PEMERINTAH KOTA SURAKARTA
LAPORAN AKHIR
PEKERJAAN :
JASA KONSULTANSI KAJIAN SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT
Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD)
KOTA SURAKARTA
Jl. Jendral Sudirman No. 2 Kota Surakarta 57111, Jawa Tengah
TAHUN 2020
LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA 1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan karuniaNya sehingga penyusun dapat menyelesaikan Laporan Akhir Kajian Survey Kepuasan Masyarakat dengan baik. Laporan Akhir ini di susun sebagai salah satu luaran atau produk dari pekerjaan Kajian Survey Kepuasan Masyarakat yang dilakukan di Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Surakarta pada tahun 2020. Sekaligus menjadi tugas pekerjaan dari CV.
ARCHEN untuk melaporkan pelaksanaan pekerjaan. Tujuan penyusunannya dimaksudkan untuk memberikan informasi perkembangan pekerjaan sebagaimana yang telah tertera dalam kontrak.
Laporan Akhir ini berisi pengembangan dari seluruh hasil akhir proses pelaksanaan Survey Kepuasan Masyarakat dan rekomendasi tindak lanjut dari hasil akhir Survey Kepuasan Masyarakat. Harapan dari tersusunnya laporan akhir ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat dan stake holder di Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Surakarta. Terakhir, Laporan Akhir ini masih terdapat kekurangan yang membutuhkan kritik dan masukan untuk perbaikan ke depannya.
Demikian Laporan Akhir ini kami susun, semoga dapat bermanfaat dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
CV. ARCHEN
Rosyid Nukha, S. Sos.
Direktur
LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA 2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... 1
DAFTAR ISI ... 2
BAB I PENDAHULUAN ... 3
Latar belakang ... 3
Maksud dan tujuan ... 4
Manfaat ... 4
Sasaran ... 5
Dasar hukum ... 5
Tahapan Kegiatan ... 6
Organisasi pelaksana ... 6
Rencana kerja ... 6
BAB II METODE DAN RUANG LINGKUP ... 9
Metode penelitian ... 9
Ruang lingkup dan pengertian Survey Kepuasan Masyarakat ... 9
Unsur Survey Kepuasan Masyarakat ... 11
Teknik pengumpulan data ... 13
Populasi dan sampel ... 13
Teknik pengolahan analisis data ... 14
BAB III Badan Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah ... 17
BAB IV Hasil Survey ... 20
BAB V Penutup ... 39
Daftar Pustaka ... 41
Lampiran ... 42
DAFTAR TABEL Tabel 1. Rencana kerja ... 7
Tabel 2. Nilai IKM ... 15
Tabel 3. Nilai IPK ... 16
LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA 3
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pelayanan publik oleh aparatur negara saat ini telah menjadi isu strategis, karena tingkat kualitas kinerja pelayanan publik akan menentukan baik buruknya pelayanan kepada masyarakat dan pada gilirannya akan menentukan citra dari aparatur negara. Berbagai keluhan masyarakat atas rendahnya kinerja layanan yang diberikan oleh pemerintah sebaiknya segera direspon, sebagai dasar untuk membuat kebijakan dan perbaikan kinerja pelayanan publik di masa yang akan datang. Tidak dapat dipungkiri bahwa pelayanan publik yang selama ini dilakukan oleh Pemerintah Daerah belum sepenuhnya dapat memenuhi harapan publik yang cenderung mengharapkan pelayanan prima dari berbagai aspek.
Dalam rangka mewujudkan delapan area perubahan reformasi birokrasi khususnya di bidang tata laksana dan pelayanan publik, maka perlu adanya system proses dan prosedur kerja yang jelas, efektif dan efisien sesuai dengan pronsip-prinsip good governance serta kualitas pelayanan publik yang prima sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat.
Sesuai dengan Surat Edaran Walikota Surakarta Nomor 066.2/058 tahun 2018 tentang Penyusunan Standar Operasional Prosedur Dan Pelaksanaan Survey Kepuasan Masyarakat sebagai evaluasi penyelenggaraan pelayanan publik oleh OPD yang akan dijadikan sebagai dasar perhitungan indeks reformasi birokrasi. Oleh karena itu, Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Surakarta mengadakan survey kepuasan masyarakat sehingga dapat memotret secara riil kinerja pelayanan publik yang diberikan oleh Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Surakarta. Survei Kepuasan Masyarakat adalah pengukuran secara komprehensif kegiatan tentang
LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA 4
tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari penyelenggara pelayanan publik.
Selama kurun waktu 2 tahun BPPKAD Kota Surakarta secara rutin telah menyelenggarakan survey kepuasan masyarakat dengan hasil indeks yang setiap tahun mengalami peningkatan. Harapannya pada tahun ketiga ini hasil dari survey kepuasan masyarakat yang dilaksanakan lebih baik dari tahun lalu.
B. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud
Penyusunan Survey Kepuasan Masyarakat dimaksudkan untuk evaluasi kinerja penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Surakarta.
Tujuan
Penyusunan kajian ini diarahkan untuk mencapai tujuan berikut ini:
a. Untuk mengukur kepuasan masyarakat/pelanggan terhadap pelayanan yang dilakukan oleh unit pelayanan publik;
b. Untuk menganalisis dan menentukan nilai Survey Kepuasan Masyarakat (SKM).
c. Untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan pelayanan yang telah diberikan serta referensi untuk menyusun langkah perbaikan pelayanan selanjutnya;
C. MANFAAT
Kajian ini diharapkan dapat memberikan :
1. Analisis terkait tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik yang telah dilakukan oleh Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Surakarta.
LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA 5
2. Analisis yang komprehensif dan mendalam, diharapkan dapat menjadi alat bantu bagi pemerintah dalam pengambilan keputusan terkait dengan pelayanan publik di dalam lingkungan instansi pemerintah Kota Surakarta.
D. SASARAN
Adapun sasaran dari Penyusunan Survey Kepuasan Masyarakat dan ini adalah sebagai berikut:
1. Diketahuinya tingkat kinerja Unit Pelayanan Publik (UP2) Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Surakarta dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
2. Diketahuinya tingkat kepuasan masyarakat atas layanan publik yang dilaksanakan Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Surakarta.
3. Adanya masukan/input yang konstruktif dari masyarakat pengguna jasa Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Surakarta terkait penyelenggaraan pelayanan publik saat ini dan upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di masa mendatang.
E. DASAR HUKUM
1. Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan informasi publik
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik.
4. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
5. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Pedoman Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik;
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Permendagri No. 21 Tahun 2011 tentang
LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA 6
perubahan kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;.
7. Peraturan Walikota Surakarta Nomor 27 C tahun 2016 tentang Kedudukan Susunan Organisasi, Tugas Fungsi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Surakarta.
