• Tidak ada hasil yang ditemukan

KITAB UNDANG - UNDANG li. -.;r

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KITAB UNDANG - UNDANG li. -.;r"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

MFNURUT

-.;r

KITAB UNDANG - UNDANG li

1

&

(2)

s cf

p

(J —c

o'4

PENOLAKAN WARISAN DAN AKIBAT HUKUMN MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PE1

Skripsi

Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mengikuti Ujian Skripsi / Komprehensif Guna Memperoleh Gelar Sarjana Hukum

Oleh:

ARGUFETIL A Y AN 02013100169

UNIVERSITAS SRIWIJAYA FAKULTAS HUKUM

PALEMBANG

2008

(3)

UNIVERSITAS SRIWIJAYA FAKULTAS HUKUM

TANDA PERSETUJUAN SKRIPSI

ARGUFETILAYAN NAMA

02013100169

StudiHukumdanBisnis NIM

ProgramKekhususan

Judul Skripsi Penolakan Warisan dan Akibat Hukumnya Menurut KitabUndang-UndangHukumPerdata

Palembang, Nopember2007

DisetujuiOleh:

PembimbingUtama PembimbingPembantu

AmrullahArpanS.H,SU.

NIP. 130876415

Ahmaturrahman, S.H.

NIP. 131861178

n

(4)

Telahdiujipada Hari

Tanggal

Sabtu

16Februari2008

i*

:ARGUFETUAYAN -.02013100169 - : StudiHukumdanBisnis Nama

NomorIndukMahasiswa ProgramKekhususan

TimPenguji:

: MafldanElvani,S.H.,M.Hum. )

1. Ketua

2. Sekretaris : Mohjan,S.H.,M.Hum.

3. Anggota : AntoniusSuhadiAR,S.H.

AmrullahArpan,S.H.,S.U.

Palembang, 16Februari2008

Ariman S.H.,M.H.

ui

(5)

Tdotto:

Jtddempatjenismanusia,yaitu:

1. Orangyangtjdtdjtahu,dania tidd^tahi bahwa ia tidakjaka;iaadabiorangtob(

jauhlahdia.

Z Orangyang tidaiitahi, dan ia tahi bahwa ia tiddfitahi ; ia adabi orangyang

bersahaja,ajaribhdia. _

3. Orangyangtahu,daniatidahjahibahwaiatahi;orangyangtidur,bangvnignbidh.

4. Orangyangtahi,daniatahi,bahwaiatahu;orangituadabifcjcf&srM, timbhdia.

((BurtonLady)

l&pcrsm&afJifinuntul^:

12, %jfarga(BesarSyaifidjLttwar<DJ,S'E

& ‘KM&danAdt^-jUi^fyiyangT&sayangi )S» itdngSeblu<Dihatiiy

la Ahumaterijitercinta

iv

(6)

KATAPENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat, karuniadan izinNyajualahpenulis dapatmenyelesaikan skripsi yang berjudul Penolakan Warisan Dan Akibat Hukumnya Menurut Kitab Undang - UndangHukum Perdata.

Penulis mengucapkanterimakasihkepadaBapak AmrullahArpan, S.H., S.U.

selaku Pembimbing Utama dan Bapak Ahmaturrahman, S.H. selaku Pembimbing Pembantu, yang telah banyak memberikan bimbingan danjuga kepada semua pihak yangtelahbanyakmembantupenulis sehinggaselesainyaskripsi ini.

Adapun tujuandari penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti ujian Skripsi / Komprehensifguna memperoleh gelar Saijana HukumpadaFakultasHukumUniversitasSriwijaya.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Skripsi ini masih banyak kekurangannya, oleh karena itu saran dan masukan yang bersifatkonstruktif sangat diharapkan demikesempurnaan Skripsiini.

Semoga skripsi ini dapat menjadi salah satu informasi bagi semua pembacanya dan dapat memberikan manfaat bagi kita semua Amin Ya Robbal Alammin.

Wabillahitaufiqwalhidayah, Wassalamu’alaikumWr.Wb.

