• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH DAYA TARIK IKLAN, E-WOM, CITRA PERUSAHAAN DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN DI SITUS BELANJA ONLINE TOKOPEDIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH DAYA TARIK IKLAN, E-WOM, CITRA PERUSAHAAN DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN DI SITUS BELANJA ONLINE TOKOPEDIA"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH DAYA TARIK IKLAN, E-WOM, CITRA PERUSAHAAN DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN DI SITUS BELANJA ONLINE TOKOPEDIA

Dhyna Putri Wahyu Anggraeny, Sonja Andarini

Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Indonesia Email: [email protected], [email protected]

INFO ARTIKEL ABSTRAK

Diterima 25 Juni 2021

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, data primer melalui penyebaran kuesioner. Populasi yang digunakan adalah konsumen yang pernah melakukan pembelian produk pada situs tokopedia di wilayah Jawa Timur. Sampel yang digunakan sebanyak 100 responden.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis model statistik yang meliputi Uji Validitas, Uji Reliabiltas, Uji Asumsi Klasik, Regresi Linear Berganda, Uji F dan Uji t. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya Daya Tarik Iklan, Electronic Word of Mouth (E-WOM), Citra Perusahaan, dan Persepsi Harga berpengaruh secara simultan terhadap minat beli konsumen. Dan secara parsial daya tarik iklan, e-wom, citra perusahaan memiliki pengaruh terhadap minat beli konsumen, kecuali persepsi harga yang tidak memiliki pengaruh terhadap minat beli konsumen.

Kata kunci:

daya tarik iklan; e-wom;

citra perusahaan; persepsi harga; minat beli

Pendahuluan

Pada era globalisasi sekarang ini, internet menjadi semakin canggih dan terus berkembang, gerak hidup manusia berubah lebih mudah dan terasa dekat.

Perkembangan dalam sektor internet mendukung pertumbuhan perekonomian yang berbasis internet, khususnya perdangangan online yang berawal dari perdagangan konvensional atau transaksi bertemunya antara penjual dan pembeli ke arah menjual secara online melalui internet. Pengertian dari internet sendiri adalah jaringan global yang tidak terbtas sehingga membantu manusia dalam komunikasi, mengiklankan usahanya, dan menyebabkan interaksi yang sangat kompleks memberi ruang antara penyedia dan konsumen (Severin & Tankard, 1997).

Berdasarkan hasil survey yang dirilis Populix, kelompok masyarakat yang paling banyak berbelanja online di Indonesia adalah mereka dari kategori usia milenial dan GenZ. Pada usia 18-21 tahun dan 22-28 tahun memiliki angka tertinggi dalam aktivitas belanja online dengan masing – masing 35% dan 33% suara koresponden. (Dimuat oleh Liputan6.com diakses pada 24 November 2020). Selain hasil survey yang dirilis oleh

(2)

Populix, terdapat juga hasil riset Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) yang dikutip oleh databoks.katadata.co.id mencatat sejumlah alasan konsumen memilih belanja kebutuhan secara online.

Gambar 1.

Ragam Alasan Konsumen Pilih Berbelanja Online Sumber: Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII),

9 November 2020 yang dikutip oleh databoks.katadata.co.id

Berdasarkan gambar diatas hasil riset tersebut dimana presentase sebesar 15,2%

konsumen lebih memilih untuk belanja online karena harga yang jauh lebih murah, bisa diartikan bahwa kebanyakan konsumen lebih condong untuk melakukan transaksi belanja online dengan alasan – alasan yang dimilikinya.

Perusahaan jual beli berbasis digital tentunya berlomba – lomba untuk menjaring pengguna internet supaya melakukan transaksi jual beli baik secara langsung dari aplikasi maupun melalui website. Keadaan ini menuntut perusahaan marketplace seperti tokopedia melakukan berbagai macam strategi untuk bisa mempengaruhi para konsumen agar memilih menggunakan lapak usahanya. Membangun dari daya tarik dari iklan yang berperan untuk menarik perhatian konsumen adalah salah satunya.

(Morissan, 2007) mengatakan Daya tarik iklan atau power if impression dari suatu iklan adalah seberapa besar iklan mampu memukau atau menarik perhatian pemirsanya, sebagai bentuk berbicara menggerakkan orang mengenai keinginan atau kebutuhan.

