• Tidak ada hasil yang ditemukan

DINAS KESEHATAN KOTA CIMAHI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DINAS KESEHATAN KOTA CIMAHI"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)

DINAS KESEHATAN KOTA CIMAHI

(2)

GAMBARAN UMUM

14. Cimenteng

CIMAHI OTONOMI SEJAK TAHUN 2001 LUAS CIMAHI = ± 40,25 Km2 (4.025,75 Ha) WILAYAH:

3 KECAMATAN 15 KELURAHAN 312 RW DAN 1724 RT 14 PUSKESMAS

JUMLAH PENDUDUK 2012 : 647.545 JIWA KEPADATAN PENDUDUK: 152 JIWA/Ha LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK : 2,4%

BASIS DATA TERPADU PPLS :142.317 (Sumber : Profil Kesehatan 2013)

(3)

TINGKAT PENDIDIKAN : Tidak/Belum

Pernah Sekolah 0.10 % Tidak Tamat SD 9.80 %

Tamat SD 25,65%

SLTP 24,07 %

SLTA 28,32 %

SMK 5,49 %

Akademi dan P.T 9,14%

KOMPOSISI PENDUDUK

BERDASARKAN JENIS PEKERJAAN TAHUN 2012 :

Pertanian 0.6 %

Industri 48.1

%

Listrik/Air 1.7 % Konstruksi 5.1 % Perdagangan &

Restoran 20.4 %

Angkutan

Komunikasi 6.4 % Keuangan 1.3 %

Jasa 16.0 %

Lain-lain 0.4 % (Sumber BPS)

GAMBARAN UMUM

(4)

Cimahi merupakan daerah urban karena Kota Cimahi mrupakan daerah industri (345 pabrik)

SEBAGIAN PEMUKIMAN TERBENTUK DARI RUMAH-RUMAH SEDERHANA DENGAN LAHAN TERBATAS, PADAT TANPA SEPTIC TANK TANPA RUANG TERBUKA & JALAN LINGKUNGAN YANG PAS-PASAN

DI PERUMAHAN DAN PEMUKIMAN BEBERAPA KOTA, SEPTIC TANK MERUPAKAN SALAH SATU SYARAT DALAM MENDIRIKAN BANGUNAN. SAYANGNYA, DATA YANG DITEMUKAN OLEH PENELITI IMB, BAHWA BANGUNAN YANG BERIZIN HANYA 25%

SAJA

Dari data PHBS penggunaan jamban sehat 68,62 %

exploitasi air dari perusahan cukup tinggi persediaan air tanah jadi berkurang

KONDISI UMUM

(5)

PERMASALAHAN UMUM

(6)

Hasil studi Environment Health Risk Assessment (EHRA) 2011 saluran pembuangan dari WC/jamban KE :

ke tangki septic sebesar 54%

ke sungai/kanal/kolam sebesar 22%

ke cubluk sebesar 6%

ke saluran terbuka sebesar 2%

tujuan pembangunan Millenium Developmenl Goals (MDG’s)

“menurunkan separuh proporsi penduduk tanpa akses sumber air minum yang aman secara berkelanjutan dan fasilitas penyehatan lingkungan pada tahun 2015”

kegiatan penyehatan lingkungan difokuskan untuk mendukung pemberantasan penyakit berbasis lingkungan yang menjadi prioritas nasional dan upaya pengendalian pencemaran lingkungan yang berdampak kesehatan sebagai bagian dari upaya pembangunan berkelanjutan

Rumah Tangga DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT di Kota Cimahi tahun 2013 sebesar 47,25 %

ISU STRATEGIS

(7)

VISI

(8)

MISI

1. Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap kesehatan lingkungan;

2. Meningkatkan modal sosial dalam pembangunan dan pengelolaan sarana dan prasarana air minum, air limbah domestik, persampahan, dan drainase lingkungan;

3. Meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan air minum, air limbah domestik, persampahan, dan drainase lingkungan;

4. Memperkuat kemitraan dan kelembagaan dalam pengelolaan air minum, air limbah domestik, persampahan, dan drainase lingkungan.

VISI

Terwujudnya Masyarakat Peduli Sanitasi

Menuju Derajat Kesehatan Lingkungan Kota Cimahi yang lebih baik pada tahun 2015

VISI DAN MISI SANITASI KOTA CIMAHI

(9)

Kebijakan pembangunan sanitasi tercantum dalam RPJMD Kota Cimahi 2007-2012 melalui pelaksanaan program Lingkungan Sehat Perumahan

PERDA Kota Cimahi: Penyelenggaraan K3, Penyelenggaraan Kesehatan, Ijin

Penyelenggaraan Limbah Cair, Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah, RPJMD, Izin Penyimpanan dan Pengumpulan Limbah B3, Pengelolaan Air Bawah Tanah, Pengendalian Pembuangan Air Limbah , Pengelolaan Sampah

MDGs target 7 C menurunkan hingga setengahnya proporsi rumah tangga akses berkelanjutan terhadap air minum layak dan sanitasi dasar hingga tahun 2015.

