• Tidak ada hasil yang ditemukan

Equity Valuation. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk. Laporan Kedua. Ekspansi, Sebuah Permainan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Equity Valuation. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk. Laporan Kedua. Ekspansi, Sebuah Permainan"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Pembangunan Jaya Ancol, Tbk

Laporan Kedua

Equity Valuation

29 Agustus 2014 Target Harga Terendah Tertinggi 1.295 1.440 Pariwisata dan Properti

Kinerja Saham 500 600 700 800 900 1000 1100 1200 1300 1400 1500 3,000 3,500 4,000 4,500 5,000 5,500 29 -Au g-13 18 -Se p -13 8- Oct-13 28 -O ct -13 17 -N o v-13 7-De c-13 27 -De c-1 3 16 -J an -14 5-Fe b -14 25 -Fe b -14 17 -Ma r-14 6-Ap r-1 4 26 -Ap r-14 16 -Ma y-1 4 5-Ju n -1 4 25 -J u n -14 15 -J u l-14 4-Au g-1 4 24 -Au g-14 PJAA IHSG IHSG PJAA Sumber: Bloomberg Informasi Saham Rp

Kode Saham PJAA

Harga saham per 28 Agustus 2014 1.420

Harga Tertinggi 52 minggu terakhir 1.450

Harga Terendah 52 minggu terakhir 880

Kapitalisasi Pasar Tertinggi 52 minggu

(miliar) 2.240

Kapitalisasi Pasar Terendah 52 minggu

(miliar) 1.408

Market Value Added & Market Risk

0 50 100 150 200 250 300 350 400 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6

March-12 March-13 March-14 Market Risk MVA

Market Value Added Market risk

Sumber:PT Pembangunan Jaya Ancol, PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing

Penilaian Saham Sebelumnya Saat ini

Tertinggi 1.500 1.440

Terendah 1.340 1.295

Pemegang Saham (%)

Pemerintah DKI Jakarta 72,00

PT Pembangunan Jaya 18,01

Publik (masing-masing dengan kepemilikan

dibawah 5%) 9,99

Kontak :

Equity & Index Valuation Division Phone : (6221) 7278 2380

[email protected]

“Pernyataan disclaimer pada halaman akhir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen ini”

www.pefindo.com

Ekspansi, Sebuah Permainan

Dari awal berdirinya pada tahun 1966, Taman Impian Ancol, atau dikenal Ancol, dirancang sebagai tempat wisata terpadu, dan tetap merupakan yang terbesar di Jakarta hingga saat ini. PT Pembangunan Jaya ("JAYA") ditunjuk oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta, untuk mengembangkan kawasan Ancol. JAYA kemudian mengubah namanya menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk ("PJAA") saat menjadi perusahaan terbuka pada tahun 2004. Saat ini, lini bisnis PJAA terentang dari properti, pariwisata, serta perdagangan dan jasa. PJAA mengelola 552 ha kawasan pariwisata, terletak di utara Jakarta, dimana terdapat tiga taman hiburan yang dikenal sebagai Dunia Fantasi (Dufan), Atlantis Water Adventure, dan Ocean Dream

Samudera, serta pusat seni dan kerajinan, klub olahraga eksekutif,

area kuliner, area serbaguna (Eco Park), dan beberapa properti perumahan. Bisnis pariwisata tetap menjadi tulang punggung PJAA, sementara bisnis properti terus menunjukkan peningkatan kontribusinya.

(2)

“Pernyataan disclaimer pada halaman akhir merupakan bagian tak terpisahkan dari dokumen ini” www.pefindo.com

Pembangunan Jaya Ancol, Tbk

Target Harga Penyesuaian

Kami membuat beberapa penyesuaian pada proyeksi kami sebelumnya, dan menyesuaikan Target Harga kami ke kisaran Rp1.295 - Rp1.440 per saham, berdasarkan pertimbangan berikut:

 Pengunjung yang terus berdatangan. Walaupun terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2013 (5,78% YoY), dan berlanjut hingga 1Q14 (5,21% YoY), jumlah pengunjung Ancol meningkat. Melalui gerbang utamanya, jumlah pengunjung Ancol mencapai 15,95 juta orang di tahun 2013, naik dari 15,85 juta orang di tahun 2012. Pada 1Q14, sudah mencapai 3,35 juta orang. Kami melihat bahwa di masa datang, akan semakin banyak pengunjung datang ke Ancol, karena semakin banyak penduduk Indonesia yang melihat liburan merupakan suatu gaya hidup.

