• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PERSEPSI TERHADAP CELEBRITY ENDORSER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH PERSEPSI TERHADAP CELEBRITY ENDORSER"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENGARUH PERSEPSI TERHADAP CELEBRITY ENDORSER DAN TINGKAT KEPERCAYAAN PEMBELIAN TERHADAP MINAT BELI

MAHASISWA DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Gabriella Poernama Santi

Dra. Christina Tri Hendriyani, M.Si. Universitas Sebelas Maret Surakarta

Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sebelas Maret Email: [email protected]

ABSTRAK

Dewasa ini perkembangan teknologi sangatlah cepat dan pesat. Hal ini berdampak bagi kemudahan pula bagi masyarakat dalam berkomunikasi dan menukarkan informasi. Mereka menggunakan teknologi yang saat ini tengah berkembang pesat untuk meraih keuntungan dengan cara menjual beli barang secara online. Selain itu, saat ini banyak media-media sosial yang membantu mempermudah transaksi jual beli, khususnya Instagram. Tidak sedikit juga pemilik toko atau online shop yang menjadikan instagram sebagai platform utama untuk memasarkan produk dan barang mereka. Banyak cara dilakukan oleh pengiklan atau pemilik toko agar barangnya dapat dikenal secara luas oleh masyarakat, antara lain dengan menggunakan celebrity endorser untuk mengenalkan produk mereka ke masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh persepsi terhadap celebrity endorser dan tingkat kepercayaan pembelian terhadap minat beli di media sosial Instagram. Adapun variabel yang digunakan adalah celebrity endorser (X1) dan kepercayaan pembelian (X2) terhadap minat beli (Y).

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi regresi. Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dengan mengambil 94 sampel dari populasi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta yang menggunakan instagram @myrubylicious yang berjumlah

(2)

2

1.670 orang. Data yang didapat diolah menggunakan SPSS26 dengan menguji hipotesis variabel independen dengan variabel dependen.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa celebrity endorser dan tingkat kepercayaan pembelian berpengaruh signifikan kepada minat beli mahasiswa di media sosial Instagram @myrubylicious.

Kata Kunci: Celebrity Endorser, Tingkat Kepercayaan Pembelian, Minat Beli, Instagram

Pendahuluan

Dewasa ini perkembangan teknologi sangatlah cepat dan pesat. . Internet dengan segala kemudahan dan segala keefisienannya membuat para penggunanya mengembangkan dalam beberapa cara. Mereka menggunakan teknologi yang saat ini tengah berkembang pesat untuk meraih keuntungan dengan cara menjual beli barang secara online. Dan dikatakan bahwa transaksi bisnis di masa yang akan datang akan berpindah dari market place menjadi market space. (Kotler, 2000:23). Online shop merupakan sarana atau toko untuk menawarkan barang dan jasa lewat internet sehingga pengunjung online dapat melihat barang-barang di toko online. Konsumen bisa melihat barang-barang berupa gambar atau foto-foto atau video (Sari, 2000:8). Belanja internet atau online memberikan informasi konsumen lebih banyak dan pilihan untuk membandingkan produk dan harga, lebih banyak pilihan, kenyamanan, lebih mudah untuk menemukan sesuatu secara online. (Butler dan Peppard, 1998:600).

Instagram merupakan salah satu jejaring sosial yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Penggunanya tidak hanya berkisar pada usia remaja saja, namun juga usia yang sudah lanjut. Semakin berkembangnya media di tengah masyarakat, dan semakin konsumtifnya masyarakat Indonesia, hal inilah yang menarik pengguna instagram untuk tidak hanya menggunakan instagram sebagai sarana untuk mengunggah foto atau video pribadi, namun juga digunakan sebagai perantara untuk berjual-beli atau untuk lahan bisnis. Tidak sedikit pula masyarakat

(3)

3

yang menjadikan instagram sebagai sarana untuk mengadakan transaksi jual beli online atau online shop.

