SAMBUTAN DIREKTUR Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,
Dengan mengucap syukur Alhamdulillah ke hadirat Tuhan YME, atas berkat rahmat dan hidayah-Nya yang dilimpahkan kepada kita, sehingga RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dapat menerbitkan revisi buku “Pedoman Penulisan Karya Penelitian”. Buku ini berisikan tentang pedoman teknik penulisan proposal penelitian dan laporan penelitian, yang telah disusun secara lengkap & akurat, sehingga dapat digunakan bagi para peserta didik dan pegawai RSUD Dr. Saiful Anwar Malang yang berminat melaksanakan penelitian.
Saya memberikan apresiasi terhadap terbitnya buku pedoman ini, yang dimaksudkan agar penelitian yang diselenggarakan RSUD Dr.
Saiful Anwar Malang memenuhi syarat kriteria validitas. Hasil penelitian diharapkan dapat dipakai sebagai masukan untuk penyelesaian persoalan di rumah sakit. Prioritas penelitian RSUD Dr. Saiful Anwar Malang adalah penelitian penerapan, khususnya penelitian causal relationship, karena sangat bermanfaat untuk penyelesaian persoalan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan RSUD Dr.
Saiful Anwar Malang.
Saya berharap buku ini dapat bermanfaat sebagai tambahan pemahaman bagi para calon peneliti maupun setiap insan rumah sakit yang berminat terhadap kegiatan penelitian.
Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Malang, 18 Juni 2020
Direktur RSUD Dr. Saiful Anwar Malang
Dr. dr. KOHAR HARI SANTOSO, Sp.An.,KIC.,KAP Pembina Utama Muda
NIP. 1961112031988021001
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan YME, berkat rahmat, taufik dan hidayah-Nya, sehingga pedoman penulisan karya penelitian RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dapat disusun, dengan tujuan penelitian yang dihasilkan merupakan penelitian aplikatif yang dapat langsung dirasakan sebagai kemajuan di dalam pendidikan dan pelayanan kesehatan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.
Buku Pedoman Penulisan Karya Penelitian RSUD Dr. Saiful Anwar Malang ini merupakan penyempurnaan dari pedoman sebelumnya dan disusun sebagai acuan bagi seluruh tenaga fungsional/struktural RSUD Dr. Saiful Anwar Malang yang hendak melakukan penelitian dan pembiayaanya di RSUD Dr Saiful Anwar Malang. Buku pedoman ini berisi petunjuk dasar dalam tata cara penyusunan karya penelitian dan pedoman rancangan penelitian yang hasilnya diharapkan aplikatif bagi perbaikan berkesinambungan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.
Pedoman penulisan karya penelitian RSUD Dr. Saiful Anwar Malang ini disusun oleh Tim Unit CRU RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.
Namun demikian, buku pedoman ini tentunya masih terdapat kekurangan. Untuk itu kritik dan saran membangun dari pembaca sangat diharapkan untuk penyempurnaan buku pedoman ini.
Akhir kata, kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, yang telah membantu kelancaran pelaksanaan penyusunan pedoman ini.
Malang, 18 Juni 2020
Ketua Tim CRU RSUD Dr. Saiful Anwar Malang
Dr. dr. Besut Daryanto, SpB, SpU (K) Pembina Utama Madya
NIP. 196204301989011002
DAFTAR ISI
SAMBUTAN DIREKTUR ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
PENDAHULUAN ... 1
BAGIAN KARYA PENELITIAN ... 3
A. Bagian Awal Karya Penelitian ... 3
B. Bagian Utama Karya Penelitian ... 6
Bab I Pendahuluan ... 6
1.1 Latar Belakang ... 6
1.2 Rumusan Masalah... 6
1.3 Tujuan Penelitian ... 6
1.3.1 Tujuan Umum ... 6
1.3.2 Tujuan Khusus ... 6
1.4 Manfaat Penelitian ... 6
1.4.1 Manfaat Teoritis ... 6
1.4.2 Manfaat Praktis ... 6
1.4.3 Manfaat Metodologis ... 6
Bab II Tinjauan Pustaka ... 6
Bab III Kerangka Konsep dan Hipotesis ... 7
3.1 Kerangka Konsep ... 7
3.2 Hipotesis Penelitian ... 7
Bab IV Metode Penelitian ... 7
4.1 Desain Penelitian ... 7
4.2 Populasi dan Sampel Penelitian ... 9
4.3 Variabel Penelitian... 10
4.4 Bahan, Alat, dan Prosedur Penelitian ... 10
4.5 Tempat dan Waktu Penelitian ... 10
4.6 Alur Penelitian ... 10
4.7 Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Statistik ... 10
Bab V Hasil dan Analisis Data Penelitian ... 10
Bab VI Pembahasan ... 11
Bab VII Kesimpulan dan Saran ... 11
7.1 Kesimpulan ... 11
7.2 Saran ... 11
C. Bagian Akhir Karya Penelitian ... 11
Daftar Pustaka ... 12
Lampiran ... 12
PEDOMAN PENGETIKAN ... 13
LAPORAN HASIL PENELITIAN ... 27
KRITERIA SELEKSI PROPOSAL PENELITIAN ... 28
LAMPIRAN ... 32
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Format Sampul Proposal ... 32
Lampiran 2. Format Sampul Penelitian ... 33
Lampiran 3. Format Lembar Pengesahan ... 34
Lampiran 4. Format Lembar Pernyataan Keaslian Penelitian ... 35
Lampiran 5. Contoh Daftar Isi ... 36
Lampiran 6. Contoh Daftar Tabel ... 37
Lampiran 7. Contoh Daftar Gambar ... 38
Lampiran 8. Contoh Daftar Lampiran ... 39
Lampiran 9. Contoh Daftar Singkatan ... 40
Lampiran 10. Contoh Ringkasan ... 41
Lampiran 11. Contoh Daftar Pustaka ... 43
Lampiran 12. Contoh Tabel Jadwal Kegiatan dan Rencana Anggaran Biaya ... 44
Lampiran 13. Contoh Penyajian Tabel ... 45
Lampiran 14. Contoh Penyajian Gambar ... 46
PENDAHULUAN
Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar Malang pada saat ini telah terakreditasi KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) versi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) edisi I tingkat Internasional. Karena itu, adanya perbaikan yang berkesinambungan (continual improvement) adalah mutlak diperlukan. Proses untuk perbaikan berkesinambungan, selain melalui proses pemantauan, pengukuran dan evaluasi juga diharapkan melalui penelitian di bidang klinik maupun di bidang manajemen.
Untuk merealisasikan perbaikan yang berkesinambungan melalui penelitian, maka penelitian yang dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang diharapkan dapat diaplikasikan langsung untuk perbaikan pendidikan dan pelayanan di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian-penelitian tersebut meliputi penelitian uji diagnostik atau penelitian yang rancangannya (study design) yang dapat mendemonstrasikan dan menilai hubungan kausal maupun penelitian yang rancangannya dapat mendemonstrasikan dan menilai hubungan kausal berupa penelitian terapi (clinical trial), etiologi dan prognosis serta manajemen kesehatan.
Penelitian yang menilai hubungan kausal adalah penelitian untuk membuktikan bahwa variabel bebas sebagai penyebab variabel tergantung. Alasan penelitian yang menilai hubungan kausal merupakan hal mendasar atau penting dalam pelayanan dan managemen kesehatan adalah:
1. Dalam memberikan terapi pada pasien, keputusan untuk memilih terapi tertentu harus didasarkan pada asumsi bahwa terapi tersebut (variabel bebas) akan menyebabkan perbaikan kondisi pasien (variabel tergantung)
2. Penelitian mengenai penyebab dan pencegahan penyakit adalah menyangkut penentuan faktor (variabel bebas) yang menyebabkan timbulnya penyakit (variabel tergantung)
3. Dalam manajemen pelayanan kesehatan, keputusan untuk melaksanakan pelayanan atau fasilitas tertentu harus didasarkan asumsi bahwa hal tersebut (variabel bebas) akan menyebabkan perbaikan kesehatan (variabel tergantung) dan dapat memberikan kepuasan (variabel tergantung) bagi individu/masyarakat pelanggan.
