• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEADS TOGETHER BERBANTU MEDIA PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK ZAT DAN WUJUDNYA DI KELAS VII SMP NEGERI 6 KISARAN T.P 2013/2014.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEADS TOGETHER BERBANTU MEDIA PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK ZAT DAN WUJUDNYA DI KELAS VII SMP NEGERI 6 KISARAN T.P 2013/2014."

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEADS TOGETHER BERBANTU MEDIA PETA KONSEP TERHADAP

HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK ZAT DAN WUJUDNYA DI KELAS VII SMP NEGERI 6

KIS ARAN T.P 2013/2014

Oleh:

Maya Wulandari Hasibuan NIM 409421012

Program Studi Pendidikan Fisika

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

iv

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan berkat-Nya yang memberikan hikmat kepada penulis hingga penelitian ini dapat selesai tepat pada waktunya.

Skripsi yang berjudul ”Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together Berbantu Media Peta Konsep Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Pokok Zat dan Wujudnya di Kelas VII SMP N 6 T.P

2013/2014”. Skripsi ini disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unimed.

Dengan selesainya skripsi ini penulis mengucapkan terima kasih kepada bapak Drs. Rahmatsyah.M.Si selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan dan nasehat kepada penulis sejak awal hingga

akhir penulisan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada bapak Drs. Pintor Simamora, M.Si, ibu Dra. Ratna Tanjung, M.Pd, bapak Drs. Usler Simarmata, M.Si selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan agar skripsi ini menjadi lebih baik, dan kepada bapak Drs. Ratelit Tarigan, M.Pd selaku dosen pembimbing akademik yang telah membimbing penulis selama menjalankan perkuliahan. Bapak Prof. Drs. Motlan, M.Sc, Ph.D selaku Dekan FMIPA Unimed.

Ucapan terima kasih kepada Bapak dan Ibu dosen serta Staf Pegawai Jurusan Fisika yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan membantu penulis selama perkuliahan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada ibu Siti Hafsah S.Pd selaku kepala sekolah SMP N 6 Kisaran, ibu Yusnita, S.Pd selaku guru bidang studi Fisika di SMP N 6 yang telah banyak membantu dan membimbing penulis selama penelitian dan Kisaran para guru serta staf administrasi SMP N 6 Kisaran yang telah memberikan kesempatan dan bantuan kepada penulis selama melakukan penelitian.

(4)

v

skripsi ini. Ucapan terima kasih yang tak henti juga penulis ucapkan kepada kakak, abang dan adik yaitu Purnama Dewi Hasibuan S.Pd, Ahmad Affandi Hasibuan, Muhrida Yanti Hasibuan, Dian Anggraini Hasibuan S.Pi, Rika Fitriyana Hasibuan, Sakti Muda Hasibuan atas segala doa, dukungan dan semangat kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. Sahabat-sahabat terbaikku Lylis Bahriani S.Pd, Siti Latifah Siregar S.Pd, Suci Khairani S.Pd,

Sartika Sari Rambe S.Pd, Tika Andriani S.Pd, Asnidar S.Pd, Sonawan Fitra S.Pd, Fajar Afandi S.Pd dan teman-teman seperjuangan khususnya Fisika Dik B 2009 yang selalu memberikan semangat dan dukungan hingga selesainya skripsi ini. Yang teristimewa untuk Tengku Adei Ningrat yang telah memberikan semangat dan dorongan kepada saya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. Terima kasih juga untuk teman-teman yang tidak sempat disebutkan namanya.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan semata. Oleh karena itu penulis menerima kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun dan menyempurnakan skripsi ini. Akhir kata penulis mengharapkan skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri khususnya dan bagi pembaca dan dunia pendidikan pada umumnya.

