Metode Penelitian Komunikasi 2
Dr. Said Romadlan, M.Si.
Desain Penelitian Komunikasi Kualitatif
Menentukan Permasalahan Penelitian Komunikasi
• Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam menentukan permasalahan penelitian Komunikasi:
1. Apakah masalah yang akan diteliti merupakan fenomena komunikasi atau tidak?
2. Apakah hasil penelitian bermanfaat untuk pengembangan ilmu komunikasi dan masyarakat atau tidak?
3. Apakah masalah penelitian sesuai dengan minat peneliti atau tidak?
4. Apakah penelitian dapat dilakukan atau tidak?
- kemampuan teoritis peneliti.
- masalah penelitian.
- waktu, tenaga, dana, dan izin penelitian.
Membuat Judul Penelitian
1. Mesti ada kasus atau permasalahan.
2. Adanya teori atau konsep.
3. Perhatikan tujuan penelitiannya apa?
4. Mesti spesifik dan jelas.
Latar Belakang Masalah
• Dalam menyusun LBM perlu diperhatikan hal-hal berikut:
- Mengungkap secara jelas mengapa masalah tersebut penting diteliti.
- Fokus pada permasalahan penelitian.
- Menyusunnya dengan sistematis secara induktif.
• Contoh: Pola-pola Isi Pemberitaan Media Massa Online dalam
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017, mulai dari mana LBM-nya?
- Informasi Pilkada DKI Jakarta
- Pentingnya dan strategisnya Pilkada DKI Jakarta
- Peran dan fungsi media massa dalam Pilkada DKI Jakarta
- Berdasarkan observasi awal bagaimana kecenderungan isinya?
Rumusan dan Batasan Masalah, Tujuan Penelitian
• Rumusan masalah dirumuskan dalam kalimat pertanyaan: (1) Bagaimana Pola-pola Isi Pemberitaan Media Massa Online dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017? (2) Apakah faktor-faktor yang
menentukan Pola-pola Isi Pemberitaan Media Massa Online dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017?
• Batasan masalah, untuk membatasi masalah yang akan diteliti: (1) Pola-pola Isi Pemberitaan, (2) Media Massa Online, dan (3) Pilkada DKI Jakarta.
• Tujuan penelitian merupakan jawaban dari rumusan masalah, sehingga jumlahnya harus sama, dan dirumuskan dalam kalimat pernyataan.
• Tujuan penelitian dirumuskan dengan kalimat pernyataan: (1) Untuk
memahami Pola-pola Isi Pemberitaan Media Massa Online dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. (2) untuk memahami faktor-faktor yang menentukan Pola-pola Isi Pemberitaan Media Massa Online dalam
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017
• Tujuan penelitian ditentukan oleh paradigma penelitian yang digunakan.
Positivisme: untuk menjelaskan.... Konstruktivisme: untuk memahami, mengonstruksi... Kritis: untuk membongkar, mengubah....
Kontribusi Penelitian
• Kontribusi adalah semacam manfaat penelitian.
• Umumnya untuk pendekatan kualitatif, kontribusi yang harus ada adalah: (1) akademis, (2) metodologis, dan (3) sosial.
1. Signifikansi Akademis: penelitian yang dilakukan diharapkan menghasilkan teori baru, atau mengembangkan teori yang digunakan.
2. Signifikansi Metodologis: penelitian yang dilakukan diharapkan menghasilkan metode baru, atau mengembangkan metode penelitian yang digunakan.
3. Signifikansi Sosial: penelitian yang dilakukan diharapkan bermanfaat bagi perubahan, penyadaran, pemberdayaan masyarakat.
Sistematika Penulisan
• Sistematika Penulisan merupakan penjelasan mengenai sistem penulisan proposal penelitian atau skripsi.
• Umumnya menjelaskan secara singkat dan deskriptif (tidak dalam bentuk numbering seperti daftar isi) masing-masing bagian atau bab.
• Contohnya: Bab 1. Pendahuluan. Pada bab 1 ini terdiri atas latar belakang masalah, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, dan signifikansi
penelitian, dan seterusnya.
• Bab 2. Kerangka Pemikiran. Berisi pembahasan mengenai kajian penelitian terdahulu (state of the art), paradigma penelitian, hakekat komunikasi, teori peminatan, konteks komunikasi, teori utama, dan teori pendukung.
• Bab 3. Metodologi Penelitian. Membahas mengenai pendekatan, metode, jenis penelitian, penentuan informan atau subyek penelitian, pengumpulan data dan analisis data.
