Sejumlah SPBU Kehabisan BBM
W
WASPADA
Demi Kebenaran Dan Keadilan
Harian Umum Nasional Terbit Sejak 11 Januari 1947. Pendiri: H. Mohd. Said (1905 - 1995), Hj. Ani Idrus (1918 - 1999) MINGGU, Pahing 16 Januari 2022 / 13 Jumadil Akhir 1443 H No: 27251 Tahun Ke-75 Terbit 12 Halaman
ISSN: 0215-3017
Harga Eceran Medan Rp4.000,- Luar Kota Rp5.000,-
Baca Di Dalam
Loungewear Hingga Oversized Jadi Idaman
MEDAN (Waspada): Sejum- lah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Medan kehabisan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) hampir untuk semua jenis produk, Sabtu (15/
1/2022). Di antara SPBU tersebut, SPBU Coco Merak Jingga dan SPBU 142021133 Tembung.
Berdasarkan informasi yang diterima, kekosongan BBM di sejumlah SPBU di Medan ter- sebut, dikarenakan tidak diantar oleh armada pengangkutan BBM, Elnusa. Sehingga menye- babkan terjadinya kekosongan BBM di sejumlah SPBU di Medan.
Tidak hanya di Medan, be- berapa SPBU di Stabat, Langkat juga mengalami kehabisan Stok BBM jenis Solar. Di pintu masuk SPBU 142081160 dipasang plank bertuliskan “Solar Habis”.
Sementara itu, ketika
Membuat Dapur Bergaya Modern Candi Portibi Perlu Akselerasi Tarik Wisatawan
Lanjut ke hal A2 kol. 3 1. Gelaran
Tari Samba; Pa- da pekan lalu, tari samba muncul di Festival Musim Dingin Jazan di Arab Saudi. Di era MbS, Keraja- an memang me- ngizinkan page- laran konser, fes- tival dan pem- bukaan bioskop.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat tiga orang asing penari samba menampilkan gerakan mereka di jalan utama Jazan. Perempuan penari itu mengenakan kostum tradisi Brasil yang penuh warna dengan
Arab Saudi Terapkan
Delapan Kebijakan Sekuler
Novak Djokovic Lawan
Pencabutan Visa Oleh Australia
Lanjut ke hal A2 kol. 3 Lanjut ke hal A2 kol. 1
725 Kasus Omicron Di Jakarta, Terbesar Pelaku Perjalanan Ke LN
JAKARTA (Waspada): Kasus Covid-19 varian Omicron di DKI Jakarta sudah mencapai 725 kasus. Sebagian besar pasien adalah orang yang baru pulang dari luar negeri (LN).
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti dalam se- buah diskusi di Jakarta, Sabtu (15/1). Dia mengatakan hanya 24,8 persen di antaranya yang merupakan kasus penularan lokal.
Hal itu diketahui dari tes
whole genome sequencing (WGS) terhadap para pasien Covid-19 di DKI hingga hari ini.
“Data yang kita dapat sampai pagi ini terlaporkan ada 725 kasus positif Omicron di mana 75 persen atau sekitar 545 kasus merupakan PPLN, 180 adalah transisi lokal atau sekitar 24,8 persen,” kata Widyastuti.
Widyastuti menuturkan beberapa kasus penularan lokal Covid-19 varian Omicron di Ja- karta. Salah satunya penularan di sebuah asrama yang diketahui
dari hasil tes PCR di provinsi lain. Kemudian, ada kasus pe- nularan lokal di Krukut dari orang yang baru bertamasya ke luar kota. Widyastuti berkata Pemprov DKI langsung melaku- kan penelusuran kontak usai ditemukan varian Omicron di dua kasus itu.
“Kita lakukan tracing dengan cepat kepada semua kontak erat ibu tersebut, itu tentang Krukut,”
ujarnya.
Lanjut ke hal A2 kol. 3 Lanjut ke hal A2 kol. 1
Kasus 4.270.794
Sembuh 4.118.164
Meninggal 144.167
Covid-19 Di Indonesia
Covid-19 Di Sumut
Kasus 106,152
Sembuh 103,219
Meninggal 2,896
Sumber: Worldometers; Covid19.go.id & covid19.sumutprov.go.id (20/8/2021) 21.00 WIB
Meninggal 5,549,542 Kasus
324,622,616
Sembuh 265,592,935
Covid-19 Di Dunia
Covid-19 Di Aceh
Kasus 38,435
Sembuh 36,365
Meninggal 2,067
Ubedilah Merasa Aneh Dilaporkan Ke Polisi
Lanjut ke hal A2 kol. 3
Warga Indonesia Dilarang Transit Di Hong Kong
HONG KONG (Waspada): Hong Kong larang pendatang dari Indonesia transit di wilayah itu mulai Minggu (16/1) demi mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron.
Juru bicara Bandara Internasional Hong Kong menuturkan 150 negara merupakan negara yang masuk dalam kategori Group A atau berisiko tinggi penularan
“Untuk mengendalikan penyebaran varian Omicron yang sangat menular, mulai 16 Januari hingga 15 Februari 2022, layanan transfer/transit penumpang melalui Bandara Internasional Hong Kong untuk setiap orang yang telah tinggal di negara Group A selama 21 hari terakhir akan ditangguhkan,” bunyi pernyataan bandara Hong Kong pada Jumat (14/1).
Tujuh Tim RI Kembangkan Vaksin Merah Putih
JAKARTA (Waspada): Saat ini Indonesia tengah mengem- bangkan Vaksin Merah Putih. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan ada tujuh tim yang kini mengembangkan vaksin produk dalam negeri dalam konsorsium nasional.
Pelaksana Tugas Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati BRIN Iman Hidayat di Jakarta, Sabtu (15/1) mengungkapkan progres pengembangan Vaksin Merah Putih yang paling cepat adalah dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. “Saat ini tim yang progresnya paling cepat adalah tim dari Unair bekerja sama dengan PT Biotis sudah menyelesaikan uji praklinis pada makaka (monyet),” katanya.
Ia menjelaskan tujuh tim di dalam konsorsium nasional untuk pengembangan Vaksin Merah Putih tersebut adalah Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, eks Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.
“Masing-masing tim ini mengembangkan Vaksin Merah Putih dengan metode yang berbeda, mulai dari vaksin yang berbasis inaktivasi virus sampai vaksin yang berbasis rekombinan protein,”
ujarnya.
Lanjut ke hal A2 kol. 3 Lanjut ke hal A2 kol. 1
JAKARTA (Waspada): Ube- dilah Badrun Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang mela- porkan kasus korupsi dua putra Presiden Jokowi menilai pelapo- ran balik terhadap dirinya adalah risiko yang harus dihadapi. Meski begitu dia merasa aneh atas pelaporan terhadap dirinya tersebut.
“Ya, itu risiko dan saya kira cara terbaik dalam negara hu- kum menghargai siapa pun yang berupaya dalam proses hukum,”
ujar Ubed dalam agenda diskusi di Jakarta, Sabtu (15/1).
Sebelum Ubed melaporkan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep terkait du- gaan korupsi dan/atau pencu- cian uang ke Komisi Pemberan- tasan Korupsi (KPK). Setelah laporan ini, relawan Jokowi Ma- nia kemudian membuat lapo- ran polisi terhadap Ubed dalam
Tiga Tersangka Pelaku Tambang Emas Ilegal Di Nagan Raya Ditangkap
pihaknya merupakan tindak lan- jut dari laporan masyarakat ten- tang adanya praktik penamba- ngan ilegal yang sudah sangat meresahkan.
“Terima kasih kepada ma- syarakat yang telah peduli dan melaporkan kegiatan penam- bangan ilegal tersebut. Kita sudah komitmen akan mengambil tindakan tegas bagi siapa saja yang melakukan penambangan secara ilegal, karena itu akan merusak lingkungan,” kata Winardy kepada wartawan, Sabtu (15/1).
NAGAN RAYA (Waspada):
Ditreskrimsus Polda Aceh me- lalui Satreskrim Polres Nagan Raya menangkap tiga tersang- ka pelaku tambang emas ilegal di Desa Kila, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Kamis (13/1) sore.
Ditreskrimsus Polda Aceh Kombes Pol Sony Sonjaya, S.I.K.
melalui Kabid Humas Kombes Pol. Winardy, S.H.,S.I.K., M.Si didampingi Kapolres Nagan Raya AKBP Setiyawan Eko Pra- setiya, S.H., S.I.K. mengatakan, penindakan yang dilakukan JAKARTA (Waspada): Akibat
gempa bumi dengan magni- tudo 6.6 di Kabupaten Pande- glang, Provinsi Banten sebanyak 257 unit rumah mengalami ke- rusakan. Dampak gempa terse- but berdasarkan data sementara Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sabtu (15/1) per pukul
00.25 WIB.
Kerusakan paling banyak terjadi di Kabupaten Pande- glang dengan total rumah rusak berat sebanyak 26 unit, rusak sedang 33 unit, rusak ringan 131 unit, termasuk 10 unit sekolah, satu Puskesmas, satu pabrik, satu kantor pemerintahan, satu tempat ibadah, dan satu tempat usaha.
