• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lampiran 1. Program pengembangan ruang wisata budaya (culture tourism)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Lampiran 1. Program pengembangan ruang wisata budaya (culture tourism)"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

LAMPIRAN

(2)

Obyek Absolut value Program Contoh Arah Pengembangan 1. Mesjid

Laweyan

• Cikal bakal budaya dan sejarah laweyan dan Surakarta

• Sejarah Kerajaan Pajang yang penting bagi Masyarakat laweyan, Surakarta maupun Jawa pada umumnya

• Sejarah peralihan Hindu ke Islam

• Cikal bakal usaha perbatikan di Laweyan

• Preservasi bangunan bersejarah yg berumur ratusan tahun

- Menjadikan kawasan Mesjid Laweyan ini sebagai cikal bakal budaya perbatikan di Surakarta pada umumnya, dan Kampung laweyan pada khususnya

- Penataan bangunan sekitarnya agar tidak menutupi keunikan bangunan mesjid laweyan dan agar sinergi dengan ciri khas arsitektur dan riwayat bangunan ini

- Pencahayaan yang cukup di malam hari dan pelebaran jembatan agar lebih nyaman dan memberi pemandangan luas mengarah ke mesjid

- Pembersihan air sungai dari berbagai sampah dan polusi

yangmengganggu

- Penyediaan fasilitas pendukung wisata seperti pusat informasi, dan papan informasi, buklet ttg sejarah singkat kawasan dan bangunan Mesjid Laweyan

- Menjaga upaya preservasi untuk mesjid ini sesuai SK walikota - Menjadi start tour untuk riverwalk

boat tour di sepanjang S. Kabanaran

Kondisi eksisting

Kondisi yang diharapkan

119

(3)

Lanjutan Tabel Lampiran 1.

Obyek Absolut value Program Contoh Arah Pengembangan

2. Makam kuno dan Pohon tua

• Makam yang bernilai sacral dan unik

• Diyakini sebagai tempat keramat dan suci

• Makam Kyai Ageng henis, pendahulu Laweyan

• Makam pejabat kerajaan di tahun 1700an

• Tempat

tumbuhnya pohon Nagasari yang berusia ratusan tahun

- Menjadikan kawasan ini sebagai kawasan ziarah

- Penataan kawasan dengan elemen- elemen pendukung yang dapat menguatkan unsur kesakralan dan keunikan yang ada sebagai tempat keramat dan suci

- Renovasi dan revitalisasi struktur yang masih asli dan bernilai tinggi - Memberi akses yang mudah menuju

makam ini

- Peletakan papan interpretasi yang sesuai dengan kehadiran mesjid laweyan yang ada di kompleks ini juga

Kondisi eksisting

120

(4)

Obyek Absolut value Program Contoh Arah Pengembangan 3. Sungai

Kabanara n

• Situs tempat Bandar besar pada jaman Kerajaan Pajang

- Keadaan sungai tidak terpelihara dengan baik. Perlu adanya penanaman vegetasi tepi sungai sebagai buffer hijau utk melindungi dari erosi, longsor dan banjir

- Perlu pembuatan retaining wall yang sesuai dengan kondisi sungai

- Perlu pemantauan pembuangan limbah industry, baik batik maupun industry lainnya

Kondisi eksisting

Rencana pengembangan

121

(5)

Lanjutan Tabel Lampiran 1.

Obyek Absolut value Program Contoh Arah Pengembangan

Situs kabanaran

- Dibuat riverwalk yang menarik

- Perlu ditambahkan signage atau elemen2 di tepian sungai, yang bisa merepresentasikan sejarah Bandar kabanaran ini di tempo dulu

Kabanaran Riverwalk (perkiraan gambaran kondisi yang diharapkan)

Sculpture yang menggambarkan kondisi bandar kabanaran tempo dulu sebagai darana interpretasi kawasan

122

(6)

Obyek Absolut value Program Contoh Arah Pengembangan - Dibuat teater di tepi sungai untuk

menampilkan acara-acara tradisional kampung Laweyan ataupun festival- festival budaya

- Membuat riverwalk boat tour

Kabanaran Riverside Theatre (perkiraan gambaran yang diharapkan)

Kabanaran riverwalk boat tour dengan café dan resto di tepi sungai (kondisi yang diinginkan

123

(7)

Lanjutan Tabel Lampiran 1.

Obyek Absolut value Program Contoh Arah Pengembangan

4. Langgar Merdeka

• Bangunan bersejarah sebagai saksi perjuangan rakyat meraih

kemerdekaan

- Dilakukan renovasi dengan yang sangat memperhatikan nilai-nilai kesejarahan bangunan.

