• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN MEDIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "METODE PENELITIAN MEDIA"

Copied!
168
0
0

Teks penuh

(1)

METODE PENELITIAN MEDIA

Dr Rulli Nasrullah, M.Si

FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

2016

(2)

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR

SEKILAS TENTANG FIDIK DAFTAR ISI

BAB I PEDOMAN MENYUSUN PROPOSAL SKRIPSI A. Latar Belakang Masalah

B. Rumusan Masalah C. Hipotesis (Kuantitatif)

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian E. Kerangka Teori

F. Tinjauan Pustaka G. Metodologi Penelitian

1. Paradigma Penelitian 2. Metode Penelitian

3. Prosedur Pengambilan Data 4. Tenik Analisis Data

5. Uji Validasi dan Reliabilitas (Kuantitatif) H. Daftar Pustaka

BAB II PENULISAN SKRIPSI A.

Bagian Awal

1.

Lembar Judul

2.

Lembar Pengesahan 3.

Lembar Persetujuan

4.

Lembar Pernyataan Keaslian 5.

Abstrak

6.

Prakata 7.

Daftar Isi 8.

Daftar Tabel 9.

Daftar Gambar 10. Daftar Singkatan B.

Bagian Utama

1. Kualitatif

a) Bab Pendahuluan b) Bab Kerangka Teori c) Bab Temuan Penelitian

d) Bab Analisis/Interpretasi thd Temuan Penelitian e) Bab Penutup

f) Daftar Pustaka 2. Kuantitatif

a) Bab Pendahuluan b) Bab Kerangka Teori c) Bab Metodologi Penelitian d) Bab Objek/Subjek Penelitian e) Bab Hasil Penelitian

f) Bab Penutup

g) Daftar Pustaka

(3)

C.

Bagian Akhir 1.

Lampiran

2.

Daftar Riwayat Hidup

BAB III TATA CARA MENYUSUN PROPOSAL SKRIPSI DAN PENULISAN SKRIPSI

A.

Bahan dan Ukuran Kertas

B.

Sampul Proposal Skripsi dan Skripsi C.

Pengetikan

D.

Penomoran

E.

Tabel dan Gambar F.

Bahasaac

G.

Penulisan Nama H.

Catatan Kaki I.

Istilah

J.

Kutipan

K.

Daftar Pustaka BAB IV LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1: Contoh Sampul Skripsi

Lampiran 2: Contoh Lembar Peryantaan Keaslian Lampiran 3: Contoh Pernyataan Bebas Plagiasi

Lampiran 4: Contoh Lembar Pengesahan Proposal Skripsi Lampiran 5: Contoh Lembar Halaman Pengesahan

Lampiran 6: Contoh Halaman Persetujuan Lampiran 7: Contoh Lembar Abstrak Lampiran 8: Contoh Daftar Singkatan

Lampiran 9: Contoh Daftar Pustaka dan pengutipan Lampiran 10: Transliterasi Arab Latin

Lampiran 11: Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

(4)

BAB I

PEDOMAN MENYUSUN PROPOSAL SKRIPSI

Salah satu prasyarat penting sebelum mahasiswa menulis Skripsi adalah diwajibkan meyusun usulan penelitian (proposal) Skripsi terlebih dahulu. Bab ini merupakan penjelasan secara umum yang menggambarkan isi proposal Skripsi.

A. Latar Belakang Masalah

Latar belakang penelitian menjelaskan situasi permasalahan yang ada atau isu yang sekiranya perlu diteliti. Peneliti menjelaskan tentang kesenjangan antara fakta dan apa yang ada (Das Sein) dengan harapan atau apa yang seharusnya (Das Sollen) sebagai masalah penelitian. Dengan kata lain, dalam latar belakang ini, seorang peneliti harus mampu mengemukakan dan meletakkan penelitian yang akan dilakukan dalam peta keilmuan yang menjadi perhatian peneliti.

Karena itu, di dalam latar belakang masalah sebuah penelitian, paling tidak memuat beberapa hal penting berikut ini: 1) Pernyataan tentang fenomena atau gejala yang akan diteliti seorang peneliti. Dalam hal ini, permasalahan yang diangkat boleh dari masalah teoretis ataupun dari masalah praktis; 2) Peneliti harus mampu memberikan argumentasi terkait pemilihan topik/tema penelitian.

Misalnya menunjukkan permasalahan sebagai perbedaan antara konsep atau teori yang ada; 3) Peneliti mampu menguraikan situasi yang melatarbelakangi masalah; 4) Menguraikan penelitian terdahulu yang ada kaitannya dengan topic yang diteliti; 5) Menyampaikan intisari dan kerangka teori yang menjadi masalah, termasuk di dalamnya mengemukakan identifikasi masalah, pemilihan masalah, isu atau tema sentral.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah ini dimbil dari uraian identifikasi msalah yang dibatasi oleh ruang lingkup penelitian. Dengan kata lain, rumusan masalah memiliki butir-butir masalah yang lebih sedikit dengan uraian identifikasi masalah. Selain itu, rumusan masalah biasanya dituliskan dalam bentuk kalimat tanya.

Bila disimpulkan, perumusan masalah penelitian dengan memperhatikan;

1) Relevansi dengan waktu; 2) Berhubungan dengan suatu persoalan teoretis atau praktis; 3) Berorientasi pada teori; 4) Dinyatakan dalam kalimat tanya atau pernyataan yang mengandung masalah penelitian. (5) Sebaiknya dalam rumusan masalah ini diuraikan dengan ungkapan jelas, tegas, dan konkret masalah yang akan diteliti;

C. Hipotesis

Perlu diketahui bahwa tidak semua penelitian kuantitatif memerlukan Hipotesis penelitian. Penelitian kuantitatif yang bersifat eksploratoris dan deskriptif tidak membutuhkan Hipotesis. Oleh karena itu, di dalam sub-bab Hipotesis penelitian tidak harus ada dalam Skripsi, Skripsi, atau disertasi hasil penelitian kuantitatif.

Perlu diingat bahwa secara prosedural Hipotesis penelitian diajukan

setelah peneliti melakukan kajian pustaka, karena Hipotesis penelitian adalah

rangkuman dari kesimpulan-kesimpulan teoretis yang diperoleh dari kajian

pustaka. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah

(5)

penelitian yang secara teoretis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya.

Karena itu, bila diringkas, Hipotesis memiliki makna berikut ini; 1) Hipotesis adalah pernyataan yang masih lemah tingkat kebenarannya sehingga masih harus diuji menggunakan teknik tertentu; 2) Hipotesis dirumuskan berdasarkan teori, dugaan, pengalaman pribadi/orang lain, kesan umum, kesimpulan yang masih sangat sementara; 3) Hipotesis adalah jawaban teoritik atau deduktif dan bersifat sementara; 4) Hipotesis adalah pernyataan keadaan populasi yang akan diuji kebenarannya menggunakan data/informasi yang dikumpulkan melalui sampel.

Rumusan Hipotesis hendaknya bersifat definitif atau direksional. Artinya, dalam rumusan Hipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan atau perbedaan antar variabel, perlu ada bagian tersendiri yang berisi penjelasan tentang pandangan atau kerangka berpikir yang digunakan peneliti berdasarkan teori-teori yang dikaji.

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Di dalam sebuah penelitian harus memiliki tujuan dan manfaat. Tujuan adalah merujuk pada hasil yang akan dicapai atau diperoleh dari maksud penelitian. Sementara dalam manfaat penelitian, setidaknya terdapat aspek teoretis dan praktis. Manfaat teoretis apa yang dapat dicapai dari masalah yang diteliti dan manfaat praktis apa yang dapat dicapai dari penerapan pengetahuan yang dihasilkan penelitian.

E. Kerangka Teori

Kerangka teori dapat dikatakan sebagai otak di dalam sebuah penelitian.

Kerangka teori tidak dapat dikembangkan apabila sang peneliti belum mempelajari pustaka. Sebaliknya, apabila sang peneliti belum mempunyai kerangka teori maka ia tidak akan dapat membaca pustaka dengan efektif.

Itu mengapa karangka teori kerap disebut rangkaian penalaran dalam suatu kerangka berdasarkan pada teori/konsep untuk sampai pada simpulan- simpulan yang berakhir pada Hipotesis-Hipotesis yang akan diuji secara empiris (kalau perlu ditampilkan dalam bentuk bagan alur pemikiran). Kerangka teori terdiri dari teori-teori atau isu-isu di mana penelitian kita terlibat di dalamnya dan memberikan panduan pada saat peneliti membaca pustaka.

F. Tinjauan Pustaka

Sebelum menyusun usulan penelitian, tentu tugas seorang peneliti telah mencari, kemudian membahas terbitan-terbitan (publikasi) yang berhubungan dengan topik atau masalah penelitian. Untuk itu, literature review dari setiap terbitan/buku/publikasi yang dianggap relevan dibahas secara kritis, yang meliputi: 1) Siapa yang pernah meneliti topik atau masalah itu; 2) Di mana penelitian itu dilakukan; 3) Apa unit dan bidang studinya; 4) Bagaimana pendekatan dan analisisnya; 5) Bagaimana kesimpulannya; 6) Apa kritikan terhadap studi itu.

G. Metodologi Penelitian

(6)

Metode penelitian memuat: paradigma penelitian, metode penelitian, prosedur pengambilan data, teknik analisa data, uji validasi dan realibitas (kuantitatif).

