• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. ANALISA DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "4. ANALISA DAN PEMBAHASAN"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

4.1 Gambaran umum ERA Indonesia

4.1.1. Sejarah singkat dan perkembangan perusahaan

ERA Franchise System, Inc. atau yang biasa disebut ERA, merupakan perusahaan broker properti internasional yang didirikan pada tahun 1971 di Amerika Serikat. ERA dimiliki oleh Cendant Corporation, sebuah perusahaan franchisor terbesar di dunia yang bergerak dalam bidang jasa pemasaran properti, perkantoran dan perhotelan. Cendant Corporation di tahun 2002 memiliki 6400 hotel dengan jumlah kamar 540.000 dan jumlah franchisee (waralaba) sebanyak 5200. Sampai saat ini, 5 bisnis utama yang digeluti oleh Cendant Corporation adalah:

1. Real Estates Services : Broker properti dan industri penunjang 2. Hospitality Services : Jaringan hotel dan time-share

3. Vehicle Services : Car rental, parkir, dll

4. Financial Services : Konsultan pajak dan asuransi khusus 5. Travel Distribution Services : Distribusi tiket, dll

Dalam bidang real estate, Cendant Corporation memiliki perusahaan waralaba seperti ERA, Coldwell Banker, dan Century 21, dengan total kantor broker di tahun 2002 mencapai 12.000 kantor Member Broker dan memiliki lebih dari 200.000 Marketing Associates yang tersebar di 7 Regional Area: USA, Mexico, Canada, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Eropa, dan Wilayah Asia Pasifik. Saat ini ERA Franchise System, Inc. sendiri, memiliki jaringan internasional yang meliputi 29 negara: USA, Austria, Japan, Singapore, Guam, Taiwan, Indonesia, Thailand, South Africa, Philippines, Netherlands, France, Belgium, Spain, Korea, Israel, Hong Kong, Finland, Great Britain, Greece, Ireland, Sweden, St. Martin, Switzerland, Turki &

Caicos Island, Cayman Island, Luxembourg, Portugal, Germany dan Australia.

(2)

4.1.2. Struktur Organisasi ERA Indonesia

Gambar 4.1. Struktur Organisasi ERA

ERA International Location : USA

ERA Regional Asia Pacific Location : Singapore

ERA Indonesia

Ja bo ta be k

Ba ta m Ma

la ng Jo

gj ak ar ta

Su ra ba ya Pa

le mb an g

Ma ka ss ar

De np as ar

Ba nd un g Se

ma ra ng

Member Broker

Marketing Associate Office Coordinator &

Other Staff

(3)

1. ERA Regional Asia Pacific

ERA Asia-Pacific Region berpusat di Singapore dengan Hak Kepemilikan Regional Master Franchise dipegang oleh Hersing Corporation, Ltd. sebuah grup perusahaan terbesar di Singapore yang bergerak dalam bidang Franchise Brand Management di Asia. Hersing Corporation, Ltd., berfokus pada pengembangan perusahaan-perusahaan franchise di Asia dalam bidang: produk, servis, dan manajemen. Saat ini, Regional Asia-Pacific mencakup 17 negara (termasuk negara yang sedang dirintis) antara lain: Cambodia, China, Indonesia, Jepang, Laos, Malaysia, Myanmar, New Zealand, Korea, Filipina, Papua New Guinea, Singapore, Taiwan, Thailand, dan Vietnam, serta Australia dan Brunei.

2. ERA Indonesia

PT. ERA Graharealty atau dikenal dengan nama ERA Indonesia adalah pemegang tunggal master franchise ERA untuk seluruh Indonesia, resmi beroperasi pada tanggal 8 Mei 1992. Saat ini ERA Indonesia sudah memiliki lebih dari 75 kantor Member Broker dan lebih dari 1500 Marketing Associates aktif yang tersebar di kota- kota besar di Indonesia: Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Malang, Surabaya, Semarang, Denpasar, Makassar, Palembang, Batam, Samarinda, dan Yogyakarta.

3. ERA Surabaya a. Lokasi Perusahaan

Adapun jumlah perusahaan broker properti ERA di Surabaya terdiri dari 12 kantor yang tersebar di seluruh Surabaya, baik itu di kawasan Surabaya Selatan, Utara, Timur, Barat, dan Pusat. Ke-12 kantor tersebut antara lain :

1. ERA Galaxy

2. ERA Tjandra Central

3. ERA Tjandra South

(4)

5. ERA Tjandra East 6. ERA Tjandra Penta 7. ERA Jatim

8. ERA Smart 9. ERA Star 10. ERA Santika 11. ERA Golden 12. ERA Puri 13. ERA Kota

4.1.3. Visi dan Misi ERA

ERA akan menjadi perusahaan pilihan konsumen dan agen pemasaran karena Marketing Associates ERA berpikiran jauh kedepan, berorientasi pada hasil, dan melakukan pemasaran dengan pendekatan proaktif serta mengenal etika bisnis karena mereka dibekali dengan training, perangkat pemasaran terbaik untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Konsumen akan sepenuhnya percaya bahwa mereka dibantu oleh agen professional yang memberikan pelayanan dan integritas terbaik.

