• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Biology Education Volume 9 Nomor 1 April 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Jurnal Biology Education Volume 9 Nomor 1 April 2020"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Biology Education Page 42 PELAKSANAAN POS PELAYANAN TERPADU (POSYANDU) LANSIA

OLEH KADER DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEULIMEUM KABUPATEN ACEH BESAR

Nur Asiah1, Henki Adisa Putra2, Rita Surya3 Akademi Keperawatan Teungku Fakinah e-mail: [email protected]

Abstrak

Kesehatan lansia yang baik di fokuskan pada upaya untuk dapat menambah usia dan memperpanjang kehidupan, sehingga memungkinkan mereka tidak hanya hidup lebih lama, tetapi juga dapat memperluas keterlibatannya secara aktif dalam semua kegiatan di masyarakat. Pemerintah mencanangkan pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan melalui program puskesmas dengan melibatkan peran dan lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial yang disebut posyandu lansia. Kegiatan posyandu lansia ini merangkap upaya-upaya perbaikan dan meningkatkan kesehatan masyarakat, meliputi: kegiatan promotif, preventif, kuratit dan rehabilitatif yang dilaksanakan oleh kader posyandu dibawah bimbingan petugas kesehatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan posyandu lansia oleh kader di wilayah kerja Puskesmas Selimeum Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian ini bersifat Deskriptif Kualitatif dengan tehnik pengambilan sampel secara Total sampel dengan jumlah sampel 50 orang. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Selimeum Kabupaten Aceh Besar, dengan analisa Univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 responden berada pada kategori baik dalam kegiatan promotif yaitu sebanyak 20 responden (40%), berada pada kategori baik kegiatan preventif yaitu sebanyak 22 responden (44%), berada pada kategori baik pada kegiatan rehabilitatif yaitu sebanyak 28 responden (56%). Kesimpulan sebagian besar gambaran pelaksanaan posyandu lansia berada dalam kategori baik. Diharapkan bagi puskesmas meningkatkan petugas kesehatan dalam melakukan pelatihan kepada kader posyandu lansia.

Kata Kunci: Kader, Posyandu, Lansia

PENDAHULUAN

Kesehatan lansia yang baik di fokuskan pada upaya untuk dapat menambah usia dan memperpanjang kehidupan, sehingga memungkinkan mereka tidak hanya hidup lebih lama, tetapi juga dapat memperluas keterlibatannya secara aktif dalam semua kegiatan di masyarakat. Berbagai dampak dari peningkatan jumlah lansia antara lain adalah masalah penyakit degeratif yang sering menyertai pada lansia, bersifat kronis dan multifatologis, serta dalam penanganannya memerlukan waktu lama dan memerlukan biaya yang cukup besar (Depkes RI, 2012).

Pemerintah wajib menjamin ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan memfasilitasi kelompok lanjut usia untuk tetap dapat terlaksana dan berkembang dengan baik

(2)

Jurnal Biology Education Page 43 dalam mencapai tujuan lanjut usia untuk tetap dapat terlaksana dan berkembang dengan baik dalam mencapai tujuan lanjut usia yang mandiri dan produktif (Depkes RI, 2014).

Jumlah penduduk lansia dapat dilihat berdasarkan hasil produksi badan statistik nasional dimana persentase penduduk lanjut usia akan mencapai 9,77% besar dari total penduduk pada tahun 2010 dan menjadi 11,34 % pada tahun 2020. Jumlah lanjut usia di Indonesia meningkat pada dua dekade terakhir ini. Secara signifikan pada tahun 2007, jumlah lanjut usia sebesar 18,96 juta jiwa dan meningkat menjadi 20.547.541 pada tahun 2009. Usia harapan hidup di indonesia pada tahun 2009 terpantau pada angka 71 tahun diperkirakan akan meningkat mencapai usia 73,7721 ditahun 2025, peningkatan tersebut diikuti dengan peningkatan jumlah penduduk indonesia yang akan mencapai 273,65 juta jiwa (Komnas Lansia, 2010).

