• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN VISUAL PADA SOFTBOOK SIM SALABIM SEGABAI MEDIA AJAKAN SUKA SAYUR PADA ANAK Oleh: Diean Arjuna D 1 Putri Nur Isya 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KAJIAN VISUAL PADA SOFTBOOK SIM SALABIM SEGABAI MEDIA AJAKAN SUKA SAYUR PADA ANAK Oleh: Diean Arjuna D 1 Putri Nur Isya 2"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

KAJIAN VISUAL PADA SOFTBOOK SIM SALABIM SEGABAI MEDIA AJAKAN SUKA

SAYUR PADA ANAK

Oleh:

Diean Arjuna D1 Putri Nur Isya2

Universitas Mercu Buana Jakarta [email protected]1

ABSTRAK

Di Indonesia kurang gizi masih menjadi masalah utama. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018 menunjukkan 17,7% bayi usia di bawah 5 tahun (balita) masih mengalami masalah gizi. Angka tersebut terdiri atas balita yang mengalami gizi buruk sebesar 3,9% dan yang menderita gizi kurang sebesar 13,8%. Kurang gizi pada anak akan menimbulkan gangguan pertumbuhan fisik, kecerdasan dan produktivitas ketika dewasa. Oleh sebab itu, sebagai solusi perlu adanya media yang bisa mengkomunikasikan hal ini dengan baik, salah satunya adalah buku.

Buku terus mengalami inovasi, softbook merupakan salah satu inovasi buku modern berbahan kain dan memiliki bentuk menyerupai bantal. Softbook terbuat dari dakron atau serat silikon dilapisi dengan kain halus dengan ilustrasi yang menarik, alur ceritanya sederhana sehingga mudah dimengerti. Softbook merupakan pilihan yang tepat untuk memulai kegemaran anak terhadap membaca. Softbook ini memiliki visual dan isi konten yang menarik dan mengajak anak suka sayur sejak dini. Pada penelitian ini peneliti mengkaji visualisasi alur cerita dan tampilan visual yang berkaitan dengan ilustrasi, warna, tipografi, dan layout yang digunakan.

Kata kunci : Gizi;Buku; Softbook; Visual

(2)

PENDAHULUAN

Di Indonesia kurang gizi masih menjadi masalah utama. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018 (Kesehatan, 2018) menunjukkan 17,7% bayi usia di bawah 5 tahun (balita) masih mengalami masalah gizi. Angka tersebut terdiri atas balita yang mengalami gizi buruk sebesar 3,9% dan yang menderita gizi kurang sebesar 13,8%. Kurangnya gizi pada anak berpengaruh sangat besar dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Unsur gizi merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, yaitu manusia yang sehat, cerdas dan produktif. Fase pertumbuhan seseorang yang paling cepat terjadi di awal perkembangan yaitu ketika anak- anak. Pertumbuhan dan perkembangan sangat membutuhkan nutrisi yang baik. Nutrisi salah satu aspek penting yang dibutuhkan bagi tumbuh kembang anak terutama pada tahun-tahun awal kehidupannya. Menurut Dr. Dian Novita Chandra, M.Gizi, staf akademik Departemen Ilmu Gizi FKUI, pemberian nutrisi yang optimal dapat mendukung perkembangan otak anak dan harus dimulai sejak dalam kandungan hingga lahir(Trisna, 2016). Kebutuhan nutrisi di dapat dari sayur yang berperan penting membantu aktivitas sehari hari sebagai sumber tenaga, ketahanan dan sistem kekebalan tubuh. Gangguan gizi pada awal kehidupan akan mempengaruhi kualitas kehidupan berikutnya. Kurang gizi pada anak akan menimbulkan gangguan pertumbuhan fisik, kecerdasan dan produktivitas ketika dewasa. Oleh sebab itu, sebagai solusi perlu adanya media yang bisa mengkomunikasikan hal ini dengan baik, salah satunya adalah buku.