Medan, Maret 2014 Penulis,

(5)

iii

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEADS TOGETHER BERBANTU MEDIA PETA KONSEP TERHADAP

HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK ZAT DAN WUJUDNYA DI KELAS VII SMP NEGERI 6

KIS ARAN T.P 2013/2014

Maya Wulandari Hasibuan ( NIM. 409421012 )

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Numbered Heads Together berbantu media peta konsep terhadap hasil belajar siswa kelas VII semester I pada materi pokok zat dan wujudnya kelas VII Semester I SMP N 6 Kisaran T.P. 2013/2014.

Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain two group pre– test dan post–test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Kisaran yang terdiri dari 5 kelas. Sampel penelitian diambil 2 kelas, yaitu kelas VII1 sebagai kelas eksperimen, dan kelas VII2 sebagai kelas kontrol masing-masing kelas berjumlah 30 siswa. Instrumen digunakan adalah tes hasil belajar dan lembar observasi yang berbentuk pilihan berganda sebanyak 20 soal yang telah divalidasikan. Uji Hipotesis menggunakan uji t dua pihak dan uji t satu pihak.

(6)

vi

1.1 Latar Belakang Masalah 1

1.2 Identifikasi Masalah 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 8

2.1 Kerangka Teoritis 8 2.1.5.2 Tujuan Pembelajaran Kooperatif 16 2.1.5.3 Prinsip Pembelajaran Kooperatif 17 2.1.5.4 Unsur Pembelajaran Kooperatif 18 2.1.5.5 Persiapan Pembelajaran Kooperatif 19 2.1.5.6 Kekurangan Dan Kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif 20

2.1.5.7 Penggunaan Tipe NHT 21

2.1.5.8 Langkah- Langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT 22 2.1.6 Model Pembelajaran Konvesional 25

2.1.7 Media Pembelajaran 26

(7)

vii

2.1.7.2 Penggunaan Media dalam Proses Pembelajaran 26 2.1.7.3 Pengertian Peta Konsep 27 2.1.7.4 Ciri-ciri Peta Konsep 28 2.1.7.5 Cara Membuat Peta konsep 28 2.1.8 Materi Pembelajaran Zat Dan Wujudnya 29

2.2 Kerangka Konseptual 35

3.6 Teknik Pengumpulan Data 43

3.6.1 Analisis Tes Hasil Belajar Kognitif 43

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 51

4.1 Hasil Penelitian 51 4.1.3.3 Uji Homogenitas Data Pretest 55 4.1.3.4 Uji Homogenitas Data Postest 56

(8)

viii

4.1.3.6 Uji Data Pretest Penelitian ( uji t dua pihak) 57 4.1.3.7 Uji Data Pretest Penelitian ( uji t satu pihak) 57

4.1.4 Observasi 58

4.1.4.1 Penilaian Aktifitas Siswa 58

4.1.4.2 Penilaian Afektif 60

4.1.4.3 Penilaian Psikomotorik 61

4.2 Pembahasan 62

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 65

5.1 Kesimpulan 65

5.2 Saran 66

(9)

x

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1. Tahapan Dalam Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif NHT 24 Tabel 2.4. Langkah-Langkah Dalam Membuat Peta Konsep 29 Tabel 2.3. Penelitian Terdahulu Dari Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT 36 Tabel 3.1. Instrumen Test Kisi Soal 39 Tabel 3.3. Desain Penelitian 40 Tabel 3.3. Kriteria penilaian hasil belajar siswa 43 Tabel 3.4. Indikator Penilaian Afektif Siswa 43 Tabel 3.5. Kategori dan Persentase Nilai Afektif 44 Tabel 3.6. Indikator Penilaian Psikomotorik Siswa 45 Tabel 3.7. Kategori dan Persentase Nilai Psikomotorik 45