Sementara di Kabupaten Serang sebanyak 16 unit rumah mengalami rusak sedang.
Kemudian di Kabupaten Lebak ada sebanyak 12 unit rumah ru- sak berat, tiga unit rusak sedang, 21 rusak ringan dan tiga unit bangunan sekolah. Dilaporkan juga satu warga mengalami luka
Lanjut ke hal A2 kol. 1
Waspada/Sugiarto
Salah satu SPBU di wilayah Stabat, Kab. Langkat, Sumut Jalinsum Medan-Tanjungpura, mengalami kehabisan stok BBM jenis Solar, Sabtu (15/1/2022).
Akibat Gempa Banten 257 Rumah Rusak Berat
AUSTRALIA (Waspada): Pemerintah Australia kembali membatalkan visa Novak Djokovic (foto) dengan alasan dapat menimbulkan risiko bagi masyarakat. Namun, pengacara Djokovic, Nicholas Wood, menilai alasan keputusan tersebut
tidak masuk akal.
Alih-alih menimbulkan ancaman kesehatan karena sikap petenis asal Serbia itu terhadap vaksinasi Covid-19, menurut Wood, pemerintah Australia menilai kehadiran Djokovic memicu sentimen antivaksinasi di negara tersebut.
Wood pun telah mengajukan banding kembali ke pengadilan pada Jumat malam, 14 Januari 2022.
“Keputusan Menteri Imigrasi Alex Hawke benar-benar tidak rasional,” kata Nicholas Wood kepada Pengadilan Federal Australia dikutip dari Reuters.
Dalam gugatannya itu, Wood meminta pengadilan membatalkan pencabutan visa Djokovic untuk kedua kalinya.
Pengacaranya mendesak agar kasus tersebut disidangkan pada Ahad, 16 Januari 2022. Jika berhasil mendapat izin untuk tinggal, Djokovic masih bisa bersaing di ajang Australia Open 2022, yang dimulai pada hari Senin besok. Ia juga berpeluang untuk memenangkan grand slam ke-21 dalam kariernya.
Sementara itu, pengadilan mengatakan bahwa Djokovic akan ditahan mulai pukul 08.00 pada Sabtu, 15 Januari 2022.
Ia akan mendapatkan izin untuk menghadiri kantor
Lanjut ke hal A2 kol. 3 MEDAN (Waspada): Tim
Penasehat Hukum Harian Waspada, H Refman Basri SH MBA didampingi Zulchairi Nasution SH menegaskan jika pihaknya sudah meminta agar tidak ada pihak mana pun yang diduga mempergunakan merek Waspada untuk kepentingan diri sendiri, termasuk Waspada News TV.
“Karena memang jelas, Was- pada News TV itu diduga sudah melanggar Undang-undang tentang merek. Dugaan pelang- garan itu, ada ancaman pidana- nya, dengan dasar Pasal 100 ayat (1) dan (2) UU Merek dan Indikasi Geografis (MIG),” kata Refman Basri usai menggelar rapat dengan Pemimpin Umum Harian Waspada dr Hj Rayati
Syafrin didampingi Wakil Pe- mimpin Redaksi H Teruna Jasa Said dan Komisaris Hj Saida Said BComm MHum di Kantor Harian Waspada, Jl. Brigjend Katamso No. 1 Medan, Sabtu (15/1).
“Untuk ancaman pidana- nya, yakni pidana penjara paling
Jangan Bawa-bawa Nama Waspada
ANTARA
Warga melihat kondisi rumah yang rusak akibat gempa di Kadu Agung Timur, Lebak, Banten.
Gempa berkekuatan 6,7 SR tersebut mengakibatkan sejumlah rumah rusak. Waspada/Ist
Tiga tersangka pelaku tambang emas ilegal dan barang bukti ditangkap petugas.
Waspada/Ist
PEMIMPIN Umum Harian Waspada dr Hj Rayati Syafrin didampingi Wapemred H Teruna Jasa Said dan Komisaris Hj Saida Said BComm MHum pose bersama tim Penasehat Hukum Harian Waspada H Refman Basri SH MBA didampingi Zulchairi Nasution SH, di Kantor Harian Waspada, Jl. Brigjend Katamso No. 1 Medan, Sabtu (15/1).
AFP
Para warga Arab Saudi yang kini di tengah kebijakan yang sekuler.
SEJAK Putra Mahkota Mo- hammed bin Sal- man memimpin Arab Saudi, mun- c u l s e j u m l a h kebijakan baru yang mengarah ke modernisasi hingga sekula- risasi. Arab Saudi yang dulu dise- but konservatif kini terlihat mulai tersekularasi. Se- jumlah kebijakan
sekuler diterapkan mulai dari diizinkannya gelaran tari samba hingga pencabutan peran polisi syariat.
Berikut ini beberapa kebijakan sekuler di Arab Saudi, yang dihimpun dari berbagai sumber.
WASPADA
Minggu 16 Januari 2022
Berita Utama
A2 A2
Sejumlah SPBU ....
dikonfirmasi ke PT Pertamina Patra Niaga Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), melalui Section Head Communication & Relation Sumbagut, Agustiawan, saat ini pasokan BBM dalam kondisi aman. Sedangkan beberapa SPBU yang kehabisan BBM hanya menunggu pengiriman sesuai jadwalnya.
“Beberapa SPBU masih menunggu pengiriman sesuai jadwal.
Untuk SPBU 142021133 tidak semua produk habis. Hanya pertalite.
Untuk SPBU Coco Merak Jingga masih dalam pengiriman,” ujar Agustiawan melalui pesan WhatsApp, Sabtu (15/1/2022) sekira pukul 16:45.
Terkait dengan kemungkinan penyebab kekosongan BBM di beberapa SPBU tersebut adanya peningkatan konsumsi, Agus menyebutkan, tidak terlalu signifikan peningkatannya.
“Kalau peningkatan konsumsi sih tidak terlalu signifikan. Tapi memang info yang saya dapat dari lapangan, masih dalam pengiriman,” tegasnya.
Namun yang pasti, Agustiawan menegaskan bahwa pasokan dan ketersediaan BBM di wilayah Sumbagut dan Sumut dalam kondisi aman.
“Pasokan dan ketersediaan stock BBM di depot-depot pada kondisi aman bang. Per hari ini (Sabtu-red), di wilayah Sumbagut, ketahanan stock Pertamax untuk 17 hari ke depan, Pertalite 5 hari, Biosolar 8 hari,” pungkasnya. (m31)
Akibat Gempa ....
ringan terdampak gempa bumi.
Selanjutnya di Kabupaten Sukabumi ada tiga unit rumah rusak sedang dan 6 unit rumah rusak ringan serta di Kabupaten Bogor terdapat 8 rumah rusak sedang.
Guncangan gempa bumi yang berpusat di 7.21 LS dan 105.05 BT pada kedalaman 40 kilometer itu dirasakan kuat selama 2- 4 detik di 11 lokasi di wilayah barat Pulau Jawa dan Selatan Pulau Sumatra.
Guncangan itu membuat masyarakat berhamburan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri dari hal yang tidak diinginkan.
Gempa itu meliputi wilayah Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kabupaten Lebak di Provinsi Banten.
Kemudian Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabu- paten Bogor, Kota Bogor dan Kota Depok di Jawa Barat. Selanjutnya adalah Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten Lampung Barat.
Masyarakat diharapkan agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa. Masyarakat juga diimbau agar tetap tenang dan memastikan informasi resmi bersumber dari pihak yang dapat dipertanggungjawabkan.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) men- catat hingga Sabtu (15/1/2022) pukul 12.00 WIB telah terjadi 33 kali aktivitas gempa susulan pascagempa Banten magnitudo 6,6 pada Jumat (14/1/2022). Gempa susulan terjadi dengan magnitudo sebesar 2,5 sampai 5,7.
“Gempa susulan yang terjadi dengan magnitudo terbesar 5,7 dan magitudo terkecil adalah 2,5,” kata Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono melalui pesan singkat.
Gempa yang sebelumnya tercatat bermagnitudo 6,7 yang berpusat di laut pada jarak 132 km arah barat daya Kota Pandeglang, Banten, dengan kedalaman hiposenter 40 km memiliki mekanisme sumber pergerakan naik (thrust fault) akibat adanya proses tekanan yang kuat. Gempa ini bersifat destruktif atau merusak.(rep/ant)
725 Kasus ....
Sebelumnya, Indonesia melaporkan penemuan Covid-19 varian Omicron sejak 16 Desember 2021. Sejak hari itu, jumlah kasus Omicron terus meningkat secara berlipat.
Alih-alih membatasi kedatangan orang dari luar negeri, pemerintah justru membuka kran perjalanan internasional. Lewat Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 02/2022, pemerintah tidak lagi menerapkan larangan masuk dari negara-negara yang menjadi pusat penularan Covid-19 varian Omicron.
