iv Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK
PENGARUH JUS BEET (Beta vulgaris) TERHADAP TEKANAN DARAH NORMAL WANITA DEWASA
Raymond Ekman.2010. Pembimbing I : Jo Suherman,dr.,MS.,AIF
Pembimbing II: Endang Evacuasiany,dra.,Apt.MS.,AFK
Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang banyak terjadi di masyarakat dan menjadi salah satu penyebab utama cacat tubuh atau kematian. Pengobatan alternatif menjadi pilihan sebagian penderita untuk mengatasi hipertensi. Tanaman obat yang dapat digunakan sebagai obat alternatif, salah satunya adalah
beet. Secara empiris beet dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk menilai efek jus beet terhadap tekanan darah.
Penelitian ini merupakan metode prospektif eksperimental sungguhan, bersifat komparatif, memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan desain penelitian prates dan postes. Data yang diukur adalah tekanan darah sistolik dan diastolik, dalam satuan mmHg, pada 30 orang wanita dewasa sebelum dan setelah meminum jus beet. Pengukuran menggunakan metode gabungan auskultasi dan palpasi dengan posisi naracoba duduk, dan kaki menyentuh lantai. Analisis data
menggunakan uji “t” berpasangan dengan α = 0,05.
Hasil rata-rata tekanan darah sistolik setelah minum jus beet sebesar 92,6 mmHg lebih rendah dari sebelum minum jus beet sebesar 108,9 mmHg (p<0,001), sedangkan hasil rata-rata tekanan darah diastolik setelah minum jus
beet sebesar 61,1 mmHg lebih rendah dari sebelum minum jus beet sebesar72,1 mmHg (p<0,001).
Kesimpulan dari penelitian, jus beet dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.
v ABSTRACT
THE EFFECT OF BEET JUICE (Beta vulgaris) ON FEMALE WITH NORMAL BLOOD PRESSURE
Raymond Ekman.2010. 1st Tutor : Jo Suherman,dr.,MS.,AIF
2nd Tutor : Endang Evacuasiany,dra.,Apt.MS.,AFK
High blood pressure is one of the most common diseases and is the main reason for disability or death. Many patients choose alternative therapy for high blood pressure treatment. One of these kind is beet. Empirically, beet decreases blood pressure.
The objectives of this research is to get to know the effect of beet on decreasing blood pressure.
The methods of this research using prospective experimental method with systems pratest dan postest. This data are research by measuring the systolic and diastolic blood pressure, in mmHg, on 30 subjects female before and after drinking the beet juice. The measurement uses palpation-auscultation method with subjects in sit position, and foot palm touch the floor. Data were analyzed by using paired t test with α = 0,05.
The post average systolic blood pressure after subjects drink beet juice is 92,6 mmHg which is lower than it is before drinking beet juice which is 108,9 mmHg (p<0,001), and the post average diastolic blood pressure after subjects drink beet juice is 61,1 mmHg which is lower than it is before drinking beet juice which is 72,1 mmHg (p<0,001).
The conclusions from this research is beet juice has been proved to decrease the level of both systolic and diastolic blood pressure.