4.1.4. Filosofi Bisnis ERA

Mengembangkan dan menerapkan inovasi-inovasi baru dalam hal produk dan

servis yang dibutuhkan dan diinginkan oleh para Penjual dan Pembeli rumah. ERA,

yang memposisikan dirinya sebagai yang terdepan dalam riset dan pengembangan

solusi efektif bagi kebutuhan konsumen di bidang properti, memiliki motto 1st in

service (menjadi yang pertama dalam pelayanan), 1st in result (menjadi yang pertama

dalam mencapai hasil) dan 1st in customer satisfaction (menjadi yang pertama dalam

memberikan kepuasan pelanggan). Filosofi bisnis ERA adalah Listing Control,

(5)

mengkokohkan semangatnya untuk menjadi market leader dalam industri broker properti.

4.1.5. Layanan yang Diberikan ERA 1. Harga Jual Sesuai Pasar

Penggunaan Metode CMA (Comparative Market Analysis) untuk memperkirakan nilai pasar dari properti anda. Setiap Marketing Associate ERA dilengkapi pengetahuan dan pengalaman mengenai Penilaian Properti, Batasan Harga, dan Kondisi Pasar sesuai dengan kondisi demand dari setiap area (Surabaya dan sekitarnya). Mempermudah klien menghitung harga penawaran tanpa resiko over-pricing (terlampau tinggi di atas kemampuan dan kebutuhan pasar)

2. Cara Pendanaan

Penyediaan alternatif cara pendanaan yang fleksibel bagi para calon pembeli.

Memberikan kemudahan bagi para klien dengan anggaran terbatas untuk mewujudkan impian mereka memperoleh rumah idaman. Untuk jasa yang satu ini ERA bekerja sama dengan beberapa Bank dan Lembaga Finansial terkemuka di Indonesia.

3. Pertimbangan Hukum

Pengontrolan transaksi secara menyeluruh dilakukan pada setiap proses transaksi. Mulai pengontrolan dan pemeriksaan dokumen secara lengkap dan cermat, perhitungan biaya-biaya, prosedur legal di pejabat yang berwenang, hingga pengontrolan pelunasan pembayaran untuk melindungi klien dari setiap resiko secara hukum maupun finansial. Proses transaksi akan menjadi lebih cepat, aman, dan nyaman.

4. Pemasaran Aktif

ERA menggunakan berbagai media dan marketing material untuk

memasarkan rumah klien secara aktif (ERA

®

Marketing Action Plan) melalui

berbagai metode, seperti : spanduk, pamflet, brosur, katalog, post-card, yard-sign,

(6)

clients network, buletin bulanan ERA, iklan media-massa, Open House, dsb. Ekspos yang aktif akan sangat membantu terjualnya rumah anda dalam waktu singkat.

5. Jaringan On-Line Team ERA Indonesia

Salah satu keunggulan utama ERA adalah luasnya jaringan cabang ERA di seluruh Indonesia. Didukung oleh ribuan Marketing Associate dari 65 kantor cabang ERA di 19 kota di Indonesia. Jaringan database yang on-line di seluruh kantor cabang serta kerjasama team yang kuat semakin memperluas jangkauan pemasaran kami. Tidak mustahil bahwa calon pembeli yang tepat bagi rumah klien yang dipercayakan di ERA justru adalah orang-orang dari daerah-daerah lain di Nusantara.

6. 24 Hour International Website

Salah satu tonggak pemasaran kami international website ERA yang beroperasi 24 jam sehari 7 hari seminggu untuk mempromosikan setiap properti yang dipasarkan secara ekslusif melalui jaringan ERA. Suatu media iklan yang memiliki jangkauan luas dan mampu di-akses kapan pun dan dari mana pun daerah di seluruh dunia. Terdapat tiga buah website yang dapat diakses oleh klien melalui internet, antara lain: http://www.eratjandra.com/, http://www.eraindonesia.com/, dan http://www.era.com/.

4.2 Uji Validitas dan Reliabilitas 4.2.1. Uji Validitas

Uji validitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner cukup representatif. Dalam melakukan pengujian validitas dapat digunakan langkah-langkah sebagai berikut:

Sebagai contoh, peneliti mengambil variabel kemampuan sosial pertama (penilaian terhadap sesama) :

1. Ho : = 0 (tidak ada hubungan antara kemampuan sosial pertama dengan skor

total kemampuan sosial)

(7)

2. Hi : 0 (ada hubungan antara kemampuan sosial pertama dengan skor total kemampuan sosial)

3. Dengan (taraf signifikansi) sebesar 5% = 0.05

4. Kesimpulan : dengan menggunakan (taraf signifikansi) sebesar 5% sedang

nilai probabilitas sebesar 0.000 (0.000<0.05), maka ada hubungan yang

signifikan antara kemampuan sosial pertama dengan skor total produk atau

dengan kata lain atribut penilaian terhadap sesama (kemampuan sosial pertama)

valid. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.1. berikut.