“Jika pengaturan pembatasan daftar negara masih tetap ada maka akan menyulitkan pergerakan lintas negara yang masih diperlukan untuk mempertahankan stabilitas negara termasuk pemulihan ekonomi nasional,” ungkap Juru Bicara Satgas Covid- 19 Wiku Adisasmito lewat keterangan tertulis, Jumat (14/1).(cnni)
Arab Saudi ....
tangan, kaki dan perut yang terbuka.
Gelaran itu memicu polemik lantaran sejumlah warga menilai penari samba tersebut berpakaian terlalu minim. Pihak Saudi kemudian melakukan investigasi.
2. Mencabu Peran Polisi Syariat; Otoritas Saudi mencabut semua hak prerogatif polisi syariat, sehingga kini mereka tak punya peran yang jelas. Sebelum dicabut, para polisi syariat itu bertugas menegakkan aturan hukum yang sesuai dengan ajaran Islam.
Mereka juga kerap memantau perilaku sosial termasuk pembatasan terhadap laki-laki dan perempuan. Pembatasan itu kini disebut mulai dilonggarkan, utamanya hak-hak perempuan.
Sejumlah mantan polisi syariat Arab Saudi mengeluhkan aturan baru yang dicanangkan Kerajaan.
Salah satu eks polisi itu, Faisal, merasa Arab Saudi kini bertolakbelakang dengan kultur dan nilai-nilai yang dulu. “Apapun yang harus saya larang sekarang diizinkan, jadi saya berhenti,”
ujar Faisal dikutip AFP pekan lalu.
3. Perayaan Natal secara Terbuka; Sejumlah warga asing yang tinggal di Arab Saudi mengatakan perayaan Natal yang semakin semarak di negara itu di bawah pimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Natal Desember lalu tampak kafe hingga restoran berubah menjadi negeri musim dingin, manusia salju berhiaskan berlian, dekorasi, dan ornamen untuk dijual. Para ekspatriat di Kerajaan juga merayakan natal secara bersama. Menurut pengakuan salah satu warga asing di Saudi, di tahun-tahun sebelumnya perayaan natal senyap, ketat dan tertutup.
4. Bebas Pakai Bikini di Pantai Tertentu; Salah satu wilayah di Arab Saudi, di kawasan King Abdullah City disebut melonggarkan aturan salah satunya bebas memakai bikini.
Kawasan pesisir di King Abdullah Economic City juga dibuka untuk turis yang datang berpasangan.
Selain itu, para wisatawan juga disebut boleh mengenakan pakaian renang bahkan bikini di kompleks hotel atau jalanan.
5. Perempuan Boleh Hidup Sendiri tanpa Wali; Arab Saudi berencana mengizinkan perempuan yang belum menikah, bercerai atau janda hidup sendiri tanpa mendapat persetujuan dari wali laki-laki. Di hadapan pengadilan Syariah Saudi, otoritas Kehakiman menghapus pasal 169 dalam Hukum Acara negara tersebut.
Menurut UU Saudi terbaru, seorang perempuan dewasa memiliki hak untuk memilih tempat tinggal. Selain itu, wali dari seorang perempuan hanya dapat melaporkan jika mereka miliki perempuan tersebut melakukan kejahatan. Selain itu, jika perempuan yang sudah bebas dari penjara tidak akan diserahkan kepada wali.
6. Ganti Nama tanpa Izin Wali; Pada 2021 Januari lalu, Saudi juga mengizinkan perempuan yang berusia di atas 18 tahun mengubah nama mereka tanpa mengantongi izin wali.
Pihak berwenang juga mencabut pembatasan perjalanan bagi perempuan saat 2019 lalu. Dalam aturan itu pula, perempuan di atas 21 tahun diizinkan mengajukan paspor dan bepergian dengan bebas.
7. Izinkan Perempuan Setir Mobil; Arab Saudi, di bawah kepe- mimpinan MBS, juga melakukan terobosan mengakhiri kebijakan kontroversial dengan mengizinkan perempuan menyetir mobil pada 2017.
8. Perempuan Masuk Militer; Pada Februari lalu, pemerintah Saudi membuka pendaftaran Angkatan Bersenjata bagi perempuan. Mereka yang berusia 21 hingga 40 tahun boleh mendaftar.
Kemudian dua bulan lalu, Kerajaan meluluskan angkatan pertama tentara perempuan dari Pusat Pelatihan. Kelulusan ini dianggap menjadi sejarah sebagai upaya reformasi pemberda- yaan perempuan yang dicanangkan pemerintah.(cnni)
Ubedilah ....
Warga Indonesia ....
Tujuh Tim ....
Novac Djokovic ....
pengacaranya di bawah pen- jagaan untuk mempersiapkan kasus dan menghadiri sidang di pengadilan pada Ahad besok.
Djokovic juga ditahan sela- ma beberapa hari setelah tiba di Australia. Ia dibebaskan pada Senin lalu ketika pengadilan yang sama membatalkan keputusan pencabutan visanya dengan ala- san bahwa Pasukan Perbatasan Australia telah memperlaku- kannya secara tidak adil.
Kala itu, petugas imigrasi membatalkan visanya dengan
alasan dia tidak memiliki cukup bukti untuk mendukung penge- cualian medis dari persyaratan vaksinasi COVID-19 Australia untuk pelancong yang datang ke Australia.
“Namun keputusan menteri imigrasi pada hari Jumat untuk membatalkan visanya lagi didasarkan pada alasan yang sama sekali berbeda,” kata Wood.
Alasan baru yang menda- sarinya bukanlah risiko langsung bagi orang lain.
Tapi, karena Djokovic bera-
da di Australia, khususnya di Melbourne, dengan berada di sini akan membangkitkan sen- timen anti-vaksin, pendekatan yang sangat berbeda,” kata Wood.
Adapun hakim Anthony Kelly mengatakan bahwa pemerintah telah setuju untuk tidak mendeportasi Novak Djo- kovic sampai kasusnya selesai.
Kelly, yang membatalkan pembatalan visa pertama, telah setuju untuk memindahkan kasus ini ke Pengadilan Federal.
Iman menuturkan setelah menyelesaikan uji praklinis pada makaka, selanjutnya Unair dan PT Biotis akan melakukan uji klinis fase 1, 2 dan 3.
Direncanakan, katanya, uji klinis tersebut selesai pada Juli atau Agustus 2022 bersamaan dengan perkiraan izin peng- gunaan darurat atau emer-
gency use authorization dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Sementara tim-tim lain, kata Iman, masih pada tahap optimasi yield antigen dan sebagian sedang melakukan uji praklinis. Di samping itu, Iman mengatakan dengan muncul- nya varian omicron dan mung-
kin saja varian-varian lain di ma- sa yang akan datang, tentunya diharapkan Vaksin Merah Putih yang dihasilkan dari tim-tim tersebut menjadi tumpuan utama pemerintah.
Apalagi, vaksin Covid-19 un- tuk penguat sangat diperlukan di kondisi saat ini, selain untuk penggunaan vaksinasi awal.(ant) Selain Indonesia, beberapa
negara yang masuk dalam Grup A yakni Australia, Amerika Seri- kat, Inggris, Kanada, Malaysia, Singapura, Jepang, Vietnam, dan India.
Dikutip Reuters, aturan itu berlaku ketika Hong Kong te- ngah menghadapi lonjakan
sekitar 50 kasus Covid-10 varian Omicron sejak akhir tahun lalu.
Sebelum wabah Omicron menyebar, Hong Kong tak me- miliki kasus transmisi lokal Covid-19 selama lebih dari 3 bu- lan. Hong Kong memang masih melarang pendatang dari Indo- nesia masuk sejak Juni 2021 lalu.
Namun, Hong Kong kini juga melarang pendatang dari Indonesia transit di wilayahnya.
Pekan lalu, Hong Kong juga menambah larangan masuk dan transit dari Australia, Kanada, Prancis, India, Pakistan, Filipina, Inggris, dan AS karena alasan serupa.(CNN)
dugaan fitnah.
Ubed mengaku aneh de- ngan laporan Ketua Umum Relawan Jokowi, Immanuel Ebenezer, yang membawa Pa- sal 317 KUHP tentang penga- duan fitnah. “Karena dia (Im- manuel) bukan korban, ya, aneh gitu,” ucap dia.
Sebelumnya, Immanuel melaporkan Ubedilah ke Polda Metro Jaya dengan mengguna-
kan Pasal 317 KUHP tentang pengaduan fitnah pada Jumat (14/1).
I m m a n u e l m e n y e b u t laporan itu bisa dicabut apabila Ubed meminta maaf. Ia meng- ancam akan melaporkan deng- an Pasal yang ancaman pidana- nya lebih berat jika Ubed tak melakukannya. “Kami mau laporkan terlapor dengan Pasal yang lebih berat. Tapi pertim-
bangannya hari ini kita melihat, memberikan kesempatan kepada Ubedilah Badrun untuk meminta maaf kepada publik karena ini berkaitan dengan ke- hormatan seseorang,” cetusnya.
Immanuel beralasan bahwa dari penilaiannya basis laporan Ubed adalah hoaks. “Karena ba- sis laporannya berbasis kepalsu- an atau hoaks jadi ini tidak men- didik,” katanya beralasan.(cnni)
Jangan Bawa-bawa ....
Tiga Tersangka ....
