• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Serambi PTK Volume VII, No.1, Maret 2020 ISSN :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Jurnal Serambi PTK Volume VII, No.1, Maret 2020 ISSN :"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

78

Penggabungan Metode Ceramah dengan Metode Kerja Kolompok terhadap Hasil Belajar Bidang Studi Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu

Siswa Kelas VIII.3 SMPN 1 Bangko Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir

Mimi Erma

SMPN 1 Bangko Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir Email : [email protected]

ABSTRAK

Pada proses belajar mengajar guru perlu membuat persiapan mengajar dalam rangka melaksanakan sebagian dari rencana bulanan dan rencana tahunan. Dalam perisiapan itu sudah terkandung tentang, tujuan mengajar, pokok yang akan diajarkan, metode mengajar, bahan pelajaran, alat peraga dan teknik evaluasi yang digunakan. Karena itu setiap guru harus memahami benar tentang tujuan mengajar, secara khusus memilih dan menentukan metode mengajar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, cara memilih, menentukan dan menggunakan alat peraga, cara membuat tes dan menggunakannya, dan pengetahuan tentang alat-alat evaluasi. Tujuan penelitian yang hendak diperoleh adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh gabungan metode ceramah dengan metode kerja kelompok terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. (b) Untuk mengungkap gabungan metode ceramah dengan metode kerja kelompok terhadap motivasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu:

rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VIII.3 SMPN 1 Bangko Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2019. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (83,87%), siklus II (90,72%), siklus III (100%). Simpulan dari penelitian ini adalah gabungan metode ceramah dengan kelompok kerja dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar Siswa VIII.3 SMPN 1 Bangko Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2019, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran ilmu pengetahuan sosial Kata Kunci : Creamah, Kerja Kelompok, Hasil Belajar

PENDAHULUAN

Dalam hal ini peneliti yang dilatarbelakangi bahwa penguasaan konsep pembelajaran IPS Terpadu Sub Pokok Bahasan Permasalahan Penduduk Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan di SMPN 1 Bangko Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2019 sangat rendah.Dalam hal ini peserta didik sangat kurang tertarik dengan materi yang disaji oleh guru.Dalam hal ini usaha yang dilakukan oleh tenaga pengajar

(2)

79 khusunya saya sebagai peneliti melakukan pengembangan teori pembelajaran dengan menggunakan Gabungan Metode Ceramah Dengan Metode Kerja Kolompok Terhadap Hasil Belajar Bidang Studi Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu Sub Pokok Bahasan Keunggulan Lokasi Dan Kehidupan Masyarakat Indonesia Pada Siswa Kelas VIII.3 SMPN 1 Bangko Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2019 sehingga membuat suasana peserta didik lebih menarik dan inovatif dalam proses belajar mengajar.

Berdasarkan masalaah di atas, maka tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah:

1. Ingin mengetahui pengaruh gabungan metode ceramah dengan metode kerja kelompok terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa Kelas VIII.3 SMPN 1 Bangko Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2019.

2. Ingin mengetahui efektifitas gabungan metode ceramah dengan metode kerja kelompok dalam meningkatkan motivasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa Kelas VIII.3 SMPN 1 Bangko Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2019.

Metode Ceramah

Metode ceramah terkadang disebut sebagai metode kuliah, dapat juga disebut metode deskripsi. Sesuai dengan namanya, berceramah dipergunakan sebagai metode mengajar.

Sedangkan menurut Hasibuan dan Mudjiono (1981), metode ceramah adalah cara penyampain bahan pelajaran dengan komunikasi lisan.

Kerja Kelompok

Teknik ini sebagai salah satu strategi belajar mengajar. Ialah suatu cara mengajar, dimana siswa di dalam kelas dipandang sebagai suatu kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 5 (lima) atau 7 (tujuh) siswa, mereka bekerja bersama dalam memecahkan masalah, atau melaksanakan tugas tertentu, dan berusaha mencapai tujuan pengajaran yang ditentukan pula oleh guru.

METODE PENELITIAN Setting Penelitian

Tempat penelitian di SMPN 1 Bangko Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir , dimulai bulan Januari-Juni 2019.

Subjek Penelitian

Subjek penelitian peserta didik kelas VIII.3 SMPN 1 Bangko Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir berjumlah 38 orang peserta didik tahun 2019.

Sumber Data

Hasil tes dan hasil pengamatan siklus I , siklus II dan siklus III.

(3)

80

Indikator kinerja

Pembelajaran dianggap efektif jika telah memenuhi ketuntasan klasikal 83,87%.

Diharapkan hasil meningkat pada tes siklus ke II menjadi 90,32% secara klasikal dan siklus ke III 100% .

Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari:

1. Silabus

Yaitu seperangkat rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran pengelolahan kelas, serta penilaian hasil belajar.