Penelitian yang dapat menilai hubungan kausal mempunyai persyaratan tertentu. Salah satu persyaratan adalah
hubungan waktu (temporal relationship) harus benar, artinya adanya variabel bebas harus mendahului adanya variabel tergantung. Pada penelitian cross sectional, variabel bebas dan variabel tergantung dinilai pada waktu yang sama. Apabila secara statistik variabel bebas dan variabel tergantung pada penelitian cross sectional ada hubungan, sering dinilai sebagai hubungan kausal. Hal tersebut merupakan estimasi berlebihan yang sering dijumpai. Apabila secara statistik variabel yang diteliti ada korelasi, hal tersebut berarti ada kecurigan hubungan kasual dan untuk membuktikan hal tersebut perlu rancangan penelitian case control, cohort atau clinical trial.
Sebagai kesimpulan, pedoman penulisan karya penelitian RSUD Dr. Saiful Anwar Malang ini diharapkan dapat menghasilkan penelitian yang dapat diaplikasikan langsung untuk kemajuan/perbaikan yang berkesinambungan bagi perkembangan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, baik di bidang klinis maupun manajemen.
BAGIAN KARYA PENELITIAN a. Bagian Awal Karya Penelitian
Bagian awal karya penelitian terdiri dari:
1. Sampul Luar
Halaman sampul depan berisi:
a. Judul proposal atau penelitian secara lengkap yang diketik dengan huruf kapital di tiap permulaan kata dan kata sambung dengan huruf kecil serta cetak tebal (bold). Khusus untuk proposal, tuliskan “Proposal” pada alinea sebelum judul.
b. Logo RSSA
c. Nama Peneliti Utama (beserta gelar) d. Nama Peneliti Anggota (beserta gelar) e. Teks: RSUD Dr. Saiful Anwar Malang f. Tahun pelaksanaan proposal/penelitian
Warna sampul luar untuk :
- Proposal : warna putih
- Hasil laporan penelitian : warna kuning Format penulisan sampul dicantumkan dalam Lampiran 1 & 2.
2. Halaman Sampul Dalam
Isi dan format sama dengan halaman sampul depan.
3. Lembar Pengesahan
Format lembar pengesahan dapat dilihat dalam Lampiran 3.
4. Pernyataan Keaslian Penelitian
Pernyataan keaslian tulisan berisi deklarasi dari penulis bahwa isi karya tulis tersebut bukan merupakan pengambil- alihan buah pemikiran atau karya tulis pihak lain yang diakui sebagai karya sendiri (plagiarisme).
Format pernyataan keaslian penelitian dapat dilihat pada Lampiran 4.
5. Daftar Isi
Halaman daftar isi dicetak pada halaman baru, diberi judul daftar isi dengan huruf kapital dan diletakkan di tengah atas bidang pengetikan.
Halaman daftar isi memuat judul bab, judul subbab, dan judul anak subbab yang disertai dengan nomor halaman masing- masing. Semua judul bab diketik dengan huruf kapital, sedangkan judul subbab dan anak subbab hanya huruf awalnya saja yang diketik dengan huruf kapital.
Format penulisan daftar isi dapat dilihat pada Lampiran 5.
6. Daftar Tabel
Halaman daftar tabel berada dalam halaman baru. Judul daftar tabel dicetak di tengah atas, dengan huruf kapital.
Halaman tabel memuat nomor tabel, judul tabel, serta nomor halaman untuk setiap tabel. Judul tabel harus sama dengan yang temuat dalam naskah. Judul tabel yang memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal (1 spasi).
Antara judul tabel yang satu dengan yang lainnya diberi jarak dua spasi (format penulisan daftar tabel terdapat pada Lampiran 6).
7. Daftar Gambar
Halaman daftar gambar ditulis dalam halaman baru, dengan judul daftar gambar diposisikan di tengah atas, dengan huruf kapital. Halaman daftar gambar mencantumkan nomor gambar, judul gambar, dan nomor halamannya masing- masing. Antara judul gambar yang satu dengan yang lainnya diberi jarak dua spasi. Format penulisan daftar gambar terdapat pada Lampiran 7.
8. Daftar Lampiran
Daftar lampiran ditulis pada halaman baru dengan tulisan daftar lampiran berada pada posisi tengah atas bidang pengetikan serta ditulis dengan huruf kapital.
Daftar lampiran memuat nomor lampiran, judul lampiran, serta nomor halaman lampirannya masing-masing. Judul lampiran yang memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal. Antara judul lampiran yang satu dengan lainnya
diberi jarak dua spasi.
Format penulisan daftar lampiran tercantum pada Lampiran 8.
9. Daftar Singkatan, Simbol, dan Definisi
Halaman ini memuat simbol/istilah dan singkatan besaran/satuan yang ditulis dalam format tabel. Judul halaman berbunyi “DAFTAR SIMBOL DAN SINGKATAN”, diletakkan pada halaman baru, diposisikan di tengah atas bidang pengetikan, serta ditulis dengan huruf kapital. Bagian daftar simbol dan singkatan tidak selalu ada. Cara pengetikannya adalah sebagai berikut:
- Pada lajur/kolom pertama memuat simbol/singkatan
- Pada lajur/kolom ke dua memuat keterangan dan satuan/besaran singkatan yang disajikan pada lajur pertama.
- Penulisan singkatan diurut berdasarkan abjad latin dengan huruf besar diikuti dengan huruf kecil
- Bila simbol ditulis dengan huruf Yunani, penulisannya juga berdasarkan abjad Yunani
Keterangan pada lajur ke dua diketik dengan huruf kecil kecuali huruf pertama diketik dengan huruf besar. Setiap singkatan yang memiliki makna esensial perlu dimasukkan dalam daftar ini.
Format penulisan daftar singkatan terlampir dalam Lampiran 9.
10. Ringkasan
Ringkasan ditulis dalam Bahasa Indonesia. Judul ringkasan sama dengan dengan judul karya ilmiah, diketik dengan huruf kapital pada halaman baru. Ringkasan ditempatkan di sisi halaman bagian atas. Ringkasan mencakup masalah penelitian, tujuan penelitian, metode penelitian dan hasil-hasil penelitian yang menonjol. Didalam ringkasan tidak boleh ada kutipan (acuan) dari pustaka, jadi merupakan hasil uraian murni dari penulis. Isi ringkasan harus dapat dimengerti tanpa harus melihat kembali pada naskah karya ilmiah. Ringkasan disusun antara 600-800 kata (1,5-2 halaman) dan diketik menggunakan font 10 dengan jarak satu spasi.
Format halaman ringkasan ada dalam Lampiran.
b. Bagian Utama Karya Penelitian BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Memuat alasan memilih masalah dan kejelasan benang merah dengan latar belakang, dengan dasar pemikiran secara deduktif dan induktif. Alasan memilih masalah bisa berupa :
- urgensi, yaitu apabila masalah tidak dipecahkan saat ini, akan kehilangan kesempatan untuk memecahkan masalah.
- kepentingan, yaitu apabila masalah tidak dipecahkan saat ini maka masalah akan semakin besar.
1.2. Rumusan Masalah
Dalam penelitian, permasalahan sebaiknya bersifat spesifik. Permasalahan menjadi justifikasi pentingya dilakukan penelitian. Rumusan masalah hendaknya diformulasikan dalam bentuk kalimat tanya.
1.3. Tujuan Penelitian
1.3.1. Tujuan Umum : menyebutkan hal yang ingin dicapai
1.3.2. Tujuan Khusus: berupa variabel yang terukur, baik langsung maupun tidak langsung dari tujuan umum.
1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian terdiri dari:
1.4.1. Manfaat teoritis 1.4.2. Manfaat praktis
1.4.3. Manfaat metodologis (bila ada) BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Memuat kajian tentang variabel-variabel penelitian termasuk variabel perancu (confounding variables). Pemilihan bahan pustaka yang akan dikaji sebaiknya menggunakan literatur terbaru, relevan, dan asli. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan kajian pustaka yang representatif serta
berkaitan erat dengan masalah yang diteliti. Tinjauan Pustaka harus menguraikan teori, temuan, dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari literatur referensi, yang dijadikan landasan melakukan penelitian.
BAB III KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS 3.1. Kerangka Konsep
Kerangka teori ini hanya memuat variabel-variabel yang diukur dalam penelitian, yang disusun dalam diagram alur yang kemudian diperjelas dengan narasi deskriptif yang secara keseluruhan mendukung atau menolak teori seputar permasalahan penelitian. Pembuatan kerangka konsep ini didasarkan pada kerangka teori. Kerangka konsep secara umum telah menjelaskan kedudukan antara variabel tergantung, variabel bebas, variabel perancu, dan variabel antara.
3.2. Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari pertanyaan yang muncul di dalam rumusan masalah, menggunakan kalimat pernyataan (deklaratif), dan diajukan setelah mendapatkan kesimpulan teoritis dari kajian pustaka yang tersaji dalam kerangka konsep. Hipotesis penelitian berbeda dengan hipotesis statistik (H0 & H1).