Palembang, Nopember2007 Penulis,

ARGUFETILAYAN NIM. 02013100169

v

(7)

UCAPANTERIMA KASIH

Dalam proses penyelesaianskripsi ini penulis menyadaribahwatanpa adanya bantuanbimbingan dan petunjuk serta motivasi dari berbagai pihak, maka skripsi ini akan sulit untuk diselesaikan. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dengan rasa tulusdanikhlaspenulismengucapkanterimakasihkepada :

1. Bapak M. RasyidArimanS.H.,M.H. Selaku DekanFakultasHukum Universitas Sriwijaya.

2. Ibu Sri Turatmiyah S.H., M.Hum. Selaku Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya.

3. Bapak Fikri Salman S.H., Selaku Ketua Administrasi Perkuliahan Fakultas HukumSoreUniversitasSriwijaya.

4. BapakAmrullah Arpan S.H., S.U. SelakuPenasehat Akademik dan Pembimbing Utama.

5. BapakAhmaturrahman, S.H.,Selaku pembimbingpembantu.

6. Bapak/IbuTimPenguji.

Penulis selama menimbailmu di FakultasHukum Universitas Sriwijaya,juga menyadari bahwa penulis begitu banyak mendapat bantuan, petunjuk, motifasi, semangat, serta pengalaman-pengalaman berharga dari berbagai pihak, sehingga selesainya penulisan skripsi ini. Oleh karena itu sudah sepatutnya pula penulis dengan kerendahan diri, rasa tulus dan ikhlas untuk menyampaikan ucapan terimakasihkepada:

vi

(8)

1. Bapak-bapak / Ibu-ibu Dosen, serta pegawai-pegawai Tata Usaha di Fakultas Hukum SoreUniversitas Sriwijaya.

2. Keduaorangtuaku, yangtakpernah henti-hentinyamendoakanpenulis sehingga dapatmenyelesaikanpenulisanskripsiini.

3. YukFebdanKakBudiyang selalumembuatkuberpikirkedepan.

4. Adek-adekkuyangselalumembuatkupusing....

5. Semuateman-temanyangselamainimemberikansemangatmaupunpengalaman- pengalaman berharga yang tak ternilai harganya, ada Kikis S.H., Firdo S.H., Papip, Dago S.E., Keman, Hendra S.T., Candy S.H., Hj. Tata S.H.,Titi, bety, Nanda S.H., Erick, Otonk, Ius, serta teman-teman seperjuangan lainnya khususnya Angkatan 2001 di Fakultas Hukum Sore Universitas Sriwijaya yang namanyatidakmungkinuntukdisebutkansatupersatu.

6. AnitaSyarofi S.H.,terimakasihatassegalanyayangtakbisadiungkapkan dengan kata-kata.

7. LilyAgustinarterimakasih buatcintadansemangatnya.

Akhirnyapenulis berharapsemoga skripsi ini dapatmemberikanmanfaatbagi kitasemua. AminYaRobbalAlammin.

Palembang, Februari2008 Penulis

ArguFetilayan

vn

(9)

I

DAFTARISI

Halaman HALAMANJUDUL i

HALAMANPERSETUJUANSKRIPSI n HALAMANPENGUJI m

MOTTODANPERSEMBAHAN IV

KATAPENGANTAR v UCAPANTERIMA KASIH vi

DAFTARISI vm

BAB I PENDAHULUAN 1 A. LatarBelakang 1 B.Permasalahan 5 C. TujuanPenelitian 6 D. ManfaatPenelitian 6 E.RuangLingkup 6

6 F. MetodePenelitian

BAB II TINJAUAN UMUMTENTANG WARIS 8

A. PengertianHukumWaris 8

B.Unsur-UnsurPewarisan 11

C. PengaturanHukumPewarisandalamKitabUndang-Undang UPT

... ... - 'AYA

09 Ok! a 5 4-6-fEE-2fl09

Hukum Perdata

TAN66aL vm

(10)

D.Hak-Hak Ahli Waris 23

a.Menerima Warisan SecarapenuhatauSecaraMumi 23 b.MenerimaHartaWarisandenganSyarat 25 c.Menolak Warisan 28

BAB III PENOLAKAN WARISAN DANAKIBATHUKUMMENURUT 35 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUMPERDATA

A. Penyebab Ahli WarisMenolak WarisanMenurut

KitabUndang-UndangHukumPerdata 35

B. CaraMelakukanPenolakan Warisan 40

C. AkibatHukumDari PenolakanWarisan 46

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan 51

B. Saran 52

DAFTARPUSTAKA 53

LAMPIRAN

IX

(11)

BABI PENDAHULUAN

A. LatarBelakang

Pembangunannasionaldi segalabidang harussenantiasa makindiwujudkan, dan salah satunya adalah pembangunan dalam'bidang hukum. Proses pembangunan sebenarnya adalah merupakan suatu perubahan sosial budaya, Pembangunan supaya menjadi suatu proses yang dapat bergerak maju atas kekuatan sendiri tergantung kepadamanusiadanstruktursosialnya.