Celebrity adalah tokoh yang dikenal masyarakat karena prestasinya di bidang-bidang yang berbeda dari golongan produk yang didukung. Para pengiklan bersedia untuk membayar dengan harga bayaran yang tinggi kepada celebrity dengan harapan akan mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen yang baik terhadap produk yang dipasarkan dan didukung. (Shimp, 2010:250). Masing-masing celebrity memiliki pasarnya sendiri dan penggemarnya Masing-masing-Masing-masing karena gaya, kepribadian dan penampilan mereka. Pemilik toko harus pandai dalam memilih celebrity yang sesuai dengan produk mereka, persepsi yang mereka bentuk dalam seorang celebrity endorser juga dapat mempengaruhi celebrity mana yang akan digunakan untuk produk mereka. Agar dapat menarik calon konsumen untuk membeli barang atau jasa yang diberikan sehingga muncul adanya minat pembelian. Adapun kriteria dari celebrity endorser yang berpengaruh antara lain dengan memiliki attractiveness (Daya tarik), trustworthiness (Dapat Dipercaya), dan Expertise (Keahlian).

Seiring dengan perkembangan yang semakin pesat, tidak sedikit online shop yang ada di instagram benar-benar teruji kredibilitasnya. Tidak sedikit juga yang mengambil untung dengan cara menipu konsumen yang tidak terlihat di media sosial instagram tersebut. Hal inilah yang menyebabkan kepercayaan konsumen kepada suatu online shop.. Hambatan yang membuat konsumen tidak nyaman dalam berbelanja secara online diantaranta adalah adanya ketidakpercayaan dalam suatu media sehingga dapat menghambat dalam pembuatan minat beli. Kenyamanan internet adalah salah satu dampak pada keinginan konsumen untuk membeli secara online (Wang et al., 2005:301).

Rubylicious memasarkan produknya menggunakan media sosial instagram dengan nama akun: @myrubylicious dan telah memiliki pengikut sebanyak 1,7 juta followers. Rubylicious juga telah menggunakan beberapa celebrity endorser untuk memasarkan produknya. Adanya pengaruh yang positif dari celebrity

(4)

4

endorser terhadap pemasaran produk membuat peneliti tertarik untuk menelitinya. Selain itu, Rubylicious menjadi salah satu dari 10 online shop yang beromset milyaran yang memulai bisnisnya berawal dari instagram.

Berdasarkan penelitian diatas, peneliti tertarik untuk mengetahui pengaruh dari persepsi terhadap celebrity endorser dan tingkat kepercayaan pembelian terhadap minat beli di media sosial Instagram @myrubylicious.

Rumusan Masalah

1. Adakah pengaruh antara persepsi terhadap celebrity endorser pada media sosial Instagram @myrubylicious dengan minat beli mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret?

2. Adakah pengaruh antara kepercayaan pada media sosial Instagram @myrubylicious dengan minat beli mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret?

3. Adakah pengaruh antara persepsi terhadap celebrity endorser dan tingkat kepercayaan pada media sosial Instagram @myrubylicious terhadap minat beli mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret? Kerangka Teori

1. Teori Teori Stimulus Organism Respon

Teori Stimulus Organism Respon atau SOR menunjukan bahwa komunikasi merupakan proses aksi komunikasi, dimana model ini mengasumsi bahwa kata-katas verbal, isyarat non verbal, simbol-simbol tertentu akan merangsang orang lain memberikan respon dengan cara tertentu. Objek materialnya adalah manusia yang jiwanya meliputi komponen-komponen seperti sikap, opini, perilaku, kognisi, afeksi dan konasi. (McQuail, 2010:466).

Dalam model ini menyimpulkan bahwa adanya perilaku tertentu jika ada kondisi stimulus khusus sehingga seseorang dapat mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunikan.

(5)

5

Komunikasi merupakan transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan, dan sebagainya, dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, figur, grafik dan sebagainya. Tindakan atau transmisi itulah yang biasanya disebut komunikasi. (Thomas M, 1976:5).