Buku dapat mengembangkan kemampuan anak usia dini dalam berimajinasi dan berperilaku, serta berpikir (Bossert, 1998) .Buku terus mengalami inovasi, softbook merupakan salah satu inovasi buku modern berbahan kain dan memiliki bentuk menyerupai bantal. Softbook terbuat dari dakron atau serat silikon dilapisi dengan kain halus dengan ilustrasi yang

(3)

menarik, alur ceritanya sederhana sehingga mudah dimengerti. Softbook merupakan pilihan yang tepat untuk memulai kegemaran anak terhadap membaca. Membiasakan membaca buku sejak kecil memiliki banyak dapak positif, Anak akan melihat buku sebagai sumber informasi dan terbiasa membaca buku ketika dewasa.

Berdasarkan uraian di atas, peneliti memiliki ketertarikan untuk membahas soft book “Sim Salabim” dengan penulis Devi Raissa dan Guntur G sebagai illustrator. Softbook ini dipilih sebagai objek penelitian karena memiliki visual dan isi konten yang menarik dan mengajak anak suka sayur sejak kecil.

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka peneliti merumuskan beberapa masalah yang akan diteliti, yaitu Bagaimana visualisasi alur cerita pada softbook yang berjudul “Sim Salabim”? Selain itu, juga mengamati penggunaan elemen visual yang terdapat di softbook yang berjudul

“Sim Salabim.

PEMBAHASAN

a. Judul : Sim Salabim b. Penulis : Devi Rissa c. Ilustrator : Guntur G

d. Penerbit : PT. Lubang Kelinci Indonesia e. Katagori : Buku Anak

f. Segmentasi : Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan Usia : 2-5 Tahun Geografi : Indonesia g. Dimensi : Lebar : 21 cm

Panjang : 17 cm Tebal : 8 cm Halaman : 8 Halaman h. Media Promosi : Sosial Media

Buku ini adalah buku untuk anak yang memadukan alur cerita dengan

(4)

ilustrasi yang menarik. Buku ini dikemas menggunakan busa yang dibalut dengan kain sehingga menjadi bantal buku. Sim Salabim, seperti mantra dalam sulap seketika muncul dan instan. Cerita dalam buku ini mengajarkan bahwa hal seperti sulap, seketika muncul, tidak seinstan kelihatannya.

Padahal, melalui proses bertahap. Dalam alur cerita dalam buku ini, tokoh paman bibi membawakan bahan makanan untuk diolah bersama dengan Ibu dan akhirnya dimasak menjadi sup kesukaan anak dalam tokoh utama dalam buku ini.

Buku ini Mengenalkan anak makanan sehat yang terdiri dari bahan-bahan lokal di sekitar. Mengenalkan anak pada konsep tidak ada yang instan di dunia ini, semua berproses. Mengenalkan konsep barang yang semula kita kira tidak berharga ternyata berharga dan bisa diolah menjadi makanan lezat (bawang, wortel, dsbnya), Mengasah kemampuan motorik (dengan adanya bagian- bagian yang bisa dibuka, dibunyikan, ditutup dan diambil), Mengenal konsep akademik (ada bagian-bagian mengenal bentuk, jumlah dsb), anak dikenalkan dengan konsep untuk menghargai orang lain yang sudah datang jauh berkunjung dan membawakan oleh-oleh. Anak dikenalkan dengan konsep kotak surat yang sudah lama terabaikan dengan teknologi email, orang tua pun bisa menyadari bahwa ada banyak tips untuk membuat anak mau melakukan suatu perilaku, mempererat ikatan orang tua dan anak melalui bercerita buku Sim Salabim.

Peneliti menganalisis elemen visual pada 8 halaman termasuk cover depan dan belakang yang terdapat didalam buku “Sim Salabim”, sebagai berikut :

No Keterangan

1.

Konten : cover pada buku ilustrasi ini memiliki judul “ Sim Salabim”.

Konsep Aktivitas : Melatih gerakan motorik halus pada anak dengan perekat pada buku.

(5)

Ilustrasi :

1. Terdapat karakter anak laki laki yang sedang mengangkat kain penutup makanan, dengan ekspresi tersenyum yang dapat menarik anak untuk membaca.

2. Setelah perekat pada softbook dibuka terlihat anak laki laki sedang membawa mangkuk biru berilustrasikan dinosaurus dan terdapat nama penulis dan illustrator buku “Sim Salabim”.

Tipografi : penggunaan font pada tulisan judul buku “Sim Salabim”

menggunakan font decorative berwarna kuning dan memiliki bayangan.

