• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

7

BAB III

PELAKSANAAN KERJA MAGANG

Kedudukan dan Koordinasi

Penulis bekerja sebagai fotografer di Agres.id Jogjatronik, Penulis mengerjakan beberapa bagian dari projek yang diawasi langsung oleh Marketing Director sekaligus pembimbing lapangan yaitu Cacik Gunarti. Berikut uraian lebih dalam:

1. Kedudukan

Dalam proses pembuatan konten promosi, Penulis bekerja sama dengan salah satu desainer grafis bernama Dwi, yang bekerja di Agres.id JogjtronIk dibawah pengawasan langsung oleh Marketing Director yaitu Cacik Gunarti. Penulis sebagai anak magang di Agres.id Jogjatronik bertugas untuk melakukan pemotretan dan editing untuk konten promosi. Mas Dwi bertugas membuat konten promosi secara desain grafis dan melakukan briefing langsung dengan Marketing Director.

Gambar 3.1 Bagan Struktur Kedudukan Penulis sebagai Creative Photo Intern

(2)

8 2. Koordinasi

Dalam pelasaksaan magang ini, untuk koordinasi Penulis mendapatkan secara langsung oleh pembimbing lapangan. Pemberian pekerjaan ini dilakukan secara mingguan dan harian. Untuk pekerjaan mingguan lebih kearah untuk projek besar seperti livestream.

Proses asistensi dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Untuk proses asistensi untuk foto, Penulis mengirimkan hasil sebelum dan sesudah editing foto ke pembimbing lapangan, jika beliau ada yang merasa kurang langsung segera diberitahu dan diperbaiki pada hari itu juga. Kemudian untuk asistensi livestream, langsung di cek untuk penempatan lampu videonya sesuai dengan kebutuhan untuk livestream. Hasil dari pekerjaan Penulis seperti foto produk, foto dokumentasi dan video livestream dikirimkan langsung ke link google drive pada hari yang sama. Kemudian diteruskan secara langsung kepada vendor yang bekerjasama oleh Marketing Director.

Gambar 3.2 Bagan Struktur Koordinasi Penulis sebagai Creative Photo Intern

(3)

9 Tugas yang Dilakukan

Berikut adalah beberapa proyek yang telah diselesaikan oleh Penulis saat melaksanakan program magang di Agres.id Jogjatronik.

Tabel 3.1 Detail Pekerjaan yang Dilakukan Selama Magang No. Minggu Proyek Keterangan

1 1  Pembuatan Konten Agres x Koping

 Mendapatkan brief materi foto

 Melakukan pemotretan asset konten Agres x Koping

 Melakukan editing foto dengan digital imaging

2 2  Pembuatan Konten Agres

 Persiapan

Livestream Agres

 Mendapatkan brief materi foto

 Melakukan pemotretan foto produk Agres

 Mempelajari perangkat lunak untuk livestream menggunakan OBS Studio dan Yellowduck

 Menempatkan posisi lighting video untuk livestream

 Mendokumentasikan livestream berupa foto

3 3  Livestream Agres x Sades 13 April

 Livestream Agres 16 April

 Mempelajari perangkat lunak untuk livestream menggunakan OBS Studio dan Yellowduck

 Menempatkan posisi lighting video untuk livestream

 Mendokumentasikan livestream berupa foto

 Melakukan brainstorming evaluasi untuk livestream sebelumnya

(4)

10 No Minggu Proyek Keterangan

4 4  Livestream Agres 20 April

 Livestream Agres x Lenovo 23 April

 Mempelajari perangkat lunak untuk livestream menggunakan OBS Studio dan Yellowduck

 Menempatkan posisi lighting video untuk livestream

 Mendokumentasikan livestream berupa foto

 Melakukan brainstorming evaluasi untuk livestream sebelumnya

5 5  Livestream Agres x McAfee 27 April

 Livestream Agres x Intel 30 April

 Mempelajari perangkat lunak Sony Imaging Edge

 Menempatkan posisi lighting video untuk livestream

 Mendokumentasikan livestream berupa foto dan video secara live

 Melakukan brainstorming evaluasi untuk livestream sebelumnya

6 6  Livestream Agres x Lenovo 4 Mei

 Livestream Agres 7 Mei

 Mempelajari perangkat lunak Sony Imaging Edge

 Menempatkan posisi lighting video untuk livestream

 Mendokumentasikan livestream berupa foto dan video secara live

Uraian Pelaksanaan Kerja Magang

Pada proses magang berlangsung, Penulis melakukan pekerjaan yang telah diintruksikan oleh pembimbing lapangan. Penulis melakukan beberapa proyek yang telah diintruksikan. Beberapa proyek yang Penulis dapatkan dari pembimbing lapangan yaitu pembuatan asset untuk konten Agres.id x Koping. Konten ini

