2021
PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
DINAS PERHUBUNGAN
Evaluasi Kinerja dan Pengembangan Trayek Angkutan Perkotaan
LAPORAN
AKHIR
i
KATA PENGANTAR
Laporan Akhir ini disusun berdasarkan penjabaran dari Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang terdapat dalam Surat Perjanjian Nomor: 027 Tanggal 03 Agustus 2021 Paket Pekerjaan Evaluasi Kinerja Dan Pengembangan Trayek Angkutan Perkotaan
Secara umum isi materi yang tertuang dalam buku laporan ini terbagi dalam beberapa bab dan sub bab antara lain:
Bab 1. Pendahuluan
Bab 2. Gambaran Wilayah Studi Bab 3. Pendekatan Pustaka
Bab 4. Survai Pengguna dan Non Pengguna Angkutan Umum Bab 5. Gambaran Kinerja Angkutan Perkotaan
Bab 6. Kajian Sosial Angkutan Umum Perkotaan
Bab 7. Pengembangan Trayek dan Peremajaan Armada Bab 8. Manajemen Rekayasa Lalu Lintas
Bab 9. Kajian Finansial Angkutan Umum Perkotaan Bab 10. Rekomendasi
Dalam penyampaiannya, materi yang disajikan disusun secara rinci dan berurutan sehingga diharapkan akan mempermudah dalam memahami isi materi dari dokumen ini.
Dengan tersusunnya laporan ini tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam hal ini Dinas Perhubungan yang telah memberi kepercayaan untuk melaksanakan pekerjaan ini.
Yogyakarta, November 2021 Konsultan
PT. ANDALAN MITRA NUSANTARA
ii
DAFTAR ISI
Halaman Judul Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Tabel
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ... 1 – 1 1.2. Maksud dan Tujuan ... 1 – 3 1.3. Sasaran ... 1 – 3 1.4. Lokasi Kegiatan ... 1 – 3 1.5. Referensi Hukum ... 1 – 4 1.6. Lingkup Kegiatan ... 1 – 4 1.7. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ... 1 – 5 BAB 2. GAMBARAN WILAYAH STUDI
2.1. Kawasan Perkotaan Yogyakarta ... 2 – 1 2.1.1. Karakteristik Kawasan Perkotaan Yogyakarta ... 2 – 1 2.1.2. Rencana Struktur Ruang dan Pola Ruang Kawasan
Perkotaan Yogyakarta... 2 – 3 2.2. Gambaran Umum Wilayah Regional ... 2 – 8 2.3. Isu Strategis Sektor Keruangan di Kawasan Perkotaan
Yogyakarta ... 2 – 19
iii
2.3.1. Pergerakan internal eksternal yang berpengaruh pada
beban kinerja sistem transportasi ... 2 - 19 2.3.2. Kawasan cepat tumbuh dan cepat berubah... 2 - 23 2.3.3. Tingginya disparitas antar wilayah ... 2 - 24 2.4. Penduduk Kawasan Perkotaan Yogyakarta ... 2 – 25 2.5. Kondisi Transportasi Umum Perkotaan Yogyakarta ... 2 – 26 2.5.1. Angkutan Perkotaan Trans Jogja ... 2 – 26 2.5.2. Angkutan Perkotaan Teman Bus ... 2 – 54 2.6. Kecelakaan Lalu Lintas Melibatkan Trans Jogja Tahun 2020... 2 - 57 2.7. Evaluasi Penyelenggaraan Operasional Trans Jogja
Triwulan III 2021 ... 2 - 67 2.7.1. Jumlah Penumpang Total dan Rata-Rata Per Hari... 2 - 67 2.7.2. Jumlah Tiket Terjual... 2 - 68 2.7.3. Load Factor Per Jalur ... 2 - 68 2.7.4. Perhitungan Subsidi... 2 – 69 2.8. Evaluasi Penyelenggaraan Operasional BTS Trans Jogja
Triwulan III 2021 ... 2 - 70 2.8.1. Armada, Waktu dan Wilayah Operasional ... 2 - 70 2.8.2. Rute Koridor Teman Bus... 2 - 71 2.8.3. Jumlah Penumpang dan Load Factor ... 2 - 72 2.8.4. Kendala Di Lapangan ... 2 – 75 2.9. Aplikasi Panduan Perjalanan Menggunakan Angkutan Umum
Berbasis Android... 2 – 77 2.9.1. Aplikasi Trans Jogja... 2 – 78 2.9.2. Aplikasi Teman Bus ... 2 – 80
iv
BAB 3. PENDEKATAN PUSTAKA
3.1. Pendekatan... 3 – 1 3.1.1. Beberapa Pengertian Dalam Lingkup Studi ... 3 – 1 3.1.2. Indikator Kinerja Operasi Dan Indikator Standar
Pelayanan... 3 – 2 3.1.3. Aspek Standar Kinerja Pelayanan Angkutan Umum
Secara Kuantitatif... 3 – 3 3.1.4. Aspek Standar Kinerja Pelayanan Angkutan Umum
Secara Kualitatif ... 3 – 6 3.1.5. Parameter Kinerja Angkutan Umum ... 3 – 14 3.1.6. Pola Jaringan Trayek ... 3 – 15 3.1.7. Tumpang Tindih (Overlaping) Trayek ... 3 – 18 3.1.8. Lintasan Terpendek ... 3 – 19 3.1.9. Headway dan Load Factor ... 3 – 19 3.1.10. Daerah Pelayanan Rute Angkutan Umum (Coverage
Area) ... 3 – 19 3.1.11. Penentuan Jumlah Armada Angkutan Penumpang
Umum... 3 – 20 3.2. Peraturan Perundangan ... 3 – 22
3.2.1. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun
2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan ... 3 – 22 3.2.2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74
Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan ... 3 – 23
BAB 4. SURVAI PENGGUNA DAN NON PENGGUNA ANGKUTAN UMUM
4.1. Responden Survai... 4 – 1 4.2. Pengguna Angkutan Umum ... 4 – 1 4.2.1. Jenis Kelamin dan SIM yang Dimiliki ... 4 – 1 4.2.2. Umur dan Pendidikan ... 4 – 2 4.2.3. Pekerjaan dan Pendapatan... 4 – 2
v 4.2.4. Maksud dan Frekuensi Perjalanan... 4 – 2 4.2.5. Waktu Berangkat dan Pulang ... 4 – 3 4.2.6. Tingkat Kepuasan Secara Umum dan Alternatif
Kendaraan... 4 – 3 4.2.7. Rute Kendaraan yang Sering Digunakan... 4 – 4 4.3. Non Pengguna Angkutan Umum ... 4 – 4 4.3.1. Jenis Kelamin dan SIM yang DImiliki ... 4 – 4 4.3.2. Umur dan Pendidikan... 4 – 5 4.3.3. Pekerjaan dan Pendapatan... 4 – 5 4.3.4. Maksud Perjalanan dan Alternatif Kendaraan ... 4 – 5 4.3.5. Jam Berangkat dan Pulang Perjalanan ... 4 – 6 4.4. Pengguna Angkutan KA Komuter ... 4 – 6