(8)

Sumber : Lampiran 2, diolah

Tabel 4.1. Uji Validitas

No Atribut Koefisien Probabilitas Kesimpulan

Korelasi (sign) Kemampuan Sosial

1 Penilaian terhadap sesama 0.646 0.000 Valid

2 Kepedulian terhadap sesama 0.564 0.000 Valid

3 Kemampuan komunikasi dan sosialisasi 0.633 0.000 Valid

4 Kemampuan untuk menciptakan

suasana yang menyenangkan 0.807 0.000 Valid

5 Perhatian terhadap sesama 0.618 0.000 Valid

6 Penilaian kinerja dalam melayani sesama 0.681 0.000 Valid

7 Kemampuan komunikasi dalam

mempertemukan kesepakatan harga properti 0.413 0.002 Valid

8 Kemampuan dalam melakukan

presentasi jasa dan strategi yang ditawarkan 0.506 0.000 Valid Kemampuan Teknik

1 Mengamati kondisi pasar properti 0.624 0.000 Valid

2 Mengamati jenis dan model properti 0.628 0.000 Valid

3 Kemampuan untuk menilai properti (appraisal) 0.597 0.000 Valid 4 Memberikan saran tentang kondisi properti

kepada penjual 0.732 0.000 Valid

5 Bekerja dengan tekun dan penuh keoptimisan 0.661 0.000 Valid

6 Menggunakan hari libur untuk bekerja 0.762 0.000 Valid

7 Menyediakan waktu untuk belajar agar

mampu meningkatkan kemampuan pemasaran 0.654 0.000 Valid

8 Kemampuan dalam meyakinkan penjual properti 0.651 0.000 Valid

9 Menyediakan waktu untuk melakukan follow-up 0.151 0.281 Tidak Valid Kemampuan Konseptual

1 Mengetahui hubungan abstrak dan

konsep pengembangan diri 0.709 0.000 Valid

2 Mengembangkan ide 0.689 0.000 Valid

3 Kemampuan untuk mengembangkan organisasi 0.753 0.000 Valid

4 Kemampuan untuk mengkoordinasi

seluruh rencana kegiatan kantor 0.702 0.000 Valid

Kemampuan Pengaplikasian Teknologi

1 Penggunaan Hardware komputer 0.868 0.000 Valid

2 Mengakses Internet 0.861 0.000 Valid

3 Belajar melalui artikel yang tersedia di website 0.871 0.000 Valid 4 Menggunakan e-mail dalam menjalankan

usaha sebagai broker properti 0.847 0.000 Valid

5 Penilaian pengaruh internet terhadap

efisiensi serta efektifitas pekerjaan 0.601 0.000 Valid

(9)

Sumber : Lampiran 3, diolah

Dari tabel 4.1. di atas terlihat bahwa hampir semua probabilitas (signifikansi) pada atribut kemampuan sosial, teknik, konseptual dan pengaplikasian teknologi lebih kecil dari 0.05, sehingga keputusannya adalah valid. Sedangkan untuk satu atribut dari kemampuan teknik yaitu menyediakan waktu untuk melakukan follow up dinyatakan tidak valid, sehingga harus dikeluarkan dari item pertanyaan kuesioner.

4.2.2. Uji Reliabilitas

Hasil uji reliabilitas dapat dilihat dari angka alpha ( ). Apabila lebih besar dari 0.6 maka variabel dinyatakan reliabel.

Tabel 4.2. Uji Reliabilitas

Variabel Alpha Nilai Kritis Kesimpulan

Kemampuan Sosial 0.7602 0.6 Reliabel

Kemampuan Teknik 0.8192 0.6 Reliabel

Kemampuan Konseptual 0.6587 0.6 Reliabel

Kemampuan Pengaplikasian Teknologi 0.8692 0.6 Reliabel

Hasil pengujian reliabilitas kuesioner di atas menunjukan bahwa kuesioner dinyatakan reliabel karena nilai alpha lebih besar dari nilai kritis.

4.3. Deskripsi Data

Di dalam penelitian ini kuesioner yang disebarkan sebanyak 200 buah, namun kuesioner yang dapat digunakan untuk analisis sebanyak 53 kuesioner.

Variabel dalam identitas responden meliputi jenis kelamin, usia, kantor ERA,

tingkat pendidikan, lama bekerja sebagai broker properti, lama bekerja sebagai broker

properti ERA, properti yang dilisting per tahun, proeprti yang jula per tahun, dan

jumlah pendapatan per tahun. Distribusi frekuensi dari masing-masing variabel

identitas responden akan dibahas secara rinci sebagai berikut :

(10)

Sumber : Lampiran 4, diolah

Sumber : Lampiran 4, diolah

Tabel 4.3. Deskriptif Identitas Broker Properti Berdasarkan Jenis Kelamin

Dari tabel 4.3. di atas, diketahui bahwa jumlah pemaar properti yang ditnjau berdasarkan jenis kelamin hampir berimbang antara pria dan wanita. Dimana pria mendominasi dengan persentase sebesar 56.6%, sedangkan wanita memiliki persentase sebesar 43.4%.

Tabel 4.4. Deskriptif Identitas Broker Properti Berdasarkan Usia

Usia Persentase (%)

21 3.8

22 1.9

24 1.9

25 5.7

26 11.3

27 7.5

28 11.3

29 7.5

30 5.7

31 3.8

32 5.7

33 3.8

34 5.7

35 5.7

36 5.7

37 1.9

40 1.9

41 3.8

43 1.9

48 1.9

52 1.9

Total 100

Jenis Kelamin Persentase (%)

Pria 56.6

Wanita 43.4

Total 100

(11)

Sumber : Lampiran 4, diolah

Sumber : Lampiran 4, diolah

Dari tabel 4.4. di atas dapat dilihat bahwa yang mendominasi bisnis broker properti di kantor-kantor ERA adalah broker yang berusia antara 26 sampai dengan 29 tahun dengan skala persentase sekitar 7.5% dan 11.3% atau berjumlah 4 sampai 6 orang broker.