1. Paradigma Penelitian

Paradigma adalah seperangkat asumsi tersurat dan tersirat yang menjadi gagasan-gagasan ilmiah (Ihalauw, 2004). Paradigma bukan masalah salah atau benar, melainkan lebih memberikan manfaat atau kurang bermanfaat sebagai sebuah cara pandang terhadap sesuatu.

Dalam sebuah penelitian, terutama penelitian sosial, pasti akan bertemu dengan pilihan pada aspek analisis data, apakah mengikuti paradigma kualitatif atau kuantitatif atau gabungan keduanya. Perbedaan antara kualitatif dan kuantitatif ini dibedakan oleh paradigma yang masing-masing menjadi kesepahaman para ahli-ahli pengikutnya.

Penelitian Kualitatif

- Pendekatan konstruktifis, naturalistis (interpretatif), atau perspektif postmodern.

- Menekankan pada pemahaman mengenai masalah-masalah dalam kehidupan sosial berdasarkan kondisi realitas.

- Realitas bersifat subyektif dan berdimensi banyak.

- Peneliti berinteraksi dengan fakta yang diteliti.

- Tidak bebas nilai dan bias.

- Pendekatan induktif.

- Penyusunan teori dengan analisis kualitatif.

Penelitian Kuantitatif

- Paradigma tradisional, positivis, eksperimental, empiris.

- Menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik.

- Realitas bersifat obyektif dan berdimensi tunggal.

- Peneliti independen terhadap fakta yang diteliti.

- Bebas nilai dan tidak bias.

- Pendekatan deduktif.

- Pengujian teori dan analisis kuantitatif.

2. Metode Penelitian

Metodelogi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Sebab, hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian. Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing. Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu.

Ada tiga model penelitian yang dikenal luas selama ini, yakni

penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif, dan penelitian campuran

(kualitatif sekaligus kuantitatif).

(7)

Penelitian Kualitatif

Salah satu ciri penting penelitian kualitatif menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam suatu situasi sosial merupakan kajian utama penelitian kualitatif. Peneliti pergi ke lokasi tersebut, memahami dan mempelajari situasi. Studi dilakukan pada waktu interaksi berlangsung di tempat kejadian. Peneliti mengamati, mencatat, bertanya, menggali sumber yang erat hubungannya dengan peristiwa yang terjadi saat itu. Hasil-hasil yang diperoleh pada saat itu segera disusun saat itu pula. Apa yang diamati pada dasarnya tidak lepas dari konteks lingkungan di mana tingkah laku berlangsung.

Penelitian kualitatif memiliki sifat deskriptif analitik. Data yang diperoleh seperti hasil pengamatan, hasil wawancara, hasil pemotretan, analisis dokumen, catatan lapangan, disusun peneliti di lokasi penelitian, tidak dituangkan dalam bentuk dan angka-angka. Peneliti segera melakukan analisis data dengan memperkaya informasi, mencari hubungan, membandingkan, menemukan pola atas dasar data aslinya (tidak ditransformasi dalam bentuk angka). Hasil analisis data berupa pemaparan mengenai situasi yang diteliti yang disajikan dalam bentuk uraian naratif.

Selain itu, penelitian kualitatif juga menekankan pada proses bukan hasil. Data dan informasi yang diperlukan berkenaan dengan pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana untuk mengungkap proses bukan hasil suatu kegiatan. Apa yang dilakukan, mengapa dilakukan dan bagaimana cara melakukannya memerlukan pemaparan suatu proses mengenai fenomena tidak dapar dilakukan dengan ukuran frekuensinya saja.

Pertanyaan di atas menuntut gambaran nyata tentang kegiatan, prosedur, alasan-alasan, dan interaksi yang terjadi dalam konteks lingkungan di mana dan pada saat mana proses itu berlangsung.

Penelitian kualitatif bersifat induktif. Penelitian kualitatif tidak dimulai dari deduksi teori, tetapi dimulai dari lapangan yakni fakta empiris. Peneliti terjun ke lapangan, mempelajari suatu proses atau penemuan yang tenjadi secara alami, mencatat, menganalisis, menafsirkan dan melaporkan serta menarik kesimpulan-kesimpulan dari proses tersebut. Kesimpulan atau generalisasi kepada lebih luas tidak dilakukan, sebab proses yang sama dalam konteks lingkungan tertentu, tidak mungkin sama dalam konteks lingkungan yang lain baik waktu maupun tempat. Penelitian kualitatif mengutamakan makna. Makna yang diungkap berkisar pada persepsi orang mengenai suatu peristiwa.

Bogdan dan Biklen (1992) menjelaskan bahwa ada lima ciri-ciri penelitian kualitatif:

- Penelitian kualitatif mempunyai setting yang alami sebagai sumber data langsung, dan peneliti sebagai instrumen kunci.

- Penelitian kualitatif adalah penelitian yang deskriptif. Data yang dikumpulkan lebih banyak kata-kata atau gambar-gambar daripada angka

- Penelitian kualitatif lebih memperhatikan proses daripada produk. Hal

ini disebabkan oleh cara peneliti mengumpulkan dan memaknai data,

(8)

setting atau hubungan antar bagian yang sedang diteliti akan jauh lebih jelas apabila diamati dalam proses.

- Peneliti kualitatif mencoba menganalisis data secara induktif: Peneliti tidak mencari data untuk membuktikan Hipotesis yang.mereka susun sebelum mulai penelitian, namun untuk menyusun abstraksi.

- Penelitian kualitatif menitikberatkan pada makna bukan sekadar perilaku yang tampak.

Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang bekerja degan angka, yang datanya berwujud bilangan (skor atau nila, peringkat, atau frekuensi), yang dianalisis dengan menggunakan statistik untuk menjawab pertanyaan atau Hipotesis penelitian yang sifatnya spesifik, dan untuk melakukan prediksi dan untuk melakukan prediksi bahwa suatu veriabel tertentu mempengaruhi variabel yang lain (Creswell, 2002).

Untuk itu, secara tipikal, penelitian kuantitatif dikaitkan dengan proses induksi enomeratif, yaitu menarik kesimpulan berdasar angka dan melakukan abstraksi berdasarkan generalisasi. Di dalam penelitian kuantitatif, salah satu tujuan utamanya adalah untuk menemukan seberapa banyak karakteristik yang ada dalam populasi induk mempunyai karakteristik seperti yang terdapat pada sampel.

Berikut ini adalah ciri-ciri metode penelitian kuantitatif:

- Metode penelitian kuantitatif dilakukan untuk mengukur satu atau lebih variabel penelitian.

- Permasalahan penelitiannya adalah menanyakan tentang tingkat pengaruh atau keeratan hubungan antara dua variabel atau lebih..

- Penelitian kuantitatif menggunakan Hipotesis sejak awal ketika peneliti telah menetapkan teori yang digunakan.

- Penelitian kuantitatif lebih mengutamakan teknik pengumpulan data kuesioner.

- Penelitian kuantitatif penyajian datanya berupa table distribusi pilihan jawaban para responden yang ditentukan oleh peneliti berupa angka.

- Penelitian kuantitatif menggunakan prespektif etik, yaitu data yang dikumpulkan dibatasi atau ditentukan oleh peneliti dalam hal pilihan indicator atau atribut variabel bai jumlah maupun jenisnya.

- Metode penelitian kuantitatif menggunakan definisi operasionalisasi kerana hendak mengukur variabel, karena definisi operasional pada dasarna merupakan petunjuk untuk mengukur variable

- Penelitian kuantitatif penentu ukuran jumlah responden atau sampel dengan menggunakan presentase, rumus atau table populasi-sampel, sebagai penerapan prinip keterwakilan.

- Peneliti kuantitatif menggunakan alur penarikan kesimpulan berproses secara deduktif, yaitu konsep, variabel ke data.

- Metode penelitian kuantitatif instrument penelitiannya berupa kuesioner atau angket, yang juga berfungsi sebagai teknik pengumpulan data.

- Analisis yang digunakan dalam penelitian kuantitatif dilakukan setelah

data terkumpul, dengan menggunakan perhitungan angka-angka atau

analisis statistis.

(9)

- Penelitian kuantitatif kesimpulannya berupa timgkat hubungan antar- variabel, sedangkan dalam penelitian kualitatif kesimpulannya berupa temuan konsep yang tersembunyi di balik data rinci berdasarkan interpretasi.

Pe n e litian G abun g an

Penelitian gabungan adalah penggabungan antara metode kuantitaif dan kualitatif dalam satu penelitian. Penggunaan gabungan metode penelitian biasanya dilakukan dengan memadukan prosedur pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif secara bersamaan. Sebagai contoh, penggalian data pada penelitian tentang persepsi terhadap kepemimpinan politik, dapat dilakukan dengan menggunakan survei dan sekaligus wawancara mendalam.

Menurut Creswell (1994), jika seorang peneliti kemudian berupaya menggunakan pendekatan gabungan, maka perlu menggunakan gabungan sebagai berikut:

- Pendekatan desain dua tahap

Desain dua tahap adalah melakukan penelitian dua tahap, dimana kedua tahap tersebut menggunakan metode yang berbeda. Sebagai contoh, tahap pertama peneliti menggunakan metode kuantitatif.

Setelah selesai tahap pertama, ia kemudian melakukan penelitian dengan menggunakan metode kualitatif. Dengan pendekatan tersebut, seorang peneliti dapat memisahkan kedua pendekatan dengan jelas.