Menurut Brent D. Ruben komunikasi manusia adalah suatu proses melalui mana individu dalam hubungannya, dalam kelompok, dalam organisasi dan dalam masyarakat menciptakan, mengirimkan, dan menggunakan informasi untuk mengkoordinasi lingkungannya dan orang lain. (Arni, 2011: 3)

3. Komunikasi Pemasaran

Strategi komunikasi pemasaran menggunakan bauran pada komunikasi pemasaran. Bauran pemasaran atau marketing mix didefinisikan sebagai suatu strategi yang dilakukan oleh suatu perusahaan meliputi pembuatan master plan dan mengetahui serta menghasilkan penyajian produk yang memuaskan pada suatu segmen pasar tertentu. (Agus Hermawan, 2012:35)

Bauran pemasaran terdapat empat komponen, yaitu: a. Product (produk)

b. Price (harga)

c. Place (tempat, termasuk juga distribusi) d. Promotion (promosi)

Metode 4P diatas juga berlaku di dunia internet, walaupun sebenanrnya di dunia internet juga banyak menggunakan komponen lain yang sulit untuk diimplementasikan diluar dunia maya. (Agus Hermawan 2012:33)

Karakteristik dari komunikasi pemasaran meliputi (Sofjan Assauri, 2010:268):

1. Periklanan 2. Personal selling 3. Promosi Jualan 4. Publisitas

(6)

6 4. Media Komunikasi Pemasaran

Saluran atau media yang digunakan untuk promosinya terbagi menjadi dua tipe, antara lain (Kotler dan Amstrong 2001:120):

1. Saluran Komunikasi Pribadi

Saluran yang digunakan oleh dua orang atau lebih saling berkomunikasi langsung satu sama lain, bisa lewat tatap muka, telepon atau melalui surat bahkan chating lewat internet.

2. Saluran Komunikasi Nonpribadi

Media yang membawa pesan tanpa melalui kontak, atau umpan balik pribadi yang meliputi media (cetak, elektronik, online), atmosfer (lingkungan yang dirancang kusus demi menciptakan kecenderungan pembeli untuk membeli produk)

5. Media Sosial

Media sosial dan perangkat lunak sosial merupakan alat yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan pengguna untuk berbagi dan bekerjasama diantara pengguna dan melakukan tindakan secara kolektif yang semuanya berada diluar kerangka institusional maupun organisasi. (Shirky, 2008).

Adapun karakteristik dari media sosial adalah:Jaringan, Informasi, Arsip, Interaksi, Simulasi Sosial, Konten oleh Pengguna, Penyebaran.

6. Instagram

Instagram merupakan aplikasi yang digunakan untuk membagikan foto dan video. Instagram semakin populer dan akhirnya digunakan sebagai aplikasi yang dapat membagikan foto, dan membuat pengguna turun ke bisnis online turut mempromosikan produknya lewat Instagram. (M. Nisrina 2015:137) hal. 137

7. Persepsi

Persepsi mengacu kepada interpretasi hal-hal yang kita indera. (Solso et. Al., 2007:75). Persepsi merupakan kesadaran intuitif mengenai kebenaran langsung atau keyakinan yang serta merta mengenai sesuatu.

(7)

7

(Chaplin, 2005). Fieldman (1999) menyatakan bahwa persepsi merupakan proses konstruktif dimana kita menerima stimulus dan berusaha memahami situasi yang bermakna.

8. Celebrity Endorser

Celebrity merupakan tokoh, baik actor, penghibur atau atlet yang dikenal masyarakat karena prestasinya dalam bidang-bidang yang berbeda dari golongan produk yang didukung. Pengiklan bersedia membayar harga yang tinggi kepada kaum celebrity tersebut yang disukai dan dihormati oleh khalayak yang menjadi sasaran dan yang diharapkan akan mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen yang baik terhadap produk yang didukung. (Shimp, 2010).

