TARGET KINERJA DEKONSENTRASI
Sekretariat Jenderal
Tahun 2022
Disampaikan pada “Workshop Pelaporan Kinerja Tahun 2022 Melalui Aplikasi Kinerjaku Dan Emonev”
Bali 22 s.d 24 Juni 2022
PROFIL ANGGARAN DAN REALISASI SETJEN
TAHUN 2022
TARGET KINERJA ANGGARAN DEKONSENTRASI SETJEN TAHUN 2022
PERJANJIAN KINERJA DAN MANUAL IKU
DEKONSENTRASI SEKRETARIAT
JENDERAL
OUTLINE PAPARAN
DASAR HUKUM
Perpres 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pasal 3, 25, dan 26
Pasal 25:
1) SKPD yang menjadi pelaksana Kegiatan dana dekonsentrasi menyelenggarakan SAKIP dan menyusun Laporan Kinerja sebagaimana berlaku bagi satuan kerja pada Kementerian Negara/Lembaga
2) Kepala SKPD menyampaikan Laporan Kinerja atas pelaksanaan Kegiatan dana dekonsentrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Gubernur dan Menteri/Pimpinan Lembaga terkait
3) Gubernur menyiapkan Laporan Kinerja gabungan berdasarkan laporan yang diterima dari SKPD yang menjadi pelaksana Kegiatan dana dekonsentrasi, dan selanjutnya menyampaikannya kepada Menteri/Pimpinan Lembaga terkait serta kepada Presiden Melalui Menteri Keuangan
4) Masing – masing Menteri/Pimpinan Lembaga mengkompilasi dan merangkum Laporan Kinerja Kegiatan Dana Dekonsentrasi di lingkungannya dalam Laporan Kinerja Kementerian Negara/Lembaga
Pasal 26:
1) SKPD yang menjadi pelaksana kegiatan tugas pembantuan menyelenggaraka SAKIP dan Menyusun Laporan Kinerja sebagaimana berlaku bagi satuan kerja pada Kementerian Negara/Lembaga
2) Laporan Kinerja atas pelaksanaan Kegiatan tugas pembantuan sebagaimana dimaksud ayat (1) disampaikan kepada Gubernur/Bupati/Walikota dan Menteri/Pimpinan Lembaga terkait
3) Gubernur/Bupati/Walikota menyiapkan Laporan Kinerja gabungan berdasarkan laporan yang diterima dari SKPD yang menjadi pelaksana Kegiatan tugas pembantuan dan selanjutnya menyampaikan kepada Menteri/Pimpinan Lembaga terkait serta kepada Presiden melalui Menteri Keuangan
4) Masing – masing Menteri/Pimpinan Lembaga mengkompilasi dan merangkum Laporan Kinerja Kegiatan tugas pembantuan di lingkungannya dalam Laporan Kinerja Kementerian Negara/Lembaga
Pasal 3:
1) Penyelenggara SAKIP pada Kementerian Negara/Lembaga dilaksanakan oleh entitas Akuntabilitas Kinerja secara berjenjang dengan tingkatan sebagai berikut:
a. Entitas Akuntabilitas Kinerja Satuan Kerja;
b. Entitas Akuntabilitas Kinerja Unit Organisasi; dan
c. Entitas Auntabilitas Kinerja Kementerian Negara/Lembaga
2) Kementerian Negara/Lembaga yang memiliki instansi vertikal di daerah menetapkan entitas selaku koordinator penyusunan Laporan Kinerja satuan kerja di wilayah yang bersangkutan
Permenpan Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara
Reviu atas Laporan Kinerja Instansi
Pemerintah
PROFIL
ANGGARAN DAN REALISASI SEKRETARIAT JENDERAL TAHUN 2022
01
Profil Anggaran
Sekretariat Jenderal Tahun 2022
88,50%
8,31% 3,19%
622081 | BIRO UMUM DAN PENGADAAN BARANG/JASA
660056 | LEMBAGA PENGELOLA MODAL USAHA KELAUTAN DAN PERIKANAN 34 SATKER DEKONSENTRASI
31,68%
28,45%
10,97%
660056 | LEMBAGA PENGELOLA MODAL USAHA KELAUTAN DAN
PERIKANAN
622081 | BIRO UMUM DAN PENGADAAN BARANG/JASA 34 SATKER DEKONSENTRASI
✓ Proporsi anggaran Setjen tahun 2022 : Biro Umum dan PBJ Rp. 519,35 miliar (88,50%), LPMUKP Rp. 48,79 miliar (8,31%) dan 34 Satker Dekonsentrasi Rp 18,7 miliar (3,19%)
✓ Realisasi Setjen s.d 23 Juni 2022 Rp. 165,25 miliar (28,16%) dengan rincian Biro Umum dan PBJ Rp 147,74 (28,45%, LPMUKP sebesar Rp. 15,45 miliar (31,68%) dan 34 Satker Dekonsentrasi Rp, 2,05 miliar (10,97%).