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 43 tahun 2004 pasal 8 disebutkan bahwa pemerintah, masyarakat dan keluarga bertanggung jawab atas terwujudnya upaya peningkatan kesehatan sosial lanjut usia (lansia). Pemerintah mencanangkan pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan melalui program puskesmas dengan melibatkan peran dan lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial yang disebut posyandu lansia (Subijanto, 2011).

Wujud nyata pelayanan sosial dan kesehatan pada kelompok Lanjut usia, pemerintah telah mencanangkan pelayanan pada Lanjut usia melalui beberapa jenjang. Pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat adalah Posyandu Lansia, pelayanan kesehatan Lanjut usia tingkat dasar adalah Puskesmas, dan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan adalah Rumah Sakit (Erfandi, 2008).

Pelayanan di puskesmas lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. Upaya promotif dan preventif dapat pula dilakukan diluar gedung dengan melibatkan peran aktif masyarakat.Salah satu wadah yang potensial di masyarakat adalah Posyandu lansia yang dikembangkan oleh Puskesmas atau yang muncul dari aspirasi masyarakat sendiri (Depkes RI, 2014). Adapun tujuan umum pembentukan posyandu lansia ini adalah meningkatkan derajat kesehatan dan mutu pelayananan kesehatan lanjut usia dimasyarakat untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna bagi keluarga dan mendekatkan pelayan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam pelayanan kesehatan disamping meningkatkan komunikasi antara masyrakat usia lanjut Sedangkan tujuan khusus dari pembentukan posyandu lansia adalah Meningkatkan kesehatan pada lansia, Membina kesehatan dirinya sendiri, Meningkatkan mutu kesehatan lansia, Meningkatkan pelayanan kesehatan lansia

(3)

Jurnal Biology Education Page 44 Penyelenggaraan Posyandu Lansia meliputi Pelaksanaan Kegiatan yaitu anggota masyarakat yang telah dilatih menjadi kader kesehatan dibawah bimbingan puskesmas dan Pengelola yaitu pengurus yang berasal dari kader PKK, tokoh masyarakat formal atau non formal (Ismawati, 2000).

Kegiatan posyandu lansia ini merangkap upaya-upaya perbaikan dan meningkatkan kesehatan masyarakat, meliputi: Promotif yaitu upaya peningkatan kesehatan. Preventif yaitu upaya pencegahan penyakit, mendeteksi dini adanya penyakit dengan menggunakan KMS lansia. Kuratif yaitu upaya pengobatan penyakit yang sedang diderita lansia.

Rehabilitatif yaitu upaya untuk pengembalian kepercayaan diri pada lansia.

Mengacu pada UU No.23 Tahun 1992 tentang kesehatan dan perlu adanya mutu pelayanan kesehatan serta ketrampilan dan kemampuan yang memadai bagi para kader.

Kader adalah anggota masyarakat yang di pilih dari dan oleh masyarakat, mau dan mampu bekerja bersama dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan secara suka rela (Maryam, 2010).

Di wilayah kerja Puskesmas Seulimeum Aceh Besar, jumlah lansia mencapai 2071 jiwa, yang tardiri dari pengelompokkan umur 45 s/d 59 tahun 1617 jiwa, >60 tahun 634 jiwa, dan >70 tahun 450 jiwa. Jenis keluhan kesehatan yang paling banyak dialami lanjut usia meliputi asam urat, darah tinggi, rematik, darah rendah, dan diabetes. Jenis keluhan lain juga banyak dialami lanjut usia adalah batuk, pilek, dan panas. Pada pelaksanaanya tidak berjalan dengan lancar hal ini di sebabkan beberapa lansia menyatakan tidak perlu untuk berkunjung ke posyandu, para lansia juga tidak mengetahui betapa pentingnya memelihara kesehatan dan lupa akan jadwal posyandu tersebut. Kurangnya Peranan kader dalam pelayanan informasi edukasi dan motivasi dalam pelaksanaan sebagai bentuk kegiatan promotive,preventif dan rehabilitative merupakan salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya lanjut usia untuk datang dalam kegiatan posyandu. Sehingga peranan kader ini sangatlah penting karena peran kader sangat berpengaruh dalam berjalannya kegiatan Posyandu. Kader merupakan tenaga masyarakat yang di anggap paling dekat dengan masyarakat baik laki-laki maupun wanita yang di pilih oleh masyarakat dan di latih untuk menangani masalah-masalah kesehatan perseorangan maupun masyarakat serta untuk bekerja dalam hubungan yang amat dekat dengan tempat-tempat pemberian pelayanan kesehatan (Meliani, 2010).