4.4.1. Frekuensi Penggunaan dan Stasiun yang Sering
Digunakan... 4 – 6 4.4.2. Kendaraan yang Sering Digunakan dan Maksud
Perjalanan... 4 – 7 4.4.3. Tingkat Integrasi Dengan Stasiun ... 4 – 7 4.4.4. Penggunaan Angkutan Umum, Rute digunakan dan
Tingkat Kepuasan... 4 – 8 4.4.5. Resume Permasalahan Ditinjau Dari Penguna
Angkutan KA Komuter ... 4 – 8 4.4.6. Saran Pengguna KA Komuter Angkutan Umum Perkotaan 4 – 9 BAB 5. GAMBARAN KINERJA ANGKUTAN PERKOTAAN
5.1. Operasional Angkutan Umum Perkotaan ... 5 – 1 5.1.1. Angkutan Trans Jogja dan Teman Bus ... 5 – 1 5.1.2. Angkutan Bus Reguler ... 5 – 2 5.2. Kinerja Angkutan Umum Perkotaan ... 5 – 3 5.2.1. Waktu Tempuh Angkutan ... 5 – 3 5.2.2. Jumlah Penumpang dan Load Factor ... 5 – 13
vi 5.2.3. Headway ... 5 – 27 5.2.4. Tundaan ... 5 – 34 5.2.5. Kecepatan Kendaraan... 5 - 44 5.2.5.1. Data Kecepatan Rerata... 5 - 44 5.2.5.2. Data Pelanggaran Kecepatan Trans Jogja
Oktober 2021... 5 – 46 5.2.6. Jarak Perjalanan Pengguna Trans Jogja ... 5 – 48 5.3. Resume Analisis Operasional Angkutan Umum Perkotaan... 5 - 51 5.3.1. Jumlah Penumpang Dan Load Factor ... 5 - 51 5.3.2. Waktu Tempuh ... 5 - 51 5.3.3. Headway ... 5 - 52 5.3.4. Kecepatan Perjalanan ... 5 - 53 5.3.5. Tundaan ... 5 – 54 BAB 6. KAJIAN SOSIAL ANGKUTAN UMUM PERKOTAAN
6.1. Kejadian Kecelakaan Bus Trans Jogja ... 6 – 1 6.2. Tingkat Kepuasan Pengguna Trans Jogja... 6 – 2
6.2.1. Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Terhadap Jam
Operasional ... 6 – 2 6.2.2. Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Terhadap Tarif ... 6 – 2 6.2.3. Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Terhadap Area
Pelayanan ... 6 – 3 6.2.4. Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Terhadap
Keamanan... 6 – 3 6.2.5. Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Terhadap
Keselamatan ... 6 – 4 6.2.6. Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Terhadap
Infrastruktur Angkutan... 6 – 4 6.2.7. Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Terhadap Jadwal
vii
Operasional ... 6 – 5 6.2.8. Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Terhadap Waktu
Operasional ... 6 – 5 6.2.9. Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Terhadap Akses
Informasi... 6 – 6 6.2.10. Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Terhadap
Kesopanan Kru Angkutan ... 6 – 6 6.2.11. Penilaian Kinerja Angkutan Umum ... 6 – 7 6.2.12. Resume Permasalahan Ditinjau Dari Pengguna
Angkutan Umum ... 6 – 7 6.2.13. Saran Terhadap Pelayanan Angkutan Umum
Perkotaan ... 6 – 8 6.3. Tingkat Kepuasan Non Pengguna Trans Jogja ... 6 – 9
6.3.1. Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Terhadap Jam
Operasional ... 6 – 9 6.3.2. Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Terhadap Tarif ... 6 – 9 6.3.3. Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Terhadap Area
Pelayanan ... 6 – 10 6.3.4. Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Terhadap
Keamanan... 6 – 10 6.3.5. Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Terhadap
Keselamatan ... 6 – 11 6.3.6. Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Terhadap
Infrastruktur Angkutan... 6 – 11 6.3.7. Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Terhadap Jadwal
Operasional ... 6 – 12 6.3.8. Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Terhadap Waktu
Operasional ... 6 – 12 6.3.9. Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Terhadap Akses
Informasi... 6 – 13
viii 6.3.10. Tingkat Kepuasan dan Kepentingan Terhadap
Kesopanan Kru Angkutan ... 6 – 13 6.3.11. Penilaian Kinerja Angkutan Umum ... 6 – 14 6.3.12. Saran Terhadap Pelayanan Angkutan Umum ... 6 – 14 6.3.13. Resume Permasalahan Ditinjau Dari Non Pengguna
Angkutan Umum ... 6 – 15 6.4. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) ... 6 – 16 6.5. Standar Pelayanan Minimal (SPM)... 6 – 16 6.6. Dampak Operasional Trans Jogja Bagi Masyarakat... 6 – 18 BAB 7. PENGEMBANGAN TRAYEK DAN PEREMAJAAN ARMADA
7.1. Pengembangan Trayek ... 7 – 1 7.2. Peremajaan Armada dengan Bus Listrik... 7 – 8 7.2.1. Gambaran Umum Investasi Yang Diperlukan ... 7 – 8 7.2.2. Transportasi Jalan Raya... 7 – 10 7.2.3. Estimasi Emisi CO2... 7 – 11 7.2.4. Biaya Kesehatan... 7 – 12 7.2.5. Pajak Karbon... 7 – 13 7.2.6. Kriteria Pemilihan Bus Listrik ... 7 – 15 7.2.7. Teknologi Pengisian Daya ... 7 – 16 7.2.8. Pemilihan Teknologi Pengisian Daya ... 7 – 17 7.2.9. Galeri dan Model Bus Listrik ... 7 – 18 7.2.10. Perkiraan Penurunan Emisi Dan Biaya Operasional
Bus Listrik ... 7 – 19 7.2.11. Rekapitulasi Biaya Langsung dan Tidak Langsung Untuk
Bus Listrik dan Bus Solar ... 7 – 21 7.2.12. Tahapan Peremajaan Armada ... 7 – 22 7.3. Perhitungan Perbandingan Biaya Ekonomi Dan Finansial
Penggunaan Bus Listrik... 7 – 24