Anggaran Setjen : Rp.586,85 miliar Realisasi Setjen : Rp.165,25 miliar (28,16%)
Sumber. OMSPAN Kementerian Keuangan, 23 Juni 2022, Pukul 06.00
0,00%
0,00%
0,00%
3,09%
4,44%
6,26%
6,72%
7,04%
7,19%
8,19%
9,02%
9,77%
9,95%
10,26%
10,69%
11,17%
11,52%
12,04%
12,12%
12,19%
12,81%
13,18%
14,13%
14,81%
15,79%
16,04%
16,11%
16,45%
16,47%
16,48%
17,50%
17,53%
18,57%
21,34%
0,00% 5,00% 10,00% 15,00% 20,00% 25,00%
JAWA TIMUR NAD PAPUA BARAT SULAWESI TENGAH SULAWESI UTARA JAWA TENGAH KALIMANTAN TIMUR DKI JAKARTA SUMATERA BARAT PAPUA SULAWESI BARAT GORONTALO KALIMANTAN UTARA MALUKU UTARA RIAU MALUKU SUMATERA SELATAN KALIMANTAN BARAT BENGKULU KALIMANTAN TENGAH LAMPUNG BANGKA BELITUNG NUSA TENGGARA BARAT YOGYAKARTA BALI BANTEN JAWA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR JAMBI SULAWESI TENGGARA SUMATERA UTARA KALIMANTAN SELATAN SULAWESI SELATAN KEP. RIAU
Profil Realisasi Anggaran
Dekonsentrasi Sekretariat Jenderal Tahun 2022
• Total Anggaran Dekonsentrasi Setjen Rp.18,7 miliar.
• Realisasi s.d 23 Juni 2022 : Rp. 2,05 miliar (10,97%).
• Provinsi dengan Realisasi Tertinggi Provinsi Kep. Riau yaitu 21,34%.
• Provinsi dengan realisasi masih 0% yaitu Papua Barat, NAD dan Jawa Timur.
• Rincian Kegiatan Dekonsentrasi Setjen TA 2022 : Layanan Perencanaan dan Pengangaran, Layanan Data dan
Informasi serta Manajemen Keuangan.
Sumber. OMSPAN Kementerian Keuangan, 23 Juni 2022, Pukul 06.00
Target Kinerja
Dekonsentrasi Sekretariat Jenderal Tahun 2022
02
Perjanjian Kinerja Kegiatan Dekonsentrasi Sekretariat Jenderal Tahun 2022
1. Sekretariat Jenderal telah menyampaikan Surat kepada 34 Kadis KP Provinsi untuk
menandatangi PK Dekonsentrasi Tahun 2022 2. Status s.d 23 Juni 2022 :
• Setjen : sebanyak 33 Provinsi telah
menyampaikan dan hanya 1 yang belum
menyerahkan: Provinsi NAD
SASARAN PROGRAM INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET 1. Terwujudnya birokrasi
yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima
1. Nilai Kinerja Anggaran (NKA) Nilai 81
2. Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Nilai 89
3. Persentase Pemenuhan Dokumen SAKIP % 100
4. Tingkat Kepatuhan Pengolahan Data % 100
Target Kinerja Dekonsentrasi Sekretariat Jenderal Tahun 2022
MANUAL IKU
PERJANJIAN KINERJA DEKONSENTRASI
SEKRETARIAT JENDERAL
03
01 Nilai Kinerja Anggaran (NKA)
RANCANGAN MANUAL IKU
1. SASARAN → Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik Lingkup Sekretariat Jenderal 2. INDIKATOR KINERJA → Nilai Kinerja Anggaran
3. DESKRIPSI INDIKATOR KINERJA →
Definisi:
• Pengukuran dan evaluasi kinerja anggaran yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Negara/Lembaga atas pelaksanaan RKA-KL melalui aplikasi SMART DJA. Cakupan evaluasi kinerja meliputi Aspek Implementasi, Aspek Manfaat, dan Aspek Konteks
• Aspek Implementasi adalah Evaluasi Kinerja Anggaran yang dilakukan untuk menghasilkan informasi Kinerja mengenm penggunaan anggaran dalam rangka pelaksanaan kegiatan atau program dan pencapaian keluarannya
