Catatan 30-Sep-11 31-Dec-10 1 JAN 10 / 31 DEC 09
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2c, 2k, 2p, 3, 21 16,538,023,564 17,419,537,491 10,285,295,678
Piutang
Usaha - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar
Rp 308.979.957 pada tahun 2011 dan Rp 308.979.957 pada
tahun 2010 dan Rp. 734.110.915 pada tahun 2009 2p, 4, 21 5,723,731,049 10,569,635,427 9,201,651,811
Piutang hubungan istimewa 8c - 1,500,000,000
Persediaan - bersih 2e, 5 27,573,736,777 28,458,752,470 44,656,835,271
Pajak di bayar dimuka 9a - 51,637,138 2,389,821,788
Aset lancar lain-lain 2f, 2p, 21 187,083,912 705,961,472 141,002,204
JUMLAH ASET LANCAR 50,022,575,302 58,705,523,998 66,674,606,752
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan - bersih 2m, 10 2,082,520,021 1,920,112,330 1,862,082,841
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi
penyusutan sebesar Rp 30.794.855.721 pada tahun 2011 dan Rp 29.880.351.419 pada tahun 2010 dan
Rp. 28.742.258.872 pada tahun 2009 2g, 6 21,603,882,980 22,424,659,864 23,327,571,789
Aset lain-lain 1c, 2d, 2f, 8a, 21 2,045,464,504 1,791,082,068 1,252,573,735
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 25,731,867,505 26,135,854,262 26,442,228,365
JUMLAH ASET 75,754,442,807 84,841,378,260 93,116,835,117
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .
( Disajikan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain )
30 SEPTEMBER 2011, 31 DESEMBER 2010 dan 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Catatan 30-Sep-11 31-Dec-10 1 JAN 10 / 31 DEC 09
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Hutang bank 2k, 2p, 7, 21 39,703,500,000 49,450,500,000 58,750,000,000
Hutang
Usaha 2p, 21 40,903,726 79,764,154 1,695,465,600
Lain-lain 2p, 21 0 35,410,000 187,580,500
Biaya masih harus dibayar 2p, 9, 21 474,290,470 1,676,221,960 1,547,371,937
Hutang pajak 2m, 10 240,778,008 284,007,748 125,998,360
Pendapatan ditangguhkan - yang akan direalisasikan dalam
waktu satu tahun 2i 60,838,090 60,838,090 16,744,091
Hutang hubungan istimewa 2d, 2p, 8b, 21 829,793,540 829,793,540 829,793,540
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 41,350,103,834 52,416,535,492 63,152,954,028
LIABILITAS JANGKA PANJANG Pendapatan ditangguhkan -
bagian jangka panjang 2i 859,767,877 859,767,877 651,649,809
Liabilitas imbalan kerja 2j 7,924,880,000 7,324,880,000 6,365,826,845
Jaminan dari penyewa 11 669,283,500 672,938,500 725,677,750
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 9,453,931,377 8,857,586,377 7,743,154,404
SELISIH LEBIH NILAI ASET BERSIH ATAS
BIAYA PEROLEHAN ENTITAS ANAK, BERSIH 2h, 12 97,964,729 129,737,071
EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Modal dasar - 200.000.000 saham dengan
nilai nominal Rp 500 per saham Modal ditempatkan dan disetor penuh -
76.000.000 saham 13 38,000,000,000 38,000,000,000 38,000,000,000
Agio saham 8,080,485,432 8,080,485,432 8,080,485,432
Defisit 23 (21,130,395,521) (22,611,511,455) (23,989,833,503)
Sub- jumlah 24,950,089,911 23,468,973,977 22,090,651,929
Kepentingan non pengendali 2b 317,685 317,685 317,685
Ekuitas, Bersih 24,950,407,596 23,469,291,662 22,090,969,614
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 75,754,442,807 84,841,378,260 93,116,835,117
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .
PT PERDANA BANGUN PUSAKA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2011, 31 DESEMBER 2010 dan 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009
( Disajikan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain )
Catatan 30-Sep-11 30-Sep-10 30-Sep-09
PENDAPATAN BERSIH 2i, 14 45,084,204,683 54,975,108,461 33,839,927,835
BEBAN POKOK PENDAPATAN 2i, 15 35,449,865,262 44,992,062,302 23,912,841,244
LABA KOTOR 9,634,339,421 9,983,046,159 9,927,086,591
BEBAN OPERASI 2i, 16
Penjualan 7,366,240,774 8,053,321,072 6,164,561,228
Umum dan administrasi 1,909,104,800 1,512,499,912 1,030,050,180
Beban operasi lainnya 45,915,207 7,476,484 27,298,334
Pendapatan operasi lainnya (1,280,189,407) (3,026,874,034) (922,649,784)
Beban Operasi, Bersih 8,041,071,374 6,546,423,434 6,299,259,958
LABA (RUGI) OPERASI 1,593,268,047 3,436,622,725 3,627,826,633
Pendapatan keuangan 3 592,635,085 150,702,852 121,389,546
Beban keuangan 7 (237,179,792) (373,876,131) (521,986,032)
LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK 1,948,723,340 3,213,449,446 3,227,230,147
BEBAN PAJAK 2m, 10
Tahun berjalan (630,015,097) (917,796,502) (192,188,530)
Tangguhan 162,407,691 54,050,277 23,919,577
Jumlah Beban Pajak (467,607,406) (863,746,225) (168,268,953)
LABA (RUGI) PERIODE BERJALAN 1,481,115,934 2,349,703,194 3,058,961,194
Pendapatan komprehensif lain-lain 0 0 0
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN 1,481,115,934 2,349,703,194 3,058,961,194
Laba yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 1,481,115,934 2,349,703,221 3,058,961,194
Kepentingan non pengendali 0 0 0
Jumlah 1,481,115,934 2,349,703,221 3,058,961,194
LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM DASAR 2n 19 31 5
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN Periode yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 SEPTEMBER 2011 dan 30 SEPTEMBER 2010 dan 30 SEPTEMBER 2009
( Dinyatakan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain )
Modal Ditempatkan dan
Catatan Disetor Penuh Agio Saham Defisit Ekuitas - Bersih
Saldo per 31 Desember 2008 38,000,000,000 8,080,485,432 (29,472,842,959) 16,607,642,473
Laba bersih 21 - - 5,483,009,456 5,483,009,456
Saldo per 31 Desember 2009 13, 21 38,000,000,000 8,080,485,432 (23,989,833,503) 22,090,651,929
Saldo per 31 Desember 2009 38,000,000,000 8,080,485,432 (23,989,833,503) 22,090,651,929
Laba bersih 21 - - 1,378,322,048 1,378,322,048
Saldo per 31 Desember 2010 13, 21 38,000,000,000 8,080,485,432 22,611,511,455 23,468,973,977
Saldo per 31 Desember 2010 38,000,000,000 8,080,485,432 (22,611,511,455) 23,468,973,977
Rugi bersih 21 - 1,481,115,934 1,481,115,934
Saldo per 30 September 2011 13, 21 38,000,000,000 8,080,485,432 (21,130,395,521) 24,950,089,911
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .
Periode yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
30 SEPTEMBER 2011 dan 30 SEPTEMBER 2010 dan 30 SEPTEMBER 2009 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
( Dinyatakan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain )
Catatan 30-Sep-11 31-Dec-10 1 JAN 10 / 31 DEC 09
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 49,973,214,967 76,714,198,024 47,103,412,049
Pembayaran kas untuk:
Pemasok (32,587,711,499) (48,348,499,128) (68,442,465,599)
Beban usaha (7,784,877,389) (12,272,148,226) (10,540,725,312)
Kas yang diperoleh dari (digunakan untuk)
aktivitas operasi 9,600,626,080 16,093,550,670 (31,879,778,862)
Penerimaan kas dari:
Penghasilan bunga 592,635,085 518,523,455 187,568,032
Pajak 10 0 574,226,457 0
Lain-lain 24,510,034 373,540,187 217,079,015
Pembayaran kas untuk:
Beban bunga (265,881,381) (570,656,755) (852,076,190)
Pajak (1,064,176,327) (1,842,713,208) (1,603,384,047)
Lain-lain (533,997,303) (231,067,051)
Kas Bersih yang Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi 8,887,713,491 14,612,473,503 (34,161,659,103)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aktiva tetap 0 113,636,364 1,319,550,000
Perolehan aktiva tetap 6 (93,727,418) (541,868,054) (814,427,293)
Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Investasi (93,727,418) (428,231,690) 505,122,707
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran hutang bank 8 (9,675,500,000) (7,050,000,000) 0
Penerimaan dari hutang bank 37,316,250,000
Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Pendanaan (9,675,500,000) (7,050,000,000) 37,316,250,000
KENAIKAN (PENURUNAN)
KAS DAN SETARA KAS (881,513,927) 7,134,241,813 3,659,713,604
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 3 17,419,537,491 10,285,295,678 6,625,582,074
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 3 16,538,023,564 17,419,537,491 10,285,295,678
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .
( Disajikan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain ) LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2011, 31 DESEMBER 2010 dan 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009 PT PERDANA BANGUN PUSAKA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Periode yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
1 UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (Perusahaan) didirikan dengan nama PT Konica Cemerlang berdasarkan akta notaris James Herman Rahardjo, S.H/ No. 27 tanggal 7 Oktober 1987. Berdasarkan akta notaris No. 100 dari notaris yang sama tanggal 27 April 1988, Perusahaan mengubah namanya menjadi PT. Perdana Bangun Pusaka.
Perubahan ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Kepotusan No, C2-4750.HT. 01.01. TH 88 tanggal 3 Juni 1988, didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan No. 86 / Leg / 1988 dan No. 154 / Leg / 1988 tanggal 16 Juni 1988 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 46 Tambahan No. 2030 tanggal 8 Juni 1990 .
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dalam Rapat Umum Pemegang Saham akta notaris Nyonya Poerbaningsih Adi Warsito, S.H. No. 88 tanggal 26 Juni 2008 mengenai perubahan Anggaran Dasar Perusahaan untuk menyesuaikan dengan Undang-undang No .40 Tahun 2007 Perseroan Terbatas. Perubahan terakhir anggaran dasar ini mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-86536 AH.01.02-th-08 tanggal 17 November 2008 .
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatannya meliputi:
I. Menjalankan usaha-usaha khususnya di bidang pengolahan film, industri alat-alat perlengkapan fotografi, kertas fotografi dan kamera, serta di bidang perfilman.
II. Menjalankan perdagangan impor dan ekspor, bertindak sebagai perwakilan, agen, distributor dari badan-badan dan perusahaan-perusahaan lain, baik dari dalam maupun luar negeri.
IIII. Menjalankan usaha-usaha di bidang perindustrian, pembangunan, pertambangan, pengangkutan, pertanian, peternakan, pergudangan dan percetakan.
Perusahaan mulai beroperasi komersial pada tahun 1987.
Perusahaan saat ini bergerak di bidang penjualan dan distribusi produk-produk fotografi. Perusahaan dan Entitas Anak berdomisili di Jakarta, sedangkan depot-depot/perwakilan-perwakilan yang dimiliki atau disewa oleh Perusahaan tersebar di 14 wilayah geografis di Indonesia. Perusahaan beralamat di Jalan Gunung Sahari 78, Jakarta 10610.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 20 Juli 1995, berdasarkan surat Badan Pengawas Pasar Modal ( BAPEPAM, sekarang Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan atau BAPEPAM-LK ) No. S-965/PM/1995, Perusahaan menawarkan kepada masyarakat 23.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp 500 per saham dan harga jual Rp 950 / saham.
Seluruh saham tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
c. Struktur Perusahaan dan Entitas Anak
Struktur Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:
Jumlah Aset
Perusahaan Kegiatan Pokok Tahun Mulai Persentase (Dalam Jutaan
Operasi Komersial Pemilikan Rupiah)
30-Sep-11
PT Perdana Bangun Pusaka Tbk Penjualan dan distribusi produk- 1,987 - 80,220
( PBP ) - Induk Perusahaan produk fotografi
PT Perdana Liga Prima (PLP) Manufaktur film dan kertas foto 1,991 99.99% 2,225
PT Perdana Adiloka (PAL) Menyewakan ruang gedung
perkantoran 1,993 99.99% 13,178
Jumlah Aset (Dalam Jutaan
Perusahaan Kegiatan Pokok Tahun Mulai Persentase Rupiah)
Operasi Komersial Pemilikan 31-Dec-10
89,228 PT Perdana Bangun Pusaka Tbk Penjualan dan distribusi produk- 1,987 -
( PBP ) - Induk Perusahaan produk fotografi 2,244
PT Perdana Liga Prima (PLP) Manufaktur film dan kertas foto 1,991 99.99%
PT Perdana Adiloka (PAL) Menyewakan ruang gedung 13,226
perkantoran 1,993 99.99%
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ( Disajikan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain )
30 SEPTEMBER 2011, 31 DESEMBER 2010 dan 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009
1 UMUM (lanjutan )
c. Struktur Perusahaan dan Entitas Anak ( lanjutan ) Jumlah Aset
(Dalam Jutaan
Perusahaan Kegiatan Pokok Tahun Mulai Persentase Rupiah)
Operasi Komersial Pemilikan 31-Dec-09
98,091 PT Perdana Bangun Pusaka Tbk Penjualan dan distribusi produk- 1,987 -
( PBP ) - Induk Perusahaan produk fotografi 12,515
PT Perdana Liga Prima (PLP) Manufaktur film dan kertas foto 1,991 99.99%
PT Perdana Adiloka (PAL) Menyewakan ruang gedung 2,239
perkantoran 1,993 99.99%
Disamping itu, Perusahaan memiliki PT. Perdana Citra Pusaka (PCP), Entitas Anak. Berdasarkan risalah rapat umum pemegang saham luar biasa yang diaktakan dengan Akta Notaris Marina Soewana, S.H., No. 18 tanggal 17 Januari 2003, pemegang saham PCP memutuskan untuk menghentikan operasi PCP untuk waktu tak terbatas yang berlaku sejak tanggal tersebut. Aset bersih PBP sejumlah Rp. 532.768.163 mencerminkan 0.70 % dan 0.63 % dan 0.57 % dari jumlah aset konsolidasian pada tanggal 30 September 2011, 31 Desember 2010 dan 31 Desember 2009. Aset dari operasi dalam penghentian ini dicatat sebagai bagian dari "Aset tidak lancar - aset lain-lain" pada laporan posisi konsolidasian.