Tabel 4.5. Deskriptif Identitas Broker Properti Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Tabel 4.5. menunjukan bahwa dalam bisnis broker properti sebagian besar didominasi oleh pemasar yang memiliki gelar Sarjana (S1), dan hal tersebut sangat kontras dengan prasyarat untuk menjadi seorang broker dimana gelar sarjana S1 lebih diutamakan.

Tabel 4.6. Deskripsi Identitas Broker Properti Berdasarkan Lama Bekerja sebagai Broker Properti

Bulan Persentase (%)

4 3.8

5 1.9

7 3.8

8 1.9

9 1.9

12 34.0

18 1.9

24 28.3

36 9.4

60 13.2

Total 100

Tingkat Pendidikan Persentase (%)

SMU 11.3

D3 5.7

S1 83.0

Total 100

(12)

Sumber : Lampiran 4, diolah

Di dalam topik lama bekerja sebagai broker properti, mayoritas responden menyatakan bahwa telah bekerja di bisnis ini lebih dari satu tahun.

Tabel 4.7. Deskriptif Identitas Broker Properti Berdasarkan Lama Bekerja Sebagai Broker Properti di ERA

Bulan Persentase (%)

4 3.8

5 1.9

7 3.8

8 1.9

9 1.9

12 34.0

18 1.9

24 28.3

36 9.4

60 13.2

Total 100

Dari tabel dapat dilihat bahwa mayoritas broker properti bekerja di ERA selama lebih dari 1 tahun.

Tabel 4.8. Deskriptif Identitas Broker Properti Berdasarkan Jumlah Properti yang Di listing Selama 1 Tahun

Jumlah properti Persentase (%)

3 3.8

5 13.2

8 1.9

10 34.0

12 1.9

15 7.5

20 18.9

25 3.8

30 1.9

50 7.5

100 5.7

Total 100

(13)

Sumber : Lampiran 4, diolah

Dari tabel 4.8. dapat diperoleh kesimpulan bahwa sebagian besar broker properti ERA selama satu tahun membukukan listing antara 5 sampai dengan 20 unit properti.

Tabel 4.9. Deskriptif Identitas Broker Properti Berdasarkan Jumlah Properti yang Di jual Selama 1 Tahun

Jumlah properti Persentase (%)

1 17.0

2 5.7

3 7.5

5 18.9

6 3.8

10 26.4

12 1.9

15 3.8

20 13.2

25 1.9

Total 100

Hasil pengolahan data deskriptif menyatakan bahwa dalam satu tahun,

mayoritas broker properti ERA mampu membukukan penjualan antara 1 sampai

dengan 20 unit properti.

(14)

Sumber : Lampiran 4, diolah

Tabel 4.10. Deskriptif Identitas Broker Properti Berdasarkan Pendapatan yang Diperoleh Selama 1 tahun

Pendapatan Persentase (%)

500,000 3.8

1,000,000 3.8

1,500,000 3.8

2,000,000 3.8

3,000,000 1.9

5,000,000 9.4

7,000,000 3.8

10,000,000 7.5

12,000,000 3.8

12,500,000 1.9

15,000,000 7.5

17,000,000 3.8

20,000,000 5.7

25,000,000 11.3

30,000,000 5.7

40,000,000 3.8

50,000,000 5.7

60,000,000 3.8

70,000,000 3.8

75,000,000 5.7

Total 100

Tabel perolehan pendapatan dari para broker properti ERA di atas menunjukan bahwa pendapatan yang paling besar selama 1 tahun berada di titik Rp. 20.000.000 dan mayoritas broker properti mampu memperoleh pendapatan dari usahanya antara Rp. 5.000.000 sampai dengan Rp. 75.000.000.

Dari data deskripsi di atas akan dianalisa lebih lanjut dengan menggunakan

cross tab atau tabulasi silang untuk mendapatkan gambaran obyek penelitian yang

lebih akurat. Berikut ini adalah hasil tabulasi silang dari beberapa data deskriptif

responden:

(15)

Sumber : Lampiran 5, diolah

Tabel 4.11. Cross Tab Antara Jenis Kelamin Broker Properti Dan Lama Bekerja Sebagai Broker Properti terhadap Lama Bekerja Sebagai Broker Properti ERA

Jenis Lama Bekerja Sebagai Lama Bekerja Sebagai Broker Properti ERA (bulan)

Kelamin Broker Properti (bulan) 4 5 7 8 9 12 18 24 36 60

Pria 7 2

8 1

12 11

18 1

24 7

36 3

60 5

Wanita 4 2

5 1

9 1

12 7

24 8

36 2

60 2

Hasil cross tab antara lama bekerja sebagai broker properti dan lama bekerja

sebagai broker properti ERA, baik dari broker properti pria maupun wanita

menunjukan bahwa karier sebagai broker properti di mulai dari bekerja sebagai

broker properti di ERA.