Layout :

1. Adanya ilustrasi dan judul buku diletakan ditengah.

2. Dan terdapat nama penulis “ Devi Raissa” disisi kiri dan sisi kanan terdapat nama Ilustrator “Guntur G”.

Warna :

1. Warna latar belakang berwarna hijau berhubungan dengan alam dan mensimbolisasikan kesehatan, softbook ini menanamkan anak untuk tertarik pada sayur yang baik untuk kesehatan,

2. Warna latar belakang berwarna hijau yang mensimbolisasikan perilaku baik, ilustrasi anak tersenyum merupakan perilaku baik pada anak.

3. Warna latar belakang berwarna hijau yang memiliki efek menenangkan sehingga anak akan tenang saat membaca.

4. Warna latar belakang berwarna hijau meningkatkan konsentrasi sehingga anak akan mudah berkonsentrasi dengan buku tersebut.

5. Warna latar belakang berwarna hijau dapat meningkatkan

kemampuan membaca, karenanya pengaruh warna ini sangat baik untuk situasi belajar anak.

6. Warna mangkuk biru menandakan keyakinan bahwa mangkuk yang dibawa anak tersebut lezat dan dapat membantu

menenangkan saraf anak.

2.

Konten : Ilustrasi kotak surat yang digunakan untuk menulis kepemilikan buku tersebut.

Konsep Aktivitas :

1. Mengenal benda, yaitu kotak surat.

2. Mengenal bentuk, bentuk kotak pada kotak surat.

3. Melatih gerakan motorik halus dengan membuka kancing.

4. Mengajarkan membaca pada kalimat “ buku ini milik”

5. Melatih menulis pada kolom dibawah kalimat “buku ini milik”

Ilustrasi :

1. Ilustrasi kanan merupakan ilustrasi dari kotak surat yang sudah jarang di temukan. Kotak surat dahulu tempat untuk mengirim

(6)

pesan, yang sekarang sudah tergantikan dengan media elektronik.

2. Kotak surat tersebut ditutup kain. Kain tersebut jika dibuka akan terdapat kalimat “ buku ini milik”.

Tipografi : menggunakan jenis font sans serif berwarna merah.

Layout : ilustrasi kotak surat diletakan ditengah.

Warna :

1. Warna pada latar belakang berwarna hijau yang memiliki efek menenangkan, meningkatkan konsentrasi, dan beberapa penelitian menunjukkan hijau bisa meningkatkan kemampuan membaca, karenanya pengaruh warna ini sangat baik untuk situasi belajar.

2. Warna kotak surat berwarna putih.

3. Warna pada kain penutup berwarna kuning yang dapat merangsang aktivitas otot.

4. Warna pada kalimat “ buku ini milik” berwarna merah yang mempertegas kalimat dan menarik perhatian sehingga akan membuat mata anak terfokus untuk membaca kalimatnya.

3.

Alur : bel berbunyi menandakan ada tamu yang datang.

Konsep Aktivitas :

1. Mengajarkan membaca pada kalimat “bel berbunyi, ada siapa ya?”

2. Melatih gerakan motorik halus dengan menyentuh 3 buah lonceng kecil dengan jari.

3. Mengenalkan bunyi, yaitu bunyi lonceng 4. Melatih pendengaran.

Ilustrasi : Terdapat ilustrasi lonceng bel.

Tipografi : menggunakan jenis font sans serif berwarna hijau.

Layout : ballance

1. Ilustrasi bel diletakan ditengah.

2. Tulisan “ bel berbunyi.” diletakan diatas 3. Tulisan “ada siapa ya?” diletakan dibawah.

Warna :

1. Warna lonceng berwarna kuning emas, warna yang umum pada lonceng.

2. Warna pada latar belakang berwarna putih untuk memfokuskan anak pada gambar bel.

3. Warna kuning terang pada bel menstimulasi ingatan, anak akan mudah mengingat bentuk bel.

(7)

4.

Alur : Paman dan bibi datang berkunjung dengan membawa tas anyam.