ix 7.3.1. Analisa Ekonomi ... 7 – 24 7.3.2. Analisa Finansial ... 7 – 28 7.3.3. Pajak Karbon ... 7 – 28 7.3.4. Analisa Finansial ... 7 – 28 7.4. Manajemen Rekayasa Lalulintas ... 7 – 31 7.4.1. Bus Priority Pada Simpang... 7 – 31 7.4.2. Strategi Push and Pull Angkutan Umum ... 7 – 35 BAB 8. MANAJEMEN REKAYASA LALU LINTAS
8.1. Tundaan Simpang ... 8 – 1 8.2. Bus Priority Pada Simpang ... 8 – 3 8.3. Strategi Push And Pull Angkutan Umum ... 8 – 7 BAB 9. KAJIAN FINANSIAL ANGKUTAN UMUM PERKOTAAN
9.1. Analisis dan Evaluasi Aspek Finansial Angkutan Umum BTS
Trans Jogja ... 9 – 1 9.1.1. Kinerja Finansial BTS Trans Jogja – Operator PT. JTT ... 9 – 1 9.1.2. Kinerja Finansial Trans Jogja – Operator PT. AMI
(Sebelum Pandemi) ... 9 – 3 9.1.3. Kinerja Finansial Trans Jogja – Operator PT. AMI
(Pandemi Covid-19)... 9 – 6 9.2. Evaluasi Aspek Manajemen... 9 – 8 9.2.1. Institusi Operator PT. AMI dalam Layanan Trans Jogja... 9 – 8 9.2.2. Manajemen Pengelolaan... 9 – 9 9.3. Financial Forecast BTS Trans Jogja 2022 – 2034 ... 9 – 10
9.3.1. Forecast Baseline 2016 – 2020 dengan Trend
Projection... 9 – 13 9.3.2. Forecast Baseline 2017 – 2019 dengan Trend Projection 9 – 16 9.3.3. Forecast Baseline 2017 – 2019 dengan Moving Average 9 – 19
x 9.4. Financial Forecast BTS Trans Jogja 2023 – 2033 (Do Something) . 9 – 20
9.4.1. Skenario Do-Something 1 – Rejuvinasi Bus
Solar dan Penggunaan Bus Listrik... 9 – 20 9.4.2. Skenario Do-Something 2 – Pengembangan Trayek ... 9 – 23 BAB 10. REKOMENDASI
LAMPIRAN GAMBAR TRAYEK PENGEMBANGAN
xi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. Klasifikasi Perkambangan Urbanisasi di Kawasan Perkotaan
Yogyakarta Tahun 2016... 2 – 3 Gambar 2.2. Ilustrasi Struktur Ruang Kawasan Perkotaan Yogyakarta ... 2 – 4 Gambar 2.3. Peta Rencana Pola Ruang Kawasan Perkotaan Yogyakarta... 2 – 7 Gambar 2.4. Pola Pergerakan di Wilayah Provinsi DIY ... 2 – 12 Gambar 2.5. Rencana Pola Ruang D.I.Yogyakarta ... 2 – 15 Gambar 2.6. Kawasan Strategis D.I.Yogyakarta... 2 – 18 Gambar 2.7. Ilustrasi Pergerakan di Kawasan Perkotaan Yogyakarta ... 2 – 19 Gambar 2.8. Peta Pola Pergerakan Orang di Kota Yogyakarta ... 2 – 22 Gambar 2.9. Ilustrasi Arah Perkembangan Kawasan Terbangun di KPY ... 2 – 24 Gambar 2.10. Peta Transportasi Kawasan Perkotaan Yogyakarta... 2 – 30 Gambar 2.11. Peta Jalur 1A Trans Jogja... 2 – 33 Gambar 2.12. Peta Jalur 1B Trans Jogja ... 2 – 34 Gambar 2.13. Peta Jalur 2A Trans Jogja... 2 – 35 Gambar 2.14. Peta Jalur 2B Trans Jogja... 2 – 36 Gambar 2.15. Peta Jalur 3A Trans Jogja... 2 – 37 Gambar 2.16. Peta Jalur 3B Trans Jogja ... 2 – 38 Gambar 2.17. Peta Jalur 4A Trans Jogja... 2 – 39 Gambar 2.18. Peta Jalur 4B Trans Jogja... 2 – 40 Gambar 2.19. Peta Jalur 5A Trans Jogja... 2 – 41 Gambar 2.20. Peta Jalur 5B Trans Jogja... 2 – 42 Gambar 2.21. Peta Jalur 6A Trans Jogja... 2 – 43
xii Gambar 2.22. Peta Jalur 6B Trans Jogja... 2 – 44 Gambar 2.23. Peta Jalur 7 Trans Jogja ... 2 – 45 Gambar 2.24. Peta Jalur 8 Trans Jogja ... 2 – 46 Gambar 2.25. Peta Jalur 9 Trans Jogja ... 2 – 47 Gambar 2.26. Peta Jalur 10 Trans Jogja ... 2 – 48 Gambar 2.27. Peta Jalur 11 Trans Jogja ... 2 – 49 Gambar 2.28. Peta Jalur 12 Trans Jogja ... 2 – 50 Gambar 2.29. Peta Jalur 13 Trans Jogja ... 2 – 51 Gambar 2.30. Peta Jalur 14 Trans Jogja ... 2 – 52 Gambar 2.31. Peta Rute Teman Bus ... 2 – 56 Gambar 2.32. Jumlah Penumpang Total dan Rerata Juli – September 2021 ... 2 – 67 Gambar 2.33. Jumlah Penjualan Tiket Juli – September 2021... 2 – 68 Gambar 2.34. Besaran Subsidi per Juni dan September 2021... 2 – 69 Gambar 2.35. Layanan dan Operasional Koridor Teman Bus ... 2 – 70 Gambar 2.36. Rute Koridor I Teman Bus ... 2 – 71 Gambar 2.37. Rute Koridor 2 Teman Bus ... 2 – 71 Gambar 2.38. Rute Koridor 3 Teman Bus ... 2 – 72 Gambar 2.39. Capaian Jumlah Penumpang dan Load Factor
Juli – September 2021... 2 – 72 Gambar 2.40. Jumlah Penumpang Hari Kerja dan Hari Libur
Juli – September 2021... 2 – 73 Gambar 2.41. Jumlah Penumpang Berdasar APC dan TOB Juli – September
2021... 2 – 73 Gambar 2.42. Grafik Penumpang Harian Koridor 1 Juli – September 2021 ... 2 – 74
xiii Gambar 2.43. Grafik Penumpang Harian Koridor 2 Juli – September 2021 ... 2 – 74 Gambar 2.44. Grafik Penumpang Harian Koridor 3 Juli – September 2021 ... 2 – 75 Gambar 2.45. Kendala Lapangan Koridor 1 ... 2 – 75 Gambar 2.46. Kendala Lapangan Koridor 2 ... 2 – 76 Gambar 2.47. Kendala Lapangan Koridor 3 ... 2 – 76 Gambar 2.48. Kendala Lapangan 2 Koridor 3 ... 2 – 77 Gambar 2.49. Interface Playstore Aplikasi Trans Jogja dan Teman Bus ... 2 – 78 Gambar 2.50. Tampilan menu aplikasi Trans Jogja dan Mode Pemilihan Rute 2 – 79 Gambar 2.51. Menu Pariwisata dan Bus Terdekat Trans Jogja ... 2 – 79 Gambar 2.52. Menu AR Shelter dan Rute Bis Trans Jogja ... 2 – 80 Gambar 2.53. Beranda Aplikasi dan Pilihan Kota Domisili Teman Bus... 2 – 81 Gambar 2.54. Jadwal dan Monitoring Armada Teman Bus ... 2 – 82 Gambar 3.1. Pola Jaringan Radial... 3 – 16 Gambar 3.2. Pola Jaringan Kisi-kisi (grid)... 3 – 17 Gambar 3.3. Pola Jaringan Campuran (mixed) ... 3 – 17 Gambar 3.4. Pola Jaringan Teritorial... 3 – 18 Gambar 3.5. Daerah Pelayanan Rute Angkutan Umum (Coverage Area) ... 3 – 20 Gambar 4.1. Jenis Kelamin dan SIM yang dimiliki ... 4 – 1 Gambar 4.2. Umur dan Pendidikan ... 4 – 2 Gambar 4.3. Pekerjaan dan Pendapatan ... 4 – 2 Gambar 4.4. Waktu dan Frekuensi Perjalanan ... 4 – 2 Gambar 4.5. Waktu Berangkat dan Pulang ... 4 – 3 Gambar 4.6. Tingkat Kepuasan Secara Umum dan Alternatif Kendaraan ... 4 – 3 Gambar 4.7. Rute Kendaraan yang digunakan ... 4 – 4