Kondisi eksisting

124

(8)

Obyek Absolut value Program Contoh Arah Pengembangan 5. Museum

Samanhu di

• Menyimpan berbagai

peninggalan KH Samanhudi, penggerak Syarikat Dagang islam.

- Perlu penataan ulang koleksi-koleksi yang dimiliki, pembangunan museum dengan bentuk arsitektur yang lebih mendukung dan lebih sesuai dengan sosok dan sepak terjang KH

Samanhudi

- Penataan kawasan sekitar bangunan ini , agar memperkuat karakter bangunan dan nilai sejarah yang dimiliki

- Perlu peletakan papan interpretasi dan pusat informasi yang member banyak informasi tentang bangunan ini

Kondisi eksisting

Rencana pengembangan

125

(9)

Lanjutan Tabel Lampiran 1.

Obyek Absolut value Program Contoh Arah Pengembangan

6. Rumah pemberia n

Soekarno untuk Samanhu di

• Saksi sejarah pergerakan Syarikat dagang Islam yang dipelopori oleh KH Samanhudi, saudagar batik laweyan.

- Perlu perawatan bangunan beserta peninggalan2 penting yang banyak menyimpan informasi tentang KH Samanhudi

- Perlu peletakan papan interpretasi dan pusat informasi yang member banyak informasi tentang bangunan ini

Kondisi eksisting 7. Museum

batik keluarga

• Sejarah sebuah keluarga yang telah

menjalankan bisnis batik secara turun temurun selama berpuluh-puluh tahun.

- Perlu penataan display yang lebih menarik minat pengunjung

- Perlu pembukaan akses yang lebih mudah menuju tempat ini

- Perlu peletakan papan interpretasi dan pusat informasi yang memberi banyak informasi tentang kawasan ini

Kondisi eksisting

126

(10)

Obyek Absolut value Program Contoh Arah Pengembangan 8. Tugu

Laweyan

• Situs tempat pasar kuno yang berkaitan erat dengan Bandar kabanaran dan berkaitan dengan perkembangan bisnis tekstil dai daerah laweyan dan sekitarnya

- Perlu disain ulang bentuk tugu yang lebih representative, unik, menjadi landmark kampung laweyan.

- Perlu tambahan papan informasi dan sculpture yang dapat bercerita tentang sejarah kawasan di tugu laweyan in

Kondisi eksisting

Perkiraan gambaran yang diharapkan

127

(11)

Lanjutan Tabel Lampiran 1.

Obyek Absolut value Program Contoh Arah Pengembangan

9.Galeri dan toko batik

- Display dari hasil kreatifitas budaya

membatik yang unik di

kampung batik Laweyan

- Perlu adanya peraturan pemerintah tentang bentuk bangunan dari galeri ini agar sinergis dengan latar belakang sosial budaya kampung laweyan yang memiliki sejarah yang kuno dan berpengaruh besar terhadap sejarah nasional bangsa.

Misalnya, bentuk minimalis modern tidak diperkenankan karena tidak sinergis dengan bentuk arsitektur ciri khas Laweyan

Kondisi eksisting (bentuk arsitektur yang tidak sesuai dengan ciri khas laweyan)

Bentuk arsitektur untuk galeri batik yang masih menggunakan rumah asli ciri khas laweyan

128

(12)

Obyek Absolut value Program Contoh Arah Pengembangan 10.Café dan

restoran

- Alternatif jajanan ciri khas jawa (Surakarta) - Bentuk

bangunan yang

merepresentas ikan ciri khas budaya laweyan

- Menata kawasan ini tanpa meninggalkan ciri khas budaya Laweyan. Kawasan ini ditata di sepanjang jalur Old market, dan di kabanaran riverside

Café dan resto di Kabanaran riverside (kondisi yang diharapkan)

Café dan resto di Old Market pedestrian (kondisi yang diharapkan)

129

(13)

Lanjutan Tabel Lampiran 1.

Obyek Absolut value Program Contoh Arah Pengembangan

11.Toko souvenir

Pelengkap display hasil kreatifitas masyarakat laweyan dengan tetap

menonjolkan budaya kampung Laweyan

Menata kawasan dengan toko souvenir yang mengelompok di satu tempat agar memudahkan pengunjung untuk memilih dan mencari sesuai pilihan, tanpa menimbulkan kemacetan pada jalur wisata yang ada. Kawasan ini ditempatkan di sepanjang jalur Old market

Old market pedestrian (kondisi yang diinginkan) 12. jalur

sirkulasi

Menjadi jalur penghubung antar obyek dan atraksi

- Menata jalan-jalan yang dilewati agar menjadi lebih bersih, dan menarik - Memanfaatkan gang-gang

ini untuk merepresentsikan budaya kawasan

- Dibuat street furniture yang tepat dan papan interpretasi

Kondisi saat ini

130

(14)