Rumusan hipotesis yang baik hendaknya (a) menyatakan keterkaitan antara dua variabel, (b) dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan, (c) dirumuskan secara singkat, padat, dan jelas, serta (d) dapat diuji secara empiris. Dalam hal variabel atau parameter yang diukur lebih dari satu, sebaiknya dituangkan dalam sub hipotesis.
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian
Desain penelitian dapat berupa:
4.1.1 Desain Observasional 4.1.2 Desain Eksperimental
4.1.3 Desain Khusus (contoh : Uji Diagnostik)
Untuk penelitian yang mempertanyakan hubungan kausal dapat penelitian klinis (terapis, etiologi, dan prognosis) atau managemen kesehatan, dengan ketentuan:
Rancangan penelitian:
1. R . . Randomized Control Trial 2. C . . Cohort
3. C . .Case Control 4. C . .Cross Sectional
Secara skematis dapat dijelaskan sebagai berikut:
Cohort
Rancangan Penelitian
Observasional
Case control Cross
Sectional
Single Blind Double Blinded Unblinded
Randomised control randomised Non
Eksperimental
4.2 Populasi dan Sampel 4.2.1 Populasi Penelitian
Terminologi populasi yang dipakai dianjurkan ada 5 macam, yaitu:
a. Populasi Target
Populasi sasaran untuk generalisasi
b. Populasi Terjangkau (Source Population) Populasi tempat pengambilan sampel.
c. Subyek yang sesuai (Eligible Subject)
Subyek yang memenuhi syarat untuk penelitian (kriteria inklusi).
d. Peserta Penelitian (Study Entrans)
Subyek yang diteliti tetapi tidak ikut dianalisis karena data tidak lengkap.
e. Partisipan penelitian (Study Participants) Subyek yang dianalisis dalam hasil penelitian.
4.2.2 Sampel Penelitian dan Kelompok Kontrol a. Kriteria Inklusi
b. Kriteria Eksklusi c. Kriteria Drop out
d. Teknik pengambilan sampel
e. Besaran sampel, harus cukup untuk uji statistik (disertakan rumus dan rujukannya) 4.3 Variabel Penelitian
4.3.1 Variabel Penelitian a. Variabel Bebas b. Variabel Tergantung c. Variabel Perancu d. Variabel Antara
Variabel Penelitian harus jelas dan terukur
4.3.2 Definisi Operasional Variabel a. Batasan variabel
b. Ukuran (cm, gram, mg, dsb)
c. Cara Mengukur /instrumen pengukur, tingkat validitas dan reliabilitas instrumen yang digunakan
d. Skala Data
4.4 Bahan, Alat, dan Prosedur Penelitian 4.5 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dimulai setelah mendapat persetujuan CRU/UPK RSSA dan komisi etik penelitian, batas akhir sesuai jadwal kegiatan POA (Plan of Action) tahun berjalan RSUD Dr Saiful Anwar Malang.
4.6 Alur Penelitian
4.7 Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Statistik BAB V HASIL DAN ANALISIS DATA PENELITIAN
Penyajian hasil dan analisis data penelitian dapat berupa teks, tabel, dan gambar, sedangkan data mentah dan perhitungan statistik dimasukkan dalam lampiran. Apabila pada metode analisis data (pada Bab Metode Penelitian) dituliskan H0 & H1, maka pada interpretasi hasil analisis perlu disebutkan jawabannya bahwa H0 ditolak sehingga H1
diterima, atau sebaliknya.
BAB VI PEMBAHASAN
a. Hasil yang ada harus dibahas, mengapa dapat terjadi hasil demikian menurut pendapat pribadi peneliti dan juga menurut literatur atau penelitian orang lain.
b. Dilakukan komparasi antara penelitian ini dengan penelitian dan literatur yang sudah ada, disertai analisis, sintesis, asumsi dan solusi.
c. Pembahasan dapat berupa penjelasan teoritis atau
analisis statistik.
d. Dijelaskan keterbatasan dari penelitian ini.
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN 7.1 Kesimpulan
Kesimpulan disajikan terpisah dari saran. Kesimpulan merupakan pendapat peneliti, hasil sintetis dari data hasil penelitian dan literatur yang ada.
Penyajian kesimpulan dianjurkan sebagai berikut:
a. Untuk uji diagnostik, minimal dideskripsikan sensitifitas dan spesifitas
b. Untuk prognosis, dideskripsikan antara lain;
• Presentasi survival pada titik waktu tertentu (misal
survival rate 1 tahun atau 5 tahun) atau;
• Median survival (berapa lama 50% pasien meninggal) atau;
• Kurva survival;
• Deskripsi lain.
Kesimpulan penelitian merangkum semua hasil penelitian yang telah diuraikan secara lengkap dalam Bab 5 dan tata urutannyapun hendaknya sama dengan yang ada di dalam Bab 5. Dengan demikian, konsistensi isi dan tata urutan rumusan masalah, tujuan penelitian, hasil yang diperoleh, dan kesimpulan penelitian tetap terpelihara.
7.2 Saran
Saran bisa memuat hambatan yang dijumpai dalam pelaksanaan penelitian, permasalahan baru dan pengalaman serta pertimbangan peneliti untuk penelitian lanjutan.
C. Bagian Akhir Karya Penelitian
Bagian akhir karya penelitian berupa Daftar Pustaka dan Daftar Lampiran.
1. Daftar Pustaka
Bahan pustaka yang dimasukkan ke dalam daftar pustaka harus sudah disebutkan dalam teks (Bagian Inti), artinya bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan ke dalam daftar pustaka. Sebaliknya, semua bahan pustaka yang disebutkan dalam bagian inti Karya penelitian harus dicantumkan dalam daftar pustaka. Dalam buku ini tatacara penulisan daftar pustaka dibahas pada bagian Pedoman Penulisan.
Cara penulisan Daftar Pustaka menggunakan metode Harvard. Dianjurkan agar 70% daftar pustaka yang digunakan merupakan terbitan lebih baru (minimal publikasi dalam 10 tahun terakhir).
Contoh penulisan Daftar Pustaka dapat dilihat pada Lampiran 11
2. Daftar Lampiran terdiri dari :
a. Instrumen Penelitian (cth., kuisioner) b. Data Mentah
c. Perhitungan Statistik d. Jadwal Kegiatan
e. Rencana Anggaran Biaya f. Ethical clearance
g. Surat Pernyataan (semua peneliti) bahwa naskah jurnal hasil penelitiannya diijinkan untuk dipublikasikan/dimuat dalam jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.
h. Lampiran lain yang dianggap perlu.
Setiap lampiran harus diberi nomor urut lampiran dengan menggunakan angka Arab dan judul lampiran, sehingga mudah disusun menjadi Daftar Lampiran pada Bagian Awal naskah.
PEDOMAN PENGETIKAN A. Pedoman Pengetikan
a. Kertas dan Bidang Pengetikan
1. Kertas yang digunakan adalah jenis HVS/ foto kopi berwarna putih, ukuran A4 (21 cm x 29,7 cm), 70 gram.
2. Bidang pengetikan berjarak Kiri : 3 cm Kanan : 2,5 cm Atas : 2,5 cm Bawah : 2,5 cm b. Jenis Huruf
1. Naskah karya ilmiah diketik dengan komputer dengan huruf jenis arial font 11 cpi (11 huruf/character per inchi) atau 28-30 baris per halaman.
2. Catatan kaki, keterangan gambar, keterangan tabel, indeks, header, footer menggunakan font 9.
3. Penggunaan huruf normal, miring (italic), tebal (bold), dan garis- bawah (underline) adalah sebagai berikut:
a. Normal
Untuk teks induk, abstrak, kata-kata kunci, tabel, gambar, bagan, catatan, lampiran.
b. Miring (italic)
• Kata non-Indonesia (bahasa asing dan bahasa daerah)
• Istilah yang belum lazim
• Bagian penting (untuk bagian penting boleh digunakan bold italic), misalnya: Amir anak Amat sedang belajar di Amerika
• Judul buku, jurnal, majalah, dan surat kabar dalam Daftar Pustaka
• Nama spesies mikroorganisme atau tumbuhan c. Tebal (bold)
Judul bab dan judul subbab (heading) d. Garis bawah (underline)
Garis bawah (underline) digunakan dalam hal-hal yang amat khusus.
c. Spasi
1. Antarbaris
• Jarak antar baris pada penulisan karya penelitian diketik dengan spasi 2 (ganda), kecuali keterangan gambar, grafik, lampiran, tabel, dan daftar pustaka dicetak dengan spasi 1 (tunggal)
• Bab baru turun 2 spasi dari batas atas bidang pengetikan
• Jarak antara akhir judul bab dan awal teks adalah 4 spasi.
