• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI PENYELENGGARAAN TUGAS UMUM PEMERINTAHAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB VI PENYELENGGARAAN TUGAS UMUM PEMERINTAHAN"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

BAB VI

PENYELENGGARAAN TUGAS UMUM PEMERINTAHAN

A. Kerjasama Antar Daerah 1. Kebijakan dan Kegiatan

Pemerintah Kabupaten Lamandau pada tahun 2013, masih melanjutkan kerjasama antar daerah, yaitu di bidang transmigrasi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk penataan penyebaran penduduk yang serasi dan seimbang dengan daya dukung alam dan daya dukung lingkungan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan transmigran dan masyarakat sekitarnya, peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa melalui penyelenggaraan transmigrasi sehingga dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kedua daerah.

2. Realisasi Pelaksanaan Kegiatan

Kerjasama antar daerah tahun 2013 berdasarkan Penjanjian Kerjasama dengan 5 (lima) kabupaten di 3 (tiga) Provinsi yang berbeda, antara lain :

1. Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Lamandau dengan Pemerintah Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor:

595/.../VIII/ Dinsosnakertrans-2012 dan Nomor: 61.595/Sosnakertrans/

VIII/2012, tanggal 28 Agustus 2012 Tentang Penyelenggaraan Program Transmigrasi di Lokasi UPT Bayat Kecamatan Belantikan Raya Kabupaten Lamandau. (Penempatan Transmigran pada tanggal 27 Nopember 2012 Transmigran sebanyak 25 KK atau 95 jiwa);

2. Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Lamandau dengan Pemerintah Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor:

595/865/VIII/ Dinsosnakertrans/2012 dan Nomor: 29/HK/2011, tanggal 29 Agustus 2012 Tentang Penyelenggaraan Program Transmigrasi di Lokasi UPT Bayat Kecamatan Belantikan Raya Kabupaten Lamandau. (Penempatan Transmigran pada tanggal 27 Nopember 2012 Transmigran sebanyak 25 KK atau 111 jiwa);

3. Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Lamandau dengan Pemerintah Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah Nomor:

870/403/IV/Dinsosnakertrans-2012 dan Nomor: 475.1/222/2012, tanggal 18

(2)

April 2012 Tentang Penyelenggaraan Program Transmigrasi di Lokasi UPT Bayat Kecamatan Belantikan Raya Kabupaten Lamandau. (Penempatan Transmigran pada tanggal 30 Nopember 2012 Transmigran 15 KK atau 50 jiwa);

4. Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Lamandau dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah Nomor: 870/402/IV/

Dinsosnakertrans/2012 dan Nomor: 05/PKS/2012, tanggal 18 April 2012 Tentang Penyelenggaraan Program Transmigrasi di Lokasi UPT Bayat Kecamatan Belantikan Raya Kabupaten Lamandau. (Penempatan Transmigran pada tanggal 30 Nopember 2012 Transmigran 10 KK atau 33 jiwa);

5. Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Lamandau dengan Pemerintah Kabupaten Klungkung Provinsi Bali Nomor: 595/730/VII/

Dinsosnakertrans/2012 dan Nomor: 075/41/PKS/Pem, tanggal 11 Desember 2012 Tentang Penyelenggaraan Program Transmigrasi di Lokasi UPT Bayat Kecamatan Belantikan Raya Kabupaten Lamandau. (Penempatan Transmigran pada tanggal 16 Nopember 2012 sebanyak 25 KK atau 98 jiwa)

Kegiatan yang dilaksanakan di tahun 2013 dengan anggaran bersumber dari dana APBD Kab.Lamandau adalah berupa :

- Kegiatan Peningkatan Unit Pemukiman Transmigrasi, yaitu terlaksananya pembangunan jalan dan sarana air bersih pada permukiman transmigrasi 1 paket.

- Kegiatan Pembebasan Lahan UPT, yaitu terlaksananya kegiatan pembebasan lahan pada UPT Bayat dan UPT Tapin Bini (namun belum selesai/tuntas).

- Kegiatan Bantuan Catu Pangan/Jadup Trasnmigrasi, yaitu tersedianya Catu Pangan/Jadup Transmigran di 120 KK.

Kegiatan yang dilaksanakan di tahun 2013 dengan anggaran bersumber dari dana APBN adalah berupa :

- Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan Transmigrasi, berupa Pengembangan Sarana Air Bersih sebanyak 1000 liter.

- Pengembangan Usaha di Kawasan Transmigrasi, berupa Luasan Lahan Usaha Produktif Di Permukiman / Kawasan Transmigrasi sebanyak 92 HA, Bantuan Pengembangan Usaha Ekonomi Di Kimtrans / Ktm sebanyak 750 keluarga, Jenis

(3)

Usaha Pengolahan Hasil sebanyak 4 jenis, Jumlah/Jenis Kelembagaan Ekonomi Kimtrans / Ktm, serta Jumlah Wirausaha Kimtrans / Ktm sebanyak 30 orang.

- Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Masyarakat di Kawasan Transmigrasi, berupa Bantuan Pendidikan, kesehatan, Pelayanan sosial dan mental spiritual sebanyak 851 orang; Kelembagaan Kimtrans/KTM dan Masyarakat yang mandiri sebanyak 4 lembaga; serta Bantuan Pangan 120 keluarga.

- Penyerasian Lingkungan di Kawasan Transmigrasi, berupa Mitigasi lingkungan 1 permukiman.

Sedangkan kegiatan pembinaan transmigran UPT Bayat yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2013 adalah pemberian motivasi kepada transmigran berupa sosialisasi/penyuluhan dan pelatihan.

3. Permasalahan dan Solusi

Permasalahan yang terjadi pada kerjasama antar daerah ini adalah terkait dengan urusan Ketransmigrasian yaitu Dasar Hukum pelaksanaan ganti rugi lahan usaha 1 belum jelas.

Solusinya : koordinasi dan konsultasi dengan BPKP, BPK dan Inspektorat dan masih menunggu jawaban. Namun tetap menjalankan kegiatan pembinaan terhadap transmigran.

B. Kerjasama Daerah Dengan Pihak Ketiga

Kerjasama dengan pihak ketiga yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Lamandau pada tahun 2013, diantaranya adalah:

1) Kerjasama dengan pihak ketiga (Bidang Kesehatan)

a. Pihak ketiga yang diajak kerjasama : dokter spesialis (dr. Ari W) b. Nama MoU : Perjanjian Kerjasama dengan

dokter bedah

c. Nomor MoU : 04.a/PEG-27 I RSUD/I/2013

d. Tanggal MoU : 02 Januari 2013 e. Jangka waktu pelaksanaan MoU : 6 bulan

(4)

f. Sumber anggaran : APBD Kabupaten Lamandau g. Pagu dan realisasi Kegiatan : Rp 1.289.390.000,- teralisasi

Rp. 1.216.991.000 h. Permasalahan dan solusi : -

2) Kerjasama dengan pihak ketiga (Bidang Kesehatan)

a. Pihak ketiga yang diajak kerjasama : dokter spesialis (dr Desi)

b. Nama MoU : Perjanjian Kerjasama dengan dokter Spesialis saraf

c. Nomor MoU : 477.a/PEG-27 / RSUD/XI/2013

d. Tanggal MoU : 01 November 2013

e. Jangka waktu pelaksanaan MoU : 6 bulan

f. Sumber anggaran : APBD Kabupaten Lamandau g. Pagu dan realisasi Kegiatan : Rp 1.289.390.000,- teralisasi

Rp. 1.216.991.000 h. Permasalahan dan solusi : -

3) Kerjasama dengan pihak ketiga (Bidang Kesehatan)

a. Pihak ketiga yang diajak kerjasama : dokter spesialis (dr Hamima)

b. Nama MoU : Perjanjian Kerjasama dengan dokter Spesialis obgyn

c. Nomor MoU : 399.a/PEG-27/ RSUD/IX/2013

d. Tanggal MoU : 02 September 2013

e. Jangka waktu pelaksanaan MoU : 6 bulan

f. Sumber anggaran : APBD Kabupaten Lamandau g. Pagu dan realisasi Kegiatan : Rp 1.289.390.000,- teralisasi

Rp. 1.216.991.000 h. Permasalahan dan solusi : -

4) Kerjasama dengan pihak ketiga (Bidang Kesehatan)

a. Pihak ketiga yang diajak kerjasama : dokter spesialis (dr Marjoni)

b. Nama MoU : Perjanjian Kerjasama dengan dokter Spesialis patalogi klinik

c. Nomor MoU : 353.a/PEG-27/ RSUD/VIII/2013

d. Tanggal MoU : 01 Agustus 2013

(5)

e. Jangka waktu pelaksanaan MoU : 6 bulan

f. Sumber anggaran : APBD Kabupaten Lamandau g. Pagu dan realisasi Kegiatan : Rp 1.289.390.000,- teralisasi