Meningkatkan pemberdayaan masyarakat, swasta dan masyarakat madani dalam pembangunan kesehatan melalui kerjasama nasional dan global

KEBIJAKAN KEBIJAKAN

KEBIJAKAN DAN STRATEGI

STRATEGI STRATEGI

(10)

LANGKAH-LANGKAH IMPLEMENTASI PPSP MELALUI PENGUATAN PILAR-PILAR STBM

1 2 3 4 5 6

1 Persiapan : Cek dokumen Buku Putih, SSK dan MPS, Sosialisasi pada Pokja

Kota 1 Persiapan : Cek dokumen Buku Putih, SSK dan MPS, Sosialisasi pada Pokja

Kota

2 Komitmen : Pastikan ada Alokasi

Anggaran kegiatan Pemberdayaan masyarakat/STBM baik

APBD, BOK, CSR 2

Komitmen : Pastikan ada Alokasi

Anggaran kegiatan Pemberdayaan masyarakat/STBM baik

APBD, BOK, CSR

3

Tentukan Kelurahan (Area Beresiko Tinggi Sanitasi) dan Sosialiasi

kepada Kelurahan terpilih

3

Tentukan Kelurahan (Area Beresiko Tinggi Sanitasi) dan Sosialiasi

kepada Kelurahan terpilih

4 Pelatihan : Sanitarian, Staf

Promkes, Staf BPMPPKB, Toma/Toga, Kader

4 Pelatihan : Sanitarian, Staf

Promkes, Staf BPMPPKB, Toma/Toga, Kader

5

Pendampingan Masyarakat (Pemicuan, Opsi teknologi,

RKM, Prohisan,

Pengorganisasian masyarakat dalam pembangunan dan pemeliharaan sarana, aturan

lokal) 5

Pendampingan Masyarakat (Pemicuan, Opsi teknologi,

RKM, Prohisan,

Pengorganisasian masyarakat dalam pembangunan dan pemeliharaan sarana, aturan

lokal)

6

Monitoring dan Evaluasi : Oleh Pokja mengacu kepada SSK dan oleh masyarakat secara partisipatif

6

Monitoring dan Evaluasi : Oleh Pokja mengacu kepada SSK dan oleh masyarakat secara partisipatif

(11)

1. CEK DOKUMEN, SOSIALISASI

(12)

2. KOMITMEN KOTA CIMAHI

(13)

3. MEMILIH LOKASI DAN SOSIALISASI KEPADA KELURAHAN TERPILIH

(14)

PETA AREA BERESIKO

Kel.

Citeureup Kel. Cibabat

(15)

4. PELATIHAN

Materi Pelatihan

Buku Putih, SSK dan MPS

Pemicuan : Diagram F, Klasifikasi kesejahteraan keluarga, Pembuatan peta Sanitasi, Transect walk

Elemen Pemicuan : Diagram manfaat/free floating diagram, Perhitungan beban tinja, sampah dan limbah cair, Simulasi air terkontaminasi

Pengorganisasian dan perencanaan komunitas (3 Prioritas aksi (four pile sorting), Opsi teknologi, Tingkatan partisipasi, Diagram venn, RKM),

Peran multi pihak dalam pembangunan sanitasi

Teknik fasilitasi

(16)

Jumlah Peserta 31 orang : (5 L, 26 P) Pokja Provinsi (1),

Pokja Kota (9: Bappeda, PU, Dinas Kesehatan, BPMPPKB), Puskesmas (2: Sanitarian dan Promkes), Kecamatan (2), Kelurahan (2) Masyarakat ( Kader)

Cimahi, 15-19 Juli 2013

(17)

5. PENDAMPINGAN

1) Sosialisasi kepada Kelurahan Cibabat dan Kelurahan Citeureup

2) Pemicuan dan Prioritas Aksi kepada masyarakat :

Kelurahan Cibabat :

RW 16 (Jamban, Persampahan, SPAL) Kelurahan Citeureup :

RW 02 (Jamban, Persampahan, SPAL) dan RW 08 (Jamban, Persampahan dan CTPS)

3) Penyusunan Rencana Kerja Masyarakat (Opsi Teknologi)

(18)

6. HASIL MONITORING

3) Sinkronisasi dengan perencanaan kota melalui Pokja Sanitasi Kota Cimahi sudah berjalan

dengan baik

1) Team fasilitasi di Kelurahan Cibabat dan Kelurahan Citeureup berjalan dengan baik