xiv Gambar 4.8. Jenis Kelamin dan SIM dimiliki ... 4 – 4 Gambar 4.9. Umur dan Pendidikan ... 4 – 5 Gambar 4.10. Pekerjaan dan Pendapatan ... 4 – 5 Gambar 4.11. Maksud Perjalanan dan Alternatif Kendaran ... 4 – 5 Gambar 4.12. Jam Berangkat dan Pulang Perjalanan ... 4 – 6 Gambar 4.13. Frekuensi penggunaan dan stasiun yang sering digunakan ... 4 – 6 Gambar 4.14. Kendaraan yang sering digunakan dan maksud perjalanan ... 4 – 7 Gambar 4.15. Tingkat Integrasi Angkutan Umum dengan Stasiun ... 4 – 7 Gambar 4.16. Penggunaan angkutan umum, rute yang digunakan dan
tingkat kepuasan ... 4 – 8 Gambar 5.1. Waktu Tempuh Rute 1A Hari Libur (kiri) dan Hari Kerja
(kanan) ... 5 – 3 Gambar 5.2. Waktu Tempuh Rute 1B Hari Libur (kiri) dan Hari Kerja
(kanan) ... 5 – 3 Gambar 5.3. Waktu Tempuh Rute 2A Hari Libur (kiri) dan Hari Kerja
(kanan) ... 5 – 4 Gambar 5.4. Waktu Tempuh Rute 2B Hari Libur (kiri) dan Hari Kerja
(kanan) ... 5 – 4 Gambar 5.5. Waktu Tempuh Rute 3A Hari Libur (kiri) dan Hari Kerja
(kanan) ... 5 – 5 Gambar 5.6. Waktu Tempuh Rute 3B Hari Libur (kiri) dan Hari Kerja
(kanan) ... 5 – 5 Gambar 5.7. Waktu Tempuh Rute 4A Hari Libur (kiri) dan Hari Kerja
(kanan) ... 5 – 6 Gambar 5.8. Waktu Tempuh Rute 4B Hari Libur (kiri) dan Hari Kerja
(kanan) ... 5 – 6
xv Gambar 5.9. Waktu Tempuh Rute 5A Hari Libur (kiri) dan Hari Kerja
(kanan) ... 5 – 7 Gambar 5.10. Waktu Tempuh Rute 5B Hari Libur (kiri) dan Hari Kerja
(kanan) ... 5 – 7 Gambar 5.11. Waktu Tempuh Rute 6A Hari Libur (kiri) dan Hari Kerja
(kanan) ... 5 – 8 Gambar 5.12. Waktu Tempuh Rute 6B Hari Libur (kiri) dan Hari Kerja
(kanan) ... 5 – 8 Gambar 5.13. Waktu Tempuh Rute 7 Hari Libur (kiri) dan Hari Kerja (kanan) 5 – 9 Gambar 5.14. Waktu Tempuh Rute 8 Hari Libur (kiri) dan Hari Kerja (kanan) 5 – 9 Gambar 5.15. Waktu Tempuh Rute 9 Hari Libur (kiri) dan Hari Kerja (kanan) 5 – 10 Gambar 5.16. Waktu Tempuh Rute 10 Hari Libur (kiri) dan Hari Kerja
(kanan) ... 5 – 10 Gambar 5.17. Waktu Tempuh Rute 11 Hari Libur (kiri) dan Hari Kerja
(kanan) ... 5 – 11 Gambar 5.18. Waktu Tempuh Rute 12 Hari Libur (kiri) dan Hari Kerja
(kanan) ... 5 – 11 Gambar 5.19. Waktu Tempuh Rute 13 Hari Libur (kiri) dan Hari Kerja
(kanan) ... 5 – 12 Gambar 5.20. Waktu Tempuh Rute 14 Hari Libur (kiri) dan Hari Kerja
(kanan) ... 5 – 12 Gambar 5.21. Jumlah Penumpang dan Load Factor Rute 1A Hari Libur (kiri)
dan Hari Kerja (kanan) ... 5 – 13 Gambar 5.22. Jumlah Penumpang dan Load Factor Rute 1B Hari Libur (kiri)
dan Hari Kerja (kanan) ... 5 – 14 Gambar 5.23. Jumlah Penumpang dan Load Factor Rute 2A Hari Libur (kiri)
dan Hari Kerja (kanan) ... 5 – 14
xvi Gambar 5.24. Jumlah Penumpang dan Load Factor Rute 2B Hari Libur (kiri)
dan Hari Kerja (kanan) ... 5 – 15 Gambar 5.25. Jumlah Penumpang dan Load Factor Rute 3A Hari Libur (kiri)
dan Hari Kerja (kanan) ... 5 – 16 Gambar 5.26. Jumlah Penumpang dan Load Factor Rute 3B Hari Libur (kiri)
dan Hari Kerja (kanan) ... 5 – 17 Gambar 5.27. Jumlah Penumpang dan Load Factor Rute 4A Hari Libur (kiri)
dan Hari Kerja (kanan) ... 5 – 17 Gambar 5.28. Jumlah Penumpang dan Load Factor Rute 4B Hari Libur (kiri)
dan Hari Kerja (kanan) ... 5 – 18 Gambar 5.29. Jumlah Penumpang dan Load Factor Rute 5A Hari Libur (kiri)
dan Hari Kerja (kanan) ... 5 – 19 Gambar 5.30. Jumlah Penumpang dan Load Factor Rute 5B Hari Libur (kiri)
dan Hari Kerja (kanan) ... 5 – 20 Gambar 5.31. Jumlah Penumpang dan Load Factor Rute 6A Hari Libur (kiri)
dan Hari Kerja (kanan) ... 5 – 20 Gambar 5.32. Jumlah Penumpang dan Load Factor Rute 6B Hari Libur (kiri)
dan Hari Kerja (kanan) ... 5 – 21 Gambar 5.33. Jumlah Penumpang dan Load Factor Rute 7 Hari Libur (kiri)
dan Hari Kerja (kanan ... 5 – 22 Gambar 5.34. Jumlah Penumpang dan Load Factor Rute 8 Hari Libur (kiri)
dan Hari Kerja (kanan) ... 5 – 23 Gambar 5.35. Jumlah Penumpang dan Load Factor Rute 9 Hari Libur (kiri)
dan Hari Kerja (kanan) ... 5 – 23 Gambar 5.36. Jumlah Penumpang dan Load Factor Rute 10 Hari Libur (kiri)
dan Hari Kerja (kanan) ... 5 – 24
xvii Gambar 5.37. Jumlah Penumpang dan Load Factor Rute 11 Hari Libur (kiri)
dan Hari Kerja (kanan) ... 5 – 25 Gambar 5.38. Jumlah Penumpang dan Load Factor Rute 12 Hari Libur (kiri)
dan Hari Kerja (kanan) ... 5 – 26 Gambar 5.39. Jumlah Penumpang dan Load Factor Rute 13 Hari Libur (kiri)
dan Hari Kerja (kanan) ... 5 – 26 Gambar 5.40. Jumlah Penumpang dan Load Factor Rute 14 Hari Libur (kiri)
dan Hari Kerja (kanan) ... 5 – 27 Gambar 5.41. Angka Tundaan Simpang dan Total Rute 1A hari libur (kiri)