• Aspek Manfaat adalah Evaluasi Kinerja Anggaran yang dilakukan untuk menghasilkan informasi Kinerja mengenai perubahan yang terj adi dalam Pemangku Kepen ting an se bagai penerima manfaat atas penggunaan anggaran pada program Kernen terian / Lembaga
• Aspek Konteks adalah Evaluasi Kinerja Anggaran yang dilakukan untuk menghasilkan informasi mengenai kualitas informasi yang tertuang dalam dokumen RKAK/L termasuk relevansinya perkembangan keadaan kebijakan Pemerintah
• Pengukuran dan Penarikan Data Capaian IKU NKA
a. Pengukuran capain IKU NKA dilakukan pada Semester II (Akhir Tahun)
b. Penarikan data capaian NKA H-1 batas waktu close penginputan aplikasi kinerja yang ditetapkan Biro Perencanaan dan/atau kebijakan batas penutupan aplikasi SMART DJA Direktorat Sistem Penganggaran (DSP) Kementerian Keuangan
• Target NKA Level I Tahun 2022 sebesar 86.00 (nilai) Target NKA Level II Tahun 2022 sebesar 81.00 (nilai)
Kategori Capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran dibagi menjadi 4 (empat), antara laina a. Sangat Baik, apabila NKA > 90;
b. Baik, apabila NKA >80 - 90;\
c. Cukup, apabila NKA >60 - 80;
d. Kurang, apabila NKA >50 – 60;
e. Sangat Kurang, apabila≤ 50 Formula :
Formula Aspek Implementasi
Keterangan :
NKI : nilai kinerja atas aspek implementasi NE : nilai efisiensi unit eselon I atau satuan unit kerja
P : penyerapan anggaran Wp : bobot penyerapan anggaran
K : konsistensi penyerapan anggaran terhadap perencanaan Wk : bobot konsistensi penyerapan anggaran terhadap perencanaan
N I L AI K I N E RJA A N GGAR AN
Formulasi Aspek Manfaat
Keterangan :
CSP : capaian sasaran program tingkat unit eselon I RIKPi : realisasi indikator kinerja program i
TIKPi : target indikator kinerja program i 1 : jumlah program dalam suatu unit eselon I m : jumlah sasaran program dalam setiap program
n : jumlah indikator kinerja program dalam setiap sasaran program Pembobotan NKA Setiap Level
N I L AI K I N E RJA A N GGAR AN
PROPORSI NILAI KINERJA ANGGARAN
N I L AI K I N E RJA A N GGAR AN
02 Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA)
DEFINISI
Indikator yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan untuk mengukur kualitas kinerja pelaksanaan anggaran belanja Kementerian Negara/Lembaga atas kualitas implementasi perencanaan anggaran, kualitas
pelaksanaan anggaran, dan kualitas hasil pelaksanaan anggaran dengan memperhatikan 8 Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) : Revisi DIPA, Deviasi Hal III DIPA, Data Kontrak, Pengelolaan UP/TUP, Penyerapan Anggaran, Penyelesaian Tagihan, Dispensasi SPM dan Capaian Output.
CARA PERHITUNGAN
Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA)
✓ Konversi bobot bernilai 100% apa bila Satker/Eselon 1/K/L memiliki seluruh data transaksi atas indikator yang dinilai.
✓ Konversi bobot bernilai dibawah 100% apabila pada Satker tidak terdapat data transaksi untuk indikator tertentu.