• Jarak antara akhir teks dengan subjudul 3 spasi dan jarak antara subjudul dengan awal teks berikutnya 2 spasi
• Jarak antara paragraf sama dengan jarak antarbaris, yaitu 2 spasi.
• Jarak antara satu pustaka dengan pustaka lain dalam Daftar Pustaka menggunakan spasi ganda (2 spasi), sedangkan dalam satu pustaka diberi jarak satu spasi.
2. Antarkata
Spasi antara dua kata tidak boleh terialu renggang. Spasi yang dibolehkan maksimal sama dengan ukuran satu huruf. Tepi kanan rata (full justification), dan diupayakan spasi antarkata cukup rapat. Agar spasi antarkata cukup rapat, kata yang terletak di pinggir jika perlu diputus menurut suku katanya (fasilitas hyphenation di-on-kan) mengikuti kaidah bahasa Indonesia yang baku.
3. Paragraf dan Penomoran
• Awal paragraf dimulai 1,2 cm dari tepi kiri bidang pengetikan.
• Sesudah tanda baca ‘titik’, ‘titik dua’, ‘titik koma’, dan ‘koma’, hendaknya diberi satu ketukan kosong.
• Antara kata dengan tanda baca ‘titik dua’ tidak diberi ketukan kosong.
• Bagian awal Karya penelitian diberi nomor halaman angka Romawi kecil di bagian kanan bawah.
• Nomor halaman pada bagian inti dan bagian penutup Karya penelitian dengan angka Arab di kanan bawah.
• Nomor halaman untuk lampiran ditulis dengan menggunakan angka Arab, di sudut kanan bawah, melanjutkan nomor halaman sebelumnya.
B. Teknik Penulisan
Bagian ini berisi petunjuk yang berkaitan dengan sistematika penulisan, cara merujuk dan menulis daftar rujukan, tabel dan gambar, bahasa dan ejaan, serta pencetakan dan penjilidan. Di samping itu, pada bagian akhir juga diberikan petunjuk praktis teknik penulisan mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dan hal- hal yang tidak boleh dilakukan.
a. Sistematika Penulisan
Teks Karya penelitian terdiri atas bab dan subbab. Penulisan judul bab/ subbab dinyatakan dengan angka-angka arab sesuai dengan peringkatnya sebagai berikut.
1. Peringkat 1 yaitu judul bab ditulis dengan huruf besar (kapital) semua, tebal (bold), dan ditempatkan di tengah atas halaman.
2. Peringkat 2 ditandai dengan angka dua digit yang dipisahkan oleh titik, tetapi tidak diakhiri dengan titik, dan dimulai dari tepi kiri. Judul subbab ini ditulis dengan huruf besar-kecil dan tebal (bold).
3. Peringkat 3 ditandai dengan angka 3 digit yang dipisahkan dengan titik, tetapi tidak diakhiri dengan titik, dan dimulai dari tepi kiri. Judul subbab ini ditulis dengan huruf besar-kecil dan tebal (bold).
4. Peringkat 4 ditandai dengan angka 4 digit yang dipisahkan dengan titik, tetapi tidak diakhiri dengan titik, dan dimulai dari tepi kiri. Judul subbab ini ditulis dengan huruf besar-kecil dan tebal (bold).
5. Peringkat 5 ditandai dengan angka 5 digit yang dipisahkan dengan titik, tetapi tidak diakhiri dengan titik, dan dimulai dari tepi kiri. Judul subbab ini ditulis dengan huruf besar-kecil dan tebal (bold).
b. Cara Penulisan Kutipan
Ada 2 (dua) cara menulis kutipan pustaka yang dicantumkan dalam teks, yaitu kutipan berupa kalimat yang disajikan didalam teks, dan kutipan yang disajikan sebagai catatan kaki.
1. Kutipan pustaka yang disajikan di dalam teks
Pada penulisan naskah karya penelitian digunakan cara Harvard.
• Pengutipan dilakukan dengan menggunakan nama akhir dan tahun di antara tanda kurung
• Penulisan pustaka diletakkan satu ketuk setelah huruf terakhir, dan sebelum tanda baca.
Contoh ... (Sardjono, 2004).
• Jika ada dua penulis, pengutipan dilakukan dengan cara menyebut nama akhir kedua penulis tersebut dihubungkan dengan kata ‘dan’.
Contoh ... (Widayat dan Sofi, 2005).
• Jika penulisnya lebih dari dua orang, penulisan pustaka dilakukan dengan cara menulis nama pertama dari penulis tersebut diikuti dengan dkk. Apabila sumber pustaka dari bahasa asing, ditulis dengan et al. (dicetak miring). Untuk konsistensi penulisan, diperbolehkan menggunakan et al.
meskipun sumber pustaka berbahasa Indonesia.
Contoh ... (Abbas et al., 2000).
... (Fitri dkk., 2004).
• Jika nama penulis tidak disebutkan, yang dicantumkan sebagai pustaka adalah nama lembaga yang menerbitkan, nama dokumen yang diterbitkan, atau nama harian umum
• Kutipan dari dua sumber atau lebih yang ditulis oleh penulis yang berbeda dicantumkan dalam satu tanda kurung dengan titik koma sebagai tanda pemisah, tahun diurutkan dari yang lama ke yang baru.
Contoh ... (Abbas et al., 1988; Iskandar et al., 2004).
Penulisan kutipan dapat juga ditulis dalam bentuk lain, yaitu: Diawali dengan nama pengarang, diikuti dengan tahun.
Nama pengarang yang ditulis adalah nama keluarga, dan tahun diletakkan dalam kurung. Nama pengarang yang terdiri atas dua orang atau lebih, ditulis nama keluarga dari pengarang pertama.
Apabila pustaka yang dikutip ditulis oleh dua orang, kedua nama tersebut ditulis semua.
Contoh:
- Kader (1991) melaporkan bahwa ...
- Berdasarkan penelitian Tarwiyanto dkk.(1990) diperoleh data ...
Penulis dapat mengutip hasil penelitian atau pendapat dari peneliti yang tercantum dalam pustaka yang ditulis oleh penulis lainnya. Kutipan paling banyak lima buah.
Contoh:
- Biale (1984) mengemukakan bahwa (Asrofi,1986).
- Model pemasaran ... (Biale, 1984 dalam Asrofi,1986).
2. Kutipan yang disajikan dalam catatan kaki
Catatan kaki dibuat karena isi kutipan mengandung informasi penting, tetapi jika ditulis dalam teks isinya terlalu panjang sehingga dapat mengganggu alur cerita teks. Teks dan catatan kaki dipisahkan oleh garis dari batas kiri halaman. Catatan kaki ditulis dalam bentuk paragraf yang diketik dengan jarak antara kalimat adalah 1 (satu) spasi dan jarak antara catatan kaki adalah 2 (dua) spasi. Catatan kaki harus diketik pada halaman yang sama dengan teks di mana catatan kaki itu disitir.
Gunakan ibid, bila catatan kaki menunjuk catatan kaki yang sama dengan sebelumnya. Judul buku diketik miring.
c. Cara Penulisan Daftar Pustaka
Daftar pustaka merupakan daftar yang berisi buku, makalah, artikel, atau bahan lainnya yang dikutip baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahan-bahan yang dibaca tetapi tidak dikutip, maka tidak dicantumkan dalam daftar pustaka; sedangkan semua bahan yang dikutip secara langsung ataupun tidak langsung dalam teks harus dicantumkan dalam daftar pustaka.
Penulisan Pustaka dalam halaman Daftar Pustaka menggunakan cara Havard (urut abjad).
Pada dasarnya, unsur yang ditulis dalam daftar pustaka secara berturut-turut meliputi:
1. Nama pengarang ditulis dengan urutan: nama akhir (nama famili), nama awal/ nama tengah (disingkat), tanpa gelar akademik, diakhiri dengan titik
2. Nama pengarang yang terdiri dari dua kata ditulis dengan urutan: nama akhir diikuti koma, nama awal/ nama tengah (disingkat), diakhiri dengan titik.
3. Jika penulisnya lebih dari satu, cara penulisan namanya sama
dengan penulis pertama. Jika penulisnya 2 nama, maka dituliskan semua nama dengan diberi kata penghubung ‘dan’
atau ‘and’. Dalam hal jumlah penulis lebih dari 2 nama, maka dituliskan semua nama dengan maksimum 6 nama (nama ke-7 ditulis dengan dkk. atau et al. dicetak miring).
