Pengaturan Perlindungan Hukum Bagi Perwakilan Diplomatik di Wilayah Perang.
Teks penuh
Dokumen terkait
Permasalahan yang diangkat dalam penulisan skripsi ini yaitu mengenai bagaimana pengaturan perlindungan hukum dan peran perwakilan diplomatik terhadap Tenaga Kerja
Pasal 36 ayat (1) huruf (b) Konvensi Wina 1963 tentang Hubungan Konsuler menegaskan bahwa kewajiban Negara penerima untuk memberitahukan kepada perwakilan diplomatik asing
Pejabat diplomatik Arab Saudi yang melakukan pemerkosaan terhadap dua orang wanita warga negara Nepal di India berdasarkan ketentuan dalam Konvensi Wina 1961 pejabat
Konvensi Wina ini terdiri dari 53 pasal yang meliputi lampiran semua aspek hukum penting dari hubungan diplomatik sevara permanen antara Negara, disamping itu
sebagaimana yang terdapat pada bahan hukum primer yaitu, Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik berkaitan dengan penyalahgunaan hak kekebalan dan
Ketiga, perlindungan hukum bagi korban perdagangan manusia (human trafficking) lintas batas negara dalam sudah banyak diatur dalam konvensi
Apabila pejabat diplomatik ini melakukan kegiatan spionase, maka jelaslah dia melanggar ketentuan dari Pasal 3 ayat (1) huruf d Konvensi Wina 1961 yang menyatakan bahwa
Hal ini diatur dalam Pasal 27 Konvensi Wina 1961, yang dimaksud dengan kekebalan korespondensi adalah bahwa seorang pejabat diplomatik bebas untuk melakukan