2. Rencana Pelajaran (RP)

Yaitu merupakan perangkat pembelajaran yang digunakan sebagai pedoman guru dalam mengajar dan disusun untuk tiap putaran. Masing-masing RP berisi kompetensi dasar, indikator pencapaian hasil belajar, tujuan pembelajaran khusus, dan kegiatan belajar mengajar.

3. Lembar Kegiatan Siswa

Lembar kegiatan ini yang dipergunakan siswa untuk membantu proses pengumpulan data hasil kegiatan pemberian tugas.

4. Tes formatif

Tes ini disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, digunakan untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep IPS pada pokok bahasan dampak globalisasi. Tes formatif ini diberikan setiap akhir putaran. Bentuk soal yang diberikan adalah pilihan guru (objektif). Sebelumnya soal-soal ini berjumlah 46 soal yang telah diujicoba, kemudian penulis mengadakan analisis butir soal tes yang telah diuji validitas dan reliabilitas pada tiap soal. Analisis ini digunakan untuk memilih soal yang baik dan memenuhi syarat digunakan untuk mengambil data.

Metode Pengumpulan Data

Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi pengolahan belajar aktif, dan tes formatif.

Teknik Analisis Data

Untuk mengetahui keefektivan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran perlu diadakan analisa data. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui prestasi belajar yang dicapai siswa juga untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran.

(4)

81 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Siklus I

Tahap Perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 1, LKS 1, soal tes formatif 1 dan alat-alat pengajaran yang mendukung.

Selain itu juga dipersiapkan lembar observasi pengolaan gabungan metode ceramah dengan metode kerja kelompok.

Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan pada tanggal 07 Januari 2019 di Kelas VIII.3 SMPN1 Bangko Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2019 dengan jumlah siswa 31 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru.

Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran yang telah dipersiapkan.

Tabel 1. Nilai Tes Formatif Pada Siklus I No.

Urut Skor Keterangan

No. Urut Skor Keterangan

T TT T TT

1 74 √ 22 68 √

2 70 √ 23 70 √

3 70 √ 24 70 √

4 70 √ 25 70 √

5 70 √ 26 70 √

6 70 √ 27 70 √

7 68 √ 28 70 √

8 70 √ 29 70 √

9 80 √ 30 70 √

10 70 √ 31 72 √

11 60 √

12 60 √

13 60 √

14 80 √

15 80 √

16 70 √

17 70 √

18 84 √

19 74 √

20 76 √

21 70 √

(5)

82

Jumlah 1496 17 4 Jumlah 700 9 1

Jumlah Skor Tercapai 2196 Jumlah Skor Maksimal Ideal 3100 Rata-Rata Skor Tercapai 70,83

Keterangan: T : Tuntas

TT : Tidak Tuntas

Jumlah siswa yang tuntas : 26 Jumlah siswa yang belum tuntas : 5

Klasikal : Belum tuntas

Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Tes Formatif Siswa pada Siklus I

No Uraian Hasil Siklus I

1 2 3

Nilai rata-rata tes formatif Jumlah siswa yang tuntas belajar Persentase ketuntasan belajar

70,83 26 83,87

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan gabungan metode ceramah dengan kerja kelompok diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 70,83 dan ketuntasan belajar mencapai 83,87% atau ada 26 siswa dari 31 siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 hanya sebesar 64,29% lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%.

Siklus II

Tahap perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 2, soal tes formatif 2 dan alat-alat pengajaran yang mendukung.

Tahap kegiatan dan pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada tanggal 04 Maret 2019 di Kelas VIII.3 SMPN1 Bangko Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2019 dengan jumlah siswa 31 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus I, sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus I tidak terulang lagi pada siklus II. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.

(6)

83 Table 3. Nilai Tes Formatif Pada Siklus II

No.

Urut Skor Keterangan No.

Urut Skor Keterangan

T TT T TT

1 74 √ 22 70 √

2 70 √ 23 70 √

3 70 √ 24 70 √

4 70 √ 25 70 √

5 70 √ 26 70 √

6 70 √ 27 70 √

7 70 √ 28 70 √

8 70 √ 29 70 √

9 80 √ 30 70 √

10 70 √ 31 72 √

11 60 √

12 60 √

13 60 √

14 80 √

15 80 √

16 70 √

17 70 √

18 84 √

19 74 √

20 76 √

21 70 √

Juml

ah 1498 18 3 Jumlah 702 10

Jumlah Skor Tercapai 2200 Jumlah Skor Maksimal Ideal 3100 Rata-Rata Skor Tercapai 70,96

Keterangan: T : Tuntas

TT : Tidak Tuntas

Jumlah siswa yang tuntas : 28 Jumlah siswa yang belum tuntas : 3

Klasikal : Belum tuntas

(7)

84

Tabel 4. Rekapitulasi Hasil Tes Formatif Siswa pada Siklus II

No Uraian Hasil Siklus II

1 2 3

Nilai rata-rata tes formatif Jumlah siswa yang tuntas belajar Persentase ketuntasan belajar

70,96 28 90,32

Dari tabel di atas diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 70,96 dan ketuntasan belajar mencapai 90,32% atau ada 28 siswa dari 33 siswa sudah tuntas belajar.