(16)

Sumber : Lampiran 5, diolah

Tabel 4.12. Cross Tab Antara Jenis Kelamin Broker Properti Dan Lama Bekerja Sebagai Broker Properti terhadap Unit Properti yang Di listing

Jenis Lama Bekerja Sebagai Jumlah Properti yang Dilisting (unit)

Kelamin Broker Properti (bulan) 3 5 8 10 12 15 20 25 30 50 100

Pria 7 2

8 1

12 2 5 1 1 2

18 1

24 2 1 1 2 1

36 2 1

60 3 2

Wanita 4 2

5 1

9 1

12 5 1 1

24 1 4 2 1

36 2

60 1 1

Hasil tabulasi silang antara lama bekerja sebagai broker properti terhadap jumlah properti yang di listing menunjukan bahwa baik broker properti yang berjenis kelamin pria maupun wanita mampu melakukan listing lebih banyak saat menjalani profesinya selama lebih dari 12 bulan. Dari broker properti yang berjenis kelamin pria, listing yang paling banyak terjadi sebesar 260 unit, yang dilakukan oleh beberapa pemasar properti yang sudah bekerja selama 5 tahun atau 60 bulan (20 unit x 3+100 unit x 2).

Sedangkan untuk pemasar properti yang berjenis kelamin wanita, selama satu

tahun yang paling banyak melakukan listing adalah pemasar yang bekerja selama 2

tahun atau 24 bulan dengan unit sebesar 125 (5 unit x 1+ 10 unit x 4+ 15 unit x 2+ 50

unit x 1).

(17)

Sumber : Lampiran 5, diolah

Tabel 4.13. Cross Tab Antara Jenis Kelamin Broker Properti Dan Lama Bekerja Sebagai Broker Properti terhadap Unit Properti yang Di jual

Jenis Lama Bekerja Sebagai Jumlah Properti yang Dijual (unit)

Kelamin Broker Properti (bulan) 1 2 3 5 6 10 12 15 20 25

Pria 7 2

8 1

12 2 1 2 1 1 1 3

18 1

24 1 1 1 2 1 1

36 1 1 1

60 1 3 1

Wanita 4 2

5 1

9 1

12 2 1 1 1 1 1

24 1 6 1

36 2

60 1 1 1

Hasil tabulasi silang antara lama bekerja sebagai broker properti terhadap jumlah properti yang di jual menunjukan bahwa baik broker properti yang berjenis kelamin pria maupun wanita mampu membukukan unit penjualan lebih banyak saat menjalani profesinya selama lebih dari 12 bulan. Dari broker properti yang berjenis kelamin pria, penjualan terbanyak sebesar 91 unit, yang dilakukan oleh beberapa pemasar properti yang sudah bekerja selama 1 tahun.

Sedangkan untuk pemasar properti yang berjenis kelamin wanita, selama satu

tahun yang paling banyak melakukan penjualan adalah pemasar yang bekerja selama

2 tahun dengan jumlah unit sebesar 85.

(18)

Sumber : Lampiran 5, diolah

Tabel 4.14. Cross Tab Antara Pendapatan Usaha Broker Properti Selama 1 Tahun dan Jenis Kelamin Broker properti

Pendapatan Jenis Kelamin

1 Tahun Pria Wanita

500,000 2

1,000,000 1 1

1,500,000 1 1

2,000,000 2

3,000,000 1

5,000,000 2 3

7,000,000 1 1

10,000,000 3 1

12,000,000 2

12,500,000 1

15,000,000 1 3

17,000,000 2

20,000,000 3

25,000,000 3 3

30,000,000 3

40,000,000 1 1

50,000,000 2 1

60,000,000 1 1

70,000,000 1 1

75,000,000 2 1

Dari tabel 4.14. diatas dapat ditunjukan bahwa pendapatan usaha dari para

broker properti ERA di Surabaya yang telah menjadi responden, memiliki range

antara Rp.500.000 sampai dengan Rp.75.000.000 tetapi dapat dilihat bahwa

mayoritas dari para broker properti memperoleh penghasilan lebih dari Rp.3.000.000

per tahunnya.

(19)

Sumber : Lampiran 5, diolah

Tabel 4.15. Cross Tab Antara Lama Bekerja Sebagai Broker Properti tehadap Pendapatan Usaha Broker Properti Selama 1 Tahun yang dikelompokan berdasarkan

Jenis Kelamin

Jenis Pendapatan Lama Bekerja Sebagai Broker Properti (bulan)

Kelamin 1 Tahun 4 5 7 8 9 12 18 24 36 60

Pria 500,000 2

1,000,000 1

1,500,000 1

3,000,000 1

5,000,000 2

7,000,000 1

10,000,000 2 1

12,000,000 1 1

12,500,000 1

15,000,000 1

17,000,000 2

25,000,000 2 1

30,000,000 1 2

40,000,000 1

50,000,000 2

60,000,000 1

70,000,000 1

75,000,000 1

Wanita 1,000,000 1

1,500,000 1

2,000,000 1 1

5,000,000 2 1

7,000,000 1

10,000,000 1

15,000,000 1 2

20,000,000 1 2

25,000,000 3

40,000,000 1

50,000,000 1

60,000,000 1 1

70,000,000 1

75,000,000 1

(20)

Sumber : Lampiran 7, diolah

yang telah membukukan penjualan properti, memiliki pengalaman bekerja sebagai broker properti (dalam hal ini semua broker properti mengawali karier di ERA) minimal 12 bulan atau satu tahun.

4.3.1. Kesimpulan Hasil Cross Tab

Dari Hasil yang terlihat di tabel-tabel cross tab di atas, dapat disimpulkan bahwa ERA merupakan perusahaan tempat mengawali karier sebagai broker properti bagi semua responden. Pengalaman kerja dari para broker properti selama lebih dari satu tahun akan mempermudah jalan untuk memperoleh penghasilan berupa komisi penjualan yang mayoritas responden menerima lebih dari Rp. 3.000.000. dalam satu tahun.