Konsep Aktivitas :

1. Mengenal anggota keluarga.

2. Mengenal ekspresi, ekspresi bahagia.

3. Mengenal ciri khas budaya Indonesia, yaitu batik dan kebaya.

4. Mengajarkan membaca pada kalimat “ternyata paman dan bibi datang”

Ilustrasi :

1. Tokoh paman yang di ilustrasikan memakai pakaian batik dan celana panjang. Topi jerami yang digunakan memperjelas selesai berkebun.

2. Tokoh bibi yang diilustrasikan menggunakan pakaian berwarna coklat seperti kebaya, rok batik dan rambut yang disanggul.

3. Ekspresi wajah pada tokoh paman dan bibi sedang tersenyum bahagia memperlihatkan gigi dan matanya yang menutup.

Tipografi : menggunakan jenis font sans serif berwarna hijau.

Layout : ballance

1. Pada kiri buku tokoh paman diletakan dikanan buku.

2. Pada kanan buku tokoh bibi diletakan dikiri buku.

3. Pada saat buku dibuka akan membuat tokoh paman dan bibi terletak ditengah buku.

4. Tulisan “ternyata… paman dan bibi datang!” terletak diatas paman dan bibi.

Warna : Warna pada latar belakang berwarna kuning. Pengaruh warna ini merupakan gambaran kebahagiaan.

5.

Alur : tas anyam yang dibawa paman dan bibi berisi sayur sayuran.

Konsep Aktivitas :

1. Melatih gerakan motorik halus dengan menarik resleting.

2. Mengenal jenis sayur.

3. Mengenalkan benda, yaitu tas anyaman.

4. Mengenal bentuk, bentuk kotak pada tas anyam.

Ilustrasi :

1. Disebelah kiri tas anyam berwarna orange dan tosca.

2. Disebelah kanan tas anyam berwarna merah muda dan biru muda.

3. Terdapat ilustrasi sayuran wortel, jagung, bawang putih dan bombay dalam tas anyam.

Tipografi : menggunakan jenis font sans serif berwarna hijau.

(8)

Layout : balance

1. Disebelah kiri terdapat tas anyaman berwarna orange dan tosca

2. Disebelah kanan terdapat tas anyaman berwarna merah muda dan biru muda.

3. Tulisan “mereka membawa sesuatu” terletak di tengah dan di atas tas anyaman.

Warna : Warna pada latar belakang berwarna kuning dapat merangsang aktivitas otot.

6.

Alur : anak mengerut dan berkata “apa itu? Tidak menarik.”

Konsep aktivitas :

1. Mengenalkan ekspresi, ekspresi tidak suka.

2. Mengajarkan membaca pada kalimat “apa itu tidak menarik”

Ilustrasi : Sebelah kiri tokoh anak berekspesi mengerut yang mengambarkan bahwa anak tersebut tidak menyukai.

Tipografi : menggunakan jenis font sans serif berwarna hijau. Tulisan “apa itu? Tidak menarik.” Ritme menimbulkan kesan gerakan sehingga mata pembaca dapat dibawa dan diarahkan.

Layout : Asimetris ballance

1. Disebelah kiri terdapat tokoh anak.

2. Disebelah kanan terdapat tulisan “apa itu? Tidak menarik.”

3. Kiri dan kanan terlihat ballance dengan bentuk yang berbeda.

Warna : Warna pada latar belakang berwarna coklat. Pada ilustrasi anak yang berekspresi tidak suka yang memberi pengaruh negatif namun warna coklat pada latar belakang memberikan relaksasi, kehangatan, kenyamanan sehingga dapat menetralkan suasana.

7.

Alur : sayur di potong- potong Konsep Aktivitas :

1. Mengenal jenis sayur.

2. Mengenal bentuk, bentuk kotak, persegi Panjang, bulat, segitiga.

3. Mengajarkan membaca pada kalimat.

4. Melatih gerakan motorik halus dengan memindahkan benda.

Ilustrasi :

1. Terdapat ilustrasi sayur jagung, wortel, bawang bombay dan bawang putih.

2. Terdapat ilustrasi piring

Tipografi : menggunakan jenis font sans serif berwarna hijau.

(9)

Layout : kiri dan kanan terdapat keseimbangan.

Warna : Warna pada latar belakang berwarna coklat ialah warna tanah yang ideal untuk anak-anak hiperaktif dan penuh dengan energi. Sehingga tepat di gabungkan dengan konsep aktivitas.

8.