Tabel 3.8. Tabel interpretasi kategori aktivitas siswa 46 Tabel 4.1. Data pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol 52 Tabel 4.2. Data postest kelas eksperimen dan kelas kontrol 53 Tabel 4.3. Hasil Uji Normalitas Pretes Data dengan Uji Liliefors 54 Tabel 4.4. Hasil Uji Normalitas Postest Kelas Eksperimen dan Kontrol 55 Tabel 4.5. Hasil Uji Homogenitas Pretes dengan Menggunakan Uji F (Fisher) 56 Table 4.6. Hasil Uji Homogenitas Postes dengan Menggunakan Uji F (Fisher) 56 Tabel 4.7. Hasil Perhitungan Uji t Pretes 5 7 Tabel 4.8. Hasil Perhitungan Uji t Postes 57 Tabel 4.9. Tabel interpretasi kategori aktivitas siswa 58 Tabel 4.10. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Pada Pertemuan I, II dan III 59 Tabel 4.11. Penilaian afektif Siswa Kelas Eksperimen Pada Pertemuan 60 I, II dan III

(10)
(11)

ix

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1. Contoh Benda Zat Padat 30

Gambar 2.2. Contoh Benda Zat Cair 30

Gambar 2.3. Contoh Benda Zat Gas 31

Gambar 2.4. Contoh Peristiwa Kohesi 32

Gambar.2.5. Air Yang Tetap Menyatu Dengan Sesamanya Walaupun 33 Berada Di Atas Partikel Yang Tidak Sejenis

Gambar 2.6. Contoh Peristiwa Adhesi 33

Gambar 2.7. Gejala Kapiler Pada Air Dan Raksa 34

Gambar 3.1. Diagram Skema Peneliti 42

Gambar 4.1. Diagram Batang Data Pretest Kelas Eksperimen Dan 52 Kelas Kontrol

Gambar 4.2. Diagram Batang Data Postest Kelas Eksperimen Dan 53 Kelas Kontrol

Gambar 4.3. Perkembangan Aktivitas Belajar Siswa 59 Gambar 4.4. Menunjukkan Peningkatan Perubahan Sikap Siswa Yang 60

Sangat Baik

(12)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman Lampiran 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran I 69

Lampiran 2. Lembar Kerja Siswa I 109

Lampiran 3. Peta Konsep 116

Lampiran 4. Tabel Tes Kisi Kisi Soal 119

Lampiran 5. Tes Instrumen 126

Lampiran 6. Kunci Jawaban 131

Lampiran 7. Daftar Nama Siswa 132

Lampiran 8. Data Mentah Pretes Kelas Eksperimen 134 Lampiran 9 Data Mentah Pretes Kelas Kontrol 136 Lampiran 10. Data Mentah Postes Kelas Eksperimen 138 Lampiran 11. Data Mentah Postes Kelas Kontrol 140 Lampiran 12. Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen 142 Lampiran 13. Hasil Belajar Siswa Kelas Kontrol 144 Lampiran 14. Perhitungan Rata- Rata Standar Deviasi dan Varians

Nilai Hasil Belajar Siswa 146

Lampiran 15. Uji Normalitas Data 155 Lampiran 16. Uji Homogenitas data 155

Lampiran 17. Pengujian hipótesis 157

Lampiran 18. Pedoman Penskoran Observasi Aktivitas Belajar Siswa 161 Lampiran 19. Rekapitulasi Data Observasi Aktivitas Proses Belajar Siswa 162 Lampiran 20. Penilaian Afektif Siswa Dalam Proses Belajar

Mengajar Kelas Eksperimen 168

Lampiran 21. Penilaian Psikomotorik Siswa Dalam Proses Belajar

Mengajar Kelas Eksperimen 174

(13)
(14)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dalam proses pembelajaran atau pelatihan agar peserta didik

secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, berkepribadian, memiliki kecerdasan, berakhlak mulia, serta memiliki keterampilan yang diperlukan sebagai anggota masyarakat dan warga negara.

Peningkatan kualitas pendidikan memegang peranan penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di suatu negara untuk dapat bersaing secara internasional, sedangkan kualitas pendidikan di Indonesia masih digolongkan rendah. Sesuai dengan laporan ketua pelaksanaan Ujian Nasional Sumatera Utara Henry Siregar menjelaskan berdasarkan data Dinas Pendidikan Sumatera Utara yaitu medan sebagai peringkat kedua setelah Binjai dinyatakan tidak lulus ujian nasional dengan 121 atau 0,29 % siswa jenjang SMP/MTs di Medan dinyatakan tidak lulus UN tahun pelajaran 2011/2012. Widyastuti,I, (2012).