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas muncul pertanyaan bagaimana pelaksanaan posyandu lansia oleh kader kesehatan di wilayah kerja puskesmas Seulimeum Kabupaten Aceh Besar.

(4)

Jurnal Biology Education Page 45 Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat lansia di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang di gerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Tujuan pembentukan posyandu lansia adalah meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga berbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia. Adapun kegiatannya adalah pemeriksaan kesehatan secara berkala, melakukan kegiatan olahraga secara teratur untuk meningkatkan kebugaran, pengembangan keterampilan, bimbingan pendalaman agama, dan pengelolaan dana sehat (Fatma, 2018).

Adapun tujuan umum pembentukan posyandu lansia ini adalah meningkatkan derajat kesehatan dan mutu pelayananan kesehatan lanjut usia dimasyarakat untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna bagi keluarga dan mendekatkan pelayan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam pelayanan kesehatan disamping meningkatkan komunikasi antara masyrakat usia lanjut Sedangkan tujuan khusus dari pembentukan posyandu lansia adalah Meningkatkan kesehatan pada lansia, Membina kesehatan dirinya sendiri, Meningkatkan mutu kesehatan lansia, Meningkatkan pelayanan kesehatan lansia

Penyelenggaraan Posyandu Lansia meliputi Pelaksanaan Kegiatan yaitu anggota masyarakat yang telah dilatih menjadi kader kesehatan dibawah bimbingan puskesmas dan Pengelola yaitu pengurus yang berasal dari kader PKK, tokoh masyarakat formal atau non formal6 .Kegiatan posyandu lansia ini merangkap upaya-upaya perbaikan dan meningkatkan kesehatan masyarakat, meliputi : Promotif yaitu upaya peningkatan kesehatan. Preventif yaitu upaya pencegahan penyakit, mendeteksi dini adanya penyakit dengan menggunakan KMS lansia. Kuratif yaitu upaya pengobatan penyakit yang sedang diderita lansia. Rehabilitatif yaitu upaya untuk pengembalian kepercayaan diri pada lansia.

Kader adalah seorang tenaga sukarela yang di rekrut dari, oleh dan untuk masyarakat, yang bertugas membantu kelancaran pelayanan kesehatan, keberadaan kader sering di kaitkan dengan pelayanan rutin di posyandu. Sehingga seorang kader posyandu harus mau bekerja secara sukarela dan ikhlas, mau dan sanggup melaksanakan kegiatan posyandu, serta mau dan sanggup menggerakkan masyarakat untuk meleksanakan dan mengikuti kegiatan posyandu ( Ismawati dkk, 2010)

Syarat kader adalah Seorang warga masyarakat dapat di angkat menjadi kader posyandu apabila memenuhi persyaratan 1) Di pilih dari dan oleh masyarakat 2) .Mau dan mampu bekerja bersama masyarakat secara sukarela 3). Dapat menbaca dan menulis .4).

(5)

Jurnal Biology Education Page 46 Berjiwa sosial dan mau bekerja secara relawan 5). Mempunyai waktu yang cukup. 6) Bertempat tinggal di wilayah posyandu ( Maryam dkk, 2010 )

Menurut Depkes (2014), Tugas kader secara langsung adalah tugas yang di lakukan pada saat kegiatan posyandu berlangsung, antara lain menyiapkan pelaksanaan kegiatan di posyandu, menyampaikan pemberitahuan kepada lansia tentang jadwal kegiatan hari buka posyandu,menyiapkan sarana kegiatan, melakukan kegiatan di posyandsu yaitu melakukan pendaftaran peserta, mengukur tensi, mencatat dalam buku registrasi dan memasukkkan ke dalam KMS, menilai hasil penimbangan, melakukan penyuluhan sesuai hasil penimbangan.