Rp. 1.216.991.000 h. Permasalahan dan solusi : -

5) Kerjasama dengan pihak ketiga

a. Pihak ketiga yang diajak kerjasama : dokter spesialis (dr Mulyoni)

b. Nama MoU : Perjanjian Kerjasama dengan dokter spesialis bedah

c. Nomor MoU : 277.a/PEG-27/ RSUD/VI/2013

d. Tanggal MoU : 01 Juni 2013

e. Jangka waktu pelaksanaan MoU : 6 bulan

f. Sumber anggaran : APBD Kabupaten Lamandau g. Pagu dan realisasi Kegiatan : Rp 1.289.390.000,- teralisasi

Rp. 1.216.991.000 h. Permasalahan dan solusi : -

6) Kerjasama dengan pihak ketiga (Bidang Kesehatan)

a. Pihak ketiga yang diajak kerjasama : dokter spesialis (dr Novi Widjaja, Sp.PD)

b. Nama MoU : Perjanjian Kerjasama dengan dokter Spesialis Penyakit Dalam

c. Nomor MoU : 198.a/PEG-27/ RSUD/III/2013

d. Tanggal MoU : 01 Maret 2013

e. Jangka waktu pelaksanaan MoU : 1 Tahun

f. Sumber anggaran : APBD Kabupaten Lamandau g. Pagu dan realisasi Kegiatan : Rp 1.289.390.000,- teralisasi

Rp. 1.216.991.000 h. Permasalahan dan solusi : -

7) Kerjasama dengan pihak ketiga (Bidang Kesehatan)

a. Pihak ketiga yang diajak kerjasama : dokter spesialis (dr Priyo AW., SpA) b. Nama MoU : Perjanjian Kerjasama dengan dokter

spesialis anak

(6)

c. Nomor MoU : 399.a/PEG-27/ RSUD/IV/2013

d. Tanggal MoU : 02 September 2013

e. Jangka waktu pelaksanaan MoU : 6 bulan

f. Sumber anggaran : APBD Kabupaten Lamandau g. Pagu dan realisasi Kegiatan : Rp 1.289.390.000,- teralisasi

Rp. 1.216.991.000 h. Permasalahan dan solusi : -

8) Kerjasama dengan pihak ketiga (Bidang Kesehatan)

a. Pihak ketiga yang diajak kerjasama : dokter spesialis (dr Rustham B) b. Nama MoU : Perjanjian Kerjasama dengan dokter

spesialis Obgyn

c. Nomor MoU : 138.a/PEG-27/ RSUD/III/2013

d. Tanggal MoU : 01 Maret 2013

e. Jangka waktu pelaksanaan MoU : 6 bulan

f. Sumber anggaran : APBD Kabupaten Lamandau g. Pagu dan realisasi Kegiatan : Rp 1.289.390.000,- teralisasi

Rp. 1.216.991.000 h. Permasalahan dan solusi : -

9) Kerjasama dengan pihak ketiga (Bidang Kesehatan)

a. Pihak ketiga yang diajak kerjasama : dokter spesialis (dr Sukotjo H) b. Nama MoU : Perjanjian Kerjasama dengan dokter

spesialis THT-KL

c. Nomor MoU : 073.a/PEG-27/ RSUD/II/2013

d. Tanggal MoU : 01 Februari 2013

e. Jangka waktu pelaksanaan MoU : 6 bulan

f. Sumber anggaran : APBD Kabupaten Lamandau g. Pagu dan realisasi Kegiatan : Rp 1.289.390.000,- teralisasi

Rp. 1.216.991.000 h. Permasalahan dan solusi : -

10) Kerjasama dengan pihak ketiga (Bidang Kesehatan) a. Pihak ketiga yang diajak kerjasama : PT. SKM

b. Nama MoU : Perjanjian Pelayanan Kesehatan

(7)

c. Nomor MoU : 02.b/PEG-27/ RSUD/XI/2013

d. Tanggal MoU : 20 November 2013

e. Jangka waktu pelaksanaan MoU : 1 Tahun

f. Sumber anggaran :

g. Pagu dan realisasi Kegiatan : h. Permasalahan dan solusi : -

11) Kerjasama dengan pihak ketiga (Bidang Kesehatan) a. Pihak ketiga yang diajak kerjasama : PT. TAN

b. Nama MoU : Perjanjian Pelayanan Kesehatan

c. Nomor MoU : 01.b/PEG-27/ RSUD/XI/2013

d. Tanggal MoU : 02 Desember 2013

e. Jangka waktu pelaksanaan MoU : 1 Tahun

f. Sumber anggaran :

g. Pagu dan realisasi Kegiatan : h. Permasalahan dan solusi : -

12) Kerjasama dengan pihak ketiga (Bidang Kesehatan) a. Pihak ketiga yang diajak kerjasama : PT. GCM

b. Nama MoU : Perjanjian Pelayanan Kesehatan

c. Nomor MoU : 01.c/PEG-27/ RSUD/I/2013

d. Tanggal MoU : 02 Januari 2013

e. Jangka waktu pelaksanaan MoU : 1 Tahun

f. Sumber anggaran :

g. Pagu dan realisasi Kegiatan : realisasi Rp. 104.220.000 h. Permasalahan dan solusi : -

13) Kerjasama dengan pihak ketiga (Bidang Kesehatan) a. Pihak ketiga yang diajak kerjasama : PT. PIB

b. Nama MoU : Perjanjian Pelayanan Kesehatan c. Nomor MoU : /PEG-27/ RSUD/ /2013

d. Tanggal MoU : 04 Oktober 2013

e. Jangka waktu pelaksanaan MoU : 1 Tahun

f. Sumber anggaran :

g. Pagu dan realisasi Kegiatan :

(8)

h. Permasalahan dan solusi : -

14) Kerjasama dengan pihak ketiga (Bidang Kesehatan) a. Pihak ketiga yang diajak kerjasama : PT. SMG

b. Nama MoU : Perjanjian Pelayanan Kesehatan

c. Nomor MoU : 01.b/PEG-27/ RSUD/I/2013

d. Tanggal MoU : 02 Januari 2013

e. Jangka waktu pelaksanaan MoU : 1 Tahun

f. Sumber anggaran :

g. Pagu dan realisasi Kegiatan : Realisasi Rp. 126.069.000 h. Permasalahan dan solusi : -

15) Kerjasama dengan pihak ketiga (Bidang Lingkungan Hidup) a. Pihak ketiga yang diajak kerjasama : PT. UNILAB PERDANA

b. Nama MoU : Pengujian emisi sumber tidak bergerak cerobong boiler

Pabrik kelapa sawit dan cerobong

genset Kab. Lamandau 2013 c. Nomor MoU : 660/747/BLH/XI/2013 dan 315-

K/Dir/XI/2013

d. Tanggal MoU : 01 Nopember 2013

e. Jangka waktu pelaksanaan MoU : Desember 2013

f. Sumber Anggaran : DPA – SKPD BLH Lamandau g. Pagu dan realisasi kegiatan : Rp. 40.000.000,- dan Rp.

39.499.997,- h. Permasalahan dan Solusi : -

16) Kerjasama dengan pihak ketiga (Bidang Pendidikan)

a. Pihak ketiga yang diajak kerjasama : Universitas Palangka Raya

b. Nama MoU : Bantuan Pengelolaan dan

Penyelenggaraan Tutorial Mahasiswa Pendas Kabupaten Lamandau Tahun 2013

c. Nomor MoU : 893/160B/III/BKPP/2013 dan

412/UN31.45/KS/2013

(9)

d. Tanggal MoU : 13 Maret 2013 e. Jangka waktu pelaksanaan MoU : 1 tahun Anggaran

f. Sumber anggaran : APBD Kabupaten Lamandau g. Pagu dan realisasi Kegiatan : Rp. 514.600.000,-

h. Permasalahan dan solusi : -

17) Kerjasama dengan pihak ketiga (Bidang Pendidikan)

a. Pihak ketiga yang diajak kerjasama : Universitas Indonesia Jakarta

b. Nama MoU : Penyelenggaraan Pendidikan Program Kerjasama Daerah dan Industri UI

c. Nomor MoU : 074/III/II/BU-2009 dan

50/PKS/R/UI/2009

d. Tanggal MoU : 29 Februari 2009

e. Jangka waktu pelaksanaan MoU : 5 tahun

f. Sumber anggaran : APBD Kabupaten Lamandau g. Pagu dan realisasi Kegiatan : Rp 133.800.000,- pertahun untuk