Alur : anak membantu ibu memasak.

Konsep aktivitas :

1. mengajarkan untuk saling membantu.

2. Mengasah kemampuan sosial-emosi, dengan menampilkan kedekatan hubungan antara ibu dan anak.

3. Mengajarkan membaca pada kalimat “terima kasih asisten sulap mama”

Ilustrasi :

1. Ibu yang sedang memasak di samping kiri berekpresi bahagia melihat anak, terlihat dari mulut ibu yang terbuka dan melengkung ke atas

2. Ekpresi anak bahagia dan antusias membantu ibu memasak terlihat dari mulut terbuka yang terbuka dan melengkung ke atas dengan tangan memberikan piring yang terdapat potongan sayuran kepada ibu.

Tipografi : menggunakan jenis font sans serif berwarna hijau.

Layout :

1. Tulisan “terima kasih, asisten sulap mama” di letakan di atas.

2. Ilustrasi ibu dan anak diletakan dibawah.

Warna : Warna pada latar belakang hijau yang berhubungan dengan alam dan mensimbolisasikan kesehatan dan perilaku baik, ilustrasi ibu dan anak sedang memasak sayur yang baik untuk kesehatan, anak berperilaku baik membantu ibunya memasak.

9.

Alur : makanan sudah jadi.

Konsep Aktivitas :

1. Mengajarkan membaca pada kalimat.

2. Melatih gerakan motorik halus, dengan membuka klip.

3. Mengenal binatang Ilustrasi :

1. Terdapat ilustrasi mangkuk berwarna biru dan bergambar dinosaurus .

2. Saat penutup mangkuk dibuka terlihat ilustrasi sup krim berwarna

(10)

cream dan terdapat potongan sayur berwarna kuning, orange dan hijau.

Tipografi : menggunakan jenis font sans serif berwarna hijau. Tulisan

“simsalabim…jadi apa ya kira kira?.” Ritme menimbulkan kesan gerakan sehingga mata pembaca dapat dibawa dan diarahkan.

Layout :

1. Ilustrasi mangkuk biru bergambar dinosaurus diletakan ditengah 2. Tulisan “simsalabim…jadi apa ya kira kira?.” di letakan di atas.

Warna :

1. Warna pada latar belakang berwarna hijau yang berhubungan dengan alam dan mensimbolisasikan kesehatan dan memiliki efek menenangkan.

2. Warna latar belakang berwarna hijau dapat meningkatkan

kemampuan membaca, karenanya pengaruh warna ini sangat baik untuk situasi belajar anak.

3. Warna mangkuk biru menandakan keyakinan bahwa isi mangkuk tersebut lezat dan warna biru dapat membantu menenangkan saraf anak.

10.

Alur : ibu, ayah, paman, bibi dan anak makan bersama dimeja makan.

Konsep aktivitas:

1. Mengenal anggota keluarga 2. Mengajarkan kebersamaan

3. Mengajarkan membaca pada kalimat.

Ilustrasi : ekspresi wajah pada ibu, ayah, paman, bibi dan anak tersenyum dengan gigi terlihat. Menggambarkan keharmonisan pada gambar

tersebut.

Tipografi : menggunakan jenis font sans serif berwarna hijau. Tulisan

“wah, sup krim kesukaan ku!” Ritme menimbulkan kesan gerakan sehingga mata pembaca dapat dibawa dan diarahkan.

Layout :

1. Tulisan “wah, sup krim kesukaan ku!” di letakan di atas.

2. Ilustrasi ibu, ayah, paman, bibi dan anak yang sedang dimeja makan diletakan dibawah.

Warna : Warna pada latar belakang berwarna hijau yang memiliki efek menenangkan, kenyamanan, kehangatan.

(11)

11.

Konten : penjelasan tentang rabbit hole pembuat buku untuk anak dengan mengenalkan dunia membaca yang menyenangkan.

Ilustrasi :

1. terdapat tulisan “rabbit hole”.

2. Ada ilustrasi kelinci di kanan sedang memegang topi sulap di kanan dan menarik keranjang wortel.

3. Terdapat ilustrasi logo sosial media.

Tipografi :

1. menggunakan jenis font hand drawn pada tulisan “rabbit hole”

berwarna hijau.