Tugas kader secara tidak langsung adalah tugas yang di lakukan di luar kegiatan posyandu lansia, antara lain melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk bersedia membantu dalam kegiatan posyandu, khususnya di bidang penyuluhan, mengajak masyarakat untuk meningkatkan gizi keluarga, melakukan penyuluhan pada acara-acara seperti arisan dan pengajian

Jenis kegiatan yang dilaksanakan di Posyandu Lanjut usia yaitu

1) Kegiatan pengukuran indeks massa tubuh (IMT) melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan. Kegiatan ini dilakukan 1 bulan sekali.

2) Kegiatan pemeriksaan tekanan darah dilakukan minimal 1 bulan sekali, namun bagi yang menderita tekanan darah tinggi dianjurkan setiap minggu. Hal ini dapat dilakukan di Puskesmas atau pada tenaga kesehatan terdekat.

3) Kegiatan pemeriksaan kadar hemoglobin darah (Hb), gula darah dan kolesterol darah. Bagi lanjut usia yang sehat cukup di periksa setiap 6 bulan. Namun bagi yang mempunyai faktor resiko seperti turunan kencing manis, gemuk sebaiknya 3 bulan sekali dan bagi yang sudah menderita maka dilakukan di Posyandu setiap bulan.

Kegiatan pemeriksaan laboratorium ini dapat dilakukan oleh tenaga Puskesmas atau dikoordinasikan dengan laboratorium setempat.

4) Kegiatan konseling dan penyuluhan kesehatan dan gizi harus dilakukan setiap bulan karena permasalahan lanjut usia akan meningkat dengan seiring waktu, selain itu dapat memantau faktor risiko penyakit-penyakitdegeneratif agar masyarakat mengetahui dan dapat mengendalikanya (Depkes RI, 2014).

Pelaksanaan kegiatan Posyandu lansia berjalan efisien dan efektif dibutuhkan Organisasi yang tertata baik, sumber daya manusia yang mempunyai ilmu dan kemampuan, tugas dan fungsi yang jelas dari masing – masing petugas posyandu, mekanisme kerja yang baik meliputi perencanaan, pelaksanan, monitoring dan evaluasi.. Mekanisme Pelayanan Pelaksanaan Kegiatan Posyandu Lansia meliputi pemeriksaan kesehatan fisik dan mental

(6)

Jurnal Biology Education Page 47 emosional.Kartu Menuju Sehat (KMS) Lansia sebagai alat pencatat dan pemantau untuk mengetahui lebih awal penyakit yang diderita (deteksi dini) atau ancaman masalah kesehatan yang dihadapi dan mencatat perkembangannya dalam Buku Pedoman.Pemeliharaan Kesehatan Lansia atau catatan kondisi kesehatan yang lazim digunakan di Puskesmas.

Pelayanan yang diselenggarakan dalam Posyandu lansia tergantung pada mekanismedan kebijakan pelayanan kesehatan yang ditetapkan oleh dinas kesehatan kabupaten ataupun kota penyelenggara. Ada yang menyelenggarakan Posyandu lansia sistem 5 meja seperti posyandu balita, ada juga hanya menggunakan sistem pelayanan 3 meja.