4. Nama Indonesia
Contoh: Mohammad Saleh ditulis Saleh M.
5. Nama orang asing
Contoh: Abul K. Abbas and Andrew H.Lichtman ditulis Abbas
A.K. and Lichtman A.H.
6. Tahun penerbitan (ditulis setelah penerbit) diakhiri dengan titik.
7. Judul, termasuk anak judul (subjudul).
8. Nama buku atau jurnal yang dirujuk, ditulis miring.
9. Nama penerbit dan kota tempat penerbitan.
Unsur-unsur tersebut dapat bervariasi tergantung jenis sumber pustakanya.
• Pustaka berupa buku teks
Nama pengarang, tahun penerbitan, judul buku, nomor edisi, nama penerbit, dan tempat penerbit.
Contoh:
Chapel H. and Haeney M., 1993. Essentials of Clinical Immunology, 3th Ed., Blackwell Scientific Publication, Cambridge, 1993. p. 261-264.
Stites D.P., Rodger R.P.C., 1991. Clinical Laboratory Methode for Detection of Antigen and Antibodies; Basic and Clinical Immunology, 7th Ed., Edited by Stites DP, Prentice-Hall International Inc., USA, 1991. p. 217-62 Jika ada beberapa buku yang dijadikan sumber ditulis oleh orang yang sama dan diterbitkan dalam tahun yang sama pula, data tahun penerbitan diikuti oleh lambang a, b, c, dan seterusnya yang urutannya ditentukan secara kronologis atau berdasarkan abjad judul buku-bukunya.
Contoh:
Tjokroprawiro A., 1994a. Aspek Klinik Angiopati Diabetik (Pengetahuan Dasar dan Sindroma-20), Naskah lengkap Simposium Concensus View & Penatalaksanaan DM, Malang, 1994a. hal. 55-87.
Tjokroprawiro A., 1994b. Diabetes Mellitus. Klasifikasi, Diagnosis, dan Dasar Terapi, Edisi Kedua, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1994b. hal. 8-9.
• Pustaka berupa majalah/buletin/jurnal ilmiah
Urutan penulisan: nama pengarang, judul tulisan yang dirujuk, nama majalah/buletin/jurnal (dicetak miring), tahun penerbitan, volume, no., halaman. Judul artikel ditulis tegak.
Contoh:
Scott P., Kaufmann H.L. The Role of T Cell Subsets and Cytokines in The Regulation of Infection. Immunology Today, 1991, 12 (10): 346-348.
Prijanto M., Pangastuti R., Parwati D., Siburian F., dan Suprijanto E. Efektifitas Imunisasi Toksoid Serap Difteri dan Tetanus. Buletin Penelitian Kesehatan, 1991, 19 (3):
38-50.
• Pustaka berupa artikel dalam prosiding (kumpulan beberapa makalah/artikel)
Nama penulis artikel ditulis di depan diikuti dengan tahun penerbitan. Judul artikel ditulis tanpa cetak miring. Nama editor ditulis seperti biasa dan diberi keterangan (Ed) bila satu editor dan (Eds) bila lebih dari satu editor. Judul buku
prosiding dicetak miring. Contoh:
Zagory D.D. and Kader A.A., 1989. Longterm Storage of Early Gold, in Low Oxygen Atmospheres in JK.Fellman (Ed), Proc. Fifth Intl. Controlled Atmospheres Res.Conf, Wenatchee, Washington, 1989. p. 44-47.
Johnson J.E., 1970. Infection and Diabetes in M.Ellenberg, H.Rifkin, (Eds), Diabetes Mellitus: Theory and Practice, Mc Graw Hill, New York, 1970. p. 734.
• Pustaka berupa Abstrak Contoh:
Ohmiya Y., Hirano T., Ohashi M., 1996. The Structural origin of The Color Differences in The Bioluminescence of Firefly Luciferase. (Abstract). FEBS Letter, 1996. 381 (1):
83-86.
• Pustaka berupa buku teks terjemahan
Nama penulis asli ditulis paling depan, judul karya asli, diikuti tahun penerbitan karya asli, judul terjemahan, nama penerjemah, tahun terjemahan, nama penerbit terjemahan dan tempat penerbitan. Bila tahun penerbitan buku asli tidak dicantumkan, ditulis dengan kata tanpa tahun.
Contoh:
Bellanti J.A., and Robbins J.B., 1985. Immunology III, 1985.
Imunologi III, A. Samik Wahab (penerjemah), 1993, Gajah Mada University Press, Yogyakarta, Indonesia, 1985. hal. 562-563.
• Pustaka berupa buletin yang penulisnya adalah instansi Nama instansi penanggungjawab ditulis paling depan, (dapat diikuti dengan tahun,) judul karangan yang dicetak miring, nama penerbit, tempat penerbitan, halaman.
Contoh:
Depkes. 1994. Tetanus. Epi Info., Edisi Khusus-I, Sub Dit.
Imunisasi, Ditjen PPM & PLP, Jakarta, 1954. hal. 2-9.
WHO. Elimination of Neonatal Tetanus Will Save Million Newborn Anually, Press Rellease, WHO/7, 25 Jan 1994, Office of Information, p. 1-2.
• Pustaka berupa majalah atau surat kabar
Nama penulis ditulis paling depan, diikuti dengan tanggal, bulan, dan tahun (jika ada). Judul artikel ditulis dengan cetak biasa, dan huruf besar (kapital) pada setiap huruf awal kata, kecuali kata hubung. Nama majalah/surat kabar juga ditulis demikian, tetapi dicetak miring. Nomor halaman disebut pada bagian akhir.
Contoh:
Gardner H. 1981. Do Babies Sing a Universal Song?, Psychology Today, 1981. hal. 70-76.
Suryadarma S.V.C. 1990. Processor dan Interface:
Komunikasi Data. Info Komputer, 1990, IV (4): 46-48.
Pratikto W.A. 2004. Pengelolaan Kelautan Berbasis
Pengetahuan, Harian Umum Republika, 18 Maret 2004, hal. 4.
Dalam hal sumber pustaka tanpa nama pengarang:
Contoh:
Jawa Pos. 22 April, 1995. Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri, 22 April, 1995. hal 3.
• Pustaka berupa buku teks tidak ada nama pengarang Contoh:
Biro Pusat Statistik. 1990. Survey Pertanian Produksi Buah- buahan di Indonesia, Jakarta. 1990. hal. 20-25.
• Pustaka yang diambil dari internet
Pengutipan pustaka dari internet untuk tinjauan pustaka hanya diperbolehkan apabila berasal dari sumber yang jelas berupa nama pengarang, majalah dan atau penerbit.
Anonymous hanya diperbolehkan untuk latar belakang penelitian.
Apabila pustaka berupa jurnal, maka cara penulisan di daftar pustaka sama dengan penulisan sumber pustaka jurnal seperti di atas.
Apabila pustaka dari internet selain jurnal Contoh:
Witherspoon A.M. and Pearce R., 1992. Nutrient and Multispecies Criteria Standard for The Chowan River, North Carolina. 1992. Report No.187.
www.2.ncsu.edu/wrri/reports/report187.html.
Apabila tidak tertera tahun, maka tanggal pengambilan harus dicantumkan. Contoh:
Hitchcock S., Carr L., Hall W.A. Survey of STM, Online Journals, 1990-95: The Calm Before The Storm, (Online),http://journal.ecs.soton.ac.uk/survey/survey.ht ml, diakses 12 Juni 1996)
Anonymous, 2003. Geographic Distribution. Malaria, (Online), (http://www.dpd.cdc.gov/DPDx/HTML/Malaria.htm, diakses 25 Agustus 2005)
• Pustaka dari artikel dalam jurnal dalam CD-ROM
Penulisannya di daftar pustaka sama dengan pustaka dari artikel dalam jurnal, ditambah dengan penyebutan CD-ROM dalam kurung.
Contoh:
Krashen S., Long M., Scarcella R., 1979. Age, Rate and Eventual Attainment in Second Language Acquisition.
TESOL Quarterly, 1979. 13: 573-82 (CD-ROM: TESOL Quarterly Digital, 1997).
• Pustaka berupa dokumen resmi pemerintah tenpa nama pengarang dan tanpa lembaga
Judul atau nama dokumen ditulis di bagian awal dengan cetak miring, diikuti tahun penerbitan dokumen, kota penerbit dan nama penerbit.