F. TAHAPAN KEGIATAN
Tahapan kegiatan Penyusunan Survey Kepuasan Masyarakat ini adalah sebagai berikut:
1. Survei Pendahuluan
2. Penyusunan instrumen survey
3. Pembahasan dan finalisasi instrument 4. Penentuan responden dan sampel 5. Rekruitmen, Pembekalan surveyor 6. Pengumpulan data
7. Pengolahan data
8. Penyusunan draft laporan 9. Presentasi draft laporan akhir
10. Revisi dan penyempurnaan laporan
G. ORGANISASI PELAKSANA
Kajian Survey Kepuasan Masyarakat yang dilaksanakan di Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Surakarta ini dilaksanakan oleh CV. ARCHEN. Saat ini CV. Archen didukung oleh tenaga ahli dari berbagai bidang. Selain itu di internal manajemen terdiri struktur kepengurusan direktur dan wakil direktur.
H. RENCANA PELAKSANAAN KERJA
Jadwal pelaksanaan pekerjaan untuk penyelesaian seluruh paket Pekerjaan Kajian Survey Kepuasan Masyarakat, berlangsung selama 60 (enam puluh) hari kalender, terhitung dari diputuskannya kesepakatan kontrak kerja dan
LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA 7
disepakatinya uraian pekerjaan diatas, berikut adalah jadwal pelaksanaanya :
Tabel 1
Tahap Rencana Kerja
No Kegiatan Bulan 1 Bulan 2
1 2 3 4 1 2 3 4 1 Survei Pendahuluan / Pengumpulan data
2 Penyusunan instrumen survey
3 Pembahasan dan finalisasi instrument 4 Penentuan responden dan sampel 5 Rekruitmen, Pembekalan surveyor 6 Pengumpulan data
7 Pengolahan data 8 Penyusunan laporan
9 Presentasi laporan akhir
10 Revisi dan penyempurnaan laporan
LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA 8
BAB II
METODE DAN RUANG LINGKUP
A. Metode Penelitian
Survey Kepuasan Masyarakat ini menggunakan metode kuantitatif dengan strategi deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain yang digunakan dalam penetian tersebut (Sugiyono, 2003). Deskriptif kuantitatif bertujuan menjelaskan fenomena yang ada dengan menggunakan angka-angka untuk mencandarkan karakteristik individu atau kelompok yang menjadi unit analisis dalam penelitian (Syamsudin & Damiyanti,2011).
Lokasi kajian ini berada di kantor Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Surakarta serta kantor korwil pelayanan BPPKAD yang berada di masing-masing kecamatan di kota Surakarta. Data yang digunakan dalam kajian ini adalah data primer yang dikumpulkan melalui instrumen kuesioner dengan wawancara tatap muka. Data primer berdasarkan hasil survei lapangan pada masyarakat pengguna layanan.
B. Ruang Lingkup Survey Kepuasan Masyarakat
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Dalam UU telah menyatakan bahwa negara berkewajiban melayani setiap warga negara dan penduduk untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya dalam kerangka pelayanan publik yang merupakan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Membangun kepercayaan masyarakat atas pelayanan publik yang dilakukan penyelenggara pelayanan publik merupakan kegiatan yang harus dilakukan seiring dengan harapan dan tuntutan seluruh warga negara dan
LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA 9
penduduk tentang peningkatan pelayanan publik. Bahwa norma hukum yang memberi pengaturan secara jelas, sebagai upaya untuk mempertegas hak dan kewajiban setiap warga negara dan penduduk serta terwujudnya tanggung jawab negara dan korporasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik, sangat diperlukan. Sejak ditetapkan UU tersebut, maka pelayanan publik di Indonesia menjadi perhatian oleh banyak pihak. Untuk memberikan gambaran terhadap aspek pelayanan publik, berikut akan dibahas pengertian dan ruang lingkup yang terkait dengan aspek pelayanan publik.
1. Pengertian
Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Pasal 1, angka (1) bahwa Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.
Sebagai pihak yang terkait dengan penyelenggara pelayanan publik adalah setiap institusi penyelenggara negara, korporasi, lembaga independen yang dibentuk berdasarkan undang-undang untuk kegiatan pelayanan publik, dan badan hukum lain yang dibentuk semata-mata untuk kegiatan pelayanan publik.
Unit kerja / entitas / organisasi penyelenggara pelayanan publik, yang akan menyelenggarakan pelayanan publik adalah satuan kerja penyelenggara pelayanan publik yang berada di lingkungan institusi penyelenggara negara, korporasi, lembaga independen yang dibentuk berdasarkan undang-undang untuk kegiatan pelayanan publik, dan badan hukum lain yang dibentuk semata-mata untuk kegiatan pelayanan publik.
Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, setidaknya dikenal 3 (tiga) hal yang saling berkait, yaitu: (i) pihak pelaksana pelayanan publik, (ii) masyarakat yang dilayani, dan (ii) standar pelayan yang menjadi dasar. Ketiga pengertian tersebut adalah sebagai berikut:
LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA 10 i. Pelaksana Pelayanan Publik.
Pelaksana pelayanan publik adalah pejabat, pegawai, petugas, dan setiap orang yang bekerja di dalam Organisasi Penyelenggara yang bertugas melaksanakan tindakan atau serangkaian tindakan pelayanan publik (Pasal 1, Nomor 5 dari UU No.5/2009).
ii. Masyarakat/ Publik.
Masyarakat adalah seluruh pihak, baik warga negara maupun penduduk sebagai orang-perseorangan, kelompok, maupun badan hukum yang berkedudukan sebagai penerima manfaat pelayanan publik, baik secara langsung maupun tidak langsung (Pasal 1, Nomor 6 dari UU No.5/2009).
iii. Standar Pelayanan.
Standar pelayanan adalah tolok ukur yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pelayanan dan acuan penilaian kualitas pelayanan sebagai kewajiban dan janji Penyelenggara kepada masyarakat dalam rangka pelayanan yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau, dan terukur (Pasal 1, Nomor 7 dari UU No.5/2009).
C. Unsur Survey Kepuasan Masyarakat
Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN RB) Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik maka Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) dilakukan dengan menggunakan 9 unsur pelayanan. Unsur tersebut mencakup sebagai berikut :
1. Persyaratan
Persyaratan yaitu persyaratan teknis dan administratif yang dipenuhi untuk mendapatkan suatu jenis pelayanan;
LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA 11 2. Sistem, mekanisme dan prosedur
Prosedur pelayanan, yaitu tata cara pelayanan yang dibakukan bagi pemberi dan penerima pelayanan termasuk pengaduan;
3. Waktu penyelesaiaan
Waktu penyelesaiaan yaitu jangka waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh proses pelayanan dari setiap jenis pelayanan.
4. Biaya/tarif,
Biaya yaitu ongkos yang dikenakan kepada penerima layanan dalam mengurus dan atau memeroleh pelayanan dari penyelenggara yang besarannya sudah ditetapkan;
5. Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan
Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan yaitu hasil pelayanan yang diberikan dan diterima sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
6. Kompetensi Pelaksana
Perilaku pelaksana pelayanan, yaitu kemampuan yang harus dimiliki oleh pelaksana meliputi pengetahuan, keahlian, ketrampilan dan pengalaman;
7. Perilaku Pelaksana
Perilaku Pelaksana yaitu sikap petugas dalam memberikan/menyelesaikan pelayanan kepada masyarakat
8. Penanganan Pengaduan, Saran dan Masukan
Penanganan pengaduan, saran dan masukan yaitu tata cara pelaksanaan penanganan pengaduan dan tindak lanjut.