Namun, secara umum kegiatan Yandu Lansia (Kartika, 2013), meliputi:

1. Pendaftaran lansia, pengukuran dan penimbangan berat badan dan atau tinggi badan.

2. Pengukuran tekanan darah (TD), denyut jantung, laju pernapasan dan analisis indeks massatubuh (IMT).

3. Pelayanan kesehatan seperti pengobatan sederhana dan rujukan 4. Penyuluhan atau konseling, misalnya pelayanan pokok gizi

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. 11Pendekatan kualitatif dalam penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan pelayanan posyandu yang dilaksanakan kader sebagai upaya promotive,preventif dan rehabilitative di wilayah kerja puskesmas Seulimeum Kabupaten Aceh besar Adapun jumlah informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi pustaka, studi lapangan (observasi dan wawancara). Langkah-langkah analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan Penarikan kesimpulan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

a. Pelaksanaan Posyandu Lansia Dalam Kegiatan Promotif

Berdasarkan hasil penelitian mengenai pelaksanaan posyandu lansia dalam kegiatan promotif sebanyak 20 responden atau 40% melaksanakannya dengan kategori baik Dimana Kader kesehatan telah mampu melaksanakan kegiatan promotif dengan memberikan informasi kegiatan posyandu yang dapat dilakukan oleh lansia seperti jadwal pelaksanaan posyandu, jenis kegiatan yang akan diikuti oleh lansia . Sebagian besar responden dalam melaksanakan kegiatan promotif dalam kategori baik, hal ini disebabkan

(7)

Jurnal Biology Education Page 48 karena para kader mengetahui bahwa kegiatan promotif merupakan kunci keberhasilan posyandu karena merupakan dasar kegiatan posyandu.

Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukan Ismawati Kegiatan posyandu lansia ini merangkap upaya-upaya perbaikan dan meningkatkan kesehatan masyarakat, meliputi : Promotif yaitu upaya peningkatan kesehatan, misalnya : penyuluhan prilaku hidup sehat dan gizi usia lanjut dalam upaya meningkatkan kesegaran (Ismawati, 2010).

b. Pelaksanaan Posyandu Lansia Dalam Kegiatan Preventif

Sebagian besar pelaksanaan posyandu pada kegiatan preventif pada kategori baik yaitu sebanyak 22 responden (44%) dimana kader melakukan kegiatan preventif dalam bentuk menyampaikan manfaat pelaksanaan posyandu secara rutin bagi lansia dengan meningkatkan keinginan lansia melakukan pemeriksaan kesehatan dan kemampuan kader dalam mempersiapakan kebutuhan sesuai dengan standar yang ditetap dalam pelaksanaan kegiatan posyandu lansia.

Tugas kader secara langsung adalah tugas yang di lakukan pada saat kegiatan posyandu berlangsung, antara lain : menyiapkan pelaksanaan kegiatan di posyandu, menyampaikan pemberitahuan kepada lansia tentang jadwal kegiatan hari buka posyandu, menyiapkan sarana kegiatan dan melakukan kegiatan di posyandsu yaitu melakukan pendaftaran peserta, mengukur tensi, mencatat dalam buku registrasi dan memasukkkan ke dalam KMS, menilai hasil penimbangan, melakukan penyuluhan sesuai hasil penimbangan (Subijanto, 2011).

c. Pelaksanaan Posyandu Lansia Dalam Kegiatan Rehabilitatif

Berdasarkan hasil penelitian responden, sebagian besar melakukan pelaksanaan posyandu pada kegiatan rehabilitatif pada kategori baik yaitu sebanyak 28 responden (56%) peran kader dalam memotifasi masyarakat, para kader sudah membimbing, mengarahkan, mendorong sikap dan prilaku masyarakat. Dimana kader telah melakukan kegiatan memberikan semangat kepada lansia dalam rangka meningkatkan pemulihan kesehatan pada lansia

Kegiatan posyandu lansia merangkap upaya-upaya perbaikan dan meningkatkan kesehatan masyarakat, meliputi : rehabilitatif yaitu upaya untuk pengembalian kepercayaan diri pada lansia .Kader adalah seorang tenaga sukarela yang di rekrut dari, oleh dan untuk masyarakat, yang bertugas membantu kelancaran pelayanan kesehatan, keberadaan kader sering di kaitkan dengan pelayanan rutin di posyandu. Sehingga seorang kader posyandu

(8)

Jurnal Biology Education Page 49 harus mau bekerja secara sukarela dan ikhlas, mau dan sanggup melaksanakan kegiatan posyandu, serta mau dan sanggup menggerakkan masyarakat untuk meleksanakan dan mengikuti kegiatan posyandu kader posyandu panca manunggal telah menjalankan perannya terutama dibidang kesehatan, dilihat dari peran kader dalam memotifasi masyarakat, para kader sudah membimbing, mengarahkan, mendorong sikap dan prilaku masyarakat (Kartika, 2013).