Contoh:
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 1990. PT Armas Duta Jaya. Jakarta. 1990.
• Pustaka berupa Karya penelitian, Skripsi, Tesis, atau Disertasi
Nama penulis ditulis di depan, diikuti tahun yang tercantum pada sampul, judul Karya penelitian/Skripsi/Tesis/Disertasi ditulis dengan cetak miring diikuti dengan pernyataan Karya penelitian/Skripsi/Tesis/ Disertasi, pernyataan tidak diterbitkan nama fakultas serta nama perguruan tinggi, dan , kota tempat perguruan tinggi.
Contoh:
Setiawan D. 2005. Pengaruh Protein AdhO36 Salmonella typhi Terhadap Percepatan Respirasi Makrofag. Karya penelitian. Tidak diterbitkan, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang. 2005.
• Pustaka berupa makalah yang disajikan dalam Seminar, Penataran, atau Lokakarya
Nama penulis ditulis di depan, dilanjutkan dengan tahun, judul makalah ditulis miring, kemudian diikuti pernyataan:
“Makalah disajikan dalam (nama pertemuan, lembaga penyelenggara, tempat penyelenggaraan, tanggal serta bulannya)”.
Contoh:
Huda, N. 1991. Penulisan Laporan Penelitian Untuk Jurnal.
Makalah disajikan dalam Lokakarya Penelitian Tingkat Dasar bagi Dosen PTN dan PTS di Malang Angkatan XIV, Pusat Penelitian IKIP - Malang, Malang, 12 Juli 1991.
Karim, Z. 1987. Tatakota di Negara-Negara Berkembang.
Makalah disajikan dalam Seminar Tatakota, BAPPEDA Jawa Timur, Surabaya, 1-2 September 1987.
d. Cara Penyajian Tabel dan Gambar
• Penyajian Tabel
Penggunaan tabel dapat dipandang sebagai salah satu cara yang sistematis untuk menyajikan data statistik dalam kolom- kolom dan lajur, sesuai dengan klasifjkasi masalah. Dengan menggunakan tabel, pembaca akan dapat memahami dan menafsirkan data secara cepat, dan mudah mencari hubungan-hubungannya. Tabel yang baik harus dapat menyampaikan ide dan hubungan-hubungannya secara efektif.
Tabel yang baik seharusnya sederhana dan dipusatkan pada beberapa ide. Memasukkan terlalu banyak data dalam suatu tabel dapat mengurangi nilai penyajian tabel.
Lebih baik menggunakan banyak tabel daripada menggunakan sedikit tabel yang isinya terlalu padat.
Jika suatu tabel cukup besar (lebih dari setengah halaman), maka tabel harus ditempatkan pada halaman tersendiri; dan jika tabel cukup pendek (kurang dari setengah halaman) sebaiknya diintegrasikan dengan teks.
Penyajian tabel tidak boleh dipotong.
Tabel dibuat tanpa ada garis pembatas vertikal, sehingga hanya menyisakan garis-garis pembatas horizontal saja.
Tabel harus diberi judul tabel atau identitas (berupa nomor dan nama tabel) dan ditempatkan di atas tabel. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan perujukan. Hanya huruf pertama kata tabel ditulis dengan menggunakan huruf besar. Kata "Tabel" diikuti nomor dan judul tabel.
Judul tabel ditulis dengan huruf besar pada huruf
pertama setiap kata kecuali kata hubung Nomor tabel ditulis dengan angka Arab sebagai identitas tabel yang menunjukkan Bab tempat tabel itu dimuat dan nomor urutnya dalam Bab yang bersangkutan. Dengan demikian untuk setiap Bab, nomor urut tabel dimulai dari nomor 1.
Jika judul tabel lebih dari satu baris, baris kedua dan seterusnya ditulis sejajar dengan huruf awal judul dengan jarak satu spasi.
Judul tabel tanpa diakhiri tanda titik. Berilah jarak 3 spasi antara teks sebelum tabel dan teks sesudah tabel.
Apabila ada keterangan dari tabel (misalnya deskripsi dari istilah- istilah di dalam tabel), dituliskan dibawah tabel sebelah kiri dengan font lebih kecil dari huruf di dalam tabel (font 10 atau 9), dengan jarak 1 (satu) spasi Garis yang paling atas dari tabel diletakkan 3 spasi di bawah nama tabel. Data yang terdapat dalam tabel ditulis dengan menggunakan spasi 1 (tunggal) atau satu setengah spasi.
Tabel yang dikutip dari sumber lain wajib diberi keterangan mengenai nama penulis (nama keluarga), tahun publikasi, dan nomor halaman tabel asli di bawah tabel (sebelah kanan). Jika diperlukan catatan untuk menjelaskan butirbutir tertentu yang terdapat dalam tabel, gunakan simbol-simbol tertentu dan tulis dalam bentuk superskrip. Catatan kaki untuk tabel ditempatkan di bawah tabel, dua spasi di bawah sumber, bukan pada bagian bawah halaman. Contoh penyajian tabel dapat dilihat pada Lampiran 13.
• Penyajian Gambar
Yang termasuk disebut gambar adalah foto, grafik, chart, peta, skets, diagram, bagan, dan gambar lainnya. Gambar menyajikan data dalam bentuk-bentuk visual yang dapat dengan mudah dipahami. Gambar tidak harus dimaksudkan untuk membangun deskripsi, tetapi dimaksudkan untuk menekankan hubungan tertentu yang signifikan. Gambar juga dapat digunakan untuk menyajikan data statistik, misalnya grafik.
Beberapa pedoman penggunaan gambar dapat dikemukakan seperti berikut:
1. Judul gambar ditempatkan di bawah gambar, bukan di atasnya. Cara penulisan judul gambar sama dengan penulisan judul tabel.
2. Gambar harus sederhana untuk dapat menyampaikan ide dengan jelas dan dapat dipahami.
3. Gambar harus digunakan dengan efisien. Terlalu banyak gambar dapat mengurangi nilai penyajian data.
4. Gambar yang memakan tempat lebih dari setengah halaman harus ditempatkan pada halaman tersendiri.
5. Penyebutan adanya gambar seharusnya mendahului gambar.
6. Gambar diberi nomor dengan menggunakan angka Arab seperti pada penomoran tabel.
Penulisan gambar di dalam teks menggunakan kata Gambar diikuti angka (sesuai dg penomoran gambar), bukan dengan menggunakan kata ‘gambar di atas’ atau ‘gambar di bawah’, sehingga lebih jelas gambar mana yang dirujuk. Pada penyajian gambar, perlu dilengkapi pula dengan keterangan (deskripsi singkat tentang gambar tersebut) di bawah judul gambar, dengan font 10 atau 9.
Contoh penyajian gambar dapat dilihat pada Lampiran 14.
e. Penggunaan Bahasa dan Tanda Baca
• Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam penyusunan Karya penelitian adalah Bahasa Indonesia yang disempurnakan atau Bahasa Inggris yang baku dan benar.
Penulisan karya ilmiah hendaknya menggunakan bahasa yang jelas, tepat, formal, dan lugas. Kejelasan dan ketepatan isi dapat diwujudkan dengan menggunakan kata dan istilah yang jelas dan tepat, kalimat yang tidak berbelit-belit, dan struktur paragraf yang runtut.
Gaya bahasa hendaknya lugas dan formal yang diwujudkan dengan menggunakan kalimat pasif, kata-kata yang tidak emotif, dan tidak berbunga-bunga. Hindarilah penggunaan kata-kata seperti saya atau kami atau kita. Jika terpaksa menyebutkan kegiatan yang dilakukan oieh penulis sendiri, istilah yang dipakai adalah penulis atau peneliti.
• Penulisan Tanda Baca
Penulisan tanda baca mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa lndonesia yang Disempumakan, Pedoman Pembentukan Istilah, dan Kamus.