9. Kepercayaan Konsumen

Kepercayaan terhadap online shop sangat penting karena kompleksitas dan keragaman interaksi online melalui media sosial (Leeraphong dan Mardjo, 2013:314). Dari hasil yang dirasakan konsumen, kepercayaan belanja secara online mempengaruhi niat pembelian melaluimedia sosial 10. Dimensi Kepercayaan

Berdasarkan sumber yang ilmiah maka terdapat dua dimensi untuk menganalisis tingkat kepercayaan yaitu dimensi yang mampu membangun trust seseorang yaitu dengan dimensi trust believe dan trust intention (McKnight, Kacmar, & Choudhury, 2002:337).

11. Minat beli

Minat beli juga merupakan proses yang ditempuh konsumen dalam membeli suatu barang atau jasa dan didasari oleh bermacam pertimbangan. (Pramono, 2012:136)

Beberapa faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen, yaitu (Kotler dan Keller 2009):

a. Sikap orang lain

(8)

8 Definisi Konseptual

1. Variabel Independen

a. Persepsi terhadap Celebrity Endorser (X1)

Celebrity Endorser adalah artis, entertainer, atlet, dan public figure yang digunakan sebagai model iklan di media-media, mulai dari media cetak, media sosial, maupun media televisi yang banyak diketahui orang untuk keberhasilan produk yang didukung (Shimp, 2003:459).

b. Kepercayaan Pembelian (X2)

Menurut Moorman dalam Ishak dan Luthfi (2011:59) mendefinisikan kepercayaan sebagai kesediaan untuk bergantung kepada pihak lain yang telah dipercaya.

Definisi Operasional

1. Persepsi terhadap Celebrity Endorser (X1)

Celebrity Endorser adalah aktor atau tokoh terkenal yang digunakan pengiklan untuk mendukung suatu produk atau iklan. Adapun indikator dari celebrity endorser antara lain; attractiveness (Daya tarik), Trustworthiness (Dapat Dipercaya), Expertise (Keahlian). 2. Kepercayaan Pembelian (X2)

Kepercayaan adalah keyakinan pelanggan yang timbul karena kualitas produk yang ditawarkan dengan kredibilitas dari online shop yang dapat dipertaruhkan berupa; informasi yang dapat dipercaya, jaminan transaksi produk, reputasi online shop.

3. Minat beli (Y1)

Minat beli pada dasarnya memiliki 2 macam, yaitu minat transaksional, kecenderungan konsumen untuk membeli produk. Minat refrensial, kecenderungan seseorang untuk merekomendasi produk ke orang lain

(9)

9

Pada penelitian ini digunakan penelitian kuantitatif akan meneliti pengaruh persepsi terhadap celebrity endorser dan tingkat kepercayaan pembelian terhadap minat beli di media sosial Instagram.

Populasi

Pada penelitian ini peneliti tertarik untuk menjadikan mahasiswa Universitas Sebelas Maret sebagai populsai karena target @myrubylicious merupakan usia mahasiswa dan sesuai dengan lokasi penelitian. Berdasarkan data yang didapatkan dari bagian akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik jumlah mahasiswa aktif bulan Februari-Juli 2021 adalah 1.670 orang. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan nonprobabilitas dengan teknik purposive sampling. Dalam menghitung jumlah sampel, peneliti menggunakan rumus Slovin

n = Jumlah Sampel N= Ukuran Populasi

e = Standar Kesalahan (standart eror) atau kelonggaran ketidaktelitian kesalahan karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditolerir, misalnya 100% kemudian e ini dikuadratkan.

Populasi berjumlah 1.670 orang, sehingga jumlah sampel adalah n= 1.670 = 94,35

1+1.670(0,10)2

Jadi, responden yang dibutuhkan untuk penelitian ini sebanyak 94 orang. Teknik Analisis Data

1. Uji Prasyarat Analisis

Sebelum dilakukan pengujian analisis regresi linier berganda terhadap hipotesis penelitian, maka terlebih dahulu perlu dilakukan suatu pengujian

(10)

10

prasyarat analisis atas data yang akan diolah dengan Uji Normalitas, Uji Multikolinieritas, dan Uji Heteroskedastisitas.