4 mahasiswa h. Permasalahan dan solusi : -

18) Kerjasama dengan pihak ketiga (Bidang Pendidikan)

a. Pihak ketiga yang diajak kerjasama : Universitas Diponegoro Semarang b. Nama MoU : Pendidikan, Penelitian dan

Pengabdian Kepada Masyarakat c. Nomor MoU : 813/104/XI/ORG-SETDA/2009 dan

34/H7.P/KS/2009

d. Tanggal MoU : 24November 2009

e. Jangka waktu pelaksanaan MoU : 3 tahun

f. Sumber anggaran : APBD Kabupaten Lamandau g. Pagu dan realisasi Kegiatan : Rp 50.000.000,- pertahun h. Permasalahan dan solusi : -

19) Kerjasama dengan pihak ketiga (Bidang Pendidikan):

a. Pihak ketiga yang diajak kerjasama : Universitas Palangka Raya

b. Nama MoU : Pendidikan Dokter bagi Mahasiswa Kabupaten Lamandau

(10)

c. Nomor MoU : 3191/H24/LL/2010 dan 074/456/IX/2010

d. Tanggal MoU : 16 September 2010

e. Jangka waktu pelaksanaan MoU : 5 tahun

f. Sumber anggaran : APBD Kabupaten Lamandau g. Pagu dan realisasi Kegiatan : Rp 500.000.000,- per mahasiswa h. Permasalahan dan solusi : Pada Tahun 2012 diadakan

Moratorium karena Anggaran digunakan pada kegiatan yang lebih urgensi.

20) Kerjasama dengan pihak ketiga (Bidang Kelistrikan)

a. Pihak ketiga yang diajak kerjasama : PT. PLN ( persero ) Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah Area Palangka Raya.

b. Nama MoU : Nota Kesepahaman Tentang

Pengembangan Ketenagalistrikan di SKPH Kecamatan Menthobi Raya Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah.

c. Nomor MoU : 540.6/2/PTB/IX/2012 01.3/Pj/040/CPRY/2011 d. Tanggal MoU : 02 Nopember 2012

e. Jangka waktu pelaksanaan MoU : 3 Tahun sejak berlakunya kontrak f. Sumber Anggaran : -

g. Pagu dan realisasi kegiatan : - h. Permasalahan dan solusi : -

21) Kerjasama dengan pihak ketiga (Bidang Pengawasan) a. Pihak ketiga yang diajak kerjasama : BPKP dan BPK RI.

b. Nama MoU : Nota Kesepahaman Tentang

Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Informasi Untuk Akses Data pada Pemerintah Kabupaten Lamandau dalam rangka

(11)

Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara.

c. Nomor MoU : 389/NK/X-XII.2/6/2011 900/526/DPPKAD-E/VI/2011 d. Tanggal MoU : 27 Juni 2011

e. Jangka waktu pelaksanaan MoU : f. Sumber Anggaran : - g. Pagu dan realisasi kegiatan : - h. Permasalahan dan solusi : -

22) Kerjasama dengan pihak ketiga (Bidang Ketenagakerjaan) a. Pihak ketiga yang diajak kerjasama : UNLAM Banjarmasin

b. Nama MoU : Kesepakatan Kerjasama Pendidikan

dan Pelatihan Bagi Pencari Kerja

c. Nomor MoU : 562/813/Sosnakertrans-2013

d. Tanggal MoU : Tanggal 04 September 2013 e. Jangka waktu pelaksanaan MoU : 6 (enam) Hari

f. Sumber Anggaran : DPA-SKPD Dinsosnakertrans

g. Pagu dan realisasi kegiatan : Rp. 250.000.000 Realisasi Kegiatan Rp. 250.000.000,-

h. Permasalahan dan Solusi : -

C. Koordinasi Dengan Instansi Vertikal di Daerah 1. Kebijakan dan Kegiatan

Dalam rangka meningkatkan kebersamaan dan kerjasama yang telah terjalin dengan baik dalam pelaksanaan program-program dan kegiatan-kegiatan pembangunan, maka telah dilakukan koordinasi dengan instansi vertikal untuk mewujudkan keserasian antara kebijakan-kebijakan daerah dengan kebijakan provinsi dan pusat.

Koordinasi dengan instansi vertikal diantaranya dilaksanakan dalam bentuk rapat koordinasi lengkap dengan Bupati selaku pimpinan penyelenggara pemerintahan daerah didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dengan seluruh instansi vertikal yang ada di Kabupaten Lamandau diantaranya Kantor BPN,

(12)

BPS, Kantor Kemenag dan BUMN yang ada di wilayah Kabupaten Lamandau. Rapat koordinasi dapat dilaksanakan secara rutin atau insidentil terutama dalam menyikapi permasalahan yang bersifat khusus yang memerlukan koordinasi secara menyeluruh untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya permasalahan yang lebih besar.

2. Realisasi Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan koordinasi dengan instansi vertikal yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Lamandau tahun 2013 antara lain adalah :

1). Dilaksanakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga dalam bentuk forum komunikasi kepanitiaan, dengan materi koordinasi yaitu Pelatihan dan Pembinaan, dimana instansi vertikal yang terlibat yaitu Kepolisian Resor Lamandau dan Perwira Penghubung. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu 2 (dua) Kegiatan yaitu Paskibra Tingkat Kabupaten dan Purna Tugas Paskibra Indonesia (PPI), dengan hasilnya yaitu terlaksananya kegiatan bidang kepemudaan dan olah raga serta manfaatnya yaitu bertambahnya wawasan kebangsaan, rasa persatuan dan kesatuan bangsa bagi peserta Paskibra. Prestasi yang didapat di tahun 2013 adalah Pelajar putri asal Kabupaten Lamandau berhasil lolos ke tahapan bergengsi yaitu Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tanggal 17 Agustus 2013 di Istana Merdeka Jakarta.

2). Dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang melibatkan Tim dalam rangka penanggulangan bencana di Kabupaten Lamandau.

Instansi vertikal yang terlibat adalah Kepolisian Resor Lamandau dan Komandan Rayon Militer 1014 di Nanga Bulik.

3). Dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), dalam bentuk kerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Lamandau dalam kegiatan pengolahan, updating, analisis data dan statistik daerah. Hasil yang dicapai dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya pengolahan, updating, analisis data dan statistik daerah, berupa Penyusunan Buku Analisis Pertumbuhan Ekonomi Kab.Lamandau, Buku Penduduk Kab. Lamandau, Buku Profil Daerah Kabupaten Lamandau, Buku Kabupaten Lamandau Dalam Angka, dan Kecamatan Dalam Angka Tahun 2012/2013.

4). Dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) dalam kegiatan Pengendalian Disiplin Pengoperasian Angkutan Umum di Jalan Raya dengan melibatkan Kepolisian Resor Lamandau dalam rangka razia gabungan angkutan umum dan barang bersama Satlantas.

(13)

5). Dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam bentuk kerjasama dengan Kepolisisan Republik Indonesia dalam hal ini Kepala Kepolisian Resor Lamandau, dengan kegiatan Pendaftaran Pindah Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) Dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisisan (SKCK). Kerjasama ini bertujuan untuk menerapkan pendaftaran pindah penduduk keluar dari Kabupaten Lamandau dengan membawa Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Kepolisian Resor Lamandau.

6). Dilaksanakan oleh Sekretariat Daerah Bagian Administrasi Pemerintahan Umum dalam bentuk kerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lamandau dalam kegiatan kepengurusan tanah dan penyelesaian tapal batas. Pada tahun 2013, telah melaksanakan kegiatan Sertifikasi Tanah Masyarakat.

7). Dilaksanakan oleh Sekretariat Daerah Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dalam bentuk kerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Lamandau dalam kegiatan penyelenggaraan kegiatan keagamaan seperti STQ, MTQ, Pesparawi, dan penyelenggaraan urusan haji. Pada tahun 2013, Kabupaten Lamandau sukses sebagai tuan rumah penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) XIX Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, Ikut berperan serta sebagai peserta dalam Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya, dan berhasil dengan lancar memfasilitasi jama’ah haji Kabupaten Lamandau sebanyak 9 orang.

8). Dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Pengajaran dalam bentuk kerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Lamandau dalam rangka koordinasi mendata/merencanakan kebutuhan guru agama; dengan Kepolisian Resor Lamandau dalam rangka koordinasi penyuluhan Narkoba/Aids kepada siswa;

3. Permasalahan dan Solusi

Dalam melaksanakan kegiatan koordinasi dengan instansi vertikal, Pemerintah Kabupaten Lamandau tidak menemui permasalahan/kendala yang berarti, atau dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya terutama pelaksanaannya yang bersifat rutin tiap tahun.

