. PULAU DANA – 323.
- Bahwa Saksi menjelaskan setelah melakukan pemeriksaan dan KIA merapat
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 11 dari 29 Putusan Nomor 17/Pid.Sus-Prk/2021/PNTpgke buritan, ABK diamankan ke ruang tahanan di KN. PULAU DANA – 323, dan kapal di kawal menuju ke pangkalan di Batam untuk proses hokum lebih lanjut;
- Bahwa Saksi menjelaskan tindakan saksi setelah melakukan pemeriksaan kapal KM. BD 31185 TS adalah mengamankan Kapal KM. BD 31185 TS beserta ABK, selanjutnya melakukan pengawalan terhadap kapal yang dibawa menuju ke Pangkalan PSDKP Batam Kota Batam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut;
Terhadap keterangan saksi yang dibacakan tersebut, Terdakwa memberikan pendapat membenarkan semuanya;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya, Penuntut Umum telah pula mengajukan permohonan untuk membacakan keterangan saksi penangkap di depan persidangan oleh karena berhalangan hadir sehubungan tugas negara;
Menimbang, bahwa atas permohonan Penuntut Umum tersebut dan setelah mendengarkan pendapat terdakwa bahwa ia tidak berkeberatan untuk dibacakannya keterangannya maka atas perintah Hakim Ketua Majelis, Penuntut Umum kemudian membacakan keterangan saksi penangkap JUHENDRIK, A.Md sebagaimana termuat dalam Berita Acara Pemeriksaan Penyidik, yang pada pokoknya sebagai berikut:
4. JUHENDRIK, A.Md, keterangannya dibacakan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa Saksi mengerti, dimintai keterangan sebagai saksi penangkap atas tertangkapnya kapal KM. BD 31185 TS;
- Bahwa Saksi menjelaskan kapal tempat saksi bekerja telah memeriksa dan menangkap kapal KM. BD 31185 TS, sekitar pukul 01.30 WIB, hari Sabtu tanggal 3 April 2021, di Laut Natuna. Posisi saat KIA berhasil di amankan pada koordinat 03º 37.496’ LU - 104º 52.882’ BT);
- Bahwa Saksi menjelaskan tidak ada kapal lain yang berada di sekitar kapal KM. BD 31185 TS pada saat ditangkap oleh KN-PULAU DANA-323 ;
- Bahwa Saksi menjelaskan Kapal KM. BD 31185 TS yang dinahkodai oleh terdakwa memang benar sewaktu akan dilakukan pemeriksaan kapal tersebut sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan di Wilayah Perairan Laut Natuna utara.
- Bahwa Saksi menjelaskan bahwa kapal KM. BD 31185 TS yang di Nahkodai oleh NGUYEN THANH TAM memang benar sewaktu akan dilakukan pemeriksaan kapal tersebut diduga sedang melakukan kegiatan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 12 dari 29 Putusan Nomor 17/Pid.Sus-Prk/2021/PNTpgpenangkapan ikan, di Wilayah perairan Laut Natuna Utara. Saksi pada saat itu selaku ketua Tim pemeriksa dengan surat perintah Nomor : Sprin-04/ PDN-323/IV/ 2021;
- Bahwa Saksi hanya menemukan beberapa identitas dari ABK dan dokumen lain dalam bahasa vietnam.