2. Uji Hipotesis

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis agrasi linier berganda. Langkah-langkah yang peneliti tempuh, yaitu pembuatan tabel induk berupa skor untuk melihat data awal dari responden untuk masing-masing variabel menggunakan aplikasi Microsoft Excel, lalu kemudian data yang sudah didapatkan diolah menggunakan software SPSS (Statistic Product and Service Solution) yang bertujuan untuk menguji regresi linier berganda, parsial (t), simultan (f) dan koefisien determinasi.

a. Regresi Linier Berganda 𝑌 =a + bX

Ŷ = Subjek dalam Variabel dependen yang diprediksikan A= Harga Y bila X = 0 (harga kontan)

b= Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b (+) maka naik, dan bila (-) maka terjadi penurunan.

X= Subjek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu. b. Uji Parsial (t)

Uji-t bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Uji-t memiliki rumus (Priyatno 2013:43)

√ √

Keterangan:

r = koefisien korelasi sederhana n = jumlah kasus

(11)

11

t = thitung yang selanjutnya dikonsultasikan dengan ttabel

c. Uji Simultan (f)

Menurut Siregar (2018 : 408) uji secara simultan dilakukan untuk mengetahui pengaruh secara simultan atau bersama-sama antara variabel X1 dan X2 terhadap Y. Pada tabel SPSS nilai F bisa dilihat dalam tabel annova. Kriteria uji F adalah > sehingga daat dibuktikan

bahwa terdapat pengatuh secara simultan.

Rumus menurut Siregar (2018 : 409) :

Keterangan :

= koefisien determinasi

k = jumlah variabel independent n = jumlah data

rumus menurut Siregar (2018 : 409) :

Keterangan :

dka = jumlah variabel bebas dkb = n-m-1

d. Analisis Koefisien Determinasi

Merupakan kuadrat dari koefisien korelasi yang dikalikan dengan 100%. Hal ini dilakukan untuk menentukan variabel Y, yakni dapat dengan rumus (Riduwan 2010:228):

KP == r2 x 100% Keterangan:

KP = nilai koefisien determinasi r2 = nilai koefisien korelasi Hasil Analisis Data

(12)

12 Uji Instrumen

1. Uji Validitas

Untuk mengetahui r tabel dilakukan dengan menggunakan rumus: r tabel (alfa, n-2) berdasarkan tabel Product Moment. Uji validitas pada penelitian ini diketahui bahwa n=94 dan alfa=5% maka r tabel (5%, 94-2) = 0,203. Hasil yang peneliti dapatkan adalah sebagai berikut:

Hasil Uji Validitas

No Variabel No Soal r hitung r tabel Keterangan 1. Persepsi terhadap Celebrity Endorser 1 0,821 0,203 Valid 2 0,807 0,203 Valid 3 0,875 0,203 Valid 2. Kepercayaan Pembelian 1 0,756 0,203 Valid 2 0,699 0,203 Valid 3 0,689 0,203 Valid 4 0,813 0,203 Valid 5 0,723 0,203 Valid 3. Minat Beli 1 0,681 0,203 Valid 2 0,759 0,203 Valid 3 0,729 0,203 Valid 4 0,805 0,203 Valid

Sumber: Hasil output SPSS 26, diolah 2021.

Berdasarkan uji validitas pada tabel diatas, dapat dilihat bahwa semua butir pertanyaan dari (X1), (X2), dan (Y1) dinyatakan valid karena r hitungnya lebih besar dari r tabel (0,203).

2. Uji Reabilitas

(13)

13

Sumber: Hasil output SPSS 26, diolah 2021.

Berdasarkan hasil uji reliabel pada tabel diatas dapat dilihat bahwa seluruh butir pernyataan dari setiap variabel persepsi terhadap celebrity endorser (X1), kepercayaan pembelian (X2) dan minat beli (Y) dinyatakan reliabel karena nilai Cronbach Alpha lebih besar dari pada 0,6.

Uji Prasyarat Analisis 1. Uji Normalitas

Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Standardized Residual N 10 N 94 Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std. Deviation .98918887 Most Extreme Differences Absolute .057 Positive .038 Negative -.057 Test Statistic .057

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

Sumber: Hasil output SPSS 26, diolah 2021.