Winardy menambahkan, dalam penindakan ini dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Nagan Raya AKP Machfud, SH., MH. Kepada pelaku akan dike- nakan pasal 158 Undang-Un- dang Republik Indonesia No- mor 3 Tahun 2020.
Tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 ta- hun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara Jo pasal 55 ayat 1 ke-4 KUHPidana.
Kapolres Nagan Raya AKBP Setiyawan Eko Prasetiya melalui Kasat Reskrim AKP Machfud, SH, MM, menyebutkan, ketiga
tersangka pelaku ditangkap ber- dasarkan informasi masyarakat terkait aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah tersebut.
Atas informasi itulah, Sat Res- krim Polres Nagan Raya me- ngamankan 3 pelaku serta barang bukti lainnya.
AKP Machfud, menjelaskan, ketiga tersangka pelaku ini me- lakukan aktivitas penambangan secara ilegal tanpa mengantongi izin dari Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dan juga telah sete- lah diperiksa tidak bisa menun- jukan bukti apapun.
Ketiga pelaku yang ditangkap
Polres Nagan Raya yaitu AN, 54, MA, 21, dan ALB, 46. Saat ini ketiganya penambangan emas ilegal tersebut telah diamankan di Polres Nagan Raya guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Selain menangkap tersangka pelaku, petugas juga ikut mengamankan barang bukti berupa satu unit alat berat jenis eskavator merek Hitachi warna orange, dua lembar ambal penyaring emas warna hijau, dan satu unit indang sebagai alat pemisah emas dan pasir.
(b22) lama 4 tahun dan/atau denda
paling banyak Rp2 miliar,”
katanya lagi.
Diakui Refman, terlihat dari launching yang dilakukan bebe- rapa waktu lalu, Waspada News TV itu logonya memiliki kemi- ripan dengan Harian Waspada.
Ditambah lagi, dari informasi yang didapat bahwa untuk tanggal berdirinya juga sama dengan Harian Waspada, yakni 11 Januari.
“Artinya bahwa kemiripan- nya bukan hanya logo saja, tapi tanggal berdirinya. Jelas-jelas
ini salah, dan harus ditindak,”
tambahnya.
Refman Basri juga mene- gaskan sudah menghubungi pihak Waspada News TV untuk mengingatkan. “Jadi saya juga sudah hubungi Yon, yang katanya Pimpinan Waspada News TV.
Saya mengingatkan dia, ada ancaman pidana atas dugaan pelanggaran yang dilakukannya terkait nama Waspada News TV,” tegasnya.
“Sudah kita ingatkan mulai hari ini, Sabtu (15/1) mereka tidak lagi membawa nama-
nama Waspada yang sudah terdaftar dan tanpa ijin sama sekali. Karena ini bentuknya yayasan, maka harus disetujui secara tertulis oleh seluruh pemegang saham, bukan orang per orang,” tambahnya.
“Tapi kalau dia tetap ber- keras, apa boleh buat, kita akan tempuh jalur hukum. Dan satu hal lagi yang perlu digarisbawahi, bahwa langkah atau upaya hukum yang dilakukan ini atas persetujuan dari para pemegang saham Waspada Grup,” tutup Refman Basri. (m33)
Covid-19 Jadi Flu
Biasa Di Ceko, Meski Positif Boleh Pergi Kerja
PRAHA (Waspada):
Covid-19 akan menjadi flu biasa di negara Ceko.
Pasalnya pemerintah setempat bakal mengizinkan para pekerja medis dan layanan sosial untuk tetap pergi bekerja menjalankan tugas meskipun mereka sedang mengidap Covid-19.
Syarat yang diajukan bagi mereka yang positif Covid-19 adalah asalkan tidak mengalami gejala, demikian menurut Kementerian Kesehatan, Jumat (14/1) waktu setempat. Aturan baru itu tidak terlalu ambisius dibandingkan dengan yang sebelumnya direncanakan oleh pemerintah.
Orang-orang yang boleh tetap pergi bekerja itu disyarat- kan hanya boleh berangkat untuk menuju tempat kerja, dan langsung pulang setelah me- nyelesaikan pekerjaan. Mereka diharuskan mengenakan masker serta makan di ruangan terpisah, kata Menteri Kese- hatan Vlastimil Valek (foto).
Menkes Ceko memperkira- kan bahwa akan ada beberapa ratus pekerja saja yang meme- nuhi syarat di bawah peraturan
baru tersebut, yang akan dite- rapkan hanya jika diperlukan.
“Langkah-langkah itu akan ditetapkan sedemikian rupa untuk memastikan tidak ada kemungkinan bahwa mereka bisa menulari para pekerja di sekitarnya,” kata Valek.
Sebelumnya, Pemerintah Ceko mengatakan telah mem- buat daftar yang berisi lebih banyak bidang esensial, yang pekerjanya akan tercakup dalam skema tersebut. Kelom- pok yang disebutkan saat itu termasuk para petugas layanan darurat, kepolisian, dan industri energi.
Langkah yang ditempuh oleh Republik Ceko tersebut merupakan kebijakan terbaru menyangkut pelonggaran pem- batasan yang diberlakukan di Eropa. Di kawasan itu, negara-
negara sedang bergulat untuk mempertahankan layanan te- rus berjalan di tengah pening- katan kasus COVID-19 akibat varian Omicron yang sangat menular.
Menkes Valek mengatakan kepada para wartawan bahwa pemerintah berharap bisa me- ngendalikan gelombang penu- laran Omicron. Varian tersebut sudah menyebabkan pening- katan pada infeksi baru harian dalam beberapa hari terakhir ini, menjadi di atas 10.000 kasus.
Sementara itu, Pemerintah Ceko sudah memerintahkan agar pengujian Covid-19 dilak- sanakan di sekolah-sekolah.
Dan mulai Senin (17/1), semua pekerja harus menjalani dua kali tes Covid-19 dalam seminggu.
Valek memperkirakan bahwa jumlah harian kasus akan meningkat menjadi 20.000 pada a w a l p e k a n d e p a n d a n kemungkinan 50.000 kasus pada akhir pekan.
Menurut data Kementerian Kesehatan, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit sudah menurun, pada Kamis (13/1) menjadi 1.912 orang. Valek menegaskan kem- bali bahwa pemerintah memiliki strategi untuk memperlambat penularan varian Omicron di kalangan penduduk serta untuk menghindari rumah-rumah sakit dibanjiri pasien.(ant)
kompas.com
Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, kedua putra Presiden Joko Widodo.
KPK Diminta Informasikan Kasus Dugaan Korupsi Gibran-Kaesang Ke Publik
JAKARTA (Waspada): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta menginformasikan kepada publik perkembangan laporan kasus dugaan korupsi dua anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep.
“Masyarakat berharap dalam waktu dekat KPK bisa meng-update perkembangannya karena itu juga diperintahkan oleh undang-undang sebagai kepastian hukum bagi pelapor,” kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadaha dalam sebuah acara diskusi di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (15/1).
Menurut Kurnia, salah satu asas hukum KPK yang tercantum dalam Undang-Undang KPK adalah asas keterbukaan. Ia menegaskan, asas tersebut harus ditunjukkan oleh KPK terhadap setiap laporan yang diterima, termasuk laporan dari Ubedilah.
Di samping itu, Kurnia menekankan bahwa dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun sebagai warga negara berhak melapor- kan dugaan korupsi ke KPK dan menjadi tugas KPK untuk mengusutnya. Ia pun mengingatkan, status Gibran dan Kaesang sebagai anak kandung presiden semestinya tidak membuat mereka mendapatkan keistimewaan dari KPK.
“Dalam konteks hukum, ada prinsip equity before the law misalnya, tidak peduli siapa pun dilaporkan, sekalipun Joko Widodo dilaporkan ke KPK misalnya, ya itu hal yang lumrah,” kata
Kurnia.
Ubedilah melaporkan Gibran dan Kaesang terkait dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan berkaitan dengan dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) ke KPK. Laporan itu berawal pada 2015 saat ada perusahaan besar bernama PT SM yang sudah menjadi tersangka pemba- karan hutan dan sudah dituntut oleh Kementerian Lingkungan Hidup dengan nilai Rp 7,9 triliun.
Namun, dalam perkembangannya, Mahkamah Agung (MA) hanya mengabulkan tuntutan sebesar Rp78 miliar. “Itu terjadi pada Februari 2019 setelah anak presiden membuat perusahaan gabungan dengan anak petinggi perusahaan PT SM,” ujar Ubedilah
Menurutnya, dugaan KKN tersebut sangat jelas melibatkan Gibran, Kaesang, dan anak petinggi PT SM karena adanya suntikan dana penyertaan modal dari perusahaan ventura. “Dua kali diberikan kucuran dana. Angkanya kurang lebih Rp 99,3 miliar dalam waktu yang dekat.
Dan setelah itu kemudian anak Presiden membeli saham di sebuah perusahaan yang angkanya juga cukup fantastis, Rp 92 miliar,” ujar Ubedilah.