Pembelajaran fisika merupakan pembelajaran yang mengembangkan cara berfikir yang kritis, sistematis, logis dan kreatif dalam membentuk manusia yang handal dan mampu berkompetensi secara global. Pada dasarnya fisika sebagai ilmu pengetahuan alam yang menarik, dimana di dalamnya dipelajari gejala-gejala

atau fenomena-fenomena alam serta berusaha untuk mengungkapkan segala rahasia dan hukum semesta yang terjaadi dalam kehidupan sehari-hari. Fisika juga

(15)

2

pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah. Hasil pembelajaran diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan lingkungan serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan guru bidang studi fisika di SMP Negeri 6 Kisaran, diperoleh data hasil belajar fisika untuk semester

ganjil pada tahun ajaran 2012/2013 yaitu nilai rata-rata 65 sedangkan kriteria ketuntasan minimal yang harus dicapai adalah 70, sehingga dapat dikatakan nilai rata-rata siswa tidak mencapai kriteria ketuntasan minimal.

Masalah yang dihadapi oleh siswa kelas VII di SMP Negeri 6 Kisaran dalam proses belajar mengajar yaitu kesulitan peserta didik dalam memahami materi yang diajarkan guru dengan menggunakan model pembelajaran yang belum mengaktifkan seluruh peserta didik. Selama ini guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional. Model pembelajaran seperti ini menyebabkan keterlibatan seluruh peserta didik dalam proses pembelajaran sangat kecil, karena kegiatan pembelajaran didominasi oleh peserta didik yang memiliki kemampuan tinggi sementara yang memiliki kemampuan rendah hanya diam saja (pasif). Hal ini berarti dalam suatu kelompok belajar masih banyak peserta didik yang tidak melakukan keterampilan kooperatif. Hal ini yang menyebabkan sebagian besar peserta didik terutama yang memiliki kemampuan rendah malas berpikir, sehingga timbul perasaan jenuh dan bosan dalam mengikuti pelajaran fisika. Akibat dari sikap peserta didik tersebut, maka hasil belajarnya pun kurang memuaskan, dalam arti tidak memenuhi batas tuntas yang ditetapkan sekolah.

Upaya yang harus dilakukan guru untuk meningkatkan hasil belajar peserta

didik tersebut adalah diperlukan keterampilan guru dalam pemilihan model pembelajaran yang dapat menjadikan seluruh peserta didik aktif dan

(16)

3

tujuan belajar. Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang dikembangkan atas dasar teori bahwa peserta didik akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit apabila peserta didik dapat mendiskusikan masalah itu dengan temannya.

Oleh karena itu model pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan untuk menjadikan seluruh peserta didik aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar

didalam kelas dan meningkatkan hasil belajar peserta didik tersebut, salah satunya adalah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dikembangkan oleh Kagan (Lie, 2004). Model ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk saling memberikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Selain itu, model ini juga mendorong peserta didik untuk meningkatkan semangat kerja sama peserta didik. Model pembelajaran ini bisa digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan usia anak didik. Dengan menerapkan model ini, peserta didik belajar melaksanakan tanggung jawab pribadinya dan adanya saling keterkaitan dengan anggota kelompoknya sehingga memudahkan peserta didik dalam pembagian tugas. Model NHT ini ada fase penomoran, sehingga peserta didik bertanggung jawab atas nomor anggotanya masing.