4.4. Uji Asumsi

4.4.1. Uji Multikolinieritas

Tabel 4.16. Hasil Uji Multikolinieritas

No Variabel VIF Standar Kesimpulan

Independen

1 Kemampuan Sosial 1.232 10.0 Tidak Multikolinier

2 Kemampuan Teknik 1.562 10.0 Tidak Multikolinier

3 Kemampuan konseptual 1.360 10.0 Tidak Multikolinier

4 Kemampuan Pengaplikasian Teknologi 1.339 10.0 Tidak Multikolinier

Hasil uji multikolinier di atas dapat disimpulkan bahwa dengan standar nilai

VIF < 10 (Santoso, 2001, p.203), maka tidak ada satu pun variabel independen yang

mengalami multikolinieritas. Sehingga asumsi tidak terjadi multikolinieritas telah

terpenuhi.

(21)

Sumber : Lampiran 7, diolah

4.5. Analisis Regresi Berganda

Analisis regresi digunakan untuk mencari pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, dengan terlebih dulu mencari pola hubungannya.

Tabel 4.17. Nilai Konstanta, Koefisien Regresi dan t-hitung pada unit properti yang dijual

regresi t hitung t tabel Signifikansi Nilai Kritis Ho

Konstanta 3.738

Kemampuan Sosial -3.760 -1.805 1.674 0.095 0.05 Terima

Kemampuan Teknik 2.794 1.736 1.674 0.146 0.05 Terima

Kemampuan Konseptual 2.613 1.290 1.674 0.139 0.05 Terima

Kemampuan

Pengaplikasian Teknologi -0.384 -0.394 1.674 0.729 0.05 Terima

R 0.411

R Square 0.169

Adjusted R Square 0.100

F Hitung 2.443

F Tabel 3.17

Pada tabel 4.17, angka R sebesar 0.411 berarti korelasi atau hubungan antara unit properti yang terjual dengan 4 variabel independen sedang karena nilai korelasi terletak antara 0.40 sampai 0.599. angka R square sebesar 0.169 berarti 16.9% variasi unit properti yang terjual dapat dijelaskan oleh 4 variabel independen, sedangkan 83.1% sisanya dikarenakan faktor-faktor lain.

Nilai F hitung sebesar 2.443 lebih kecil dari F tabel sebesar 3.17, maka terima Ho yang artinya tidak ada pengaruh variabel kemampuan sosial, teknik, konseptual, dan teknologi secara bersama-sama terhadap unit properti yang dijual.

Bilai signifikansi dari t hitung lebih besar dari nilai kritis, maka terima Ho

yang artinya tidak ada pengaruh variabel independen secara parsial terhadap unit

properti yang dijual oleh broker properti.

(22)

Berdasarkan tabel 4.17. di atas diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 3.738 – 3.760 X1 + 2.794 X2 + 2.613 X3 – 0.384 X4 Dimana:

Y = Unit Properti yang terjual X1 = Kemampuan Sosial X2 = Kemampuan Teknik X3 = Kemampuan Konseptual

X4 = Kemampuan Pengaplikasian Teknologi

Melalui persamaan regresi linier berganda dapat diketahui bahwa:

1. Besarnya a = 3.738, berarti nilai Y (unit properti yang terjual) sebesar 3.738 unit kalau X

1

,X

2

,X

3

,X

4

= 0

Pada persamaan regresi linier tersebut menunjukkan nilai a (konstanta) adalah sebesar 3.738. Nilai tersebut mempunyai arti jika tidak ada variabel kemampuan sosial, kemampuan teknik, kemampuan konseptual, dan kemampuan pengaplikasian teknologi maka terjadi transaksi penjualan sebesar 3.738 unit properti.

2. Besarnya koefisien regresi kemampuan sosial (b

1

) sebesar – 3.760. Dalam hal ini, jika ada variabel kemampuan sosial akan mempengaruhi penurunan penjualan properti sebesar 3.760 kali.

3. Besarnya koefisien regresi kemampuan teknik (b

2

) sebesar 2.794 Dalam hal ini, jika ada variabel kemampuan teknik akan mempengaruhi kenaikan sebesar 2.794 kali terhadap unit properti yang terjual.

4. Besarnya koefisien regresi kemampuan konseptual (b

3

) sebesar 2.613. Dalam hal ini, jika ada variabel kemampuan konseptual akan mempengaruhi kenaikan sebesar 2.613 kali terhadap jumlah unit properti yang terjual.

