• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL MIND MAPPING PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS IV SD NEGERI 106825 BATANG KUIS T.A 2014/2015.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL MIND MAPPING PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS IV SD NEGERI 106825 BATANG KUIS T.A 2014/2015."

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL

MIND MAPPING PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SD NEGERI 106825 BATANG KUIS

T.A 2014/ 2015

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoreh gelar Sarjana

Oleh:

Nama: RENI VERONILA

NIM: 1113311036

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

i

ABSTRAK

RENI VERONILA, NIM. 1113311036, “MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL MIND MAPPING PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SD NEGERI 106825 BATANG KUIS T.A 2014/2015”.

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Materi energi Alternatif. Penelitian ini bertujuan apakah melalui model mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi energi alternatif.

Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus, yang terdiri atas 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 30 siswa. Sedangkan objek penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi energi alternatif melalui model mind mapping. Alat pengumpul data yang digunakan adalah observasi dan tes dan Kriteria ketuntasan hasil belajar siswa didasarkan ketuntasan secara perorangan dengan nilai ≥ 70. Dan secara klasikal ketuntasan seluruh siswa dikatakan telah berhasil dalam

belajar apabila memperoleh persentase ≥ 85%.

Pada saat melakukan pengamatan PPLT yang mencapai nilai tuntas lebih

dari nilai ≥ 70 adalah 10 orang (33,33%) dan yang tidak mencapai nilai tuntas

20 orang siswa (66,66%). Kemudian Hasil penelitian yang diperoleh selama pengamatan menunjukkan adanya peningkatan pada setiap siklus Yaitu : Pada siklus I diperoleh data bahwa sekitar 14 orang siswa (46,67%) siswa yang hasil belajarnya tergolong tuntas dan 16 orang (53,33%) siswa yang hasil belajarnya tergolong tidak tuntas, Pada siklus II diperoleh data bahwa 1 orang (3,33%) siswa yang hasil belajarnya belum tuntas dan 29 orang (96,67%) siswa yang hasil belajarnya tergolong tuntas.

(7)

v

2.1.3. Hakikat Model Pembelajaran Kooperatif ... 11

2.1.3.1 Pengertian Pembelajaran Kooperatif. ... 11

(8)

vi

2.1.3.3 Tujuan Pembelajaran Kooperatif . ... 15

2.1.4 Model Pembelajaran Mind Mapping. ... 16

2.1.4.1 Pengertian Model Pembelajaran Mind Mapping. ... 16

2.1.4.2 Langkah – Langkah Pembelajaran Mind Mapping. ... 19

2.1.4.3 Keunggulan dan Kekurangan Kooperatif MindMapping ... 22

2.1.5 Hakikat Pembelajaran IPA di SD. ... 24

2.1.5.1 Pengertian IPA di SD. ... 24

2.1.5.2 Manfaat IPA di SD. ... 25

2.1.5.3 Tujuan Pembelajaran IPA di SD. ... 25

2.1.7 Materi Pembelajaran. ... 27

2.2 Kerangka Berfikir. ... 33

3.3.1 Subjek Penelitian. ... 36

3.3.2 Objek Penelitan. ... 37

3.4 Devenisi Operasional Variabel Penelitian. ... 37

3.4.1 Hasil Belajar ... 37

3.4.2 Model Pembelajaran Mind Mapping ... 37

3.5 Desain Penelitian ... 38

3.6. Prosedur Peneitian . ... 38

3.6.1 Siklus I. ... 39

(9)

vii

3.6.1.2 Tahap Pelaksanaan Tindakan. ... 39

3.6.1.3 Tahap Observasi. ... 41

3.6.1.4 Tahap Refleksi. ... 41

3.6.2 Siklus II. ... 42

3.6.2.1 Tahap Perencanaan Tindakan. ... 42

3.6.2.2 Tahap Pelaksanaan Tindakan. ... 42

4.1.1 Deskripsi Keadaan Awal. ... 50

4.1.2 Deskripsi Hasil Penelitian Siklus 1. ... 56

4.1.3 Deskripsi Hasil Penelitian Siklus II. ... 72

4.1.4 Rekapitulasi Nilai Pre test, Siklus I, Siklus II. ... 86

4.1.5 Pembahasan Hasil Penelitian. ... 89

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. ... 91

5.1 Kesimpulan. ... 91

5.2 Saran ... 92

(10)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Unsur Otak Kanan dan Kiri dalam PembuatanMind Mapping. ... 18