 Ekspansi untuk menunjang pertumbuhan. Kami melihat bahwa rencana PJAA untuk tetap berekspansi akan menunjang pertumbuhannya di masa datang. Pembangunan indoor theme park yang baru di Dufan, akan menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. Hotel baru, yaitu Courtyard Marriot Ancol, sebuah hotel bintang 4 dengan 310 kamar, juga akan segera beroperasi di tahun 2015. Di bisnis properti, komplek perumahan dan apartemen Jaya Ancol Seafront, akan mulai mendorong pendapatan PJAA di tahun 2016. Berdasarkan hal ini, dan beberapa ekspansi PJAA lainnya, kami melihat bahwa pertumbuhan pendapatan PJAA akan terjamin di masa datang.

 Kinerja PJAA di tahun 2013, diatas proyeksi kami sebelumnya. Pendapatan aktual PJAA di tahun 2013 adalah Rp1,24 triliun, diatas estimasi kami yaitu Rp1,08 triliun. Di lini bawah, laba bersih PJAA tahun 2013 mencapai Rp192,2 miliar, juga diatas estimasi kami yaitu Rp183 miliar. Pertumbuhan sektor properti (74% YoY) mendorong pertumbuhan yang signifikan ini. Namun di tahun 2014, kami melihat bahwa bisnis pariwisata akan kembali membukukan pertumbuhan tertinggi, dikarenakan pendapatan dari bisnis properti turun dari Rp54,8 miliar menjadi Rp 31,4 miliar di 1Q14.

Pengelolaan utang yang baik. PJAA mempertahankan rasio interest bearing

debt to equity menjadi 36,54% di tahun 2013 (37,90% di tahun 2012),

namun beban bunga naik dari Rp8,5 miliar menjadi Rp29,6 miliar. Meskipun demikian, kami beranggapan PJAA tetap solvent, karena rasio interest

coverage masih 9,6x di tahun 2013. Oleh karenanya, kami melihat bahwa

PJAA masih memiliki ruang yang lebar untuk mendapatkan tambahan pinjaman untuk mendanai pertumbuhannya di masa datang.

Risk free rate, equity premium, dan beta assumption masing-masing adalah 8,25%, 3,06%, dan 1,49x.

Prospek Bisnis

Di tengah kondisi yang kurang mendukung di tahun 2013, seperti ditunjukkan oleh penurunan pertumbuhan ekonomi hingga 5,78%, jumlah pengunjung Ancol mampu mencapai jumlah tertingginya dalam sejarah (15,9 juta orang). Di tahun 2014, didukung oleh wahana baru seperti Kontiki, dan Ice Age Sid Arctic Adventure, membuat kami percaya jumlah pengunjung Ancol akan semakin banyak. Properti baru, seperti Courtyard Marriot Ancol Hotel, dan Jaya Ancol Seafront (yang terdiri dari apartemen dan komplek perumahan) akan mendukung pertumbuhan PJAA di masa datang. Sebagai hasilnya, kami percaya pendapatan PJAA akan tumbuh 10,05% YoY CAGR selama tahun 2013 – 2015.

Tabel 1: Ringkasan Kinerja

2011 2012 2013 2014P 2015P

Pendapatan [Rp miliar] 933 1.054 1.242 1.312 1.504 Laba sebelum pajak [Rp miliar] 209 239 262 282 324 Laba bersih [Rp miliar] 162 178 192 212 243 EPS [Rp] 101 111 120 132 152 Pertumbuhan EPS [%] 14,2 10,0 7,9 10,2 14,7 P/E [x] 9,9 6,6 9,1 10,7* 9,3* P/BV [x] 1,4 0,9 1,2 1,4* 1,2*

Sumber: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Estimasi PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing * berdasarkan harga saham tanggal 28 Agustus 2014 – Rp1.440/ saham

(3)