(5)

11 merupakan kerjasama Agres.id Jogjatronik dengan Koping Creative Space dengan membagikan produk Koping Creative Space yaitu Feenut kepada konsumen yang membeli produk di Agres.id Jogjatronik. Kemudian proyek livestream. Proyek livestream ini membuat program yang bertujuan untuk berinteraksi secara langsung dengan menggunakan platform seperti media sosial. Pekerjaan yang penulis lakukan untuk program livestream ini yaitu mempelajari perangkat lunak yang digunakan livestream, memposisikan lampu video untuk pencahayaan livestream, mendokumentasikan livestream berupa foto dan video.

3.3.1. Proses Pelaksanaan

Pada proses pembuatan proyek berlangung, Penulis mengikuti arahan pada brief yang telah diberikan oleh pembimbing lapangan. Mulai dari foto – foto yang akan digunakan untuk asset dan dokumentasi hingga penempatan lampu yang digunakan untuk livestreaming. Berikut penjelasan detail mengenai beberapa proyek yang dikerjakan oleh Penulis pada saat program magang berlangsung:

3.3.1.1. Perancangan Konten Agres.id Jojatronik x Koping

Proyek ini adalah proyek kerjasama antara Agres.id Jogjatronik dengan Koping Creative Space. Pada proyek ini, Penulis diberikan tugas oleh pembimbing lapangan untuk membuat asset visual berupa foto background dari Koping Creative Space dan produknya yaitu Feenut.

Feenut diambil dari kata coffee dan donut yang kemudian digabungkan menjadi feenut.

Awalnya Penulis memfoto terlebih dahulu beberapa angle dari ruangan yang tersedia Koping Creative Space. Foto ruangan ini akan digunakan untuk background dari produk feenut tersebut. Untuk memotret ruangan Koping Creative Space, Penulis menggunakan kamera Nikon Z 6 yang dilengkapi dengan lensa yang Penulis pilih yaitu Nikkor 14-24mm f2.8. Penulis memilih menggunakan lensa ini dikarenakan lensa ini mempunyai sudut pandang yang sangat luas dan memiliki aperture yang tergolong rendah.

(6)

12 Setelah proses pemotretan ruangan selesai. Ruangan Koping Creative Space yang telah diambil fotonya, kemudian melalui proses pensortiran yang kemudian diasistensikan kepada pembimbing lapangan.

Untuk proses pensortiran, Penulis melalukan terlebih dahulu sehingga foto yang akan melalui proses asistensi tidak terlalu banyak.

Gambar 3.3 Beberapa foto yang telah disortir

Proses asistensi disini dibutuhkan untuk pembimbing lapangan selaku Marketing Director untuk memilih angle terbaik yang akan digunakan untuk konten visual. Dari beberapa pilihan dari pembimbing lapangan maka dilanjutkan ke proses editing yang Penulis lakukan dengan menggunakan perangkat lunak Adobe Lightroom untuk menormalkan foto secara keselurahan yang kemudian melalui proses coloring di Adobe Photoshop agar hasil lebih maksimal. Hasil dari foto yang telah melewati tahap coloring dikirimkan ke pembimbing lapangan untuk dilakukan asistensi.

(7)

13 Gambar 3.4 Hasil foto final ruangan Koping Creative Space

Penulis melanjutkan proses ke pemotretan produk Feenut. Untuk brief pemotretan produk ini, Marketing director menginginkan kualitas yang tinggi untuk asset visual ini karena asset ini akan digunakan untuk jangka panjang. Karena dibutuhkan kualitas yang tinggi makan digunakanlah peralatan lampu studio. Untuk lampu studio yang Penulis gunakan yaitu dengan menggunakan 2 lampu studio. Lampu studio yang penulis gunakan menggunakan lampu Profoto B10 Plus dengan light modifier menggunakan softbox 3x2 dan lampu Profoto Compact 600 dengan tidak menggunakan light modifier. Penempatan lampu Profoto Compact 600 diletakkan dibelakang didepan background berwarna putih.

Lampu ini berfungsi sebagai background light. Sedangkan Profoto B10 Plus ditempatkan di samping objek Feenut yang bertujuan sebagai main light. Objek Feenut ini diletakkan di atas meja. Kamera yang penulis gunakan untuk pemotretan ini menggunakan Nikon Z 6 dilengkapi dengan lensa Sigma Art 105mm f1.4. Penulis memilih menggunakan lensa ini karena lensa ini tidak memiliki distrorsi serta memiliki kualitas yang optic yang sangat baik sehingga foto yang dihasil memiliki kualitas yang tinggi.