dan kerja (kanan) ... 5 – 34 Gambar 5.42. Angka Tundaan Simpang dan Total Rute 1B hari libur (kiri)
dan kerja (kanan) ... 5 – 34 Gambar 5.43. Angka Tundaan Simpang dan Total Rute 2A hari libur (kiri)
dan kerja (kanan) ... 5 – 35 Gambar 5.44. Angka Tundaan Simpang dan Total Rute 2B hari libur (kiri)
dan kerja (kanan) ... 5 – 35 Gambar 5.45. Angka Tundaan Simpang dan Total Rute 3A hari libur (kiri)
dan kerja (kanan) ... 5 – 36 Gambar 5.46. Angka Tundaan Simpang dan Total Rute 3B hari libur (kiri)
dan kerja (kanan) ... 5 – 36 Gambar 5.47. Angka Tundaan Simpang dan Total Rute 4A hari libur (kiri)
dan kerja (kanan) ... 5 – 37 Gambar 5.48. Angka Tundaan Simpang dan Total Rute 4B hari libur (kiri)
dan kerja (kanan) ... 5 – 37 Gambar 5.49. Angka Tundaan Simpang dan Total Rute 5A hari libur (kiri)
dan kerja (kanan) ... 5 – 38
xviii Gambar 5.50. Angka Tundaan Simpang dan Total Rute 5B hari libur (kiri)
dan kerja (kanan) ... 5 – 38 Gambar 5.51. Angka Tundaan Simpang dan Total Rute 6A hari libur (kiri)
dan kerja (kanan) ... 5 – 39 Gambar 5.52. Angka Tundaan Simpang dan Total Rute 6B hari libur (kiri)
dan kerja (kanan) ... 5 – 39 Gambar 5.53. Angka Tundaan Simpang dan Total Rute 7 hari libur (kiri) dan
kerja (kanan) ... 5 – 40 Gambar 5.54. Angka Tundaan Simpang dan Total Rute 8 hari libur (kiri) dan
kerja (kanan) ... 5 – 40 Gambar 5.55. Angka Tundaan Simpang dan Total Rute 9 hari libur (kiri) dan
kerja (kanan) ... 5 – 41 Gambar 5.56. Angka Tundaan Simpang dan Total Rute 10 hari libur (kiri) dan
kerja (kanan) ... 5 – 41 Gambar 5.57. Angka Tundaan Simpang dan Total Rute 11 hari libur (kiri) dan
kerja (kanan) ... 5 – 42 Gambar 5.58. Angka Tundaan Simpang dan Total Rute 12 hari libur (kiri) dan
kerja (kanan) ... 5 – 42 Gambar 5.59. Angka Tundaan Simpang dan Total Rute 13 hari libur (kiri) dan
kerja (kanan) ... 5 – 43 Gambar 5.60. Angka Tundaan Simpang dan Total Rute 14 hari libur (kiri) dan
kerja (kanan) ... 5 – 43 Gambar 6.1. Kecelakaan Lalu Lintas Melibatkan Trans Jogja Tahun 2020 ... 6 – 1 Gambar 6.2. Tingkat Kepuasan Kepentingan Terhadap Jam Operasional... 6 – 2 Gambar 6.3. Tingkat Kepuasan Kepentingan Terhadap Tarif ... 6 – 2 Gambar 6.4. Tingkat Kepuasan Kepentingan TerhadapArea Pelayanan ... 6 – 3
xix Gambar 6.5. Tingkat Kepuasan Kepentingan Terhadap Keamanan ... 6 – 3 Gambar 6.6. Tingkat Kepuasan Kepentingan Terhadap Keselamatan... 6 – 4 Gambar 6.7. Tingkat Kepuasan Kepentingan Terhadap Infrsatruktur
Angkutan ... 6 – 4 Gambar 6.8. Tingkat Kepuasan Kepentingan Terhadap Jadwal Operasional . 6 – 5 Gambar 6.9. Tingkat Kepuasan Kepentingan Terhadap Waktu Operasional . 6 – 5 Gambar 6.10. Tingkat Kepuasan Kepentingan Terhadap Akses Informasi... 6 – 6 Gambar 6.11. Tingkat Kepuasan Kepentingan Terhadap Kespoanan Kru
Angkutan ... 6 – 6 Gambar 6.12. Penilaian Kinerja Angkutan Umum ... 6 – 7 Gambar 6.13. Tingkat Kepuasan Kepentingan Terhadap Jam Operasional... 6 – 9 Gambar 6.14. Tingkat Kepuasan Kepentingan Terhadap Tarif ... 6 – 9 Gambar 6.15. Tingkat Kepuasan Kepentingan TerhadapArea Pelayanan ... 6 – 10 Gambar 6.16. Tingkat Kepuasan Kepentingan Terhadap Keamanan ... 6 – 10 Gambar 6.17. Tingkat Kepuasan Kepentingan Terhadap Keselamatan... 6 – 11 Gambar 6.18. Tingkat Kepuasan Kepentingan Terhadap Infrsatruktur
Angkutan ... 6 – 11 Gambar 6.19. Tingkat Kepuasan Kepentingan Terhadap Jadwal Operasional . 6 – 12 Gambar 6.20. Tingkat Kepuasan Kepentingan Terhadap Waktu Operasional . 6 – 12 Gambar 6.21. Tingkat Kepuasan Kepentingan Terhadap Akses Informasi... 6 – 13 Gambar 6.22. Tingkat Kepuasan Kepentingan Terhadap Kespoanan Kru
Angkutan ... 6 – 13 Gambar 6.23. Penilaian Kinerja Angkutan Umum ... 6 – 14 Gambar 7.1. Komponen Investasi Bus Listrik... 7 – 12 Gambar 7.2. Target Implementasi Angkutan Massal Perkotaan
xx
Berbasis Listrik... 7 – 13 Gambar 7.3. Tahapan Implementasi Bus Listrik di Trans Jogja... 7 – 15 Gambar 7.4. Overnight Charging dan Opportunity Charging... 7 – 16 Gambar 7.5. Stasiun Pengisian Daya Armada Bus Listrik... 7 – 17 Gambar 7.6. Pantograph Charger... 7 – 17 Gambar 7.7. Jenis Charger Pengisian Daya... 7 – 17 Gambar 7.8. Pertimbangan Pemilihan Baterai ... 7 – 18 Gambar 7.9. E-INOBUS – produk INKA ... 7 – 18 Gambar 7.10. E-Cityline3 – Karoseri Laksana ... 7 – 19 Gambar 7.11. Bantuan Untuk UGM bus listrik senilai Rp 6.973.700.000
(2 buah) ... 7 – 19 Gambar 7.12. Perkiraan Penurunan Emisi Uji Coba Bis ListrikTrans
Koetaradja ... 7 – 20 Gambar 7.13. Penghematan Operasional Dan Kendala Uji Coba Bis Listrik
Trans Koetaradja ... 7 – 21 Gambar 8.1. Desain Jalur Khusus Bus ... 8 – 6 Gambar 9.1. Perbandingan BOK dan pendpatan Trans Jogja Tahun 2008-
2015 ... 9 – 2 Gambar 9.2. Presentasi Subsidi Trans Jogja Tahun 2008 -2015 ... 9 – 3 Gambar 9.3. Persentase Besaran Subsidi Tahun 2016 – 2019 ... 9 – 5 Gambar 9.4. Komparasi antara BOK dan Pendapatan ... 9 – 5 Gambar 9.5. Perbandingan antara BOK dan Pendapatan 2019 – 2021 ... 9 – 7 Gambar 9.6. Besaran Subsidi Pemda DIY kepada PT. AMI ... 9 – 7 Gambar 9.7. Hubungan dan Pola kerja Regulator – Operator –