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
1. Lukman Kolim - Presiden Komisaris 1. Beng Irawan - Presiden Direktur Presiden Direktur
2. Lukman Roswita - Komisaris 2. Rudy Lauw - Direktur Direktur
3. Yustino Nirjana - Komisaris Independen 3. Buntaran. G - Direktur Direktur
Susunan anggota Komite Audit adalah sebagai berikut :
1. Yustino Nirjana - Ketua
2. Djunaedy Nauli - Anggota
3. Hermawan - Anggota
Gaji dan tunjangan untuk komisaris dan direksi Perusahaan dan Entitas Anak adalah masing-masing sebesar Rp 640 juta dan Rp.710 juta dan Rp. 570 juta pada tahun 2011, 31 Desember 2010 dan 31 Desember 2009.
Pada tanggal 30 September 2011, 31 Desember 2010 dan 31 Desember 2009, Perusahaan dan Entitas Anak mempekerjakan 197, 184 dan 207 orang karyawan tetap ( tidak diaudit ).
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai Standar Akuntansi Keuangan ("SAK") di Indonesia, yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan, Ikatan Akuntan Indonesia, dan peraturan - peraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan ("BAPEPAM-LK").Seperti diungkapkan dalam catatan-catatan terkait seperti berikut di bawah ini, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2011.
PSAK 1 ( revisi 2009 ) mengatur penyajian laporan keuangan, yaitu antara lain, tujuan, pelaporan, komponen laporan keuangan, penyajian secara wajar, materialitas dan agregasi, saling hapus,perbedaan antara aset lancar dan tidak lancar dan liabilitas jangka pendek dan jangka panjang, informasi komparatif, konsistensi penyajian dan memperkenalkan pengungkapan baru, antara lain, sumber estimasi ketidakpastian dan pertimbangan, pengelolaan permodalan, pendapatan komprehensif lainnya, penyimpangan dari standar akuntansi keuangan dan pernyataan kepatuhan.
Penerapan PSAK 1 ( revisi 2009 ) tersebut memberikan pengaruh yang berarti bagi penyajian dan pengungkapan terkait dalam laporan keuangan konsolidasian
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian periode berjalan adalah selaras dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2011, 31 Desember 2010, 31 Desember 2009. kecuali bagi penerapan beberapa SAK yag telah direvisi efektif sejak tanggal 1 Januari 2011 seperti yang telah diungkapkan pada Catatan ini
30 SEPTEMBER 2011, 31 DESEMBER 2010 dan 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009 ( Disajikan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain )
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Dewan Direksi
Komite Audit
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI ( lanjutan )
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian ( lanjutan )
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep biaya perolehan, kecuali untuk akun-akun tertentu yang dinilai berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diungkapkan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian yang disusun dengan menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah.
b. Prinsip-prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak (lihat Catatan 1c).
Pada tanggal 30 September 2011, 31 Desember 2010 dan 31 Desember 2009, jumlah aset PLP dan PAL ( lihat Catatan 1c ) masing-masing mencerminkan 20 % dan 16 % dan 14% terhadap jumlah aset konsolidasian untuk ketiga tahun tersebut.
Bagian hak minoritas atas ekuitas dari Entitas Anak disajikan dalam akun "Hak Minoritas atas Aset Bersih Entitas Anak yang Dikonsolidasi" dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Seluruh saldo akun dan transaksi yang signifikan antar perusahaan yang dikonsolidasi telah dieliminasi.
PSAK 4 (revisi 2009) mengatur penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk sekelompok entitas yang berada dalam pengendalian suatu entitas induk, dan akuntansi untuk investasi pada entitas - entitas anak, pengendalian bersama entitas, dan entitas asosiasi ketika laporan keuangan tersendiri disajikan sebagai informasi tambahan.
Seperti diuraikan pada bagian ini, penerapan PSAK 4 (revisi 2009) tersebut tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap pelaporan keuangan berikut pengungkapan terkait dalam laporan keuangan konsolidasian.
c. Kas dan setara kas serta deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank, dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang dari tanggal penempatan dan tidak dijaminkan atas hutang serta tidak dibatasi penggunaannya.
Deposito Berjangka dengan pembatasan penggunaannya disajikan sebagai "Deposito Berjangka yang Dibatasi Penggunaannya".
d. Transaksi dengan Pihak Pihak Berelasi
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK & (revisi 2010), "Pengungkapan pihak-pihak Berelasi", PSAK revisi ini mensyaratkan pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan keuangan konsollidasian dan juga diterapkan dalam laporan keuangan secara individual Penerapan PSAK yang direvisi tersebut memberikan pengaruh terhadap pengungkapan terkaIt dalam laporan keuangan konsolidasian.
Suatu pihak dianggap berelasi dengan Perusahaan dan Entitas Anak jika : a. langsung atau tidak langsung yang melalui satu atau lebh perantara b. suatu pihak yang berelasi dengan Perusahaan dan Entitas Anak
c. suatu pihak adalah ventura bersama di mana Perusahaan dan Entitas Anak sebagai venturer d. suatu pihak adalah anggota dari personil manajemen kunci Perusahaan dan Entitas Anak e. suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dari individu
f. suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan g. suatu pihak adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan dari Perusahaan dan Entitas Anak
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh ke 2 belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi - transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak tidak berelasi.
Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang relevan.
e. Persediaan
Efektif tanggal 1 Januari 2009, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 14 (revisi 2008), "Persediaan", yang menggantikan PSAK 14 (1994), "Persediaan". Penerapan PSAK revisi ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak.
30 SEPTEMBER 2011, 31 DESEMBER 2010 dan 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009 ( Disajikan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain )
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI ( lanjutan )
e. Persediaan ( lanjutan )
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih .
Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode masuk pertama keluar pertama (FIFO)
Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga jual dalam kondisi bisnis yang umum, dikurangi dengan estimasi biaya yang diperlukan untuk menjual.
Penyisihan persediaan usang dan penurunan harga pasar disajikan untuk menyesuaikan nilai tercatat persediaan ke nilai realisasi bersihnya.
f. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada operasi selama masa manfaat masing-masing biaya. Biaya dibayar di muka yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun disajikan sebagai bagian dari "Aset tidak lancar-aset lain-lain".
g. Aset Tetap
Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai.
Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat ("carrying amount") aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharan dan perbaikan lainnya yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laba atau rugi pada saat terjadinya.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan prasarana 20
Mesin 10
Peralatan dan perabotan kantor 5
Kendaraan 5
Hak atas tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak diamortisasi. Biaya-biaya tertentu sehubungan dengan perolehan atau perpanjangan hak pemilikan tanah ,ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek dan dicatat sebagai "Aset lain-lain" pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Penurunan nilai aset tetap dibebankan pada operasi tahun berjalan bilamana terdapat peristiwa atau perubahan situasi yang menunjukkan adanya indikasi penurunan nilai aset.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari "Aset tetap" di laporan posisi keuangan konsolidasian. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tetap tersebut selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laba atau rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan dievaluasi, dan jika diperlukan disesuaikan secara prospektif.
h. Selisih Lebih Nilai Aset Bersih atas Biaya Perolehan Entitas Anak
Selisih lebih nilai aset bersih atas biaya perolehan Entitas Anak pada tanggal pemilikan diamortisasi selama 20 (dua puluh) tahun sampai dengan tahun 2014 dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method).
i. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan dan Entitas Anak menerapkan PSAK 23 (revisi 2010), "Pendapatan". PSAK revisi ini mengindentifikasi terpenuhinya kriteria pengakuan pendapatan , sehingga pendapatan dapat diakui, dan mengatur perlakuan akuntansi atas pendapatan yang timbul dari transaksi dan kejadian tertentu, serta memberikan panduan praktis dalam penerapan kriteria mengenai pengakuan pendapatan.Tidak terdapat dampak signifikan dari standar akuntansi yang direvisi tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2011, 31 DESEMBER 2010 dan 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009
( Disajikan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain )
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI ( lanjutan)
i. Pengakuan Pendapatan dan Beban ( lanjutan )
Pendapatan atas penjualan barang diakui pada saat barang diserahkan kepada distributor / pelanggan. Beban diakui pada saat terjadinya.
Pada Entitas Anak yang bergerak di bidang penyewaan ruang gedung perkantoran, pendapatan atas sewa ruang kantor dan parkir serta jasa pemeliharaan yang diterima di muka ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan sesuai dengan jangka waktu perjanjian sewa.
j. Imbalan Kerja
Perusahaan dan Entitas Anak mengakui kewajiban imbalan kerja berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 ( "Undang-undang" ) dan PSAK No. 24 ( Revisi 2004 ), "Imbalan Kerja". Pernyataan ini mewajibkan Perusahaan dan Entitas Anak mengakui seluruh imbalan kerja yang diberikan melalui program atau perjanjian formal dan informal, peraturan perundang - undangan atau peraturan industri, yang mencakup imbalan pasca - kerja karyawan, imbalan kerja jangka pendek dan jangka panjang lainnya, pesangon pemutusan hubungan kerja dan imbalan berbasis ekuitas.
Berdasarkan PSAK No. 24 (Revisi 2004), penyisihan imbalan kerja ditentukan dengan menggunakan metode " Projected Unit Credit"
Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban bila akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui pada akhir periode pelaporan tahun sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian ini diakui dengan metode garis lurus selama rata - rata sisa masa kerja karyawan yang diharapkan.
k. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Perusahaan dan Entitas Anak menyelenggarakan catatan akuntansinya dalam Rupiah.
Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam nilai mata uang Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut dan laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan.
Pada tanggal 30 September 2011, 31 Desember 2010 dan 31 Desember 2009, kurs yang digunakan masing-masing adalah Rp 8.823 dan Rp 8.991 dan Rp.9.400 untuk 1 Dollar Amerika Serikat berdasarkan kurs tengah transaksi wesel ekspor dan uang kertas yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.
l. Informasi Segmen
Sesuai PSAK No. 5 (Revisi 2000), "Pelaporan Segmen", segmen usaha menyajikan informasi produk atau jasa yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen usaha lain. Segmen geografis menyajikan informasi produk atau jasa pada wilayah ekonomi tertentu yang memiliki risiko dan imbalanyang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada wilayah ekonomi lain.
Perusahaan dan Entitas Anak mengelompokkan segmen usaha menjadi tiga jenis industri yaitu manufaktur, perdagangan produk-produk fotografi yang diselenggarakan di 14 wilayah geografis di Indonesia ( lihat Catatan 1a dan 18 c ), serta penyewaan ruang gedung perkantoran.
m. Pajak Penghasilan
Beban pajak tahun berjalan dihitung berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak dalam tahun yang bersangkutan, kecuali untuk penghasilan Entitas Anak yang bergerak di bidang penyewaan, yang dikenakan pajak final. Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas beda temporer antara aset dan kewajiban untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan, seperti akumulasi rugi fiskal, diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang memadai untuk dikompensasi.
Mulai tahun 2002, penghasilan Entitas Anak yang bergerak di bidang penyewaan ruang gedung perkantoran dikenakan pajak yang bersifat final dengan tarif 10%.Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak ( SKP ) diterima atau jika Perusahaan mengajukan keberatan pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan.
Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Perubahan nilai tercatat aset dan kewajiban pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
n. Laba (Rugi) per Saham Dasar
Laba (rugi) usaha per saham dasar dan laba (rugi) bersih per saham dasar dihitung dengan membagi masing-masing laba (rugi) usaha dan laba (rugi) bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang dari saham ditempatkan dan disetor penuh yaitu sejumlah 76.000.000 saham masing-masing pada tahun 2011 dan 2010 dan 2009.
( Disajikan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain ) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2011, 31 DESEMBER 2010 dan 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI ( lanjutan)
o. Penggunanaan estimasi
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan. Dengan adanya ketidak pastian yang melekat dalam pembuatan estimasi, hasil sesungguhnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda dengan estimasi tersebut.
p. Instrumen Keuangan
Mulai tanggal 1 Januari 2010, Perusahaan dan Entitas Anak mengadopsi PSAK No. 50 (Revisi 2006), "Instrumen Keuangan : Penyajian dan Pengungkapan" ( PSAK No. 50R ), dan PSAK No. 55 ( Revisi 2006 ), "Instrumen Keuangan : Pengakuan dan Pengukuran" (PSAK No. 55R) secara prospektif. Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan PSAK No. 50R mengatur persyaratantentang penyajian instrumen keuangan dan instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aset keuangan, kewajiban keuangan, dan instrumen ekuitas;
pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan, dan keadaan di mana aset keuangan dan kewajiban keuangan akan saling hapus. PSAK ini mensyaratkan pengungkapan, antara lain, informasi mengenai faktor yang mempengaruhi jumlah, waktu dan tingkat kepastian arus kas masa datang yang terkait dengan instrumen keuangan dan kebijakan akuntansi yang digunakan untuk instrumen tersebut.
PSAK No. 55R mengatur prinsip-prinsip dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, kewajiban keuangan, dan kontrak pembelian dan penjualan item non keuangan. Pernyataan ini, antara lain, memberikan definisi dan karakteristik terhadap derivatif, kategori instrumen keuangan, pengakuan dan pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penetapan hubungan lindung nilai.
Tidak terdapat penyesuaian transisi terhadap laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak per tanggal 1 Januari 2011.
I. Aset Keuangan
Pengakuan awal
Aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK No. 55R diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo, dan aset keuangan tersedia untuk dijual.