9. Sarana dan prasarana
Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan. Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses. Sarana digunakan untuk benda yang bergerak sedangkan prasarana untuk benda yang tidak bergerak.
LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA 12
Selain melakukan survey kepuasan masyarakat juga dilakukan survey persepsi korupsi dengan tujuan mengetahui tingkat persepsi publik terhadap pelayanan yang terindikasi tindak korupsi. Menurut perspektif hukum, definisi korupsi secara gamblang telah dijelaskan dalam 13 buah Pasal dalam UU No. 31 Tahun 1999 jo.UU No. 20 Tahun 2001. Berdasarkan pasal-pasal tersebut, korupsi dirumuskan kedalam tiga puluh bentuk/jenis tindak pidana korupsi yang dapat dikelompokkan; kerugian keuangan negara, suap- menyuap, penggelapan dalam jabatan, pemerasan, perbuatan curang, benturan kepentingan dalam pengadaan, gratifikasi. Pasal-pasal tersebut menerangkan secara terperinci mengenai perbuatan yang bisa dikenakan pidana penjara karena korupsi (KPK, 2006: 19-20).
Berikut ini unsur persepsi korupsi yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Manipulasi prosedur 2. Penyalahgunaan jabatan 3. Menjual pengaruh
4. Transparansi informasi 5. Transparansi biaya 6. Pungutan liar 7. Transaksi rahasia 8. Penyuapan
9. Gratifikasi 10. Percaloan
11. Perbuatan curang
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mencari dan melengkapi data primer adalah dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner diberikan dengan cara :
LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA 13
1. Memberikan kuesioner secara langsung (wawancara tatap muka) pada responden atau pengguna layanan di Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Surakarta.
2. Melakukan pengisian kuesioner secara mandiri oleh responden.
E. Populasi dan sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang menggunakan layanan di Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.
Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling.
Accidental sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2001: 60).
Menurut Margono (2004: 27) menyatakan bahwa dalam teknik ini pengambilan sampel tidak ditetapkan lebih dahulu. Peneliti langsung mengumpulkan data dari unit sampling yang ditemui di lokasi yang menjadi titik pengambilan sampel.
Disamping itu penentuan sampel dalam survei ini menggunakan teknik purposive sampling. Purposive sampling atau teknik pengambilan sampel di mana sampel dipilih berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu berdasarkan tujuan penelitian (Singarimbun & Effendi, 1991).
Roscoe dalam buku Research Methode For Business (1982) yang dikutip Sugiyono (2012) menyatakan bahwa ukuran sampel yang layak dalam sebuah penelitian adalah antara 30-500. Sedangkan berdasarkan tabel sampel Isaac dan Michael, apabila jumlah pengguna layanan BPPKAD pada setiap bulannya diperkirakan sekitar 2000 orang, maka sampel yang diambil dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 350 sampel dengan taraf kesalahan sebesar 5%.
F. Teknik Pengolahan Dan Analisis Data
LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA 14
Pengolahan data sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 14 tahun 2017 Tentang Pedoman Survey Kepuasan Masyarakat Penyelenggara Pelayanan Publik yaitu dengan menggunakan skala likert, yang dihitung dengan cara :
1. Penilaian tiap unsur dengan rentang 1-4. Dimana jawaban tidak baik diberi skor persepsi 1, kurang baik diberi skor persepsi 2, baik diberi skor persepsi 3, dan sangat baik diberi skor persepsi 4.
2. Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dihitung dengan menggunakan
“nilai rata-rata tertimbang” masing-masing unsur pelayanan. Dalam perhitungan indeks kepuasan masyarakat terhadap 9 unsur pelayanan yang dikaji, setiap unsur pelayanan memiliki penimbang yang sama yaitu 0,1 kecuali unsur berbeda yang menjadi ciri khas pelayanan BPPKAD yaitu ketepatan waktu pelayanan, informasi biaya pelayanan, kompetensi petugas, perilaku petugas, serta penanganan dan pengaduan.
3. Untuk memperoleh nilai Indeks Kepuasan Masyarakat Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Surakarta digunakan pendekatan nilai rata-rata tertimbang dengan rumus sebagai berikut:
Setelah mengetahui nilai rata-rata tertimbang setiap unsur maka dijumlahkan keseluruhannya untuk memperoleh nilai Indeks Kepuasan Masyarakat.
4. Untuk memudahkan interpretasi terhadap penilaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yaitu antara 25-100, maka hasil penilaian tersebut diatas dikonversikan dengan nilai dasar 25, dengan rumus sebagai berikut:
IKM penimbang = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑒𝑟𝑠𝑒𝑝𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑟 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑢𝑛𝑠𝑢𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔𝑡𝑒𝑟𝑖𝑠𝑖 x nilai
LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA 15
5. Data yang telah masuk, akan dianalisis secara manual maupun dengan menggunakan software SPSS. Pengolahan data akan menghasilkan output Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang diimplementasikan kualitas kinerjanya melalui table berikut.
Nilai Persepsi
Nilai Interval Nilai Interval Konversi
Mutu Pelayanan
Kinerja Unit Pelayanan
1 1,00 - 2,590 25- 64,99 D Tidak Baik
2 2,61 - 3,064 65,0 - 76,60 C Kurang Baik 3 3,0644 - 3,532 76,61 - 88,30 B Baik
4 3,533 - 4,00 88,31-100 A Sangat Baik
Tabel 2. Nilai IKM
Analisis data untuk menentukan indeks kepuasan menggunakan teknik statistik deskriptif. Data kepuasan diukur dengan menggunakan skala penilaian antara 1 – 4. Dimana nilai 1 merupakan skor kepuasan paling rendah dan nilai 4 merupakan skor kepuasan paling tinggi dan mencerminkan kualitas birokrasi yang baik dalam melayani.
Data kepuasan masyarakat disajikan dalam bentuk skoring / angka absolut agar diketahui peningkatan / penurunan indeks kepuasan masyarakat atas pelayanan yang diberikan di setiap tahunnya. Teknik analisis perhitungan Indeks Kepuasan Masyarakat pada kuesioner dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Pertama, menentukan bobot total dari masing-masing indikator yang digunakan dalam penelitian ini. Kedua, mencari bobot rata-rata setiap indikator. Survei kepuasan masyarakat menggunakan skala 1-4, artinya semakin mendekati nilai 4, maka kepuasan masyarakat semakin tinggi.
Skala indeks tiap unsur berkisar antara 1-4 yang kemudian dikonversikan ke angka 0-100.
Sedangkan untuk mengukur nilai indeks persepsi korupsi pelayanan BPPKAD dengan rumus yang sama tetapi untuk membaca nilai tersebut menggunakan tabel konversi berikut ini.
LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA 16 Tabel 3. Nilai IPK
Nilai Persepsi
Nilai Interval IPK
Nilai Interval Konversi
IPK
Mutu Pelayanan
Kinerja Unit Pelayanan
1 1,00-1,75 25-43,75 D tidak bersih dari korupsi
2 1,76-2,50 43,76-62,50 C kurang bersih
dari korupsi 3 2,51-3,25 62,51-81,25 B cukup bersih dari
korupsi
4 3,26-4,00 81,26-100 A bersih dari
korupsi
LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA 17
BAB III
BADAN PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH
A. Definisi Lokasi
Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPPKAD) merupakan perangkat daerah yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan urusan penunjang bidang pendapatan, pengelolaan keuangan dan asset daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. Lokasi kantor BPPKAD berada dalam kompleks kantor Balaikota Surakarta di Jalan Jendral Sudirman no 2, Kampung Baru Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta.
B. Tugas Pokok dan Fungsi
Penjabaran organisasi dan tugas pokok BPPKAD Kota Surakarta dituangkan dalam Peraturan Walikota (Perwali) Surakarta Nomor 27-C Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Surakarta.
Tugas dan fungsi pokok BPPKAD dalam perwali tersebut mempunyai tugas pokok menyelenggarakan urusan penunjang bidang pendapatan, pengelolaan keuangan dan asset daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut BPPKAD mempunyai fungsi yaitu :
1. Penyelenggaraan kesekretariatan badan
2. Penyusunan rencana program, pengendalian, evaluasi dan pelaporan
3. Penyelenggaraan pengelolaan pendapatan, yang meliputi pendaftaran dan pendataan wajib pajak, perhitungan, penetapan dan angsuran pajak, pembukuan penerimaan pajak serta
LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA 18
pendapatan lain, penagihan atas keterlambatan pajak, pendapatan lain dan restitusi.
4. Penyelenggaraan pengelolaan anggaran, perbendaharaan dan akuntansi
5. Penyelenggaraan pengelolaan barang milk daerah
6. Penyiapan penyusunan, perubahan dan perhitungan anggaran 7. Penyelenggaraan administrasi keuangan daerah
8. Penyelenggaraan sosialisasi 9. Pembinaan jabatan fungsional
C. Organisasi BPPKAD
Struktur organisasi BPPKAD berdasarkan perwali no 27 c tahun 2016 terdiri dari
1. Kepala BPPKAD 2. Sekretariat
3. Bidang Pendataan, Pendapatan dan Penetapan 4. Bidang Penagihan dan Keberatan
5. Bidang Anggaran
6. Bidang Perbendaharaan 7. Bidang Akuntansi
8. Bidang Aset
9. Kelompok Jabatan Fungsional
Untuk lebih jelas dalam rincian hierarkis struktur organisasi BPPKAD dijabarkan pada gambar dibawah ini
19 KEPALA BPPKAD
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
SEKRETARIAT
PERENCANAAN, EVALUASI DAN
PELAPORAN
SUB BAGIAN KEUANGAN
SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN BID. PENDAFTARAN,
PENDATAAN DAN PENETAPAN
BID.PENAGIHAN DAN KEBERATAN
BID.
ANGGARAN
BID.
PERBENDAHARAAN
BID.
AKUNTANSI BID. ASET
SUB.BID PENDAFTARAN DAN
PENDATAAN
SUB.BID PERHITUNGAN DAN
PENETAPAN
SUB.BID DOKUMENTASI DAN
PELAPORAN
SUB.BID PENAGIHAN
SUB.BID KEBERATAN
SUB.BID KEPATUHAN
SUB.BID PERENCANAAN
ANGGARAN
SUB.BID PELAKSANAA N ANGGARAN
SUB.BID PENGENDALIA
N ANGGARAN
SUB.BID PENGELOLAAN
KAS DAERAH
SUB.BID BELANJA LANGSUNG
SUB.BID BELANJA TIDAK LANGSUNG DAN PEMBIAYAAN
SUB.BID PENCATATAN DAN
PELAPORAN
SUB.BID PENGELOLAAN DAN PERTANGGUNGJAW
ABAN KEUANGAN
SUB.BID PEMBINAAN DAN
EVALUASI SUB.BID PENGELOLAAN
ASET TANAH DAN BANGUNAN
SUB.BID PENGELOLAAN ASET TANAH DAN
BANGUNAN SUB.BID PENATAUSAHAAN
BARANG MILIK DAERAH
Koordinator Pelayanan Pajak Daerah Kecamatan
Gambar 1
Bagan Struktur Organisasi BPPKAD
20 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
BAB IV
HASIL SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT
Survey yang dilakukan untuk mengetahui persepsi kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh BPPKAD Kota Surakarta dan juga melihat persepsi korupsi terhadap pelayanan yang telah diberikan. Data yang telah diambil di kantor BPPKAD Kota Surakarta adalah sebagai berikut.
3.1 PROFIL RESPONDEN
Responden dipilih dari anggota masyarakat yang secara langsung mengakses pelayanan di Kantor BPPKAD pusat maupun di kantor korwil yang berada di setiap kecamatan. Selain itu responden juga dipilih dari beberapa perangkat daerah yang mengurus dokumen keuangan dengan BPPKAD.
Kelompok responden yang berasal dari perangkat daerah terdiri dari 31 OPD, 45 Kelurahan, 13 Puskesmas, 23 SMP, dan 8 UPT. Uraian profil responden secara rinci akan dijelaskan berdasarkan usia responden, tingkat pendidikan, pekerjaan, alamat domisili responden, serta layanan yang digunakan. Uraian tersebut dijelaskan sebagai berikut.
3.1.1. Rentang Usia
Hasil survey kepuasan masyarakat yang telah dilakukan pada responden pengakses layanan di BPPKAD Kota Surakarta menunjukkan usia responden yaitu
1. responden dengan rentang usia 15-25 tahun sebesar 8%;
2. usia 26-35 tahun sebesar 24,1%;
3. usia 36-45 tahun sebesar 27%;
4. usia 46-55 tahun sebesar 22,7%;
5. usia 56-65 tahun sebesar 13,1%; dan 6. usia 66-80 sebesar 5,1%.
21 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
Uraian gambaran tentang prosentase jumlah responden berdasarkan rentang usia dapat dilihat pada grafik berikut ini:
Grafik 1. Rentang Usia Responden IKM
Grafik 1. Rentang Usia Responden 3.1.2. Tingkat Pendidikan
Berdasarkan latar belakang tingkat pendidikan responden, menunjukkan bahwa jumlah pengguna layanan dengan latar belakang pendidikan SD sebesar 5,2%, dengan latar belakang pendidikan SMP sebesar 4%, kemudian latar belakang pendidikan SMA menjadi jumlah terbesar dengan presentase sebesar 40,3%. Sisanya responden dengan latar belakang pendidikan Diploma dengan presentase 34,7% dan tingkat pendidikan S1/S2/S3 dengan presentase 15,3%. Secara lebih rinci uraian tersebut disajikan pada grafik berikut ini.
SD SMP SMA/SMK Diploma S1/S2/S3
5.20% 4.00%
40.30%
34.70%
15.30%
Tingkat Pendidikan
Pendidikan Terakhir
15 - 25 tahun 8%
26 - 35 tahun 24%
36 - 45 tahun 27%
46 - 55 tahun 23%
56 - 65 tahun 13%
5%
Rentang Usia
Grafik 2.