2. Tulisan penjelasan tentang rabbit hole menggunakan jenis font sans serif berwarna hijau muda.

3. Tulisan pada social media “rabbithole.id” dan rabbitholeid.com menggunakan jenis font sans serif berwarna hijau muda.

Layout :

1. Kesatuan (Unity)Tulisan “rabbit hole” di letakan di kiri atas.

2. Ilustrasi kelinci sedang memegang topi sulap dan menarik keranjang wortel diletakan pada kanan atas.

3. Penjelasan tentang rabbit hole berada ditengah.

4. Social media rabbit hole ada dibawah.

5. Layout kesatuan yang berbeda beda peletakannya tapi hasilnya dapat dilihat kesatuan.

Warna : Warna pada latar belakang berwarna putih.

12.

Konten : cover belakang pada buku ilustrasi “ Sim Salabim”

Ilustrasi :

1. Terdapat ilustrasi mangkuk biru yang ditengahnya terdapat tulisan

“sim salabim”.

2. Terdapat bubble dikiri atas bertuliskan “2-5 tahun” berwarna kuning.

Tipografi :

1. penggunaan font pada tulisan “Sim Salabim” menggunakan font decorative berwarna kuning dan memiliki bayangan.

2. Font sans serif pada tulisan 2-5 tahun.

3. Font sans serif pada tulisan penerbit.

4. Font sans serif pada tulisan website rabbitholeid.com Layout :

(12)

1. Ilustrasi mangkuk biru yang bertuliskan “sim salabim” diletakan ditengah.

2. Bubble kuning dengan tulisan “2-5 tahun” yang diletakan dikanan atas.

3. Tulisan penerbit di kiri bawah.

4. Tulisan website “rabbitholeid.com” ditengah bawah.

5. Barcode terletak dikanan bawah.

Warna : Latar belakang berwarna hijau muda yang memberikan kesan kedamaian dan keseimbangan.

Kajian Visual pada Alur Cerita 1. Cover Buku

Pada cover depan berjudul “Sim Salabim” adanya ilustrasi yang menampilkan konten cerita secara garis besar melalui tampilan karakter anak laki laki yang sedang mengangkat kain penutup makanan, setelah perekat pada softbook dibuka terlihat anak laki-laki tersebut sedang membawa mangkuk biru. Sedangkan pada cover belakang menampilkan ilustrasi mangkuk biru bertuliskan “Sim Salabim”.

2.Pengenalan Karakter

Buku ilustrasi “Sim Salabim” ini mengenalkan anak konsep bahwa tidak ada sesuatu yg instan dan buku ini juga dapat membantu mengasah kemapuan motoriknya dengan aktivitas yang dapat dilakukan di dalam buku ini. Maka dibutuhkanya penggambaran karakter untuk membangun dan pengantar cerita, yang akan dijabarkan sebagai berikut :

a. Anak

(13)

Dari penggambaran karakter Anak, dibuat karakter anak laki laki yang berusia dibawah lima tahun. Untuk membedakan karakter Anak dengan karakter lainnya didalam softbook terlihat dari penggambaran model rambut.

b. Paman

Karakter paman dari penggambaran bentuk mata, dan kumis pada karakter memperjelas karakter orang dewasa yang membedakan dengan karakter anak pada softbook tersebut. Aksesoris topi caping di kepala, pakaian yang digunakan, dan tas anyam yg digenggam memperjelas karakter ciri khas orang desa pada softbook tersebut.

c. Bibi

Karakter bibi dari penggambaran bentuk mata, model rambut pada karakter memperjelas karakter orang dewasa yang membedakan dengan karakter anak pada softbook tersebut. Pakaian yang digunakan kebaya dengan kain batik pada bawahan mengambarkan ciri khas orang desa, diperjelas lagi dengan ilustrasi tas anyaman yang digenggam pada softbook tersebut.

d. Ibu

(14)

Karakter Ibu dari penggambaran pakaian yang digunakan Ibu dan model rambut Ibu menggambarkan seorang Ibu yang modern.

e. Ayah

Karakter ayah dari penggambaran model rambut dan pakaian mengambarkan seorang ayah yang modern. Karakter ayah sebagai pemeran pendukung dalam soft book “ Sim Salabim”.