Sasaran pembangunan dalam bidang hukum terbentuk dan berfungsinya sistem hukum nasional yang mantap, bersumberkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, untuk itu, maka perencanaan hukum merupakan sebagian penting dari proses pembangunan materi hukum harus diselenggarakan secara terpadu dan meliputi semua bidang pembangunan agar produk hukum yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam segala aspeknya.

Salah satu bidang hukum yang perlu mendapatkan perhatian adalah bidang hukum waris di Indonesia yang dewasa ini masih terdapat beraneka ragam sistem hukum kewarisan yang berlaku. Adapun sistem hukum kewarisan yang berlaku tersebutadalah :

* Bintoro Tjokromidjojo dan Mustopa Didyaya. A. R, Teori Pembangunan Nasional, Gunung Agung, Jakarta, 1983, hlm. 1

1

(12)

2

1) Sistem hukum kewarisan Perdata Barat,yang tertuang dalam Kitab Undang-undangHukumPerdata;

2) Sistem hukum kewarisan adat yang beranekaragam pula sistemnya dipengaruhi olehbentuk etnis diberbagai daerah lingkungan hukum adat dan;

3) SistemhukumkewarisanIslam.2)

Apabila kita perhatikan seluruh hukum yang ada dan berlaku dewasa ini di sampinghukum perkawinan, makahukum kewarisan merupakanbagian dari hukum kekeluargaan, memegang peranan yang sangat penting, bahkan menentukan dan mencerminkansistemkekeluargaan yangberlakudalammasyarakatitu.

Hukum perkawinan dan kewarisan yang menentukan dan mencerminkan sistem kekeluargaan yang berlaku dalam masyarakat. Hal ini disebabkan, hukum kewarisan sangat erat kaitannya dengan ruang lingkup kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti akan mengalami suatu peristiwa yang sangat penting dalam hidupnyayangmerupakanperistiwahukumdan lazimdisebutmeninggal dunia.3^

Selanjutnya dengan peristiwa hukum itu akan menimbulkan pula akibat hukum, yaitu tentang bagaimana kelanjutan pengurusan hak-hak dan kewajiban- kewajiban seseorang sebagai karena meninggal tersebut. Hukum kewarisan dapat dikatakan sebagai Himpunan peraturan-peraturan hukum yang mengatur bagaimana

2) Mohd. Idris Ramulyo, Beberapa Masalah Pelaksanaan Hukum Kewarisan Perdata Barat, Sinar Grafika, Jakarta, 1993, hlm. 2

3) lbid., Hlm. 3

(13)

3

caranyamengurushak-hak dan kewajiban seseorang yang meninggal dunia oleh ahli warisatauhukumlainnya.4*

Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pewarisan timbul karena adanya peristiwa kematian, dan peristiwa tersebut teijadi pada seseorang keluargaseperti ayah, ibuataupun anak. Apabila orangyang meninggal itumemiliki harta kekayaan, maka yang menjadi pokok persoalan adalah peristiwa kematian tersebut danjugaharta kekayaan yang ditinggalkan. Ini berarti berhubungandengan siapakah yang berhak atas harta kekayaan yang ditinggalkannya, ataupun siapa yang wajibmenanggungdanmembereskanhutang-hutangnya,jikaiameninggalkanhutang yangmenjadikewajibannya.

Merujukuraian diatas dengandemikianjelaslahwarisitu disatusisi berakar pada hukum keluarga dan dilain sisi berakarpada harta kekayaan yang ditinggalkan oleh almarhum. Berakar pada ahli warisnya dan berakarpadaharta kekayaan karena menyangkuthakwaris atas hartakekayaanyang ditinggalkan olehalmarhum. Dalam pengertianwaris tersimpul subyek waris. Peristiwahukum waris yaitu peralihanhak dan kewajiban pewaris kepada ahli waris sedangkan obyek yaitu harta kekayaan warispeninggalan almarhum.5*

Jika dirumuskan, maka hukum waris adalah segala peraturan hukum yang mengaturbagaimanaperalihan hartawarisan daripewariskarena kematianahJi waris

4)rbid., hlm.4

Abdulkadir Muhamad, Hukum Perdata Indonesia, Citra Aditya Bakti,Bandung 1990,

3)

hlm. 267

(14)