viii
DAFTAR ISI
Halaman
JUDUL ... i
LEMBAR PERSETUJUAN ... ii
SURAT PERNYATAAN ... iii
ix
BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN 3.1. Subjek Penelitian ... 48
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian ... 53
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan ... 57
5.2. Saran ... 57
DAFTAR PUSTAKA ... 58
LAMPIRAN ... 61
x
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 Klasifikasi Hipertensi Usia Diatas 18 Tahun Menurut JNC VII ... 29
Tabel 2.2 Tekanan Darah Normal Menurut WHO ... 29
Tabel 4.1 Tekanan Darah Sistolik Sebelum dan Setelah Minum Jus Beet ... 53
xi
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Bagan Pengaruh Renin-Angiotensin terhadap Tekanan Darah ... 19
Gambar 2.2 Refleks Baroreseptor ... 20
Gambar 2.3 Metode Auskultasi ... 24
Gambar 2.4 Metode Oscilometri ... 25
Gambar 2.5 Faktor yang Berpengaruh Terhadap Tingginya Tekanan Darah ... 33
Gambar 2.6 Tumbuhan Beet ... 42
Gambar 2.7 Mekanisme Nitrat Sebagai Vasodilator ... 46
xii
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran I Data Hasil Percobaan ... 61
Lampiran II Surat Persetujuan ... 65
Lampiran III Analisis Statistik Tekanan Darah Sebelum Dan
61
LAMPIRAN I
DATA HASIL PERCOBAAN
Tabel L1.1 Tekanan Darah Sistolik Subjek Penelitian Sebelum Minum Jus
Beet
Subjek Penelitian Sebelum Minum Jus Beet (mmHg)
62
Tabel L1.2 Tekanan Darah Sistolik Subjek Penelitian Setelah Minum Jus Beet
Subjek Penelitian Setelah Minum Jus Beet (mmHg)
63
Tabel L1.3 Tekanan Darah Diastolik Subjek Penelitian Sebelum Minum Jus Beet
Subjek Penelitian Sebelum Minum Jus Beet (mmHg)
64
Tabel L1.4 Tekanan Darah Diastolik Subjek Penelitian Setelah Minum Jus
Beet
Subjek Penelitian Setelah Minum Jus Beet (mmHg)
65
LAMPIRAN II
SURAT PERSETUJUAN
Yang bertandatangan di bawah ini,
Nama lengkap :
Tanggal lahir :
NRP :
Alamat :
Menyatakan bersedia dan tidak berkeberatan menjadi naracoba dalam penelitian
yang dilakukan oleh Raymond Ekman Simamora, NRP : 0310116 yang bertempat
di Universitas Kristen Maranatha.
Surat persetujuan ini saya buat dengan kesadaran saya sendiri tanpa tekanan
ataupun paksaan darimanapun.
Bandung ……… 2009
66
LAMPIRAN III
ANALISIS STATISTIK TEKANAN DARAH
SEBELUM DAN SESUDAH MINUM JUS BEET
T-Test
Notes
Output Created 29-SEP-2009 13:34:00
Comments
Input Data G:\Data mentah raymond.sav
Filter <none>
Definition of Missing User defined missing values are treated as missing.
Cases Used
Statistics for each analysis are based on the cases with no missing or out-of-range data for any variable in the analysis.
Syntax T-TEST
PAIRS = RataSist WITH MinSis (PAIRED)
/CRITERIA = CI(.95) /MISSING = ANALYSIS.
Resources Elapsed Time 0:00:00.03
Paired Samples Statistics
Paired Differences t df Sig. (2-tailed)
67
T-Test
Notes
Output Created 29-SEP-2009 13:35:06
Comments
Input Data G:\Data mentah raymond.sav
Filter <none>
User defined missing values are treated as missing.
Cases Used
Statistics for each analysis are based on the cases with no missing or out-of-range data for any variable in the analysis.
Resources Elapsed Time 0:00:00.05
Paired Samples Statistics
Paired Differences t df Sig. (2-tailed)
68
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Raymond Ekman Simamora
NRP : 0310116
Tempat, tanggal lahir : Bandung, 7 Maret 1985
Alamat : JL.Sukamulya Indah 3-9, Bandung, 40214
Riwayat Pendidikan :
1991, lulus TK K Paulus, Bandung
1997, lulus SD K Paulus, Bandung
2000, lulus SMP K Paulus, Bandung
2003, lulus SMA K Trimulia, Bandung
2003, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum Universitas Kristen
1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Penyakit hipertensi disebut juga heterogeneous group of diseases karena dapat
menyerang semua orang tanpa terkecuali termasuk pula masyarakat Indonesia
(Astawan, 2003). Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang banyak dialami
manusia masa kini. Penyakit ini antara lain diakibatkan oleh kemunduran
fungsi-fungsi anatomi manusia sehubungan dengan peningkatan usia (Amrizal, 2007).
Ada sekitar 1 milyar orang atau 1 dari 4 orang dewasa di dunia menderita
tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi merupakan penyakit kronis serius yang
bisa merusak organ tubuh dan merupakan penyebab 1 dari setiap 7 kematian (7
juta per tahun) setiap tahunnya, disamping menyebabkan kerusakan jantung, mata,
otak, dan ginjal. Berdasarkan data WHO dari 50% penderita hipertensi yang
diketahui hanya 25 % yang mendapat pengobatan, dan hanya 12,5% yang diobati
dengan baik (adequately treated cases) (WHO, 2001). Hal ini disebabkan
perubahan pola makan masyarakat yang menjurus ke sajian siap santap yang
mengandung lemak, protein, dan garam tinggi tapi rendah serat pangan (dietary
fiber), membawa konsekuensi terhadap berkembangnya penyakit degeneratif
seperti jantung, diabetes mellitus, berbagai jenis kanker, osteoporosis, dan
hipertensi (Denio A. Ridjab,2007).