Latar Belakang Pendidikan
22 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
3.1.3. Pekerjaan responden
Berdasarkan jenis pekerjaan menunjukkan ada tujuh kelompok jenis pekerjaan responden yaitu PNS, swasta, wiraswasta, buruh, guru/dosen, pelajar/mahasiswa, dan ibu rumah tangga. Responden dengan pekerjaan sebagai PNS mendominasi dengan jumlah presentase sebesar 42.34%.
Kelompok responden dari PNS dengan rincian sejumlah 127 orang yang disurvey dari perangkat daerah. Kemudian responden lain bekerja di sektor swasta dengan jumlah 120 orang dan presentase sebesar 40%, bekerja sebagai wiraswasta dengan jumlah 25 orang dan presentase sebesar 8.31%, bekerja sebagai buruh dengan jumlah 19 orang dan presentase sebesar 6.34% dan sisanya sebesar 2% sebagai ibu rumah tangga dengan jumlah 6 orang, sebesar 0.67% bekerja sebagai guru dengan jumlah 2 dan terakhir sebesar 0.34% sebagai mahasiswa dengan jumlah 1 orang. Secara rinci uraian tersebut digambarkan pada grafik berikut ini.
Grafik 3 Jenis pekerjaan responden
40.00% 42.34%
6.34% 8.31%
0.34% 0.67% 2.00%
Jenis Pekerjaan
Jenis Pekerjaan
23 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
3.1.4. Alamat Domisili Responden
Berdasarkan alamat domisili responden yang mengakses layanan BPPKAD Kota Surakarta adalah sebesar 28% yang berdomisili di Kecamatan Banjarsari, kemudian berdomisili di Kecamatan Jebres dengan presentase sebesar 14.70%. Berikutnya berdomisili di wilayah Kecamatan Serengan dengan presentase sebesar 11%, di Kecamatan Laweyan dengan presentase sebesar 10% dan berdomisili di Kecamatan Pasar Kliwon dengan presentase sebesar 6.30%. Sedangkan yang berdomisili dari wilayah luar Kota Surakarta dengan presentase 16,30%. Dan responden yang tidak menjawab sebesar 13.70% Uraian tersebut secara rinci digambarkan pada grafik berikut ini.
Grafik 4 Alamat Domisili responden
Berdasarkan grafik tersebut dapat dilihat bahwa alamat domisili responden dari luar solo cukup besar dengan presentase sebesar 16.3%.
Jumlah presentase ini dengan total 49 orang yang terdiri dari 21 orang responden dari kelompok masyarakat dan 28 orang dari kelompok perangkat daerah.
3.1.5. Layanan yang digunakan
Berdasarkan data yang sudah terkumpul menunjukkan jenis layanan di BPPKAD yang digunakan oleh kelompok masyarakat terdiri atas layanan
0.00%
5.00%
10.00%
15.00%
20.00%
25.00%
30.00%
Domisili Responden
Asal Responden
24 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
PBB dengan presentase sebesar 63,3%. Kemudian layanan pajak reklame dengan presentase sebesar 11,1%, layanan BPHTB sebesar 10%, layanan pembetulan, pembatalan, penghapusan dan pengurangan sanksi administratif sebesar 2%, layanan pajak hotel dan pajak air tanah masing- masing sebesar 1,7%, layanan pajak restoran dan pajak parkir masing- masing sebesar 1,1%. Dan terakhir layanan untuk pengurusan pengurangan pajak daerah dan keringanan pajak daerah masing-masing dengan presentase sebesar 0,6%. Uraian tentang layanan yang diakses oleh responden digambarkan pada tabel dibawah ini.
Tabel 4 Jenis layanan yang dipergunakan responden kelompok masyarakat
Jenis layanan Persentase
PBB 63,3%
Pajak hotel 1,7%
Pajak restoran 1,1%
Pajak parkir 1,1%
Pajak air tanah 1,7%
BPHTB 10%
Pajak reklame 11,1%
Pengurangan pajak daerah 0,6%
Keringanan pajak daerah 0,6%
Pembetulan, pembatalan, penghapusan dan pengurangan sanksi administratif
2,2
Layanan lainnya 6,7%
Total 100,0%
Sementara itu, untuk layanan yang diakses pada responden dari kelompok Perangkat Daerah menunjukkan layanan yang paling banyak digunakan adalah layanan pada bidang anggaran dengan presentase sebesar 56,7%, selanjutnya layanan pada bidang perbendaharaan sebesar
25 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
17%, bidang akuntansi sebesar 16,3% dan bidang aset sebesar 9,9%.
Uraian tersebut digambarkan pada tabel dibawah ini.
Tabel 5 Jenis layanan responden kelompok Perangkat Daerah Jenis layanan Persentase
Bidang Anggaran 56,7%
Bidang Perbendaharaan 17%
Bidang Akuntansi 16,3%
Bidang Aset 9,9%
Total 100,0%
3.2 NILAI KEPUASAN MASYARAKAT SETIAP INDIKATOR
Selanjutnya akan diuraikan nilai indeks kepuasan masyarakat dan persepsi korupsi Badan Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset Daerah yang akan dijelaskan setiap indikator sebagai berikut.
3.2.1. Indikator Kesesuaian Persyaratan Pelayanan
Berdasarkan hasil survey, BPPKAD memperoleh nilai indeks 3,65 dari skala 1-4. Kemudian bila dikonversikan pada skala 1-100 mendapatkan nilai 91,25. Nilai indeks ini dapat diartikan bahwa kinerja BPKKAD Kota Surakarta baik dalam kesesuaian persyaratan pelayanan.
Bagan 1. Nilai indikator Kesesuaian Persyaratan Pelayanan
3.2.2 Indikator Kemudahan Prosedur Pelayanan
91,25
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai Indeks
Kesesuaian Persyaratan Layanan
Kesesuaian Persyaratan Layanan
26 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
Berdasarkan hasil survey, BPPKAD memperoleh nilai 3,56 dari skala 1-4. Kemudian bila dikonversikan pada skala 1-100 mendapatkan nilai 89. Nilai indeks ini dapat diartikan bahwa kinerja BPKKAD Kota Surakarta baik dalam indikator kemudahan prosedur pelayanan.
Bagan 2 Nilai indikator Kemudahan Prosedur Pelayanan
3.2.3. Indikator Ketepatan Waktu Pelayanan
Berdasarkan hasil survey, BPPKAD memperoleh nilai 3,58 dari skala 1-4. Kemudian bila dikonversikan pada skala 1-100 mendapatkan nilai 89,5. Indeks dapat diartikan bahwa kinerja BPPKAD Kota Surakarta baik dalam Ketepatan Waktu Pelayanan.
Bagan 3 Nilai indikator Ketepatan Waktu
3.2.4. Indikator Informasi Biaya Pelayanan
89
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai Indeks
Kemudahan Prosedur Layanan
Kemudahan Prosedur Layanan
89,5
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai Indeks
Ketepatan Waktu
Ketepatan Waktu Pelayanan
27 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
Berdasarkan hasil survey, BPPKAD memperoleh nilai 3,57 dari skala 1-4. Kemudian bila dikonversikan pada skala 1-100 mendapatkan nilai 89,25. Nilai indeks ini dapat diartikan bahwa kinerja BPPKAD Kota Surakarta baik dalam pemberian Informasi Biaya Pelayanan.