Perusahaan e-commerce jenis marketplace seperti tokopedia ini juga tidak terlepas dengan ulasan atau rating produk yang diberikan oleh konsumen lain, dengan istilah lain Electronic Word of Mouth (E-WOM). Karena konsumen lebih mudah terpengaruh oleh rekomendasi orang lain yang sudah merasakan manfaat produk daripada janji yang ditawarkan oleh pemasar. (Kanuk, 2004) mendefinisikan e-WOM sebagai WOM yang dilakukan secara online, seperti review produk, ia juga mengatakan e-WOM lebih efektif daripada promosi langsung yang dilakukan oleh pemasar.

Berkembangnya suatu perusahaan tentunya konsumen akan memiliki penilaian yang tinggi terhadap citra perusahaan itu sendiri. Jika citra perusahaan tersebut baik maka konsumen akan menilai bahwa fasilitas dan kualitas pelayanan yang diberikan sangat baik. (Li et al., 2011) berpendapat bahwa citra perusahaan adalah sekumpulan

(3)

persepsi oleh konsumen terhadap perusahaan yang membuat suatu produk atau jasa yang meliputi kredibilitas perusahaan, jaringan distribusi perusahaan maupun popularitas perusahaan.

Secara umum konsumen jika ingin berbelanja online di markerplace mereka akan mempertimbangkan harga, kualitas produk serta biaya kirim yang nantinya tidak akan merugikan. Maka dari itu persepsi harga tiap orang berbeda – beda, penting bagi perusahaan untuk mengetahui dan merealisasikan hal tersebut. (Rangkuti, 2015), menyatakan bahwa persepsi harga adalah biaya relatif yang harus konsumen keluarkan untuk memperoleh produk atau jasa yang ia inginkan.

Tokopedia merupakan salah satu pusat perbelanjaan dari di Indonesia yang mengusung model bisnis marketplace C2C (Customer to Customer). Dengan visi

“Membangun indonesia yang lebih baik lewat internet”, tokopedia memiliki program untuk mendukung para pelaku usaha UMKM, dan memungkinkan setiap individu, toko kecil dan brand untuk membuka dan mengelola toko daring. Sejak diluncurkan 17 Agustus 2009 hingga 2021, layanan dasar tokopedia dapat digunakan oleh semua orang secara gratis. Namun karena banyaknya kompetitor yang juga berjalan di bisnis yang sama seperti shopee dan lazada, pada tahun 2020 menurut databoks.katadata.co.id pengunjung situs Tokopedia mengalami penuruan pada kuartal III.

Gambar 2.

Pengunjung Situs Tokopedia Menurun Pada Kuartal III 2020 Sumber: https://iprice.co.id/insights/mapofecommerce/

Berdasarkan gambar diatas bahwa terjadi penurunan pada situs belanja online tokopedia sebanyak 1,3% menjadi 84,9 juta kunjungan. Walaupun sebelumnya sejak kuartal III 2019 mengalami kenaikan hingga pada puncaknya pada kuartal II 2020 menjadi 86,1 juta. Bagaimanapun juga, Tokopedia tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen, ditengah-tengah persaingan yang ketat di dunia Marketplace, tokopedia tetap bertahan dan terus bertumbuh semakin baik, inovasi tetap dilakukan, hal tersebut akan membuat tokopedia menjadi semakin besar, memperoleh keuntungan dan memberikan tingkat CRM (Customer Relationship Management) yang berkualitas tinggi.

Melihat adanya penurunan pada kunjungan situs tokopedia pada kuartal III di tahun 2020, karena penting bagi perusahaan bisnis e-commerce jenis marketplace seperti tokopedia ini untuk memperhatikan permasalahan traffic kunjungan situs websitenya, ditambah dengan melihat gaya hidup masyarakat yang lebih menyukai

(4)

berbelanja kebutuhan secara online. Maka peneliti ingin mengetahui ketika konsumen dihadapi oleh keinginan untuk membeli suatu produk yang diinginkan secara online lalu situs marketplace adalah tujuannya. Semakin tinggi dan positif upaya yang dilakukan tokopedia untuk menarik perhatian konsumen agar situs marketplace nya menjadi semakin ramai dikunjungi, maka kemungkinan besar juga minat beli akan dipertimbangkan oleh konsumen untuk melakukan pembelian disana.

Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Daya Tarik Iklan, E-WOM, Citra Perusahaan Dan Persepsi Harga Terhadap Minat Beli Konsumen Di Situs Belanja Online Tokopedia”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji secara simultan dan secara parsial pengaruh daya tarik iklan, e-wom, citra perusahaan dan persepsi harga terhadap minat beli konsumen di situs belanja online Tokopedia. Penelitain ini diharapkan dapat menjadi sumbangan kepustakaan yang merupakan inofrmasi tambahan yang berguna bagi pembaca yang mempunyai permasalahan yang sama atau ingin mengadakan penelitian lebih lanjut. Selain itu, penelitian ini diharapkan berguna untuk memberikan saran dan masukan dalam meningkatkan kinerja perusahaan Tokopedia.

Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan penulis adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Menurut (Sugiyono, 2013), metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat positvisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, umumnya teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Adapun pengertian deskriptif menurut (Sugiyono, 2012) adalah suatu metode yang digunakan untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang dikumpulkan. Sedangkan proses pengolahan data menggunakan bantuan IBM SPSS Statistic V.25 for windows.

Populasi dapat diartikan wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di terapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012). Dalam penelitian ini populasinya adalah konsumen yang pernah melakukan pembelian produk pada situs tokopedia di wilayah Jawa Timur.

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2016). Dalam penelitian ini karena jumlah populasinya tidak diketahui secara pasti maka untuk menentukan besarnya sampel yaitu dengan menggunakan rumus Unkown Populations (Nurany, 2018). Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Keterangan:

n = Jumlah Sampel

(5)

Z = Tingkat keyakinan yang dalam penentuan sampel 95% = 1,96

= Margin of Error tingkat kesalahan yang dapat ditolerir (ditentukan 10%) Peneliti menggunakan rumus diatas, maka dalam penelitian ini, peneliti memperoleh perhitungan sebagai berikut:

Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa sampel penelitian diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 responden yang merupakan konsumen yang pernah melakukan pembelian di situs belanja online Tokopedia.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengambilan sampel adalah dengan Non-Probability Sampling dengan jenis pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive Sampling. Menurut (Sugiyono, 2016), menyatakan Purposive Sampling adalah teknik penentuan dengan pertimbangan atau kriteria - kriteria tertentu.

Dengan kriteria subjek yang dijadikan sampel atau responden yaitu:

1. Konsumen yang pernah melakukan pembelian minimal satu kali di situs belanja online Tokopedia

2. Konsumen Tokopedia yang berusia minimal 17 tahun

3. Konsumen Tokopedia yang berdomisili di wilayah Indonesia

Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data primer. Menurut (Sugiyono, 2016), data primer adalah sumber data yang langsung memberikan pengumpulan data kepada pengumpul data seperti hasil wawancara atau pengisian kuesioner yang diisi oleh responden, meliputi identitas tanggapan responden. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan kuesioner online melalui Google Form dan diisi oleh responden.

Pengertian kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dijawab oleh responden dengan memberikan rangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis (Sugiyono, 2013).

Dalam kuesioner ini metode yang digunakan adalah kuesioner tertutup yaitu kuesioner yang berupa pernyataan yang dibuat oleh peneliti sehingga responden hanya tinggal memilih jawaban yang sesuai, dengan pengukuran skala likert.

Pengujian kuesioner menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Menurut (Ghozali, 2013), uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner dan reliabilitas adalah alat ukur untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik, yang bertujuan untuk memberikan kepastian bahwa persamaan regresi yang didapatkan memiliki ketepatan dalam estimasi, tidak bias dan konsisten (BLUE: Best Linier Unbiased Estimator). Syarat asumsi klasik yang harus di penuhi model regresi berganda sebelum data tersebut di analisis adalah uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan autokorelasi pada hasil estimasi. Suatu model dikatakan BLUE, bila memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Tidak boleh ada multikolinearitas.

b. Tidak boleh ada heteroskedastisitas.

(6)

c. Tidak boleh ada autokorelasi.

Jika salah satu asumsi dasar tersebut dilanggar maka persamaan regresi yang diperoleh tidak lagi BLUE, sehingga keputusan yang lolos uji f dan uji t akan bias.

Teknik uji hipotesis menggunakan regresi linear berganda, uji F, uji t dan R square. Analisis regresi linear berganda sebagai alat untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara dua atau lebih variabel independent dengan variabel dependent (Sugiyono, 2015). Uji F merupakan uji persamaan regresi yang dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independent (X) secara bersama – sama berpengaruh (simultan) secara signifikan terhadap variabel dependent (Y) (Ghazali, 2017). Uji t digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi, variabel independent(X) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependent (Y) pada tingkat kepercayaan 95%. Nilai koefisien determinasi atau R square digunakan untuk mengukur seberapa besar persentase variabel bebas yang digunakan dalam model dapat mempengaruhi variabel (Y) yaitu Minat Beli Konsumen.