5. Besarnya koefisien regresi kemampuan pengaplikasian teknologi (b

4

) sebesar –

0.384. Dalam hal ini, jika ada variabel kemampuan pengaplikasian teknologi akan

mempengaruhi penurunan sebesar 0.384 kali terhadap jumlah unit properti yang

(23)

Sumber : Lampiran 7, diolah

Tabel 4.18. Nilai Konstanta, Koefisien Regresi dan t-hitung pada Pendapatan Usaha Broker Properti

regresi t hitung t tabel Signifikansi Nilai Kritis Ho

Konstanta 5547826

Kemampuan Sosial -11000000 -1.571 1.674 0.123 0.05 Terima

Kemampuan Teknik 8338583 1.372 1.674 0.176 0.05 Terima

Kemampuan Konseptual 12000000 2.112 1.674 0.040 0.05 Tolak

Kemampuan

Pengaplikasian Teknologi -5526021 -1.559 1.674 0.126 0.05 Terima

R 0.517

R Square 0.267

Adjusted R Square 0.206

F Hitung 4.381

F Tabel 3.17

Pada tabel 4.18, angka R sebesar 0.517 berarti korelasi atau hubungan antara pendapatan usaha broker properti ERA dengan 4 variabel independen sedang karena nilai korelasi terletak antara 0.40 sampai 0.599. angka R square sebesar 0.267 berarti 26.7% variasi pendapatan usaha broker properti dapat dijelaskan oleh 4 variabel independen, sedangkan 73.3% sisanya dikarenakan faktor-faktor lain.

Nilai F hitung sebesar 4.381 lebih besar dari F tabel sebesar 3.17, maka tolak Ho yang artinya ada pengaruh variabel kemampuan sosial, teknik, konseptual, dan teknologi secara bersama-sama terhadap pendapatan usaha broker properti ERA.

Nilai signifikansi dari t hitung pada kemampuan sosial, teknik, dan

pengaplikasian teknologi lebih besar dari nilai kritis, maka terima Ho yang artinya

tidak ada pengaruh variabel independen secara parsial terhadap pendapatan usaha

broker properti. Pada kemampuan konseptual terdapat pengaruh variabel independen

secara parsial terhadap pendapatan usaha broker properti selama 1 tahun.

(24)

Berdasarkan tabel 4.17. di atas diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 5.547.826 -11.000.000 X1 + 8.338.583 X2 + 12.000.000 X3 -5.526.021 X4 Dimana:

Y = Pendapatan Broker Properti X1 = Kemampuan Sosial

X2 = Kemampuan Teknik X3 = Kemampuan Konseptual

X4 = Kemampuan Pengaplikasian Teknologi

Melalui persamaan regresi linier berganda dapat diketahui bahwa:

1. Besarnya a = 5.547.826, berarti nilai Y (pendapatan usaha) sebesar Rp.5.547.826 kalau X

1

,X

2

,X

3

,X

4

= 0

Pada persamaan regresi linier tersebut menunjukkan nilai a (konstanta) adalah sebesar 5.547.826. Nilai tersebut mempunyai arti jika tidak ada variabel kemampuan sosial, kemampuan teknik, kemampuan konseptual, dan kemampuan pengaplikasian teknologi maka terjadi transaksi penjualan sebesar Rp. 5.547.826 2. Besarnya koefisien regresi kemampuan sosial (b

1

) sebesar -11.000.000. Dalam hal

ini, jika ada variabel kemampuan sosial akan mempengaruhi penurunan pendapatan usaha sebesar Rp.11.000.000

3. Besarnya koefisien regresi kemampuan teknik (b

2

) sebesar 8.338.583 Dalam hal ini, jika ada variabel kemampuan teknik akan mempengaruhi kenaikan sebesar Rp. 8.338.583 terhadap pendapatan usaha broker properti

4. Besarnya koefisien regresi kemampuan konseptual (b

3

) sebesar 12.000.000.

Dalam hal ini, jika ada variabel kemampuan konseptual akan mempengaruhi kenaikan sebesar Rp.12.000.000 terhadap pendapatan usaha broker properti 5. Besarnya koefisien regresi kemampuan pengaplikasian teknologi (b

4

) sebesar

-5.526.021 Dalam hal ini, jika ada variabel kemampuan pengaplikasian teknologi

akan mempengaruhi penurunan sebesar Rp.5.526.021 terhadap pendapatan usaha

broker properti.

(25)

4.6. Kesimpulan Analisis

Dari total 14 perusahaan broker properti ERA yang tersebar di Surabaya, hanya ada 8 perusahaan yang memberikan ijin untuk penyebaran kuesioner. Dari 8 perusahaan tersebut hanya 53 kuesioner dinyatakan layak untuk dijadikan sumber data. Hal tersebut tidak menjadi halangan yang berarti sehingga perhitungan data dan analisa tetap dilaksanakan.

Hasil perhitungan data yang dilakukan dengan menggunakan regresi berganda, yang digunakan untuk menunjukan pengaruh variabel independen seperti kemampuan sosial, kemampuan teknik, kemampuan konseptual serta kemampuan untuk mengaplikasikan teknologi terhadap variabel dependen yang berupa jumlah unit properti yang terjual dan pendapatan komisi yang diterima oleh broker properti, yang menunjukan hasil sebagai berikut:

1. Dalam hal pengaruh keempat variabel independen terhadap variabel dependen unit properti yang terjual tidak ditemukan pengaruh yang signifikan.

2. Pada variabel dependen pendapatan yang diterima oleh broker properti terdapat pengaruh yang signifikan walaupun hanya tunjukan oleh kemampuan konseptual saja.

3. Kemampuan sosial dan kemampuan pengaplikasian teknologi berpengaruh besar terhadap penurunan pendapatan.

Hasil yang telah diperoleh diatas akan dikaji dengan membandingkan kembali dengan fakta yang terjadi di lapangan, yang akan dijelaskan sebagai berikut.