Konsumen dalam Layanan Trans Jogja ... 9 – 10
xxi Gambar 9.8. Prediksi Pendapatan, BOK dan Subsidi Trans Jogja Tahun 2022
– 2034... 9 – 15 Gambar 9.9. Prediksi pendapatan, BOK dan subsidi Trans Jogja
Tahun 2022- 2033 ... 9 – 18
xxii
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan... 1 – 5 Tabel 2.1. Pembagian Peran dalam Struktur Kota DIY ... 2 – 9 Tabel 2.2. Strategi dan Lokasi Peruntukan Ruang dalam Pola Ruang DIY .. 2 – 13 Tabel 2.3. Intensitas Pergerakan Orang di KPY... 2 – 20 Tabel 2.4. Jumlah Penduduk Kawasan Perkotaan Yogyakarta ... 2 – 25 Tabel 2.5. Rute Angkutan Perkotaan Trans Jogja ... 2– 26 Tabel 2.6. Jumlah Armada Trans Jogja ... 2 – 31 Tabel 2.7. Jumlah Kendaraan Beroperasi ... 2 – 32 Tabel 2.8. Distribusi Layanan Bus Trans Jogja di Kota Yogyakarta ... 2 – 53 Tabel 2.9. Rute Angkutan Perkotaan TEMAN BUS... 2 – 55 Tabel 2.10. Kecelakaan Lalu Lintas Melibatkan Trans Jogja ... 2 – 57 Tabel 2.11. Kecelakaan Lalu Lintas Melibatkan Trans Jogja Januari 2020.... 2 – 58 Tabel 2.12. Kecelakaan Lalu Lintas Melibatkan Trans Jogja Februari 2020.. 2 – 59 Tabel 2.13. Kecelakaan Lalu Lintas Melibatkan Trans Jogja Maret 2020 ... 2 – 61 Tabel 2.14. Kecelakaan Lalu Lintas Melibatkan Trans Jogja April 2020... 2 – 62 Tabel 2.15. Kecelakaan Lalu Lintas Melibatkan Trans Jogja Mei 2020 ... 2 – 62 Tabel 2.16. Kecelakaan Lalu Lintas Melibatkan Trans Jogja Juni 2020 ... 2 – 63 Tabel 2.17. Kecelakaan Lalu Lintas Melibatkan Trans Jogja Juli 2020 ... 2 – 64 Tabel 2.18. Kecelakaan Lalu Lintas Melibatkan Trans Jogja Agustus 2020... 2 – 64 Tabel 2.19. Kecelakaan Lalu Lintas Melibatkan Trans Jogja September
2020... 2 – 65 Tabel 2.20. Kecelakaan Lalu Lintas Melibatkan Trans Jogja Oktober 2020 .. 2 – 65
xxiii Tabel 2.21. Kecelakaan Lalu Lintas Melibatkan Trans Jogja November
2020... 2 – 65 Tabel 2.22. Kecelakaan Lalu Lintas Melibatkan Trans Jogja Desember
2020... 2 – 66 Tabel 2.23. Load Factor Per Jalur Juli – September 2021 ... 2 – 68 Tabel 3.1. Indikator Pelayanan di Berbagai Kota... 3 – 3 Tabel 3.2. Standar Jarak Tempat Henti... 3 – 4 Tabel 3.3. Standar Waktu Antara (Headway) ... 3 – 4 Tabel 3.4. Kecepatan Dan Waktu Tempuh ... 3 – 4 Tabel 3.5. Waktu Pelayanan ... 3 – 5 Tabel 3.6. Kapasitas Kendaraan ... 3 – 5 Tabel 3.7. Tolok Ukur Standardisasi Pelayanan Angkutan Umum
Berdasarkan Keinginan Penumpang ... 3 – 10 Tabel 3.8. Indikator Kinerja Pelayanan Bis... 3 – 14 Tabel 3.9. Indikator Kualitas Pelayanan... 3 – 15 Tabel 3.10. Kapasitas Kendaraan ... 3 – 20 Tabel 5.1. Ketersediaan Kendaraan Operasional Bus Trans Jogja dan
Teman Bus ... 5 – 1 Tabel 5.2. Headway hari libur Terminal Giwangan ... 5 – 28 Tabel 5.3. Headway hari kerja Terminal Giwangan ... 5 – 28 Tabel 5.4. Selisih headway Terminal Giwangan ... 5 – 28 Tabel 5.5. Headway hari libur Terminal Bandara ... 5 – 29 Tabel 5.6. Headway hari kerja Terminal Bandara ... 5 – 29 Tabel 5.7. Selisih headway Terminal Bandara ... 5 – 30 Tabel 5.8. Headway hari libur Terminal Ngabean ... 5 – 30
xxiv Tabel 5.9. Headway hari kerja Terminal Ngabean ... 5 – 31 Tabel 5.10. Selisih headway Terminal Ngabean ... 5 – 31 Tabel 5.11. Headway hari libur Terminal Condong Catur ... 5 – 32 Tabel 5.12. Headway hari kerja Terminal Condong Catur ... 5 – 33 Tabel 5.13. Selisih headway Terminal Condong Catur ... 5 – 33 Tabel 5.14. Kecepatan Rerata Angkutan Umum Perkotaan ... 5 – 44 Tabel 5.15. Data Rerata Kecepatan BTS untuk Hari Libur dan Hari Kerja... 5 – 45 Tabel 5.16. Data Pelanggaran Menurut Rute ... 5 – 46 Tabel 5.17. Data Pelanggaran Menurut Lokasi... 5 – 46 Tabel 5.18. Jarak Perjalanan Pengguna Trans Jogaja... 5 – 48 Tabel 5.19. Rekapitulasi Data Jumlah Putaran, Jumlah Penumpang, Load
Factor, Waktu Tempuh dan Tundaan ... 5 – 49 Tabel 6.1. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)... 6 – 16 Tabel 6.2. Analisis SPM Trans Jogja dan Angkutan Reguler... 6 – 17 Tabel 7.1. Rencana Pengembangan Trayek Angkutan Perkotaan ... 7 – 1 Tabel 7.2. Kebutuhan Armada dan Rencana Operasional... 7 – 7 Tabel 7.3. Target Elektrifikasi... 7 – 13 Tabel 7.4. Perbandingan Biaya Bus Listrik dan Bus Solar... 7 – 22 Tabel 7.5. Identifikasi Kendaraan... 7 – 22 Tabel 7.6. Pentahapan Peremajaan Armada Kendaraan Eksisting... 7 – 23 Tabel 7.7. Analisis Peremajaan Kendaraan Tanpa biaya eksternal ... 7 – 23 Tabel 7.8. Faktor Emisi CO2 Default Transportasi Jalan Raya ... 7 – 26 Tabel 7.9. Faktor Emisi N2O AND CH4 Default Transportasi Jalan Raya .... 7 – 26 Tabel 7.10. Nilai Kalor Bahan Bakar Indonesia ... 7 – 26
xxv Tabel 7.11. Nilai Unit Pencemaran untuk Berbagai Parameter Emisi
Udara/Gas ... 7 – 27 Tabel 7.12. Basis Biaya Per Unit Pencemaran... 7 – 28 Tabel 7.13. Komponen Biaya dan Manfaat Kelayakan Ekonomi dan
Finansial... 7 – 29 Tabel 7.14. Biaya Eksternal Kendaraan Bus Solar... 7 – 30 Tabel 7.15. Perbandingan Biaya Bus Listrik Dan Bus Solar ... 7 – 30 Tabel 7.16. Jumlah Tundaan Simpang Lebih Dari 200 detik Untuk Tiap