4) Koordinasi dengan kelurahan  menjadikan program kelurahan

2) Potensi fasilitator lokal : Kader (Tantangan perlu dampingan lanjutan)

(19)

KELURAHAN CIBABAT di RW 16

(20)

GAMBARAN UMUM

JUMLAH RT : 8 RT

JUMLAH RUMAH : 514 RUMAH

JUMLAH KK : 660 KK

JUMLAH JIWA : 2475 JIWA

(21)

DATA SANITASI DASAR

(22)

DATA SANITASI DASAR

(23)

DATA SANITASI DASAR

(24)

DATA SANITASI DASAR

(25)

DATA SANITASI DASAR

(26)

DATA SANITASI DASAR

(27)

DATA SANITASI DASAR

(28)

DATA SANITASI DASAR

(29)

PELAKSANAAN KEGIATAN

No Kegiatan Waktu Lokasi PJ Sasaran

1 Sosialisasi Juli RW 16 Dinkes, PKM,

Tim Fas Cbbt

Lurah, RW, RT

2 Pemicuan 18 Juli 13 RW 16 Dinkes, PKM,

Tim Fas Cbbt

Masy

3 Pemantauan ke lokasi Agustus RW 16 Dinkes, PKM,

Tim Fas Cbbt

Masy

4 Pilihan Teknologi Sanitasi 6 Sept 13 RW 16 Dinkes, PKM, Tim Fas Cbbt

Masy

5 Pendampingan/RKM November 13 RW 16 Dinkes, PKM,

Tim Fas Cbbt

Masy

6 Pendampingan/RKM Desember 13 RW 16 Dinkes, PKM,

Tim Fas Cbbt

Masy

(30)

HASIL KEGIATAN

(31)

RENCANA KERJA MASYARAKAT

1. Pengelolaan Sampah a. Pemilahan sampah

b. Menyediakan tempat sampah terpisah organik dan anorganik c. Pemanfaatan sampah menjadi suatu produk

d. Optimalisasi pengangkutan Sampah e. Promosi tentang pemilahan sampah f. Pengelolaan manajemen sampah per RT 2. Septiktank Individual dan IPAL Komunal

a. Membuat septiktank individu dan IPAL komunal 3. SPAL

a. Pembuatan SPAL

b. Pembersihan gorong-gorong

(32)

DOKUMENTASI KEGIATAN

(33)

DOKUMENTASI KEGIATAN

(34)

KELURAHAN CITEUREUP di RW 08

(35)

GAMBARAN UMUM

JUMLAH RT : 5 RT

JUMLAH RUMAH : 61 RUMAH

JUMLAH KK : 508 KK

JUMLAH JIWA : 1675 JIWA

(36)

DATA SANITASI DASAR

(37)

DATA SANITASI DASAR

(38)

DATA SANITASI DASAR

(39)

DATA SANITASI DASAR

(40)

DATA SANITASI DASAR

(41)

DATA SANITASI DASAR

(42)

DATA SANITASI DASAR

(43)

DATA SANITASI DASAR

(44)

TIGA PRIORITAS AKSI

(45)

RENCANA KERJA MASYARAKAT

1. Pengelolaan Sampah a. Pemilahan sampah b. Pengolahan sampah

2. Septiktank Individual dan IPAL Komunal

a. Promosi STOP BABS (Buang Air Besar Sembarangan) b. Promosi septiktank individual dan IPAL komunal c. Penyediaan lahan

d. Membuat septiktank individual dan IPAL komunal 3. CTPS

a. Promosi CTPS

b. Pembuatan sarana CTPS

(46)

KELURAHAN CITEUREUP di RW 02

(47)

GAMBARAN UMUM

JUMLAH RT : 6 RT

JUMLAH KK : 396 KK

JUMLAH JIWA : 1232 JIWA

(48)

DATA SANITASI DASAR

(49)

DATA SANITASI DASAR

(50)

DATA SANITASI DASAR

(51)

DATA SANITASI DASAR

(52)

DATA SANITASI DASAR

(53)

DATA SANITASI DASAR

(54)

DATA SANITASI DASAR

(55)

DATA SANITASI DASAR

(56)

PELAKSANAAN KEGIATAN

No Kegiatan Waktu Lokasi PJ Sasaran

1 Sosialisasi Juli 13 RW 02,

RW 08

Dinkes, PKM, Tim Fas Ctrp

Lurah, RW, RT

2 Pemicuan Juli 13 RW 02,

RW 08

Dinkes, PKM, Tim Fas Ctrp

Masy

3 Pemantauan ke lokasi Agustus 13 RW 02, RW 08

Dinkes, PKM, Tim Fas Ctrp

Masy

4 Pilihan Teknologi Sanitasi Sept 13 RW 02, RW 08

Dinkes, PKM, Tim Fas Ctrp

Masy

5 Pendampingan/RKM November 13 RW 02,

RW 08

Dinkes, PKM, Tim Fas Ctrp

Masy

6 Pendampingan/RKM Desember 13 RW 02,

RW 08

Dinkes, PKM, Tim Fas Ctrp

Masy

(57)