- Bahwa Saksi menjelaskan alat penangkapan ikan yang digunakan oleh kapal KM. BD 31185 TS adalah berupa alat penangkap ikan Jaring Cumi yang berjumlah 1 (satu) unit di atas kapal;
- Bahwa Saksi menjelaskan pada saat diperiksa oleh KN-PULAU DANA-323 keseluruhan awak kapal KM. BD 31185 TS tersebut berjumlah 6 (enam) orang termasuk nahkoda kapal yang kesemuanya berasal dari Vietnam ; - Bahwa Saksi menjelaskan pada saat pemeriksaan terhadap kapal KM. BD
31185 TS ditemukan alat navigasi berupa GPS dan kompas, dengan 1 Radio komunikasi;
- Bahwa Saksi menjelaskan di dalam palkah kapal KM. BD 31185 TS ketika dilakukan pemeriksaan, terdapat kurang lebih 20 (dua puluh) kg cumi;
- Bahwa Saksi menjelaskan ketika melakukan pemeriksaan kapal KM. BD 31185 TS saksi bersama 4 rekan lainnya yang juga anggota Tim Pemeriksa KN-PULAU DANA-323;
- Bahwa Saksi menjelaskan KM. BD 31185 TS berasal dari Vietnam dengan nakhoda bernama terdakwa Nguyen Thanh Tam warga negara Vietnam. - Bahwa Saksi menjelaskan KM. BD 31185 TS memasang bendera Vietnam
tapi digulung dan diikat di tiang;.
- Bahwa Saksi menjelaskan situasi pengejaran sampai pemeriksaan kapal BD 31185 TS oleh KN. PULAU DANA – 323 bahwa Situasinya pada saat itu Agak sulit bagi kami untuk melakukan pengejaran karena kondisi yang gelap dan gelombang yang cukup tinggi, ditambah KIA tersebut mematikan lampu dan terus bermanuver Karena KIA tidak kooperatif atas ijin dari komandan kami melakukan tembakan peringatan ke udara, dan karena KIA tersebut tidak mengurangi kecepatan, kami melakukan tembakan peringatan ke bagian haluan dari KIA tersebut sampai akhirnya KIA tersebut mengurangi kecepatan lalu berhenti.
- Bahwa Saksi menjelaskan kronologis pemeriksaan kapal ikan asing BD 31185 TS bahwa Pada saat menaik i KIA tersebut kami mengumpulkan dan mengamankan ABK di bagian depan, setelah itu beberapa personil mengamankan benda-benda tajam yang ada. Kemudian setelah aman kami merapatkan KIA ke buritan KN. PULAU DANA – 323.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 13 dari 29 Putusan Nomor 17/Pid.Sus-Prk/2021/PNTpg- Bahwa Saksi menjelaskan setelah melakukan pemeriksaan dan KIA merapat ke buritan, ABK diamankan ke ruang tahanan di KN. PULAU DANA – 323, dan kapal di kawal menuju ke pangkalan di Batam untuk proses hokum lebih lanjut;
- Bahwa Saksi menjelaskan tindakan saksi setelah melakukan pemeriksaan kapal KM. BD 31185 TS adalah mengamankan Kapal KM. BD 31185 TS beserta ABK, selanjutnya melakukan pengawalan terhadap kapal yang dibawa menuju ke Pangkalan PSDKP Batam Kota Batam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut
Terhadap keterangan saksi yang dibacakan tersebut, Terdakwa memberikan pendapat membenarkan semuanya;
Menimbang, bahwa Penuntut Umum telah mengajukan Ahli sebagai berikut:
1. WITONO,S.Pi, dibawah sumpah pada pokoknya memberikan pendapat sebagai berikut:
- NIP. 19691216 200312 1 006. Pekerjaan PNS dan saat ini menjabat kepala bidang perikanan tangkap Dinas Perikanan Kota Batam, Agama Islam, Kewarganegara Indonesia, Pendidikan Terakhir S.1, Tempat tinggal : Cluster Rajawali Jl. Rajawali 3 No. 21 Perum KDA Batam Center, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam;
- Ahli dalam keadaan sehat jasmani dan sehat rohani;