(8)

14 Gambar 3.5 Lighting Diagram untuk produk Feenut

Setelah proses dari pemotretan produk Feenut selesai. Kemudian dilakukan pensortiran terlebih dahulu oleh Penulis yang kemudian diasistensikan kepada pembimbing lapangan. Pilihan foto dari pembimbing lapangan dilanjutkan ke tahap retouching foto terlebih dahulu sebelum memasuki tahap digital imaging. Pengolahan untuk penormalan foto dan digital imaging penulis menggunakan Adobe Lightroom.

Gambar 3.6 Tahapan retouching produk Feenut

(9)

15 Penulis kemudian menggunakan alas kayu yang akan digunakan untuk penempatan dari produk Feenut ini sendiri. Untuk asset alas kayu, Penulis mendapatkan asset tersebut dari pembimbing lapangan. Setelah semua asset terselesaikan. Maka pada tahap ini dilakukan tahap untuk penggabungan asset menjadi satu. Perangkat lunak yang digunakan untuk menyatukan asset ini menggunakan Adobe Photoshop.

Gambar 3.7 Hasil asset final yang dibuat oleh Penulis

Gambar 3.8 Hasil asset final yang telah digabungkan 3.3.1.2. Perancangan Konten Produk Agres.id

Proyek ini merupakan foto produk untuk konten media sosial Agres.id Jogjatronik. Proyek ini digunakan untuk mempromosikan produk dari Agres.id Jogjatronik yang bertujuan untuk menarik calon konsumen untuk membeli produk tersebut. Untuk brief pemotretan ini Marketing Director ingin memperlihatkan bahwa produk ini ringan, bertenaga, serta tipis.

(10)

16 Pemotretan kali ini menggunakan 2 lampu. Lampu pertama menggunakan Godox SL60W dengan light modifier parabolic softbox 120 yang dilengkapi grid agar cahaya yang terpancarkan lebih terarah dan lampu kedua menggunakan Profoto Compact 600 tidak memakai light modifier. Penempatan lampu pertama ditempatkan di atas depan produk sehingga dapat menampilkan sekeliling objek sehingga tidak terlalu gelap.

Sedangkan untuk lampu kedua ditempatkan dibelakang kanan objek sehingga terbentuk adanya rim light sehingga menciptakan kesan tipis dari produk tersebut.

Gambar 3.9 Lighting diagram pemotretan produk Agres.id Jogjatronik Dalam pemotretan ini, Penulis menggunakan kamera Nikon Z 6 yang dilengkapi dengan lensa Sigma Art 105mm f1.4. Penulis memilih menggunakan lensa ini karena lensa ini memiliki bukaan lensa yang besar sehingga dapat menciptakan separasi antara background dengan objek, lensa ini juga memiliki focal length panjang sehingga tidak menimbulkan distorsi untuk produk yang difoto. Setelah pemotretan ini selesai, foto-foto yang telah terkumpul diasistensi terlebih dahulu ke pembimbing lapangan.

(11)

17 Dari beberapa foto yang telah diasistensi, pembimbing lapangan memilih foto yang akan memasuki ke tahap selanjutnya yaitu tahap editing. Tahap editing dilakukan dengan menggunakan Adobe Lightroom.

Gambar 3.10 Hasil before and after pemotretan produk Agres.id 3.3.1.3. Perancangan Livestream Agres.id Jogjatronik

Proyek livestream ini adalah proyek jangka panjang yang diadakan oleh Agres.id Jogjatronik. Program ini bertujuan untuk berinteraksi dengan calon konsumen menggunakan perangkat digital. Program ini diadakan untuk menutupi keterbatasan bertemu secara langsung dengan konsumen yang disebabkan oleh Pandemic Co-vid19. Program ini diadakan di akun media sosial Intagram Agres.id Jogjatronik berbentuk Live Instagram.

Program ini memiliki konten membagi-bagikan hadiah dengan pertanyaan yang simpel untuk mengedukasi calon konsumen seputar produk Agres.id Jogjatronik. Program ini diadakan pada setiap hari Selasa dan Jumat jam setengah lima sore hingga setengah enam sore.

Proyek ini diawasi langsung oleh Marketing Director sendiri karena program ini masih tergolong baru sehingga perlu diawasi secara ketat.