“Dan itu bagi kami tanda tanya besar, apakah seorang anak muda yang baru mendirikan peru- sahaan dengan mudah mendapatkan penyertaan modal dengan angka yang cukup fantastis kalau dia bukan anak Presiden,” kata dia.(kps)
GadisAsal Bener Meriah Tewas Diduga Dibunuh Adik Kandung
TAKENGON (Waspada):
Hasanah, 16, warga Kampung Suka Mulia, Kecamatan Wih Pesam ditemukan tidak ber- nyawa di sebuah kebun kopi di Kampung Ratawali, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah.
Kapolres Aceh Tengah AKBP Nurochman Nulhakim melalui Kasat Reskrim Iptu Ibrahim saat dikonfirmasi Waspada, Sabtu (15/1) membenarkan pene- muan mayat tersebut.
Dikatakan, Hasanah diduga dibunuh oleh adik kandungnya sendiri, saat ini pelaku diaman- kan di Mapolres setempat.
“Untuk motifnya belum kita
ketahui, sejauh ini masih dalam tahap penyelidikan dan sedang menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Umum Datu Beru Takengon,” katanya.
Ibrahim menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh warga ketika melintas di kawasan itu sekira pukul 07.30 Wib, Sabtu (15/1).
Dari hasil keterangan, korban bersama adiknya pada Jum’at (14/1) pergi mengambil uang sebesar Rp 900 ribu ke Blang Mancung, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah menggunakan sepeda motor.
“Namun korban tidak kem- bali lagi. Handphone korban
tidak aktif, sedangkan adiknya tidak diketahui keberadaanya saat itu,” katanya.
Begitu juga, terhadap kor- ban sudah ditemukan tidak bernyawa disalah satu kebun kopi milik warga, bagian wajahnya terdapat bekas kekerasan. “Sehingga dari hasil penyelidikan, terduga pelaku adalah adik kandungnya sendiri yang saat ini sudah kita aman- kan,” ungkapnya.
Sejauh ini, tambah Ibrahim, pihak Satreskrim Polres Aceh Tengah masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus dugaan pembunuhan tersebut.
(Cet)
Kisah Gozali Jadi Miliarder Karena Foto Selfie
Sultan Gustaf Al Ghozali alias Ghozali Everyday mendadak viral usai berhasil menjual gambar swafotonya dalam bentuk non-fungible token (NFT).
HANYA karena menjual gambar swafotonya (selfie) dalam bentuk non-fungible token (NFT) Sultan Gustaf Al Ghozali alias Ghozali Everyday mendadak kaya. Ia lantas viral usai berhasil meraup cuan hingga Rp1,5 miliar.
Ghozali tak pernah menyangka hal seperti ini akan terjadi. Menurut pemuda 22 tahun ini, ia semula hanya iseng dan menganggap lucu bila ada kolektor NFT mau membeli gambar swafotonya.
Ia pun mengunggah foto tersebut di platform OpenSea. OpenSea merupakan lokapasar alias marketplace NFT terbesar di dunia.
Namun biasanya, aset digital NFT di lokapasar itu didominasi gambar dua-dimensi atau tiga- dimensi. Ghozali menilai akan jadi hal yang lucu bila swafotonya bisa jadi salah satu bagian foto tersebut. “Aku mikirnya lucu juga kalau salah satu kolektor ada yang punya muka saya,” kata Ghozali, Jumat (14/1).
Ghozali menyebut sejak awal ia mematok fotonya seharga US$3. Ia mengira fotonya tak akan dibeli oleh seorang pun. Namun ia keliru.
Saat ini foto selfie Ghozali berhasil terdongkrak berkat popularitasnya yang kian menanjak.
Bahkan, harga termurah bagi foto selfie milik Ghozali kini menembus 0,3 ETH atau setara Rp14 juta.
Ghozali menjelaskan dirinya mulai me- ngunggah swafoto ke OpenSea pada awal Desember 2021. Namun ia baru mempromosikan karya itu pada beberapa hari terakhir. Ia juga menjelaskan awal mula popularitasnya dipicu
promosi oleh komunitas NFT Indonesia dan disertai sejumlah pembelian oleh keluarga serta beberapa figur terkenal.
“Awal-awal dipromosiin sama komunitas NFT Indonesia terus orang rumah juga ikutan beli, bahkan sampai Chef Arnold, bahkan belinya enggak cuma satu tapi 25 foto wajah saya,” kata Ghozali.
Ghozali mengaku foto-foto yang dijual dikumpulkan sejak 2017 dan ingin digunakan membuat animasi timelapse. Ia berniat untuk menggabungkan foto-foto selama lima tahun tersebut menjadi sebuah video.
Ditagih Pajak Cuan Ghozali yang viral hingga membuat dirinya menjadi miliarder baru lantas menarik perhatian Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. DJP ikut mengucapkan selamat kepada mahasiswa asal Semarang ini, sekaligus mengingatkan soal pajak.
Melalui media sosial Twitter, @DitjenPajakRI meminta Ghozali mendaftarkan diri sebagai Wajib Pajak (WP) dan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) di lamanpajak.go.id. “Ini tautan di mana kamu bisa mendaftarkan dirimu untuk memiliki TIN (Tax Identity Number/NPWP),”
tulis DJP.
Ghozali juga mengaku siap membayar pajak atas penghasilannya dari swafoto atau selfie dalam bentuk NFT. “Respons saya berusaha menjadi warga negara yang baik. Saya tetap membayar pajak dengan pendapatan yang saya dapatkan,” ujar Ghozali.(cnni)
WASPADA
Minggu
16 Januari 2022
Budaya
Catatan Budaya
WALI KOTA Bekasi ditangkap KPK. Miliaran uang disita dari rumahnya. Bersama 12 orang lainnya, wali kota itu digiring ke ruang tahanan komisi anti rasuah justru jelang akhir masa jabatannya. Duh!
Sebelumnya, sudah ratusan pejabat negara yang dicokok KPK. Dari anggota DPR, Hakim, Jaksa, Bupati, Wali Kota, Gubernur, Dirjen bahkan Menteri. Anehnya tetap saja tak ada efek jera. Luar biasa!
Padahal semua orang tau korupsi itu jahat, merusak tatanan peradaban dan sangat merugikan. Pelakunya mungkin saja bisa bersenang-senang menikmati hasil korupsi yang ia lakukan.
Tapi korbannya; bisa individu, perusahaan, orang banyak bahkan negara, sangat dirugikan.
Apa yang semestinya menjadi hak orang banyak dan bisa dinikmati bersama-sama, justru hanya dinikmati oleh seseorang atau sekelompok orang karena korupsi yang dilakukannya.
Di negeri ini korupsi memang telah mendarah daging.
Itulah sebabnya korupsi tak bisa lagi sekedar dianggap kejahatan yang luar biasa. Korupsi adalah juga kejahatan atas kemanusiaan.
Maka tindakan hukum yang dikenakan kepada para pelakunya, harusnya super luar biasa juga.
Hukuman terhadap pelaku korupsi tak boleh lagi hanya untuk menimbulkan efek jera, tapi harus berdampak pada sanksi ekonomi dan sanksi sosial. Bisa berupa pemiskinan ekonomi hingga tujuh turunan maupun sanksi sosial berupa pengucilan yang berkelanjutan.
Prof. Miriam Budiardjo pernah menyebut, dalam hal penegakan hukum, negara manapun di dunia ini memang mengakui adanya asas persamaan di depan hukum atau Equality Before The Law. Di Indonesia hal itu bahkan dican- tumkan dalam Pasal 27 Undang Undang Dasar 1945 yang berbunyi; “Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan, dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.”
Namun terhadap kejahatan korupsi, azas Equality Before The Law tak bisa lagi dipakaikan. Terutama karena perilaku korupsi di negeri ini sudah demikian massif. Terjadi di semua lini kehidupan. Maka, terhadap pelaku korupsi, azas persamaan di depan hukum ini harus ditinjau kembali.
Apalagi, terhadap pelaku korupsi kita sering melihat landasan filosofis “Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa” belum sepenuhnya bisa diwujudkan, meski payung hukum yang mendasari pencegahan dan pemberantasan korupsi itu sudah cukup banyak.
Sebagai rakyat seringkali kita harus mengelus dada setiap kali mendengar putusan Hakim terhadap pelaku tindak pidana korupsi. Satu perkara yang menurut masyarakat seharusnya dihukum berat, justru oleh hakim divonis ringan. Demikian sebaliknya.
Sebagai contoh, lihat saja vonis hakim terhadap Robert Tantular. Koruptor ini bersama dua warga negara asing pemilik Bank Century dengan leluasa mengecoh pemerintah hingga kebobolan Rp 6,7 triliun. Tapi oleh hakim justru hanya divonis 4 tahun yang kemudian ditambah setahun oleh Mahkamah Agung (MA).
“Padahal, kalau di negara lain, Robert Tantular itu bisa jadi dihukum mati atau setidaknya ratusan tahun kurungan badan,” kata pakar ekonomi, Kwik Kian Gie.
Maka, jika pemberantasan korupsi belum juga berhasil hingga hari ini, bukan hanya Lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang harus diperkuat, tapi para hakim Tipikor yang menjadi penjaga gawang terakhir dari pemberantasan korupsi juga harus diperkuat.