TIGA PRIORITAS AKSI

(58)

RENCANA KERJA MASYARAKAT

1. Septiktank Individual dan IPAL Komunal

a. Membuat septiktank individual dan IPAL komunal

2. Pengelolaan Sampah

a. Promosi pengelolaan sampah

b. Penyediaan sarana pengelolaan sampah

3. SPAL

a. Membuat bak penyaringan

(59)

DOKUMENTASI KEGIATAN

(60)

DOKUMENTASI KEGIATAN

(61)

PEMBELAJARAN

Peserta pelatihan dari berbagai stake holder terkait di tingkat Kota membangun komunikasi dan koordinasi yang baik (cikal bakal forum informasi sanitasi Kota).

Pilihan Teknologi sanitasi disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat  perkotaan dikembangkan untuk IPAL Komunal.

Kegiatan pemicuan dilakukan oleh Dinkes sebelum program fisik dari PU dan Dinas lain terkait.

Perlu advokasi kepada sektor Pekerjaan Umum/Dinas lain terkait mengenai dukungan yang bisa diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi lingkungan.

Perlu koordinasi secara rutin pokja untuk sinkronisasi perencanaan dari Pemerintah kepada dan masyarakat.

(62)

TANTANGAN DI LAPANGAN

Setelah pemicuan masih diperlukan pendampingan kepada masyarakat, dan menjadikan program sanitasi sebagai program masyarakat.

Diperlukan investasi yang cukup besar untuk daerah perkotaan dan kerjasama multi pihak antara pemerintah, masyarakat dan pihak swasta.

(63)

REKOMENDASI

Perlu sinergi dan sinkronisasi lintas sektor untuk pelaksanaan program penyediaan

layanan sanitasi mengenai opsi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan

kondisi lapangan.

Mengembangkan IPAL skala kawasan dengan menggunakan pendekatan STBM di perkotaan

Adanya kebijakan pemda terkait penyediaan layanan sanitasi diperlukan penyiapan masyarakat sebelum pembangunan fisik.

(64)

Contoh Proposal

RENCANA TINDAK LANJUT (TAHUN 2014)

Pendampingan untuk menyusun dokumen kondisi sanitasi Kelurahan Cibabat (RW 16) dan Kelurahan Citeureup (RW 02 dan RW 08) , menyepakati Rencana Kerja Masyarakat (RKM), memilih lembaga pelaksana tingkat kelurahan, fasilitasi dengan penyandang dana potensial melalui pembuatan proposal (Pemkot : berbagai program terkait sanitasi, Swasta, Donor).

Promosi Higiene dan sanitasi yang berkelanjutan.

Pelaksanaan Pembangunan Sarana.

Operasi dan Pemeliharaan sarana.

Aturan Lokal.

Replikasi Pilot: Pelatihan wirausaha sanitasi, Pemicuan dan pendampingan STBM untuk 217 RW/11 Kelurahan).

(65)

Hatur Nuhun

Referensi

Dokumen terkait

Namun perencanaan lintasan menggunakan metode Dubins Geometry ini masih memiliki kekurangan yaitu, Walaupun Lintasan tidak feasible tetapi memiliki panjang lintasan

Soerdirman University in collaboration with Indonesia Society of Animal Science Purwokerto Terakreditasi B 2 Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture (Jurnal

- Leukemia Akut : Predominan yang berpoliferasi sel yang tidak matang (sel muda).. - Leukemia Kronik : Predominan berpoliferasi sel

BANYAKNYA GUGUS DEPAN, SUMBER DIDIK DAN ANAK DIDIK MENURUT TINGKATAN DI KECAMATAN PENGARON TAHUN 2011.. Tingkatan

Tujuan dari penekanan studi pada proyek gelanggang olahraga dan pelatihan tenis ini adalah mewujudkan rancangan gelanggang olahraga tenis di Magelang yang memiliki

• Dalam rumah Jawa terungkap pada bagian belakang rumah induk, yang disebut “pawon” yang digunakan untuk memasak dan meramu

Dengan ini saya menyatakan bahwa isi intelektual Skripsi saya yang berjudul “Pengaruh Pengoperasian Reaktor TRIGA 2000 terhadap Kontaminasi Permukaan Ruang Reaktor Menggunakan Metode