Perusahaan dan Entitas Anak menentukan klasifikasi aset keuangan pada saat pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan sesuai, akan dievaluasi kembali setiap akhir tahun keuangan.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada nilai wajar. Dalam hal investasi tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak mencakup kas dan setara kas, piutang usaha, piutang hubungan istimewa, aktiva lancar lain-lain yang terdiri dari piutang lain-lain, dan uang jaminan sewa dan pinjaman karyawan yang disajikan dalam aset tidak lancar dan lain-lain.
Pada tanggal 1 Januari 2010, aset keuangan Perusahaan dan Entitas Anak diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Pengukuran setelah pengakuan awal dari aset keuangan tergantung pada klasifikasi sebagai berikut :
* Pinjaman yang diberikan dan piutang
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Setelah pengukuran awal, aset keuangan tersebut dicatat pada biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan tingkat bunga efektif. Laba atau rugi diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian pada saat pinjaman dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi.
II. Liabilitas Keuangan
Pengakuan awal
Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup PSAK No. 55 diklasifikasikan sebagai liabilitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba atau rugi, hutang dan pinjaman atau derivatif yang telah ditetapkan untuk tujuan lindung nilai yang efektif, jika sesuai.
Perusahaan dan Entitas Anak menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Saat pengakuan awal, liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar dan, dalam hal hutang dan pinjaman, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
30 SEPTEMBER 2011, 31 DESEMBER 2010 dan 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009 ( Disajikan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain )
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI ( lanjutan)
p. Instrumen Keuangan ( lanjutan )
II. Kewajiban Keuangan ( lanjutan )
Liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak mencakup hutang bank, hutang usaha, hutang lain-lain, dan beban masih harus dibayar.
Pada 1 Januari 2010, liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak diklasifikasikan sebagai hutang dan pinjaman.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Pengukuran kewajiban keuangan bergantung pada klasifikasi sebagai berikut :
* Hutang dan pinjaman
Setelah pengakuan awal, hutang dan pinjaman yang dikenakan bunga diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Pada tanggal laporan posisi keuangan, biaya bunga yang masih harus dibayar dicatat terpisah daripokok pinjaman sebagai bagian dari liabilitas jangka pendek.
Laba atau rugi harus diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasinya, menggunakan metode tingkat bunga efektif.
III. Nilai wajar instrumen keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang secara aktif diperdagangkan di pasar keuangan ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar yang berlaku pada penutupan pasar pada akhir periode pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian tersebut meliputi penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar, referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substantial sama, analisis arus kas yang didiskonto, atau model penilaian lainnya.
Penyesuaian risiko kredit
Perusahaan dan Entitas Anak menyesuaikan harga di pasar yang lebih menguntungkan untuk mencerminkan adanya perbedaan risiko kredit pihak yang bertransaksi antara instrumen yang diperdagangkan di pasar tersebut dengan instrumen yang dinilai untuk posisi aset keuangan. Dalam penentuan nilai wajar posisi liabilitas keuangan, risiko kredit Perusahaan dan Entitas Anak terkait dengan instrumen keuangan tersebut ikut diperhitungkan.
IV. Biaya perolehan yang diamortisasi dari instrumen keuangan
Biaya perolehan yang diamortisasi diukur dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penyisihan penurunan nilai dan pembayaran atau pengurangan pokok. Perhitungan ini mencakup seluruh premi atau diskonto pada saat akuisisi dan mencakup biaya transaksi serta komisi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif.
V. Penurunan nilai aset keuangan
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Perusahaan dan Entitas Anak mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai.
* Aset keuangan dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi.
Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang di catat pada biaya perolehan diamortisasi, Perusahaan dan Entitas Anak terlebih dahulu menentukan bahwa terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual. Jika Perusahaan dan Entitas Anak menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.
Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kasmasa datang ( tidak termasuk kerugian kredit di masa mendatang yang belum terjadi). Nilai kini estimasi arus kas masa datang didiskonto dengan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Jika pinjaman yang diberikan memiliki suku bunga variabel, maka tingkat diskonto yang digunakan untuk mengukur setiap kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif yang berlaku.
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2011, 31 DESEMBER 2010 dan 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009
( Disajikan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain )
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI ( lanjutan)
V. Penurunan nilai aset keuangan ( lanjutan )
Nilai tercatat atas aset keuangan dikurangi melalui penggunaan pos cadangan penurunan nilai dan jumlah kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian. Pendapatan bunga selanjutnya diakui sebesar nilai tercatat yang diturunkan nilainya berdasarkan tingakat suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Pinjaman yang diberikan dan piutang beserta seluruh agunan telah terealisasi atau dialihkan kepada Perusahaan atau Entitas Anak . Jika, pada tahun berikutnya, nilai estimasi kerugian penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya bertambah atau berkurang dengan menyesuaikan pos cadangan penurunan nilai. Jika di masa mendatang penghapusan tersebut dapat dipulihkan, jumlah pemulihan tersebut diakui pada laba atau rugi.
VI. Penghentian pengakuan aset dan liabilitas keuangan
* Aset keuangan
Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan (atau, apbila dapat diterapkan untuk bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan sejenis) terjadi bila :
1. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir ; atau
2. Perusahaan dan Entitas Anak memindahkan hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan salah satu diantara :
a. Perusahaan dan Entitas Anak secara substansial memindahkan seluruh resiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau
b. Perusahaan dan Entitas Anak secara substansial tidak memindahkan dan tidak memiliki seluruh resiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah memindahkan pengendalian atas aset tersebut.
* Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika liabilitas keuangan awal digantikan dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan ketentuan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru dan selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba atau rugi.
3. KAS DAN SETARA KAS
Akun ini terdiri dari:
30-Sep-11 31-Dec-10 1 Jan 10 / 31 Dec 09
Kas 335,328,042 335,328,042 444,478,946
Bank
PT Bank Central Asia Tbk 692,126,354 284,626,230 631,718,606
PT Bank CIMB Niaga Tbk 442,255,416 617,192,932 964,401,282
PT Bank Mega Tbk ( Rp. 384.220.577 pada tahun 2011 dan US$ 4.135 dan Rp.306.577.827 pada tahun 2010 )
US$ 18.843 dan Rp. 248.670.475 pada tahun 2009 ) 384,220,577 343,753,274 425,792,889
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 90,453,829 77,639,460 106,323,516
PT Bank Permata Tbk (dahulu PT Bank Bali Tbk) 18,896,499 12,302,277 34,062,260
PT Bank Mandiri 43,944,179 44,070,767 40,725,244
Bank of Singapore Limited (dahulu ING Asia Private Bank Ltd., Singapura)
(US$ 25.645,98 pada tahun 2011 dan US$ 5.474 pada tahun 2010 dan
US$ 19.970 pada tahun 2009 ) 226,274,497 49,217,543 187,724,956
Sub Jumlah 1,898,171,351 1,428,802,483 2,390,748,753
Setara kas - deposito berjangka - Rupiah
PT Bank Mega Tbk 10,900,000,000 10,756,823,352 2,375,067,979
PT Bank Panin 3,404,524,171 2,898,583,614 1,150,000,000
PT Bank Permata Tbk 2,000,000,000 3,925,000,000
Sub Jumlah 14,304,524,171 15,655,406,966 7,450,067,979
Jumlah 16,538,023,564 17,419,537,491 10,285,295,678
30 SEPTEMBER 2011, 31 DESEMBER 2010 dan 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009 ( Disajikan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain )
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
3. KAS DAN SETARA KAS ( lanjutan )
Suku bunga tahunan deposito berjangka dalam mata uang Rupiah berkisar antara 7.0% sampai dengan 8,5% pada tahun 2011 dan antara 7% sampai dengan 8% pada tahun 2010 dan antara 7% sampai dengan 13% pada tahun 2009.