Karena itu, munculnya wacana pembubaran KPK misalnya, bukan solusi dalam mengatasi persoalan korupsi yang semakin massif di negeri ini. Wacana pembubaran KPK itu justru menunjukkan langkah putus asa. Pun demikian bila muncul kesan peradilan Tipikor gagal menghukum dan membuat jera para koruptor, bukan peradilannya yang harus dibubarkan, tapi para hakimnya yang harus diperkuat.
Oleh sebab itu para pemangku kepentingan di negeri ini, baik di Legislatif, Eksekutif maupun Yudikatif harus kembali duduk satu meja demi merembugkan lagi arah dan tujuan dari pemberantasan korupsi di negeri ini.
Pemerintah, DPR dan Penegak Hukum harus berdialog dan memusyawarahkan kembali arah dan tujuan dari pemberantasan korupsi tersebut. Meneguhkan kembali kemana mata panah pemberantasan korupsi di negeri ini hendak diarahkan, dan berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan negeri ini dari korupsi. Begitulah! (*)
Korupsi Lagi
Oleh: S. Satya Dharma
AKHIRNYA dia menyerah juga. Sastrawan bertubuh kecil kelahiran Medan, 8 Agustus 1962 ini, Jumat pagi (7/1) kem- bali ke pangkuan Khaliknya dalam usia 59 tahun karena sakit lambung akut yang dideritanya. Inna lillahi wa Inna ilaihi rojiun…..
Sastrawan itu, dialah Ys.
Rat. Salah seorang sastrawan Sumut paling energik semasa hidupnya. Dia tak hanya menulis puisi, cerpen, esai b u d a y a , t a p i j u g a
menghasilkan banyak naskah drama, skenario film dan menjadi sutradara teater.
Bernama asli Yusrianto, seniman bergelar Sarjana Hukum (SH) ini memulai karirnya sebagai penulis tahun 1980 ketika puisinya berjudul “Perkututku Perkutut Urakan” diterbitkan di rubrik Abrakadabra Harian Waspada.
Karena puisinya itu pula Ys. Rat mendapat julukan Perkutut Urakan yang disematkan oleh penjaga rubrik Abrakadabra kala itu, As. Atmadi (alm).
Sejak itulah karir kepenulisan Ys. Rat melesat pesat. Karya- karyanya tak hanya diterbitkan di Harian Waspada, tapi juga di berbagai media cetak nasional dan disertakan dalam berbagai buku antologi.
Selain menulis, Ys Rat juga berteater. Pertama-tama dia bergabung dengan Teater Kartupat pimpinan Raswin Hasibuan (alm). Namun tahun 1989 dia mengundurkan diri dan membentuk grup teaternya sendiri pada tahun 1991, yakni Teater Merdeka.
Puisi-puisinya terhimpun dalam antologi tunggal “5” dan sejumlah buku kumpulan puisi bersama. Sedangkan naskah dramanya antara lain “Hus”, “ Ciluk Ba”, “Bukan Sampah Bukan Mimpi”, “Jodoh” dan “Bum Bam Dum Dam Dor”.
Dua dari naskah dramanya itu, yakni “Hus” dan “Ciluk Ba”
mendapat hadiah dari Dewan Kesenian Medan (DKM) untuk lomba penulisan naskah drama tahun 1988. Sedangkan dramanya
“Bum Bam Dum Dam Dor” menjadi naskah terbaik lomba serupa tahun 2005 juga oleh DKM.
Ys Rat dikenal sebagai seniman dan juga wartawan yang tak suka neko-neko. Dia berjalan tegak lurus di atas rel idealisme yang diyakininya. Tak heran jika saat kematiannya, ratusan pelayat hadir dan ikut menyolatkan jenazahnya di Masjid Al Ikhlas yang tak jauh dari rumahnya, gang M. Yusuf Jalan Madio Santoso, Medan.
Kini si Perkutut Urakan itu sudah pergi. Yang tersisa darinya adalah kenangan baik tentang semangat berkeseniannya yang berapi-api. Selamat jalan sahabat. Kini damailah engkau di sisi Khalikmu. (susdha)
YS Rat:
Perginya Si Perkutut
Album
Sastrawan Sumut Dan Buku
2 Tahun 2008 diundangkan, buku-buku sekolah didominasi oleh penerbitan-penerbitan yang berasal dari Pulau Jawa.
Memang ada alternatif bagi penerbit-penerbit lokal. Bab IV, Pasal 5, Ayat (3) misalnya, me- nyebutkan: Buku teks untuk mata pelajaran muatan lokal yang digunakan pada satuan pendidikan dasar dan mene- ngah dipilih oleh rapat pendidik pada satuan pendidikan dari buku teks yang ditetapkan kela- yakan-pakainya oleh Gubernur.
Dengan pasal ini, Gubernur selayaknya memproteksi buku- buku yang ditulis penulis lokal dan diterbitkan penerbit lokal.
Untuk kondisi Sumut, penerbit lokal – yang dapat dihitung de- ngan jari dan di antaranya telah mati suri – perlu mendapat per- lindungan dari Gubernur. Tapi hal itu justru tidak dilakukan.
Menghidupi Penulis buku di Sumatera Utara yang selama ini telah banyak menulis buku muatan lokal dan diterbitkan oleh penerbitan resmi anggota IKAPI di Sumatera Utara, sejatinya perlu diproteksi.
Hidupnya penerbit dan penulis lokal merupakan pe- nunjang keberhasilan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Sejalan dengan GLS tentu diperlukan buku pelajaran maupun penga- yaan. Tapi apa yang terjadi?
Tidak ada sulitnya bagi peja- bat di Sumut untuk mewujud- kan harapan sastrawan itu. Tentu saja selama ada kemauan untuk menghidupkan dunia sastra (perbukuan) di Sumut. Sebagai provinsi keempat yang men- deklarasikan diri Provinsi Lite- rasi, tentu saja Pemprov Sumut sudah menyiapkan anggaran untuk itu.
Cara untuk mendapatkan kemampuan literasi ini adalah melalui pendidikan. Ada 9 ma- cam literasi: Kesehatan, Finan- sial, Digital, Data, Kritikal, Visual, Teknologi dan Informasi. Tentu saja dalam pelaksanaannya memerlukan buku.
Jauh sebelum Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan Nasional RI No 2 Tahun 2008 tentang Buku diundangkan, penerbit-penerbit Sumut (Me- dan khususnya) pernah berjaya karena mendapat kesempatan
menerbitkan buku-buku pelajaran dan pengayaan yang dipasarkan di sekolah-sekolah.
Tapi muncullah kemudian Permen No 2 Tahun 2008 yang menyulitkan penerbit daerah untuk mendapatkan kelayakan pakai buku di sekolah-sekolah.
Permen tersebut antara lain menyebut pada Bab III Pasal 4 ayat bahwa; (1) Buku teks pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dinilai kelayakan- pakainya terlebih dahulu oleh Badan Standar Nasional Pendi- dikan sebelum digunakan oleh pendidik dan/atau peserta didik sebagai sumber belajar di satuan pendidikan.
(2) Kelayakan buku teks sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri.
Dengan peraturan itu, ber- guguranlah penerbitan-pener- bitan lokal – termasuk Sumut (Medan). Setelah Permen No
Penerbit-penerbit dari Pu- lau Jawa – dengan strategi mar- ketingnya – justru memasok buku-buku pelajaran maupun pengayaan ke daerah-daerah termasuk Sumut (Medan).
Dampaknya penerbit buku di Sumut satu-satu mulai gulung tikar.
Terkait dengan itu, anggota DPR RI Dr Sofyan Tan pernah mengatakan bahwa fasilitas anggaran penerbitan buku lokal Alan dikawal melalui peraturan pemerintah dan peraturan menteri dengan mengacu pada UU No 3/2017 tentang Sistem Perbukuan.
IKAPI baik di tingkat pusat maupun daerah dapat menga- walnya bersama-sama. DPRD provinsi dan kabupaten/kota juga perlu didorong untuk me- ngingatkan keberadaan UU tersebut. Mengingat ada peran dan tanggungjawab bersama di dalamnya. Dengan demikian penerbit dan penulis lokal dapat tetap hidup dan menghidupi.
Buku-buku yang ditulis dan dicetak oleh penerbit lokal me- rupakan salah satu peran ma- syarakat dalam mensukseskan gerakan literasi bangsa. Selama ini, dikarenakan tidak adanya proteksi dari pemerintah dae- rah, buku-buku muatan lokal yang beredar di Sumut justru datangnya dari luar Sumut yang isinya belum tentu cocok deng-
BAGI seorang penulis (sastrawan), harapannya tentu lebih dari sekadar terbitnya buku karangannya atau buku- buku para sastrawan lainnya. Lalu buku- buku itu dipajang di rak bukunya untuk kebanggan keluarga. Tidak! Harapan setiap sastrawan adalah agar bukunya itu dibaca!