Dari hasil jurnal penelitian yang dilakukan oleh Abdul Fatah dan Sri R Rosdianti mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia dengan judul penelitian ”Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran IPA Melalui Pembelajaran Kooperatif dengan Tehnik Numbered Heads Together menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Peneliti sebelumnya oleh Faridah Anum

Siregar mahasiswa Universitas Medan dengan judul penelitian” Pengaruh Model Kooperatif Tipe Numbered Heads Together Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas

(17)

4

Beberapa penelitian terdahulu yang telah dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT yaitu hasil penelitian dari Elji Susanti, (2011) diperoleh bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa pada materi pokok kalor dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numberd Heads Together memiliki nilai rata-rata pretes 33,13 dan nilai rata-rata dan nilai rata-rata postes adalah 73,87. Hal ini didukung juga oleh penelitian yang

dilakukan Ruth Verawaty Marbun (2012) menyatakan bahwa hasil belajar siswa pada materi pokok gaya dan hukum newton yang diberi perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together memiliki rata-rata 73,2 dan nilai rata-rata pembelajaran konvensional sebesar 66,8. Ini membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif juga efektif dan efisien digunakan dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Adapun kelemahan pada penelitian yang terdahulu adalah tidak semua siswa siap untuk mempresentasikan hasil diskusi, masih kurangnya tanggung jawab siswa dalam diskusi berkelompok dan sedikit waktu untuk mempresentasikan hasil diskusi. Berdasrkakan kelemahan penelitian terdahulu, maka penelitian yang akan dilakukan memberikan penghargaan kelompok berdasarkan hasil presentasi salah seorang anggota kelompok yang ditunjuk oleh guru dan berdasarkan skor rata-rata kuis individual dari tiap anggota kelompok. Sehingga setiap siswa memiliki rasa tanggungjawab dalam berdiskusi kelompok selama proses pembelajaran kooperatif tipe NHT.

Adapun perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah tempat penelitian, sampel penelitian, materi penelitian, waktu pelaksanaan penelitian, kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads

Together dengan media peta konsep pada penelitian. Dimana pada penelitian ini menggunakan materi zat dan wujudnya di SMP N 6 Kisaran.

(18)

5

Penelitian ini dirumuskan dengan judul : “Pengaruh Model Pembelajaran

Kooperatif Tipe Numbered Heads Together Berbantu Media Peta Konsep Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Zat dan Wujudnya di Kelas VII Semester I SMP Negeri 6 Kisaran Tahun Pelajaran 2013/2014”.

1.2.Identifikasi Masalah

Sebagaimana yang telah diterangkan pada latar belakang masalah di atas. Maka, yang menjadi identifikasi masalah pada penelitian ini adalah:

1. Hasil belajar siswa dalam proses belajar mengajar khususnya mata pelajaran fisika yang masih belum mencapai KKM.

2. Siswa menganggap fisika merupakan pelajaran yang sulit dan kurang menarik.

3. Model pembelajaran yang digunakan pada pelajaran fisika masih model pembelajaran konvensional

4. Kurangnya minat siswa dalam belajar fisika.

1.3.Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, peneliti membatasi masalah sebagai berikut:

1. Menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered heads Together di kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol.

2. Subjek penelitian hanya dibatasi pada siswa SMP N 6 Kisaran kelas VII Semester I T.P 2013/2014.

3. Materi pelajaran fisika kelas VII semester I di SMP N 6 Kisaran hanya pada materi pokok Zat dan Wujudnya.

1.4.Rumusan Masalah

(19)

6

1. Bagaimana hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered heads Together berbantu media peta konsep pada materi pokok Zat dan Wujudnya dikelas VII Semester I di SMP N 6 Kisaran T.P 2013/2014.

2. Bagaimana hasil belajar siswa menggunakan pembelajaran konvensional pada materi pokok Zat dan Wujudnya dikelas VII Semester I di SMP N 6

Kisaran T.P 2013/2014.

3. Bagaimana aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together berbantu media peta konsep pada materi pokok Zat dan Wujudnya dikelas VII Semester Idi SMP N 6 Kisaran T.P 2013/2014.

4. Bagaimana pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together dan pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Zat dan Wujudnya dikelas VII Semester I di SMP N 6 Kisaran T.P 2013/2014.

1.5.Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together berbantu media peta konsep pada materi pokok Zat dan Wujudnya di kelas VII semester I di SMP N 6 Kisaran T.P 2013/2014.

2. Untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran konvesional pada materi pokok Zat dan Wujudnya di kelas

VII semester I di SMP N 6 Kisaran T.P 2013/2014.

3. Untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model

(20)

7

4. Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together berbantu media peta konsep dan pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Zat dan Wujudnya di kelas VII semester I di SMP N 6 Kisaran T.P 2013/2014.

1.6.Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :

1. Meningkatkan pemahaman dan peran aktif siswa pada pembelajaran fisika, khususnya pada pokok bahasan zat dan wujudnya.

2. Sebagai bahan masukan dan informasi untuk melakukan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together pada materi pokok Zat dan Wujudnya dalam mengajar serta membantu proses pembelajaran menjadi lebih baik.

1.7. Defenisi Operasional

Numbered Heas Together atau penomoran berpikir bersama merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional. Numbered Heads Together pertama kali dikembangkan oleh Spenser Kagen (1993) untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Model ini dikombinasikan dengan media peta konsep. Peta konsep merupakan suatu cara untuk memperlihatkan konsep-konsep dan proposisi-proposisi suatu

(21)

65

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari hasil analisa data dan pengujian hipotesis maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Hasil belajar fisika siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together berbantu media peta konsep pada materi

zat dan wujudnya di kelas VII semester I SMP Negeri 6 Kisaran Tahun pelajaran 2013/2014 adalah sebesar 72,50.

2. Hasil belajar fisika siswa tanpa menggunakan model pembelajaran konvensional pada materi zat dan wujudnya di kelas VII semester I SMP Negeri 6 Kisaran Tahun pelajaran 2013/2014 adalah sebesar 60,63

3. Aktivitas belajar siswa yang diamati pada pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together berbantu media peta konsep mengalami peningkatan dari pertemuan I sampai pertemuan III dengan perolehan rata-rata nilai keseluruhan sebesar 67,32 termasuk kategori penilaian aktif. Aktivitas siswa yang dikategorikan aktif sejalan dengan peningkatan hasil belajar siswa yang juga dikategorikan baik yaitu 72,50. Dalam hal ini, aktivitas siswa memiliki pengaruh positif terhadap hasil belajar.

4. Ada pengaruh yang signifikan menggunakan model pembalajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together berbantu media peta konsep terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Zat dan Wujudnya Kelas VII Semester I SMP N 6 Kisaran Tahun Pelajaran 2013/2014.

5.2. Saran

Berdasarkan hasil dan kesimpulan dalam penelitian ini, maka peneliti

mempunyai beberapa saran,yaitu :

1. Ada baiknya memberikan motivasi terlebih dahulu kepada siswa yang

(22)

66

2. Diharapkan lebih memperhatikan penggunaan waktu di dalam pembelajaran untuk setiap fase dalam NHT karena dalam kooperatif NHT memerlukan waktu yang banyak khususnya ketika siswa mempersentasikan hasil diskusi.

(23)

67

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,S.,2010, ProsedurPenelitian, Jakarta : PT RinekaCipta.

Dimyati, Dr., danMudjiono, Drs., 2002, BelajardanPembelajaran, PT RinekaCipta, Jakarta.

DjamarahdanAswinZain. 2010. StrategiBelajarMengajar. Jakarta :RhinekaCipta

FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlamUniversitasNegeri Medan., 2011, PedomanPenulisan Proposal danSkripsiMahasiswa Program Pendidikan FMIPA Unimed,Medan:FMIPA Unimed.

Hamalik, Oemar, 2006, Proses BelajarMengajar,Jakarta:BumiAksara.

Harjono, widagdo Mangunwiyoto, 2007, Pokok-poko Fisika SMP Jilid I,Jakarta :Erlamgga.

Isjoni, 2009, Cooperative Learning, Bandung :Alfabeta..

Lie, A., 2008, Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative Learning Di Ruang-RuangKelas, Jakarta : PT Grasindo.