4. PIUTANG USAHA
Akun ini terdiri dari piutang usaha kepada pihak ketiga yang berasal dari penjualan:
30-Sep-11 31-Dec-10 1 Jan 10 / 31 Dec 09
Produk fotografi dan lainnya
Depot-depot 6,015,611,509 10,863,479,466 9,919,532,896
Penyewaan dan pemeliharaan gedung 17,099,497 15,135,918 16,229,830
Jumlah 6,032,711,006 10,878,615,384 9,935,762,726
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai 308,979,957 308,979,957 734,110,915
Bersih 5,723,731,049 10,569,635,427 9,201,651,811
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut:
30-Sep-11 31-Dec-10 1 Jan 10 / 31 Dec 09
Saldo awal 308,979,957 734,110,915 435,833,736
Penghapusan piutang (328,738,040) 0
Penyisihan kerugian penurunan nilai (pemulihan
kembali) tahun berjalan (96,392,918) 298,277,179
Saldo akhir 308,979,957 308,979,957 734,110,915
Analisa umur piutang usaha adalah sebagai berikut:
Persentase
Umur (hari) Jumlah dari Jumlah
1 - 60 3,811,611,701 63.18%
61 - 90 850,376,559 14.10%
91 - 360 1,128,941,840 18.71%
> 361 241,780,906 4.01%
Jumlah 6,032,711,006 100.00%
Persentase
Umur (hari) Jumlah dari Jumlah
1 - 60 9,571,693,487 87.99%
61 - 90 549,839,919 5.05%
91 - 360 517,483,676 4.76%
> 361 239,598,302 2.20%
Jumlah 10,878,615,384 100.00%
Persentase
Umur (hari) Jumlah dari Jumlah
1 - 60 7,132,819,102 71.79%
61 - 90 877,559,282 8.83%
91 - 360 1,530,176,052 15.40%
> 361 395,208,290 3.98%
30 SEPTEMBER 2011, 31 DESEMBER 2010 dan 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009
1 Jan 10 / 31 Dec 09
( Disajikan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain ) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30-Sep-11
31-Dec-10
4. PIUTANG USAHA ( lanjutan )
Berdasarkan hasil penelaahan keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha pada tanggal 30 September 2011, 31 Desember 2010 dan 31 Desember 2009.
Tidak terdapat piutang usaha yang dijaminkan.
5. PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari:
30-Sep-11 31-Dec-10 1 Jan 10 / 31 Dec 09
Kertas fotografi 18,358,063,394 20,582,696,572 37,197,900,685
Film 1,362,274,571 1,385,865,941 2,190,009,162
Lain - lain 77,581,510 184,207,800 1,938,016,627
Mesin fotokopi dan suku cadang 1,164,046,315 3,429,293,373 2,299,062,332
Bahan kimia 1,365,904,868 1,393,889,045 1,682,877,832
Jumlah 22,327,870,658 26,975,952,731 45,307,866,638
Dikurangi penyisihan persediaan usang
dan penurunan nilai persediaan 515,952,429 515,952,429 1,594,847,930
Bersih 21,811,918,229 26,460,000,302 43,713,018,708
Barang impor dalam perjalanan 5,761,818,548 1,998,752,168 943,816,563
Jumlah 27,573,736,777 28,458,752,470 44,656,835,271
Persediaan, bersama dengan aset tetap ( catatan 6 ) telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan yang menurut pendapat manajemen cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas risiko kebakaran dan risiko lainnya.
Mutasi penyisihan persediaan usang dan penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut :
30-Sep-11 31-Dec-10 1 Jan 10 / 31 Dec 09
Saldo awal 515,952,429 1,594,847,930 1,530,958,977
Penghapusan persediaan - (1,371,000,000) 0
Penyisihan persediaan usang dan penurunan
nilai persediaan tahun berjalan - 292,104,499 63,888,953
Saldo akhir 515,952,429 515,952,429 1,594,847,930
Berdasarkan analisa atas kondisi persediaan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berpendapat bahwa penyisihan persediaan usang dan penurunan nilai persediaan adalah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian dari persediaan usang dari penurunan nilai pada tanggal 30 September 2011, 31 Desember 2010 dan 31 Desember 2009.
Tidak terdapat persediaan yang dijaminkan.
6. ASET TETAP
Akun ini terdiri dari:
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Mutasi Tahun 2011 Biaya Perolehan
Tanah 17,741,653,902 - - 17,741,653,902
Bangunan dan prasarana 18,930,081,079 0 - 18,930,081,079
Mesin 8,176,932,041 0 - 8,176,932,041
Peralatan dan perabotan kantor 2,998,251,232 93,727,418 - 3,091,978,650
Kendaraan 4,458,093,029 0 - 4,458,093,029
Jumlah Biaya Perolehan 52,305,011,283 93,727,418 0 52,398,738,701
Akumulasi Penyusutan
Bangunan dan prasarana 15,665,578,103 554,902,743 - 16,220,480,846
Mesin 8,061,038,301 55,879,757 - 8,116,918,058
Peralatan dan perabotan kantor 2,616,768,497 83,618,989 - 2,700,387,486
Kendaraan 3,536,968,518 220,100,813 - 3,757,069,331
Jumlah Akumulasi Penyusutan 29,880,353,419 914,502,302 0 30,794,855,721
Nilai Buku 22,424,657,864 21,603,882,980
( Disajikan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain ) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30-Sep-11
30 SEPTEMBER 2011, 31 DESEMBER 2010 dan 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009
6. ASET TETAP ( lanjutan )
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Mutasi Tahun 2010 Biaya Perolehan
Tanah 17,741,653,902 - 0 17,741,653,902
Bangunan dan prasarana 18,930,081,079 0 - 18,930,081,079
Mesin 8,176,932,041 0 - 8,176,932,041
Peralatan dan perabotan kantor 2,892,304,176 239,193,508 133,246,452 2,998,251,232
Kendaraan 4,328,859,463 302,674,546 173,440,980 4,458,093,029
Jumlah Biaya Perolehan 52,069,830,661 541,868,054 306,687,432 52,305,011,283
Akumulasi Penyusutan
Bangunan dan prasarana 14,816,545,099 849,033,004 - 15,665,578,103
Mesin 8,043,508,333 17,527,968 - 8,061,036,301
Peralatan dan perabotan kantor 2,483,367,724 204,817,663 71,416,890 2,616,768,497
Kendaraan 3,398,837,716 311,571,782 173,440,980 3,536,968,518
Jumlah Akumulasi Penyusutan 28,742,258,872 1,382,950,417 244,857,870 29,880,351,419
Nilai Buku 23,327,571,789 22,424,659,864
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Mutasi Tahun 2009 Biaya Perolehan
Tanah 18,035,883,902 - 294,230,000 17,741,653,902
Bangunan dan prasarana 19,185,851,079 - 255,770,000 18,930,081,079
Mesin 8,141,432,041 35,500,000 - 8,176,932,041
Peralatan dan perabotan kantor 2,772,545,433 131,767,476 12,008,733 2,892,304,176
Kendaraan 3,782,563,282 647,159,817 100,863,636 4,328,859,463
Jumlah Biaya Perolehan 51,918,275,737 814,427,293 662,872,369 52,069,830,661
Akumulasi Penyusutan
Bangunan dan prasarana 14,187,156,705 864,966,061 235,577,667 14,816,545,099
Mesin 7,993,989,768 49,518,565 - 8,043,508,333
Peralatan dan perabotan kantor 2,263,005,230 222,614,132 2,251,638 2,483,367,724
Kendaraan 3,273,461,915 226,239,437 100,863,636 3,398,837,716
Jumlah Akumulasi Penyusutan 27,717,613,618 1,363,338,195 338,692,941 28,742,258,872
Nilai Buku 24,200,662,119 23,327,571,789
Beban penyusutan yang dibebankan pada beban pokok pendapatan dan beban usaha masing-masing adalah sebesar Rp 274.858.688 dan Rp. 337.881.834 untuk tahun 2011 dan Rp 411.771.338 dan Rp. 502.730.964 untuk tahun 2010 dan Rp. 533.300.858 dan Rp. 830.037.337 untuk tahun 2009.