Hasil dan Pembahasan A. Hasil Penelitian

Dalam penelitian ini berdasarkan hasil data yang sudah diolah dari penyebaran kuesioner kepada 100 responden dapat dikelompokkan karakteristik responden menurut usia, jenis kelamin, pekerjaan dan pendapatan diperoleh penyajian data sebagai berikut:

Tabel 1.

Usia Responden

Keterangan Frekuensi Persentase

17 – 25 tahun 94 94%

25 – 32 tahun 5 5%

32 – 40 tahun -

>40 tahun 1 1%

Total 100 100%

Tabel 2.

Jenis Kelamin Responden

Keterangan Frekuensi Persentase

17 – 25 tahun 94 94%

25 – 32 tahun 5 5%

32 – 40 tahun -

>40 tahun 1 1%

Total 100 100%

Tabel 3.

Pekerjaan Responden

Keterangan Frekuensi Persentase

Pelajar/Mahasiswa 88 88%

Wirausaha - -

(7)

Wiraswasta 2 2%

Pegawai Negeri Sipil 2 2%

Karyawan 5 5%

Total 100 100%

Tabel 4.

Pendapatan Responden

Keterangan Frekuensi Persentase

<Rp500.000 72 71%

Rp1.000.000 – Rp5000.000 27 27%

Rp6.000.000 – Rp10.000.000 - -

>Rp10.000.000 1 1%

Total 100 100%

1. Analisis Data dan Hipotesis

Sebelum sebuah instrumen penelitian digunakan, uji validitas dan uji reliabilitas perlu dilakukan untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel.

1. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas a. Uji Validitas

Apabila angka koefisien korelasi product moment yang diperoleh lebih besar daripada angka tabel korelasi ( > ) maka item tersebut dinyatakan valid Berdasarkan pengujian validitas dengan perhitungan koefisien korelasi Pearson Product Moment dengan taraf signifikan 5% pada derajat bebas (n-2) n=jumlah sampel. ‘

Tabel 5.

Hasil Uji Validitas Variabel Pernyataan Koefisien Korelsi

( ) ( ) Keterangan

Daya Tarik Iklan (X1)

X1.1 X1.2 X1.3

0,302 0,697 0,431

0,1966 0,1966 0,1966

VALID VALID VALID Electronic

Word of Mouth (X2)

X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X2.5

0,654 0,656 0,663 0,674 0,364

0,1966 0,1966 0,1966 0,1966 0,1966

VALID VALID VALID VALID VALID Citra

Perusahaan(X3)

X3.1 X3.2 X3.3

0,406 0,453 0,677

0,1966 0,1966 0,1966

VALID VALID VALID Persepsi Harga

(X4)

X4.1 X4.2 X4.3 X4.4 X4.5

0,260 0,288 0,198 0,335 0,275

0,1966 0,1966 0,1966 0,1966 0,1966

VALID VALID VALID VALID VALID

(8)

X4.6 X4.7

0,316 0,301

0,1966 0,1966

VALID VALID Minat Beli (Y)

Y1.1 Y1.2 Y1.3 Y1.4

0204 0201 0,220 0,224

0,1966 0,1966 0,1966 0,1966

VALID VALID VALID VALID Dari tabel 5. dapat ditarik kesimpulan bahwa uji validitas pada semua indikator variabel bebas dan variabel terikat pada penelitian ini telah diuji menunjukkan valid. Karena ( ) lebih besar daripada ( ), sehingga dapat dinyatakan bahwa semua variabel penelitian telah valid.

b. Uji Reliabilitas

Untuk mengetahui reliabel dari suatu instrument maka dapat diukur menggunakan Alpha Cronbach, dapat dikatakan reliabel ketika instrumen tersebut memiliki hasil Alpha Cronbach > 0,6 dan diperoleh nilai koefisien Alpha Cronbach sebagai berikut:

Tabel 6.

Hasil Uji Reliabilitas No Variabel

Cronbach’s Alpha Hitung

Cronbach’s Alpha Minimum

Keterangan

1 Daya Tarik Iklan (X1) 0,640 0,6 Reliabel

2 E-WOM (X2) 0,731 0,6 Reliabel

3 Citra Perusahaan (X3) 0,692 0,6 Reliabel

4 Persepsi Harga (X4) 0,739 0,6 Reliabel

5 Minat Beli (Y) 0,796 0,6 Reliabel

Dari tabel 6. dapat diketahui hasil dari uji reliabilitas menunjukkan bahwa semua variabel dalam penelitian ini ialah reliabel karena nilai Alpha lebih dari 0,6. Sehingga dapat disimpulkan bahwa alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner sudah reliabel dan dapat digunakan untuk analisis selanjutnya.