- Ahli bersedia dan akan memberikan keterangan yang sebenarnya sebagai Ahli di Bidang Perikanan atas tertangkapnya kapal KM. BD 31185 TS yang diduga melakukan tindak pidana Perikanan yaitu melakukan penangkapan ikan tanpa dilengkapi dokumen dan perijinan yang sah dari pemerintah Republik Indonesia;
- Yang mendasari ahli dalam memberikan keterangan saat ini adalah berdasarkan Surat Tugas Kepala Dinas Perikanan Kota Batam dengan Surat Perintah Tugas Nomor : 328/ SPT/DP-BT M/ PT/ 04/ 2021 tanggal 21 April 2021 atas Permohonan Bantuan Saksi Ahli dari Pangkalan PSDKP Batam nomor 266/PPNS-Kan/Lan.2/PW.511/IV/2021 tanggal 15 April 2021;
- Ahli telah melakukan pemeriksaan fisik kapal ikan KM. BD 31185 TS di Dermaga Pangkalan PSDKP Batam; beserta alat penangkapan ikan, dan perlengkapan lainya seperti alat navigasi dan alat komunikasi. Berdasarkan konstruksi kapal, KM. KM. BD 31185 TS merupakan jenis kapal penangkap ikan yang diperkuat adanya jaring purse seine Cumi
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 14 dari 29 Putusan Nomor 17/Pid.Sus-Prk/2021/PNTpgyang berada di atas kapal, kemudian terdapat alat navigasi GPS dan alat komunikasi radio;
- Ahli menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan fisik kapal, bahan kapal KM. BD 31185 TS terbuat dari kayu, alat tangkap ikan yang dipergunakan berupa jaring Cumi dengan hasil tangkapan cumi dan sotong kemudian di atas kapal KM. BD 31185 TS tidak ada dokumen yang sah dikeluarkan oleh pemerintah Republik Indonesia.. Berdasarkan alat penangkap ikan yang ada di atas Kapal KM. BD 31185 TS dapat disimpulkan bahwa kapal KM. BD 31185 TS merupakan kapal penangkap ikan dengan menggunakan alat tangkap Jaring purse seine yang dioperasikan dengan menggunakan 1 (satu) kapal. Berdasarkan dokumen dan bendera yang ditemukan diatas kapal KM. BD 31185 TS berasal dari Vietnam;
- Ahli menjelaskan bahwa penggunaan dan pengaturan alat penangkap ikan di Indonesia diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 59/ PERMEN-KP/ 2020 Tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Alat Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia dan Laut Lepas, Disebutkan dalam pasal 6 ayat (1) menyatakan API jaring lingkar (surrounding nets) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a terdiri atas: a. jaring lingkar bertali kerut (purse seine); dan b. jaring lingkar tanpa tali kerut (surrounding net without purse line). Selanjutnya pada ayat (2) Jaring lingkar bertali kerut (purse seine) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas: a. pukat cincin dengan satu kapal (one boat operated purse seine); dan b. pukat cincin dengan dua kapal (two boats operated purse seine), dan ayat (3) menyebutkan pukat cincin dengan satu kapal (one boat operated purse seine) sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a terdiri atas: a. pukat cincin pelagis kecil dengan satu kapal; b. pukat cincin pelagis besar dengan satu kapal; dan c. pukat cincin teri dengan satu kapal. Di ayat (4) menyatakan pukat cincin dengan dua kapal (two boats operated purse seine) sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, terdiri atas: a. pukat cincin pelagis kecil dengan dua kapal; dan b. pukat cincin pelagis besar dengan dua kapal. Dari hasil pengamatan dan pemeriksaan, alat penangkap ikan yang berada di kapal KM. BD 31185 TS merupakan alat penangkap ikan Purse Seine pelagis kecil;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 15 dari 29 Putusan Nomor 17/Pid.Sus-Prk/2021/PNTpg- Ahli menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 58/PERMEN-KP/2020 tentang Usaha Perikanan Tangkap, tertuang di Pasal 12, yang berwenang menerbitkan Perizinan Perikanan adalah :
a. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap menerbitkan SIUP, SIPI dan / atau SIKPI dengan ukuran kapal diatas 30 GT;
b. Gubernur menerbitkan SIUP, SIPI dan / atau SIKPI bagi kapal perikanan berbendera Indonesia berukuran 10 - 30 GT;
c. Gubernur menerbitkan SIUP, SIPI dan / atau SIKPI bagi kapal perikanan berbendera Indonesia berukuran sampai dengan 10 GT yang bukan dimiliki oleh nelayan kecil;
d. Gubernur menerbitkan SIUP dan SIPI bagi kapal penangkap ikan berukuran sampai dengan 10 GT yang bukan dimiliki oleh nelayan kecil yang beroperasi di kawasan konservasi perairan Nasional dan kawasan konservasi perairan daerah Provinsi;
e. Tanda daftar kapal perikanan (TDKP), untuk Nelayan Kecil yang berdomisili di wilayah administrasinya;
- Ahli menjelaskan lebih lanjut Berdasarkan pasal 26 ayat (1) UU no 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja menyebutkan bahwa Setiap orang yang melakukan usaha perikanan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia wajib memenuhi Perizinan Berusaha dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya berdasarkan norma, standar, prosedur, dan kriteria yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Perizinan berusaha dalam hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 58/ PERMEN-KP/ 2020 tentang Usaha Perikanan Tangkap, yaitu pada pasal 9 ayat (1) berbunyi Setiap Orang untuk melakukan Usaha Perikanan Tangkap di WPPNRI dan/atau Laut Lepas wajib memiliki izin Usaha Perikanan Tangkap. Pada pasal 9 ayat (2) disebutkan izin usaha perikanan tangkap terdiri atas Izin Usaha Perikanan yang diterbitkan dalam bentuk SIUP (Surat Izin Usaha Perikanan), Izin penangkapan ikan yang diterbitkan dalam bentuk SIPI, dan Izin pengangkutan ikan yang diterbitkan dalam bentuk SIKPI. Selain itu pada pasal 42 ayat (3) UU no 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja bahwa setiap kapal perikanan yang akan berlayar melakukan penangkapan ikan dan / atau pengangkutan ikan dari pelabuhan perikanan wajib memiliki persetujuan berlayar yang dikeluarkan oleh Syahbandar di Pelabuhan Perikanan;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 16 dari 29 Putusan Nomor 17/Pid.Sus-Prk/2021/PNTpg- Ahli menjelaskan bahwa Laut teritorial adalah jalur laut selebar 12 (dua belas) mil laut yang diukur dari garis pangkal kepulauan Indonesia; - Ahli menjelaskan bahwa Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia ( ZEEI ) adalah jalur di luar dan berbatasan dengan laut teritorial ndonesia sebagaimana ditetapkan berdasarkan undang - undang yang berlaku tentang perairan Indonesia yang meliputi dasar laut, tanah dibawahnya, dan air diatasnya dengan batas terluar 200 ( dua ratus) mil laut yang diukur dari garis pangkal laut teritorial Indonesia. suatu area diluar dan berdampingan dengan Laut teritorial Indonesia;