Oleh: Hidayat Banjar
an warna lokal Sumut. Keber-adaan penerbit lokal pun akhirnya mati suri
Keberadaan penerbit lokal yang peduli terhadap penulis lokal dan budaya kearifan lokal perlu mendapat apresiasi. Bah- kan ada penerbit lokal Sumut yang merupakan satu-satunya penerbit di Sumut yang men- dapat penghargaan khusus dari KPK atas penerbitan buku-buku antikorupsi.
Hidupnya penerbit dan pe- nulis lokal merupakan penun- jang keberhasilan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang di- launching pada 2015.
Bertitik tolak dari hal itulah kita sempat merasa bangga ketika Gubsu Tengku Erry Nuradi mendeklarasikan Sumut sebagai provinsi literasi. Sayang, seiring bergantinya gubernur, gerakan Sumut sebagai provinsi literasi itu lenyap bersama lalunya waktu.
Peranan Guru Maka, kalau ingin menerus- kan sejarah perbukuan di Sumut, pemerintah daerah (provinsi, kabupaten, kota) dengan duku- ngan DPRD-nya, dapat mem- buat kebijakan khusus (baik regulasi, sosial, maupun kecer- dasan) yang dapat memotivasi, membangkitkan semangat penerbit dan pengarang daerah.
Sehingga penerbit, pengarang dan pembaca daerah kembali
menemukan jati dirinya untuk dapat mengapresiasi dan meng- hargai karya pengarangnya sendiri.
Dalam pada itu, guru hen- daknya menjadi teladan dalam gerakan ini. Guru merupakan ujung tombak dalam GLS.
Sebuah tombak akan dapat bekerja maksimal hanya ketika ujungnya lancip dan tajam. Oleh karena itu, jika siswa diwajibkan membaca buku non pelajaran minimal 15 menit per hari, sepantasnya guru lebih dari itu.
Di antara tindakan yang dilakukan guru adalah selalu menyediakan anggaran pribadi untuk membeli buku, mem- biasakan membawa buku di kelas, dan membiasakan diri menulis. Siswa biasanya pena- saran dan bertanya tentang buku yang dibawa guru. Pada kesem- patan tertentu, guru seyogianya menyempatkan diri menyam- paikan isi buku yang dibaca.
Dengan teknik ini, pengaruh yang dihasilkan lebih kuat.
Jika saja buku-buku yang ditulis oleh pengarang Sumut dapat dipasarkan ke sekolah- sekolah yang ada di Sumut, lima buku saja tiap sekolah, berapa buku dapat dipasarkan? Dalam pada itu, secara ekonomi, sang penulis (sastrawan)-nya pun bisalah sedikit sehat hidupnya.
Bagaimana? (*)
*Penulis adalah Sastrawan
Meneladani Peradaban Kaum Birokrat
dan batin sebagai aktualisasi nilai-nilai universal, di dalamnya terdapat nilai-nilai kebermanfaatan dan kemaslahatan bagi umat manusia.
Nilai-nilai universal peradaban tersebut dapat berupa keteladanan, ketekunan, integritas, kerja keras, tanggung jawab, dan lain-lain. Dengan demikian, 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama (Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab, Keteladanan) merupakan bagian dari nilai-nilai universal untuk melestarikan dan mengembangkan peradaban.
Atas dasar demikian, sangatlah tepat penetapan judul buku
“Peradaban Kaum Birokrat” oleh penulis kawakan bernama Torang Rambe, seorang intelektual, akademisi, sekaligus birokrat di jajaran Kanwil Kemenag Sumut.
Buku ini hadir di tengah redupnya budaya literasi untuk menguak ‘ibrahdari para figur pemimpin yang pernah menorehkan keteladanan di lingkungan Keluarga Besar Kanwil Kemenag Sumatera Utara.
Buku ini wajib diapresiasi, karena Torang Rambe telah melakukan kerja keras dengan mengerahkan pemikiran, tenaga, dan waktunya sebagai wujud “jihad ilmiah” dalam mengungkap secara detil dan inspiratif berbagai ragam peradaban para birokrat Kanwil Kemenenagsu, mulai dari KH Muslich, M Arsyad Thalib Lubis, TH Yafizham, A Jalil Muhammad, Ahmad A Gani, M Adnan Harahap, A Bidawi Zubir, Nurdin Nasution, Moh Hatta, Zainal Arifin Nurdin, Syariful Mahya Bandar, Abd Rahim, Tohar Bayoangin, Iwan Zulhami, Syahrul Wirda, hingga Abd Amri Siregar.
Dalam hal yang sama, penulis buku ini juga mengungkap perjalanan karir dan keteladanan dari para birokrat yang penuh dedikasi dan berjasa menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) dalam mengendalikan bahtera Kanwil Kemenagsu pada saat transisi kepemimpinan; mereka itu adalah Firdaus Naly, Agus Ahmad Siregar, T Darmansah, dan M David Saragih.
Kehadiran buku ini sangat spesial karena ditulis dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-76, sekaligus menjadi momentum untuk membangkitkan kembali jati diri Kementerian Agama dan seluruh aparaturnya agar tampil bersahaja memancarkan realisasi nilai-nilai agama dalam melayani umat.
Keunikan buku ini terlihat pada kemampuan Torang Rambe menggali secara brilian corak”peradaban” yang terdapat dalam kepemimpinan para birokrat, antara lain karya fisik, ajaran-ajaran, gaya memimpin, dan pemikiran birokrasi yang patut dikagumi.
Dalam penelusurannya, penulis buku ini dengan jitu menarik sebuah temuan perdanayang sangat mencengangkan, sebagai
“sisi baru” dari kajian sejarah dan analisis kepemimpinan birokrat Kementerian Agama di wilayah Sumatera Utara, sekaligus dapat dicatat sebagai temuan orisinil buku ini yang dapat dijabarkan dalam empat aspek.
Pertama, latar belakang sejarah pro-kontra menjelang berdirinya Kementerian Agama, peralihan tugas-tugas keagamaan yang semula berada pada beberapa kementerian, program dan arah kebijakan, karya dan prestasi kerja Kementerian Agama
Oleh: Mohammad Al Farabi
Judul : Peradaban Kaum Birokrat Penulis : Dr Torang Rambe MAg Penerbit : Perdana Publishing Cetakan : Ke-I, Desember 2021 Tebal : 359 Halaman
ISBN : 978-623-411-019-7
dari masa ke masa. Istimewanya beliau juga mampu membuka tabir sejarah kelahiran Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara.
Kedua, Torang Rambe juga mengungkap latar belakang sosial- religius kehidupan para birokrat, riwayat pendidikan, kondisi sosial politik saat menjabat menjadi Kepala Kanwil Kemenag, gaya/seni kepemimpinannya, pembangunan fisik dan karya intelektualnya, pemikiran birokrasi, ajaran, dan cita-citanya.
Ketiga, temuan data dan fakta dalam penulisan ini diuji keabsahannya dengan testimoni dari berbagai pihak yang benar- benar dekat serta memahami sisi kepribadian dan kepemimpinan figur Kepala KanwilKemenag Sumatera Utara.
Keempat, temuan data dan fakta dalam penulisan ini dianalisis secara cermat dengan mempertajam aspek management and art, sehingga berhasil mengekspos secara gamblang sisi “manajerial kepemimpinan” para birokrat dengan mengintegrasikannya dengan “seni memimpin” sebuah wadah pelayanan birokrasi bidang agama yang tertinggi di Sumatera Utara ini.
‘Ala kulli hal, bahwa karya intelektual Torang Rambe ini layak diketengahkan kepada publik luas, paling tidak karena 5 (lima) alasan kuat. Pertama, Kemampuan penulis buku ini mengungkap data dan fakta secara akurat terkait aspek peradaban yang menonjol dari setiap diri para birokrat, sehingga dengan mudah membingkai setiap birokrat dengan “julukan yang khas.”
Kedua, buku ini menjadi sumber informasi bagi para pembaca sekaligus sebagai referensi atau sumber rujukan bagi siapa saja yang ingin melakukan riset tentang sejarah perkembangan Kementerian Agama pada umumnya, dan khususnya pemikiran serta kebijakan Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara dari masa ke masa.
Ketiga, sebagai karya intelektual yang mampu menjawab kekhawatiran masyarakat bahwa di tubuh Kementerian Agama sulit mencari birokrat yang saleh, berilmu pengetahuan agama yang mendalam (tafaqquh fi al-din), bersih, dekat dengan Tuhan, pelayan yang tulus, dan hidup dengan cara yang halal.
Keempat, Torang Rambe mampu menangkap kerisauan publik tentang tergerusnya secara perlahan-lahan mutu layanan birokrasidi lingkungan Kanwil Kementerian Agama. Dengan hadirnya buku ini dapat membangkitkan motivasi Aparatur Sipil NegaraKemenag untuk meneladani para birokrat terdahulu yang sukses dalam memberikan pelayanan yang bermutu dan profesional.
Kelima, buku ini adalah hasil kerja keras yang secara empiris tergabung dalam diri penulisnyaberbagai kemampuan, baik sebagai intelektual, akademisi,maupun birokrat sekaligus.