“Pernyataan disclaimer pada halaman akhir merupakan bagian tak

Pembangunan Jaya Ancol, Tbk

Terus Berekspansi

Untuk mempertahankan pertumbuhannya, PJAA melakukan ekspansi di setiap lini usahanya. Di bisnis pariwisata, PJAA merubah wahana Ramashinta menjadi

indoor theme park. Kami melihat bahwa rencana ini tepat, karena saat ini PJAA

harus berkompetisi dengan beberapa pengelola indoor theme park yang tersebar di Jakarta. Soft launching dari wahana ini adalah di tahun 2014. Selain itu, PJAA berencana membuka hotel baru di sekitar area Putri Duyung Cottage, yaitu Courtyard Marriot Ancol, hotel bintang 4 dengan 310 kamar, dan diestimasikan untuk dibuka tahun 2015. Peremajaan Hailai dan penyelesaian pembangunan Dufan Ocean juga tercantum dalam agenda ekspansi PJAA. Di bisnis properti, setelah pembangunan Coasta Villa dan Northland Apartemen di tahun 2012, PJAA saat ini akan membangun Jaya Ancol Seafront, komplek perumahan dan apartemen, yang diestimasikan selesai tahun 2015. PJAA berencana mendanai ekspansi tersebut dengan mengeluarkan obligasi senilai Rp300 miliar (dikeluarkan tahun 2012), pinjaman perbankan dan kas internal.

Gambar 1: Ekspansi di Bisnis Pariwisata

Sumber: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing

Gambar 2: Ekspansi di Bisnis Properti

Sumber: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing

Wahana Baru, Menarik Pengunjung

Pada tanggal 10 April 2014, grand launching dari tahap pertama Dunia Fantasi

Indoor Theme Park telah dilakukan. Bekerja sama dengan Century Fox Studio,

Ice Age Sid Arctic Adventure – sebuah wahana baru di area indoor theme park,

INFORMASI BISNIS

(4)

“Pernyataan disclaimer pada halaman akhir merupakan bagian tak terpisahkan dari dokumen ini” www.pefindo.com

Pembangunan Jaya Ancol, Tbk

beberapa karakter kartun di film Ice Age. Sementara wahana lain, yang dikenal dengan Kontiki, akan memberikan petualangan kepada pengunjung dengan menggunakan perahu artificial melalui zaman es. Wahana indoor ini juga dilengkapi dengan area multi fungsi. Oleh karenanya, kami melihat bahwa wahana baru tersebut mampu menarik pengunjung, seperti ditunjukkan oleh peningkatan pendapatan dari wahana wisata Ancol, dari Rp64,3 miliar di 1Q13 menjadi Rp80,0 miliar di 1Q14, dengan tarif yang tetap untuk wahana wisata tersebut sejak tahun 2013.

Gambar 3: Pendapatan dari Wahana Wisata, 1Q13 Vs 1Q14

64.3 80.0 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 1Q13 1Q14

Sumber: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing Tabel 2: Tarif di Wahana Wisata Ancol

Tarif 2013 1Q14

Hari Kerja Akhir Minggu Hari Kerja Akhir Minggu

Dunia Fantasi 180.000 250.000 180.000 250.000

Atlantis 90.000 120.000 90.000 120.000

Ocean Dream 90.000 120.000 90.000 120.000

(5)

“Pernyataan disclaimer pada halaman akhir merupakan bagian tak

Pembangunan Jaya Ancol, Tbk

Hutang Meningkat, Namun Tetap Terkelola Baik

Pada tanggal 17 Desember 2012, PJAA menerima pernyataan efektif dari Bapepam-LK terhadap penerbitan obligasi keduanya. Total obligasi senilai Rp300 miliar yang dikeluarkan dengan tingkat kupon 8,1% dan 8,4%. Sebagai akibatnya, biaya bunga PJAA naik dari Rp8,5 miliar di tahun 2012 menjadi Rp29,6 miliar di tahun 2013, dan diekspektasikan akan sama di tahun 2014. Namun, kami melihat bahwa peningkatan hutang tersebut masih wajar, mengingat rasio interest bearing debt to equity PJAA hanya mencapai 35,07% di 1Q14, dan rasio interest coverage nya masih 9,6x di tahun 2013. Berdasarkan hal tersebut, kami melihat bahwa PJAA masih memiliki ruang yang luas untuk mendapatkan tambahan pinjaman untuk mendanai pertumbuhannya di masa depan.