4

orang yang ditunjuk. Berdasarkan pengertian ini dapat diketahui unsur-unsur yangterdapatdalampengertianhukumwarissebagaiberikut:

1) Subyek hukum waris yaitu pewaris, ahli waris,dan orang yang ditunjuk berdasarkanwasiat;

2) Peristiwahukumwarisyaitumeninggalnyapewaris;

3) Hubunganhukumwarisyaituhak dankewajiban ahli waris;

4) Obyekhukumwarisyaituhartawarispeninggalan almarhum.6)

Memperhatikan pendapat di atas berarti pewarisatau peninggalwaris adalah orang yang meninggal dunia dan meninggalkan harta kekayaan pada orang yang masih hidup.Dengan demikian berarti unsur yang penting ialah harta kekayaan dan unsur orang yang masih hidup. Sedangkan unsurorang yang meninggal tidak perlu dipersoalkan sebab musababnya. Menurut Gregor van der Burght, para ahli waris ( ergenamen atau erven ) di sini, adalahmereka yang menempati kedudukan hukum harta kekayaan sang pewaris, baik untuk seluruhnya mau pun untuk bagian yang atau

seimbang.

Perolehan harta kekayaan untuk seluruhnya atau bagian yang seimbang tersebut, menjadikan ereka penerima-penerimadengan alas hak umum ( verkrijgers onderalgemenetitel ).7) Kedudukan istimewa yangmemberikan hak mendahulu atas warisan ini, dimiliki oleh keluarga sedarah dalam garis lurus, yang merupakan ahli

6) Ibid., hlm. 268

7} Gregor van der Burght,Hukum Waris Buku Kesatu, ( Terjemahkan oleh F.Tengker ), Citra Aditya Bakti,Bandung, 1995, hlm. 1

(15)

5

waris karena kematian. Hak mereka dikenal dengan nama bagian mutlak ( legitime, legitieme portie, atau wettelijk erfdeel ), bagian warisan menurut undang- undang.Istilah“sterfhuis” ( rumah atautempatpewaris meninggal dunia ) diberi arti tempatkediamanterakhirsangpewaris.

Pada asasnya hanya hak-hak dan kewajiban-kewajiban dalam lapangan hukum kekayaan/harta benda saja yang dapat diwaris, dalam kaitan ini, undang- undang tidak memegang teguh prinsip terminologi yang mumi dan baku, dan juga tidakselalumemakaiperistilahanyangmumi.

Sehubungan denganwaristersebutseringkah menimbulkan masalah, seperti pembagian waris ada kemungkinan terjadi penolakan penerimaan waris, juga mengenai orang yang berhak dan juga tidak berhak untuk menerima waris dari pewaris, dan permasalahan ini seringkah terjadi baik dalam praktek maupun dalam teori.

Berdasarkan uraian tersebut penulis mengkajinya dalam suatu karya ilmiah yang berbentuk skripsi berjudul : Penolakan Warisan Dan Akibat Hukumnya MenurutKitab Undang-UndangHukumPerdata.

B. Permasalahan

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka permasalahan yang dibahas dalamskripsi iniadalah :

1. Apakahyangmenyebabkanahli warismenolakwarisan? 2. Bagaimanacaramelakukanpenolakanwarisan ?

(16)

!

6

3. Apakahakibathukumdari penolakanwarisantersebut? C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab ahli waris menolak warisan dan untuk mengetahui cara-cara melakukan penolakan warisan sertauntukmengetahuiakibathukumdaripenolakanwarisantersebut.

D. ManfaatPenelitian 1. Secarateoritis

Penelitian ini diharapkan bermaanfaat sebagai bahan tambahan informasi terhadapHukumPerdatapadaumumnyadanHukum Warispadakhususnya.

2. SecaraPraktis

Penelitianini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiranterhadap para praktisidalammenyelesaikanmasalahwarisan khususnyapenolakanwarisan.

E. RuangLingkup

Ruang lingkup penelitian ini terutama dititikberatkan kepada pembahasan mengenai penyebab ahli waris menolak warisan dan cara-cara melakukan penolakanwarisan sertaakibathukumdaripenolakanwarisantersebut.

F. MetodePenelitian

Sejalan denganruanglingkup penelitian,maka penelitian terhadap permasalahan merupakan penelitian hukum normatifyang bersifat eksplanatoris (menjelaskan aturan).

Sumberdata yangdigunakan dalampenelitian ini adalahdatasekunderyaitudata yang diperoleh dan kepustakaan yang berhubungan dengan penelitian ini yang

(17)

i

7

berupa bahan hukum primer yaitu peraturan perUndang-undangan dan bahan hukumsekunderyangberupabuku-buku.