Berdasarkan hasil uji normalitas pada tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai Asymp Sig. Adalah 0,200 yang berarti nilai p lebih besar dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa distribusi dari model regresi adalah normal. No Variabel Cronbach Alpha Stand ar Jumlah Soal Keteran gan 1 Celebrity Endorser 0,780 0,60 3 Reliabel 2 Kepercayaan Pembelian 0,785 0,60 5 Reliabel 3 Minat Beli 0,732 0,60 4 Reliabel

(14)

14 2. Hasil Uji Multikolinieritas

Hasil Uji Multikolinieritas

Sumber: Hasil output SPSS 26, diolah 2021.

Berdasarkan hasil uji multikolinieritas pada tabel ini, dapat dilihat bahwa nilai Tolerancedan Inflation Factor (VIF) pada variabel (X1) 0,603>0,1 dan 1,659 <10, (X2) 0,603 >0,1 dan 1,659 <10,. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data tidak terjadi multikolinieritas pada model regresinya.

3. Uji Heteroskedasitas Coefficientsa Model Unstandardize d Coefficients Standard ized Coeffici ents t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Toler ance VIF 1 (Constant) 1.190 1.260 .94 5 .347 Persepsi terhadap Celebrity Endorser .412 .091 .360 4.5 34 .000 .603 1.65 9 Kepercayaan Pembelian .488 .073 .532 6.7 03 .000 .603 1.65 9

(15)

15

Hasil output SPSS 26, diolah 2021

Berdasarkan hasil uji heteroskedasitias pada gambar doatas, maka dapat dilihat bahwa pola titik-titik tersebut tidak membentuk pola tertentu dan menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. Sehingga dapat disimpukan bahwa tidak terjadi heteroskedasitas

Uji Hipotesis

1. Analisis Regresi Linear Berganda

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardiz ed Coefficien ts t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.190 1.260 .945 .347 Persepsi terhadap Celebrity Endorser .412 .091 .360 4.534 .000 Kepercayaan Pembelian .488 .073 .532 6.703 .000

Sumber: Hasil output SPSS 26, diolah 2021.

Berdasarkan hasil uji analisis regresi linear berganda pada tabel diatas, maka persamaan regresi linear berganda adalah sebagai berikut:

Y = 1,190 + 0,412 X1+ 0,488X2

1) Nilai konstantanya yaitu 1,190 maka dapat diartikan jika persepsi terhadap celebrity endorser, dan kepercayaan, nilainya adalah 0, maka minat beli akan mengalami peningkatan sebesar 1,190

2) Nilai koefisien regresi pada variabel (X1) bernilai positif, yaitu sebesar

0,412 yang artinya bahwa setiap perubahan variabel persepsi terhadap celebrity endorser sebesar satu satuan, maka akan mengakibatkan perubahan minat beli sebesar 0,412 satuan, sedangkan kepercayaan pembelian adalah konstan. Peningkatan satu satuan pada variabel celebrity endorser akan meningkatkan minat beli sebesar 0,412 satuan, sebaliknya penurunan satu

(16)

16

satuan pada variabel persepsi terhadap celebrity endorser akan menurunkan minat beli sebesar 0,412 satuan.

3) Nilai koefisien regresi pada variabel (X2) bernilai positif, yaitu sebesar

0,488 yang artinya bahwa setiap perubahan variabel kepercayaan pembelian sebesar satu satuan, maka akan mengakibatkan perubahan minat beli sebesar 0,488 satuan, sedangkan persepsi terhadap celebrity endorser konstan. Peningkatan satu satuan pada variabel kepercayaan pembelian akan meningkatkan minat beli sebesar 0,488 satuan, sebaliknya penurunan satu satuan pada variabel kepercayaan pembelian akan menurunkan minat beli sebesar 0,488 satuan.

