• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh: R.Djokopranoto 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Oleh: R.Djokopranoto 1"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh: R.Djokopranoto

(2)

1. Peran Fungsi Pembelian dalam perusahaan 2. Isu-isu penting dalam Strategic Purhasing

Management

3. Mendidik Ahli Pengadaan/Pembelian

4. Beberapa Pengalaman industri minyak dan

gas bumi

(3)
(4)

Dua istilah yang hampir sama dan sering digunakan dalam arti yang sama;

Sebetulnya ada perbedaan sbb:

 Pembelian ( purchasing ) hanyalah fungsi membeli

 Pengadaan ( procurement ) mencakup lebih luas yaitu membeli, menyewa, meminjam, menukar, sewa-guna (leasing), membuat, dsb.

Istilah manajemen yang lebih populer adalah Purchasing Management , yang sebetulnya

menyangkut ke dua istilah tersebut

(5)

Gambar 1

Evolusi Fungsi Purchasing

Sebelum 1939 1940-1949 1950-1969 1970-1989 1990-1999

2000 dst.

Integrasi stra- tegi korporat Manajerial

Perang Dunia II

Klerikal. Strategi

Pembelian

Integrasi de- ngan jaringan pasokan dan

teknologi informasi

(6)

Sampai dengan 1900, belum ada istilah bagian Purchasing.

Literatur pertama tentang Purchasing terbit 1887 oleh perusahaan kereta api di USA.

Tahun 1915 lahir The National Association of Purchasing Agents di USA.

Tahun 1967 berubah menjadi The National

Association of Purchasing Management (NAPM).

Tujuan utama NAPM meningkatkan profesionalisme

para buyer .

(7)

I.DARI SUDUT PANDANG BISNIS PERUSAHAAN a.Salah satu fungsi penting dalam bisnis b.Salah satu elemen pokok mendukung

produksi

c.Salah satu bagian yang bertanggungjawab untuk pembuatan barang di luar.

II.DARI SUDUT PANDANG STRATEGI PERUSAHAAN a.Sebagai profit centre

b.Sebagai fungsi strategis perusahaan

(8)
(9)

STRATEGIC PURCHASING MANAGEMENT

SUPPLY CHAIN

SUPPLIER-BUYER PARTNERSHIP OUTSOURCING

REVERSE MARKETING

PERFORMANCE MEASUREMENT &

BENCHMARKING COST CONTROL DELIVERY CONTROL

(10)

SUPPLY CHAIN adalah konsep atau cara pendekatan logistik (pembelian, pengangkutan, pergudangan, distribusi) yang terintegratif dalam seluruh mata rantai aliran barang, bukan hanya dalam satu perusahaan saja.

Manufacturer Distributor Retailer Supplier

Customer

Information, Product and Funds Flows

(11)

Kemitraan vs Lawan dengan kepentingan yang bertentangan

Prinsip-prinsip kemitraan

 Mempunyai tujuan yang sama ( mutual goal )

 Saling menguntungkan ( mutual benefit )

 Saling percaya ( mutual trust )

 Bersifat terbuka ( transparent)

 Menjalin hubungan jangka panjang ( long term relationship)

 Perbaikan terus menerus dalam biaya dan mutu

( continuous improvement in cost and quality)

(12)

Kecenderungan perusahaan untuk meng- outsource- kan non core business- nya

Manfaat outsourcing

 Lebih memfokuskan pada core business

 Memanfaatkan kemampuan world class company

 Menekan biaya

 Lebih menjamin ketepatan penyerahan

 Memecahan masalah yang sulit dikendalikan

 dsb.

(13)

‘ Procurement ’ adalah ‘ reverse marketing ’

‘ Marketing management ’ lebih tua daripada

‘ purchasing management ’

Pendekatan marketing management dapat

digunakan juga dalam purchasing management

Beberapa pendekatan marketing

 Lebih agresif dan imaginatif

 Lebih aktif mengambil inisiatif

 Kita lebih membutuhkan mereka

 Membujuk pembeli

Pembeli tidak lagi selalu ‘raja’

(14)

Barang dibeli dan datang tepat pada saat menjelang diperlukan

Strategi jitu untuk menekan biaya pembelian dan penjamin ketepatan penyerahan barang

Pertama kali dikembangkan oleh Toyota Jepang

Mutlak diperlukan ‘ supplier-buyer partnership ’

sebagai suatu ‘ strategic partnership ’

(15)

Kinerja bagian pembelian perlu diukur dan

dilakukan benchmarking dengan best practice

Yang diukur terutama efisiensi dan efektivitas

Contoh :

 Total purchase per purchasing employee

 Total purchases as a percent of sales

 Warehouse inventory as a percent of purchases

 Cost of purchasing department as a percent of purchases, etc

Benchmark dengan best practice misalnya data

CAPS ( Centre for Advanced Purchasing Studies)

(16)

Ada pergeseran pandangan tentang fungsi pembelian, yaitu dari ‘ cost center ’ menjadi