1. Broker properti selain memasarkan properti yang dipercayakan untuk dijual, juga bertugas untuk melayani atas properti yang berstatus sewa. Sehingga antara variabel dependen unit properti yang terjual dengan variabel pendapatan yang diterima broker properti tidak dapat langsung dihubungkan, karena masih ada pendapatan lain yang dapat diperoleh dari memasarkan properti yang disewakan.

2. Kemampuan sosial menjadi faktor yang berpengaruh terhadap penurunan

pendapatan broker properti, hal tersebut kelihatan tidak rasional, tetapi fakta di

lapangan menunjukan bahwa :

(26)

a. Hubungan antara broker properti dilakukan hanya sebatas pergaulan sebagai teman, tetapi untuk urusan pekerjaan, broker properti jarang mengkomunikasikan dengan rekannya. Kebanyakan broker properti lebih memilih untuk merahasiakan data klien dan hal tersebut juga yang paling banyak dianjurkan oleh para Member Broker kepada Marketing Assosiate.

b. Hubungan antara broker properti dengan klien biasanya hanya dilakukan secara teknis, yaitu berupa presentasi dan penawaran properti. Sedangkan untuk pemahaman terhadap klien, lebih menonjolkan sisi konseptual, karena pertemuan antara broker dan kliennya biasanya tidak berlangsung lama, mengingat target market dari usaha broker proeprti ini adalah orang yang tidak memiliki waktu yang banyak untuk mencari (untuk membeli) dan menjual properti. Dari pertemuan yang singkat tersebut sangat susah memahami klien secara utuh, sehingga broker properti lebih memikirkan ide-ide yang menunjang usahanya terutama untuk membuat hubungan dengan kliennya lebih dekat, biasanya ide-ide tersebut muncul dari pemikiran terhadap komunikasi awal antara broker dengan kliennya.

3. Kemampuan teknik tidak berpengaruh secara signifikan walaupun memberikan hasil positif terhadap pendapatan yang diperoleh dikarena kemampuan teknik adalah kemampuan yang paling penting, maksudnya adalah tidak seorang pun dari para broker yang dapat bekerja tanpa kemampuan teknik. Sehingga hal tersebut dianggap biasa dan hasil analisa menunjukan hal serupa dimana kemampuan teknik memberikan pengaruh yang positif.

4. Kemampuan pengaplikasian teknologi tidak berpengaruh terhadap pendapatan

yang diterima oleh broker properti dikarenakan untuk melakukan bisnis ini masih

diperlukan tatap muka langsung antara klien dengan broker properti, karena cara

tersebut lebih efektif dimana selain broker properti dapat memeberikan kesan

langsung kepada klien, untuk transaksipun dapat dilakukan dengan cepat, karena

dalam pertemuan tersebut dapat dilakukan penawaran langsung apabila pihak

pembeli tertarik untuk membeli atau menyewakan rumah yang ditawarkan.

(27)

5. Kemampuan Konseptual memiliki pengaruh yang signifikan sehingga memberikan pengaruh yang positif terhadap pendapatan properti dari para broker properti karena:

a. Kondisi pasar berubah-ubah, sehingga akan sangat memban tu bagi para broker untuk menemukan ide baru berupa cara-cara yang efektif untuk memasarkan properti.

b. Klien akan lebih respek terhadap broker yang menjalankan usahanya dengan lebih banyak bertindak daripada bicara, sehingga kesadaran broker properti untuk untuk bersikap profesional akan membantu untuk memuaskan klien.

c. Broker properti tentunya menginginkan agar kariernya dapat berkembang,

dengan melihat figur seorang Member Broker, tentunya akan memotivasi para

Marketing Associate untuk menjalankan pekerjaannya dengan baik sehingga

akan berpengaruh positif bagi kariernya di kemudian hari (karena di ERA,

terdapat jenjang karier, dan penghargaan atas kinerja para marketing, sehingga

di saat broker properti menunjukan kemajuan kinerjanya, broker tersebut

dapat direkomendasikan untuk menjadi seorang senior yag dapat dipercaya

untuk memimpin kantor broker).

Referensi

Dokumen terkait

Sonuçlar Göller Yöresinde Yalancı akasya, Anadolu karaçamı ve Toros sediri ağaç türleri için bilinmeyen ağaç boyunu göğüs yüksekliği çapına göre belirlemede yeterli

Berdasarkan skor hasil belajar matematika siswa untuk setiap indikator pada ulangan harian I (Lampiran K 2 ) dapat dilihat jumlah siswa yang mencapai KKM untuk

Berdasarkan hasil penelitian Mogi (2016), indikator penelitian dengan laporan keuangan perusahaan sektor keuangan, hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tren dalam

8 Saya lebih senang apabila saya makan makanan yang mengandung zat penyedap dan penguat cita rasa masakan. 9 Saya

Penelitian ini dilakukan dengan cara mengamati pengaruh aplikasi penambahan kalsium terhadap getah kuning yang terdapat pada buah

Timor-Leste tentang Tranche Pertama Perminyakan / Royalti dan Laba Minyak &amp; Gas dilaporkan sesuai dengan yang dibayar oleh Perusahaan Ekstraktif (Pedoman Template 1 Bagian

Ukuran uredospora bervariasi baik uredospora yang diisolasi dari bilur atau daun yang berbeda maupun dari bilur yang sama. Varietas kopi sebagai sumber inokulum menimbulkan

Dalam peneltian ini teknik analisa data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda yaitu teknik yang mengukur besarnya pengaruh variabel