Bagan 4 Nilai indikator Informasi Biaya Pelayanan
3.2.5. Indikator Kesesuaian Produk Pelayanan
Berdasarkan hasil survey, BPPKAD memperoleh nilai 3,59 dari skala 1-4. Kemudian bila dikonversikan pada skala 1-100 mendapatkan nilai 89,75. Nilai indeks ini dapat diartikan bahwa kinerja BPPKAD Kota Surakarta baik terkaitdalam Kesesuaian Produk Pelayanan.
Bagan 5 Nilai indikator Kesesuaian Produk Layanan
3.2.6. Indikator Kompetensi Petugas dalam Pelayanan
89.75
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai Indeks
Kesesuaian Produk Layanan
Kesesuaian Produk Pelayanan
89.25
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai Indeks
Informasi Biaya Pelayanan
Informasi Biaya Pelayanan
28 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
Berdasarkan hasil survey, BPPKAD memperoleh nilai 3,58 dari skala 1-4. Kemudian dikonversikan pada skala 1-100 mendapatkan nilai 89,5. Nilai indeks ini dapat diartikan bahwa kinerja BPPKAD Kota Surakarta baik dalam indikator kompetensi petugas.
Bagan 6 Nilai indikator kompetensi Petugas
3.2.7. Indikator Perilaku Petugas dalam Pelayanan
Berdasarkan hasil survey, BPPKAD memperoleh nilai 3,59 dari skala 1-4. Kemudian dikonversikan pada skala 1-100 mendapatkan nilai 89,75. Nilai indeks ini dapat diartikan bahwa kinerja BPPKAD Kota Surakarta baik dalam indikator perilaku petugas.
Bagan 7 Nilai pada indikator Perilaku Petugas dalam Pelayanan
3.2.8. Indikator Kualitas Sarana dan Prasarana
89,75
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai Indeks
Perilaku Petugas
Perilaku Petugas 89.5
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai Indeks
Kompetensi petugas
Kompetensi petugas dalam pelayanan
29 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
Berdasarkan hasil survey, BPPKAD memperoleh nilai 3,64 dari skala 1-4. Kemudian dikonversikan pada skala 1-100 mendapatkan nilai 91. Nilai indeks ini dapat diartikan bahwa kinerja BPPKAD Kota Surakarta baik dalam Kualitas Sarana dan Prasarana.
Bagan 8 Nilai pada indikator Kualitas Sarana dan Prasarana
3.2.9. Indikator Layanan Penanganan Pengaduan
Berdasarkan hasil survey, BPPKAD memperoleh nilai 3,85 dari skala 1-4. Kemudian dikonversikan pada skala 1-100 mendapatkan nilai 96,25. Nilai indeks ini dapat diartikan bahwa kinerja BPPKAD Kota Surakarta sangat baik dalam Layanan Penanganan Pengaduan.
Bagan 9 Nilai pada indikator Layanan Penanganan Pengaduan
96.25
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai Indeks
Penanganan Pengaduan
Penanganan Pengaduan 91
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai Indeks
Kualitas Sarana Prasarana
Kualitas Sarana Prasarana
30 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
3.3 NILAI INDEKS PERSEPSI KORUPSI BPPKAD SETIAP INDIKATOR Berikut ini akan disajikan nilai persepsi korupsi masing-masing indikator hasil dari survey yang telah dilakukan, terdiri dari 11 indikator sebagai berikut.
3.4.1. Indikator Manipulasi Peraturan
Berdasarkan hasil survey, BPPKAD memperoleh nilai 3,96 dari skala 1-4. Kemudian dikonversikan pada skala 1-100 mendapatkan nilai 99. Nilai indeks ini dapat diartikan bahwa kinerja BPPKAD Kota Surakarta bersih dari tindakan manipulasi peraturan.
Bagan 10. Nilai pada indikator manipulasi peraturan
3.4.2. Indikator Menjual Pengaruh
Berdasarkan hasil survey, BPPKAD memperoleh nilai 4 Dari skala 1-4.
Kemudian dikonversikan pada skala 1-100 mendapatkan nilai 100.
Nilai indeks ini dapat diartikan bahwa kinerja BPPKAD Kota Surakarta bersih dari tindakan menjual pengaruh.
Bagan 12 Indeks pada menjual pengaruh
99
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai Indeks
Manipulasi Peraturan
Manipulasi Peraturan
100
20 30 40 50 60 70 80 90 100
Menjual Pengaruh
Menjual Pengaruh
31 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
3.4.3. Indikator Penyalahgunaan Jabatan
Berdasarkan hasil survey, BPPKAD memperoleh nilai 3,97 dari skala 1-4. Kemudian dikonversikan pada skala 1-100 mendapatkan nilai 99,25. Nilai indeks ini dapat diartikan bahwa kinerja BPPKAD Kota Surakarta bersih dari tindakan penyalahgunaan jabatan.
Bagan 13. Nilai pada indikator penyalahgunaan jabatan
3.4.4. Indikator Transparansi Biaya
99.25
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai Indeks
Penyalahgunaan Jabatan
Penyalahgunaan Jabatan
32 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
Berdasarkan hasil survey, BPPKAD memperoleh nilai 3,54 dari skala 1-4. Kemudian dikonversikan pada skala 1-100 mendapatkan nilai 88,5. Nilai indeks ini dapat diartikan bahwa kinerja BPPKAD Kota Surakarta bersih dalam Transparansi Biaya.
Bagan 14 Nilai pada indikator transparansi biaya
3.4.5. Indikator Transaksi Rahasia
Berdasarkan hasil survey, BPPKAD memperoleh nilai 3,98 dari skala 1-4. Kemudian dikonversikan pada skala 1-100 mendapatkan nilai 99,5. Nilai indeks ini dapat diartikan bahwa kinerja BPPKAD Kota Surakarta bersih dari tindakan transaksi rahasia.
Bagan 15 Indeks pada indikator transaksi rahasia
3.4.6. Indikator Pungutan Liar
88.5
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai Indeks
Transparansi Biaya
Transparansi Biaya
99.5
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai Indeks
Transaksi Rahasia
Transaksi Rahasia
33 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
Berdasarkan hasil survey, BPPKAD memperoleh nilai 3,98 dari skala 1-4. Kemudian dikonversikan pada skala 1-100 mendapatkan nilai 99,5. Nilai indeks ini dapat diartikan bahwa kinerja BPPKAD Kota Surakarta bersih dari tindakan pungutan liar.
Bagan 16 Nilai pada indikator pungutan liar
3.4.7. Indikator Transparansi Pembayaran
Berdasarkan hasil survey, BPPKAD memperoleh nilai 4 dari skala 1- 4. Kemudian dikonversikan pada skala 1-100 mendapatkan nilai 100.
Nilai indeks ini dapat diartikan bahwa kinerja BPPKAD Kota Surakarta bersih dari tindakan transparansi pembayaran.