KESIMPULAN

Pelaksanaan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Selimeum Kabupaten Aceh Besar sebagian besar berada pada kategori baik yaitu sebanyak 28 responden (56%) yang meliputi Pelaksanaan posyandu lansia dalam kegiatan promotif sebagian besar berada pada kategori baik yaitu sebanyak 20 responden (40%), Pelaksanaan posyandu lansia dalam kegiatan preventif sebagian besar berada pada kategori baik yaitu sebanyak 22 responden (44%).

Pelaksanaan posyandu lansia dalam kegiatan rehabilitatif sebagian besar berada pada kategori baik yaitu sebanyak 28 responden (56%).

DAFTAR PUSTAKA

Depkes RI (2012). Menuju tua sehat,mandiri dan produktif . Jakarta

Depkes RI (2014). Pedoman Pelaksanaa Posyandu Lansia kemenkes RI. Jakarta

Erfandi.Pengelolaan Posyandu Lansia, (2008)

(http://puskesmasoke.blogspot.com/2009/04/pengelolaan-posyandu-lansia.html)Di akses 30 Januari 2020, jam 07.00 WIB

Fatma, (2018). Keperawatan Komunitas Upaya Memandirikan Masyarakat Untuk Hidup Sehat Trans Info Media. Jakarta.

Ismawati dkk,(2000). Posyandu dan Desa Siaga. Yogyakarta: Nuha Medika.

Komnas Lansia, (2010). Komisi Nasianal Lanjut Usia, Pedoman Pelaksanaaa Posyandu Lanjut Usia. Jakarta: PPLU.

Kartika Ratna Pertiwi. Yandu Lansia. Jurdik Biologi FMIPA UNY Yogyakarta.http://staff.uny.ac.id/. Di akses pada 16 April 2013 (10)

Maryam, dkk.( 2010 ). Buku Panduan Bagi Kader POSBINDU Lansia. Jakarta: Salemba Medika.(7 )

Meilani, dkk.(2010). Kebidanan Komunitas. Yogyakarta: Citramaya (8)

(9)

Jurnal Biology Education Page 50 Subijanto, (2011). KIE: Pembinaan Posyandu Lansia Guna Pelayanan .

Fakultas Kedokteran Sebelas Maret. (4 )

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R & D. Bandung : Alfabeta. (11 )

Referensi

Dokumen terkait

Contohnya pada cerita novel “Catatan Ichiyo” karya Rei Kimura, dalam novel ini diceritakan mengenai berbagai masalah kehidupan yang dialami Ichiyo sejak kecil,

Pada lanjut usia akan terjadi proses menghilangnya kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya secara perlahan- lahan

Dari persamaan regresi yang dihasilkan dapat disimpulkan terdapat korelasi yang signifikan antara FL dan BH baik pada keseluruhan subyek penelitian maupun berdasarkan jenis

Hal ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya yang disusun oleh Yosi Wastika Pratama (2005) yang menyatakan terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap

Dianugrahkan sebagai Pemimpin Terbaik Indonesia Tahun 2006 di Jakarta atas Jasa dan Prestasi Serta Andil Terhadap Bangsa Negara Republik Indonesia (Certificate Of Merit

Rangkaian asumsi dan informasi di atas yang tersusun ini mejadikan pondasi bagi penulis untuk melakukan penelitian ini guna mencoba untuk melakukan analisis

Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan April 2013 ini ialah pengenalan wajah, dengan judul Perbandingan SOM dan LVQ pada Identifikasi Citra

Adapun upaya yang dilakukan dalam evaluasi kinerja pengujian kendaraan bermotor jenis angkutan barang di dinas perhubungan kota sorong antara lain sebagai berikut