2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah distribusi variabel terikat untuk setiap nilai variabel bebas tertentu berdistribusi normal atau tidak. Berikut adalah hasil dari uji normalitas:

(9)

Gambar 3.

Hasil Uji Normalitas

Berdasarkan Gambar 3. dapat dilihat bahwa nilai sebaran data yang ada pada plot tidak terpencar jauh yang masih disekitar garis diagonal atau dapat dikatakan bahwa sebaran data plot tersebar di sekeliling garis diagonal. Sehingga dapat dikatakan bahwa data tersebut memiliki persyaratan normalitas yang bisa dipenuhi.

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolineaitas ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi atau hubungan yang pasti antar variabel bebas yang dapat diketahui dengan pendekatan terhadap multikolinearitas dan melihat nilai tolerance value > 0,1 dan VIF < 10, maka tidak terdapat gejala multikolinearitas dan apabila nilai tolerance value < 0,1 dan VIF > 10, maka terdapat gejala multikolinearitas antar variabel independen pada model regresi.

Tabel 7.

Hasil Uji Multikolinearitas

No Variabel Tolerance VIF

1 Daya Tarik Iklan (X1) 0,768 1,301

2 Electronic Word of Mouth (X2) 0,988 1,012

3 Citra Perusahaan (X3) 0,780 1,283

4 Persepsi Harga (X4) 0,972 1,029

Dari tabel 7. dapat diketahui semua variabel bebas dalam penelitian ini memiliki nilai Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari 10 atau dibawah angka 10 dan nilai Tolerance pada penelitian ini tidak lebih dari 1,00. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi tersebut tidak memiliki gejala atau tidak terjadi multikolinearitas.

c. Uji Autokorelasi

(10)

Uji autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi linier ada kolerasi antara data pengamatan atau tidak. Untuk mendeteksi gejala autokorelasi dapat menggunakan uji Durbin-Watson.

Tabel 8.

Hasil Uji Autokorelasi

Dari tabel 8. Hasil output di atas didapat nilai Durbin Watson sebesar 1,812. Pembanding menggunakan nilai signifikansi 5% jumlah sampel 100 (n), dan jumlah variabel bebas 4 (k=4), maka di tabel Durbin Watson akan didapat nilai dU sebesar 1,7582 dan dL sebesar 1,5922. Sehingga dU < DW < (4-dU) = 1,7582 < 1,812 < 2,2418 hal ini membuktikan bahwa nilai Durbin Watson terletak diantara dU dan (4- dU), yang berarti tidak terjadi autokorelasi.

d. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas menggunakan koefisien signifikansi (Significance) atau probabilitas pada kolom Sig. Koefisien signifikansi harus dibandingkan dengan tingkat alpha (5%). Apabila (Sig>0,05), maka dinyatakan tidak terjadi heteroskedastisitas dan sebaliknya, maka dinyatakan terjadi adanya heteroskedastisitas diantara data pengamatan dengan nilai residual mutlaknya.

Tabel 9.

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Dari tabel 9. dapat diketahui bahwa nilai signifikansi variabel bebas daya Tarik iklan, electronic word of mouth, citra perusahaan dan persepsi harga masing – masing variabel jauh diatas taraf signifikansi

Model Summaryb Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

Durbin- Watson

1 .888a .788 .779 .519 1.812

a. Predictors: (Constant), X04, X03, X02, X01 b. Dependent Variabel: Y

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 2.872 3.868 .742 .460

Daya Tarik Iklan .284 .241 .131 1.175 .243

E-WOM .016 .057 .027 .276 .783

Citra Perusahaan .305 .208 .162 1.464 .147 Persepsi Harga .076 .075 .102 1.016 .312 a. Dependent Variabel: Minat Beli

(11)

yang ditetapkan yaitu 5%, (Sig > 0,05) yang menyatakan bahwa data yang diperoleh tidak terdapat adanya heteroskedastisitas.

3. Uji Hipotesis

a. Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 10.