Kelemahan dan Keterbatasan Penelitian (Skripsi)
• Kelemahan dan keterbatasan dicantumkan bila sudah melakukan
penelitian atau pada tahap penyusunan skripsi. Pada saat penyusunan proposal penelitian belum diperlukan.
• Kelemahan penelitian berkaitan dengan aspek-aspek yang
berhubungan langsung dengan permasalahan penelitian seperti
lingkup masalahnya itu sendiri, teori yang digunakan, metode yang dipakai, dan hasil atau temuan penelitian, termasuk pembahasannya.
• Keterbatasan penelitian berkaitan dengan aspek-aspek teknis penunjang penelitian, seperti pendanaan, keterbatasan akses
informan, keterbatasan literatur, waktu, dan sebagainya yang sekiranya dapat dimaklumi.
Kerangka Pemikiran
• Kerangka pemikiran pada dasarnya adalah jawaban sementara atas permasalahan penelitian yang dikaji melalui literatur (buku,
prosiding, dan jurnal), atau penelusuran penelitian-penelitian terdahulu.
• Kerangka pemikiran merupakan kajian tentang bagaimana
hubungan teori dengan berbagai faktor yang sudah diidentifikasi dalam judul atau rumusan masalah.
Paradigma Penelitian
• Paradigma adalah landasan suatu cara pandang untuk memahami kompleksitas dunia nyata (realitas).
• Secara umum, paradigma dalam penelitian komunikasi dapat dikategorikan dalam tiga paradigma utama, yaitu:
1. Paradigma Positivisme (Klasik) 2. Paradigma Konstruktivisme 3. Paradigma Kritis
• Paradigma lain sebagai alternatif adalah:
1. Paradigma post-positivisme.
2. Paradigma interpretifisme.
• Paradigma yang lazim digunakan dalam penelitian kualitatif adalah paradigma Konstruktivisme, Interpretivisme, dan Kritis.
Hakekat Komunikasi
• Pada bagian hakekat komunikasi ini berisi:
1. Hakekat komunikasi sebagai basis kehidupan.
2. Definisi komunikasi 3. Fungsi Komunikasi 4. Model Komunikasi 5. Elemen Komunikasi 6. Konteks Komunikasi
• Dalam bagian ini harus diperhatikan pemahaman komunikasi yang sesuai dengan paradigma konstruktivisme atau kritis.
Teori Peminatan dan Teori Kontekstual
• Teori peminatan mengacu pada peminatan masing-masing.
• Teori kontekstual mengacu kepada konteks komunikasi yang relevan dengan permasalahan penelitian.
• Secara umum konteks komunikasi meliputi: (1) Komunikasi Antarpribadi (KAP), (2) Komunikasi Kelompok, (3) Komunikasi Organisasi, (4) Komunikasi Publik, (5) Komunikasi Massa, (6) Komunikasi Antabudaya, dan (7) Komunikasi Internasional.
Teori Utama dan Teori Pendukung
• Teori utama (grand theory) merupakan teori yang menjadi landasan atau pijakan penelitian, yang hendak diuji dan dikembangkan melalui proses penelitian.
• Penentuan teori utama merujuk pada konteks komunikasi yang digunakan. Misal:
• Konteks KAP: Teori Penetrasi Sosial, Teori Dialektika Relasional, Interaksionisme Simbolik, dan lain-lain.
• Konteks Komunikasi Kelompok: Teori Identitas Kelompok, Teori Budaya Komunikasi Kelompok, dan sebagainya.
• Konteks Komunikasi Organisasi: Teori Birokrasi, Teori Pengorganisasi, Teori Budaya Organisasi, dan lain-lain.
• Konteks Komunikasi Publik: Retorika, Dramatisme, Paradigma Naratif, dan lain- lain.
• Konteks Komunikasi Massa: Cultural Studies, Semiotika, Representasi dan lainya.
• Konteks KAB: Anxiety/Uncertainty Management, Speech Code, Face Negotiation, dan lain-lain.
• Teori pendukung merupakan teori atau konsep yang melengkapi kerangka teori berdasarkan lingkup permasalahan penelitian.
Pendekatan, Metode, dan Jenis Penelitian
• Pendekatan penelitian: Kualitatif
• Metode penelitian: harus sesuai dengan pendekatan kualitatif: (1) Studi Kasus, (2) Analisis Isi Kualitatif, dan (3) Etnografi, (4) Analisis Teks, (5) Analisis Resepsi, (6) Analisis Jaringan Komunikasi, (7)
Fenomenologi (8) Hermeneutika, (9) dan sebagainya.
• Jenis Penelitian: (1) Eksploratif dan (2) Deskriptif.