LAPORAN HASIL PENELITIAN
Laporan hasil penelitian dikumpulkan dalam tiga bentuk, yakni:
a. hard copy hasil penelitian
b. soft copy hasil penelitian dalam bentuk naskah jurnal penelitian c. soft copy hasil penelitian
KRITERIA SELEKSI PROPOSAL PENELITIAN DENGAN BANTUAN BIAYA DPA RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG Proposal penelitian yang masuk, diseleksi dengan kriteria tahap 1 dan tahap 2 dengan format seleksi sebagai berikut:
Penilaian Proposal Penelitian RSUD Dr. Saiful Anwar Malang
Nama :
Judul Penelitian :
NIP/NIRP :
SMF/Instalasi/Bidang/Bagian :
No. Materi yang
dinilai Penilaian Skor Bobot Nilai
1 Topik
3 Terapi, etiologi, prognosis, uji diagnostik,
manajemen kesehatan 5 2 Basic science
1 Lain-lain
2 Judul
3 Konsisten dengan tujuan, masalah, dan hipotesis
2
2 Kurang konsisten 1 Tidak konsisten
3 Originalitas
3 Belum pernah diteliti
4
2 Masih kontroversi/sudah pernah tetapi dengan
metode lain
1 Sudah pernah, metode sama
4 Format Penulisan
3 Sesuai dengan pedoman
1
2 Kurang sesuai
1 Salah
5 Latar Belakang
3 Alasan & benang merah/alasan memilih
masalah jelas
5
2 Alasan & benang merah/alasan memilih
masalah kurang jelas 1 Alasan & benang
merah/alasan memilih masalah tidak jelas
6 Rumusan
Masalah
3 Berupa PICO atau ada baku emas
5
2 Berupa PIO (Tidak ada kontrol atau tidak ada
baku emas) 1 Rumusan lain
7 Manfaat dan Hasil yang Diharapkan
3 Jelas dan konsisten
5
2 Kurang jelas 1 Tidak jelas dan tidak
konsisten
8 Kerangka Konsep dan
Hipotesis
3 Hubungan antar konsep jelas
5
2 Hubungan antar konsep kurang jelas 1 Hubungan antar konsep tidak jelas
9 Desain Penelitian
3 RCT/cohort
5
2 Case control, uji diagnostik ada pembanding baku emas 1 Desain lain
10 Variabel Penelitian
3 Parameter variabel penelitian (yang diteliti)
jelas
3
2 Parameter variabel penelitian kurang jelas 1 Parameter variabel
penelitian salah
11 Uji Statistika/
Analisis Data
3 Jelas dan sesuai
4
2 Kurang jelas 1 Tidak jelas/tidak ada
12 Kepustakaan
3 Relevan dan mutakhir (=5 tahun terakhir)
2
2 Relevan dan >5 tahun
terakhir
1 Kurang
13 Bahasa 3 Baik dan benar 2
2 Kurang baik/benar 1 Tidak baik/benar
14
Penampilan &
Penyajian (Cara penyajian ditinjau dari sistematika, kejelasan
suara, ketepatan
waktu)
3 Baik
3
2 Cukup Baik
1 Kurang Baik
15
Penguasaan Materi (Ditinjau
dari alur pikir, jawaban saat
diskusi)
3 Baik
5
2 Cukup Baik
1 Kurang Baik
16 Logika Berfikir Ilmiah
3 Baik
3
2 Cukup Baik
1 Kurang Baik
17 Cara &
Sistematika 3 Baik 5
Penulisan
2 Cukup Baik
1 Kurang Baik
18
Manfaat dalam peningkatan
mutu pelayanan
3 Baik
2 Cukup Baik 5
1 Kurang Baik
19
Keterlaksanaan penelitian (Ditinjau dari segi metode, biaya, dan
waktu)
3 Baik
2 Cukup Baik 5 1 Kurang Baik
NILAI= SKOR x BOBOT
Keterangan
... - ... : lolos kompetisi kategori I ... - ... : lolos kompetisi kategori II ... - ... : lolos kompetisi kategori III
< 90 : tidak lolos
LAMPIRAN Lampiran 1. Format Sampul Proposal
Proposal Judul Penelitian
( Menggunakan Capitalize Each Word dan Kata Sambung dengan Huruf Kecil )
Nama Peneliti Utama (beserta gelar) Nama Peneliti Anggota (beserta gelar)
RSUD Dr. Saiful Anwar Malang (Tahun Pelaksanaan Proposal )
Lampiran 2. Format Sampul Penelitian
Judul Penelitian
( Menggunakan Capitalize Each Word dan Kata Sambung dengan Huruf Kecil )
Nama Peneliti Utama (beserta gelar) Nama Peneliti Anggota (beserta gelar)
RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Tahun Pelaksanaan Penelitian
Lampiran 3. Format Lembar Pengesahan
Lembar Pengesahan
1. Judul penelitian :
2. Peneliti utama : PNS dan Non PNS yang terdaftar di Sub Bagian Kepegawaian RSSA Nama : Nama lengkap beserta gelar NIP/Pangkat/gol :
3. Anggota Peneliti :
Nama :
Nip/Pangkat/gol : 4. Satuan Kerja : 5. Lokasi Penelitian :
6. Lama Penelitian : dalam bulan 7. Dana yang diusulkan : dalam rupiah
Malang, tanggal bulan tahun Mengetahui,
Kepala Satuan Kerja Peneliti Utama
(……...……….) (………)
Lampiran 4. Format Lembar Pernyataan Keaslian Penelitian PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : NIP : Judul :
Dengan ini menyatakan bahwa penelitian ini merupakan hasil karya sendiri, benar keasliannya dan penelitian belum berjalan.
Apabila ternyata di kemudian hari penelitian ini merupakan hasil karya orang lain, maka saya bersedia bertanggung jawab sekaligus menerima saksi.
Demikian pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tidak dipaksakan.
Peneliti Utama
(...) Materai
Rp6000,00
Lampiran 5. Contoh Daftar Isi
DAFTAR ISI
Halaman
Judul ... i
Lembar Pengesahan ... ii
Pernyataan Keaslian Penelitian ... iii
Daftar Isi ... iv
Daftar Tabel ... vii
Daftar Gambar ... viii
Daftar Singkatan ... ix
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 2
1.3 Tujuan Penelitian ... 2
1.4 Manfaat Penelitian ... 3
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka ... 4
2.1.1 Sistem Imunitas Manusia ... 4
2.1.1.1 Imunitas Seluler ... 4
2.1.1.2 Imunitas Humoral ... 8
2.1.2 Demam Tifoid ... 10
2.1.2.1 Bakteri Salmonella Typhi ... 10
2.1.2.2 Patomekanisme ... 13
2.2 KerangkaTeori ... 15
BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS PENELITIAN 3.3 Kerangka Konsep ... 17
3.4 Hipotesis Penelitian ... 18 BAB 4 METODE PENELITIAN
dst………..
Lampiran 6. Contoh Daftar Tabel
DAFTAR TABEL
Halaman Tabel 2.1 Reaksi Biokimia Salmonella sp ... 8 Tabel 4.1 Jumlah Koloni Salmonella Typhi pada Pemberian
Ciprofloxacin dan Thiamphenicol ... 31 Tabel 4.2 Hasil Uji Tukey HSD ... 33
Lampiran 7. Contoh Daftar Gambar
DAFTAR GAMBAR
Halaman Gambar 2.3 Struktur Umum Bakteri Salmonella Typhi ... 22 Gambar 4.3 Hasil Uji Katalase ... 35
Lampiran 8. Contoh Daftar Lampiran
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman Lampiran 1. Analisis Statistik Uji Tukey ... 34 Lampiran 2. Contoh Instrumen Kuisioner ... 35 Lampiran 3. Koloni Bakteri Salmonella Typhi ... 36
Lampiran 9. Contoh Daftar Singkatan
DAFTAR SINGKATAN
ADCC : Antibodi Dependent Cell Cytotoxicity APC : Antigen Precenting Cell
ATPase : Adenosine Tri Phosphat-Ase BBB : Blood-Brain Barrier
BSO : L-buthionine-S, R-sulfoximine
COPD : Chronic Obstructive Pulmonary Disease CM : Cerebral Malaria
DAB : Diaminobenzidine Tetrahydrochloride DCs : Dendritics Cells
Depkes : Departemen Kesehatan DNA : Deoxyribosa Nucleid Acid
ELAM-1 : Endothelial Leucocyte Adhesion Molecule -1 eNOS : Endothelial Nitric Oxide synthase
Fe2+ : ferrous iron Fe3+ : ferric iron
FP IX : ferri/ferroprotoporphyrin IX GCL : Glutamate Cysteine Ligase GCS : Glutamylcysteine Synthetase G6PD : Glucose 6-Phosphatase Deficiency GPX : Glutathione Peroxidase
GRD : Glutathione reductase
Grx : Glutaredoxin
GS : GSH synthetase
GSH : Glutathione
GSSG : Glutathione Disulpide H2O2 : Hidrogen Peroksida Hb C : Hemoglobin C Hb E : Hemoglobin E
HBMECs : Human Bone Marrow Endothelial Cells Hb S : Hemoglobin S
HBSS : Hank’s Balance Salt Solution HLECs : Human Lung Endothelial cells
HPLC : High performance Liquid Chromatography
Lampiran 10. Contoh Ringkasan
RINGKASAN
Ali Baba, 2013. RS dr. Saiful Anwar Malang. Sensitivitas Salmonella Typhi terhadap Siprofloksasin di RS dr. Saiful Anwar Malang Periode 2010-2011.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Duis pulvinar justo nec dolor maximus consectetur. Suspendisse potenti.