Sungguh sangat disayangkan bila para pengamat, aparatur sipil Kemenag, dan generasi milenial yang bakal menjadi calon pemimpin,melewatkan buku yang sangat menarik dan penuh manfaat ini. Selamat menikmati.
*Penulis adalah Dosen Pascasarjana dan FITK UIN Sumatera Utara Medan
Resensi Buku
SETIAP insan yang kreatif, termasuk tokoh, pemimpin atau kaum birokrat memiliki kemampuan melahirkan cipta, karya, dan karsa dalam rentang waktu kehidupan yang ia jalani. Tatkala cipta, karya, dan karsa tersebut bernilai objektif dan universal, ia layak disebut dengan “peradaban.”
Pada tataran operasional, peradaban lebih ditekankan pada proses yang berkesinambungan menuju capaian kemajuan lahir
MENDENGAR kata kopi dan membicarakannya, pastilah sudah tidak asing di telinga maupun lidah kita. Warna hitam pekat, memiliki cita rasa pahit dan asam sudah menjadi bagian dalam kopi.
Tapi bagaimanakah awal mula kopi itu ada? Mari kita awali dengan sejarah kopi ditemukan.
Sebagian orang mungkin sudah mengetahui sejarah kopi dan tak asing mendengar kisah Kaldi, seorang penggembala kambing asal Ethiopia. Saya yakin masih banyak juga yang mungkin belum tau sejarahnya.
Menilik asal usul kopi mau tak mau kita harus bersentuhan dengan kisah tentang seekor kambing menari. Satu hari Kaldi melihat kambingnya menjadi energik. Begitu energiknya kam- bing itu hingga seperti menari.
Peristiwa itu terjadi setelah kambingnya memakan buah dari sebatang pohon yang kemudian dikenal dengan sebutan kopi.
Saat itu juga Kaldi mencoba me- makan buah kopi yang dimakan kambingnya tersebut.
Seperti kambing gembala- annya, Kaldi mengalami sensasi yang berbeda dan merasa tam- bah energik. Bahkan dalam catatan sejarah, sejak abad ke- 10 diyakini para bhiksu di Ethio-
ngun. Lalu Lampung dengan kopi Lampungnya, kopi Toraja, Kopi Jawa, kopi Bali Kintamani, Kopi Flores Bajawa, hingga Kopi Papua dari Wamena.
Itu semua merupakan ke- kayaan kopi yang luar biasa, yang ada di negara kita. Tidak cukup waktu satu hari untuk kita mencicipi seluruh kopi hasil kekayan alam Indonesia itu.
Nilai Khusus Bagi masyarakat Indonesia kopi memiliki nilai khusus dalam kehidupan. Di balik hitamnya warna kopi tersimpan jutaan warna kemilau kehidupan di dalamnya. Bagi kaum pria atau kaum bapak di Indonesia, kopi merupakan media pemersatu dimanapun berada. Mulai dari daerah pesisir, dataran tinggi hingga pusat kota, kita dengan mudah menemukan kopi.
Saat ini penikmat kopi tidak hanya kaum bapak, kaum ibu atau perempuan hingga anak muda sudah ikut larut dalam nikmatnya segelas kopi. Di setiap daerah di Indonesia, dari Dabang sampai Merauke, kita akan dengan mudah mene- mukan kedai kopi.
Tidak hanya kedai kopi, bahkan tradisi meminum kopinya juga memiliki keunikan tersendiri. Di Aceh kita bisa menemukan kopi Khop kopi yang disajikan dengan gelas terbalik. Di Medan terkenal dengan kopi Pancung, kopi yang
Oleh: Alexander Chrisse Ginting Munthe
pia sudah mengunyah buah kopi sebagai stimulan.
Melalui Penjajahan Kopi masuk ke Indonesia tidak lepas dari sejarah penja- jahan bangsa asing (Belanda).
Boleh dikatakan, tanpa penja- jahan yang dilakukan Belanda terhadap Indonesia, kita tak akan mengenal kopi.
Belanda dengan VOC-nya membawa kopi ke Indonesia dari Malabar India, dengan jenis Arabika dan dibudidayakan di Indonesia. Bahkan dalam riwa- yatnya, budidaya kopi di Indo- nesia pertama dimulai di Batavia (Jakarta) dan selanjutnya menye- bar ke bagian pulau Jawa lainnya hingga Sumatera dan Sulawesi.
Belanda sempat memono- poli kopi di dunia dengan pusat produksi di Jawa sehingga satu cangkir kopi sering disebut se- bagai Cup Of Java. Hal ini dilaku- kan Belanda untuk menghen- tikan monopoli perdagangan kopi yang dilakukan oleh Arab pada masa itu.
Warisan Belanda tersebut menjadikan Indonesia kini menjadi surga kopi dunia. Dari Indonesia lahir kopi dengan kualitas terbaik mulai dari kopi Sumatera, kopi Aceh, kopi Gayo, Kopi Karo, Sidikilang, Mandailing, Lintong, Simalu-
diisi setengah ke dalam gelas atau saat ini menggunakan kopi gelas kecil.
Mandailing dengan Kopi Takarnya, kopi yang menggu- nakan wadah tempurung kelapa menjadi cangkirnya dan kayu manis utuh sebagai sendoknya.
Jawa terkenal dengan Kopi Joss, kopi yang diberikan bara arang panas ke dalamnya dan mem- berikan efek mendidih atau joss.
Keunikan budaya minum kopi di masing-masing daerah yang ada di Indonesia menjadi daya tarik khusus bagi penikmat kopi.
Kopi Karo Saat berkunjung ke dataran tinggi Karo dan mengunjungi Kopi Pak RM, kopi khas Karo yang dimiliki bang Ramlan Meliala, beliau menuturkan kopi dan kebudayaan itu tak bisa dile- paskan dari kehidupan masya- rakat Indonesia.
Termasuk masyarakat Su- matera, khususnya masyarakat di dataran tinggi Karo. Hampir di setiap Desa atau kampung yang ada di Karo ada kedai kopi, bukan kedai teh ataupun kedai susu.
Namun mata rantai itu sem- pat terputus karena perubahan- perubahan tanaman komoditas hingga kopi sempat terlupakan.
Di Karo sendiri pernah meng- alami booning jeruk keeling, cengkeh dan vanili.
Menurut cerita dan penutu- ran dari orang tua bang Ramlan Meliala, kopi di Karo dulu na-
Kopi Dan Kebudayaan
manya bukan kopi tapi Kahowa/
kowa yang merujuk dari baha- sa Arab Qahwa. Bahkan dahulu orang Karo tidak menjual gabah ataupun cerry kopinya, namun beras kopi/greenbean. Sayang, sekarang ini banyak petani kopi di Karo tidak mengenal green- bean. Padahal greenbean memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.
Salah seorang ahli kopi, Muhammad Zuar Tanjung yang saat ini mendalami usaha serta pendidikan kopinya di desa Si- berteng, Barus Jahe dan Girsang Sipangan Bolon di bawah ben- dera Passla Company, Karo per- nah memiliki masa keemasan sebagai penghasil kopi. Melalui penelitiannya, Zuar sempat menemukan pohon kopi yang sudah berusia 20 sampai 30 tahun.
“Ini merupakan asset yang ber- harga. Sayang sekarang banyak anak muda hanya melakukan bisnis kopi di hilir saja, tidak memikirkan hulunya,” ujar Zuar.
Zuar sendiri saat ini sedang mempersiapkan kopi dari hulu dan hilir. Hal itu dilakukannya karena sadar kebutuhan kopi akan semakin tinggi di masa yang akan datang. “Saat ini kita mempersiapkan segala sesua- tunya untuk pendidikan kopi berkelanjutan,” katanya.
Di tanah Karo kedai kopi juga tak bisa dipisahkan dari pe- merintahan. Karena kedai kopi bukan hanya menjadi tempat
untuk bermusyawarah, tapi juga tempat paling efektif bagi kepala desa dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat- nya. Tidak hanya itu, dalam hal surat menyurat pun terkadang ditandatangani kepala desa di kedai kopi.
Masyarakat Karo atau bah- kan masyarakat di Indonesia pada umumnya, menganggap kedai kopi sebagai beranda rumah. Sebagai lumbung informasi dan sarana sosialisasi.
Bahkan tak jarang kedai kopi menjadi tempat penghilang stress, tempat mencari inspirasi dan menemukan solusi.
Tak mengherankan jika budaya minum kopi menjadi tradisi hingga saat ini. Dalam pergaulan sehari-hari, bagi anak-anak muda minum kopi pun menjadi bagian yang tak terpisahkan. Di Karo pesta di Jambur sekalipun pasti ada kopi.
Biasanya kedai kopi malah letaknya tidak jauh dari jambur.
Sungguh sangat luar biasa keterkaitan kopi dengan kebu- dayaan yang ada di masyarakat Indonesia. Kopi merupakan warisan zaman yang hingga saat ini masih bisa kita nikmati di mana saja dan kapan saja. Lebih dari semua itu, kopi telah men- jadi alat pemersatu tanpa sekat.
Dalam secangkir kopi ada sejuta makna yang terkandung di dalamnya.(*)
*Penulis adalah penggiat budaya