- Pendekatan desain dominan-kurang dominan

Pendekatan ini menggunakan gabungan pada prosedur penelitian, tetapi salah satu metode lebih dominan terhadap metode yang lain.

Dalam hal ini dapat dikatakan, bahwa metode yang kurang dominan hanya diposisikan sebagai metode pelengkap untuk mendukung kekayaan data. Sebagai contoh pada penelitian tentang persepsi kepemimpinan politik, metode dominan adalah kualitatif. Karena itu teknik penggalian data utama adalah melalui wawancara mendalam dan participant observation. Sementara survei dilakukan untuk menambah data saja, dan bukan sebagai prosedur utama.

3. Prosedur Pengambilan Data

Pengambilan data merupakan langkah penting dalam metode ilmiah. Pengambilan data menurut Sugiyono (2007: 193) dapat dilakukan dengan berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara dalam upaya mengumpulkan data. Sementara menurut Moh. Nazir (2005: 174), pengambilan data mengemukakan hal yang sama mengenai

pengumpulan data yaitu prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Pengumpulan data tidak lain adalah suatu proses pengadaan data primer untuk keperluan penelitian.

4. Tenik Analisis Data

Teknis analisis data merupakan salah satu langkah yang sangat

penting dalam proses penelitian, karena disinilah hasil penelitian akan

tampak. Analisis data mencakup seluruh kegiatan mengklasifikasikan,

menganalisa, memaknai dan menarik kesimpulan dari semua data yang

(10)

terkumpul. Oleh karena itu, perlu menggunakan dasar pemikiran untuk menentukan pilihan-pilihan teknik analisis data yang akan digunakan.

5. Uji Validasi dan Reliabilitas (Kuantitatif)

Menurut Suharsimi Arikunto (2002), uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Semakin tinggi validitas maka instrumen semakin valid atau sahih, semakin rendah validitas maka instrument. Sementara reliabilitas adalah sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik.

Dengan kata lain, reliabilitas juga dapar diartikan sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Apabila datanya memang sesuai dengan kenyataannya, maka berapa kalipun diambil, tetap akan sama.

H.Daftar Pustaka

Daftar pustaka adalah sumber referensi dari sebuah penelitian. Daftar

pustaka harus ditulis dengan lengkap dan jelas. Daftar pustaka dapat berupa

sumber referesnsi dari buku, jurnal, majalah, koran, serta dokumen-dokumen

lainnya yang mendukung. Tentu saja daftar pustaka dalam menulis Skripsi

dengan disertasi agak sedikit berbeda. Daftar pustaka Skripsi harus lebih

banyak daripada Skripsi.

(11)

BAB II

PENULISAN SKRIPSI

Skripsi biasanya dibuat antara 150 sampai dengan 250 halaman yang terdiri atas tiga bagian, yaitu Bagian Awal, Bagian Utama, dan Bagian Akhir.

A. Bagian Awal

1. Lembar Sampul Depan dan Judul

Halaman sampul depan memuat judul penelitian yang menggambarkan topik yang diteliti. Sementara Halaman judul berisi tulisan yang bunyinya sama dengan halaman sampul depan, tetapi diketik di atas kertas putih.

2. Lembar Pengesahan

Halaman ini memuat judul Skripsi, nama penulis, NIM, program studi, konsentrasi dan tanggal ujian yang ditandatangani oleh Direktur Program Magister Prodi Komunikasi dan Penyiara Islam Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Halaman pengesahan ini disertakan setelah penyempurnaan pasca ujian munaqasyah.

. 3. Lembar Persetujuan

Halaman ini memuat judul Skripsi, nama penulis, NIM, program studi, konsentrasi, persetujuan tim penguji ujian munaqasyah, nama dan tandatangan tim penguji, tanggal dan waktu ujian, hasil nilai ujian, dan predikat kelulusan.

4. Lembar Pernyataan Keaslian

Halaman ini memuat pernyataan tertulis dari penyusun Skripsi, yang menyatakan bahwa Skripsi yang disusun itu secara keseluruhan merupakan hasil penelitian/karya sendiri, kecuali pada bagian-bagian yang dirujuk sumbernya. Halaman ini ditandatangani oleh penyusun Skripsi di atas meterai.

5. Abstrak

Abstrak merupakan uraian singkat tetapi lengkap tentang latar belakang masalah, tujuan, teori, pendekatan, metode penelitian, hasil penelitian, dan kontribusi. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan juga bahasa Inggris berjarak satu spasi sepanjang satu halaman.

6. Prakata

Prataka atau disebut kata pengantar penting untuk dibuat.

Kata pengantar pada pokoknya memuat penyampaian ucapan

(12)

terima kasih dari penyusun Skripsi kepada berbagai pihak yang telah berjasa dalam penyelesaian penulisan Skripsi.

7. Daftar Isi

Daftar isi penting di dalam sebuah penelitian. Daftar isi dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara menyeluruh tentang isi Skripsi dan sebagai petunjuk hagi pembaca yang ingin secara langsung melihat suatu bab atau sub-bab beserta halamannya.

8. Daftar Tabel

Apabila di dalam Skripsi terdapat banyak tabel, maka perlu dibuat daftar tabel. Contoh daftar tabel dapat dilihat pada lampiran 9

9. Daftar Gambar

Seperti halnya tabel, jika di dalam Skripsi terdapat banyak gambar, maka diperlukan adanya daftar gambar.

10. Daftar Singkatan

Daftar siangkatan memang belum tentu ada di dalam Skripsi.

Namun apabila dalam Skripsi digunakan singkatan-singkatan tertentu; maka daftar singkatan perlu dibuat.

B. Bagian Utama

Bagian utama di dalam Skripsi berisi tentang hasil penelitian. Berikut ini adalah penjelasan tentang bagian utama di dalam Skripsi, baik menggunakan model penelitian kualitatif ataupun kuantitatif:

1. Penelitian Kualitatif a) Bab Pendahuluan - Latar Belakang Masalah

Di dalam latar belakang masalah ini, seorang pe n eliti me n g u r a ik an k on tek s a t au s it uas i y an g me ndasa ri m un c u l n y a p erm asa l ahan y an g me njad i fo k us p e n eliti an. K on tek s p erm asa l ahan dapa t b er upa ti njauan h i s t o ri s , ek ono mi s , sos i a l, dan k u lt u r a l . Penggambaran k on tek s p erm asa l ahan p e n eliti an dapa t d il a k u k an d e n g an me nunju kk an f e no me na- f e no me na , fa kt a-fa kt a em p iri s a t au ke jad i an a kt ua l dan un ik y an g ter jad i d i m as y a r a k a t y an g sudah ter pub lik as ik an mel a l u i me d i a m assa , bu k u , has il p e n eliti an s e b el u m n y a , a t au su m b er l a i nn y a.

Latar belakang memuat factual problem, suatu masalah yang memang benar-benar terjadi. Karena itu, di dalam latar belakang masalah, penaliti dapa t ju g a me n yert a k an da t a sta ti s ti k un t u k me nunju kk an a kt ua lit as dan tre nd a t au p erkem ban g an f e no me na y an g me njad i l a t a r b el a k an g m asa l ah p e n eliti an.

Pe n eliti dapa t ju g a me n yert a k an has il s t ud i p e ndahu l u a t as

f e no me na terte n t u y an g b er upa da t a k uan tit a ti f a t aupun

(13)

k u ti pan w a w an c a r a.

- Fokus dan Subfokus Penelitian

Di dalam fokus dan subfokus penelitian ini, pe n eliti me n et ap k an fo k us p e n eliti an , y a it u a re a s e p e s i f ik y an g a k an d iteliti . S etel ah fo k us d ite n t u k an , s el anju t n y a d itet ap k an sudu t ti njauan da ri fo k us ter s e bu t s e ba g a i sub-subfo k us p e n eliti an. Hal itu penting supaya arah penelitian jelas dan tidak melebar ke mana-mana.

- Rumusan Masalah

Pe n eliti mer u m us k an m asa l ah p e n eliti an da l a m b e n t u k k a lim a t t an y a y an g b er s i fa t u m u m (g r and t ou r qu e s ti on) s e ba g a i p ert an y aan pa y un g . Kem ud i an r u m usan m asa l ah i n i d ikem ban gk an me njad i p ert an y aan-p ert an y aan y an g le b i h sp e s i f ik ( re s e a r ch qu e s ti on) s e sua i d e n g an sub-subfo k us p e n eliti an.

- Kegunaan Penelitian

Dalam kegunaaan penelitian, pe n eliti me nj el as k an m anfaa t y an g d i ha r ap k an da ri has il p e n eliti an. Keg unaan dapa t d ikl as i f ik as ik an me njad i keg unaan te o reti s dan keg unaan p r a kti s.