Penentuan Subyek Penelitian dan Informan/
Penentuan Media dan Unit Analisis
• Dalam penelitian lapangan kualitatif (field research), individu, kelompok, komunitas, dan masyarakat yang diteliti disebut “subyek penelitian”.
• Informan adalah orang-orang yang mewakili orang, kelompok,
komunitas, dan masyarakat yang memberikan informasi yang berkaitan dengan masalah penelitian.
• Penentuan informan dalam penelitian lapangan dilakukan secara purposive, sesuai dengan topik dan tujuan penelitian.
• Dalam penelitian teks, istilah yang digunakan adalah “penentuan media”, yakni media yang akan diteliti, dan ditentukan secara purposif juga.
• Unit analisis adalah bagian dari media yang akan diteliti, seperti berita, gambar, iklan, dan sebagainya.
Metode Pengumpulan Data
• Meskipun sama-sama penelitian kualitatif, pengumpulan data
penelitian lapangan dengan penelitian (analisis) teks tumpuannya berbeda.
• Pengumpulan data penelitian lapangan, meliputi: (1) wawancara mendalam, (2) observasi (partisipan/non-partisipan), (3)
dokumentasi, dan (4) kajian literatur/Pustaka.
• Pengumpulan data penelitian teks, meliputi: (1) dokumentasi, (2) wawancara mendalam, (3) kajian literatur/Pustaka, dan (4)
observasi.
Metode Analisis Data Kualitatif
• Dalam penelitian kualitatif, metode analisis data ditentukan oleh jenis kasus dalam penelitian: (1) single case study, atau (2) cross-case study.
• Secara umum, analisis data kualitatif meliputi tiga proses yang saling berkaitan (Huberman & Mill):
1. Reduksi data: memilah-memilih data, meliputi: ringkasan data, pengkodean data, dan pengelompokkan data.
2. Penyajian data: meliputi, ringkasan terstruktur, synopsis, deskripsi singkat, dan diagram serta model.
3. Pengambilan simpulan/verifikasi data: menetapkan interpretasi dari data yang disajikan melalui komparasi, pengelompokkan, triangulasi, cek silang, dan lain sebagainya.
Metode Analisis Data Penelitian Lapangan/Teks
• Metode Analisis Data Penelitian Lapangan:
1. Komparatif Konstan: membuat kategori-kategori, kemudian
membandingkan, mencari hubungan, dan menyederhanakan hubungan antar-kategori tersebut.
2. Filling System: membuat kategori-kategori, selanjutkan memasukkan data hasil penelitian ke dalam kategori-kategori tersebut.
3. Analisis Domain: menggambarkan secara utuh subyek yang diteliti.
• Metode Analisis Data Penelitian (Analisis) Teks: menggunakan multi-level analysis yang meliputi:
1. Analisis Teks (Critical Linguistic): dengan menganalisis teks/tanda.
2. Analisis Produksi Teks (Kognisi Sosial): melakukan wawancara
Sistematika Penelitian Komunikasi Kualitatif (1)
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
1.2. Rumusan Masalah/Pertanyaan Penelitian 1.3. Tujuan Penelitian
1.4. Pembatasan Masalah 1.5. Kontribusi Penelitian 1.6. Sistematika Penulisan
1.7. Kelemahan dan Keterbatasan Penelitian
Sistematika Penelitian Komunikasi Kualitatif (2)
BAB II KERANGKA PEMIKIRAN
2.1. Kajian Penelitian Terdahulu 2.2. Paradigma Penelitian
2.3. Hakekat Komunikasi 2.4. Teori Peminatan
2.5. Teori Kontekstual Komunikasi 2.6. Teori Utama (Grand Theory)
2.7. Teori-teori Pendukung yang Relevan
2.8. Kerangka Teori (dalam bentuk bagan)
Sistematika Penelitian Komunikasi Kualitatif (3)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Pendekatan, Metode, dan Jenis Penelitian
3.2. Penentuan Informan/Subyek Penelitian (Penelitian Lapangan)
Pemilihan Media dan Unit Analisis (Penelitian Teks) 3.3. Metode Pengumpulan Data
3.4. Metode Analisis Data
3.5. Rancangan Proses Penelitian (diagram alir) 3.6. Waktu, Lokasi, dan Jadwal Penelitian (Tabel)
Sistematika Penelitian Komunikasi Kualitatif (4)
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Obyek Penelitian
4.2. Hasil Penelitian 4.3. Pembahasan BAB V PENUTUP
5.1. Simpulan
5.2. Saran (Rekomendasi) DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR RIWAYAT HIDUP DAFTAR LAMPIRAN