- Ahli menjelaskan bahwa Kapal KM. BD 31185 TS tidak diperkenankan melakukan penangkapan ikan di ZEEI karena tidak memiliki dokumen perizinan berusaha dalam melakukan usaha perikanan, yaitu melakukan penangkapan ikan sebagaimana ketentuan yang berlaku. Sehingga Apabila kapal KM.BD 31185 TS melakukan penangkapan ikan di ZEEI tanpa dilengkapi dokumen perizinan berusaha dari pemerintah Indonesia melanggar pasal 92 Paragraf 2 Bagian keempat Bab III UU UU nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, yaitu Setiap orang yang dengan sengaja di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia melakukan usaha perikanan yang tidak memenuhi Perizinan Berusaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah);
- Bahwa Ahli menerangkan bahwa semua keterangan yang ahli berikan adalah benar adanya;
Menimbang, bahwa selanjutnya untuk membuktikan dakwaannya, Penuntut Umum telah pula mengajukan permohonan untuk menghadirkan ahli pelayaran di depan persidangan;
2. Bayu Setyadi, S.St.Pi, dibawah sumpah pada pokoknya memberikan pendapat sebagai berikut:
- Ahli bersedia dan akan memberikan keterangan yang sebenarnya sebagai Ahli di Bidang Pelayaran/ Nautica atas tertangkapnya kapal KM. BD 31185 TS yang diduga melakukan tindak pidana Perikanan;
- Yang mendasari ahli dalam memberikan keterangan saat ini adalah berdasarkan Surat permintaan keterangan/ pendapat ahli dari pangkalan PSDKP Batam Nomor : 242/ PPNS-Kan/ Lan.2/ PW.511/ IV/2021 tanggal 27 April 2021;
- Ahli menjelaskan definisi pelayaran adalah satu kesatuan sistem yang terdiri
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 17 dari 29 Putusan Nomor 17/Pid.Sus-Prk/2021/PNTpgatas angkutan di Perairan, kepelabuhan, keselamatan dan keamanan, serta perlindungan lingkungan maritim sebagaimana disebutkan dalam pasal 1 ayat (1) dan ayat (36) UU RI Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran. - Ahli menjelaskan definisi kapal adalah kendaraan air dengan bentuk dan jenis tertentu, yang digerakkan dengan tenaga angin, tenaga mekanik, energi lainnya, ditarik atau ditunda , termasuk kendaraan yang berdaya dukung dinamis, kendaraan dibawah permukaan air, serta alat apung dan bangunan terapung yang tidak berpindah-pindah. Sebagaimana disebutkan dalam pasal 1 ayat (36) UU RI Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran.
- Ahli menjelaskan bahwa Batas wilayah laut Indonesia meliputi : 1. Batas Laut Teritorial 2. Batas Landas Kontinen 3. Batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEEI). - Ahli menjelaskan bahwa Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia ( ZEEI ) adalah suatu area diluar dan berdampingan dengan Laut teritorial Indonesia sebagaimana ditetapkan berdasarkan undang-undang yang mengatur tentang perairan Indonesia yang meliputi dasar laut, tanah dibawahnya, dan air diatasnya dengan batas terluar 200 (dua ratus) mil laut yang diukur dari garis pangkal laut teritorial Indonesia. Sebagaimana disebut dalam pasal 1 ayat (8) UU RI no 43 Tahun 2008 , Tentang Wilayah Negara; - Ahli menerangkan bahwa Berdasarkan Gambar situasi pengejaran dan Penghentian Kapal KM. BD 31185 TS oleh KN-PULAU DANA-323 dan Peta Laut No. 354 meliputi Laut Natuna Utara (Pulau-Pulau Anambas dan Natuna hingga Tanjung Datu) yang dikeluarkan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut Dinas Hidrografi dan Oseanografi tahun 2017 yang Diperlihatkan kepada Ahli, kapal KM. BD 31185 TS pada saat posisi Terdeteksi pada Koordinat 03º 43.317’ LU - 104º 55.512’ BT, dan kemudian dilakukan pemeriksaan pada posisi Koordinat 03º 37.496’ LU - 104º 52.882’ BT adalah benar berada di Laut Natuna Utara, Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang masuk kedalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI);