Teknik pengumpulan datadilakukan dengan penelitian kepustakaan dengan cara mengumpulkan data, baik literature yang berwujud peraturan perundang- undangan dan buku-buku yang hubungannya dengan pokok bahasan untuk dijadikanrujukandalamskripsiini.

Analisis data dengan metode deskriptifanalisis dengan metode yang sedemikian ini penulis akan menguraikan secara deskriflif dianalisis pengertian-pengertian yang terkandung di dalamnya yang kemudian diakhiri dengan penarikan kesimpulan.

(18)

DAFTARPUSTAKA BUKU:

AbdulKadirMuhammad,Hukum PerdataIndonesia,PT.CitraAdityaBakti, Bandung, 1990

AliAfandi,HukumWaris,HukumKeluarga,Hukum Pembuktian, PT. RinekaCipta, Jakarta2004

AnisitusAmanat,MembagiWarisanBerdasarkanPasal-PasalHukum PerdataBW,PT.RajaGrafmdoPersada,Jakarta2000

BintoroTjokromidjojodan MustopaDidyaya.A.R,TeoriPembangunan Nasional, PT. GunungAgung, Jakarta, 1983

EffendiPerangin,HukumWaris,PT.RajaGrafindo Persada,Jakarta,2003 EmanSuparman,HukumWarisIndonesiaDalam PerspektifIslam,Adat,

BurgerlijkWetboek,PT.RefikaAditama,Bandung,2007

Gregorvan derBurght, Hukum WarisBuku KesatuTerjemahan olehF.Tengker, PT. CitraadityaBhakti,Bandung, 1995

Hilman Hadikusuma,HukumWarisIndonesia MenurutPerundangan,

HukumAdat,Agama Hindu,Islam,PT.CitraAdityaBakti,Bandung, 1991 MohdIdris Ramulyo, Perbandingan Hukum Kewarisan Islam, PT. Pedoman Ilmu

Jaya,Jakarta, 1992

_________________ , Beberapa Masalah Pelaksanaan Hukum Kewarisan Perdata Barat,PT. SinarGrafika,Jakarta. 1993

Oemarsalim,Dasar-DasarHukumWaris diIndonesia, PT. RinekaCipta,Jakarta, 2000

Subekti. R. dan R. Tjtro Sudibio, Pokok-Pokok Hukum Perdata, PT. Intermasa, Jakarta, 1985

Sudarsono, Hukum Kekeluargaan Nasional,PT. RinekaCipta, Jakarta, 1991

Wirdjono Projodikoro,Hukum WarisDi Indonesia,PT.Sumur Bandung, Bandung 1983

KitabUndang-UndangHukumPerdata,PradnyaParamita,Jakarta,1982

53 A

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan kisah tersebut di atas maka keluarga A ini dipilih untuk menjadi subyek penelitian, untuk melihat apakah perbedaan perlakuan antara ayah dan ibu

Pemaknaan tersebut timbul dari persepsi konsep fatherhood yang dibangun selama ketidakhadiran ayah, keterlibatan keluarga dan ibu sebagai orang tua tunggal,

Berdasarkan uraian di atas maka akibat hukum yang timbul terhadap harta hibah yang dimohonkan pembatalan hibah pada Pengadilan Negeri dengan adanya putusan

Kewarisan di dalam Islam timbul karena adanya hubungan kekerabatan serta perkawinan dimana baik dari pihak keluarga ayah maupun ibu berhak menerima warisan

Anak yang menurut hukum tidak mempunyai ayah dan tidak punya ibu, hal ini terjadi pada anak diluar perkawinan, dan tidak diakui oleh kedua orangtuanya.5 Selain itu menurut

Kesimpulan yang dapat diambil yaitu Kedudukan anak luar kawin dalam hukum waris itu ada 2 (dua) yaitu anak luar kawin yang tidak diakui oleh ayah dan ibu biologisnya

Dalam kasus perceraian orangtua yang terjadi di Desa Tengaran, yang pertama pada keluarga ibu Mawar, terdapat tindakan ibu dalam mengupayakan tanggung jawab ayah terhadap

PEMBAHASAN Hubungan Pengetahuan Ayah Dan Ibu Dengan Kejadian Stunting Dari uraian kuesioner, distribusi berdasarkan pengetahuan responden, dapat kita katakan bahwa pengetahuan ayah