Sed quis aliquet ex, eget ultrices justo. Maecenas dapibus rutrum justo, sed facilisis nibh vestibulum a. Curabitur id ullamcorper tortor. Morbi eget placerat velit. Vestibulum sit amet mi sed urna pharetra accumsan sed eu arcu. Donec cursus ultricies condimentum. Quisque porttitor purus vel risus eleifend finibus. Sed condimentum ipsum sit amet nunc euismod, sed tempus justo hendrerit. In condimentum sollicitudin dolor, non pulvinar massa hendrerit sed.
Suspendisse placerat orci tempus finibus lacinia. Nunc auctor ipsum nec turpis tincidunt, sed vestibulum erat malesuada.
Suspendisse viverra arcu eros, a posuere lorem fringilla ac. Maecenas nec ultricies dui, maximus gravida ipsum. Quisque nec magna lobortis, ultrices libero vitae, sagittis mauris. Nulla at ligula quis risus fringilla pharetra. Ut ac libero nisl. Cras luctus pretium dui, nec facilisis ante consequat congue.
Duis vulputate ex in maximus fermentum. Proin molestie tempor ante ac mollis. Proin faucibus auctor fringilla. Quisque vel venenatis risus, a hendrerit massa. Curabitur non ipsum purus.
Vivamus massa libero, aliquam eu placerat a, ultrices quis est. Donec a laoreet lorem, in fermentum sapien. Sed erat tortor, facilisis non libero eu, vestibulum feugiat mi. Fusce id nisi orci.
Aliquam nunc arcu, vestibulum ac nisl ac, efficitur semper nulla. Proin sollicitudin, nibh a elementum ullamcorper, turpis diam suscipit lectus, non posuere augue orci eu metus. Integer egestas vehicula mauris, vitae malesuada ligula ultricies quis. Vivamus eget scelerisque dolor, vel luctus ipsum. Pellentesque orci metus, maximus id tincidunt et, aliquet sed metus. Mauris lectus erat, elementum suscipit est in, tempor condimentum mi. Vestibulum laoreet dictum nibh, quis maximus ipsum tempor a. In bibendum blandit placerat.
Praesent a efficitur elit. Nulla ut sodales justo, fringilla tincidunt mi.
Etiam eget nisi dui. Duis sed volutpat risus, vitae ullamcorper dui.
Donec non massa eu urna tincidunt ornare non at risus. Mauris tellus urna, varius egestas est id, vehicula dictum nisl.
Integer felis ex, auctor in vehicula sed, sagittis vel purus.
Praesent ac nisi tempor, convallis nisl non, consequat dolor. Ut blandit ante ut velit placerat, non faucibus lacus efficitur. Duis ullamcorper sollicitudin cursus. Mauris ac varius tellus. Phasellus tortor lorem, rhoncus sit amet nibh at, convallis dignissim leo. Nullam egestas velit vitae neque cursus laoreet. Fusce condimentum, nisl id egestas molestie, urna lectus porta tortor, a volutpat purus dolor a arcu. Donec nec maximus nisi. Mauris lobortis orci nisi, aliquet ornare libero congue non. Phasellus rhoncus elementum lectus, eget dignissim nulla vulputate at. Praesent vel pretium lectus. Aliquam luctus commodo augue, ac sollicitudin ex interdum vitae.
Fusce mollis ipsum in tellus dapibus luctus. Vivamus vel fermentum est. Curabitur nec est sed risus convallis pulvinar at at nisl.
Sed id turpis sit amet felis malesuada interdum nec non augue. Cras lacinia dolor quis enim tincidunt, a dapibus leo interdum. Sed ut lectus vitae nibh facilisis faucibus. Morbi id nunc nec quam sollicitudin bibendum.
Praesent ex sapien, mattis in malesuada ac, malesuada non leo. Vestibulum diam tellus, tincidunt eget arcu nec, semper posuere erat. Interdum et malesuada fames ac ante ipsum primis in faucibus.
Nunc dictum iaculis neque, sed lacinia enim porttitor non. Morbi sit amet lacinia lectus. Mauris mattis convallis suscipit. Proin gravida tristique quam, nec tincidunt dui interdum quis. Nulla congue non ligula vel vehicula. Integer ornare lacus quis ligula elementum placerat.
Aenean lacinia, lorem quis fringilla dignissim, sapien sem aliquet mi, id pulvinar nulla diam ac massa. Quisque neque diam, tristique eu pellentesque sit amet, vulputate at velit. Duis tristique hendrerit erat suscipit auctor. Suspendisse potenti. Integer fermentum cursus nisl, in porta libero sollicitudin eu. Nulla cursus elementum aliquam. Donec faucibus nisi ac massa fringilla facilisis.
Lampiran 11. Contoh Daftar Pustaka
DAFTAR PUSTAKA
Abbas A.K, Lichtman A.H, and Pober JS, 2004. Cellular and Molecular Immunology, 4th Edition, W.B.Saunders Company, Philadelphia, pp: 91,110,111,150,203,236,262- 263,276,277,303,332.
Ainsworth S.K., Allison Jr.F. Studies on The Pathogenesis of Acut Inflamation IX. The Influence of Hyperosmolarity Secondary to Hyperglycemia upon the Acut Inflamatory Response Induced by Thermal Injury to Ear Chambers of Rabbit. J Clin Invest.
1970, 49: 433.
Anderson B., Goldsmith G.H., Spagnolo P. Neutrophil Adhesive Dysfunction in Diabetes Mellitus: The Role of Celluler and Plasma Factors. J Clin Med. 1988, 111: 275-285.
Bagdade J.D., Steward M., Walters E. Impaired Granulocyte Adherence a Reversible Defect in Host Defense in Patients with Poorly Controlled Diabetes. Diabetes. 1978, 27: 677-681.
Marhoffer W., Stein M., Maeser E., Federlin K. Impairment Poly- morphonuclear Leucocyte Function and Metabolic Control of Diabetics. Diabetes Care. 1992,15: 250-256.
Miller M.E., Baker L. Leucocyte Function in Juvenile Diabetes Mellitus:
Humoral and Cellular Aspects. J Pediatr. 1972, 81: 979.
Repine J.E., Clawson C.C., Goetz F.C. Bactericidal Function of Neutrophils from Patients with Acute Bacterial Infection oand from Diabetics. J Infect Dis. 1980, 142: 869-875.
Tan J.S., Anderson L., Watanakunakorn C., Phair J.P. Neutrophil Dysfunction in Diabetes Mellitus, J Lab Klin Med. 1975, 85: 26.
Lampiran 12. Contoh Tabel Jadwal Kegiatan dan Rencana Anggaran Biaya
JADWAL KEGIATAN No Kegiatan
Bulan
a B c d e f g dst 1. 2.
dst 3.
RENCANA ANGGARAN BIAYA
No Rekening Rincian Total
1. Belanja Alat Tulis Kantor 2. Belanja cetak dan
Penggandaan
3. Belanja Barang Praktek dan Percontohan
4. Belanja Jasa Pengujian Laboratorium
5. Belanja Jasa Penyediaan Data Medik
6. Belanja Modal Software
TOTAL
Lampiran 13. Contoh Penyajian Tabel
Tabel 4.2 Jumlah Koloni Salmonella Typhi pada Pemberian Ciprofloxacin dan Thiamphenicol….. (font 11)
n
Perlakuan
Ciprofloxacin Thiamphenicol
I 2702 2418
II 2852 2422
III 2870 2460
IV 3020 2502
Rata-Rata 2861 2451
SD +130,03 +39,20
Keterangan: jumlah koloni dihitung per ose (0,001 mL) ……(font 10 atau 9)
Lampiran 14. Contoh Penyajian Gambar
Gambar 4.3 Jumlah Koloni Salmonella Typhi Setelah Perlakuan dengan Berbagai Konsentrasi Ekstrak A, B, dan C….. (font 11)
Keterangan: satuan % adalah g/ml ... (font 10 atau 9)
0 1000 2000 3000 4000 5000 6000
Konsentrasi 5% Konsentrasi 10% Konsentrasi 15% Konsentrasi 20%
Jumlah Koloni Salmonella Typhi
Ekstrak A Ekstrak B Ekstrak C