(14)

D. Pembinaan Batas Wilayah 1. Kebijakan dan Kegiatan

Kebijakan Pemerintah Kabupaten Lamandau dalam pembinaan batas wilayah adalah terkait dengan kepastian hukum wilayah administratif Kabupaten, sehingga pelaksanaan pembangunan wilayah Kabupaten Lamandau dapat secara terpadu, lestari, optimal, seimbang dan serasi, sesuai dengan karakteristik, fungsi, dan predikatnya.

Pembinaan batas wilayah terus dilakukan, mengingat pentingnya kepastian hukum akan batas wilayah terutama batas antar Kabupaten yang masih belum menghasilkan titik temu.

Program dan kegiatan dalam rangka pembinaan batas wilayah yang dilaksanakan pada tahun 2013 diantaranya yaitu Program Penataan Daerah Otonomi Baru, dengan kegiatan antara lain :

(1) Kegiatan Fasilitasi Percepatan Penyelesaian Tapal Batas Wilayah Administrasi Antar Daerah, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 65.000.000,- dan realisasi sebesar Rp. 61.395.900,- atau 94,46%.

(2) Kegiatan Tata Batas antar Desa dan Kecamatan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 35.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 15.665.000,- atau 44,76%.

Satuan Kerja Perangkat Daerah pelaksanaan pembinaan batas wilayah adalah Bagian Administrasi Pemerintahan (Adpem) Sekretariat Daerah Kabupaten Lamandau.

2. Realisasi Pelaksanaan Kegiatan

Hasil yang dicapai dari pelaksanaan kegiatan Fasilitasi Percepatan Penyelesaian Tapal Batas Wilayah Administrasi Antar Daerah di tahun 2013 adalah :

- Rapat-rapat pertemuan baik antar Tim Tata Batas Tingkat Kabupaten.

- Rapat-rapat pertemuan dengan Tim Tata Batas Tingkat Provinsi.

- Rapat ditingkat pusat yang difasilitasi Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

- Pelacakan tanda-tanda batas di wilayah-wilayah yang merupakan daerah perbatasan oleh Tim tata Batas Kabupaten.

Hasil yang dicapai dari pelaksanaan Kegiatan Tata Batas antar Desa dan Kecamatan adalah sebagai berikut :

(15)

- Rapat-rapat di kecamatan masing-masing untuk menyelesaikan permasalahan batas antar desa di dalam wilayah kecamatan, karena diharapkan permasalahan batas antar desa dalam kecamatan dapat selesai pada tahun 2013 ini.

- Rapat yang difasilitasi oleh pemerintah Kabupaten Lamandau untuk menyelesaikan permasalahan batas antar desa dalam kecamatan yang belum dapat diselesaikan oleh pihak kecamatan.

- Rapat-rapat di kabupaten untuk memfasilitasi batas antar kecamatan yang sampai saat ini masih ada beberapa kecamatan yang belum ada kesepakatan mengenai batas tersebut.

Secara umum penyelesaian tata batas di Kabupaten Lamandau, dibagi menjadi beberapa segmen, yaitu batas antar kabupaten/provinsi, batas antar kecamatan dan batas antar desa, yang masing-masing akan diuraikan sebagai berikut :

(1) Batas antar Kabupaten Lamandau, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Sukamara.

Mengenai batas antara Kabupaten Lamandau, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Sukamara, telah diadakan beberapa kali pertemuan, diantaranya pertemuan segitiga antara Bupati Lamandau, Bupati Kotawaringin Barat dan Bupati Sukamara pada tahun 2006 di Pangkalan Bun, dimana dari hasil pertemuan tersebut telah dituangkan dalam Berita Acara Hasil Rapat Koordinasi tentang penyelesaian tata batas antara Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Sukamara.

Inti dari kesepakatan tersebut adalah ketiga Kabupaten sepakat untuk menyelesaikan tata batas adminsitrasi pemerintahan Kabupaten sesuai dengan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002 yang mengatur tentang pembentukan 8 (delapan) Kabupaten baru di Kalimantan Tengah.

Dalam pertemuan tersebut juga disepakati bahwa peta yang menjadi pegangan kerja semua tim sejak awal hanyalah peta yang telah disepakati dan ditanda tangani secara bersama oleh ketiga Bupati. Di dalam peta tersebut, telah tercantum tata batas sementara untuk selanjutnya menjadi tugas tim untuk menyelesaikannya.

Pertemuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pertemuan di Sukamara pada tahun 2006, dimana hasil dari pertemuan tersebut juga

(16)

dituangkan dalam sebuah Berita Acara. Dalam pertemuan tersebut Tim Tata Batas Lamandau mengusulkan batas berdasarkan batas alam, jalan negara sehingga nantinya batas-batas tersebut mudah dikenali dan bersifat permanen. Diusulkan pula untuk langsung meninjau lokasi titik-titik batas yang menjadi usul Tim Tata Batas Kabupaten Lamandau.

Dalam peninjauan ke lapangan ternyata tidak terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak, karena Tim Tata Batas Kabupaten Sukamara bersikeras memakai peta acuan yang telah ditandatangani oleh ketiga Bupati untuk langsung dapat ditetapkan menjadi peta batas. Padahal kenyataan pada saat peninjauan di lapangan tersebut yang dihadiri oleh masing-masing tim tata batas dari kedua Kabupaten, ditemukan masih terdapat patok/pilar batas permanen antara Desa Kujan (Kabupaten Lamandau) dan Desa Kenawan (Kabupaten Sukamara).

Karena kedua belah pihak, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Lamandau dan Pemerintah Kabupaten Sukamara masih belum ada kesepakatan, maka diusulkan penyelesaian tata batas antar kedua Kabupaten ini difasilitasi oleh Tim Tata Batas dari Propinsi Kalimantan Tengah. Kedua belah pihak juga telah mengadakan pertemuan lanjutan, dimana pihak pemerintah Kabupaten Lamandau telah mengajukan solusi berupa tukar guling lahan, namun hal ini masih ditolak oleh pihak pemerintah Kabupaten Sukamara, sehingga permasalahan ini telah dikoordinasikan ke pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam hal ini Biro Tata Praja untuk menjadi mediator antara kedua belah pihak Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Sukamara, dan juga difasilitasi oleh Kementerian Dalam Negeri RI.

Pada tahun 2011 telah dilakukan pelacakan mengenai tanda-tanda batas di wilayah-wilayah yang merupakan perbatasan oleh Tim Tata Batas Kabupaten Lamandau dengan Tim Tata Batas Kabupaten Sukamara yang difasilitasi oleh Tim Tata Batas Provinsi Kalimantan Tengah. Namun, sampai dengan tahun 2013, masih belum adanya titik temu antara kabupaten Lamandau dan Kabupaten Sukamara, karena antara kedua belah pihak masih belum menemukan kesepahaman tentang penyelesaian titik batas tersebut.

Untuk tata batas Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Kotawaringin Barat pada tanggal 07 November 2013 telah diadakan rapat koordinasi tata batas yang dilaksanakan di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Lamandau yang menghasilkan kesepakatan rapat sebagai berikut :

(17)

a. Bagi desa yang sudah melaksanakan pelacakan tata batas, penetapan titik koordinat dan sudah sepakat terhadap batas dimaksud maka dapat ditindaklanjuti dengan penandatanganan Berita Acara kesepakatan antar kedua desa yang diketahui oleh Camat dan Tim Tata batas masing-masing kabupaten. (dalam hal ini ada 3 kesepakatan yang ditandatangani yaitu antara desa Lubuk Hiju, desa Batu Ampar Kecamatan Menthobi Raya Kabupaten Lamandau dengan desa Penahan, desa Riam dan desa Pandau Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat).

b. Bagi desa yang belum melaksanakan pelacakan tata batas maka disepakati untuk dijadwalkan pelacakan tata batas sekaligus pengambilan titik koordinat antara desa-desa yang berbatasan yang difasilitasi oleh pihak kecamatan masing-masing.

c. Untuk 1 titik yang menjadi batas antara Kabupaten Lamandau, Kabupaten Seruyan dan Kabupaten kotawaringin Barat harus disepakati oleh 3 Kabupaten.

(2) Batas antar Kabupaten Lamandau dengan Kabupaten Seruyan.

Untuk penyelesaian tata batas antara Kabupaten Lamandau dengan Kabupaten Seruyan, telah diadakan pertemuan di Seruyan pada tahun 2006.

