Kota Kendari dalam Angka / Kendari City in Figures 2011 309 BAB XI
KEMISKINAN
Pada bab ini menyajikan gambaran umum kondisi kemiskinan di Kota Kendari yang mencakup jumlah penduduk miskin, Garis Kemiskinan, serta persentase penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan.
11.1 Ukuran Kemiskinan
Data dasar yang digunakan dalam penghitungan jumlah dan persentase penduduk miskin adalah Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Modul Konsumsi. Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic need approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Metode yang digunakan adalah menghitung Garis Kemiskinan yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM).
Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan. Garis Kemiskinan Makanan (GKM)
CHAPTER XI POVERTY
This chapter presents an overview of Kendari city poverty condition that includes the number of poverty population, Poverty Line, and the percentage of the population that is counted as poor.
11.1 Poverty Measures
Basic data used to measure poverty were obtained from the results of The National Socio Economic Survey (Susenas) – Consumption Module. To measure poverty, BPS-Statistics Indonesia has used the concept of basic need approach. Therefore, poverty is viewed as economic inability to fulfill food and non-food basic need which are measured by consumption/
expenditure. The method used is calculating poverty line, which consists of two components that are Food Poverty Line (FPL) and Non- Food Poverty Line (NFPL).
A person whose expenditure per capita per month is below the poverty line is considered to be poor.
The Food Poverty Line refers to the daily minimum requirement of 2.100kcal per capita per day. The
310 Kota Kendari dalam Angka / Kendari City in Figures 2011 merupakan nilai pengeluaran
kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kkalori per kapita per hari. Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya. Di dalam menghitung kemiskinan digunakan beberapa ukuran sebagai berikut:
• Head Count Index (HCI-P0) adalah persentase penduduk miskin yang berada di bawah Garis Kemiskinan (GK)
• Indeks Kedalaman Kemiskinan (Poverty gap Index-P1) merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan
• Indeks Keparahan Kemiskinan (Poverty Severity Index-P2) memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran diantara penduduk miskin. Semakin tinggi nilai indeks, semakin tinggi ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin.
Non Poverty Line refers to the minimum requirement for household necessities for clothing, eduvation, health and other basic individual needs. In calculating poverty is applied some measures as follows:
• Head Count Index (HCI-P0) simply measures the percentage of the population that is counted as poor, often denoted by P0
• Poverty Gap Index-P1 measures the extent to which individuals fall below the poverty line (the poverty gaps) as a proportion of the poverty line. Higher value of the index shows that the gap between average expenditure of the poor and the poverty line is wider
• Poverty Severity Index-P2 describes inequality among the poor. This is simply a weighted sum of poverty gaps (as a proportion of the poverty line), where the weights are the proportionate poverty gaps themselves. Hence, by squaring the poverty gap index, the measure implicitly puts more weight on obseervations that fall well below the poverty line.
Higher value of the index shows that inequality among the poor is higher
Kota Kendari dalam Angka / Kendari City in Figures 2011 311 Garis kemiskinan Kota
Kendari pada tahun 2010 lebih tinggi 6,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 255.955 rupiah per kapita per bulan. Dengan kata lain, untuk tidak dikategorikan miskin, seseorang harus memiliki pengeluaran untuk makanan dan non makanan paling sedikit sebesar 255.955 rupiah per bulan.
Seiring dengan meningkatnya standar garis kemiskinan, jumlah penduduk miskin di kota Kendari pada tahun 2010 meningkat menjadi 8,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7,88 persen. Demikian pula indeks kedalaman kemiskinan yang meningkat menjadi 1,91, dimana tahun sebelumnya hanya sebesar 1,17.
Hal tersebut berarti bahwa pada tahun 2010 semakin banyak penduduk miskin yang memiliki pengeluaran jauh di bawah garis kemiskinan dibandingkan tahun sebelumnya.
