• Tidak ada hasil yang ditemukan

. Penggunaan Metode Bermain Untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar Siswa Kelas II Pada Materi Perkalian Di SD Bentarsari 01 Salem Brebes.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan ". Penggunaan Metode Bermain Untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar Siswa Kelas II Pada Materi Perkalian Di SD Bentarsari 01 Salem Brebes."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Wahyuni, Eka, Kristianti. 2010. Penggunaan Metode Bermain Untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar Siswa Kelas II Pada Materi Perkalian Di SD Bentarsari 01 Salem

Brebes. Skripsi. Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I. Dra. Noening Andrijati, M. Pd 2. Dra. Umi Setijowati, M.

Pd 136 halaman.

Kata Kunci : Matematika SD, Metode Bermain.

Rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal perkalian disebabkan karena pendekatan yang digunakan guru adalah pendekatan konvensional yang selalu didominasi dengan ceramah. Selain itu, dalam mengenalkan konsep perkalian tidak menggunakan alat

peraga yang menarik. Namun, hanya menuliskan konsepnya di papan tulis sehingga pembelajarannyapun cenderung membosankan. Dengan metode bermain diharapkan dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran materi perkalian dan meningkatkan hasil

belajar siswa dalam menyelesaikan soal perkalian.

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II yang berjumlah 27 siswa terdiri dari 13 siswa laki- laki dan 14 siswa perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas

yang dilakukan dalam 2 siklus dimana setiap siklusnya terdiri dari 2 kali pertemuan, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi dan refleksi. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dari hasil tes formatif siswa dan kualitatif

dari hasil pengamatan terhadap aktivitas belajar siswa dan performansi guru. Adapun indikator keberhasilannya adalah nilai rata- rata kelas sekurang- kurangnya 64, persentase

tuntas klasikal sekurang- kurangnya 70%, aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung, performansi guru akan tercapai bila nilai performansi guru dalam APKG II

minimal 71.

Berdasarkan hasil penelitian nilai rata-rata tes matematika siklus I sebesar 61, 11 dengan ketuntasan belajar 44, 44%. Dan pada siklus II rata – rata 71, 85 dengan ketuntasan belajar 85, 19 % dan mengalami peningkatan sebesar 10, 74. Aktivitas siswa mengalami peningkatan

bila dibandingkan dengan siklus I terutama pada keantusiasan siswa dan kedisiplinan dalam mengikuti permainan yang diberikan guru. Performansi guru pada siklus I sebesar 64,58

mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 14,59 menjadi 79,17.

Simpulan dalam penelitian ini adalah pembelajaran perkalian menggunakan metode bermain dapat meningkatkan hasil belajar matematika, aktivitas siswa dan performansi guru dalam

pembelajaran materi perkalian kelas II SD Negeri Bentarsari 01 Salem Brebes Tahun Pelajaran 2009/2010. Disarankan agar dalam pembelajaran matematika tentang materi

(2)

ABSTRAK

Wahyuni, Eka, Kristianti. 2010. Penggunaan Metode Bermain Untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar Siswa Kelas II Pada Materi Perkalian Di SD Bentarsari 01 Salem

Brebes. Skripsi. Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I. Dra. Noening Andrijati, M. Pd 2. Dra. Umi Setijowati, M.

Pd 136 halaman.

Kata Kunci : Matematika SD, Metode Bermain.

Rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal perkalian disebabkan karena pendekatan yang digunakan guru adalah pendekatan konvensional yang selalu didominasi dengan ceramah. Selain itu, dalam mengenalkan konsep perkalian tidak menggunakan alat

peraga yang menarik. Namun, hanya menuliskan konsepnya di papan tulis sehingga pembelajarannyapun cenderung membosankan. Dengan metode bermain diharapkan dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran materi perkalian dan meningkatkan hasil

belajar siswa dalam menyelesaikan soal perkalian.

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II yang berjumlah 27 siswa terdiri dari 13 siswa laki- laki dan 14 siswa perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas

yang dilakukan dalam 2 siklus dimana setiap siklusnya terdiri dari 2 kali pertemuan, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi dan refleksi. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dari hasil tes formatif siswa dan kualitatif

dari hasil pengamatan terhadap aktivitas belajar siswa dan performansi guru. Adapun indikator keberhasilannya adalah nilai rata- rata kelas sekurang- kurangnya 64, persentase

tuntas klasikal sekurang- kurangnya 70%, aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung, performansi guru akan tercapai bila nilai performansi guru dalam APKG II

minimal 71.

Berdasarkan hasil penelitian nilai rata-rata tes matematika siklus I sebesar 61, 11 dengan ketuntasan belajar 44, 44%. Dan pada siklus II rata – rata 71, 85 dengan ketuntasan belajar 85, 19 % dan mengalami peningkatan sebesar 10, 74. Aktivitas siswa mengalami peningkatan

bila dibandingkan dengan siklus I terutama pada keantusiasan siswa dan kedisiplinan dalam mengikuti permainan yang diberikan guru. Performansi guru pada siklus I sebesar 64,58

mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 14,59 menjadi 79,17.

Simpulan dalam penelitian ini adalah pembelajaran perkalian menggunakan metode bermain dapat meningkatkan hasil belajar matematika, aktivitas siswa dan performansi guru dalam

pembelajaran materi perkalian kelas II SD Negeri Bentarsari 01 Salem Brebes Tahun Pelajaran 2009/2010. Disarankan agar dalam pembelajaran matematika tentang materi

Referensi

Dokumen terkait

Kuesioner ISAAC ini, baik kuesioner inti untuk mendiagnosis DA, RA dan asma maupun kuesioner faktor risiko, dapat digunakan pada keadaan geografi maupun bahasa yang

Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori perilaku memilih yakni : pendekatan psikologis dimana, dalam pendekatan ini disebutkan bahwa

Dengan ini memberitahukan bahwa setelah diadakan Penetapan oleh Pejabat Pengadaan Barang/Jasa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran maka diberitahukan

Belum adanya rumus empiris yang dikembangkan untuk wilayah Denpasar serta kekhawatiran akan dampak gempabumi besar dan merusak, mendorong peneliti untuk mengembangkan suatu

loneliness mereka sebagai tempat berproses untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari. sebelumnya, khususnya

Peneliti juga menyarankan agar pengasuh panti asuhan lebih memberikan perhatian, dukungan dan kesempatan kepada anak- anak yang memiliki derajat resilience rendah

Setelah mendapatkan susu hasil perahan, segera bawa susu hasil perahan trsebut ke kamar susu, kemudian disaring. Penyaringan harus dilakukan segera

Laporan ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi Sistem Informasi S-1 pada Fakultas Ilmu Komputer. Universitas