Rute ... 7 – 31 Tabel 7.17. Lokasi Simpang Dengan Frekuensi Tundaan Tinggi ... 7 – 32 Tabel 8.1. Jumlah Tundaan Simpang Lebih Dari 200 detik Untuk Tiap
Rute ... 8 – 1 Tabel 8.2. Lokasi Simpang Dengan Jumlah Tundaan Tinggi ... 8 – 2 Tabel 9.1. Evaluasi Kinerja Finansial Trans Jogja Tahun 2008-2015-
Operator JTT ... 9 – 2 Tabel 9.2. Evaluasi Kinerja Finansial Trans Jogja Tahun 2016-2019-
Operator PT AMI (Sebelum Pandemi) ... 9 – 4 Tabel 9.3. Evaluasi Kinerja Finansial Trans Jogja Tahun 2019-2021
Operator PT AMI (Era Pandemi) ... 9 – 6 Tabel 9.4. Forecast (Proyeksi) BOK Trans Jogja 2022 – 2034 ... 9 – 13 Tabel 9.5. Forecast (Proyeksi) pendapatan Trans Jogja 2022 – 2034 ... 9 – 14 Tabel 9.6. Hasil forecast besaran Subsidi Trans Jogja tahun 2022 -2034 .. 9 – 14 Tabel 9.7. Baseline forecast finasial tahun 2017-2019 BTS Trans Jogja .... 9 – 16 Tabel 9.8. Forecast (Proyeksi) BOK Trans Jogja 2020 – 2033 ... 9 – 16 Tabel 9.9. Forecast (Proyeksi) pendapatan Trans Jogja 2020 – 2033 ... 9 – 17
xxvi Tabel 9.10. Hasil forecast (proyeksi) besaran subsidi tahun 2020 – 2033 .. 9 – 17 Tabel 9.11. Hasil forecast (proyeksi) besaran subsidi tahun 2022 – 2032 .. 9 – 19 Tabel 9.12. Perkiraan rate kenaikan BOK ... 9 – 20 Tabel 9.13. Rate Pendapatan dari Data Eksisting ... 9 – 20 Tabel 9.14. Hasil Penghitungan forecast BOK Bus Listrik ... 9 – 21 Tabel 9.15. Hasil Forecast (Proyeksi) Besaran Subsidi Tahun 2020 – 2033.. 9 – 22 Tabel 9.16. Hasil Forecast (Proyeksi) Besaran Subsidi Tahun 2022 – 2032.. 9 – 23 Tabel 9.17. Forecast Subsidi Penggunaan Bus Listrik Tahun 2023-2033
Skenario Do Something – Do Something 2 (Pengembangan
Trayek)... 9 – 24
1 - 1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Di Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY) sarana angkutan orang di jalan dengan kendaraan bermotor umum yang terikat dalam satu trayek yang menjadi kewenangan pengaturan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah Angkutan Perkotaan. Dalam Peraturan Daerah DIY Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 10 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang di Jalan dengan Kendaraan Umum di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dijelaskan bahwa angkutan perkotaan adalah angkutan dari suatu kawasan ke kawasan lain yang terletak dalam 2 (dua) atau lebih wilayah Kota dan Kabupaten yang berdekatan dan merupakan satu kesatuan ekonomi dan sosial dengan menggunakan mobil bus umum dan atau mobil penumpang umum yang terikat dalam trayek tetap dan teratur yang mempunyai sifat perjalanan ulang alik (komuter).
Angkutan Perkotaan di KPY secara de facto dapat diklasifikasikan ke dalam 2 (dua) jenis pelayanan, yaitu Angkutan Perkotaan Reguler dan Angkutan Perkotaan Trans-Jogja (yang merupakan pembaruan sistem angkutan perkotaan reguler dengan sistem subsidi).
Adanya dualisme sifat pelayanan pada satu jenis angkutan ini membutuhkan adanya evaluasi secara berkala dalam hal mengevaluasi kelayakan teknis dan pelayanan, sehingga dapat dijadikan strategi untuk skema perencanaan dan pengembangan.
Angkutan Perkotaan juga memiliki sifat terbatas dalam trayek tetap dan teratur, dan beroperasi di dalam wilayah Perkotaan Yogyakarta, yaitu di seluruh Kota Yogyakarta, sebagian Kabupaten Bantul dan sebagian Kabupaten Sleman. Penetapan rute dan tarif Angkutan Perkotaan (baik Reguler maupun Trans Jogja) ditetapkan oleh Pemda DIY melalui Peraturan Gubernur.
Dalam operasionalisasi angkutan perkotaan, Pemda DIY sejak Februari 2008 telah menjalankan layanan angkutan umum perkotaan bernama “Angkutan Perkotaan Trans Jogja” dengan layanan yang lebih berkualitas dibandingkan dengan sistem sebelumnya.
1 - 2
Sebagian besar dari prinsip-prinsip layanan angkutan umum telah diterapkan: layanan massal, rute tetap dan jadwal yang teratur, titik perhentian bus tetap dan dioperasikan dengan standar layanan minimum yang tertuang di dalam kontrak antara Pemda DIY dengan operator. Pemda DIY berharap agar Bus Trans Jogja dapat berperan sebagai sistem layanan angkutan umum yang dapat memberikan fasilitasi mobilitas di Kota Yogyakarta dan sekitarnya di dalam wilayah perkotaan Yogyakarta. Namun dari sisi jumlah, armada Trans Jogja yang ada sekarang masih terbatas sejumlah 128 (seratus dua puluh delapan) armada, yang jauh di bawah jumlah ideal sejumlah 300-an armada. Penyebab layanan Bus Trans Jogja yang dirasa belum optimal adalah bahwa selain layanan Bus Trans Jogja, angkutan umum perkotaan Yogyakarta juga masih dilayani oleh sistem bus konvensional, sehingga terdapat dualisme transportasi umum perkotaan di Yogyakarta, yaitu Bus Trans Jogja sebagai suatu sistem layanan modern dengan kualitas layanan yang bagus dan bus perkotaan eksisting/reguler sebagai layanan “lama” dengan banyak citra negatif, seperti kendaraan yang sudah tua, kurang berkeselamatan dan kurang nyaman, kurang aman, tidak terjadwal dan operasionalnya dikendalikan oleh pengemudi bukan oleh jadwal.