Keg unaan te o reti s ada l ah ba g a im ana has il p e n eliti an me njad i ba gi an da ri p r os e s p e n gem ban g an ilm u. M anfaa t p r a kti s ada l ah ba g a im ana has il p e n eliti an dapa t d ig una k an un t u k memec ah k an m asa l ah- m asa l ah p r a kti s da l a m ke h i dupan.

b) Bab Kerangka Teori

- Deskripsi Kons e ptual Fokus dan Sub f okus Pe n e litian

Di sini seorang pe n eliti me nDeskripsi k an k ons e p- k ons e p y an g dapa t d i jad ik an l andasan p e n eliti an y an g b er hubun g an d e n g an fo k us dan subfo k us p e n eliti an. K ons e p ter s e bu t d i dasa rk an pada k aj i an te o retik da ri b er ba g a i bu k u dan ju r na l y an g b erk a it an d e n g an t op ik p e n eliti an. Deskripsi k ons e p t ua l i n i d i p erl u k an un t u k mem b erik an g a m ba r an te n t an g fo k us p e n eliti an dan ba g a im ana fo k us p e n eliti an dikembangkan me njad i subfo k us p e n eliti an. Di dalam penelitian, apalagi untuk penelitian Skripsi, seorang peneliti dituntut untuk menggunakan rujukan minimal lima rujukan konsep dari para ahli.

- Hasil Pe n e litian yan g R e l ev an

Pe n eliti mengemukakan has il p e n eliti an y an g b er hubun g an d e n g an t op ik p e n eliti an y an g d il a k sana k an. Has il p e n eliti an y an g relev an d im a k sud k an un t u k me nunju kk an pos i s i p e n eliti an y an g d il a k u k an d i an t a r a p e n eliti an-p e n eliti an terk a it y an g p er nah d il a k u k an.

c) Bab Metodelogi Penelitian - T u j uan Pe n e litian

Pe n eliti me nj el as k an t ujuan p e n eliti an y a it u un t u k

mem p er o le h p em aha m an y an g me nda l a m te n t an g fo k us dan

subfo k us p e n eliti an.

(14)

- Tem pat dan W aktu Pe n e litian

Pe n eliti me nj el as k an d i m ana p e n eliti an d il a k u k an dan k apan p e n eliti an it u d il a k u k an. W a kt u p e n eliti an ada l ah s e ja k mel a k u k an obs erv as i a w a l s e ba g a i p er s i apan p e nu li san p r oposa l sa m pa i pada p e nu li san l apo r an p e n eliti an. K husus p e n eliti an ana li s i s i s i ti da k terik a t d e n g an tem pa t terte n t u.

- Lata r Pe n e litian

Pe n eliti me nj el as k an s it uas i sos i a l dan buda y a y an g me njad i l a t a r p e n eliti an , y an g me n gg a m ba rk an k a r a kteri s tik subj ek p e n eliti an. U n t u k me nj el as k an l a t a r p e n eliti an i n i p e n eliti p erl u mel a k u k an obs erv as i p e ndahu l uan.

- Me tod e dan Pr os e du r Pe n e litian

Pe n eliti me nj el as k an pendekatan dan met od e p e n eliti an y an g d ig una k an s ert a p r os e du r p el a k sanaann y a. Pe nd ek a t an p e n eliti an y an g d ig una k an ada l ah p e nd ek a t an k ua lit a ti f , s e dan gk an met od e p e n eliti an s e sua i d e n g an j e n i s p e n eliti an k ua lit a ti f y an g d ig una k an ( et no gr af i, s t ud i k asus , f e no me no l o gi, g r ound e d t h e o r y , na r a ti f , dan ana li s i s i s i ). Pr os e du r p e n eliti an me nj el as k an l an gk ah- l an gk ah p e n eliti an. Pr os e du r p e n eliti an k ua lit a ti f pada u m u m n y a b er s i fa t s ikl us.

- D ata dan Su m b er D ata

Pe n eliti me nj el as k an i nfo rm as i a t au da t a y an g d ik u m pu lk an s e hubun g an d e n g an fo k us dan subfo k us p e n eliti an. Kem ud i an d i j el as k an pu l a su m b er -su m b er da t a p rimer m aupun s ek und er y an g d ig una k an da l a m p e n eliti an ba ik i nfo rm an , p eri s tiw a , m aupun do k u me n.

- Te knik dan Pr os e du r Pe n g u m pulan D ata

Pe n eliti me nj el as k an tek n ik dan p r os e du r y an g d ig una k an da l a m p e n g u m pu l an da t a y an g meli pu ti: ( 1 ) obs erv as i, ( 2 ) w a w an c a r a , ( 3 ) do k u me n , dan ( 4 ) focus g r oup d i scuss i on.

- Pr os e du r Analisis D ata

Pe n eliti me nj el as k an p r os e du r ana li s i s da t a , ba ik s el a m a p r os e s p e n g u m pu l an da t a m aupun s etel ah da t a terk u m pu l . Pr os e du r ana li s i s dapa t me n gg una k an sa l ah sa t u da ri m od el - m od el ana li s i s da t a k ua lit a ti f y an g s e sua i d e n g an j e n i s ( met od e ) p e n eliti an k ua lit a ti f y an g d ig una k an ( m od el Mille s &

Hubb erm an , Sp r ad ly, B o g dan & Bikle n , S tr auss & Co r b i n , Y i n , a t au A na li s i s I s i ).

- Pemer iksaan K e absahan D ata

Pe n eliti me nj el as k an ba g a im ana p r os e s dan tek n ik y an g d ig una k an un t u k memerik sa ke absahan da t a. Ke absahan da t a an t a r a l a i n dapa t me n c a k up : d er aja t ke p erc a y aan ( cre d i b ility ) , keter a li han ( tr ansf er ab i lity ) , ke b erg an t un g an (d e p e ndab ility ) , ke pas ti an ( c onf irm ab ility ) , dan dapa t d e n g an han y a tri an g u l as i, ba ik tri an g u l as i su m b er i nfo rm as i, tri an g u l as i tek n ik, m aupun tri an g u l as i w a kt u.

 Kre d i b ilit as, yakni p e n et apan has il p e n eliti an k ua lit a ti f

(15)

y an g kre d i b el a t au dapa t d i p erc a y a da ri p er sp ekti f pa rti s i pan da l a m p e n eliti an ter s e bu t . S tr a tegi un t u k me n i n gk a tk an kre d i b ilit as da t a meli pu ti p er panjan g an p e n g a m a t an , ketek unan p e n eliti an , tri an g u l as i, d i s k us i tem an s e ja w a t, ana li s i s k asus n eg a ti f , dan mem b er - c h ecki n g .

 T r ansf er ab ilit as, yakni mer uju k pada ti n gk a t kek ua t an has il p e n eliti an k ua lit a ti f un t u k dapa t d ige n er a li sas ik an a t au d itr anf er pada k on tek s a t au s etti ng y an g l a i n. Da ri s e buah p er sp ekti f k ua lit a ti f , tr ansf er ab ilit as mer upa k an t an gg un g ja w ab s e s e o r an g da l a m mel a k u k an ge n er a li sas i .

 D e p e ndab ilit as, yakni me n ek an k an p erl un y a p e n eliti un t u k mem p er h it un gk an k on tek s y an g b er ubah-ubah da l a m p e n eliti an y an g d i l a k u k an.

 K onf irm ab ilit as a t au obj ektivit as, yakni mer uju k pada ti n gk a t kek ua t an has il p e n eliti an y an g d ik onf irm as ik an o le h o r an g l a i n. T er dapa t s e ju ml ah s tr a tegi un t u k me n i n gk a tk an k onf irm ab ilit as. Pe n eliti dapa t me ndo k u me n t as ik an p r os e du r un t u k me n gecek dan me n gecek kem ba li s el u r uh da t a p e n eliti an.

d) Bab Temuan Penelitian

- G a m ba r an U m u m t e ntan g Lata r Pe n e litian

Dalam gambarang umum tentang latar penelitian ini seorang pe n eliti me n g u r a ik an te n t an g l a t a r 14ocial , h i s t o ri s , buda y a , ek ono mi, demografi, li n gk un g an , sebagai gambaran u m u m p e n eliti an y an g mel a t a ri tem uan p e n eliti an.

- Tem uan Penelitian

Di dalam temuan penelitian, pe n eliti me nDeskripsi k an has il ana li s i s dan tem uan p e n eliti an s e sua i d e n g an fo k us dan subfo k us p e n eliti an.

e) Bab Analisis/Interpretasi terhadap Temuan Penelitian

Di sini pe n eliti mem bahas tem uan p e n eliti an s e p erti y an g d i Deskripsi k an pada has il p e n eliti an. Pem bahasan tem uan p e n eliti an s e sua i d e n g an fo k us dan subfo k us p e n eliti an mer upa k an i n ter p ret as i a t au veri f ik as i tem uan d e n g an me n g hubun gk an d e n g an k ons e p- k ons e p dan te o ri y an g ada.

T em uan b er upa p r opos i s i . f) Bab Penutup

- Simpulan

Simpulan adalah hal penting yang tak boleh dilewatkan di dalam

penelitian. Di sini, pe n eliti me nu li s k an s im pu l an p e n eliti an y an g

b eri s i p r opos i s i -p r opos i a t au tema-tema s e ba g a i has il i n ter p ret as i

a t au veri f ik as i tem uan d e n g an k ons e p- k ons e p dan te o ri - te o ri

(16)

y an g s e sua i d e n g an fo k us dan subfo k us p e n eliti an.

- Rekomendasi

Di dalam rekomendasi, pe n eliti me n gem u k a k an rek o me ndas i te n t an g p erl un y a p e n eliti an l anju t an dan im p leme n t as i tem uan p e n eliti an ter s e bu t da l a m p emec ahan m asa l ah p r a kti s.

g) Daftar Pustaka

Pe n eliti me nu li s k an s e ju ml ah na m a p e n g a r an g b erik u t judu l bu k u y an g tel ah d ik u ti p pada i s i Skripsi d e n g an me n gg una k an k a i dah p e nu li san ilmi ah atau pedoman penyusunan Skripsi sesuai dengan perguruan tinggi yang bersangkutan.

2. Penelitian Kuantitatif a) Bab Pendahuluan - Latar Belakang Masalah

Pe n eliti me nj el as k an te n t an g ke s e njan g an an t a r a fa kt a a t au apa y an g ada (D a s Se i n) d e n g an ha r apan a t au apa y an g s e ha r usn y a (D a s So ll en) s e ba g a i m asa l ah p e n eliti an. Fa kt a ada l ah apa y an g ada s ek a r an g b er upa da t a s ek und er, has il obs erv as i, p e n g a l a m an p ri bad i, a t au has il p e n eliti an l a i nn y a , s e dan gk an ha r apan ada l ah apa y an g s e ha r usn y a a t au y an g d ii n gi n k an y an g b er upa undan g -undan g, p er a t u r an , vi s i - mi s i, re ns tr a , k u rik u l u m, a t au te o ri - te o ri da l a m te x t boo k ( liter a t u re ) dan ju r na l .

- Identifikasi Masalah

Pe n eliti me n g u r a ik an b er ba g a i m asa l ah y an g me n g a ki ba tk an ter jad i n y a ke s e njan g an an t a r a D a s Se i n dan D a s So ll en. M asa l ah y an g d ii d e n ti f ik as i d i n y a t a k an da l a m b e n t u k p er n y a t aan bu k an p ert an y aan.

- Pembatasan Masalah

Pe n eliti mem ba t as i m asa l ah y an g a k an d iteliti y a k n i memili h b e b er apa m asa l ah da ri s e ju ml ah m asa l ah y an g tel ah d ii d e n ti f ik as i d i a t as.

- Rumusan Masalah

Pe n eliti merumuskan m asa l ah da l a m b e n t u k p ert anyaan p e n eliti an y an g b erk a it an d e n g an p er b e daan variable Y b er dasa rk an v a ri ab el p erl a k uan dan v a ri ab el m od er a t o r .

- Kegunaan Hasil Penelitian

Pe n eliti me nj el as k an m anfaa t da ri has il p e n eliti an , ba ik

m anfaa t te o reti s m aupun m anfaa t p r a kti s. M anfaa t te o reti s

b erke naan d e n g an keilm uan s e dan gk an m anfaa t p r a kti s

b erke naan d e n g an p emec ahan m asa l ah.

(17)

b) Bab Kajian Teoritik - Deskripsi Konseptual

Pe n eliti mem bahas v a ri ab el p e n eliti an s ec a r a k ons e p t ua l da ri b er ba g a i te o ri a t au k ons e p da ri pa r a ah li . K aj i an k ons e p t ua l i n i d im u l a i da ri v a ri ab el terik a t (Y) , v a ri ab el p erl a k uan ( A 1) dan v a ri ab el m od er a t o r ( B ). U n t u k s eti ap v a ri ab el p e n eliti an d it un t u t menggunakan mi n im a l 5 ( lim a) r uju k an k ons e p. K aj i an k ons e p t ua l ti da k s eke da r me n c an t u mk an k ons e p- k ons e p s ec a r a r un t u t da ri b er ba g a i su m b er tet ap i has il ana li s i s da ri b er ba g a i k ons e p.

S etel ah me n g ana li s i s kem ud i an d il anju tk an d e n g an mem band i n gk an an t a rk ons e p un t u k me n em u k an p er sa m aan dan p er b e daan. Per sa m aan ter s e bu t a k an me njad i dasa r s i n Skripsi da ri k ons e p- k ons e p v a ri ab el y an g d i ana li s i s b erm ua r a pada k ons tr u k v a ri ab el p e n eliti an.

- Hasil Penelitian yang Relevan

Pe n eliti me nDeskripsi k an has il -has il p e n eliti an y an g tel ah d il a k u k an s e b el u m n y a dan relev an d e n g an m asa l ah y an g d iteliti . S el anju t n y a p e n eliti me nj el as k an pos i s i p e n eliti ann y a d e n g an c a r a me nDeskripsi k an p er sa m aan dan p er b e daan p e n eliti an y an g d il a k u k ann y a d e n g an p e n eliti an-p e n eliti an relev an y an g d i saj ik an.

- Kerangka Teoritik

Pe n eliti me nDeskripsi k an k aj i an b er upa p e na l a r an y an g b er s i fa t d e du kti f da ri k ons e p- k ons e p s eti ap v a ri ab el, kem ud i an mem bahas keterk a it an an t a rv a ri ab el y an g me n g a r ah ke pada hubun g an s e bab a ki ba t an t a r a v a ri ab el p erl a k uan/ v a ri ab el m od er a t o r dan v a ri ab el terik a t . Ker an gk a teoret ik i n i d i jad ik an s e ba g a i dasa r da l a m p er u m usan Hipotesis p e n eliti an. P ada ker an gk a te o retik, p e n eliti mem band i n gk an v a ri ab el terik a t an t a r a kel o m po k - kel o m po k d e n g an p erl a k uan y an g b er b e da dan/

a t au an t a r a kel o m po k - kel o m po k d e n g an level v a ri ab el m od er a t o r /a tri bu t y an g b er b e da , b er dasa rk an k aj i an k ons e p- k ons e p y an g d i u r a ik an pada Deskripsi k ons e p t ua l . Ker an gk a te o retik d i du k un g o le h tig a p il a r y a it u te o ri, has il -has il p e n eliti an y an g relev an , dan a rg u me n t as i l o gi s y an g me ndu k un g Hipotesis y an g a k an d ir u m us k an. B an y a k n y a subjudu l ker an gk a te o retik sa m a d e n g an ban y a k n y a bu tir pada p er u m usan m asa l ah.

- Hipotesis Penelitian

Hipotesis p e n eliti an ada l ah sua t u p r opos i s i a t au p er n y a t aan

te n t an g karakterist ik popu l as i y an g mer upa k an ja w aban

s eme n t a r a a t as p ert an y aan p e n eliti an y an g ter dapa t da l a m

p er u m usan m asa l ah. Pe n eliti mer u m us k an Hipotesis p e n eliti an

b er dasa rk an ker an gk a te o retik . B an y a k n y a r u m usan

(18)

Hipotesis p e n eliti an sa m a d e n g an ban y a k n y a subjudu l pada kerangka teoretik a t au sa m a ban y a k n y a d e n g an bu tir pada r u m usan m asa l ah.

c) Bab Metodologi Penelitian - Tujuan Penelitian

Pe n eliti menDeskripsikan t ujuan p e n eliti an y an g i n gi n d ic apa i d i s e sua ik an d e n g an p er u m usan m asa l ah.

- Tempat dan Waktu Penelitian

Pe n eliti me nDeskripsi k an l o k as i d il a k u k ann y a p e n eliti an dan w a kt u y an g d ig una k an s el a m a p e n eliti an , m u l a i da ri p e n y usunan re n c ana p e n eliti an (p r oposa l ) sa m pa i d e n g an p e n y usunan l apo r an p e n eliti an it u s ele sa i d il a k u k an.

- Metode Penelitian

Pe n eliti me nj el as k an met od e p e n eliti an y an g d ig una k an ya it u eksperimen a t au e x pos t -fac t o , v a ri ab el p e n eliti an dan d i sa i n ek sp erime n y an g d i p ili h. D i sa i n ek sp erime n d i saj ik an da l a m b e n t u k k ons tel as i p e n eliti an s e h i n gg a dapa t mem b erik an g a m ba r an un t u k me n g uj i e f ektivit as p erl a k uan.

- Populasi dan Sampel

Pe n eliti me nj el as k an popu l as i y an g a k an d iteliti y an g meli pu ti popu l as i t a rget dan popu l as i ter jan gk au , tek n ik p e n g a m b il an sa m p el dan t ahap- t ahap p e n g a m b il an sa m p el, s ert a p e n e n t uan u k u r an sa m p el y an g a k an d ig una k an s ec a r a re p re s e n t a ti f mew a kili popu l as i .

- Rancangan Perlakukan

Pe n eliti me nDeskripsi k an d e f i n i s i k ons e p t ua l dan d e f i n i s i op er as i ona l da ri v a ri ab el p erl a k uan s ert a me n y usun dan me n g u r a ik an s ec a r a ri n ci kegi a t an dan t ahap- t ahap p erl a k uan y an g a k an d il a k sana k an da l a m kegi a t an p e n eliti an s e sua i v a ri ab el p erl a k uan , s e h i n gg a terli ha t p er b e daan p erl a k uan y an g d i band i n gk an.

- Kontrol Validitas Internal dan Eksternal

Pe n eliti me nj el as k an c a r a me n g on tr o l an c a m an ter hadap

v a li d it as i n ter na l dan v a li d it as ek s ter na l . Va li d it as i n ter na l dapa t

b er upa s e ja r ah , kem a t an g an , p em b eri an p re - te s t, p e n g a r uh

p e n gg unaan i ns tr u me n , regre s i s t a ti s tik a , p emili han subj ek

y an g b er b e da , m o rt a lit as , s elek s i kel o m po k, s ert a k on t a mi nas i

subj ek dan k on t a mi nas i perlakuan. Va li d it as ek s ter na l ada l ah

s e b er apa jauh has il p e n eliti an dapa t d ige n er a li sas i pada popu l as i .

U n t u k me nja mi n v a li d it as i n ter na l p e n eliti an ek sp erime n ,

p e n eliti mem b eri p e nj el asan y an g mey a ki n k an bah w a

p er ubahan v a ri ab el terik a t b e na r -b e na r ter jad i s e ba g a i a ki ba t da ri

(19)

p erl a k uan bu k an a ki ba t da ri fa kt o r l a i n.

- Teknik Pengumpulan Data

Pe n eliti me nj el as k an j e n i s-j e n i s i ns tr u me n dan s k a l a p e n g u k u r an y an g d ig una k an , s ert a t ahapan- t ahapan p e n gem ban g an i ns tr u me n y an g me n c a k up d e f i n i s i konseptual, operasional, kini-kisi instrument, proses validitas konsep, pengujian validitas dan perhitungan realibitas instrument.

 I ns tr u me n Va ri ab el T erik a t a. D e f i n i s i K ons e p t ua l

Pe n eliti me nj el as k an k ons e p v a ri ab el y an g d iteliti b er dasa rk an s i n Skripsi p e n eliti ter hadap k ons e p- k ons e p y an g d i ana li s i s , d ile n gk ap i d e n g an d ime ns i dan i nd ik a t o r da ri k ons e p v a ri ab el y an g a k an d iteliti b. D e f i n i s i op er as i ona l

Pe n eliti me nj el as k an d e f i n i s i y an g ter u k u r y an g d ile n gk ap i d e n g an ri n ci an i nd ik a t o r p e n eliti an ( ter u k u r ) dan un it ana li s i s p e n g u k u r an v a ri ab el y an g d i bua t i ns tr u me nn y a , s ert a re spond e n y an g a k an me n gi s i i ns tr u me n.

c. Ki s i - ki s i I ns tr u me n

Pe n eliti me n y aj ik an ki s i - ki s i i ns tr u me n b er dasa rk an d e f i n i s i k ons e p t ua l . Ki s i - ki s i i ns tr u me n d i saj ik an da l a m b e n t u k t ab el y an g b eri s ik an d ime ns i, i nd ik a t o r, no m o r bu tir dan ju ml ah bu tir un t u k s eti ap i nd ik a t o r y an g d i u k u r . d. Je n i s I ns tr u me n

Pe n eliti me n ye bu tk an j e n i s i ns tr u me n y an g d ig una k an un t u k p e n g a m b il an da t a.

e. Pe n g uj i an Va li d it as dan Pe n g h it un g an Reli ab ilit as

Pe n eliti me njaba rk an has il Pe n g uj i an Va li d it as ( k ons tr u k / i s i ) y an g d il a k u k an mel a l u i tel aah pa k a r dan/a t au pan el . Pr os e s p e n el aahan te o reti s sua t u k ons e p d im u l a i da ri d e f i n i s i k ons e p t ua l, d e f i n i s i op er as i ona l, d ime ns i, i nd ik a t o r, bu tir i ns tr u me n.

Pe n eliti me nj el as k an pa k a r /pan el y an g me n el aah i ns tr u me n , p r os e du r tel aah dan has il tel aahn y a s ec a r a k ua lit a ti f a t au k uan tit a ti f b il a me n gg una k an tel aah pan el .

 I ns tr u me n Va ri ab el M oderator/Atribut a. D e f i n i s i K ons e p t ua l

Pe n eliti me nj el as k an k ons e p da ri v a ri ab el y an g

d iteliti b er dasa rk an s i n Skripsi p e n eliti ter hadap

k ons e p- k ons e p y an g d i ana li s i s , d ile n gk ap i d e n g an

d ime ns i dan i nd ik a t o r da ri k ons e p v a ri ab el y an g a k an

(20)

d iteliti .

b. D e f i n i s i Operas i ona l

Pe n eliti me nj el as k an d e f i n i s i y an g ter u k u r y an g d ile n gk ap i d e n g an ri n ci an i nd ik a t o r p e n eliti an ( ter u k u r ) dan un it ana li s i s p e n g u k u r an v a ri ab el y an g d i bua t i ns tr u me nn y a , s ert a re spond e n y an g a k an me n gi s i i ns tr u me n.

c. Ki s i - ki s i I ns tr u me n

Pe n eliti me n y aj ik an ki s i - ki s i i ns tr u me n b er dasa rk an d e f i n i s i k ons e p t ua l . Ki s i - ki s i i ns tr u me n d i saj ik an da l a m b e n t u k t ab el y an g b eri s ik an d ime ns i, i nd ik a t o r, no m o r bu tir dan ju ml ah bu tir un t u k s eti ap i nd ik a t o r y an g d i u k u r . d. Je n i s I ns tr u me n

Pe n eliti me n ye bu tk an j e n i s i ns tr u me n y an g d ig una k an un t u k p e n g a m b il an da t a.

e . Pe n g uj i an Va li d it as dan Pe n g h it un g an Reli ab ilit as

Pe n eliti me n y aj ik an has il p e n g uj i an v a li d it as ( k ons tr u k / i s i ) y an g d il a k u k an d e n g an tel aah pa k a r dan/a t au pan el . Pr os e s p e n el aahan te o reti s sua t u k ons e p d im u l a i da ri d e f i n i s i k ons e p t ua l, d e f i n i s i op er as i ona l, d ime ns i dan i nd ik a t o r, s ert a bu tir i ns tr u me n. Pe n eliti me nj el as k an pa k a r y an g me n el aah i ns tr u me n, p r os e du r tel aah dan has il tel aah pa k a r s ec a r a k ua lit a ti f. S el anju t n y a p e n eliti me nj el as k an p r os e du r tel aah dan has il v a li das i o le h pan eli s s ec a r a k uan tit a ti f.

- Teknik Analisa Data

Pe n eliti me nDeskripsi k an tek n ik ana li s i s da t a y an g d ig una k an meli pu ti ana li s i s da t a d e n g an s t a ti s tik a d e s kri p ti f , ana li s i s da t a d e n g an s t a ti s tik a i nf ere ns i a l dan uj i p er s y a r a t an ana li s i sn y a. A na li s i s da t a d e n g an s t a ti s tik a d e s kri p ti f dapa t d i saj ik an da l a m b e n t u k t ab el d i s tri bus i f rek u e ns i, h i s t o gr a m, s te m and le af (d i a gr a m ba t an g daun) a t au box p l o t (d i a gr a m k o t a k g a ri s). A na li s i s da t a d e n g an s t a ti s tik a i nf ere ns i a l s e sua i d e n g an Hipotesis p e n eliti an.

- Hipotesis Statistika

Pe n eliti me nu li s k an Hipotesis s t a ti s tik a d e n g an s im bo l a t au

l a m ban g pa r a meter s t a ti s tik a y an g me n gg a m ba rk an p er n y a t aan

te n t an g k a r a kteri s tik popu l as i y an g mer upa k an ja w aban

s eme n t a r a a t as p ert an y aan p e n eliti an. Per n y a t aan ter s e bu t

b er b e n t u k p r opos i s i s e ba g a i has il da ri ker an gk a te o retik .

B an y a k n y a Hipotesis sta ti st ik a s e sua i d e n g an ban y a k n y a

Hipotesis p e n eliti an.

(21)

d) Bab Hasil Penelitian - Deskripsi Data

Pe n eliti me n y aj ik an has il ana li s i s da l a m b e n t u k d e s kri p ti f da t a v a ri ab el terik a t (Y) y an g dapa t d i saj ik an da l a m b e n t u k t ab el d i s tri bus i f rek u e ns i, h i s t o gr a m, s te m and le af (d i a gr a m ba t an g dan daun) a t au box p l o t (d i a gr a m k o t a k g a ri s) y an g d ile n gk ap i d e n g an i n ter p ret as i da t a. B an y a k n y a subjudu l un t u k p e n y aj i an da t a v a ri ab el terik a t (Y)pada s eti ap kel o m po k s e sua i d e n g an d i sa i n p e n eliti an.

- Pengujian Persyaratan Analisis

Pe n eliti me nj el as k an has il uj i p er s y a r a t an ana li s i s da t a. U j i p er s y a r a t an ana li s i s d i s e sua ik an d e n g an s t a ti s tik a i nf ere ns i a l y an g d ig una k an. U n t u k p e n g uj i an Hipotesis k o m pa r a ti f , m a k a uj i p er s y a r a t an ana li s i s y an g d i ha r us k an ada l ah uj i no rm a lit as dan uj i ho m o ge n it as v a ri ans da t a v a ri ab el terik a t (Y) un t u k s eti ap kel o m po k y an g d i band i n gk an.

- Pengujian Hipotesis

Pe n eliti me n y aj ik an has il p e n g h it un g an s t a ti s tik a uj i dan has il p e n g uj i an Hipotesis s t a ti s tik a. S eti ap Hipotesis y an g d i uj i d i n y a t a k an da l a m subjudu l ter s e nd iri, s e h i n gg a ban y a k n y a subjudu l s e sua i d e n g an ban y a k n y a Hipotesis p e n eliti an y an g d i uj i .

- Pembahasan Hasil Penelitian

Pe n eliti mem bahas Hipotesis y an g ti da k ter uj i d e n g an me n gem u k a k an argumentasi mengapa Hipotesis ter s e bu t ti da k ter uj i . Da l a m p em bahasan has il me nj el as k an keter ba t asan p e n eliti an. Hipotesis y an g ter uj i d i bahas b er dasa rk an te o ri dan/a t au has il p e n eliti an y an g relev an un t u k me nunju kk an bah w a has il p e n eliti an me ndu k un g a t au ti da k me ndu k un g te o ri dan/a t au has il -has il p e n eliti an y an g relev an.

e) Bab Penutup - Kesimpulan

Dalam kesimpulan peneliti menguraikan kesimpulan yang merupakan Skripsi atau Hipotesis penelitian yang teruji dan Hipotesis penelitian yang didukung oleh data empiris.

- Implikasi

Pe n eliti me nj el as k an im p lik as i s e ba g a i konsekuensi l o gi s da ri ke s im pu l an p e n eliti an dan d iti nda kl anju ti d e n g an upa y a p er ba ik an.

- Saran

Pe n eliti me n y a m pa ik an p emikir an y an g b erk a it an d e n g an

op er as i ona l im p lik as i p e n eliti an. Sa r an d it uju k an ke pada b er ba g a i

(22)

p i ha k y an g terk a it d e n g an p e n eliti an.

f) Daftar Pustaka

Pe n eliti me nu li s k an s e ju ml ah na m a p e n g a r an g b erik u t judu l bu k u y an g tel ah d ik u ti p pada i s i Skripsi d e n g an me n gg una k an k a i dah p e nu li san ilmi ah, sesuai dengan pedoman penulisan Skripsi.

C. Bagian Akhir - Lampiran

Peneliti melampirkan hal-hal yang mendukung dan ada kaitannya dengan penelitian, seperti bagan, grafik, kuesioner, gambar, dan dokumen-dokumen lainnya yang menunjang argumentasi penelitian.

- Daftar Riwayat Hidup

Pe n eliti me nu li s k an i d e n tit as d iri n y a term asu k riw a y a t

p e nd i d ik an , jaba t an , p eker jaan dan k a ry a- k a ry a t u li s y an g

p er nah d i bua t n y a s ert a ha l l a i n y an g d i an g ap p erl u dan

d i s ert a k an pu l a fo t o ter a k h ir p e n eliti .

(23)

BAB III

TATA CARA MENYUSUN PROPOSAL SKRIPSI DAN PENULISAN SKRIPSI

A. Bahan dan Ukuran Kertas

1. Naskah proposal Skripsi dan Skripsi dibuat di atas kertas HVS A4 (21,5 x 29,7 cm) dengan berat kertas 70 gram atay 80 gr dengan spasi ganda.

2. Sampul proposal Skripsi adalah kertas putih yang dilapisi transparan.

3. Sampul Skripsi dibuat dengan ketentuan sebagai berikut:

- Untuk ujian, sampul Skripsi berupa kertas putih yang dilapisi transparan tanpa dijilid.

- Untuk pengumpulan, setelah perbaikan berdasarkan saran Tim Penguji Ujian Skripsi, Skripsi dijilid dengan kulit tebal (hard cover) berwarna biru langit.

B. Sampul Proposal Skripsi dan Skripsi

Tulisan pada sampul proposal Skripsi dan Skripsi meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Jenis huruf yang digunakan dalam penulisan Skripsi adalah Times New Roman dengan besar font 12, kecuali pada judul proposal maupun Skripsi menggunakan ukuran font 14.

2. Semua pengetikan menggunakan jarak 1 spasi.

3. Batas tulisan adalah 4 cm dari tepi atas, 3 cm dari tepi bawah, 3 cm dari tepi kiri, dan 3 cm dari tepi kanan.

4. Logo UIN Syarif Hidayatullah digunakan dengan ukuran paling besar dengan lebar 6 cm dengan panjang mengikuti rasio.

5. Kecuali “Oleh”, nama mahasiswa dan nim, semua pengetikan disampul menggunakan huruf kapital.

Adapun isi yang ada di halaman sampul proposal maupun Skripsi sebagai berikut:

1. Tulisan “Proposal Skripsi” atau “Skripsi”

2. Judul Proposal Skripsi

3. Logo UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 4. Tulisan “Oleh :”

5. Nama Mahasiswa (tanpa gelar akademik) 6. Nomor Induk Mahasiswa (NIM)

7. Tulisan “Program Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam”

8. Tulisan “Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi”

9. Tulisan “UIN Syarif Hidayatullah”

10. Tulisan “Jakarta”

11. Tahun pengajuan proposal Skripsi.

C. Pengetikan Isi

1. Jenis huruf yang digunakan dalam penulisan Skripsi adalah Time

New Roman dengan besar font 12, kecuali pada halaman sampul

dan catatan kaki. Keseluruhan naskah Skripsi ditulis dengan

menggunakan jenis huruf yang sama.

(24)

2. Cetak miring (italics) digunakan untuk menulis judul buku, nama jurnal dan istilah asing yang belum dibakukan dalam bahasa Indonesia.

3. Lambang atau tanda-tanda yang tidak dapat ditulis dengan mesin ditulis dengan tangan memakai tinta hitam.

4. Bilangan di atas sepuluh ditulis dengan angka, kecuali pada permulaan kalimat.

5. Satuan dinyatakan dengan singkatan resmi tanpa titik di belakang misalnya m, g, kg, km.

6. Jarak antar baris adalah dua spasi (spasi ganda) kecuali kutipan langsung, catatan kaki dan data pustaka dalam daftar pustaka.

7. Batas tulisan adalah 4 cm dari tepi atas, 3 cm dari tepi bawah,3 cm dari tepi kiri, dan 3 cm dari tepi kanan.

8. Alinea baru dimulai pada ketikan ke-8 dari tepi kiri.

9. Judul bab ditulis dengan huruf besar (kapital) dan diletakkan di tengah secara simetris, dengan jarak 4 cm dari tepi atas. 10. Judul sub-bab ditulis dari tepi sebelah kiri dengan huruf besar pada tiap- tiap permulaan kata, kecuali katapenghubung dan kata depan.

10. Judul anak sub-bab ditulis dari tepi sebelah kiri dengan huruf besar pada permulaan kata.

11. Rincian sesuatu ditulis berurutan dengan angka atau huruf sesuai keperluan.

D. Penomoran

1. Penomoran halaman pada bagian awal, mulai halaman judul sampai dengan daftar isi menggunakan angka romawi kecil di tengah pada bagian bawah.

2. Penomoran halaman bagian isi/utama dan bagian akhir, dan halaman bab pertama sampai dengan terakhir memakai angka Arab di sudut kanan atas, kecuali halaman judul bab diletakkan di tengah bagian bawah.

3. Nomor halaman ditulis dengan jarak 3 cm dari tepi kanan dan 2,5 cm dari tepi atas (header). Sedangkan penomoran bagian awal dan halaman pertama tiap bab tidak dituliskan.

E. Tabel dan Gambar

1. Bagan, grafik, peta dan foto disebut gambar.

2. Tabel dan gambar diletakkan secara simetris.

3. Tabel dan gambar dinomori dengan angka Arab.

4. Judul tabel dan gambar yang menyertai nomor diletakkan simetris di bawah tabel dan gambar tanpa diakhiri dengan titik.

5. Keterangan tabel dan gambar ditulis pada halaman yang sama dengan halaman tabel dan gambar tersebut.

F. Bahasa

1. Skripsi ditulis dengan bahasa Indonesia baku yang baik dan benar.

2. Program studi tertentu ditulis dengan menggunakan bahasa asing

yang sesuai.

(25)

3. Menghindari pemakaian kata ganti orang pertama dan kedua (saya, aku, kami, kita, engkau, kamu). Kata ganti orang pertama dibuat dengan format kalimat pasif.

G. Penulisan Nama

1. Nama orang atau penulis yang diacu dalam uraian ditulis tanpa gelar akademik atau derajat kesarjanaan.

2. Nama penulis dalam daftar pustaka dicantumkan lengkap, termasuk jika penulis sebuah pustaka terdiri atas dua atau tiga orang. Jika penulis lebih dari tiga orang, cukup ditulis penulis pertama ditambah dengan et. al.

H. Catatan Kali

1. Catatan kaki ditulis dengan jarak satu spasi.

2. Catatan kaki tidak menggunakan opere citato (op. cit.) dan loco citato (loc. cit.), tapi menggunakan ibidem (ibid.). Jika referensi yang dirujuk telah diselingi oleh referensi lain, maka dalam catatan kaki cukup ditulis nama pengarang, judul awal artikel atau buku dan halaman.

3. Jika karya yang dikutip berupa terjemah, maka nama penerjemah ditulis setelah nama karya dengan didahului oleh kata “terj.”

4. Judul artikel dalam jurnal atau buku antologi diberi tanda kutip dan tidak miring (ditulis tegak), sementara nama jurnal dan judul buku antologi dicetak miring.

5. Penulisan halaman ditulis dengan angka halaman yang dimaksud secara langsung dengan diawali tulisan “hlm.”. Setelah penulisan angka halaman dimaksud diakhiri dengan tanda titik (.).

6. Penulisan kota penerbit, nama penerbit, dan tahun diletakkan dalam kurung, dengan perincian kurung buka diikuti oleh kota penerbit, titik dua (:), nama penerbit, koma (,), tahun terbit, dan tutup kurung.

7. Penulisan tanda koma (,) diletakkan setelah nama pengarang, judul artikel atau buku, dan identitas penerbit. Contoh format catatan kaki dapat dilihat pada lampiran 17.

I. Istilah

1. Istilah baru yang belum baku ditulis dengan cetak miring. Pada penggunaan yang pertama kali perlu dijelaskan arti atau padanannya.

2. Istilah-istilah penting dalam Skripsi dapat dibuatkan daftar tersendiri sebagai daftar istilah/glosari.

J. Kutipan

1. Data sumber tulisan yang diacu atau dikutip ditulis lengkap dalam

bentuk catatan kaki yang meliputi nama pengarang, judul tulisan

(dicetak miring), nama kota, penerbit, tahun terbit dan halaman yang

dikutip. Apabila sumber tulisan karya terjemah, nama penerjemah

disebutkan setelah judul buku.

(26)

2. Kutipan ditulis dalam bahasa aslinya. Kutipan langsung (dalam bahasa aslinya) lebih dari tiga baris ditulis dengan satu spasi menjorok ke dalam seperti permulaan alinea.

3. Kutipan terjemah ayat-ayat Kitab Suci ditulis dengan satu spasi.

4. Kutipan ayat al-Qur’an ditulis “Q.S. nama surat (nomor surat): nomor ayat”. Contoh: Q.S. Ali ‘Imran [3]: 4.

K. Daftar Pustaka

1. Daftar pustaka ditulis dengan jarak satu spasi, sementara antar pustaka diberi jarak 2 dua spasi.

2. Penulisan pustaka adalah dengan urutan nama pengarang, judul karya, kota penerbit, nama penerbit, dan tahun terbit.

3. Penulisan nama diambil nama keluarga atau orang tua (jika ada) dan disusun secara alfabetik.

4. Penulisan al- dan ibn (untuk nama Arab) dan van (untuk nama Belanda) diabaikan dalam menyusun alfabetik.

5. Apabila karya berupa terjemah, maka nama penerjemah ditulis setelah judul karya terjemah dengan didahului kata “terj.” (bila terjemah ke dalam bahasa Indonesia).

6. Judul artikel dalam jurnal atau buku antologi diberi tanda kutip dan tidak miring, sementara nama jurnal dan judul buku antologi dicetak miring.

7. Khusus pustaka yang berupa jurnal, nomor halaman artikel yang diambil ditulis setelah tahun, misalnya 23-55.

8. Penulisan tanda koma (,) diletakkan setelah nama pengarang, judul

artikel atau buku, nama penerjemah, dan nama penerbit. Penulisan

tanda titik dua (:) ditempatkan setelah kota penerbit atau tahun

sebelum halaman artikel. Sedangkan tanda titik (.) ditempatkan di

bagian paling akhir setiap pustaka.

(27)

Lampiran 1: Contoh Sampul Skripsi

(28)

Lampiran 2: Contoh Lembar Peryantaan Keaslian PERNYATAAN KEASLIAN

Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Kanaya Puti Raihana NIM : 08.212.078

Jenjang : Magister

Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas : Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi

menyatakan bahwa naskah Skripsi berjudul “Representasi Ideologi dan Identitas Muslim di Media Sosial Facebook” ini secara keseluruhan adalah hasil penelitian/karya saya sendiri, kecuali pada bagian-bagian yang dirujuk sumbernya.

Jakarta, 10 April 2014 Saya yang menyatakan, Meterai 6000

Kanaya Puti Raihana

NIM: 08.212.078

(29)

Lampiran 3: Contoh Pernyataan Bebas Plagiasi PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI

Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Kanaya Puti Raihana NIM : 08.212.078

Jenjang : Magister

Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas : Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi

menyatakan bahwa naskah Skripsi yang berjudul “Representasi Ideologi dan Identitas Muslim di Media Sosial Facebook” ini secara keseluruhan benarbenar bebas dari plagiasi. Jika di kemudian hari terbukti melakukan plagiasi, maka saya siap ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Jakarta, 10 April 2014 Saya yang menyatakan, Meterai 6000

Kanaya Puti Raihana

NIM: 08.212.078

(30)

Lampiran 4: Contoh Lembar Halaman Pengesahan PENGESAHAN PROPOSAL SKRIPSI

Judul : Representasi Ideologi dan Identitas Muslim di Media Sosial Facebook

Nama : Kanaya Puti Raihana NIM : 08.212.078

Jenjang : Magister

Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas : Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi

telah dapat diterima dan dapat diajukan untuk mengikuti ujian proposal Skripsi di Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Jakarta, 20 Juni 2014 Dosen Penasihat Akademik,

Dr. Rulli Nasrullah, M.Si NIP: 19750318 200801 1 008

Ketua Prodi,

Dr. Sihabuddin Noor

NIP: 19660110 199303 1 004

(31)

Lampiran 5: Contoh Lembar Halaman Pengesahan PENGESAHAN

Skripsi berjudul : Representasi Ideologi dan Identitas Muslim di Media Sosial Facebook

Nama : Kanaya Puti Raihana NIM : 08.212.078

Jenjang : Magister

Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas : Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi

telah dapat diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Jakarta, 20 Juni 2014 Ketua Prodi,

Dr. Sihabuddin Noor NIP: 19660110 199303 1 004

Diketahui oleh Dekan,

Dr. H. Arief Subhan, MA.

NIP: 19660110 199303 1 004

(32)

Lampiran 6: Contoh Halaman Persetujuan

PERSETUJUAN TIM PENGUJI UJIAN SKRIPSI

Skripsi berjudul : Representasi Ideologi dan Identitas Muslim di Media Sosial Facebook

Nama : Kanaya Puti Raihana NIM : 08.212.078

Jenjang : Magister

Program Studi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas : Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi telah disetujui tim penguji ujian Skripsi

Ketua : Dr. Arief Subhan, MA ( tandatangan ) Sekretaris : Dr. Sihabuddin Noor ( tandatangan ) Pembimbing / Penguji : Dr. Rulli Nasrullah, M.Si ( tandatangan ) Penguji : Dr. Tantan Hermansyah ( tandatangan ) Diuji di Jakarta pada tanggal 5 Mei 2014

Waktu : 10.00 s.d 11.00

Hasil/ Nilai : 3,75

Predikat : Memuaskan/ Sangat Memuaskan/ Cumlaude

(33)

Lampiran 7: Contoh Lembar Abstrak Abstrak

Perkembangan media jurnalisme warga memberikan kesempatan bagi khalayak untuk memproduksi berita yang selama ini dikuasai oleh lembaga media massa. Dalam kasus ini, warga tidak hanya menjadi konsumen berita semata, tetapi juga bertindak sebagai produsen berita dan konsumen pada waktu yang sama (prosumer). Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini mencoba untuk melihat bagaimana komodifikasi yang dilakukan oleh warga. Dengan menggunakan metode analisis komunikasi termediasi komputer dengan media Kompasiana sebagai instrumen penelitian, peneliti menemukan bahwa ruang jurnalisme warga telah digunakan sebagai media untuk komodifikasi diri sesuai target atau nilai yang ingin dicapai. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa warga jurnalisme warga bunga-oleh mereka yang memiliki akun di Kompasiana-untuk mencapai motif pribadi seperti untuk mendapatkan keuntungan materi atau untuk membangun citra diri atau wacana. Di tingkat media ruang, fasilitas Kompasiana seperti Deskripsi profil dan kolom komentar merupakan fasilitas yang dapat digunakan sebagai aktivitas prosumer. Kegiatan dalam fasilitas ini adalah mungkin bagi khalayak untuk mempromosikan produk atau mempromosikan diri pengguna itu sendiri layaknya produk. Berdasarkan pertanyaan penelitian dan temuan di lapangan, peneliti membuat kesimpulan, pertama, kehadiran media jurnalisme warga adalah penonton positioning bukan sebagai entitas pasif lagi dan hanya mendapatkan efek informasi seperti yang diproduksi oleh industri media. Kedua, keterlibatan penonton sebagai subjek memberikan informasi dalam jurnalisme warga untuk kepentingan pribadi, misalnya untuk kegiatan ekonomi praktis .

Kata Kunci: media baru, internet, jurnalisme warga, prosumer,

Kompasiana, khalayak

Gambar

Ilustrasi  mudahnya  seperti  orang  yang  tengah  berkhotbah  dan  menyampaikan  gagasan  atau  pandangan  tertentu

Referensi

Dokumen terkait

Observasi adalah kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra (Arikunto, 2013, hlm. Observasi dilakukan oleh observer yang berjumlah

Kondisi yang diperlukan untuk proses belajar mencakup kondisi yang fleksibel (bebas untuk berinteraksi), lingkungan yang responsif, kondisi yang memudahkan untuk

Struktur Mikro, yaitumenganalisis wacana secara detail dengan mengamati bagian-bagian terkecil dalam suatu teks, seperti gaya bahasa yang dipakai, bentuk kalimat

Struktur kategori digunakan untuk memudahkan penelitian analisis data dalam pemberitaan yang mengandung kalimat dengan tema unsur budaya lokal pada tayangan

Adapun kelebihan yang dimiliki oleh metode demonstrasi ini adalah menjadikan pembelajaran menjadi jelas, memusatkan perhatian siswa, lebih mengarahkan proses belajar siswa

Penerapannya dalam penelitian kualitatif ini peneliti menggunakan bentuk penelitian kualitatif karena data yang dikumpulkan berupa kata-kata, kalimat yang berkaitan dengan struktur