- Bahwa Ahli menerangkan bahwa semua keterangan yang ahli berikan adalah benar adanya;
Menimbang, bahwa Terdakwa di persidangan telah memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:
- Bahwa Terdakwa mengerti diperiksa sehubungan dengan tertangkapnya Kapal tempatnya bekerja oleh KN-PULAU DANA-323 ;
- Bahwa Terdakwa menerangkan bahwa tidak pernah dihukum dalam kasus apapun di Indonesia;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 18 dari 29 Putusan Nomor 17/Pid.Sus-Prk/2021/PNTpg- Bahwa Terdakwa tidak perlu di dampingi penasehat hukum/ pengacara Terdakwa akan menghadapi sendiri, walaupun penyidik sudah menyediakan penasehat hukum untuk Terdakwa;
- Bahwa Terdakwa bersedia membuat pernyataan penolakan didampingi Penasehat Hukum/ Pengacara;
- Bahwa Terdakwa lahir di Binh Dinh-Vietnam, 1987/ 34 Tahun, Jenis kelamin laki-laki, agama Budha, Warga Negara Vietnam, Pekerjaan Nelayan/ Nakhoda Kapal Penangkap Ikan KM. BD 31185 TS, Pendidikan kelas 4 Setara SD, Alamat Trung Luong,Cat Tien, Phu Cat, Binh Dinh - Vietnam. Terdakwa sudah berkeluarga dengan istri bernama LuongThi Hien dengan 4 (empat) anak. Terdakwa anak ke 3 (tiga) dari 6 (enam) bersaudara;
- Bahwa Kapal tempat Terdakwa bekerja bernama KM. BD 31185 TS yang merupakan kapal penangkap ikan dan jabatan Terdakwa di Kapal KM. BD 31185 TS adalah sebagai nahkoda Kapal;
- Bahwa Tidak ada identitas lain yang terpasang selain tulisan KM. BD 31185 TS yang berada pada sisi lambung kanan dan kiri kapal;
- Bahwa Kapal yang Terdakwa nakhodai tertangkap pada hari Sabtu Tanggal 03 April 2021 pada pagi hari sekira jam 01.30 pagi pada posisi 03° 37,496’ LU – 104° 52,882’ BT sesuai GPS;
- Bahwa Kapal KM. BD 31185 TS ditangkap karena telah melakukan penangkapan ikan di Perairan Indonesia menggunakan alat tangkap jarring cumi tanpa dokumen resmi dari Pemerintah indonesia;
- Bahwa Kapal KM. BD 31185 TS Saat ditangkap oleh petugas patroli KN-PULAU DANA-323 mengibarkan bendera Vietnam;
- Bahwa Kapal KM. BD 31185 TS yang Terdakwa nakhodai berasal dari Vietnam;
- Bahwa Terdakwa adalah pemilik kapal KM. BD 31185 TS sekaligus Nahkoda kapalnya, alamat Trung Luong,Cat Tien, Phu Cat, Binh Dinh - Vietnam; - Bahwa Terdakwa bekerja menjadi Nakhoda kapal KM. BD 31185 TS sudah
sekitar 4 (empat) tahun. ABK Kapal KM. BD 31185 TS berjumlah 6 (enam) orang termasuk Terdakwa sebagai Nakhoda. Semua awak kapal tidak memiliki Seaman book dan paspor;
- Bahwa yang bertanggung jawab di kapal KM. BD 31185 TS adalah Terdakwa selaku nakhoda kapal. Terdakwa memimpin dan mengatur semua kegiatan selama di atas kapal KM. BD 31185 TS. Terdakwa yang menentukan kemana arah berlayar kapal dan posisi penangkapan ikan. Semua awak kapal KM. BD 31185 TS kebangsaan Vietnam;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 19 dari 29 Putusan Nomor 17/Pid.Sus-Prk/2021/PNTpg- Bahwa Kapal KM. BD 31185 TS berangkat dari pelabuhan Ba Ria Vung Tao- Vietnam tanggalnya Terdakwa lupa dan sudah melaut sekitar 4 (empat) hari, sebelum tertangkap oleh Kapal Patroli Indonesia dengan nomor lambung kapal 323;