Proyek ini juga merupakan kerjasama dengan beberapa vendor sehingga diusahakan untuk tidak ada komunikasi yang terlewat. Karena proyek livestream ini merupakan kerjasama dengan vendor yang cukup besar, maka untuk brief dan tugas yang diberikan oleh pembimbing lapangan kepada Penulis untuk proyek ini cukup banyak. Referensi kualitas

(12)

18 livestream yang diinginkan untuk livestream ini yaitu dari seorang Youtuber bernama David Brendi dengan channel Youtube-nya yaitu Gadgetin. Tugas Penulis untuk proyek ini adalah adalah mempelajari perangkat lunak yang digunakan untuk livestream baik untuk menyiarkan dan mensetting kamera menjadi webcam, mengatur pencahayaan livestream dan mendokumentasikan livestream berupa foto dan video.

Gambar 3.11 Referensi livestream (youtube.com)

Perangkat lunak yang digunakan dalam program livestream ini menggunakan perangkat lunak OBS Studio dan Yellowduck. OBS Studio disini berfungsi untuk sebagai layar atau tampilan visual yang akan tertampil di livestream. Sedangkan untuk perangkat lunak Yellowduck berfungsi untuk menghubungkan OBS Studio dengan media sosial akun Instagram sehingga dapat melakukan live instagram dengan menggunakan laptop dan kamera mirrorless. Perangkat lunak OBS Studio ini dapat melakukan recording secara live untuk livestream yang sedang berlangsung.

(13)

19 Gambar 3.12 Software OBS Studio dan Yellowduck

Perangkat lunak untuk menyambungkan kamera kedalam OBS Studio, diperlukan perangkat lunak yang berfungsi mengubah kamera menjadi webcam. Karena kamera yang digunakan untuk livestream menggunakan dua kamera dari brand yang berbeda sehingga diperlukan perangkat lunak dari masing – masing brand. Kamera yang digunakan pertama yaitu menggunakan kamera Nikon Z 6. Untuk menyambungkan kamera Nikon Z 6 dibutuhkan perangkat lunak bernama Nikon Webcam Utility. Sedangkan untuk kamera kedua menggunakan kamera Sony A7II.

Maka membutuhkan perangkat lunak Sony Imaging Edge yang digunakan untuk membuat kamera Sony A7II menjadi webcam sehingga kompatibel dengan perangkat lunak OBS Studio.

Gambar 3.13 Software Sony Imaging Edge

(14)

20 Untuk pencahayaan dari livestreaming ini menggunakan 2 lampu.

Lampu pertama menggunakan Godox SL60W dengan light modifier parabolic softbox 120 yang dilengkapi dengan grid. Penulis menggunakan light modifier ini bertujuan untuk menciptakan pencahayaan yang terlihat soft pada host. Lampu kedua menggunakan lampu Profoto Compact 600 dengan menggunakan light modifier standard reflector. Lampu pertama berfungsi sebagai main light sedangkan lampu kedua berfungsi sebagai background light. Penempatan dari masing-masing lampu ini sangat mempengaruhi pencahayaan livestream. Penempatan lampu pertama ditempatkan di depan atas dari host livestream. Sedangkan lampu kedua, diletakkan di belakang background menghadap kearah lampu pertama.

Lampu kedua ini diletakkan dibelakang background untuk menciptakan gradasi pada background.

Gambar 3.14 Set livestream Agres.id

(15)

21 Gambar 3.15 Lighting diagram livestream Agres.id

Dalam proyek livestream ini, Penulis menggunakan kamera Nikon Z 6 dengan menggunakan pilihan lensa menggunakan Sigma Art 35mm f1.4 dan Nikkor 14-24mm f2.8. Lensa Sigma Art 35mm f1.4 ini digunakan jika untuk orang yang tampil dalam livestream tersebut satu hingga dua orang saja. Namun, jika orang tampil lebih dari dua orang. Maka, Penulis menggunakan lensa Nikkor 14-24mm f2.8. Sedangkan untuk kamera Sony A7II, menggunakan lensa Sony 27-70mm f3.5-f5.6 dan lensa Sigma Art 35mm f1.4 dengan bantuan adapter. Penggunaan lensa Sony 27-70mm f3.5-5.6 hanya digunakan jika orang yang tampil di livestream sebanyak lebih dari 2 orang. Namun, jika yang tampil di livestream hanya satu atau dua orang tetap menggunakan lensa Sigma Art 35mm f1.4.