Bagan 17 Indeks pada indikator transparansi pembayaran
3.4.8. Indikator Penyuapan
99.5
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai Indeks
Pungutan Liar
Pungutan Liar
100
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai Indeks
Transparansi Pembayaran
Transparansi Pembayaran
34 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
Berdasarkan hasil survey, BPPKAD memperoleh nilai 4 dari skala 1- 4. Kemudian dikonversikan pada skala 1-100 mendapatkan nilai 100.
Nilai indeks ini dapat diartikan bahwa kinerja BPPKAD Kota Surakarta bersih dari tindakan penyuapan.
Bagan 18 Nilai pada Indikator Penyuapan
3.4.9. Indikator Gratifikasi
Berdasarkan hasil survey, BPPKAD memperoleh nilai 3.99 dari skala 1-4. Kemudian dikonversikan pada skala 1-100 mendapatkan nilai 99,75. Nlai indeks ini dapat diartikan bahwa kinerja BPPKAD Kota Surakarta bersih dari tindakan gratifikasi.
Bagan 19 Indeks pada indikator gratifikasi
3.4.10. Indikator Percaloan
100
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai Indeks
Penyuapan
Penyuapan
99.75
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai Indeks
Gratifikasi
Gratifikasi
35 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
Berdasarkan hasil survey, BPPKAD memperoleh nilai 3,94 dari skala 1-4. Kemudian dikonversikan pada skala 1-100 mendapatkan nilai 98,5. Nilai indeks ini dapat diartikan bahwa kinerja BPPKAD Kota Surakarta bersih dalam tindakan percaloan.
Bagan 20 Nilai pada indikator Percaloan
3.4.11. Indikator Perbuatan Curang
Berdasarkan hasil survey, BPPKAD memperoleh nilai 4 dari skala 1- 4. Kemudian dikonversikan pada skala 1-100 mendapatkan nilai 100. Nilai indeks ini dapat diartikan bahwa kinerja BPPKAD Kota Surakarta bersih dari perbuatan curang.
Bagan 21 Nilai pada indikator perbuatan curang
98,5
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai Indeks
Percaloan
Percaloan
100
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai Indeks
Perbuatan Curang
Perbuatan Curang
36 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
3.4 NILAI INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT DAN INDEKS PERSEPSI KORUPSI BPPKAD KOTA SURAKARTA
3.5.1 Nilai IKM BPPKAD
Berdasarkan pengolahan data dari 9 nilai indikator maka diperoleh nilai Indeks Kepuasan Masyarakat BPPKAD Kota Surakarta sebesar 3,625. Kemudian dikonversikan dengan nilai dasar 25 maka diperoleh nilai SKM yaitu 90,625 pada skala 1-100.
Bagan 22. Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat BPPKAD Kota Surakarta
Nilai indeks kepuasan masyarakat tersebut jika diaplikasikan dalam tabel persepsi di bawah ini, maka skor indeks tersebut masuk pada persepsi kinerja unit pelayanan SANGAT BAIK (A).
Tabel 6 Persepsi Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat Nilai
Kepuasan Nilai Interval
IKM Nilai Interval Konversi
IKM
Mutu
Pelayanan Kinerja Unit Pelayanan
1 1,00 - 2,5996 25,00 - 64,99 D Tidak Baik
2 2,60 - 3,064 65,00 - 76,60 C Kurang Baik
3 3,0644 – 3,532 76,61 - 88,30 B Baik
4 3,5324 - 4,00 88,31 - 100,00 A Sangat Baik 90,625
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai Indeks
Nilai IKM BPPKAD
Nilai IKM BPPKAD
37 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
3.5.2 Nilai IPK BPPKAD
Berdasarkan pengolahan data dari 11 nilai indikator maka diperoleh nilai Indeks Persepsi Korupsi BPPKAD Kota Surakarta sebesar 3,95.
Kemudian dikonversikan dengan nilai dasar 25 maka diperoleh nilai 98,75 pada skala 1-100.
Bagan 23 Nilai Indeks Persepsi Korupsi BPPKAD Kota Surakarta
Nilai indeks tersebut jika diaplikasikan dalam tabel persepsi di bawah ini, maka skor indeks tersebut masuk pada persepsi kinerja unit pelayanan BERSIH DARI KORUPSI.
Tabel 7 Indeks Persepsi Korupsi BPPKAD Kota Surakarta
98.75
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai Indeks
Nilai IPK BPPKAD
IPK BPPKAD
38 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
3.5 Masukan Dari Masyarakat Terhadap Pelayanan BPPKAD
Selain memberikan luaran nilai Indeks Kepuasan Masyarakat dan Persepsi Korupsi, survei yang dilakukan ini juga menjaring masukan dari responden berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan pelayanan dan meminimalisir celah Korupsi dalam pelayanan di BPPKAD Kota Surakarta. Berikut ini beberapa masukan dari masyarakat antara lain :
1. Mempercepat proses verifikasi dokumen;
2. Meningkatkan keramahan petugas dalam melayani;
3. Mempertahankan pelayanan yang sudah baik;
4. Menggabungkan tempat pengurusan pajak reklame dan retribusi tanah dalam satu tempat;
5. Mempercepat pelayanan dokumen tidak lebih dari 3 hari seperti validasi BPHTB;
6. Meningkatkan sosialisasi peraturan dan prosedur pengurusan;
7. Memberikan informasi pajak yang tertunggak pada tahun sebelumnya;
3.6 Masukan dari Perangkat Daerah Kota Surakarta Terhadap Pelayanan BPPKAD
1. Peningkatan perbaikan website SIMDA Keuangan;
2. Pembukaan fasilitas pusat aduan SIPERON;
3. Peningkatan keramahan petugas dalam melayani;
4. Peningkatan ketelitian petugas di bidang perbendaharaan;
5. Keberadaan petugas di bidang perbendaharaan harap diperhatikan karena beberapa kali ruangan kosong ketika ada permintaan layanan;
6. Penanganan gangguan teknis website agar lebih ditingkatkan.
39 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
1. Berdasarkan dari hasil survey kepuasan masyarakat terhadap pelayanan BPPKAD Kota Surakarta diperoleh nilai indeks kepuasan Masyarakat sebesar 90,625 atau masuk pada katergori SANGAT BAIK.
Indeks kepuasan masyarakat tersebut merupakan perhitungan dari nilai 9 indikator yang masing-masing memiliki indeks sebagai berikut:
a) Indikator Kesesuaian Persyaratan Pelayanan, mendapatkan nilai 3,65
b) Indikator Kemudahan Prosedur Pelayanan, mendapatkan nilai 3,56
c) Indikator Ketepatan Waktu Pelayanan, mendapatkan nilai 3,58 d) Indikator Informasi Biaya Pelayanan, mendapatkan nilai 3,57 e) Indikator Kesesuaian Produk Pelayanan, mendapat nilai 3,59 f) Indikator Kompetensi Petugas, mendapatkan nilai 3,58 g) Indikator Perilaku Petugas, mendapatkan nilai 3,59
h) Indikator Kualitas Sarana dan Prasarana, mendapatkan nilai 3,64 i) Indikator Penanganan dan Pengaduan, mendapatkan nilai 3,85 Dari akumulasi keseluruhan hasil tersebut menunjukkan nilai tertinggi yaitu indikator penanganan pengaduan dengan nilai 3,85 atau masuk dalam kategori sangat baik. Sedangkan indikator dengan nilai terendah adalah kemudahan prosedur layanan dengan nilai 3,56.