Hasil ini menunjukkan bahwa pada siklus II ini ketuntasan belajar secara klasikal telah mengalami peningkatan sedikit lebih baik dari siklus I.

Siklus III

Tahap Perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 3, soal tes formatif 3 dan alat-alat pengajaran yang mendukung.

Tahap kegiatan dan pengamatan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus III dilaksanakan pada tanggal 03 Juni 2019 di Kelas VIII.3 SMPN1 Bangko Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2019 dengan jumlah siswa 31 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru.

Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus II, sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus II tidak terulang lagi pada siklus III. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.

Table 5. Nilai Tes Formatif Pada Siklus III

No. Urut Skor Keterangan No.

Urut Skor Keterangan

T TT T TT

1 74 √ 22 70 √

2 70 √ 23 70 √

3 70 √ 24 70 √

4 70 √ 25 70 √

5 70 √ 26 70 √

6 70 √ 27 70 √

7 70 √ 28 70 √

8 70 √ 29 70 √

9 80 √ 30 70 √

10 70 √ 31 72 √

11 70 √

12 70 √

13 70 √

14 80 √

(8)

85

Keterangan: T : Tuntas

TT : Tidak Tuntas

Jumlah siswa yang tuntas : 31 Jumlah siswa yang belum tuntas : 0

Tabel 6. Rekapitulasi Hasil Tes Formatif Siswa pada Siklus III

No Uraian Hasil Siklus III

1 2 3

Nilai rata-rata tes formatif Jumlah siswa yang tuntas belajar Persentase ketuntasan belajar

71,93 31 100

Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai rata-rata tes formatif sebesar 71,93 dan dari 42 siswa yang telah tuntas sebanyak 31 siswa dan 31 mencapai ketuntasan belajar. Maka secara klasikal ketuntasan belajar yang telah tercapai sebesar 100% (termasuk kategori tuntas).

Pembahasan

Ketuntasan Hasil belajar Siswa

Melalui hasil peneilitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan gabungan metode ceramah dengan kerja kelompok pada materi pelajaran memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari siklus I, II, dan III) yaitu masing-masing 83,87%, 90,32%, dan 100%. Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai.

Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dengan gabungan metode ceramah dengan kerja kelompok pada materi pelajaran dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap prestasi belajar

15 80 √

16 70 √

17 70 √

18 84 √

19 74 √

20 76 √

21 70 √

Jumlah 1528 21 Jumlah 702 10

Jumlah Skor Tercapai 2230 Jumlah Skor Maksimal Ideal 3100 Rata-Rata Skor Tercapai 71,93

(9)

86

siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.

PENUTUP Kesimpulan

Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama tiga siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Pembelajaran dengan pembelajaran dengan gabungan metode ceramah dengan kerja kelompok pada materi pelajaran memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I 83,87%, siklus II 90,32%, dan Siklus III 100%..

2. Penerapan pembelajaran dengan gabungan metode ceramah dengan kerja kelompok pada materi pelajaran mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukan dengan rata-rata jawaban siswa yang menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan pembelajaran dengan gabungan metode ceramah dengan kerja kelompok pada materi pelajaran sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Muhammad. 1996. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindon.

Arikunto, Suharsimi. 1993. Manajemen Mengajar Secara Manusiawi. Jakarta: Rineksa Cipta.

Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi. 1999. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:

Rineksa Cipta.

Gambar

Tabel 1. Nilai Tes Formatif Pada Siklus I  No.
Table 5.  Nilai Tes Formatif Pada Siklus III
Tabel 6. Rekapitulasi Hasil Tes Formatif Siswa pada Siklus III

Referensi

Dokumen terkait

Pada sistem pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank BRI Syariah Kantor Cabang Bandar Lampung dapat diketahui bahwa penerapan manajemen risiko tersebut sudah

Bank dapat terlindung dari risiko tersebut bila dapat dicapai kombinasi dan komposisi yang paling tepat sesuai fluktuasi yang terjadi pada tingkat margin/bagi hasil antara asets

[r]

Konsep pemasaran menyatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan adalah perusahaan tersebut harus menjadi lebih efektif dibandingkan para

Angket digunakan pada proses validasi ahli (ahli materi, media dan model pembelajaran Virtual Laboratory), dan juga untuk melihat respon siswa terhadap model pembelajaran dan

Skripsi ini diajukan kepada panitia ujian Fakultas Ilmu Budaya USU Medan, untuk melengkapi salah satu syarat ujian Sarjana Sastra Fakultas Ilmu Budaya dalam bidang Ilmu

mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa untuk kegiatan tahun anggaran 2014, seperti tersebut di bawah ini:. JENIS

objek merupakan sesuatu yang lain dari tanda itu sendiri atau objek dan tanda