Tabel 2.2 Langkah Model Mind Mapping. ... 20

Tabel 3.1 Kriteria Keberhasilan Belajar Siswa dalam %. ... 47

Tabel 3.2 Kriteria Nilai Hasil Observasi Siswa. ... 48

Tabel 3.3 Kriteria Nilai Hasil Observasi Guru. ... 48

Tabel 3.4 Jadwal Rencana Pelaksanaan Penelitian. ... 49

Tabel 4.1 Nilai Hasil Belajar Pre-Test Siswa. ... 53

Tabel 4.2 Persentase Nilai Pretest siswa. ... 55

Tabel 4.3 Nilai Hasil Belajar Siklus I. ... 60

Tabel 4.4 Persentase Nilai Siklus I Siswa. ... 61

Tabel 4.5 Hasil Observasi Kegiatan Mengajar Guru Silus 1 Pertemuan 1. ... 64

Tabel 4.6 Hasil Observasi Kegiatan Mengajar Guru Silus 1 Pertemuan 2. ... 66

Tabel 4.7 Hasil Observasi Kegiatan Belajar Siswa Silus 1 Pertemuan 1. ... 68

Tabel 4.8 Hasil Observasi Kegiatan Belajar Siswa Silus 1 Pertemuan 2. ... 69

Tabel 4.9 Nilai Hasil Belajar Siklus II. ... 75

Tabel 4.10 Nilai Hasil Belajar Siklus II. ... 76

Tabel 4.11 Hasil Observasi Kegiatan Mengajar Guru Silus II Pertemuan 1. ... 79

Tabel 4.12 Hasil Observasi Kegiatan Mengajar Guru Silus II Pertemuan 2. ... 80

Tabel 4.13 Hasil Observasi Kegiatan Belajar Siswa Silus II Pertemuan 1. ... 81

Tabel 4.14 Hasil Observasi Kegiatan Belajar Siswa Silus II Pertemuan 2. ... 83

Tabel 4.15Rekapitulasi Nilai Pretest, Siklus I, Siklus II... 86

(11)

ix

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Contoh Mind Mapping. ... 23

Gambar 2.2 Matahari. ... 29

Gambar 2.3 Panel Surya. ... . 29

Gambar 2.4 Sepeda Motor. ... 29

Gambar 2.5 Mobil. ... 29

Gambar 2.6 Panas Bumi. ... 30

Gambar 2.7 Bendungan. ... 31

Gambar 2.8 Kincir Angin. ... 28

Gambar 2.9 Bagan Kerangka Berfikir. ... 33

Gambar 3.1 Model Desai Penelitian ... 38

Gambar 4.1 Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siswa. ... 56

Gambar 4.2 Diagram Ketuntasan Belajar Siswa Siklus I. ... 62

Gambar 4.3 Diagram Ketuntasan Belajar Siswa Siklus II. ... 77

Gambar 4.4 Grafik Nilai Rata-rata Peningkatan Hasil Belajar Siswa. ... 88

(12)

91

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Setelah kita membahas beberapa hal, baik yang berupa teori maupun yang

berupa temuan hasil dari lapangan, maka dalam bagian ini tibalah saatnya peneliti

untuk mengambil suatu kesimpulan yang barang kali bisa kita gunakan untuk

mengemukakan suatu saran, guna meningkatkan kualitas pendidikan terutama

pendidikan IPA di sekolah dasar. Adapun kesimpulan dan saran yang dapat saya

utarakan dalam penelitian ini adalah:

5.1 Kesimpulan

Beberapa kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah:

1. Setelah pelaksanaan pre test diperoleh tingkat ketuntasan hasil

belajar secara klasikal yaitu 6 orang siswa (20%) yang mencapai

tingkat ketuntasan belajar dan 26 orang siswa (80%) tidak

mencapai tingkat ketuntasan belajar dengan nilai rata-rata 40,83.