Hasil Uji Regresi Linear Berganda D

a r i

t a b e l

10. coefficients (α) menunjukkan bahwa model persamaan regresi berganda sebagai berikut:

Y = α + + + + + e

Y = -1.470 + 0.373 + 0.026 + 0.602 + (-0.001) + e

Adapun penjelasan dari model persamaan regresi diatas adalah sebagai berikut:

a. Konstanta α sebesar -1.470 artinya jika variabel daya tarik iklan, electronic word of mouth, citra perusahaan dan persepsi harga, masing – masing memiliki nilai konstan (tetap) maka akan mengurangi minat pembelian konsumen di situs belanja online Tokopedia sebesar 1.470

b. Koefisien regresi Daya Tarik Iklan (X1) sebesar 0.373.

Menunjukkan bahwa Ketika daya tarik iklan (X1) meningkat sebesar 1 satuan, maka akan meningkatkan minat pembelian konsumen sebesar 0.373. Dengan anggapan variabel bebas lainnya konstan.

c. Koefisien regresi Electronic Word of Mouth (X2) sebesar 0.026.

Menunjukkan bahwa Ketika E-WOM (X2) meningkat sebesar 1 satuan, maka akan meningkatkan minat pembelian konsumen sebesar 0.026. Dengan anggapan variabel bebas lainnya konstan.

d. Koefisien regresi Citra Perusahaan (X3) sebesar 0.602.

Menunjukkan bahwa Ketika Citra Perusahaan (X3) meningkat sebesar 1 satuan, maka akan meningkatkan minat pembelian konsumen sebesar 0.602. Dengan anggapan variabel bebas lainnya konstan.

e. Koefisien regresi Persepsi Harga (X4) sebesar -0.001. Menunjukkan bahwa Ketika Persepsi Harga (X2) meningkat sebesar 1 satuan, maka akan mengurangi minat pembelian konsumen sebesar -0.001.

dengan anggapan variabel bebas lainnya konstan.

b. Koefisien determinasi atau

Coefficientsa Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) -1.470 .708 -2.077 .040

X01 .373 .052 .356 7.130 .000

X02 .026 .012 .101 2.200 .030

X03 .602 .046 .651 13.025 .000

X04 -.001 .013 -.004 -.086 .931

a. Dependent Variabel: Y

(12)

Tabel 11.

Hasil Uji R Square

Dari tabel 11. Dapat terlihat bahwa nilai = 0.802 yang berarti bahwa kemampuan variabel daya tarik iklan, e-wom, citra perusahaan dan persepsi harga dalam menjelaskan variabel minat beli konsumen adalah sebesar 80,2%. Sedangkan sisanya 19,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.

c. Uji Simultan (F)

Tabel 12.

Hasil Uji F ANOVAa Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 110.943 4 27.736 108.575 .000b

Residual 27.334 107 .255

Total 138.277 111

a. Dependent Variabel: Y

b. Predictors: (Constant), X04, X01, X02, X03

Berdasarkan tabel 12. Dihasilkan sebesar 108.575.

Menentukan level of signifikan (a) dengan rumus Df = k; n – k dimana tarif signifikan 0,05 dengan derajat kebebasan (df) 4;96, sehingga

= 2.47. Dapat disimpulkan bahwa menunjukan bahwa nilai

= 108,575 > = 2,47 maka Ho ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti variabel Daya Tarik Iklan (X1), E-WOM (X2), Citra Perusahaan(X3), dan Persepsi Harga (X4) secara simultan (bersama- sama) mempunyai pengaruh simultan terhadap Minat Beli (Y) konsumen di situs belanja online Tokopedia.

d. Uji Parsial (t)

Tabel 13.

Hasil Uji Parsial (t) Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) -1.470 .708 -2.077 .040

X01 .373 .052 .356 7.130 .000

X02 .026 .012 .101 2.200 .030

X03 .602 .046 .651 13.025 .000

Model Summaryb

Model R R

Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .896a .802 .795 .505

a. Predictors: (Constant), X04, X01, X02, X03 b. Dependent Variabel: Y

(13)

X04 -.001 .013 -.004 -.086 .931 a. Dependent Variabel: Y

Berdasarkan tabel 13. Dapat pengujian terhadap masing – masing variabel sebagai berikut:

1. Uji Parsial variabel Daya Tarik Iklan (X1) terhadap Minat Beli (Y).

level of significant (α) dengan rumus Df = n – k – 1, dimana taraf signifikan 0,05/2 = 0,025 (uji dua sisi) dengan derajat kebebasan (df) 95, sehingga diperoleh t tabel = 1.98525. t hitung = 7.130

Kesimpulan: bahwa nilai ) > maka

H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Daya Tarik Iklan (X1) berpengaruh secara parsial terhadap Minat Beli konsumen (Y) di situs jual beli online Tokopedia

2. Uji parsial variabel E-WOM (X2) terhadap Minat Beli (Y)

level of significant (α) dengan rumus Df = n – k – 1, dimana taraf signifikan 0,05/2 = 0,025 (uji dua sisi) dengan derajat kebebasan (df) 95, sehingga diperoleh t tabel = 1.98525. t hitung = 2.200

Kesimpulan: bahwa nilai ) > maka

H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel E-WOM (X2) berpengaruh secara parsial terhadap Minat Beli konsumen (Y) di situs jual beli online Tokopedia.