Nilai IKPA =
𝒏=𝟏 𝟖
(𝑵𝒊𝒍𝒂𝒊 𝑰𝒏𝒅𝒊𝒌𝒂𝒕𝒐𝒓
𝒏𝒙 𝑩𝒐𝒃𝒐𝒓 𝑰𝒏𝒅𝒊𝒌𝒂𝒕𝒐𝒓
𝒏) ∶ 𝑲𝒐𝒏𝒗𝒆𝒓𝒔𝒊 𝑩𝒐𝒃𝒐𝒕
1. Revisi DIPA – Bobot Penilaian 10%
✓ Indikator revisi DIPA dihitung berdasarkan frekuensi revisi DIPA dalam hal kewenangan pagu tetap yang dilakukan satker dalam satu triwulan dimana frekuensi revisi 1 kali dalam satu triwulan ( tidak kumulatif)
✓ Revisi kewenangan IKPA, revisi refocusing yang menjadi kebijakan pemerintah dikecualikan dalam perhitungan
✓ Semakin rendah frekuensi revisi DIPA, maka capaian indikator revisi DIPA semakin baik
IKPA Rev = 𝐼𝐾𝑃𝐴 𝑅𝑒𝑣 =
σ𝒊=𝟏𝒏 𝑹𝑹𝒆𝒗 𝒏𝑛
Kategori Capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran dibagi menjadi 4 (empat), antara lain
a. Sangat Baik, apabila nilai IKPA ≥ 95;
b. Baik, apabila 89 ≤ nilai IKPA > 95;
c. Cukup, apabila 70 ≤ nilai IKPA < 89; atau d. Kurang, apabila nilai IKPA >70
Target Tahun 2022 a. Semester I = 80.00 b. Semester II = 89.00
Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA)
2.
Devisiasi RDP (Halaman III DIPA) – Bobot Penilaian 10%
✓ Indikator Deviasi Halaman III DIPA dihitung berdasarkan rata-rata kesesuaian antara realisasi anggaran terhadap rencana penarikan dana (RDP) per jenis belanja setiap bulan
✓ Nilai RDP dikunci setiap awal triwulan dengan batas pemutakhiran RPD sampai dengan 10 hari kerja pertama setiap triwulan khusus triwulan 1 batas akhir pemutakhiran 10 hari kerja bulan Februari
✓ Semakin rendah deviasi antara realisasi dengan RPD, maka nilai capaian indikator deviasi halaman III DIPA Semakin baik
Belanja Pegawai
DevDIPA BPeg =
| 𝑅 𝐵𝑃𝑒𝑔 𝑛 −𝑅𝑃𝐷 𝐵𝑃𝑒𝑔 𝑛 |𝑅𝑃𝐷 𝐵 𝑃𝑒𝑔 𝑛
𝑥100
Belanja Barang
DevDIPA BBar =
| 𝑅 𝐵𝐵𝑎𝑟 𝑛 −𝑅𝑃𝐷 𝐵𝐵𝑎𝑟 𝑛 |𝑅𝑃𝐷 𝐵 𝐵𝑎𝑟 𝑛
𝑥100
Belanja Modal
DevDIPA BMod = | 𝑅 𝐵𝑀𝑜𝑑 𝑛 − 𝑅𝑃𝐷 𝐵𝑀𝑜𝑑 𝑛 | 𝑅𝑃𝐷 𝐵 𝑀𝑜𝑑 𝑛 𝑥100 Seluruh Jenis Belanja
DevDIPA n=
||𝐷𝑒𝑣 𝐷𝐼𝑃𝐴 𝐵𝑃𝑒𝑔+𝐷𝑒𝑣𝐷𝐼𝑃𝐴 𝐵𝐵𝑎𝑟+𝐷𝑒𝑣 𝐷𝐼𝑃𝐴 𝐵𝑀𝑜𝑑|
3
3. Penyerapan Anggaran– Bobot Penilaian 20%
✓ Indikator penyerapan anggaran dihitung berdasarkan rata-rata nilai kinerja penyerapan anggaran pada setiap triwulan
✓ Nilai
kinerja
penyerapan anggaran pada setiap triwulan dihitung berdasarkan rasio antara tingkat penyerapan anggaran terhadap target penyerapan anggaran pada setiap triwulan✓ Semakin tinggi penyerapan anggaran dan melampaui target, semakin baik
✓ Target Penyerapan masing-masing belanja
Target Triwulan dihitung dengan
𝑇𝐴𝑛= 𝑇𝑃𝐵𝑃𝑒𝑔 + 𝑇𝑃𝐵𝐵𝑎𝑟 + 𝑇𝑃𝐵𝑀𝑜𝑑 Target per Jenis Belanja dihitung dengan