Dalam pertemuan disepakati bahwa peta yang digunakan adalah peta citra landsat yang sudah diretifikasi dengan tetap mengacu pada Peta Bakorsurtanal.

Pada pertemuan tersebut juga disepakati bahwa pelacakan titik koordinat pada garis batas Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Seruyan akan dilakukan peninjauan langsung ke lapangan oleh Tim Tata Batas Kabupaten Lamandau dan Tim Tata Batas Kabupaten Seruyan dengan difasilitasi oleh Tim Tata Batas Provinsi Kalimantan Tengah.

Menindaklanjuti hasil dari pertemuan tersebut, kedua tim langsung turun meninjau ke lapangan, terutama mensurvey 4 (empat) titik koordinat yang telah ditentukan sebelumnya. Dari hasil peninjauan ke lapangan tersebut, telah disepakati oleh kedua pihak mengenai titik koordinat batas antar kedua Kabupaten, yang ditandai dengan pemasangan patok pilar sementara yang terbuat dari tonggak kayu untuk mempermudah pemasangan pilar/patok batas yang permanen.

Dan kemudian akan dilanjutkan dengan 6 (enam) titik koordinat, dan pada tahun 2012 belum dilakukan peninjauan ke lapangan masih dalam tahap

(18)

perundingan/rapat yang dilaksanakan di Kuala Pembuang pada tanggal 28 November 2012 dengan hasil kesepakatan akan dibentuk tim kecil yang terdiri dari pihak kecamatan dan desa yang berbatasan untuk mencari informasi mengenai rute perjalanan dalam rangka mencapai titik batas kedua kabupaten, untuk cek lapangan oleh kedua kabupaten direncanakan pada bulan Februari/Maret 2013 namun sampai dengan berakhirnya tahun 2013 belum ada cek ke lapangan oleh kedua kabupaten dikarenakan belum ada kesepakatan antara desa-desa yang berbatasan.

(3) Batas antar Kabupaten Lamandau dengan Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat.

Untuk penyelesaian tata batas antara Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah dengan Provinsi Kalimantan Barat, dimana wilayah yang berbatasan adalah Kecamatan Batang Kawa, Kecamatan Delang dan Kecamatan Lamandau. Pada tanggal 12 November 2013 telah diadakan rapat koordinasi percepatan penyelesaian tata batas yang dilaksanakan di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat yang menghasilkan kesepakatan rapat sebagai berikut :

a. Tim fasilitasi percepatan penyelesaian tata batas wilayah administrasi kedua kabupaten bersepakat untuk melakukan peninjauan titik batas ke lapangan kembali.

b. Menjadikan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 185.5-472 tanggal 24 Mei 1989 tentang penegasan garis batas wilayah antara Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Barat dengan Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah sebagai salah satu acuan dalam pelacakan batas antar kabupaten dengan tetap memperhatikan sejarah dan kesepakatan desa yang berbatasan.

c. Melakukan penyempurnaan terhadap nama-nama toponomi atau nama rupa bumi pada saat melakukan survei lapangan.

d. Kedua tim penegasan batas menyerahkan tugas pelacakan batas dan pengambilan titik koordinat titik batas antar desa/kelurahan kepada masing- masing kepala desa/kelurahan dan camat yang berbatasan dengan dilengkapi Berita Acara.

(19)

(4) Batas antar Kecamatan/Kelurahan/Desa.

Dalam rangka penentuan batas antar desa dan kecamatan secara pasti dilapangan sesuai dengan amanat undang-undang tentang pembentukan daerah, perlu dilakukan penegasan batas desa secara sistematis dan terkoordinasi.

Penetapan dan penegasan batas daerah Kabupaten Lamandau dan batas antar kecamatan serta desa/kelurahan di Kabupaten Lamandau masih perlu dilaksanakan penataan dan penegasan dilapangan.

Oleh karena itu dengan adanya kegiatan tata batas antar desa dan kecamatan pada Bagian Administrasi Pemerintahan diharapkan tata batas antar desa dan kecamatan dapat terselesaikan, sekaligus dapat dipasang pilar-pilar batas desa dan kecamatan tersebut, hal ini bertujuan memperlancar pelayanan kepada masyarakat yang ada diwilayah kerja camat sebagai kepala wilayah ditingkat kecamatan ataupun kepala desa sebagai kepala wilayah ditingkat desa.

Sehingga kewenangan dapat terkontrol dengan baik.

Kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun anggaran 2013 ini adalah monitoring dan pelacakan titik batas antar desa yang sudah selesai dan sudah dibuatkan berita acara kesepakatan batas desa dan kecamatan di wilayah Kabupaten Lamandau. Hasil pemantauan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

a) Monitoring dan pelacakan Batas Desa dan Kecamatan di wilayah Kecamatan Sematu Jaya.

Masalah tata batas antar desa dan kecamatan merupakan masalah yang krusial bagi suatu wilayah, karena permasalahan batas ini merupakan batas kekuasaan dan kewenangan suatu kepala daerah atau kepala wilayah dalam hal ini Camat sebagai kepala wilayah. Permasalahan tata batas desa dan kecamatan di wilayah Kecamatan Sematu Jaya hampir selesai hanya ada 1 desa yang belum ada kesepakatan, batas antara desa dan kecamatan yaitu batas antara Desa Purwareja Kecamatan Sematu Jaya dengan Desa Kujan Kecamatan Bulik, belum menemukan titik temu, karena masing-masing desa belum ada kesepakatan, dan masih tetap bertahan dengan persepsi masing- masing. Pembahasan batas desa antara Desa Purwareja Kecamatan Sematu Jaya dengan Desa Kujan Kecamatan Bulik sudah dilakukan beberapa kali pertemuan, tetapi belum ada kesepakatan. Oleh karena itu Camat Sematu

(20)

Jaya dan Camat Bulik meminta difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lamandau.

b) Batas Desa dan Kecamatan di wilayah Kecamatan Bulik Timur.

Masalah tata batas antara desa dan kecamatan merupakan masalah yang krusial bagi suatu wilayah, karena permasalahan batas ini merupakan batas kekuasaan dan kewenangan suatu kepala daerah atau kepala wilayah dalam hal ini Camat sebagai kepala wilayah. Permasalahan tata batas desa dan kecamatan di wilayah Kecamatan Bulik Timur sudah selesai namun belum ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati, sedangkan batas antar Kecamatan adalah sebagai berikut :

(1) Batas antara Kecamatan Bulik Timur dengan Kecamatan Menthobi Raya, sudah dilaksanakan pelacakan oleh kedua pihak kecamatan dan desa yang berbatasan serta telah diambil titik koordinat batas.

(2) Kecamatan Bulik Timur dengan Kecamatan Belantikan Raya, masih dalam tahap perundingan dan belum ada tindak lanjut.

(3) Kecamatan Bulik Timur dengan Kecamatan Bulik, masih dalam tahap perundingan dan belum ada tindak lanjut.

Pada tahun 2013 batas desa yang sudah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau adalah sebagai berikut :

(1) Batas antara Desa Bukit Jaya Kecamatan Bulik Timur dengan Desa Tangga Batu Kecamatan Belantikan Raya telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/335/X/HUK/2013 tanggal 07 Oktober 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Bukit Jaya Kecamatan Bulik Timur dengan Desa Tangga Batu Kecamatan Belantikan Raya Kabupaten Lamandau.

(2) Batas antara Desa Pedongatan Kecamatan Bulik Timur dengan Desa Tangga Batu Kecamatan Belantikan Raya telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata

(21)

Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/336/X/HUK/2013 tanggal 07 Oktober 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Pedongatan Kecamatan Bulik Timur dengan Desa Tangga Batu Kecamatan Belantikan Raya Kabupaten Lamandau.

(3) Batas antara Desa Bukit Jaya Kecamatan Bulik Timur dengan Desa Sungai Buluh Kecamatan Belantikan Raya telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/378/XI/HUK/2013 tanggal 29 November 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Bukit Jaya Kecamatan Bulik Timur dengan Desa Sungai Buluh Kecamatan Belantikan Raya Kabupaten Lamandau.

c) Batas desa dan Kecamatan di Wilayah Kecamatan Batang Kawa.

Masalah tata batas antara desa dan kecamatan merupakan masalah yang krusial bagi suatu wilayah, karena permasalahan batas ini merupakan batas kekuasaan dan kewenagan suatu kepala daerah atau kepala wilayah dalam hal ini Camat sebagai kepala wilayah. Permasalahan tata batas desa dan kecamatan di wilayah Kecamatan Batang Kawa sudah selesai, yang belum antara kecamatan diantaranya adalah sebagai berikut :

(1) Permasalahan Batas antar Desa di Wilayah Kecamatan Batang Kawa masih belum lengkap dalam hal administrasi antara lain belum adanya berita acara kesepakatan antar Desa dalam Kecamatan.