Pada akhir tahun 2020, seluruh rute/trayek Trans Jogja sebanyak 14 rute telah dilayani dengan armada (SGO) sejumlah 128 unit dan tambahan 44 unit yang disubsidi oleh Pemerintah Pusat. Namun dalam perkembangannya operasionalisasi Trans Jogja terkendala banyaknya ruas-ruas dan simpang yang mengalami kemacetan lalu lintas, khususnya di sepanjang wilayah pelayanan Bus Trans Jogja di Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY). Pertumbuhan kendaraan pribadi yang tinggi di Yogyakarta yang mencapai angka 10-12 persen per tahun berkorelasi secara linear terhadap tingginya angka kemacetan lalu lintas di ruas-ruas dan simpang di KPY, termasuk juga hambatan terhadap perjalanan Bus Trans Jogja karena sifat operasinya yang masih bercampur dengan lalu lintas lainnya (mix traffic).
Pada tahun 2020 mulai beroperasi TEMAN BUS yang merupakan implementasi program Buy The Service dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk pengembangan angkutan umum di kawasan perkotaan berbasis jalan yang menggunakan teknologi telematika yang andal dan berbasis non tunai untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan serta kenyamanan mobilisasi.
1 - 3
Dari kondisi tersebut, maka diperlukan adanya studi yang bertujuan untuk mengetahui kinerja serta pengembangan trayek angkutan perkotaan di DIY (baik Angkutan Perkotaan Trans Jogja maupun Reguler), sehingga bisa untuk menentukan kebijakan perencanaan angkutan perkotaan ke depan.
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN
Pekerjaan ini dimaksudkan untuk:
Melakukan studi atau kajian terhadap kinerja (teknis dan pelayanan) dan pengembangan trayek Angkutan Perkotaan (Trans Jogja dan Reguler), yang meliputi:
1. Analisis dan evaluasi kinerja teknis-operasional dan pelayanan seluruh angkutan perkotaan di wilayah DIY
2. analisis skema perencanaan transportasi umum secara makro
3. analisis aspek finansial secara makro terhadap seluruh operasionalisasi angkutan perkotaan
4. analisis aspek tata ruang dan wilayah dalam kaitannya dengan wilayah/cakupan operasi angkutan perkotaan kondisi eksisting dan masa datang
5. analisis dampak sosial masyarakat yang bersinggungan dengan operasional angkutan perkotaan
6. mengetahui kondisi permasalahan yang ada dan memberikan rekomendasi peningkatan pelayanan angkutan yang mungkin dilakukan terhadap operasionalisasi angkutan umum perkotaan
7. memberikan rekomendasi secara menyeluruh terhadap skema perencanaan angkutan perkotaan yang berkelanjutan di masa datang, termasuk pola operasional, jumlah armada, jalur, jam operasi, time table,dan lain-lain
Tujuan dari kegiatan ini adalah : mendukung kelancaran ketugasan dinas yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan seluruh angkutan umum di DIY.
1.3 SASARAN
Studi Evaluasi Kinerja dan Pengembangan Trayek Angkutan Perkotaan 1.4 LOKASI KEGIATAN
Seluruh Kawasan Perkotaan Yogyakarta
1 - 4
1.5 REFERENSI HUKUM
1. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan;
4. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 98 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek;
5. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 29 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 98 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek;
1.6 LINGKUP KEGIATAN
1. Mengumpulkan dan mengkompilasi seluruh data-data sekunder dalam mendukung analisis kinerja angkutan perkotaan,
2. Melakukan survei data primer kinerja teknis, operasional dan pelayanan angkutan perkotaan meliputi:
a. survei jumlah penumpang dan load factor (tingkat keterisian), b. survei survei headway (waktu antara),
c. survei circulation time (waktu sirkulasi), d. survei kecepatan perjalanan,
e. survei sebab-sebab kelambatan,
f. survei availability (ketersediaan armada),
g. survei pola pergerakan orang di Kawasan Perkotaan Yogyakarta h. survei karakteristik penumpang,
i. survei indeks kepuasan masyarakat pengguna angkutan perkotaan, yang berpedoman pada Peraturan Gubernur DIY Nomor 68 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat.
3. Melakukan analisis terhadap kinerja teknis, operasional serta kinerja layanan angkutan perkotaan (load factor, headway, circulation time, travel speed, analisis kelambatan, availability, analisis pola pergerakan dan rute, analisis karakteristik penumpang, analisis indeks kepuasan masyarakat).
1 - 5
4. Melakukan analisis pergerakan orang (penumpang dan non penumpang) sebagai dasar skenario pengembangan angkutan perkotaan.
5. Melakukan kajian terhadap sistem pergantian armada berdasarkan usia kendaraan, serta kajian terhadap pola alih teknologi armada berbasis listrik (bus listrik) dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.
6. Melakukan analisis finansial terhadap operasionalisasi angkutan perkotaan
7. Melakukan analisis lalu lintas (termasuk manajemen lalu lintas, sebab-sebab kelambatan, analisis prioritas angkutan perkotaan).
8. Melakukan analisis terhadap cakupan/wilayah operasional angkutan perkotaan, yang dikaitkan dengan rencana tata ruang wilayah di DIY dan kawasan perkotaan Yogyakarta
9. Melakukan analisis sosial yang berhubungan dengan pola operasionalisasi angkutan perkotaan
10. Melakukan analisis terhadap skenario perencanaan dan pengembangan angkutan perkotaan
11. Melakukan analisis terhadap kondisi yang ada dan memberikan rekomendasi sebagai langkah peningkatan pelayanan angkutan yang mungkin dilakukan terhadap operasionalisasi angkutan umum perkotaan
12. Memberikan rekomendasi secara menyeluruh terhadap skema perencanaan angkutan perkotaan
1.7 JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
Tabel 1.1. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
No Kegiatan
Bulan dan Minggu ke
Ket.
I II III
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Persiapan Awal
2 Koordinasi dengan Instansi terkait 3 Koordinasi Tim Konsultan
4 Penelahaan informasi dan datasekunder, 5 Survey dan Kompilasi Data Primer 6 Analisis dan Perencanaan
1 - 6
No Kegiatan
Bulan dan Minggu ke
Ket.
I II III
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 7 Kesimpulan dan Rekomendasi
8 Pelaporan
- Laporan Pendahuluan - Presentasi Pendahuluan - Laporan Antara
- Presentasi Antara - Draft Laporan Akhir - Presentasi Draft Laporan
Akhir
- Laporan Akhir