Pada tahun 2011, tidak ada penjualan aset tetap.
Pada tahun 2010, hasil penjualan aset tetap dengan nilai buku dan hasil penjualan masing-masing sebesar Rp. 61.829.562 dan Rp. 113.636.364 , menghasilkan laba bersih sebesar Rp. 51.806.852.
Pada tahun 2009, hasil penjualan aset tetap dengan nilai buku dan hasil penjualan masing-masing sebesar Rp. 324.179.428 dan Rp. 1.319.550.000, menghasillan laba bersih sebesar Rp. 995.370.572.
Hak atas tanah yang berlokasi di Jalan Urip Sumohardjo, Surabaya dan Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta, memiliki hak pakai yang telah habis masa berlakunya pada tahun 1981. Hak atas tanah tersebut tidak dapat diperpanjang lagi, karena lokasi tersebut akan digunakan untuk kepentingan lain oleh pemerintah. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, tanah tersebut masih digunakan oleh Perusahaan dan Perusahaan akan meneruskan penggunaan tanah tersebut sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dari Pemerintah.
Biaya perolehan hak atas tanah tersebut adalah sebesar Rp. 613.690.000. Hak atas tanah selain yang tersebut di atas merupakan Hak Guna Bangunan (HGB) yang berlaku selama 20 dan 30 tahun. Hak atas tanah tersebut akan berakhir pada berbagai tanggal antara tahun 2011 sampai dengan 2033. Manajemen berpendapat bahwa HGB tersebut dapat diperbaharui .
Aset tetap, kecuali tanah dan persediaan ( Catatan 5 ) telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar Rp. 37.000.000.000 dan Rp. 37.490.000.000 dan Rp. 40.000.000.000 pada tanggal 30 September 2011, 31 Desember 2010 dan 31 Desember 2009 Manajemen Perusahaan dan Entitas Anak berpendapat bahwa
31-Dec-10
1 Jan 10 / 31 Dec 09
( Disajikan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain ) CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2011, 31 DESEMBER 2010 dan 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009
6. ASET TETAP ( lanjutan )
Berdasarkan pertimbangan manajemen, tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 September 2011, 31 Desember 2010 dan 31 Desember 2009
Tidak terdapat aset tetap yang dijaminkan.
7. HUTANG BANK
Akun ini terdiri dari hutang bank yang diperoleh dari:
30-Sep-11 31-Dec-10 1 Jan 10 / 31 Dec 09
Bank of Singapore Limited (dahulu ING Asia Private Bank Ltd., Singapura)
< US$ 4.500.000 pada tahun 2011 dan US$ 5.500.000 pada tahun 2010 dan
US$ 5.500.000 pada tahun 2009 ) 39,703,500,000 49,450,500,000 51,700,000,000
PT Bank Mega Tbk US$ 750.000 pada tahun 2009 0 0 7,050,000,000
Jumlah 39,703,500,000 49,450,500,000 58,750,000,000
Selama tahun 2011, Perusahaan dan Entitas Anak telah melakukan pelunasan sebagian atas pinjaman tersebut di atas sebesar Rp.9.675.500.000.
Perusahaan memperoleh fasilitas modal kerja dari Bank of Singapore Limited dengan jumlah maksimum sebesar US$ 8.000.000.Pinjaman ini dikenakan suku bunga tahunan berkisar antara 0.6% sampai dengan 0.8% pada tahun 2011, dan antara 0,63% sampai dengan 0.83% pada tahun 2010 dan antara 0.67% sampai dengan 3.70% pada tahun 2009. Pinjaman ini jatuh tempo setiap tiga bulanan dan akan terus diperpanjang secara otomatis sampai ada permintaan tertulis dari pihak Bank of Singapore Limited atas pelunasan pinjaman tersebut.
Pinjaman ini dijamin dengan jaminan pribadi dari Lukman Kolim, pemegang saham, dan Djenih Tanasal, pihak - pihak berelasi
Berdasarkan perjanjian pinjaman tersebut, Perusahaan dan Entitas Anak diharuskan untuk meminta persetujuan tertulis dari Bank dalam melakukan, antara lain, penjaminan aset dan penggadaian atas aset yang dimiliki saat ini dan akan datang.
Pada tanggal 30 September 2011, 31 Desember 2010 dan 31 Desember 2009, Perusahaan telah mematuhi persyaratan yang diberikan oleh bank tersebut.
8. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAk YANG BERELASI
a. Perusahaan dan Entitas Anak memberikan pinjaman tanpa bunga kepada karyawan. Pinjaman ini dibayar melalui pemotongan gaji setiap bulan. J umlah pinjaman karyawan pada tanggal 30 September 2011, 31 Desember 2010 dan 31 Desember 2009 masing-masing adalah sebesar Rp. 147.396.700 dan Rp. 177.237.000, dan Rp. 48.596.500 dicatat sebagai bagian dari "Asset tidak lancar-aset lain-lain".
b. Hutang hubungan istimewa sebesar Rp. 829.793.540 pada tanggal 30 September 2011, 31 Desember 2010 dan 2009 merupakan hutang tanpa bunga dan tanpa jatuh tempo kepada PCP, Entitas Anak yang telah menghentikan operasinya.
c. Pada tanggal 31 Desember 2010, piutang hubungan istimewa merupakan piutang Lukman Roswita, komisaris. Piutang ini telah dilunasi pada bulan Maret 2011 .
d. Hutang bank dijamin dengan jaminan pribadi dari Lukman Kolim, pemegang saham, dan Djenih Tanasal, keluarga terdekat pemegang saham.