2. Dari hasil survey persepsi korupsi yang telah dilakukan terhadap pelayanan BPPKAD Kota Surakarta diperoleh nilai indeks persepsi korupsi 98,75 atau masuk pada kategori BERSIH DARI KORUPSI.
40 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
Indeks persepsi tersebut merupakan perhitungan dari nilai 11 indikator yang masing-masing memiliki nilai sebagai berikut:
a) Indikator Manipulasi Peraturan, mendapatkan nilai 3,96.
b) Indikator Menjual Pengaruh, mendapatkan nilai 4.
c) Indikator Penyalahgunaan Jabatan, mendapatkan nilai 3,97.
d) Indikator Transparansi Biaya, mendapatkan nilai 3,54.
e) Indikator Transaksi Rahasia, mendapatkan nilai 3,98.
f) Indikator Pungutan Liar, mendapatkan nilai 3,98.
g) Indikator Transparansi Pembayaran, mendapatkan nilai 4.
h) Indikator Penyuapan, mendapatkan nilai 4.
i) Indikator Gratifikasi, mendapatkan nilai 3,99.
j) Indikator Percaloan, mendapat indeks 3,99.
k) Indikator Perbuatan Curang, mendapatkan nilai 4.
Dari akumulasi keseluruhan hasil tersebut menunjukkan nilai tertinggi yaitu indikator menjual pengaruh, indikator transparansi pembayaran, indikator penyuapan, dan indikator perbuatan curang dengan nilai masing-masing 4 atau masuk dalam kategori bersih dari korupsi.
Sedangkan indikator dengan nilai terendah adalah transparansi biaya dengan nilai 3,54.
5.2 Rekomendasi
Berdasarkan hasil nilai indeks kepuasan masyarakat dan indeks persepsi korupsi dari survey yang telah dilakukan dapat diambil beberapa rekomendasi kepada BPPKAD Kota Surakarta antara lain sebagai berikut :
1. BPPKAD perlu segera melakukan koordinasi dengan seluruh jajaran untuk merencanakan kegiatan tindak lanjut perbaikan dan respon atas hasil survey kepuasan yang telah dilakukan terutama menyikapi masukan-masukan dari masyarakat.
2. BPPKAD Kota Surakarta perlu mempertahankan dan menjaga komitmen terkait penyelenggaraan pelayanan yang sudah
41 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
mendapatkan nilai diatas rata-rata dan dianggap sudah memuaskan bagi masyarakat. Indikator ini seperti kompetensi petugas, perilaku petugas dan penanganan pengaduan.
3. BPPKAD Kota Surakarta perlu untuk meningkatkan upaya pelayanan pada indikator kepuasan masyarakat yang mendapat nilai paling rendah, yaitu kemudahan prosedur.
4. BPPKAD Kota Surakarta perlu untuk meningkatkan sosialisasi terkait peraturan dan prosedur pengurusan.
5. BPPKAD Kota Surakarta perlu meningkatkan pelayanan kepada pengguna layanan dari kelompok perangkat daerah terkait dengan SIMDA. Misalnya dalam hal penginputan data tidak perlu menggunakan cara manual.
6. BPPKAD Kota Surakarta perlu untuk membuka pusat aduan SIPERON.
42 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
DAFTAR PUSTAKA
Margono,S . 2004. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Masri Singarimbun dan Sofian Effendi (Ed.). 1992. Metode Penelitian Survai.
LP3ES, Jakarta. Singarimbun, M. dan Effendi, S. (eds.). 1989. Metode Penelitian Survei. LP3ES. Jakarta
Pasal 1, Nomor 5 dari UU No.5/2009 Pasal 1, Nomor 6 dari UU No.5/2009 Pasal 1, Nomor 7 dari UU No.5/2009
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 14 tahun 2017
Sugiyono, 2001. Metode Penelitian, Bandung: CV Alfa Beta.
Sugiyono. 2003. Metode Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Syamsuddin dan Damayanti. (2011). Metode Penelitian Pendidikan Bahasa.
Bandung: Remaja Rosdakarya
43 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
LAMPIRAN
I. Kuesioner Survey Kepuasan Masyarakat kepada OPD di Kota Surakarta SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT
Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Surakarta
2020
Pengantar dari Tim Survei Assalamu’alaikum, Wr. Wb.
Selamat pagi/siang/sore. Kami adalah tim survei yang ditugasi oleh Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Surakarta untuk melakukan survei Kepuasan Masyarakat.
Survei ini menanyakan pendapat/ persepsi masyarakat atau pelanggan BPPKAD Surakarta mengenai pengalaman yang dirasakan/ kepuasan pelanggan berkaitan pelayanan di BPPKAD Kota Surakarta
Untuk kepentingan tersebut kami menyampaikan kuesioner kepada Bapak/Ibu/Saudara sebagai pelanggan pelayanan BPPKAD Kota Surakarta.
Bapak/Ibu/Saudara merupakan responden terpilih, kami mohon kesediaan Bapak/Ibu/Saudara meluangkan waktu untuk menjawab beberapa pertanyaan kami.
Tidak ada jawaban yang benar atau salah sehingga apapun jawaban yang dipilih tidak akan mempengaruhi pelayanan terhadap Bapak/Ibu/Saudara.
Atas kesediaan Bapak/Ibu/Saudara kami mengucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Tim Survei
44 LAPORAN AKHIR SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT – BPPKAD KOTA SURAKARTA
I. Layanan apa yang Anda minta di kantor Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Surakarta
1. Perencanaan/ perubahan anggaran pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah, DPA/ DPA Perubahan
2. Sosialisasi dan infomasi bidang Anggaran 3. Uang Persediaan untuk Perangkat Daerah
4. Pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran APBD oleh Bank yang ditunjuk
5. Pengajuan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM) serta dokumen pendukungnya
6. Melaksanakan pembayaran berdasarkan permintaan pejabat pengguna anggaran/ kuasa pengguna anggaran atas beban rekening kas umum daerah
7. Laporan realisasi semester pertama dan pronogsis enam bulan berikutnya bersama bidang anggaran
8. Sosialisasi dan pembinaan bidang akuntansi
9. Perumusan laporan realisasi APBD secara berkala baik bulanan, triwulanan, dan semester
10. Penyusunan Laporan Perubahan Ekuitas/ Laporan Arus Kas/ Laporan Neraca/ Catatan atas Laporan Keuangan
11. Perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian,
pemindahtanganan, pemusnahan, penghapusan, penatausahaan, pengawasan dan pengendalian.
12. Lainnya (sebutkan pada uraian dibawah ini)
………
IDENTITAS RESPONDEN Nama Responden : Instansi
Usia :
Jenis Kelamin : Pendidikan terakhir : Pekerjaan/ Jabatan :