Lubis, FitriMawadah, 2011, Pengaruh Model PembelajaranKooperatifTipe NHT TerhadapHasilBelajarSiswaPada Sub Materi Usaha danEnergiKelas VIII Semester I MtsSwastaIstiqlal Medan T.P. 2011/2012Medan :Skripsi FMIPA Unimed.

Marbun, Ruth Verawaty, 2012, Pengaruh Model Pembelajaran KooperatifTipeNHT Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Gaya dan Hukum NewtonDi kelas VIII Semester I SMP Swasta GKPI Padang Bulan Medan T.P. 2012/2013 Medan : Skripsi FMIPA Unimed.

Nurlayly, Siti Batubara, 2013, Pengaruh Model Pembelajaran Advancer Organizer BerbasisPetaPikiranTerhadapHasilBelajarSiswaPadaMateriPokokListrikDin amisKelas X Semester II SMA NPercutSei Tuan T.P 2012/2013. Medan :Skripsi FMIPAUnimed.

Prasodjo, B.,dkk., 2006, TeoriAplikasiFisika SMP Kelas VII, Jakarta : PenerbitYudhistira.

(24)

68

Rusman, 2010, Model – Model PembelajaranMengembangkanProfesionalisme Guru, Bandung : PT Raja GrafindoPersada.

Sardiman, S., dkk. 2008. Media Pendidikan. Jakarta :PenerbitRajawali Pers.

Slameto., (2003), BelajardanFaktor-Faktor Yang Mempengaruhinya,Jakarta :RinekaCipta.

Sudjana, (2005), MetodaStatistika, BandungTarsito.

Susanti, Elji, 2011,Pengaruh Model PembelajaranKooperatifTipe NHT TerhadapHasilBelajarSiswaPadaMateriPokokKalorDikelas VII Semester II SMP Negeri 7 Medan T.A 2010/2011., Medan : Skripsi FMIPA Unimed.

Trianto., (2007), Model-Model PembelajaranInovatifBerorientasiKonstruktivis, Jakarta : PrestasiPustaka.

Trianto, 2011, Mendesain Model PembelajaranInovatif – Progresiv,Jakarta :KencanaPrenada Media Group.

Tim Abdi Guru.2008.IPA TerpaduUntuk SMP Kelas VII, Jakarta : Erlangga.

Wilis, Dahar, 1988, Teori-teori Belajar, Gelora Aksara Prima, Erlangga.

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=248576 :medan-peringk..

http://atikan-jurnal.com(wp-content)uplouds/2012/12/2009.fatah.sri.des.12pdk

http://www.jurnalagfi.org

Referensi

Dokumen terkait

Pengembangan teknologi perlakuan karantina perlu dilakukan untuk mengeliminasi OPTK yang terbawa umbi sekaligus menghilangkan daya tumbuh (devitalisasi) umbi bawang

[r]

1.) Secara teknis pendirian industri keripik nangka di kabupaten Semarang cukup layak karena pasar cukup prospektif, bahan baku tersedia dalam jumlah dan

Peneliti juga berterimakasih bagi dosen pembimbing dan dosen-dosen pengajar yang dari awal memberika ide dan dukungan dalam penyusunan skripsi Maskulinitas Pemimpin Perempuan

Saya merasa kebutuhan saya dengan membeli produk smartphone Samsung terpuaskan dengan pilihan yang saya gunakan

Kepada pemerintah dari pusat sampai desa-desa, perlu memperhatikan, bekerja dan bertanggungjawab atas perencanaan dan pendayagunaan Dana Desa berdasarkan hukum dan

Tapi saya justru tahunya dari Instagram, dan mungkin karena saya sudah berdomisili di Solo jadi saya memutuskan untuk bergabung dengan KN Solo dan bukan KN Medan?.

Sehubungan dengan telah berakhirnya masa sanggah terhadap Pengumuman Pemenang Seleksi Sederhana Nomor : 602.1/08/PK16/POKJA-DINKES/STG/X/2015, tanggal 12 Oktober 2015 untuk paket