Tentu saja, meningkatnya indeks kedalaman kemiskinan, diikuti pula meningkatnya nilai indeks keparahan kemiskinan. Pada tahun 2010, indeks keparahan kemiskinan kota Kendari mencapai 0,84, sedangkan pada tahun sebelumnya mencapai 0,30. Hal ini berarti bahwa tingkat ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin itu sendiri semakin meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kendari poverty line in 2010 is 6.75 percent higher than the previous year which amounting to 255,955 rupiahs per capita per month. In other words, to be uncategorized as poor, one must have expenses for food and non food at least for 255,955 rupiah per month.
Along with the increase in the standard poverty line, the number of poor in the city of Kendari in 2010 increased to 8.02 percent compared to the previous year which reached 7.88 percent. Similarly, the poverty gap index increased to 1.91, where the previous year only amounted to 1.17. This means that by 2010 a growing number of poor people who have expenditure is far below the poverty line compared to the previous year. Of course, increasing the poverty gap index, also followed by increasing the poverty severity index.
In 2010, poverty severity index of Kendari reached 0.84, whereas in the previous year reached 0.30. It means that the level of expenditure inequality among the poor population itself increased over the previous year.
312 Kota Kendari dalam Angka / Kendari City in Figures 2011 Gambar
Figure 11.1.1 Garis Kemiskinan di Kota Kendari, 2008 - 2010 Poverty Line in Kendari City, 2008 - 2010
[Diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional, BPS / Based on National Socio Economic Survey, BPS]
Kota Kendari dalam Angka / Kendari City in Figures 2011 313 Gambar
Figure 11.1.2 Persentase Penduduk Miskin, Indeks Kedalaman Kemiskinan, dan Indeks Keparahan Kemiskinan di Kota Kendari, 2008 - 2010
Percentage of Poor People, Poverty Gap Index, and Poverty Severity Index in Kendari City, 2008 – 2010 [Diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional, BPS / Based on National Socio Economic Survey, BPS]
314 Kota Kendari dalam Angka / Kendari City in Figures 2011 Tabel
Table 11.1.1 Garis Kemiskinan, Jumlah, dan Persentase Penduduk Miskin Kota Kendari, 2008 - 2010 Poverty Line, Number, and Percentage of Poor People in Kendari City, 2008 - 2010
[Diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional, BPS / Based on National Socio Economic Survey, BPS]
Tahun Year
Garis Kemiskinan (Rupiah/kapita/bulan)
Poverty Line (Rupiahs/capita/month)
Penduduk Miskin Poor People Jumlah (000)
Total (000) Persentase Persentage
(1) (2) (3) (4)
2008
2009
2010
178 943
211 670
225 955
23,60
22,44
23,30
8,53
7,88
8,02
Kota Kendari dalam Angka / Kendari City in Figures 2011 315 Tabel
Table 11.1.2 Persentase Penduduk Miskin, Indeks Kedalaman Kemiskinan, dan Indeks Keparahan Kemiskinan di Kota Kendari, 2008 - 2010
Percentage of Poor People, Poverty Gap Index, and Poverty Severity Index in Kendari City, 2008 – 2010
[Diolah dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional, BPS / Based on National National Socio Economic Survey, BPS]
Tahun
Year P0 P1 P2
(1) (2) (3) (4)
2008
2009
2010
8,53
7,88
8,02
1,83
1,17
1,91
0,48
0,30
0,84
316 Kota Kendari dalam Angka / Kendari City in Figures 2011 Tabel
Table 11.1.3 Banyaknya Keluarga Berdasarkan Klasifikasi Keluarga di Kota Kendari, 2010
Number of Family By Family Classification in Kendari City, 2010
Klasifikasi Keluarga Family Classification
Jumlah Kepala Keluarga (KK) Number of Family Head (KK)
(1) (2)
Pra Sejahtera
Keluarga Sejahtera I
Keluarga Sejahtera II
Keluarga Sejahtera III
Keluarga Sejahtera III+
10 443
13 153
19 301
12 048
3 504 Sumber/Source: BKKBN Kota Kendari
National Family Planning Coordinating Board Kendari