Gambar 4: Rasio Interest coverage dan interest bearing debt to

equity, 2011 - 2013 15.8 28.0 9.6 14.40% 37.90% 36.54% 0.00% 5.00% 10.00% 15.00% 20.00% 25.00% 30.00% 35.00% 40.00% 0.0 5.0 10.0 15.0 20.0 25.0 30.0 2011 2012 2013 % (x)

Interest coverage ratio Interest bearing debt to Equity Ratio

Sumber: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing

Melebihi Estimasi Kami

PJAA mampu mencatatkan pertumbuhan yang kuat di tahun 2013, karena pendapatannya naik 17,83% YoY atau mencapai Rp1,24 triliun. Loncatan pendapatan ini merupakan yang tertinggi dalam 5 tahun terakhir, dan mengalahkan estimasi kami yang hanya mencapai Rp1,08 triliun. Laba bersih PJAA yang mencapai Rp192,2 miliar juga mengalahkan estimasi kami yaitu Rp183 miliar. Pertumbuhan yang kuat pada pendapatan dari sektor properti, sebagai akibat peningkatan harga jual dan volume penjualan dari Northland Apartment dan Coastavilla menghasilkan pertumbuhan signifikan sebesar 74% YoY dari bisnis ini. Pendapatan dari sektor properti selama tahun 2013 tumbuh mencapai Rp417,7 miliar dari hanya Rp240,5 miliar di tahun 2012. Namun, di tahun 2014, kami estimasikan PJAA akan kembali bergantung pada sektor pariwisata kembali, karena pendapatan dari sektor properti turun menjadi Rp31,4 miliar dari Rp54,8 miliar di 1Q13, dikarenakan peningkatan suku bunga acuan (BI Rate). Namun secara keseluruhan, pendapatan PJAA di 1Q14 masih mencatat sedikit pertumbuhan sebesar 3,8% YoY, ditunjang oleh kenaikan jumlah pengunjung yang datang ke Ancol dan wahana wisata nya.

(6)

“Pernyataan disclaimer pada halaman akhir merupakan bagian tak terpisahkan dari dokumen ini” www.pefindo.com

Pembangunan Jaya Ancol, Tbk

Gambar 5: Pendapatan dan Laba Bersih

PJAA– Aktual Vs Estimasi, 2013 Gambar 6: Detail Pendapatan PJAA 1Q14 vs 1Q13

1,242 1,084 192 183 200 400 600 800 1,000 1,200 1,400 Pendapatan aktual (Rp, miliar) Estimasi pendapatan (Rp, miliar) Laba bersih aktual (Rp, miliar) Estimasi laba bersih (Rp, miliar) 0 50 100 150 200 250 1Q13 1Q14

Real Estate (Rp, miliar) Tiket (Rp, miliar) Hotel & Restaurant (Rp, miliar) Lainnya (Rp, miliar)

Sumber: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PEFINDO Divisi

Valuasi Saham & Indexing Sumber: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing

Efisiensi Untuk Menghindari Tergerusnya Marjin

Di tahun 2013, PJAA mengalami peningkatan pertumbuhan 17,83% YoY. Namun, kami melihat bahwa marjin PJAA tergerus, dikarenakan peningkatan harga material bangunan dan akuisisi lahan baru / biaya reklamasi, hingga mencapai Rp235,5 miliar, naik dari Rp79,2 miliar tahun 2012. Sebagai akibatnya, marjin laba kotor PJAA turun hingga mencapai 39,73% dari 43,38% di tahun 2012. Namun, PJAA mampu mempertahankan level “standar” dari marjin laba usahanya, yaitu 22% - 23%, melalui efisiensi terutama di aktivitas pemasaran. Di 1Q14, marjin laba kotor PJAA sekali lagi tergerus, kali ini dikarenakan naiknya biaya langsung (diluar biaya material bangunan dan akuisisi tanah), sehingga membuat marjin laba kotornya turun menjadi 37,44%, dan marjin laba usaha menjadi 17%. Namun, kami melihat kondisi ini normal, dikarenakan di 1Q14, PJAA juga membukukan marjin laba yang rendah (38% marjin laba kotor, dan 16% marjin laba usaha).