(2) Batas antara Kecamatan Batang Kawa dengan Kecamatan Delang telah melakukan kesepakatan musyawarah antara Camat Batang Kawa dan Camat Delang, serta tokoh Masyarakat.

(3) Batas antara Kecamatan Batang Kawa dengan Kecamatan Belantikan Raya (Desa Bintang Mengalih dan Desa Karang Mas) belum menemui kesepakatan, dan masih dalam proses penyelesaian.

(4) Batas antara Desa Batu Tambun Kecamatan Batang Kawa dengan Desa Sungai Tuat Kecamatan Lamandau telah melakukan kesepakatan

(22)

musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan dan Kabupaten telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/305/IX/HUK/2013 tanggal 12 September 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Batu Tambun Kecamatan Batang Kawa dengan Desa Sungai Tuat Kecamatan Lamandau Kabupaten Lamandau.

d) Batas Desa dan Kecamatan di wilayah Kecamatan Belantikan Raya.

Masalah tata batas antara desa dan kecamatan merupakan masalah yang krusial bagi suatu wilayah, karena permasalahan batas ini merupakan batas kekuasaan dan kewenangan suatu kepala daerah atau kepala wilayah dalam hal ini Camat sebagai kepala wilayah. Permasalahan tata batas desa dan kecamatan di wilayah Kecamatan Belantikan Raya sudah selesai diantaranya adalah sebagai berikut :

(1) Batas antara Desa Nanga Belantikan dengan Desa Sumber Cahaya, sudah ada kesepakatan dan sudah dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan pada tanggal 17 Desember 2011, namun belum diambil titik koordinat.

(2) Batas antara Desa Nanga Matu dengan Desa Petarikan, sudah ada kesepakatan dan sudah dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan pada tanggal 09 Desember 2011, namun belum diambil titik koordinat.

(3) Batas antara Desa Kahingai dengan Desa Nanga Matu, sudah ada kesepakatan dan sudah dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan pada tanggal 04 Oktober 2011, namun belum diambil titik koordinat.

(4) Batas antara Desa Tangga Batu dengan Desa Sungai Buluh, sudah ada kesepakatan dan sudah dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan.

(5) Batas antara Desa Tangga Batu dengan Desa Belibi, sudah ada kesepakatan dan sudah dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan.

(6) Batas antara Desa Nanga Belantikan dengan Desa Sungai Buluh, sudah ada kesepakatan dan sudah dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan.

(7) Batas antara Desa Karang Besi dengan Desa Benuatan, sudah ada kesepakatan dan sudah dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan.

(23)

Pada tahun 2013 batas desa yang sudah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau adalah sebagai berikut :

1. Batas antara Desa Bukit Jaya Kecamatan Bulik Timur dengan Desa Tangga Batu Kecamatan Belantikan Raya telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/335/X/HUK/2013 tanggal 07 Oktober 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Bukit Jaya Kecamatan Bulik Timur dengan Desa Tangga Batu Kecamatan Belantikan Raya Kabupaten Lamandau.

2. Batas antara Desa Pedongatan Kecamatan Bulik Timur dengan Desa Tangga Batu Kecamatan Belantikan Raya telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/336/X/HUK/2013 tanggal 07 Oktober 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Pedongatan Kecamatan Bulik Timur dengan Desa Tangga Batu Kecamatan Belantikan Raya Kabupaten Lamandau.

3. Batas antara Desa Tamiang Kecamatan Bulik dengan Desa Sumber Cahaya Kecamatan Belantikan Raya telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/367/XI/HUK/2013 tanggal 27 November 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Tamiang Kecamatan Bulik dengan Desa Sumber Cahaya Kecamatan Belantikan Raya Kabupaten Lamandau.

4. Batas antara Desa Bukit Jaya Kecamatan Bulik Timur dengan Desa Sungai Buluh Kecamatan Belantikan Raya telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara

(24)

Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/378/XI/HUK/2013 tanggal 29 November 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Bukit Jaya Kecamatan Bulik Timur dengan Desa Sungai Buluh Kecamatan Belantikan Raya Kabupaten Lamandau.

Permasalahan batas antar desa dalam kecamatan Belantikan Raya sudah selesai dan sudah dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan. Sedangkan permasalahan batas antar kecamatan belum selesai, karena masih menggunakan batas alam.

e). Batas Desa dan Kecamatan di wilayah Kecamatan Menthobi Raya

Masalah tata batas antara desa dan kecamatan merupakan masalah yang krusial bagi suatu wilayah, karena permasalahan batas ini merupakan batas kekuasaan dan kewenagan suatu kepala daerah atau kepala wilayah dalam hal ini Camat sebagai kepala wilayah. Pada tahun 2013 Permasalahan tata batas desa dan kecamatan di wilayah Kecamatan Menthobi Raya sudah selesai diantaranya adalah sebagai berikut :

1) Batas antara Desa Melata Kecamatan Menthobi Raya dengan Desa Mukti Manunggal Kecamatan Menthobi Raya telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/67/II/HUK/2013 tanggal 11 Februari 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Melata Kecamatan Menthobi Raya dengan Desa Mukti Manunggal Kecamatan Menthobi Raya Kabupaten Lamandau.

2) Batas antara Desa Modang Mas Kecamatan Menthobi Raya dengan Desa Mukti Manunggal Kecamatan Menthobi Raya telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik

(25)

koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/70/II/HUK/2013 tanggal 11 Februari 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Modang Mas Kecamatan Menthobi Raya dengan Desa Mukti Manunggal Kecamatan Menthobi Raya Kabupaten Lamandau.

3) Batas antara Desa Topalan Kecamatan Menthobi Raya dengan Desa Bukit Raya Kecamatan Menthobi Raya telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/71/II/HUK/2013 tanggal 11 Februari 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Topalan Kecamatan Menthobi Raya dengan Desa Bukit Raya Kecamatan Menthobi Raya Kabupaten Lamandau.

4) Batas antara Desa Melata Kecamatan Menthobi Raya dengan Desa Bukit Raya Kecamatan Menthobi Raya telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/81/II/HUK/2013 tanggal 12 Februari 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Melata Kecamatan Menthobi Raya dengan Desa Bukit Raya Kecamatan Menthobi Raya Kabupaten Lamandau.

5) Batas antara Desa Melata Kecamatan Menthobi Raya dengan Desa Modang Mas Kecamatan Menthobi Raya telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/83/II/HUK/2013 tanggal 12 Februari 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Melata Kecamatan Menthobi Raya dengan Desa Modang Mas Kecamatan Menthobi Raya Kabupaten Lamandau.

(26)

6) Batas antara Desa Topalan Kecamatan Menthobi Raya dengan Desa Nanuah Kecamatan Menthobi Raya telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/196/V/HUK/2013 tanggal 17 Mei 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Topalan Kecamatan Menthobi Raya dengan Desa Nanuah Kecamatan Menthobi Raya Kabupaten Lamandau.

7) Batas antara Desa Nanuah Kecamatan Menthobi Raya dengan Desa Modang Mas Kecamatan Menthobi Raya telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/197/V/HUK/2013 tanggal 17 Mei 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Nanuah Kecamatan Menthobi Raya dengan Desa Modang Mas Kecamatan Menthobi Raya Kabupaten Lamandau.

8) Batas antara Desa Topalan Kecamatan Menthobi Raya dengan Desa Modang Mas Kecamatan Menthobi Raya telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/198/V/HUK/2013 tanggal 17 Mei 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Topalan Kecamatan Menthobi Raya dengan Desa Modang Mas Kecamatan Menthobi Raya Kabupaten Lamandau.

9) Batas antara Desa Melata Kecamatan Menthobi Raya dengan Desa Nanuah Kecamatan Menthobi Raya telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa

(27)

serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/232/VI/HUK/2013 tanggal 24 Juni 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Melata Kecamatan Menthobi Raya dengan Desa Nanuah Kecamatan Menthobi Raya Kabupaten Lamandau.

Permasalahan batas antar desa dalam kecamatan Menthobi Raya sudah selesai dan sudah dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan serta sudah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau. Sedangkan permasalahan batas antar kecamatan dan Kabupaten belum selesai, karena masih belum menemukan titik koordinat.

f) Batas Desa dan Kecamatan di wilayah Kecamatan Bulik.