2. Setelah pelaksanaan siklus I dmelalui model mind mapping

diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar secara klasikal yaitu 14

orang siswa (46,67%) yang mencapai tingkat ketuntasan belajar

dengan nilai rata-rata 58,84 dan 16 orang siswa ( 53,33%) orang

siswa tidak mencapai tingkat ketuntasan belajar

3. Setelah pelaksanaan siklus II dengan melalui model mind mapping

diperoleh tingkat ketuntasan hasil belajar secara klasikal sebanyak

(13)

92

dengan nilai rata-rata 84,16, dan 1 (3,33%) orang siswa tidak

mencapai tingkat ketuntasan

4. Dengan demikian maka dapat dikatakan penerapan model mind

mapping dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok

bahasan energi alternatif pada mata pelajaran IPA.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan dari penelitian ini, peneliti menyarankan:

1. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran IPA,

hendaknya di dalam setiap mempelajari IPA harus menerapkan model

pembelajaran yang bervariatif seperti melalui model mind mapping

agar memudahkan siswa memahami setiap materi konsep pelajaran

yang diajarkan guru supaya materi pelajaran tersebut tahan lama

diingat dalam setiap pribadi siswa karena penerapan model mind

mapping ini dapat melibatkan siswa secara langsung untuk aktif dan

kreatif dalam belajar.

2. Kepada guru yang akan menerapkan model mind mapping kelas dalam

pembelajaran IPA khususnya pokok bahasan energi alternatif

sebaiknya lebih mengutamakan pemahaman dan aktivitas belajar

siswa.

3. Pola pembelajaran guru hendaknya tidak monoton dengan model

ceramah dan pemberian tugas saja, tetapi bisa dikembangkan dengan

penerapan model pembelajaran yang bervariasi yakni melalui model

(14)

93

4. Bagi peneliti lain yang melakukan penelitian tindakan, sebaiknya

melakukan penelitian secara tuntas dengan cara mengkombinasikan

(15)

94

Aqib, Zainal, dkk. 2010. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk Guru SD, SLB, TK. Bandung: Yrama Widya

Budi, Ningsih. 2012. Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta:Rineka Cipta.

Buzan, Toni. 2008. Mind Map Untuk Meningkatan Keatifitas. Jakarta: Gramedia.

Dewi, Rosmala. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Medan: Pascasarjana Unimed.

Dimyati, dkk. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Haryono. 2013.Pembelajaran IPA yang Menarik dan Mengasiyikkan Teori dan Aplikasi paikem. Yogyakarta: Amara Books.

Isjoni. 2009. Pembelajaran Kooperatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Istarani.2011. 58 Model Pembelajaran. Medan: Media Persada.

Purwanto. 2011. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pers.

Shoimin, Aris. 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media

Slameto. 2010. Belajar Dan Faktor – Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta:

Rineka Cipta.

Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Suprijono, Agus. 2010. Cooperative Leaning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tim Bina IPA.2008. IPA Kelas 4 Sekolah Dasar.Jakarta: Yudistira

(16)

95

Trianto. 2011. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta: Kencana Prenadan Media Group.

Winduri, Sutanto. 2013. 1st Mind Map Untuk Siswa. Guru, & orang Tua, Jakarta:

Elek Media Komputindo.

Wisudawati, Widi, Asih. Metodologi Pembelajaran IPA. Jakarta: Bumi Aksara

Referensi

Dokumen terkait

Suatu perusahaan yang telah memproduksi barang atau jasa, dalam mendistribusikan produknya tersebut kepada konsumennya, membutuhkan suatu alat atau metode yang dapat

Kasus diatass berkaitan dengan ciri dari komunikasi massa, karena komunikator dalam komunikasi melembaga, kasus tersebut lembaganya adalah komunitas ‗Srikandi Merapi‘ ,

Gambaran tingkat kepercayaan diri subjek yang diberi layanan bimbingan.. kelompok berada pada kategori rendah pada semua

Dengan adanya komputerisasi, maka kemudahan dalam pencarian dan penambahan data dapat dirasakan sehingga setiap orang akan menggunakan waktu dengan efektif dan efisien.

Pengaruh Terapi N-Asetil Sistein terhadap ekspresi Kadar Mikroalbuminuria dan CRP yang Di Induksi Siklosporin pada Mencit. Sugiarto, Sp.PD-KEMD,

(2) Tingkat konsumsi bahan bakar premium pada sepeda motor Yamaha Mio tahun 2010 menggunakan elektroliser dengan variasi larutan NaHCO3 sebesar 12,46 ml/menit maka terjadi

Hasil penelitian menunjukan bahwa supervisi akademik kepala sekolah di SD Se- Kecamatan Cikupaberada pada kategori sangat tinggi, kelompok kerja guru sekolah di SD

1) Observer melakukan pengamatan terhadap aktivitas guru dan siswa, serta KPS siswa dalam pembelajaran IPA materi pokok gaya magnet dengan menggunakan metode eksperimen.