3. Uji Parsial variabel Citra Perusahaan (X3) terhadap Minat Beli (Y) level of significant (α) dengan rumus Df = n – k – 1, dimana taraf signifikan 0,05/2 = 0,025 (uji dua sisi) dengan derajat kebebasan (df) 95, sehingga diperoleh t tabel = 1.98525. t hitung = 13.025.

Kesimpulan: bahwa nilai ) ≥

maka H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Citra Perusahaan (X3) berpengaruh secara parsial terhadap Minat Beli konsumen (Y) di situs jual beli online Tokopedia.

4. Uji Parsial variabel Persepsi Harga (X4) terhadap Minat Beli (Y) level of significant (α) dengan rumus Df = n – k – 1, dimana taraf signifikan 0,05/2 = 0,025 (uji dua sisi) dengan derajat kebebasan (df) 95, sehingga diperoleh t tabel = 1.98525. t hitung = - 0.086

Kesimpulan: bahwa nilai

maka H0 diterima dan H1 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Persepsi Harga (X4) tidak berpengaruh secara parsial terhadap Minat Beli konsumen (Y) di situs jual beli online Tokopedia.

B. Pembahasan

1. Pengujian Hipotesis Secara Simultan

Berdasarkan Analisa data melalui pengujian secara simultan (Uji F) didapat bahwa lebih besar dari ( yaitu 108,575

> 2,47. Hal ini membuktikan bahwa hipotesis 5 diterima. Dimana variabel

(14)

daya Tarik ikla, e-wom, citra perusahaan, dan persepsi harga berpengaruh secara simultan terhadap variabel minat beli konsumen di situs belanja online Tokopedia.

2. Pengujian Hipotesis Secara Parsial

a. Pengaruh Daya Tarik Iklan Terhadap Minat Beli

Hasil pengujian hipotesis pengaruh secara parial antara variabel daya tarik iklan (X1) terhadap minat beli (Y) dengan menggunakan uji t yang menghasilkan (7.130) > , sehingga dapat disimpulkan bahwa daya tarik iklan berpengaruh secara parsial terhadap minat beli konsumen.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Clifen,Suharto,Irvan (2016), Anafik (2012). Kedua penelitian ini menemukan bahwa daya tarik iklan memiliki pengaruh secara positive dan signifikan terhadap minat beli konsumen

b. Pengaruh E-WOM Terhadap Minat Beli

Hasil pengujian hipotesis pengaruh secara parial antara variabel E- WOM (X2) terhadap minat beli (Y) dengan menggunakan uji t yang menghasilkan (2.200) > , sehingga dapat disimpulkan bahwa Electronic Word of Mouth berpengaruh secara parsial terhadap minat beli konsumen.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Kumar dan Kudeshia (2017), Hidayatullah dan Dirgantara (2018), Bona Aripin Sinaga dan Sulistiono (2020). Ketiga penelitian ini menemukan bahwa Electronic Word of Mouth memiliki pengaruh positive dan signifikan terhadap minat beli konsumen

c. Pengaruh Citra Perusahaan Terhadap Minat Beli

Hasil pengujian hipotesis pengaruh secara parial antara variabel citra perusaan (X3) terhadap minat beli (Y) dengan menggunakan uji t yang menghasilkan (13.025) > , sehingga dapat disimpulkan bahwa Citra Perusahaan berpengaruh secara parsial terhadap minat beli konsumen.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Nurlina (2016), I Kadek dan Ni Wayan (2018). Kedua penelitian tersebut menemukan bahwa citra perusahaan memiliki pengaruh secara positive dan signifikan terhadap minat beli konsumen

d. Pengaruh Persepsi Harga Terhadap Minat Beli

Hasil pengujian hipotesis pengaruh secara parial antara variabel persepsi harga (X4) terhadap minat beli (Y) dengan menggunakan uji t yang menghasilkan (-0,086) < , sehingga dapat disimpulkan bahwa Persepsi Harga tidak berpengaruh secara parsial terhadap minat beli konsumen.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan Kusumawati Dyah dan Saifudin (2020), Suharto A.A. Clifen (2016).