Pengobatan alternatif sudah menjadi salah satu pilihan sebagian kecil penderita
karena obat-obat hipertensi yang banyak beredar harganya cukup mahal. Salah
satu pengobatan yang mulai diakui di kalangan medis adalah terapi herbal, yaitu
dengan menggunakan obat-obat yang berasal dari buah atau sayuran. Terapi
herbal dapat diolah dalam bentuk jus agar efek yang diharapkannya cepat dicapai
(Amrizal, 2007).
Banyak buah dan sayuran yang dapat dikembangkan menjadi obat-obat herbal
2
Universitas Kristen Maranatha Beet sudah dikenal sejak lama dalam masyarakat dan biasanya dikonsumsi
sebagai makanan karena banyak mengandung serat, vitamin (vitamin A, vitamin
B kompleks, vitamin C), mineral (nitrat, fosfor, kalium, besi, kalsium,
magnesium, zinc), pigmen betain (salah satu bagian dari pigment betalain), dan
asam folat (Nottingham, 2004; Wirakusumah, 2006; Made Astawan, 2008). Beet
yang berserat tinggi dapat menurunkan faktor risiko hiperlipidemia, hipertensi,
dan penyakit jantung koroner (The George Mateljan Foundation, 2008).
Kandungan kalium yang terdapat dalam jus beet dapat menurunkan tekanan
darah melalui penghambatan Sistem Renin-Angiotensin, selain itu kalium juga
bekerja sebagai diuretik (Ibnu Masud, 1989; Oates & Brown, 2001; A.P Bangun,
2002). Sedangkan kandungan Nitrat nya diubah oleh bakteri dalam saliva menjadi
nitrit, dan dilingkungan lambung yang asam akan merubah nitrit tersebut menjadi
nitric oxide sehingga terjadi relaksasi otot polos pembuluh darah dan tekanan
darah menurun (Durham, N.C., 1996; Colin Blakemore & Shelia Jennet, 2001;
Stephen Daniells, 2008; The George Mateljan Foundation, 2008).
Berdasarkan alasan-alasan dan latar belakang di atas, penulis melakukan
penelitian terhadap wanita dewasa dengan tekanan darah normal, apakah terdapat
perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah mengkonsumsi jus beet.
1.2 Identifikasi Masalah
Maksud penelitian ini adalah untuk memperoleh obat alternatif guna mengatasi
3
1.3.2 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efek jus beet terhadap tekanan darah normal wanita dewasa.
1.4 Manfaat karya tulis
1.4.1 Manfaat Akademis
Manfaat akademis penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan tentang peran beet dalam menurunkan tekanan darah.
1.4.2 Manfaat Praktis
Manfaat praktis penelitian ini adalah meningkatkan peran beet yang dapat diaplikasikan untuk menurunkan tekanan darah dan memperkenalkan kepada
masyarakat luas, bahwa beet juga merupakan salah satu jenis sayuran yang dapat
menurunkan tekanan darah.
1.5 Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Penelitian
1.5.1 Kerangka Pemikiran
Curah jantung dan tahanan perifer merupakan dua faktor utama yang
menentukan tekanan darah. Curah jantung (Cardiac Output) merupakan hasil kali
antara denyut jantung dengan isi sekuncup, sedangkan tekanan darah merupakan
hasil kali antara curah jantung dengan tahanan perifer total (total peripheral
resistant) (Guyton & Hall, 1997).
Beet antara lain mengandung kandungan seperti vitamin (vitamin A, vitamin B
kompleks, vitamin C), mineral (nitrat, fosfor, kalium, besi, kalsium, magnesium,
4
Universitas Kristen Maranatha
betalain), dan asam folat (Nottingham, 2004; Wirakusumah, 2006; Made
Astawan, 2008).