Masalah tata batas antara desa dan kecamatan merupakan masalah yang krusial bagi suatu wilayah, karena permasalahan batas ini merupakan batas kekuasaan dan kewenangan suatu kepala daerah atau kepala wilayah dalam hal ini Camat sebagai kepala wilayah. Pada tahun 2013 Permasalahan tata batas desa dan kecamatan di wilayah Kecamatan Bulik yang diselesaikan adalah sebagai berikut :

(1) Batas antara Desa Bunut Kecamatan Bulik dengan Desa Sungai Mentawa Kecamatan Bulik telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/66/II/HUK/2013 tanggal 11 Februari 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Bunut Kecamatan Bulik dengan Desa Sungai Mentawa Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau.

(2) Batas antara Desa Bumi Agung Kecamatan Bulik dengan Desa Sumber Mulya Kecamatan Bulik telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/247/VII/HUK/2013 tanggal 09 Juli 2013 tentang Penetapan dan

(28)

Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Bumi Agung Kecamatan Bulik dengan Desa Sumber Mulya Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau.

(3) Batas antara Desa Sumber Mulya Kecamatan Bulik dengan Desa Bukit Indah Kecamatan Bulik telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/248/VII/HUK/2013 tanggal 09 Juli 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Sumber Mulya Kecamatan Bulik dengan Desa Bukit Indah Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau.

(4) Batas antara Desa Sumber Mulya Kecamatan Bulik dengan Desa Arga Mulya Kecamatan Bulik telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/249/VII/HUK/2013 tanggal 09 Juli 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Sumber Mulya Kecamatan Bulik dengan Desa Arga Mulya Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau.

(5) Batas antara Desa Bukit Indah Kecamatan Bulik dengan Desa Arga Mulya Kecamatan Bulik telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/253/VII/HUK/2013 tanggal 09 Juli 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Bukit Indah Kecamatan Bulik dengan Desa Arga Mulya Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau.

(6) Batas antara Desa Bumi Agung Kecamatan Bulik dengan Kelurahan Nanga Bulik Kecamatan Bulik telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar

(29)

Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/356/XI/HUK/2013 tanggal 15 November 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Bumi Agung Kecamatan Bulik dengan Desa Kelurahan Nanga Bulik Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau.

(7) Batas antara Desa Batu Kotam Kecamatan Bulik dengan Desa Batu Hambawang Kecamatan Sematu Jaya telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/358/XI/HUK/2013 tanggal 15 November 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Batu Kotam Kecamatan Bulik dengan Desa Batu Hambawang Kecamatan Sematu Jaya Kabupaten Lamandau.

(8) Batas antara Desa Bumi Agung Kecamatan Bulik dengan Desa Arga Mulya Kecamatan Bulik telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/359/XI/HUK/2013 tanggal 15 November 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Bumi Agung Kecamatan Bulik dengan Desa Arga Mulya Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau.

(9) Batas antara Desa Bunut Kecamatan Bulik dengan Desa Sungai Mentawa Kecamatan Bulik telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/366/XI/HUK/2013 tanggal 27 November 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Bunut

(30)

Kecamatan Bulik dengan Desa Sungai Mentawa Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau.

(10) Batas antara Desa Tamiang Kecamatan Bulik dengan Desa Sumber Cahaya Kecamatan Belantikan Raya telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/367/XI/HUK/2013 tanggal 27 November 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Tamiang Kecamatan Bulik dengan Desa Sumber Cahaya Kecamatan Belantikan Raya Kabupaten Lamandau.

(11) Batas antara Desa Tamiang Kecamatan Bulik dengan Desa Bakonsu Kecamatan Lamandau telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/382/XII/HUK/2013 tanggal 09 Desember 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Tamiang Kecamatan Bulik dengan Desa Bakonsu Kecamatan Lamandau Kabupaten Lamandau.

(12) Batas antara Desa Kujan Kecamatan Bulik dengan Desa Batu Hambawang Kecamatan Sematu Jaya telah melakukan kesepakatan musyawarah antara kepala desa yang ditetapkan dengan Berita Acara Penentuan Titik Koordinat Batas Desa, dengan di fasilitasi oleh Tim Tata Batas Antar Desa dan Kecamatan telah diambil titik koordinat batas desa serta telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau Nomor : 188.45/383/XII/HUK/2013 tanggal 09 Desember 2013 tentang Penetapan dan Penegasan Tata Batas Wilayah antara Desa Kujan Kecamatan Bulik dengan Desa Batu Hambawang Kecamatan Sematu Jaya Kabupaten Lamandau.

(31)

Permasalahan batas antar desa dalam kecamatan Bulik sudah selesai dan sudah dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan dan telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Lamandau, sedangkan permasalahan batas antar kecamatan dan Kabupaten belum selesai.

3. Permasalahan dan Solusi a. Pembinaan Batas Wilayah

Selama ini permasalahan yang terjadi dalam hal pembinaan batas wilayah yaitu : 1. Masih belum adanya titik temu antara dua kabupaten yaitu antara kabupaten

Lamandau dan Kabupaten Sukamara, karena antara kedua belah pihak masih belum menemukan kesepahaman tentang penyelesaian titik batas tersebut.

2. Untuk batas antara kabupaten Lamandau dengan Kabupaten Seruyan sudah menemukan 4 (empat) titik koordinat yang kemudian akan dilanjutkan dengan 6 (enam) titik koordinat, dan pada tahun 2013 belum dilakukan peninjauan ke lapangan, masih dalam tahap perundingan antara desa-desa yang berbatasan.

Solusi untuk mengatasi permasalahan batas tersebut adalah :

1. Agar pihak pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Kementerian Dalam Negeri menjadi mediator antara kedua belah pihak yaitu Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Sukamara.

2. Diharapkan pada tahun 2014 menemukan kesepakatan dan dapat segera dipasang pilar batas.

b. Batas Antar Kecamatan/Kelurahan/Desa

Permasalahan yang dihadapi yaitu pada beberapa desa khususnya yang pada wilayahnya masuk Perusahaan Besar Swasta perkebunan kelapa sawit yang sering timbul permasalahan tata batas desa, karena masing-masing desa masih mempertahankan luas wilayahnya.

Solusinya yang telah dilaksanakan yaitu telah diadakan rapat-rapat dengan Camat Se Kabupaten Lamandau untuk membahas permasalahan batas diwilayahnya masing-masing. Diharapkan permasalahan batas antar desa dapat diselesaikan pada tahun 2014, agar penyelesaian batas antar kecamatan dapat segera diselesaikan pula.

(32)

E. Pencegahan dan Penanggulangan Bencana 1. Bencana Yang Terjadi

Bencana yang terjadi di Kabupaten Lamandau pada tahun 2013 dapat dilihat dalam tabel berikut ini :

Tabel 7. Bencana Yang Terjadi di Kab. Lamandau Tahun 2013

NO Bencana Nama Alamat Besarnya

Kerusakan dan Kerugian (Rp.)

1 Angin Topan SABRIANSAH Desa Kujan 19.864.000

2 Angin Topan SAHMAN Desa Kujan 18.864.000

3 Angin Topan SITER Desa Kujan 20.440.610

4 Angin Topan HARIADI Desa Kujan 10.000.000

5 Perahu Tenggelam ARTOYO Desa Suja -

6 Kebakaran Rumah STEPAN ANTON Desa Bumi Agung 59.307.000 7 Kebakaran Rumah I’IM IBRAHIM Desa Suka Maju 65.656.000

8 Kebakaran Rumah JOKO Desa Suka Maju 64.101.000

9 Kebakaran Rumah RAKIYANTO Desa Suka Maju 1.475.000

10 Kebakaran Rumah AGUSTA SEHAT Desa Jemuat 59.817.000 11 Kebakaran Rumah M. FIRAMLI Desa Bumi Agung 81.539.500

12 Angin Topan BONY BIN NORDIN Desa Kujan 10.352.251

13 Kebakaran Rumah RELI Desa Nuangan 35.442.000

14 Kebakaran Rumah SURATNO Desa Tri Tunggal 162.500.000

15 Kebakaran Rumah AMOS Desa Lubuk Hiju 95.451.570

16 Kebakaran Rumah HERI Desa Lubuk Hiju 10.964.600

17 Kebakaran Rumah JUMAKIR Desa Liku 67.231.000

Sumber : BPBD, 2013.

2. Penanggulangan Bencana

Selama kurun waktu dari Tahun 2012-2013, Bidang Kedaruratan dan Logistik Kabupaten Lamandau melakukan kegiatan sebagai berikut :

1) Melakukan Monitoring terhadap titik rawan bencana banjir untuk antisipasi terjadi bencana, mengingat jarak antara titik rawan bencana jauh dan sulit dijangkau dari ibu kota Kabupaten.