2. Uji t (Parsial)

Hasil Uji t

Sumber: Hasil output SPSS 26, diolah 2021. Berdasarkan hasil tabel diatas, dapat diketahui sebagai berikut: a) Hipotesis variabel Celebrity Endorser (X1)

Ho : Persepsi terhadap Celebrity endorser tidak berpengaruh terhadap minat beli

Ha : Persepsi terhadap Celebrity endorser berpengaruh terhadap minat beli Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standar dized Coeffici ents t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.190 1.260 .945 .347 Persepsi terhadap Celebrity Endorser .412 .091 .360 4.534 .000 Kepercayaan Pembelian .488 .073 .532 6.703 .000

(17)

17

Dari tabel diatas maka dapat diketahui t hitung variabel x1 yaitu 4,534 maka t hitung <t tabel. (5,450<1,986) Dan signifikasi 0,000, maka signifikasi <0,05. Sehingga Ha diterima, dan Ho ditolak yang artinya persepsi terhadap celebrity endorser (X1) secara parsial berpengaruh terhadap minat beli (Y).

b) Hipotesis variabel kepercayaan pembelian (X2)

Ho : Kepercayaan pembelian tidak berpengaruh terhadap minat beli Ha : Kepercayaan pembelian berpengaruh terhadap minat beli

Dari tabel diatas maka dapat diketahui dapat diketahui t hitung variabel x2 yaitu 6,703, maka t hitung >t tabel. (6,703>1,986) Dan signifikasi 0,000, maka signifikasi <0,05. Sehingga Ha diterima, dan Ho ditolak yang artinya (X2) secara parsial berpengaruh terhadap minat beli (Y).

3. Uji F (Simultan) Hasil uji f ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regressi on 271.157 2 135.579 86.090 .000b Residual 143.311 91 1.575 Total 414.468 93

Sumber: Hasil output SPSS 26, diolah 2021.

Berdasarkan hasil uji F pada tabel diatas, dapat diketahui bahwa nilai f hitung yaitu 86,090. Apabila f tabel sebesar 3,097, maka f hitung >f tabel. Sedangkan nilai signifikasi sebesar 0,000, maka signikasi 0,000 < 0,05. Sehingga kesimpulannya adalah Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya persepsi terhadap celebrity endorser (X1), kepercayaan pembelian (X2), secara simultan berpengaruh terhadap minat beli (Y)

(18)

18

Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .809a .654 .647 1.255

Sumber: Hasil output SPSS 26, diolah 2021.

Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi pada tabel, maka dapat dilihat bahwa nilai koefisien determinasi Adjusted R Square sebesar 0,647 Sehingga hasil perhitungan Adjusted R Square dapat disimpulkan bahwa pengaruh persepsi terhadap celebrity endorser (X1), kepercayaan (X2),

mampu menjelaskan variasi perubahan minat beli (Y) mahasiswa sebesar 64,7%. Sedangkan, 35,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisis oleh peneliti dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Persepsi terhadap celebrity endorser memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat beli mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Semakin tinggi dan baik celebrity endorser maka akan meningkatkan minat beli mahasiswa di media sosial Instagram @myrubylicious.

2. Tingkat kepercayaan pembelian memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat beli mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Semakin tinggi dan baik kepercayaan pembelian maka akan meningkatkan minat beli mahasiswa di media sosial Instagram @myrubylicious.

(19)

19

3. Persepsi terhadap celebrity endorser dan tingkat kepercayaan pembelian berpengaruh secara bersama-sama terhadap minat beli mahasiswa di media sosial Instagram @myrubylicious.

DAFTAR PUSTAKA

Arni, Muhammad. (2011). Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara

Assauri, Sofjan. 2010. Manajemen Pemasaran: Dasar, Konsep & Strategi. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Butler, P, Peppard. 1998. Consumer purchasing on the internet: Processes and prospects. European Management Journal, vol. 16, no. 5

Chaplin, J.P. (2005). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Endra

Fieldman, Ruth Duskin. 1999. Human Development. Jakarta: Kencana Hermawan, Agus. 2012. Komunikasi Pemasaran. Jakarta: Erlangga Ardianto

Ishak, Ismail, Zhafiri Lutfi, 2011, Pengaruh Kepuasan dan Kepercayaan Konsumen terhadap Loyalitas : Studi tentang Peran Mediasi Switching Costs, Jurnal Siasat Bisnis, Vol 15 No.1 Januari, hal 55-66.