Kandungan kalium yang terdapat dalam jus beet dapat menurunkan tekanan
darah dengan beberapa cara, yaitu: meningkatkan ekskresi Natrium, menyebabkan
dilatasi arteriol, dan mengurangi respon terhadap vasokonstriktor endogen. Dalam
hal ini kalium bersifat sebagai diuretik dengan cara menurunkan reabsorbsi garam
dan air oleh tubulus melalui mekanisme pemblokan transpor aktif natrium melalui
dinding tubulus sehingga cairan yang dikeluarkan tubuh menjadi banyak dan
volume cairan ekstraseluler akan menurun. Kalium, selain itu juga menghambat
Sistem Renin-Angiotensin yang menyebabkan penurunan sekresi aldosteron
sehingga diuresis meningkat yang menyebabkan berkurangnya volume darah,
sehingga tekanan darah pun menjadi turun (Ibnu Masud, 1989; Oates & Brown,
2001; A.P Bangun, 2002).
Nitrat yang terdapat dalam beet diubah oleh bakteri dalam saliva menjadi nitrit,
dan dilingkungan lambung yang asam akan merubah nitrit tersebut menjadi nitric
oxide sehingga terjadi relaksasi otot polos pembuluh darah (vasodilator) dan
tekanan darah menurun (Durham, N.C., 1996; Colin Blakemore & Shelia Jennet,
2001; Stephen Daniells, 2008; The George Mateljan Foundation, 2008).
Sementara kandungan serat pangan pada beet juga berguna dalam menekan
resiko darah tinggi karena kandungan serat pangannya (dietary fiber), mampu
memperpendek transit time, yaitu waktu yang dibutuhkan makanan sejak dari
5
1.6 Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode prospektif eksperimental sungguhan, bersifat komparatif, memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan desain
penelitian prates dan postes pada subjek penelitian yang menerima suatu
perlakuan. Data yang diukur adalah tekanan sistolik dan tekanan diastolik subjek
percobaan per mmHg, baik sebelum dan sesudah meminum jus beet.
Analisis data dengan uji 't' berpasangan (α=0.05)
1.7 Lokasi dan Waktu
57 Universitas Kristen Maranatha
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Jus beet menurunkan tekanan darah normal pada 30 orang wanita dewasa.
5.2 Saran
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan bentuk
sediaan lain.
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek samping
dari penggunaan beet.
Penderita hipertensi yang ringan dianjurkan untuk meminum jus beet
sebagai awal anti hipertensi.
Orang-orang yang berisiko tinggi menderita hipertensi dianjurkan untuk
58 Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR PUSTAKA
A. P. Bangun. 2002. Terapi Jus dan Ramuan Tradisional Untuk Hipertensi. Jakarta: Argo Media Pustaka. Hal 2-7, 22-26, 31-32, 42-43.
Amrizal. 2007. Tekanan Darah Tinggi. www.geocities.com. 29 April 2009.
Aram V,dkk. 2003. The Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure.
http://www.jama.ama-assn.org. 23 Mei 2009.
Astawan Made. 2003. Cegah Hipertensi Dengan Pola Makan.
www.kompas.com/kesehatan/news/senior/gizi/0301/23/gizi.htm 1 Maret 2010.
Bakris, G.L. 2007. High Blood Pressure.
http://www.hypertensiononline.org/slides2/slide01. 4 Mei 2009.
Christman, S. 2003. Beta vulgaris.
http://www.floridata.com/FloriDataBase/ViewPlantRecord. 28 April 2009.
Colin Blakemore & Shelia Jennett 2001. Nitric Oxide. http://www.encyclopedia.com/doc/10128-nitricoxide.html.
Cory, Iskandar & Sudigdo. 2003. Diagnosis Fisis Pada Anak. Edisi2, Jakarta : CV Sagung Seto. p. 175.
Daniells, S. 2008. Beetroot juice may lower blood pressure: study.
http://www.nutrainggredients.com/news/ng.asp?id=83062. 1 Mei 2009.
Durham, N. C. 1996. Central Role Of Nitric Oxide In Hemoglobin Action. http://www.eurekalert.org/pub_releases. 29 April 1996.
Farmasi Anis. 2008. Tekanan Darah.
http://www.anispharmacy.com/blood%20pressure%20high.htm. Juli5th. 2009.
Fisher, N. D. L. & Williams, G. H. 2005. Hypertensive Vascular Disease. In : Braunwald et al., Editors : Harrison’s Principles of Internal Medicine. 16th ed. Volume 2. New York : McGraw-Hill. p. 1463-1468, 1470-1475.
Gamboa, A. & Biaggioni, I. 2007. Response to Contribution of Endothelial Nitric Oxide to Blood Pressure in Humans.
59
Universitas Kristen Maranatha
Ganong, W.F. 2002. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC. Ed 20. Hal 552, 549, 560, 564-565, 575-579.
Gardner, F.S. 2007. Smart Treatment for High Blood Pressure. Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher. Hal 1, 53, 60, 103-172.
Guyton & Hall. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Jakarta : EGC. Hal 137-140, 144-148, 205-212, 221-222, 224-225, 259, 261-268, 282-294, 299-306,320, 965-966.
Haber, E. & Carlson, W. 1983. The Biochemistry of the Renin-Angiotensin System. Hypertension. 2nd ed. New York : McGraw-Hill Book Company. p. 171-179.
Hect, F. 2003. High Blood Pressure.
http://www.Medicinenet.com/High Blood Pressure. 4 Mei 2009.
Houssay. 1955. Human Physiology. New York, Toronto, London : McGraw-Hill Book Company, Inc. p. 182-185, 497, 1113-1114.
Ibnu Masud. 1989. Human Physiology. New York, Toronto, London : McGraw-Hill Book Company, Inc. p. 182-185, 497, 1113-1114.
Isidoro Martinez. 2010. Oscillometry.
http://www.npl.co.uk/pressure/barometry.html. 5 Januari 2010.
Kaplan N. M. 1998. Clinical Hypertension. 7th Ed. Dallas : Williams & Wilkins Companies. P. 44-47.
Katzung, B. G. & Chatterjee, K. 2007. Vasodilator and the Treatment of Angina Pectoris. Basic and Clinical Pharmacology. 10th ed. Editor : Katzung, B. G. New York : Lange Medical Books / MacGraw-Hill. p. 185.
Made Astawan. 2008. Sehat Dengan Sayuran. Bogor: Penerbit Dian Rakyat. Hal 34-38.
Mohrman, D. E. & Heller, L.J. 2003. Cardiovasculer Physiology. 5th edition. New York : Lange Medical Books / MacGraw-Hill. p. 8, 11, 48-50, 54-59, 64-66, 110-114, 165-167, 185-197, 213-214.
NHLBI. 2004. Classification of Blood Pressure
www.clevelandclinicmeded.com/diseasemanagement/nephrology.
60
Universitas Kristen Maranatha
NHLBI. 2004. The Seventh Report of The Joint National Committee. www.nhlbi.nih.gov/guidelines/hypertension.
Nottingham, S. 2004. Beetroot.
http://ourworld.compuserve.com/homepages/Stephen-Nottingham. 28 Mei 2009.
Oates J.A.; Brown N.J. 2001 Antihypertensive agents and the drug therapy of hypertension. In : Hardman, Limbird, editor : Goodman and Gilman’s the
pharmacological basis of therapeutics. 10 th edition. New York: McGraw-Hill Companies Inc. P. 874.
Orme, F. 2002. Baroreceptor Reflex.
http://members.aol.com/Bio50/LecNotes/lecnot21a.html. 10 Juli 2009.
Schlaich, M. P. & Schmieder, R. E. 2007. Contribution of Endothelial Nitric Oxide to Blood Pressure in Humans.
http://www.americanheart.org. 1 Mei 2009.
Semple, P. 1996. Tekanan Darah Tinggi. Jakarta : Arcan. Hal 27, 29, 30-32, 49-65, 77-86.
Sentra Informasi IPTEK. 2005. Bit Segar.
http://www.iptek.net.id/ind/teknologi_pangan. 4 Mei 2009.
Sharma. 2007. Hypertension.
http://hyper.ahajournals.org/cgi/content/full/42/6/1206#TBL3. 3 Juli 2009.
Stephen Daniells, 2008. Beetroot juice may lower blood pressure. http://www.nutraingredients.com/Research/Beetroot-juice-may-lower-blood-pressure-study. 6 Februari 2009.
The George Mateljan Foundation. 2008. The World’s Healthiest Food.
http://encyclopedia.thefreedictionary.com. 28 April 2009.
WHO. 2001. Pengendalian Hipertensi, Laporan Komisi Pakar WHO. Bandung : ITB. Hal 20-21, 66-70, 76-90.
Wirakusumah, E. S. 2006. Buah dan Sayur untuk Terapi. Jakarta : Penerbit Swadaya. Hal 73-74.