Papaya Ringspot Virus (PRSV) Penyebab Penyakit Bercak Bercincin Pada Pepaya, Bio-Ekologi dan Strategi Pengendaliannya.
Teks penuh
Dokumen terkait
Lampiran 13 Hasil deteksi sampel daun famili Cucurbitaceae yang diinokulasi secara mekanis dengan PRSV menggunakan metode DIBA, warna ungu pada kertas nitroselulose
[r]
Kespesifikan dari pelacak DNA yang dikonstruksi dari gen HCPro pada penelitian ini dirancang dari urutan basa nukleotida yang spesifik untuk mendeteksi keberadaan PRSV tipe
Membatasi penyebaran bakteri patogen dari satu kebun terinfeksi ke kebun yang sehat merupakan cara pengendalian yang tepat. Namun cara ini sulit dilakukan oleh petani karena
tabaci secara non-persisten dan mempunyai inang luas, usaha pengendalian dengan penyiangan gulma dan mencabut tana- man yang terinfeksi virus saja belum mampu menekan populasi
Hasil pengujian sifat fisik virus menunjukkan bahwa penyebab penyakit pada tanaman pepaya di Malang adalah virus dalam famili Potyviridae yaitu Papaya ringspot virus (PRSV). Pada
Hasil deteksi dengan metode DIBA menggunakan antiserum PRSV menunjukkan tanaman mentimun terinfeksi PRSV sebanyak 81.11%, 95.86%, 91.66%, dan 92.30% berturut-turut pada sampel
Perkembangan penyakit di lapangan dapat diperkirakan dari banyaknya atau penyebaran sumber inokulum (tanaman inang yang terinfeksi dan menunjukkan gejala sakit yang disebabkan oleh