- Bahwa kapal Terdakwa KM. BD 31185 TS ditangkap Kapal Patroli Indonesia di perairan Indonesia , setelah melakukan penangkapan ikan di perairan Indonesia. Terdakwa menjelaskan baru menangkap ikan 3 (tiga) kali sebelum akhirnya terangkap oleh Kapal Patroli Indonesia;
- Bahwa Kapal Terdakwa KM. BD 31185 TS menangkap ikan menggunakan alat tangkap ikan Jaring cumi, Saat ini di atas kapal ada 1 (satu) unit jaring cumi dengan kondisi baik;
- Bahwa Terdakwa menjelaskan ciri-ciri alat tangkap jaring cumi yang digunakandi kapal KM. BD 31185 TS menyerupai separuh lingkaran dengan mulut jaring dilengkapi pelampung dari gabus dan ada pemberat jaring berbentuk cincin terbuat dari bahan timah dan stainless stell . Jaring berwarna biru, putih dan merah;
- Bahwa Terdakwa menjelaskan cara mengoperasikan alat tangkap jaring cumi yang digunakan di kapal KM. BD 31185 TS pertama tama diturunkan pelampung, setelah itu badan jaring, Ketika badan jaring sudah diturunkan seluruhnya kedalam air baru terakhir adalah pemberat , posisi kapal dalam keadaan diam dan mengikuti arah angin. Lampu dalam keadaan hidup semua, setelah ikan/ cumi mendekat maka lampu satu persatu dimatikan, tinggal satu yang lampu yang masih menyala untuk menggiring cumi kedalam jarring . Setelah cumi masuk kedalam jaring maka tali jaring ditarik sehingga jaring tertutup, kemudian jaring diangkat setelah alat tangkap naik keatas dek kapal baru hasil tangkapan ikan disortir lalu dimasukan kedalam palkah yang sudah terisi es. Selanjutnya hasil tangkapn ikan berupa cumi cumi dibelah lalu dijemur selama lebih kurang 1-2 hari hingga kering. Setelah itu dimasukan kedalam kantong plastic dan selanjutnya dimasukan kedalam palkah. Alat tangkap ini dioperasikan malam hari sedang siang hari digunakan untuk istirahat;
- Bahwa Terdakwa menjelaskan Sewaktu ditangkap diatas Kapal KM. BD 31185 TS terdapat cumi sekitar 20 (dua puluh) kilogram;
- Bahwa Terdakwa menjelaskan saat ditangkap oleh KN-PULAU DANA-323 , kapal KM. BD 31185 TS sedang berlayar menuju perairan Malaysia menghindari kejaran kapal patrol Indonesia. Sebelumnya kapal terdakwa
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 20 dari 29 Putusan Nomor 17/Pid.Sus-Prk/2021/PNTpgmenangkap ikan di perairan Indonesia , namun saat tahu ada kapal patroli kapal Terdakwa berencana masuk ke perairan Malaysia;
- Bahwa Terdakwa menjelaskan kapal KM. BD 31185 TS menangkap cumi/ ikan di perairan Indonesia karena di perairan laut Vietnam ikannya sedikit; - Bahwa Terdakwa menjelaskan ikan hasil tangkapan dari kapal KM. BD 31185
TS rencana dibawa sendiri ke pelabuhan Vung Tao, Vietnam;
- Bahwa Terdakwa menjelaskan kapal KM. BD 31185 TS dilengkapi dengan peralatan navigasi dan komunikasi seperti GPS, Kompas, dan Radio. Semuanya masih berfungsi baik;
- Bahwa Terdakwa menjelaskan Merk Mesin Utama kapal KM. BD 31185 TS adalah isuzu 6 silinder sedangkan untuk daya terdakwa tidak tahu;
- Bahwa Terdakwa menjelaskan kapal KM. BD 31185 TS tidak memiliki dokumen perijinan dari pemerintah Indonesia , tapi mempunyai dokumen dari pemerintah Vietnam;
- Bahwa Terdakwa menjelaskan bahwa kapal KM. BD 31185 TS tidak pernah masuk dan bersandar di pelabuhan Indonesia;
- Bahwa Terdakwa menjelaskan sistem gajinya Terdakwalah yang membayarkan untuk para ABK masing masing 8 juta Dong per bulan melalui perantara/ calo;