‘ profit center ’

Sebagai akibatnya, juga ada pergeseran

pandangan tentang fungsi pembelian, yaitu dari sekedar ‘ technical activities ’ menjadi

‘ strategic activities ’

Kegiatan strategis adalah kegiatan yang ikut

menentukan hidup-mati atau berkembang

tidaknya suatu perusahaan

(17)

Pengaruh Penghematan Pembelian Pada Keuntungan Perusahaan pada suatu Tipikal

Perusahaan Manufaktur

Pendapatan $ 500.000.000

Biaya pembelian 320.000.000 (64%) Biaya gaji dan upah 100.000.000 (20%)

Biaya lain 40.000.000 ( 8%)

Keuntungan sebelum pajak 40.000.000 ( 8%) ---

5% penghematan dalam pembelian ($ 16.000.000) akan

menaikkan keuntungan 40%

(18)

Beberapa dampak perubahan pandangan

bahwa fungsi purchasing merupakan profit center dan bukan hanya sekedar cost center : 1.Pemberian penghargaan lebih tinggi pada

purchasing manager

2.Tugas purchasing memerlukan keahlian dan ketrampilan khusus

3.Perubahan kesadaran bahwa petugas

purchasing perlu dipersiapkan menjadi

seorang ahli/profesional

(19)
(20)

Pembelian sebagai fungsi

Pembelian sebagai proses

Pembelian dalam hubungnanya dengan mata rantai pasokan dan nilai

Pembelian sebagai disiplin

Pembelian sebagai profesi Dari perspektif ini tugas pembelian

adalah suatu profesi dan petugasnya

haruslah

(21)

Difinisi Millerson (1964)

‘ Profession is a type of higher-grade non- manual occupation with both subjectivity and objectivity recoqnised occupational status, possessing a well-defined area of study or concern and providing a definite service after advanced training and

education’

(22)

Menurut Millerson

 Ketrampilan berdasarkan pengetahuan teoritis

 Keterampilan yang membutuhkan pelatihan dan pendidikan

 Denominasi kompetensi profesi dengan lulus suatu tes

 Ketaatan pada integritas dengan mengacu pada kode etik tertentu

 Pemberian layanan pada barang keperluan publik

 Profesi tersebut terorganisasi

(23)

Jenis-jenis diklat menurut tujuan

Jenis diklat menurut subyek

Jenis diklat menurut cara pelaksanaan

Jenis-jenis diklat menurut durasi pelaksanaan

Jenis-jenis diklat menurut pelaksana

Jenis-jenis diklat menurut tempat

pelaksanaan

(24)

1.Diklat pra-jabatan ( pre-employment training ) Mempersiapkan calon karyawan

2.Diklat jabatan (penataran)

Membekali karyawan untuk pelaksanaan tugas sekarang

3.Diklat pengembangan

Mempersiapkan karyawan untuk

pelaksanaan tugas yang akan datang yang lebih berat/tinggi

4.Diklat konversi

Mendidik karyawan yang beralih tugas

(25)

1.Diklat umum

Diklat tentang pengetahuan atau

ketrampilan umum yang harus diikuti

semua karyawan seperti misalnya bahasa asing, keselamatan kerja, manajemen, dsb.

2. Diklat profesi

Diklat pendalaman keahlian dalam profesi tertentu seperti pembelian/pengadaan dsb.

3.Diklat khusus

Diklat yang bersifat khusus seperti Pancasila,

pengembangan mental, dsb.

(26)

Dalam ruang kelas

Dalam bentuk kursus/seminar/ workshop dsb

Belajar sambil bekerja ( on the job training )

Dalam bentuk kerja magang

Dalam bentuk kunjungan kerja

(27)

Waktu singkat sekali (1-2 hari)

Waktu singkat (1-2 minggu)

Waktu sedang (1-6 bulan)

Waktu panjang (1 tahun lebih)

(28)

1.Dilaksanakan sendiri ( in house training )

2.Dilaksanakan pihak ketiga atas permintaan khusus ( outsourcing )

3.Dilaksanakan oleh asosiasi profesi atau lembaga tertentu (misalnya dalam bentuk sertifikasi)

4.Dilaksanakan oleh lembaga pendidikan

formal (perguruan tinggi)

(29)

Di dalam negeri

Di luar negeri

(30)

Contoh sertifikasi oleh NAPM ( the National Association of Purchasing Management, USA )

CPM = Certified Purchasing Manager

CIPM = Certified International Purchasing Manager

CISM = Certified International Sourcing Manager

APP = Accredited Purchasing Practitioner

(31)

Tugas pembelian

Prinsip-prinsip pembelian

Sumber pembelian

Tata cara pembelian

Pembelian barang kapital

Strategi dan teknik pembelian

Pelelangan, beli langsung, tunjuk

Pembuatan Surat Pesanan

Taktik dan strategi negosiasi

Incoterm

Metoda pembayaran

Pengendalian harga

Pengendalian mutu

Pemilihan dan evaluasi pemasok

E-procurement

Pengetahuan barang

(32)