Kotler, Philip. 2000. Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Control. Terjemahan. Edisi kedelapan, jilid I. Jakarta: Penerbit Prenhallindo.

Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. 2009. Manajemen Pemasaran. Edisi ke 13. Jakarta: Erlangga.

Kotler, Phillip, & Armstrong, G. 2004. Principles of marketing (10th ED.) USA: Prentice Hall

Leeraphong, A. and Mardjo, A. 2013. Trust and Risk in Purchase Intention through Online Social Network: A Focus Group Study of Facebook in Thailand. Journal of Economics, Business and Management, 1(4), 314-318

M Nisrina. 2015. Bisnis Online: Manfaat Media Sosial dalam Meraup Uang. Yogyakarta: Kobis

(20)

20

Mcknight, D.H., V. Choudury., & C.J. Kacmar. 2002. Developing And Validating Trust Measure for E-Commerce: An Integrative Typology. Information System Research.13(3)

McQuail, D. (2010). McQuail's Mass Communication Theory. Netherlands: SAGE Publications, Ltd

Nasrullah, Rulli. 2016. Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya, Sosioteknologi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Pramono. 2012.Pertimbangan Dalam Membeli Produk Barang Maupun Jasa. Intidayu Press. Jakarta.

Priyatno, Dwi. 2013. Mandiri Belajar Analisis Statistik Data Dengan SPSS. Yogyakarta: Mediakom

Riduwan. 2010. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta Sari, Chacha Andira. 2015. Perilaku Berbelanja Online Di Kalangan Mahasiswi

Antropologi Di Universitas Airlangga. Jurnal AntroUnairdotNet: Vol. 4 No. Shimp. 2010. Peiklanan Manajemen Kiat dan Strategi. Bandung: Nuansa Sugiyono Shirky. 2008. Hubungan Intensitas Mengakses sosial media terhadap Perilaku

Belajar Mata Pelajaran Produktif. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Negri Solso, R. 2007. Psikologi Kognisi Edisi Ke-8. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama Syofian Siregar, (2014), Statistik Parametik Untuk Penelitian Kuantitatif: Dilengkapi

dengan Perhitungan Manual dan Aplikasi SPSS Versi 17, Jakarta: Bumi Aksara.

Thomas M. Scheidel. 1976. Speech Communication and Human Interaction: Edisi kedua. Glenville:Scott, Foresman & Co

Wang, C.L., Ye, L.R., Zhang, Y. and Nguyen, D.D. 2005. Subscription to fee-based online services: What makes consumer pay for online content? Journal of Electronic Commerce Research, vol. 6, no. 4.

Referensi

Dokumen terkait

Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Split Plot dengan 2 faktor yaitu: varietas sebagai petak utama, dan pemberian dosis giberelin

Nilai R/C Ratio yang diperoleh pada usaha kue Semprong (kasippi) di Usaha Mega Rezky sebesar 1,48 berarti usaha tersebut dinyatakan layak, karena setiap penambahan

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa celebrity endorser memberikan keuntungan terhadap brand yang menggunakan celebrity endorser tersebut (Till, B.D., Stanley,

Dari hasil pengujian dynotest diperoleh hasil seperti pada gambar 8. Kerapatan saringan Ferrox lebih besar dibanding saringan udara standar dan busa. Perbedaan yang mencolok

Evaluasi dilakukan dengan cara pengumpulan, pengolahan, analisis data yang berasal dari hasil pemantauan atau laporan rutin yang ada di Dinas Kesehatan Propinsi,

Dengan adanya keluhan rasa sakit yang dirasakan operator diantaranya rasa pegal dan nyeri pada otot leher, punggung, bahu, lengan, pergelangan tangan dan kaki, yang

Menyelesaikan kasus tentang desain merupakan salah satu proses menyelesaikan masalah matematika yang merupakan bagian dari pembelajaran mahasiswa dalam melakukan