- Bahwa Terdakwa menjelaskan kapal yang ada di dermaga Pangkalan PSDKP Batam adalah Kapal yang Terdakwa nakhodai;
- Bahwa Terdakwa menjelaskan alat navigasi dan komunikasi tersebut betul milik Kapal KM. BD 31185 TS. Alat navigasi dan komunikasi seperti GPS, radio, dan kompas masih berfungsi dengan baik dan dipergunakan saat di laut;
- Bahwa Terdakwa menjelaskan benar alat tangkap yang diperlihatkan oleh penyidik adalah alat penangkap ikan yang Terdakwa pergunakan;
- Bahwa Terdakwa menjelaskan semua keterangan yang diberikan sudah benar;
Menimbang, bahwa Penuntut Umum mengajukan barang bukti sebagai berikut:
- 1 (satu) unit Kapal KM BD 31185 TS
- 1 (satu) unit GPS Navigator Sunhang SH-788A - 1 (satu) unit Kompas Express
- 1 (satu) unit Radio Icom IC-718 - 1 (satu) unit Mesin Isuzu
- 1 (satu) Unit Alat Tangkap jaring cumi
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 21 dari 29 Putusan Nomor 17/Pid.Sus-Prk/2021/PNTpg- ± 20 (dua puluh) kg cumi - 1 (satu) buah Bendera Vietnam; - 1 (satu) bendel Dokumen Kapal
Menimbang, bahwa berdasarkan alat bukti dan barang bukti yang diajukan diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut:
- Bahwa Nakhoda kapal KM. BD 31185 TS adalah diri terdakwa yang bernama NGUYEN THANH TAM berkewarganegaraan Vietnam;
- Bahwa kapal KN-PULAU DANA-323 telah memeriksa kapal KM. BD 31185 TS, pada hari Sabtu tanggal 03 April 2021 jam 01.30 Wib di Laut Natuna Utara Berdasarkan gambar posisi kapal KM. BD 31185 TS saat terdeteksi dan diperiksa oleh KN-PULAU DANA-323 dan Peta Laut No. 354 meliputi Laut Natuna Utara (Pulau-Pulau Anambas dan Natuna hingga Tanjung Datu) yang dikeluarkan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut Dinas Hidrografi dan Oseanografis tahun 2017 yang diperlihatkan kepada Ahli, kapal KM. BD 31185 TS pada saat posisi Terdeteksi pada Koordinat 03º 43.317’ LU - 104º 55.512’ BT dan dilakukan pemeriksaan pada posisi Koordinat 03° 37,496’ LU – 104° 52,882’ BT adalah benar berada di Laut Natuna Utara, Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang masuk kedalam Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI); - Bahwa Kapal KM. BD 31185 TS sewaktu akan dilakukan pemeriksaan
sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan dengan alat tangkap jaring cumi di Laut Natuna Utara, ZEEI. Pada saat diperiksa kapal KM. BD 31185 TS tersebut tidak memiliki dokumen perizinan baik berupa Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) maupun Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) serta dokumen lainnya yang dikeluarkan secara sah oleh Pemerintah Republik Indonesia;
- Bahwa di dalam palkah kapal KM. BD 31185 TS ketika dilakukan pemeriksaan, terdapat ikan hasil tangkapan sebanyak kurang lebih 20 (dua puluh) kg cumi;
- Bahwa Kapal KM. BD 31185 TS berasal dari negara Vietnam. yang berangkat dari pelabuhan Vung Tao -Vietnam;
- Bahwa Kapal KM. BD 31185 TS mengoperasikan alat penangkap ikan jaring cumi;
- Bahwa berdasarkan konstruksinya kapal, KM. KM. BD 31185 TS merupakan jenis kapal penangkap ikan dengan menggunakan jenis alat tangkap jaring cumi yang ditandai dengan adanya palkah, adanya alat penggulung tali/ winch, kemudian alat navigasi GPS dan alat komunikasi Radio;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :