• Tidak ada hasil yang ditemukan

KIMIA LINGKUNGAN TL-2202

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KIMIA LINGKUNGAN TL-2202"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

KIMIA LINGKUNGAN

TL-2202

(2)

Sistem Karbonat: Sistem dan Kelarutan CO

2

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

(3)

Sistem Karbonat: Sistem dan Kelarutan CO

2

(4)

Sistem Karbonat: Sistem CO 2

• Kimia asam-basa kebanyakan sistem air alami didominasi oleh interaksi ion karbonat (CO32-) yang bersifat basa kuat, dengan asam lemah H2CO3 (asam karbonat).

• Asam karbonat dihasilkan dari

→ pelarutan gas karbon dioksida atmosfer di dalam air

→ dekomposisi materi organik di dalam air

CO2(g) + H2O(aq)  H2CO3(aq) (asam karbonat)

• Asam karbonat juga setimbang dalam medium cair dengan ion karbonat HCO3- (ion hidrogen karbonat/ion bikarbonat) dan ion hidrogen: H2CO3 (asam karbonat)  H+ + HCO3-

(5)

Sistem Karbonat: Sistem CO 2

• Sumber dominan ion karbonat adalah batu-batuan kapur, dalam bentuk CaCO3

→ garam yang hampir tidak larut → sebagian kecil akan melarut jika ada air:

CaCO3(s) (kalsium karbonat)  Ca2+ + CO32- (ion karbonat)

• Air alami yang terpapar ke batuan kapur disebut sebagai “calcareous waters”. Ion karbonat terlarut bertindak sebagai suatu basa, menghasilkan ion karbonat dan ion hidroksida di dalam air:

CO32- + H2O  HCO3- + OH-

(6)

Sistem Karbonat: Sistem CO 2

Reaksi-reaksi diatas yang terjadi di dalam tiga fasa alami (udara-air- batu):

(7)

Sistem Karbonat: CO 2 Terlarut

• Unsur anorganik terlarut di dalam air tawar dan air laut mempunyai sifat asli di dalam mineral dan atmosfer.

• CO2 dari atmosfer menghasilkan suatu asam yang bereaksi dengan basa-basa di dalam batu-batuan.

• Air juga dapat kehilangan CO2 ke sedimen akibat reaksi presipitasi.

• Reaksi-reaksi pelarutan dan presipitasi dengan CaCO3 dan suatu kerak bumi yang mengandung mineral (‘feldspar’)

(8)

Sistem Karbonat: CO 2 Terlarut

(9)

Sistem Karbonat: CO 2 Terlarut

• CO2 atmosfer dapat juga berasal dari aktivitas gunung berapi dan hasil pembakaran bahan bakar fossil.

• CO2 direduksi karena adanya fotosintesa dan dilepaskan selama proses.

• Respirasi dan oksidasi mahluk hidup -> memegang peranan unik di dalam pertukaran biokimia antara air dan biomassa.

• Spesies karbonat terlarut ikut serta dalam reaksi-reaksi asam-basa homogen dan heterogen, dan reaksi pertukaran dengan litosfer dan atmosfer ->

penting dalam mengatur pH dan komposisi air alami.

(10)

Sistem Karbonat: CO 2 Terlarut

Dalam sistem TERBUKA (a) substansi volatil dapat dipindahkan antara fasa air dan gas. Jumlah total materi di dalam sistem akan konstan

(11)

Sistem Karbonat: CO 2 Terlarut

Dalam sistem TERBUKA (b) fasa air tertutup terhadap fasa gas, tidak terjadi perpindahan ke fasa gas, H2CO3* atau NH3 diperlakukan sebagai unsur nonvolatil

(12)

Sistem Karbonat: CO 2 Terlarut

Dalam sistem TERTUTUP ( c) terjadi perpindahan materi ke lingkungan; sebagai

contoh : air yang dalam keadaan setimbang dengan atmosfer dicirikan oleh adanya tekanan parsial CO2 (pCO2) yang konstan

(13)

Sistem Karbonat: CO 2 Terlarut

Dalam sistem tertutup (d) tidak ada perpindahan materi dan energi ke lingkungan.

(14)

Sistem Karbonat: CO 2 Terlarut

Dalam sistem tertutup (d) tidak ada perpindahan materi dan energi ke lingkungan.

(15)

Sistem Karbonat: CO 2 Terlarut

Dalam larutan karbonat sederhana :

• Konsentrasi kesetimbangan alami interdependen dari masing-masing

komponen terlarut (CO2, H2CO3, HCO3-, CO32-, H+ dan OH-) dapat dideskripsikan secara sempurna oleh enam persamaan.

• Set persamaan yang tepat terdiri dari empat hubungan kesetimbangan : i. Kesetimbangan hidrasi CO2 : H2CO3  CO2(aq) + H2O

ii. Konstanta asiditas H2CO3 pertama iii. Konstanta asiditas H2CO3 kedua iv. Produk ion dari air

Dan dua kesetimbangan konservasi yang menjelaskan suatu konsentrasi dan kondisi elektronetral atau proton.

(16)

Sistem Karbonat: CO 2 Terlarut

Total konsentrasi analitikal dari CO2 terlarut : [H2CO3*] = [CO3(aq)] + [H2CO3] Kesetimbangan untuk reaksi :

H2O + CO2(aq)  H2CO3(aq)

terletak jauh ke kiri dan kebanyakan fraksi CO2 tak terionisasi ada dalam bentuk CO2(aq).

Konstanta asiditas pertama, K1, merupakan konstanta komposit untuk protolisa H2CO3* → merefleksikan reaksi hidrolisa dan protolisa dari H2CO3* sebenarnya.

(17)

Sistem Karbonat: CO 2 Terlarut

Hubungan antara konstanta asiditas H2CO3* sebenarnya, KH2CO3, dan konstanta asiditas komposit, K1 adalah :

K1 = KH2CO3/(1+K)

dengan K adalah konstanta kesetimbangan hidrasi

Pada 25oC, nilai K adalah bervariasi antara 350-990 → variasi pKH2CO3 (asam karbonik “sebenarnya”) adalah

3,8 – 3,4, maka persamaan diatas dapat disederhanakan menjadi : K1 = KH2CO3/K

(18)

Asiditas - Alkalinitas

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

(19)

Asiditas - Alkalinitas

(20)

Alkalinitas

• Alkalinitas → kapasitas air untuk menerima proton.

• Alkalinitas penting di dalam pengolahan, serta pada untuk kondisi kimia dan biologi air alami.

• Seringikali alkalinitas air harus diketahui untuk menghitung jumlah bahan kimia yang harus ditambahkan ke dalam sistem pengolahan air.

• Air dengan alkalinitas tinggi → pH tinggi dan biasanya mengandung tingkat dissolved solid tinggi → kerusakan pada boiler, proses-proses makanan dan sistem penyediaan air.

(21)

Alkalinitas

• Alkalinitas berperan dalam menentukan kemampuan air untuk mendukung

pertumbuhan alga dan kehidupan perairan lainnya -> diukur sebagai kesuburan air, karena :

• pengaruh sistem buffer dari alkalinitas

• alkalinitas berfungsi sebagai reservoar untuk karbon anorganik

• Biasanya, spesies dasar yang membentuk alkalinitas di dalam air adalah ion bikarbonat, ion karbonat dan ion hidroksida :

HCO3- + H+ → CO2 + H2O CO32- + H+ → HCO3-

OH- + H+ → H2O

(22)

Alkalinitas

• Unsur lainnya yang berkontribusi untuk membentuk alkalinitas -> amonia serta konjugasi basa dari asam-asam fosfor, silika, borat dan organik.

• Alkalinitas biasanya dinyatakan sebagai :

• “alkalinitas phenolphtalein” → titrasi denga asam sampai mencapai pH dimana HCO3- merupakan spesies karbonat dominan (pH 8,3)

atau

• “alkalinitas total” -> titrasi dengan asam untuk mencapai titik akhir methyl orange (pH 4,3) dimana spesies karbonat dan bikarbonat telah

dikonversikan menjadi CO2.

(23)

Alkalinitas

Perbedaan antara tingkat basa tinggi dan alkalinitas tinggi :

• Tingkat basa tinggi → ditunjukkan oleh pH tinggi → pH adalah faktor intensitas

• Alkalinitas tinggi → kemampuan menerima proton tinggi → alkalinitas adalah faktor kapasitas

Contoh :

Bandingkan antara larutan 1,00 x 10-3 M NaOH dengan larutan 0,100 M NaHCO3 :

• larutan NaOH bersifat basa dengan pH 11 → 1L NaOH hanya menetralisir 1,00 x 10-

3 mol asam

• pH larutan NaHCO3 adalah 8,34 (pH = ½ pK1 + ½ pK2) jauh lebih rendah daripada NaOH, tetapi 1L NaHCO3 akan menetralisir 0,100 asam → alkalinitasnya 100 x lebih besar daripada larutan NaOH yang lebih basa

(24)

Alkalinitas

• Contoh proses pengolahan air dimana alkalinitas air penting -> penggunaan

“filter alum” Al2(SO4)3.18H2O sebagai koagulan. Ion aluminium terhidrasi adalah asam, dan jika ditambahkan ke air, akan bereaksi dengan basa untuk membentuk aluminium hidroksida yang bersifat gelatin :

Al(H2O6)3+ + 3 OH-  Al(OH)3 + 6 H2O

• Dalam rekayasa, alkalinitas seringkali dinyatakan dalam satuan mg/L CaCO3. Karena reaksi netralisasi asam CaCO3 adalah :

CaCO3 + 2 H+ -> Ca2+ + CO2 + H2O

berat ekivalen CaCO3 adalah setengah berat formulanya, dan mudah untuk mengkonversikan alkalinitas menjadi satuan ekivalen per liter.

(25)

Alkalinitas

(26)

Alkalinitas

(27)

Alkalinitas

• Konsentrasi-konsentrasi CO2, HCO3-, CO32- dan OH- di dalam air dapat dihitung dengan diketahuinya pH, alkalinitas dan konstanta kesetimbangan yang tepat.

Perhitungan-perhitungan ini berasumsi bahwa kontribusi alkalinitas dari spesies-spesies anion fosfat dan yang lainnya diabaikan. Contoh : Pada pH 7,00 air mempunyai alkalinitas 1,00 x 10-3 ek/L dengan kondisi pada pH tsb.

konsentrasi CO32- diabaikan bila dibandingkan terhadap konsentrasi HCO3-. Sedangkan konsentrasi OH- hanya 1,00 x 10-7 M

→ Jadi, semua alkalinitas disebabkan oleh HCO3- [HCO3-] = [alk] = 1,00 x 10-3

dimana, [alk] adalah alkalinitas → [CO2] dapat dihitung dari persamaan konstanta disosiasi asam:

(28)

Alkalinitas

[CO2] = {[H+][HCO3-]}/K1= (10-7)(10-3)/(4.45x10-7)

= 2.25x10-7

Nilai [CO32-] dihitung dengan substitusi ke dalam persamaan untuk K2 : [CO32-]= K2 [HCO3-]/[H+]= (4.69x10-11)(10-3)/(10-7)

= 4.69x10-11

• Konsentrasi-konsentrasi diatas dapat dibandingkan terhadp air yang mempunyai pH 10,00 dan alkalinitas 1,00 x 10-3 ek/L. Dalam hal ini ion-ion CO32- dan OH- berkontribusi terhadap alkalinitas : [alk] = [HCO3-] + 2 [CO32-] + [OH-]

dimana [CO32-] berkontribusi 2 x konsentrasinya.

(29)

Alkalinitas

• Substitusi persamaan : [OH-] = 1,00 x 10-4 dan [CO32-]= K2 [HCO3-]/[H+]

Jika nilai [HCO3-] adalah 4,64 x 10-4 ek/L, maka [CO32-] = 2,18 x 10-4 M -> total alkalinitas = 4,64 x 10-4 ek/L (dari HCO3-) + 4,36 x 10-4 ek/L (dari CO32-) + 1,00 x 10-4 ek/L (dari OH-) = 1,00 x 10-3 ek/L.

• Karena alkalinitas di dalam kebanyakan air alami dikarenakan adanya HCO3- dan jumlah yang sedikit dari CO32-, air dengan alkalinitas tinggi mengandung konsentrasi karbon anorganik yang tinggi. Hal ini dapat ditunjukkan dengan menghitung kelarutan CO2 atmosfer di dalam air yang pada awalnya mengandung 1,00 x 10-3M NaOH dan, oleh karenanya, mempunyai alkalinitas 1,00 x 10-3 ek/L. Jika air ini dibiarkan mencapai kesetimbangan dengan udara, nilai [CO2] di dalam air adalah 1,028 x 10-3 M yang dihasilkan dari persamaan : CO2+ OH- → HCO3-

(30)

Alkalinitas

• Reaksi CO2 atmosfer dengan ion hidroksida terjadi sehingga konsentrasi HCO3-

= 1,00 x 10-3M

Nilai [H+] dihasilkan dari K1

[H+] =K1[CO2]/[HCO3-]= (4.45x10-7)(1.028x10-5)/(10-3)

= 4.57x10-9 pH = 8.34

• Pada pH tsb., hanya fraksi kecil dari total karbon anorganik yang hadir sebagai CO2 atau CO32-. Konsentrasi total karbon anorganik sama dengan [HCO3-] = 1,00 x 10-3M.

(31)

Alkalinitas

• Pada pH < 7, H+ di dalam air terlepas dari alkalinitas, sehingga konsentrasinya harus dikurangi bila menghitung total alkalinitas.

Dengan demikian, persamaan berikut merupakan persamaan lengkap alkalinitas di dalam media dimana kontrinutornya adalah HCO3-, CO32- dan OH-.

[alk] = [HCO3-] + 2[CO32-] + [OH-] – [H+]

(32)

Asiditas

(33)

Asiditas

(34)

Asiditas

(35)

Asiditas

• Asiditas pada sistem air alami → kapasitas air untuk menetralisir OH-.

• Air asam biasanya tidak diperhitungkan, kecuali untuk kasus polusi berat.

• Asiditas biasanya merupakan hasil dari adanya asam lemah seperti H2PO4-, CO2, H2S, protein, asam-asam lemak dan ion-ion logam asam, terutama Fe3+.

(36)

Asiditas

• Asiditas lebih sukar ditentukan daripada alkalinitas, karena dua kontributor utama, CO2 dan H2S, merupakan larutan volatil yang segera hilang dari sampel :

CO2 + OH- → HCO3-

H2S + OH- → HS + H2O

• Istilah “asam mineral bebas” (“free mineral acid”) → asam kuat seperti H2SO4 dan HCl di dalam air.

• “Acid mine water” mengandung asam bebas mineral dalam konsentrasi yang harus diperhitungkan.

(37)

Asiditas

• Asiditas total → ditentukan oleh titrasi dengan basa untuk mencapai titik akhir phenolphtalein (pH 8,2).

Asam mineral bebas → ditentukan oleh titrasi dengan basa untuk mencapai titik akhir methyl orange (pH 4,3).

• Karakter asam dari ion-ion logam terhidrasi dapat menimbulkan asiditas:

Al(H2O6)3+  Al(H2O)5OH2+ + H+

• Beberapa buangan industri mengandung ion-ion logam asam, dan biasanya beberapa merupakan asam kuat.

(38)

Saturation Index & CO

2

Agresif

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

(39)

Saturation Index & CO

2

Agresif

(40)

Saturation Index

• Dalam suatu larutan yang jenuh CaCO3 dalam air, sejumlah CO2 terlarut dalam air tsb. menurut reaksi:

CaCO3 + CO2 + H2O → Ca(HCO3)2

• Reaksi akan bergeser ke kanan sampai tercapai kesetimbangan.

• Pada titik kesetimbangan tsb. ditinjau dari CaCO3 → larutan stabil.

• Komponen dari larutan adalah Ca++, CO32-, HCO3-, H2CO3, H+, OH- dan H2O.

(41)

Saturation Index

• Kesetimbangan-kesetimbangan ini berlangsung :

H2 CO3  H+ + HCO3- K1 = {[H+][HCO3-]}/[H2 CO3] HCO3-  H+ + CO32- K2 = {[H+][CO32-]}/[HCO3-] CaCO3  Ca++ + CO32- Ks = [Ca++][CO32-]

H2O  H+ + OH+ Kw = [H+][OH-]

(42)

Saturation Index

• Pada kesetimbangan diatas dapat dihitung :

Ks/K2 = {[Ca++][HCO3-]}/[H+]

pHeq = - log [H+] = log (Ks/K2) – log [Ca++] – log [HCO3-] pHeq = (pK2 – pKs) + p Ca + p HCO3-

Bila [Ca++] dan [HCO3-] dapat ditentukan dengan analisa kimia → pHeq dapat dihitung.

(43)

Saturation Index

• Perbedaan antara pH pengamatan (analisa kimia) dan pH perhitungan (pHeq) disebut sebagai Saturation Index atau Langelier Index

I = pHeq – pHs

= pHeq – pK2 + pKs – pCa – pHCO3- Bila :

I = 0 → larutan dalam kesetimbangan

I < 0 → larutan bersifat agresif, kurang jenuh CaCO3 dan condong melarutkan CaCO3 yang ada

I > 0 → larutan terlalu jenuh CaCO3 → condong membentuk CaCO3

(44)

Diagram Tillman

• Agresivitas dari air yang mengandung CO2 terhadap CaCO3 atau bahan-bahan sejenis tidak hanya tergantung pada [CO2] tetapi juga pada konsentrasi HCO3-

CaCO3 + CO2 + H2O  Ca(HCO3)2 atau

CO32- + CO2 + H2O  2 HCO3-

• Tillman melakukan percobaan dengan air yang hanya berisi Ca(HCO3)2 dan CO2. Menurut persamaan :

[H2 CO3] = {[H+][HCO3-]}/K1 atau

[H+] = {K1 [H2 CO3]}/[HCO3-]

(45)

Diagram Tillman

Menurut persamaan :

K2 = {[H+][CO32-]}/[HCO3-] atau : [CO32-] = {K2- [HCO3-]}/[H+]

Menurut persamaan :

Ks = [Ca++][CO32-]

Menurut persamaan :

Ks/K2 = {[Ca++][HCO3-]}/[H+] atau : Ks = {K2[Ca++][HCO3-]}/[H+]

juga Ks= { K2[Ca++][HCO3-]2}/{K1[H2 CO3]}

sehingga [H2CO3] = {K2[Ca++][HCO3-]2}/{K1 Ks}

(46)

Diagram Tillman

• Dalam hubungan ini, dianggap Ca2+ setimbang terhadap HCO3- : Ca2+ + 2 HCO3-  CaCO3 + CO2 + H2O

dan dalam hal ini larutan hanya mengandung Ca(HCO3)2, akibatnya : 2 [Ca2+] = [HCO3-]

• Untuk suatu jumlah H2CO3 dalam kesetimbangan dengan CaCO3 : [H2CO3] = {K2[Ca++][HCO3-]2}/{K1Ks}

atau [H2 CO3] = {K2 [HCO3-]3}/{2 K1Ks}

• Faktor K2/{2K1Ks} hanya tergantung pada temperatur dan pada 20oC sebesar 5,4 x 10-3.

(47)

Diagram Tillman

Dengan memasukkan setiap harga [H2CO3] atau [HCO3-], harga [HCO3-] atau [H2CO3] dapat dihitung dan diplotkan dalam bentuk grafik → akan terbentuk kurva

kesetimbangan → Grafik Tillman

(48)

Diagram Tillman

• Pada garis kesetimbangan, air dalam keadaan setimbang → tidak agresif.

Endapan CaCO3 terbentuk bila kontak dengan CaCO3 padat atau pipa beton.

• Diatas garis kesetimbangan, dalam hubungannya dengan CaCO3 → air bersifat agresif.

• Apabila suatu hasil analisa kimia air berada dalam posisi P, dan terjadi kontak antara air dengan CaCO3 padat → CaCO3 padat tersebut akan melarut

menurut reaksi :CaCO3 + H2CO3  Ca(HCO3)2

• CO2 yang terkandung berkurang, tetapi [HCO3-] bertambah. Akibatnya titik P bergerak sejajar garis AB sampai titik Q dimana kesetimbangan tercapai.

(49)

Diagram Tillman

• Setiap mol CO2 yang hilang akan membentuk 2 mol HCO3-.

• Terlihat disini garis PR merupakan jumlah CO2 agresif.

• Dibawah garis kesetimbangan (dalam hubungannya dengan CaCO3)

→ air dipandang oversaturasi (lewat jenuh), non agresif. Jumlah HCO3- lebih besar dari jumlah CO2 untuk mencapai garis

kesetimbangan.

• Dengan demikian endapan CaCO3 cenderung terbentuk menurut reaksi :

2 HCO3- + Ca++ -> CaCO3 + CO2 + H2O

(50)

Diagram Tillman

• Contoh : bila hasil analisa lab. menunjukkan air dalam posisi S, komposisi air akan berubah menurut garis ST sampai

kesetimbangan tercapai.

• Bila kondisi ini terjadi dalam pipa (transmisi atau distribusi) → bagian dalam akan terlapisi CaCO3 yang makin lama makin tebal sehingga diameter pipa mengecil.

• Penambahan asam kuat atau penambahan CO2 (rekarbonisasi) akan mencegah keadaan ini.

• Penambahan asam kuat →terjadi reaksi :

HCO3- + H+ → CO2 + H2O

(51)

Terima kasih

Referensi

Dokumen terkait

• CRM Menyediakan informasi untuk mengkoordinasikan semua proses bisnis yang berhubungan dengan pelanggan dalam penjualan, pemasaran dan layanan untuk mengoptimalkan

1) Berdasarkan validasi pada ahli media, media pembelajaran memperoleh nilai 82%, sehingga berdasarkan interprestasi skala likert media pembelajaran masuk dalam kategori

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru-guru SD Kecamatan Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu dalam mengimplementasikan penerapan

Penelitian ini secara umum bertujuan menganalisis pengaruh pola asuh belajar, lingkungan pembelajaran, motivasi belajar, dan potensi akademik terhadap prestasi akademik siswa

Dalam hal ini Majelis Hakim Tingkat Pertama Mahkamah Syar’iyah Sigli dalam pertimbangannya hanya mempertimbangkan masalah dari mana objek itu berasal tidak

Maksudnya, jika kata yang terhitung 100 tidak jatuh di ujung kalimat maka akan dihitung dalam bentuk desimal (perpuluhan). Cara melakukan persepuluh adalah jumlah

Sedangkan prosedur penelitiannya yaitu : pertama sekali Bapak/Ibu yang telah diduga (didiagnosa) dengan Hepatitis B Kronik, akan kami lakukan pemeriksaan darah, akan diambil

Setelah melalui proses evaluasi dan analisa mendalam terhadap berbagai aspek meliputi: pelaksanaan proses belajar mengajar berdasarkan kurikulum 2011, perkembangan