(16)

22 Gambar 3.16 Kamera yang digunakan untuk livestream

Dokumentasi untuk livestream ini menggunakan Nikon D3 yang dilengkapi dengan dua lensa. Kedua lensa tersebut adalah lensa Sigma Art 105mm f1.4 dan lensa Nikkor 14-24mm f2.8. Lensa Sigma Art 105mm f1.4 digunakan untuk mengambil detail shot untuk produk yang dihadirkan maupun host yang membawakan acara. Sedangkan untuk lensa Nikkor 14- 24mm f2.8 digunakan untuk mengambil environment sekitar livestream agar dapat dijadikan dokumentasi bagi Agres.id Jogjatronik maupun oleh vendor yang bekerjasama. Setelah hasil foto dokumentasi terkumpulkan, foto dokumentasi kemudian melalui proses pensortiran yang dilakukan oleh Penulis dan langsung memasuki tahap editing menggunakan Adobe Lightroom. Foto yang telah diedit dikirimkan ke link google drive yang telah disediakan agar dapat dijadikan asset dokumentasi baik untuk pihak Agres.id Jogjatronik maupun pihak vendor yang bekerjasama dengan Agres.id Jogjatronik.

(17)

23 Gambar 3.17 Foto dokumentasi enviroment

Gambar 3.18 Foto dokumentasi detail shot 3.3.2. Kendala yang Ditemukan

Pada masa program magang berlangsung, terdapat beberapa kendala yang dialami oleh Penulis. Kendala – kendala yang dialami Penulis disebabkan baik itu kendala pribadi atau kendala kerja pada proses magang berlangsung. Berikut beberapa kendala yang dialami Penulis:

1. Kendala Pribadi

a. Awal dari kegiatan livestream menggunakan perangkat keras dari Penulis sehingga penulis sering sekali membawa banyak barang untuk dibawa ke set livestream.

(18)

24 2. Kendala Kerja

a. Terbatasnya kemampuan laptop Penulis yang menyebabkan crash pada saat livestream berlangsung.

b. Keterbatasan properti foto yang dapat digunakan sehingga terdapat beberapa hasil foto yang kurang maksimal.

c. Terjadi miskomunikasi antara tim dengan vendor sehingga menyebabkan kendala untuk frame livestream menjadi tidak proporsional.

d. Timeline yang terlalu padat sehingga penguasaan perangkat lunak tidak dapat dikuasai secara maksimal.

3.3.3. Solusi Atas Kendala yang Ditemukan

Dari beberapa kendala-kendala yang Penulis alami, Beriku beberapa solusi yang dapat Penulis usahakan untuk meminimalisir masalah yang yang terjadi. Berikut adalah solusi yang dilakukan penulis:

1. Kendala Pribadi

a. Perusahaan kemudian berusaha untuk pelan – pelan ganti dengan mempergunakan peralatan keras dari perusahaan yang telah tersedia terlebih dahulu.

2. Kendala Kerja

a. Perusahaan mengeluarkan satu laptop dengan kemampuan laptop yang cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan livestream.

b. Waktu yang digunakan untuk membuat proyek ini memakan lebih banyak waktu.

c. Melakukan dua kali gladi bersih yaitu pada pagi hari di hari livestream dan satu hari sebelum livestream.

d. Penguasaan perangkat lunak yang sambil berjalan dari waktu ke waktu.

Gambar

Gambar 3.2 Bagan Struktur Koordinasi Penulis sebagai Creative Photo Intern
Tabel 3.1 Detail Pekerjaan yang Dilakukan Selama Magang  No.  Minggu  Proyek  Keterangan
Gambar 3.3 Beberapa foto yang telah disortir
Gambar 3.6 Tahapan retouching produk Feenut
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kemudian proses belajar mengajar pun dimulai dengan pembahasan materi Asmaul Husna dengan menggunakan metode The Learning Cell, setelah kegiatan pembelajaran

Hubungan yang signifikan antara komunikasi orang tua tentang menstruasi dengan perilaku hygiene menstruasi remaja putri kelas VII di MTs Negeri Sleman Kota maka dapat

Kadangkala guru memberi nama gerakan pada materi pembelajarannya dengan kata-kata yang mudah diingat dan dimengerti oleh siswa, misalnya pada materi yang diajarkan

Tujuan evaluasi kinerja adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja organisasi melalui peningkatan kinerja SDM organisasi, dalam penilaian kinerja tidak hanya

Pada penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dari corrosion fatigue pada sambungan las SMAW baja API 5L Grade X65 yang dicelup dalam larutan HCl

Dari hasi penelitian karakteristik penerimaan dimana orang yang menerima dirinya memiliki harapan yang realistis terhadap keadaan dan menghargai dirinya yang

Boneka Dragon Ball terbuat dari plastik ± 22 ctns. Guci terbuat dari keramik 1

Hal ini menyimpulkan bahwa hipotesa yang menyatakan “Ada Pengaruh Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) terhadap Peningkatan Ekonomi