Gambar 7: Marjin Laba Kotor dan Laba Usaha PJAA

43.4% 39.7% 37.4% 37.8% 23.1% 22.0% 17.1% 16.1% 0.0% 5.0% 10.0% 15.0% 20.0% 25.0% 30.0% 35.0% 40.0% 45.0% 50.0%

Desember 2012 Desember 2013 Maret 2014 Maret 2013 Gross profit margin Operating profit margin

(7)

“Pernyataan disclaimer pada halaman akhir merupakan bagian tak

Pembangunan Jaya Ancol, Tbk

VALUASI

Metodologi

Kami menerapkan Discounted Cash Flow (DCF) sebagai metode penilaian utama dengan pertimbangan bahwa pertumbuhan pendapatan adalah pengendali nilai PJAA bukan pertumbuhan aset.

Kami tidak mengkombinasikan perhitungan DCF ini dengan metoda Guideline

Company (GCM) karena tidak ada perusahaan sejenis yang memenuhi syarat

untuk dibandingkan dengan PJAA di BEI.

Penilaian ini didasarkan pada harga 100% saham tanggal 28 Agustus 2014, dengan menggunakan laporan keuangan PJAA tanggal 31 Maret 2014, sebagai dasar dilakukannya analisa fundamental.

Estimasi Nilai

Kami menggunakan Cost of Capital 10,45% dan Cost of Equity 12,80% berdasarkan asumsi berikut:

Tabel 3: Asumsi

Risk free rate [%]* 8,25

Risk premium [%]* 3,06

Beta [x]** 1,49

Cost of Equity [%] 12,80

Marginal Tax Rate [%] 25,0

Interest Bearing Debt to Equity Ratio

[%] 74,8

WACC [%] 10,45

Sumber: Bloomberg, Estimasi PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing * per tanggal 28 Agustus 2014

** Berdasarkan laporan PEFINDO Beta Saham tanggal 28 Agustus 2014

Target harga saham untuk 12 bulan berdasarkan posisi valuasi pada tanggal 28 Agustus 2014 menggunakan metode DCF dengan asumsi tingkat diskonto 10,45% adalah berkisar antara Rp1.295 sampai Rp1.440 per saham.

Tabel 4: Ringkasan Metode Penilaian DCF

Konservatif Moderat Optimis

PV of Free Cash Flows – [Rp,

miliar] 695 732 768

PV Terminal Value – [Rp miliar] 1.521 1.601 1.682

Non-Operating Assets – [Rp,

miliar] 377 377 377

Net Debt – [Rp, miliar] (523) (523) (523)

Total Equity Value – [Rp miliar] 2.071 2.187 2.304

Number of Share, [juta saham] 1.599 1.599 1.599

Fair Value per Share, [Rp] 1.295 1.365 1.440

Sumber: Estimasi PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing

TARGET HARGA

(8)

“Pernyataan disclaimer pada halaman akhir merupakan bagian tak terpisahkan dari dokumen ini” www.pefindo.com

Pembangunan Jaya Ancol, Tbk

Tabel 5: Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian (Rp miliar) 2011 2012 2013 2014P 2015P Pendapatan 933 1.054 1.242 1.312 1.504 Biaya penjualan (513) (597) (748) (792) (917) Laba kotor 420 457 493 520 587 Biaya operasional (217) (214) (220) (230) (256) Laba operasional 204 243 274 291 331

Pendapatan (biaya) lain 5 (4) (12) (8) (8)

Laba sebelum pajak 209 239 262 282 324

Pajak (47) (61) (72) (71) (82)

Hak minoritas (0,0) 0,3 2,1 0,2 0,2

Laba bersih 162 178 192 212 243

Sumber: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Estimasi PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing

Tabel 6: Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

(Rp miliar)

2011 2012 2013 2014P 2015P Aset

Kas dan setara kas 400 553 417 485 588

Piutang 148 138 229 114 131

Persediaan 10 6 6 17 20

Aset jk pendek lain 21 23 16 30 35

Aset tetap 828 994 1.185 1.212 1.278

Aset real estate 179 240 193 390 447

Aset tidak lancar lain 152 433 582 676 722

Total aset 1.737 2.388 2.627 2.924 3.221 Kewajiban

Hutang dagang 33 56 32 83 96

Pinjaman jk pendek - - - - -

Pinjaman jk panjang yang

jatuh tempo dalam 1 tahun 120 60 100 45 45

Kewajiban jk pendek 273 344 312 313 341

Hutang jk panjang 50 437 458 458 458

Kewajiban jk panjang 82 181 276 345 356

Total Kewajiban 558 1.078 1.156 1.242 1.296

Total Ekuitas 1.179 1.310 1.471 1.682 1.925

Sumber: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Estimasi PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing

Gambar 8: P/E dan P/BV Historis

0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 1.2 1.4 1.6 0.0 2.0 4.0 6.0 8.0 10.0 12.0 2011 2012 2013 P/BV P/E P/E P/BV

Sumber: Bloomberg, PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing

Gambar 9: ROA, ROE dan Total Asset Turnover Historis

0.00 0.10 0.20 0.30 0.40 0.50 0.60 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 16.00 2011 2012 2013 TAT (x) ROA (%), ROE(%)

ROA (%) ROE (%) TAT (x)

Sumber: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing

Tabel 7: Rasio Kunci

2011 2012 2013 2014P 2015P Pertumbuhan [%] Pendapatan 1,2 12,9 17,8 5,7 14,6 Laba Usaha 2,8 19,2 12,6 6,1 14,0 EBITDA 11,4 21,6 17,7 1,4 9,0 Laba Bersih 14,2 10,0 7,9 10,2 14,7 Profitabilitas [%]

Marjin Laba Kotor 45,1 43,4 39,7 39,6 39,0

Marjin Laba Operasional 21,8 23,1 22,0 22,1 22,0

Marjin EBITDA 32,7 35,2 35,2 33,7 32,1

Marjin laba bersih 17,4 16,9 15,5 16,1 16,2

ROA 9,3 7,5 7,3 7,2 7,5

ROE 13,7 13,6 13,1 13,4 13,3 Solvabilitas [X]

Debt to Equity 0,5 0,8 0,8 0,8 0,7

Debt to Asset 0,3 0,5 0,4 0,4 0,4

Sumber: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Estimasi PEFINDO Divisi Valuasi Saham & Indexing

(9)

“Pernyataan disclaimer pada halaman akhir merupakan bagian tak

Pembangunan Jaya Ancol, Tbk

DISCLAIMER

Laporan ini dibuat berdasarkan sumber-sumber yang kami anggap terpercaya dan dapat diandalkan, Namun kami tidak menjamin kelengkapan, keakuratan atau kecukupannya, Dengan demikian kami tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang diambil berdasarkan laporan ini, Adapun asumsi, opini, dan perkiraan merupakan hasil dari pertimbangan internal kami per ta nggal penilaian (cut-off date), dan kami dapat mengubah pertimbangan diatas sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Kami tidak bertanggung jawab atas kekeliruan atau kelalaian yang terjadi akibat penggunaan laporan ini, Kinerja dimasa lalu tidak selalu dapat dijadikan acuan hasil masa depan, Laporan ini bukan merupakan rekomendasi penawaran, pembelian atau menahan suatu saham tertentu, Laporan ini mungkin tidak sesuai untuk beberapa investor, Seluruh opini dalam laporan ini telah disampaikan de ngan itikad baik, namun sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, dan disajikan dengan benar per tanggal diterbitkan laporan ini, Harga, nilai, atau pendapatan dari setiap saham Perseroan yang disajikan dalam laporan ini kemungkinan dapat lebih rendah dari harapan pemodal, dan pemodal juga mungkin mendapatkan pengembalian yang lebih rendah dari nilai investasi yang ditanamkan, Investasi didefinisikan sebagai pendapatan yang kemungkinan besar diterima dimasa depan, namun nilai dari pen dapatan yang akan diterima tersebut kemungkinan besar juga akan berfluktuasi, Untuk saham Perseroan yang penyajian laporan keuangannya didenominasi dalam mata uang selain Rupiah, perubahan nilai tukar mata uang tersebut kemungkinan dapat menurunkan nilai, harga, atau pendapatan investasi pemodal, Informasi dalam laporan ini bukan merupakan pertimbangan pajak dalam mengambil suatu keputusan investasi . Target harga saham dalam Laporan ini merupakan nilai fundamental, bukan merupakan Nilai Pasar Wajar, dan bukan merupakan harga acuan transaksi yang diwajibkan oleh peraturan perundang -undangan yang berlaku.