3. Keterkaitan Alur

Cerita dengan Visualisasi Peneliti meneliti visual ilustrasi pada 8 halaman untuk melihat keterkaitan visual dengan alur cerita dan konsep aktivitas, ataupun diantara dijabarkan sebagai berikut:

No Penjelasan

1. Halaman satu

kategori Cerita dan Aktivitas

alur “Bel berbunyi, ada siapa ya?” Kalimat tersebut menandakan ada seorang tamu yang berkunjung

visualisasi Digambarkan sebuah lonceng bel berwarna kuning emas.

Mengasah kemampuan

Mengasah motorik halus pada anak saat lonceng di sentuh menggunaka jari tangan. Mengasah pendengaran anak, dan memperkenalkan bunyi lonceng pada anak.

2. Halaman dua

(15)

kategori Cerita

alur “Ternyata…Paman dan Bibi datang!” paman dan bibi datang berkunjung kerumah.

visualisasi Diilustrasikan gambar laki laki dan perempuan dewasa.

Ilustrasi laki laki tersebut menggunakan kemeja batik, menggunakan topi caping, menggunakan tas selempang disisi kanan dengan menenteng tas anyaman disebelah kiri.

Mengasah kemampuan

- 3. Halaman tiga

kategori Cerita dan Aktivitas

alur “mereka membawa sesuatu”

visualisasi Ada dua tas anyaman berwaran kuning biru dan pink biru

Mengasah kemampuan

Melatih gerakan motorik halus dengan menarik resleting dan Mengenal jenis sayuran.

4. Halaman empat

kategori Cerita

alur “apa itu?” kalimat tersebut menandakan asingnya anak terhadap sayur.

“tidak menarik” menandakan anak tidak tertarik.

visualisasi Ilustrasi disebelah kiri terdapat anak kecil yang berekspesi merengek, yang menandakan bahwa ia tidak suka.

Ilustrasi disebelah kanan terdapat kalimat dan gambar sayuran mengitari kalimat “apa itu? Tidak menarik?”

menandakan bahwa gambar sayur itu menjelaskan kalimat tersebut.

Mengasah kemampuan

Mengenali ekspresi 5. Halaman lima

kategori Cerita dan Aktivitas alur Sayur dipotong-potong

visualisasi Ilustrasi disebelah kiri terdapat jenis sayuran

Ilustrasi disebelah kanan terdapat piring makanan, pada

(16)

konsep aktivitas terdapat gambar potongan sayur. Jadi ilustrasi tersebut mengambarkan bahwa sayur telah dipotong.

Mengasah kemampuan

Mengasah motorik anak dengan mengeser 6. Halaman

enam

kategori Cerita

alur Ibu memasak dan anak membantunya diperjelas dengan kalimat “ terima kasih, asisten sulap mama”

visualisasi Ilustrasi ibu sedang memasukan sayur kedalam treflon, anak memberikan piring yang berisikan sayur. Anak dan ibu sedang memasak

Mengasah kemampuan

- 7. Halaman tujuh

kategori Cerita dan Aktivitas

alur Sim Salabim… Sudah selesai. Jadi apa ya kira-kira?

visualisasi Ilustrasi terdapat mangkuk bergambar dinosaurus berwarna biru, ilustrasi yang terdapat pada mangkuk makanan bergambar dinosaurus karna dinosuarus banyak disukain anak anak, dinosaurus mengajak anak untuk makan lahap karna dinosaurus memakan rumput, daun, batang pohon dll. Dinosaurus juga memotivasi anak anak jika suka makan sayur tubuhnya akan besar dan kuat seperti dinosaurus.

Ilustrasi dinosaurus pada mangkuk akan menambah pengetahuan anak tentang binatang, ia akan belajar bahwa dinousrus adalah hewan yg sudah punah dan mengajarkan bahwa ada masanya sebuah spesies tentu hidup dan punah. Dan mengajarkan anak untk menghargai masa kini dimana mereka hidup

Iluustrasi dinosaurus adalah sosok yang sempurna untuk anak, mereka besar dan kuat. Mereka akan mengidolakannya.

Pemilihan sup krim sebagai makanan untuk anak pada buku ini bahwa sup krim makanan yang cocok untuk balita.