( catatan 9 )
9. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
Akun ini terdiri dari:
2011 2010 2009
Imbalan kerja
(Lihat Catatan 20) 7,724,880,000 6,435,826,845 6,311,189,289
Jasa tenaga ahli 387,840,000 321,700,000 0
Lain-lain 78,565,050 686,971,351 122,355,280
Jumlah 8,191,285,050 7,444,498,196 7,444,498,196
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2011, 31 DESEMBER 2010 dan 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009
( Disajikan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain )
10. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar dimuka
Pada tanggal 30 September 2011, 31 Desember 2010 dan 2009, pajak dibayar di muka merupakan pajak pertambahan nilai Perusahaan sebesar Rp. 0 dan Rp. 51.637.138 dan Rp. 2.389.821.788 yang dicatat sebagai Pajak dibayar di muka dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
b. Hutang pajak
30-Sep-11 31-Dec-10 1 Jan 10 / 31 Dec 09
Pajak penghasilan
Pasal 21 326,425 16,033,000 33,033,950
Pasal 23 16,781,234 26,162,323 17,981,653
Pasal 25 2,383,125 462,000 433,300
Pasal 29 0 12,718,814 60,683,661
Pajak pertambahan nilai 221,287,224 228,631,611 13,865,796
Jumlah 240,778,008 284,007,748 125,998,360
c. Rekonsiliasi antara laba sebelum beban (manfaat) pajak, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasian, dan taksiran penghasilan kena pajak adalah sebagai berikut:
30-Sep-11 31-Dec-10 1 Jan 10 / 31 Dec 09
Laba sebelum beban (manfaat) pajak sesuai
dengan laporan laba rugi konsolidasian 1,948,723,340 2,746,768,698 6,971,279,962
Rugi Entitas Anak sebelum beban pajak (401,433,172) (599,006,638) (304,450,008)
Amortisasi selisih lebih nilai aset bersih atas
biaya perolehan Entitas Anak - bersih (97,964,729) (31,772,342) (31,772,342)
Laba perusahaan sebelum Beban (manfaat) pajak 1,449,325,439 2,115,989,718 6,635,057,612
Beda temporer:
Penyisihan imbalan kerja 600,000,000 861,472,706 258,962,033
Penyusutan 32,969,535 (38,837,772) 25,350,071
Penyisihan persediaan usang dan
penurunan nilai persediaan 0 292,104,499 63,888,953
Laba pelepasan aset tetap 0 0 (2,251,638)
Beban sewa 7,254,311
Penyisihan (pemulihan kembali) kerugian
penurunan nilai 0 (425,130,958) 298,277,179
Beda tetap:
Beban perjalanan 0 145,137,800 1,365,000
Bahan bakar 0 38,504,700 31,829,400
Beban kantor lain-lain 0 29,549,650 59,738,459
Pemeliharaan kendaraan 0 29,570,600 5,245,380
Beban pajak 0 199,820,932 0
Beban profesional 0 248,000,000 0
Beban lain-lain 0 1,165,208,722 0
Penghasilan bunga yang telah dikenakan
pajak yang bersifat final (505,128,997) (278,257,061) (128,242,444)
Taksiran laba ( rugi ) fiskal Perusahaan 1,584,420,288 4,383,135,546 7,249,220,005
Rugi fiskal Perusahaan 0 0 (2,045,095,378)
Taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan 1,584,420,288 4,383,135,546 5,204,124,627
Perusahaan akan melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan ( SPT ) tahun 2010 kepada Kantor Pajak sesuai dengan perhitungan taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan seperti yang disajikan di atas.
d. Perhitungan beban pajak, taksiran tagihan pajak dan hutang pajak penghasilan Perusahaan dan Anak perusahaan adalah sebagai berikut :
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 SEPTEMBER 2011, 31 DESEMBER 2010 dan 1 JANUARI 2010 / 31 DESEMBER 2009
( Disajikan Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain )
10. PERPAJAKAN ( lanjutan )
30-Sep-11 31-Dec-10 1 Jan 10 / 31 Dec 09
Perusahaan
Taksiran rugi fiskal setelah
kompensasi kerugian 1,584,420,288 2,719,482,478 1,965,830,725
Entitas Anak
Penghasilan sewa yang dikenakan pajak penghasilan final -
PT Perdana Adiloka (PAL) 2,315,269,000 2,287,291,270 1,928,345,300
Taksiran penghasilan kena pajak - PT Perdana Liga Prima (PLP)
< Dibulatkan > 19,065,000 24,893,647 0
Beban pajak berdasarkan tarif pajak yang berlaku
Perusahaan 396,105,072 682,843,963 0
Entitas Anak
- Pajak final - PAL 231,526,900 228,729,127 192,834,530
- PLP 2,383,125 6,223,412 (646,000)
Jumlah beban pajak kini sesuai
dengan laporan laba rugi konsolidasian 630,015,097 917,796,502 192,188,530
Pajak penghasilan dibayar di muka Perusahaan
Pasal 22 699,512,312 1,078,610,737 1,322,243,228
Pasal 23 4,539,084 4,288,830
Pasal 25 4,456,431 0 0
Entitas Anak
Pasal 23 - PAL 231,526,900 325,169,604 270,332,520
Pasal 25 - PLP 3,696,199 5,457,900 5,093,250
Jumlah pajak penghasilan dibayar di muka 939,191,842 1,413,777,325 1,601,957,828
Pada bulan April 2010, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas pajak penghasilan badan tahun 2008 sebesar jumlah uang yang diklaim oleh Perusahaan. Lebih lanjut Perusahaan juga menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar, yang menyatakan bahwa Perusahaan mempunyai kekuranganpembayaran Pajak Penghasilan Pasal 4 (2), 21, 23, 26 dan Pajak Pertambahan Nilai tahun 2008 sejumlah Rp.248.505.929.
e. Rincian beban (manfaat) pajak tangguhan adalah sebagai berikut:
30-Sep-11 31-Dec-10 1 JAN 10 / 31 DEC 09
Beda temporer dengan tarif pajak yang berlaku Perusahaan
Penyisihan imbalan kerja 150,000,000 52,500,000 52,500,000
Penyusutan 8,242,384 7,010,834 (27,687,843)
Amortisasi sewa dibayar di muka 1,813,578 (768,664) 0
160,055,962 58,742,170 24,812,157
PLP
Penyusutan 2,351,729 (4,691,893) (4,691,893)
Penyisihan kesejahteraan karyawan 0 0 (8,392,580)
2,351,729 (4,691,893) (892,580)
Manfaat pajak tangguhan 162,407,691 54,050,277 23,919,577
f. Aset (kewajiban) pajak tangguhan :
30-Sep-11 31-Dec-10 1 JAN 10 / 31 DEC 09 Perusahaan
Aset pajak tangguhan
Penyisihan imbalan kerja 1,730,610,000 1,580,610,000 1,365,241,824
Kewajiban pajak tangguhan :
Aset tetap 92,616,119 84,373,734 156,190,994
Penyisihan kerugian penurunan nilai 77,244,989 77,244,990 183,527,729
Penyisihan persediaan usang dan penurunan
nilai persediaan 128,988,107 128,988,107 55,961,983