Dimana kedua penelitian tersebut membuktikan bahwa persepsi harga tidak berpengaruh terhadap minat beli konsumen.

(15)

Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan pembahasan yang sesuai dengan tujuan hipotesis dari penelitian pengaruh daya tarik iklan, e-wom, citra perusahaan dan persepsi harga terhadap minat beli konsumen di situs belanja online Tokopedia, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Hasil analisis prngujian secara simultan menyimpulkan bahwa variabel bebas Daya Tarik Iklan (X1), E-WOM (X2), Citra Perusahaan (X3) dan Persepsi Harga (X4) berpengaruh secara simultan terhadap Minat Beli konsumen di situs belanja online Tokopedia.

2. Hasil analisis pengujian secara parsial menyimpulkan bahwa Daya Tarik iklan secara parsial berpengaruh terhadap minat beli konsumen di situs belanja online Tokopedia.

3. Hasil analisis pengujian secara parsial menyimpulkan bahwa Electronic Word of Mouth (e-WOM) secara parsial berpengaruh terhadap minat beli konsumen di situs belanja online Tokopedia.

4. Hasil analisis pengujian secara parsial menyimpulkan bahwa Citra Perusahaan secara parsial berpengaruh terhadap minat beli konsumen di situs belanja online Tokopedia 5. Hasil analisis pengujian secara parsial menyimpulkan bahwa Persepsi harga secara

parsial berpengaruh terhadap minat beli konsumen di situs belanja online Tokopedia.

6. Nilai R square atau koefisien determinasi ( ) pada penelitian ini sebesar 80,2%

yang artinya variabel terikat minat beli dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini sebesar 19,8%.

(16)

BIBLIOGRAFI

Kanuk, S. (2004). Perilaku Konsumen (edisi 7). Jakarta: Prentice Hall.

Ghazali, I. (2017). Model Persamaan Struktural Konsep dan Aplikasi Dengan Program AMOS 24. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ghozali, I. (2013). Analisis Aplikasi Multivariate Dengan Program IBM SPSS 20.

Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Li, X. G., Wang, X., & Cai, Y. J. (2011). Corporate, product, and user-image dimensions and purchase intentions. Journal of Computers, 6(9), 1875–1879.

Morissan, A. (2007). Periklanan komunikasi pemasaran. Terpadu. Jakarta: Ramdina Prakarsa.

Nurany, L. F. A. (2018). The Correlation Study Between Level Of Qur’an Memorization And Speaking Ability Of Huffadz Qur’an In The Sma It Nur Hidayah Learning Home In The Academic Year 2016/2017. State Islamic Institute.

Rangkuti, F. (2015). Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Gramedia Pustaka Utama.

Severin, W. J., & Tankard, J. W. (1997). Communication theories: Origins, methods, and uses in the mass media. Longman New York.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&B. Bandung: Aflabeta.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Sugiyono, P. (2013). Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung:

Alfabeta.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi manfaat, daya tarik iklan , kemudahan penggunaan dan sikap terhadap minat menggunakan layanan

ABSTRAK PENGARUH E-WoM DAN DAYA TARIK WISATA TERHADAP MINAT KUNJUNG WISATAWAN BERDASARKAN PERSEPSI DAYA TARIK WISATA MENURUT KARAKTERISTIK DEMOGRAFIS Studi pada Taman Wisata

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah persepsi harga, citra merek, dan produk berpengaruh terhadap minat beli pada situs daring Shopee, lalu apakah

Word of Mouth, Daya Tarik Iklan, Persepsi Harga dan Kualitas Produk secara simultan atau bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap minat beli motor

Tidak terdapat pengaruh signifikan variabel daya tarik iklan terhadap citra merek produk minuman Sprite pada Mahasiswa Jurusan Manajemen STIE Putra Bangsa Kebumen.. Terdapat

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kredibilitas endorser, daya tarik iklan, dan efektivitas iklan secara simultan berpengaruh terhadap minat beli pada

adapun hasil pengujian secara simultan daya tarik iklan dan kepercayaan konsumen terhadap minat beli dapat disimpulkan bahwa daya tarik iklan dan kepercayaan konsumen berpengaruh dan

Maka hipotesa penulis bahwa diduga variabel Kualitas produk, daya tarik iklan dan potongan harga secara simultan atau bersama-sama berpengaruh terhadap Minat beli konsumen untuk