(33)

2) Terjun langsung ke lapangan bila ada kejadian baik itu kebakaran ataupun kebanjiran, untuk bahan evaluasi dalam memberikan bantuan walaupun informasi tersebut disampaikan/diterima secara lisan maupun tertulis.

3) Bersama-sama dengan Tim TAGANA terjun ke lapangan apabila ada laporan

kejadian musibah baik musibah kebakaran maupun musibah lainnya (Masyarakat tenggelam), untuk melakukan evakuasi korban serta berkoordinasi

dengan pihak-pihak terkait.

4) Melakukan Koordinasi lintas sektoral terutama dengan Dinas Sosial, untuk memeberikan bantuan Logistik kepada masyarakat yang terkena musibah.

5) Membantu masyarakat pengguna jalan untuk mencarikan/ mengantarkan melalui jalan alternatif jika ada jembatan/jalan utama yang putus akibat luapan air karena hujan maupun banjir/tanah longsor.

6) Mengusulkan kepada Bupati untuk mohon bantuan bagi masyarakat yang kena musibah seperti kebanjiran atau kebakaran.

7) Membuat laporan secara periodik kepada Gubernur Kalimantan Tengah.

8) Pada Tahun 2013 tidak ada kejadian bencana yang dilaporkan ke Pusat.

3. Status Bencana

Status bencana yang terjadi pada tahun 2013 di Kabupaten Lamandau adalah sebagai berikut :

a. Bupati Lamandau menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Wilayah Kabupaten Lamandau selama terhitung sejak tanggal 11 Februari 2013 sampai dengan 30 Mei 2013, melalui Surat Pernyataan Siaga Darurat Bencana Nomor: 360/53/II/BPBD-2013 tanggal 11 Februari 2013.

b. Bupati Lamandau menyatakan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir di Kabupaten Lamandau terhitung sejak tanggal 11 September 2013 sampai dengan 18 September 2013, melalui Surat Pernyataan Status Tanggap Darurat Nomor:

360/362/IX/BPBD-2013 tanggal 11 September 2013.

4. Sumber dan Jumlah Anggaran

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merupakan SKPD baru, sehingga dana yang tersedia masih minim yang dianggarkan dari APBD Kabupaten Lamandau. Pada tahun 2013, Pagu anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau adalah sebesar Rp. 3.753.842.080,- dan

(34)

terealisasi sebesar Rp. 3.369.713.227,- atau (89,77%). Untuk alokasi dan realisasi anggarannya (diluar belanja rutin) dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 7.1 Program & Kegiatan Penanggulangan Bencana TA. 2013

Program

Kegiatan

Alokasi Anggaran

(Rp)

Realisasi Keuangan

(Rp)

Realisasi (%) PENCEGAHAN DINI

DAN

PENANGGULANGAN BENCANA

Operasional patroli satgas dan posko penanggulangan

kebakaran hutan, lahan dan pekarangan

80.000.000

79.997.000

100 sosialisasi pencegahan dan

penanggulangan kebakaran hutan, lahan dan pekarangan

25.000.000

24.991.000

99.96 Pembangunan Posko

Penanggulangan Bencana 62.000.000 61.800.000 99.68 PROGRAM PASCA

BENCANA Pengendalian kegiatan

rehabilitasi dan rekonstruksi 50.000.000

49.955.000

99.91 PROGRAM

TANGGAP DARURAT

Monitoring, evaluasi dan

pelaporan kejadian bencana 60.000.000 59.891.000 99.82 PERENCANAAN

PEMBANGUNAN DAERAH RAWAN BENCANA

Penyusunan profil daerah rawan bencana dan penyusunan buku statistik bencana

68.300.000

66.566.000

97.46

PROGRAM PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT

Penyelenggaraan kegiatan bulan bhakti gotong royong masyarakat

28.400.000

28.400.000

100 Sumber : BPBD Kab.Lamandau 2013.

5. Antisipasi Daerah Dalam Menghadapi Kemungkinan Bencana

Dalam mengantisipasi rawan bencana di Kabupaten Lamandau, BPBD Kabupaten Lamandau telah berupaya melakukan hal-hal sebagai berikut :

a. Melakukan sosialisasi dan pelatihan SAR dan Evakuasi;

b. Membentuk Tim Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Mendirikan Posko Penanggulangan Bencana;

c. Aktivasi peralatan komunikasi dan jaring komunikasi Tim SAR secara ekternal / internal;

d. Monitoring lapangan.

(35)

6. Potensi Bencana

Bencana alam yang berpotensi terjadi di Kabupaten Lamandau adalah Banjir dan Kebakaran Hutan/Lahan. Adapun daerah-daerah rawan bencana banjir di Kabupaten Lamandau adalah sebagai berikut :

a. Kecamatan Bulik terdiri dari Kelurahan Nanga Bulik, Desa Kujan, Desa Batu Kotam, Desa Bunut, Desa Sungai Mentawa, Desa Beruta.

b. Kecamatan Lamandau terdiri dari Kelurahan Tapin Bini, Desa Sekoban, Desa Karang Taba, Desa Penopa, Desa Bakonsu, Desa Kawa, Desa Suja.

c. Kecamatan Belantikan Raya terdiri dari Desa Nanga Belantikan, Desa Tangga Batu, Desa Kahingai, Desa Bintang Mengalih.

d. Kecamatan Batang Kawa terdiri dari Desa Batu Tambun.

e. Kecamatan Bulik Timur terdiri dari Desa Pedongatan, Desa Nuangan, Desa Nanga Palikodan.

f. Kecamatan Sematu Jaya terdiri dari Desa Batu Hambawang.

Adapun daerah-daerah rawan bencana kebakaran hutan/lahan berada pada hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Lamandau. Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamandau telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Pendataan dan pemuktahiran data daerah rawan bencana setiap 6 (enam) bulan.

b. Mengadakan sosialisasi dan simulasi bencana diutamakan pada masyarakat daerah rawan bencana.

c. Melengkapi dan Memperbaiki Peralatan Bencana.

d. Menyiapkan jalur evakuasi dan tanda/symbol daerah rawan bencana.

e. Menyusun Rekontijensi Bahaya Banjir, Tanah Longsor dan Kebakaran.

F. Pengelolaan Kawasan Khusus

1. Jenis Kawasan Khusus Yang Menjadi Kawasan Daerah

Pengelolaan Kawasan Khusus di Kabupaten Lamandau yaitu Kawasan Hutan Kota dan Kawasan Konservasi Hutan.

i). Dasar Pelaksanaan:

- Peraturan Pemerintah RI Nomor 63 Tahun 2002 tentang Hutan kota;

- Instruksi Bupati Lamandau Nomor: 400/44/Bang/IV/2009 tentang Identifikasi dan Inventarisasi Hutan Kota dan Kawasan Konservasi Hutan.

Gambar

Tabel 7. Bencana Yang Terjadi di Kab. Lamandau Tahun 2013
Tabel 7.1 Program & Kegiatan Penanggulangan Bencana TA. 2013

Referensi

Dokumen terkait

Adapun tujuannya adalah untuk menginventarisasi komoditas basis HHBK yang digunakan masyarakat di kawasan PT UDIT, menggali potensi yang berasal dari HHBK tersebut

Respon siswa adalah tanggapan langsung siswa terhadap kegiatan pembelajaran matematika model kooperatif tipe STAD dengan menggunakan alat peraga pada sub materi pokok simetri

 Inflasi terjadi karena lima dari tujuh kelompok pengeluaran yang ada mengalami kenaikan indeks, yakni berturut turut kelompok bahan makanan naik 0,29 persen, kelompok makanan

Sebaran konsentrasi nitrit pada perairan sungai dan pesisir Tanjungpinang Gambar 2 memperlihatkan nilai kandungan nitrit pada perairan sungai yang paling tertinggi

Di samping itu, negara juga didirikan untuk melindungi manusia dari kesewenangan-kesewenangan satu orang atau golongan dan kekuasaan memaksa agar peraturan-peraturan yang

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Propinsi Jawa Timur Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Jawa Timur. a) Kepala Dinas Sosial Propinsi Jawa Timur b) Kepala

Berikut ini adalah kerugian penggunaan senyawa-senyawa ini: (a) sanitaiser yang tidak stabil yaitu agak cepat hilang oleh panas atau oleh kontaminasi dengan bahan organik;

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam mengumpulkan datanya karena untuk mendeskripsikan kesulitan-kesulitan siswa menggunakan kalimat verbal dalam simple