Obyek Absolut value Program Contoh Arah Pengembangan 12. jalur

sirkulasi

Menjadi jalur penghubung antar obyek dan atraksi

- Menata jalan-jalan yang dilewati agar menjadi lebih bersih, dan menarik - Memanfaatkan gang-gang

ini untuk merepresentsikan budaya kawasan

- Dibuat street furniture yang tepat dan papan interpretasi

Kondisi yang diharapkan

131

(15)

Lampiran 2. Program pengembangan ruang wisata edukasi (edu-tourism) No Obyek Cultural significance Program

1 Pabrik batik Mahkota

- Tempat pembuatan batik abstrak yang unik dan satu-satunya di kampung Laweyan

- Menjadikan pabrik batik sebagai obyek dan atraksi menarik untuk memberi pelajaran dan informasi lengkap tentang cara pembuatan batik

- Perlu penataan kawasan agar nyaman bagi pengunjung untuk mempelajari seluk beluk batik

- Penambahan fasilitas wisata yang meningkatkan kenyamanan pengunjung untuk belajar lebih dalam ttg batik

2 Pabrik batik Setono

- Tempat pembuatan batik motif tradisional

- Menjadikan pabrik batik sebagai obyek dan atraksi menarik untuk memberi pelajaran dan informasi lengkap tentang cara pembuatan batik

- Perlu penataan kawasan agar nyaman bagi pengunjung untuk mempelajari seluk beluk batik

- Penambahan fasilitas wisata yang meningkatkan kenyamanan pengunjung untuk belajar lebih dalam ttg batik

3 Rumah pekerja batik

- Menunjukkan pola perkampungan kawasan industry batik seperti Laweyan, dimana rumah pekerja berada di bagian belakang rumah majikan (bagian selatan

Laweyan)

- Perlu peningkatan kualitas jalan di lingkungan kawasan pekerja batik

- Revitalisasi rumah2 kuno milik pekerja batik yang masih menyimpan sejarah dan cirri khas kampung Laweyan -

132

(16)

No Obyek Cultural significance Program 4 IPAL (instalasi

pengelolaan Air Limbah)

- Instalasi pengolahan air limbah yang menjadi bahan pelajaran tentang peduli lingkungan dan mengatasi polusi limbah cair bagi masyarakat umum

- Perlu perawatan IPAL yang sudah tersedia, agar layak dijadikan tempat belajar bagi pengunjung dan masyarakAt umum tentang teknik pengolahan limbah dari industry batik

- Perlu penambahan beberapa IPAL dan perlokasian yang tepat , agar tidak menimbulkan polusi udara (bau) bagi masyarakat dan pengunjung)

- Papan informasi yang ada sudah cukup baik dan informatif 5 Rumah juragan

batik

- Bentuk arsitektur iindische yang

mencerminkan kuatnya pengaruh luar terhadap gaya hidup dan pilihan style arsitektur

masyarakat kampung laweyan (terutama pihak juragan batik)

- Perlu upaya kerjasama antara pemerintah daerah dan

masyarakat lokal, terutama pemilik rumah-rumah kuno, untuk melakukan pemilihan dan penetapan rumah mana yang

diperbolehkan untuk ditelusuri gaya arsitektur dan perlengkapan rumah tangganya, hingga detil, sebagai ajang pembelajaran perkembangan disain interior dan eksterior jaman dulu hingga sekarang

133

Referensi

Dokumen terkait

Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin, puji dan syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, taufik, dan hidayah serta inayah-Nya, sehingga peneliti dapat menyusun dan

Secara mendasar, gerakan reformasi harus diinterpretasikan sebagai suatu upaya yang terorganisir dan sistematis dari bangsa Indonesia untuk mengaktualisasikan nilai-nilai

Dalam hubungannya dengan Indonesia sebagai negara hukum, adanya supremasi konstitusi, pengaturan mengenai bentuk negara dan pemerintahan daerah, pengaturan

Dari hasil uji statistik chi-square dengan ɑ = 0,05 diperoleh bahwa nilai p = 0,035 atau nilai p < 0,05 berarti ada hubungan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi

Ratusan calon penumpang angkutan umum di Terminal Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan keleleran, kar- ena sebagian besar armada Metro Mini kompak tidak beroperasi.. “Saya ada

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang selanjutnya disebut P2TP2A adalah Unit Pelayanan Terpadu yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah untuk

--- Sehubungan dengan berakhirnya masa transisi untuk pendaftaran atas kegiatan usaha Pengiriman Uang pada tanggal 31 Desember 2008, sesuai Peraturan Bank

Bisa saja terjadi kesalahan pengukuran pada evaluasi ini karena memakai alat dan pengetahuan yang sederhana, namun jika itu kenyataannya diharapkan menambah beberapa absorber