(17)

Mengasah kemampuan

Mengasah motorik anak 8. Halaman

delapan

)

kategori Cerita

alur Karakter anak, ayah, ibu, paman dan bibi berkumpul di meja makan. Dan terdapat kalimat “wah, sup krim kesukaanku!”.

visualisasi Semua karakter berkumpul dimeja makan, karakter anak, ayah, ibu, paman dan bibi sambil memakan yang diperlihatkan ada mangkuk didepan masing masing karakter sambil memegang ujung sendok. Ayah memberikan jempol yang menandakan rasa salut ayah pada anaknya yang mau makan sayur.

Mengasah kemampuan

-

PENUTUP

Dari hasil penelitian 8 halaman soft book “Sim Salabim” dapat disimpulkan bahwa Ilustrasi mayoritas menggunakan visualisasi realis seperti objek sesungguhnya. Layout yang digunakan pada setiap halaman sederhana dengan sequence (urutan 1). Dimana lebih didominasi dengan ilustrasi dibandingkan teksnya. Tipografi yang digunakan dominasi sans serif untuk teks isi/teks keterangan dan judul menggunakan jenis font dekoratif serta teks nama penulis dan ilustrator menggunakan jenis font sans serif.

Warna-warna yang digambarkan menggunakan warna-warna lembut (soft). Pengaruh warna juga memainkan peran penting untuk merangsang perkembangan otak psikologis anak, Pengaruh warna bisa dijadikan alat komunikasi dengan psikologis anak karena memudahkannya menanggapi bahasa dan perasaan. Biasanya psikologis anak sudah bisa belajar pengaruh warna saat anak umur 6 bulan awal. Warna pastel pengaruh warna pengaruh warna tersebut dapat menimbulkan kesan lembut dan menenangkan. Sehingga dapat membantu merangsang perkembangan saraf motorik psikologis anak.

(18)

Terdapat dua konsep katagori didalam soft book “Sim Salabim” yaitu konsep cerita dan konsep soal aktivitas. Dua konsep tersebut terdiri dari 4 konsep cerita dan 4 konsep aktivitas. Ciri-ciri konsep aktivitas dalam buku Sim Salabim yaitu adanya media seperti kancing, lonceng, resleting, tali dan kaitan bertujuan untuk melatih motorik halus anak.

DAFTAR PUSTAKA

Bossert, J. (1998). Children’s Book Illustration. Roto Vision Publ.

Kesehatan, K. (2018). 17,7% Balita Indonesia Masih Mengalami Masalah Gizi.

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/01/25/177-balita-indonesia- masih-mengalami-masalah-gizi

Trisna, A. (2016). Peran Penting Nutrisi untuk Pertumbuhan Anak.

https://www.motherandbaby.co.id/article/2016/3/19/5878/Peran-Penting- Nutrisi-untuk-Pertumbuhan-Anak

Referensi

Dokumen terkait

Manfaat dari LKS ini yaitu dapatdisumbangan kepada sekolah berupa bahan ajar cetak yaitu Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi

Termasuk kedalam pengertian kas adalah chek yang diterima dari para langgana dan disimpan perusahaan di Bank yang dapat diambil kembali (dengan menggunakan chek

Secara ringkas pelaksanaan tindakan kelas ini dilaksanakan dikelas IV SDN 3 Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013 pada

a. bahwa Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 84 Tahun 1993 tentang Bentuk Peraturan Daerah dan Peraturan Daerah Perubahan tidak sesuai dengan Undang- undang No. 8B-15B dst)

Sementara pada pasal 55 ayat (1), dijelaskan Penyelesaian sengketa Perbankan Syariah dilakukan oleh pengadilan dalam lingkungan Peradilan Agama, sedangkan ayat (2),

pengembangan sektor bidang Cipta karya, usulan kebutuhan investasi yang disusun dengan berbasis demand ataupun target pencapaian sesuai dengan tujuan dan sasaran

Manfaat yang diperoleh dari pembuatan Tugas Akhir ini adalah data pada basis data NoSQL memiliki konten yang sama dengan data pada basis data SQL setelah

Untuk mengetahui pengaruh antara semua variabel bebas terhadap variabel terikat dilakukan uji F dimana nilai F hitung sebesar 11,732 atau lebih besar dari F tabel