Aspek hukum pembelian

Kontrak pembelian jangka panjang

Pengukuran kinerja bagian pembelian

Perencanaan dan audit pembelian

Kemitraan pembeli- penjual

Supply chain

Pendekatan reverse marketing dalam

pembelian

Outsourcing dalam pembelian

Pembelian di muka, pembelian spekulatif, hedging

Pembelian tepat waktu ( just in time purchasing )

Pembelian barang umum dan suku cadang

Pembelian dalam negeri

dan luar negeri

(33)
(34)

Pre-employment Training (1950-1961)

a) Dalam bentuk MPS ( Middelbare Petroleum School) , kemudian berubah menjadi

Petroleum College (Pendidikan Ahli Minyak) b) Tujuannya untuk mendidik tenaga ahli

Indonesia untuk menggantikan orang asing c) Berupa tingkat akademi ( 2 tahun), dalam

berbagai disiplin termasuk Materials

Administrations (istilah logistik waktu itu) yang mencakup procurement/purchasing, warehousing, inventory control, dan

distribution )

(35)

Pre-emplyoment Training (2001-2004) Logistik Supervisory Training (LST)

-untuk menyediakan tenaga penyelia logistik di lapangan

-direkrut dari lulusan D3 -dididik selama 24 bulan -dilakukan di Balikpapan

-60% di kelas dan 40% praktek lapangan -sepenuhnya dilaksanakan dalam bahasa

Inggris

(36)

Akademi Minyak dan Gas Bumi (Akamigas 3 tahun) di Cepu

Untuk pendidikan pra-jabatan dan pendidikan keahlian

Bidang studi: beberapa disiplin dalam industri migas termasuk Logistik (pembelian,

pengendalian persediaan, pergudangan, distribusi)

Disediakan untuk perusahaan yang bergerak

di bidang migas (BUMN, asing, kontraktor)

(37)

1.Pendidikan Pra-Jabatan,

Ada beberapa model yang dikembangkan a) Crash Program Training (CPT) Logistik

Rekruiting sarjana ekonomi dan dididik selama 9 bulan

b) Bimbingan Profesi Sarjana Logistik (BPSL)

Rekruting sarjana beberapa disiplin dan dididik selama 12 bulan

c) Bimbingan Praktis Ahli Logistik (BPAL)

Rekruiting lulusan D3 politeknik dan

dididik selema 24 bulan

(38)

2. Penataran Logistik

Beberapa model yang dikembangkan a) Kader Logistik A

Untuk karyawan berijazah S1 dengan durasi 12 bulan yang belum dididik kelogistikan

b) Kader Logistik B

Untuk karyawan berizasah SM dengan

durasi 18 bulan yang belum dididik

kelogistikan

(39)

2. Penataran Logistik (lanjutan)

c) Penataran Logistik Penyegaran Manajemen (PLPM)

Untuk menyiapkan manajer senior

dengan durasi 6 minggu, dengan disiplin ketat

d) Penataran Logistik Pemantapan Golongan Madya (PLPGM)

Terutama sebagai diklat konversi

karyawan yang pindah ke bagian Logistik dengan durasi 4 minggu

e) dsb.

(40)

3. Diklat Pengembangan

a) Management program di luar negeri (1- 3 bulan)

b) On the job training di perusahaan asing di luar negeri (3 bulan)

c) Mengikuti program S2 ( MBA Logistics ) di universitas luar negeri

d) Tour of duty

e) Tour of area

(41)

Referensi

Dokumen terkait

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Penanganan Pengaduan

Faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan fungsi paru pada pekerja penggilingan padi berdasarkan hasil analisis artikel terdiri dari umur, Lama kerja, masa

Dalam melakukan pemungutan pajak terhadap wajib pajak yang berada di 12 keca- matan yang ada di Kabupaten Pelalawan tentu saja dibutuhkan dana atau biaya yang tidak sedikit,

Pemanfaatan kotoran sapi perah menjadi biogas sangat cocok dikembangkan pada peternakan BBG karena selain mengurangi dampak lingkungan juga menambah keuntungan dan

Kombinasi antara teknik kultur jaringan dengan induksi mutasi dengan sinar gamma dapat menghasilkan keragaman genetik yang lebih tinggi daripada tanaman yang tumbuh dari biji..

Jika dalam suatu perusahaan mengabaikan sistem pengendalian persediaannya atau melakukan kesalahan pada saat menentukan jumlah persediaan maka perusahaan tersebut

Penyakit belang pada tanaman lada pada awalnya diduga disebabkan oleh mikoplasma, namun hasil penelitian di beberapa negara menunjukka n bahwa penyakit ini disebabkan oleh dua

Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui apakah hasil belajar mahasiswa UPBJJ UT Medan yang diajar menggunakan media internet pada pembelajaran berbasis masalah lebih