Laporan target harga saham yang diterbitkan oleh Pefindo Divisi Valuasi Saham dan Indexing bukan merupakan rekomendasi untuk membeli, menjual, atau menahan suatu saham tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai nasehat investasi oleh Pefindo Divisi Valuasi Saham dan Indexing yang behubungan dengan cakupan Jasa Pefindo kepada, atau kaitannya kepada, beberapa pihak, termasuk emiten, penasehat keuangan, pialang saham, investment banks, institusi keuangan dan perantara keuangan, dalam kaitannya menerima imbalan atau keuntungan lainnya dari pihak tersebut .

Laporan ini tidak ditujukan untuk pemodal tertentu dan tidak dapat dijadikan bagian dari tujuan investasi terhadap suatu saham dan juga bukan merupakan rekomendasi investasi terhadap suatu saham tertentu atau suatu strategi investasi, Sebelum melakukan tindakan dari hasil laporan ini, pemodal disarankan untuk mempertimbangkan terlebih dahulu kesesuaian situasi dan kondisi dan, jika dibutuhkan, mintalah bantuan penasehat keuangan.

PEFINDO memisahkan kegiatan Valuasi Saham dengan kegiatan Pemeringkatan untuk menjaga independensi dan objektivitas dari proses dan produk kegiatan analitis, PEFINDO telah menetapka n kebijakan dan prosedur untuk menjaga kerahasiaan informasi non-publik tertentu yang diterima sehubungan dengan proses analitis, Keseluruhan proses, metodologi dan database yang digunakan dalam penyusunan Laporan Target Harga Referensi Saham ini secara keseluruhan adalah berbeda dengan proses, metodologi dan database yang digunakan PEFINDO dalam melakukan pemeringkatan .

Laporan ini dibuat dan disiapkan Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing dengan tujuan untuk meningkatkan transparansi harga saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, Laporan ini juga bebas dari pengaruh tekanan atau paksaan dari Bursa maupun Perseroan yang dinilai, Pefindo Divisi Valuasi Saham & Indexing akan menerima imbalan sebesar Rp. 20 juta masing-masing dari Bursa Efek Indonesia dan Perseroan yang dinilai untuk 2 (dua) kali pelaporan per tahun, Untuk keterangan lebih lanjut, dapat mengunjungi website kami di http://www,pefindo,com

Laporan ini dibuat dan disiapkan oleh Pefindo Divisi Valuasi Saham dan Indexing, Di Indonesia Laporan ini dipublikasikan pada website kami dan juga pada website Bursa Efek Indonesia .

Gambar

Tabel 1:  Ringkasan Kinerja
Gambar 1: Ekspansi di Bisnis Pariwisata
Gambar 3: Pendapatan dari Wahana Wisata, 1Q13 Vs 1Q14
Gambar 4: Rasio Interest coverage dan interest bearing debt to  equity, 2011 - 2013                   15.8 28.0 9.614.40%37.90% 36.54% 0.00%5.00% 10.00%15.00%20.00%25.00%30.00%35.00%40.00%0.05.010.015.020.025.030.0 2011 2012 2013(x) %
+4

Referensi

Dokumen terkait

Dalam usaha untuk mewujudkan prinsip usaha berkelanjutan PT Sarana Global Finance Indonesia pada tahun 2020 fokus pada pengembangan program Tata Kelola Perusahaan

Pasien dapat memilih dokter yang akan diberikan hak akses untuk mengambil data rekam medis pasien dari pusat informasi medis, mencatat data rekam medis pasien pada basisdata

Untuk mengakses Aplikasi Pengolahan Raport Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Ceper Klaten dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu

Berpengalaman lebih dari 13 tahun di berbagai project IT sebagai Developer dan Software Architect, juga sebagai Technical Trainer untuk materi Programming, Database, dan

Dengan perkembangan clock, yang pada awalnya menggunakan pendulum kemudian berkembang menjadi atom clock dan baru-baru ini ditemukan clock yang lebih akurat

Pengaruh perlakuan anil terhadap indeks bias dan fungsi dielektrik lapisan tipis a-SiC:H hasil deposisi target grafit memperlihatkan kecenderungan yang berbeda

Ilmu ini termasuk salah satu ilmu penting yang disusun dan dibangun dalam sejarah keilmuan Islam guna memilah dan memilih suatu informasi yang disandarkan ke Nabi ﷺ

Kemudian, karakteristik pelayanan melalui perhatian karyawan dalam mela- yani, telah diketahui bahwa dari lima jenis jawaban yang disediakan terdapat satu ja- waban