𝑇𝑃𝐵𝑒𝑙𝑃𝑒𝑔𝑛= 𝑃𝑎𝑔𝑢 𝐵𝑃𝑒𝑔 𝑥 𝑇𝑎𝑟𝑔𝑒𝑡 𝐵𝑃𝑒𝑔 𝑇𝑤 𝑘𝑒 − 𝑛 𝑇𝑃𝐵𝑒𝑙𝐵𝑎𝑟𝑛= 𝑃𝑎𝑔𝑢 𝐵𝐵𝑎𝑟 𝑥 𝑇𝑎𝑟𝑔𝑒𝑡 𝐵𝐵𝑎𝑟 𝑇𝑤 𝑘𝑒 − 𝑛 𝑇𝑃𝐵𝑒𝑙𝑀𝑜𝑑𝑛= 𝑃𝑎𝑔𝑢 𝐵𝑀𝑜𝑑 𝑥 𝑇𝑎𝑟𝑔𝑒𝑡 𝐵𝑀𝑜𝑑 𝑇𝑤 𝑘𝑒 − 𝑛
Nilai Kinerja Penyerapan Anggaran Triwulanan
𝑁𝐾𝑃𝐴𝑛 = (𝑃𝐴𝑛)𝑇𝑃𝑛 𝑥 100
Jenis Belanja Target Triwulan
Tw I Tw II Tw III Tw IV
Bel Pegawai 20% 50% 75% 95%
Bel Barang 15% 50% 70% 90%
Bel Modal 10% 40% 70% 90%
4. Belanja Kontraktual– Bobot Penilaian 10%
✓ Indikator Belanja Kontraktual dihitung berdasarkan nilai komposit antara Nilai Kinerja (1) Ketepatan Waktu (40%), (2) Komponen Akselerasi Kontrak Dini (30%), dan (3) Komponen Akselerasi Belanja Modal (30%)
✓ Ketepatan waktu dihitung dari jumlah poin ketepatan waktu penyampaian data kontrak dengan jumlah kontrak yang didaftarkan ke KPPN. Ketepatan waktu pendaftaran kontrak yaitu 5 hari sejak tanda tangan kontrak
✓ Akselerasi kontrak dihitung berdasarkan kontrak dini (penandatangan kontrak sebelum 1 Januari). Kontrak dini mendapat nilai 120 dan kontrak di tahun berjalan mendapat nilai 100
✓ Akselerasi belanja modal dihitung dari penyelesaian pembayaran untuk kontrak belanja modal dengan pagu Rp50– 200 juta. Triwulan I mendapat poin 100, triwulan II 90, triwulan III 80, triwulan IV 70.
IKPA BK = 𝑁𝐾 − 𝐾𝑤 ∗ 40% + (𝑁𝐾 𝐷𝑖𝑛𝑖 ∗ 30%) + (𝑁𝐾 𝐵𝑀 ∗ 30%)
5. Penyelesaian Tagihan– Bobot Penilaian 10%
✓ Indikator penyelesaian tagihan dihitung berdasarkan rasio antara penyampaian SPM LS kontraktual non belanja pegawai yang tepat waktu (17 hari kerja) terhadap seluruh SPM LS kontakrual non belanja pegawai
✓ 17 hari kerja dihitung dari tanggal Berita Acara Serah Terima (BAST) atau Berita Acara Pembayaran Pekerjaan (BAPP) sampai dengan tanggal penyampaian SPM LS kontaktual
✓ Semakin tepat waktu dalam penyelesaian tagihan, maka capaian indikator penyelesaian tagihan semakin baik
𝑅𝐾𝑃𝑇 = 𝑆𝑃𝑀 𝐿𝑆 𝑇𝑊 𝑆𝑃𝑀 𝐿𝑆 𝑥 100
6. Pengelolaan UP dan TUP– Bobot Penilaian 10%
✓ Indikator Pengelolaan UP dan TUP dihitung untuk UP Tunai dan TUP Tunai yang sumber dananya dari Rupiah Murni
✓ Nilai indikator pengelolaan UP dan TUP dihitung berdasarkan nilai komposit antara Nilai Kinerja (1) Komponen Ketepatan Waktu (50%), (2) Komponen Persentase GUP (25%), dan (3) Komponen Setoran TUP (25%)
✓ Komponen ketepatan waktu dihitung dari frekuensi ketepatan waktu pertanggungjawaban UP dan TUP yaitu paling lambat 1 bulan sejak SP2D terbit.
𝑁𝐾 − 𝑈𝑃𝐾𝑊 =
σ𝑖=1𝑛 𝐾𝑊𝑈𝑃𝑛𝐺𝑈𝑃+𝑛𝑃𝑇𝑈𝑃
✓ Komponen persentase GUP dihitung berdasarkan rata-rata nilai persentase GUP disebulankan terhadap jumlah GUP yang disampaikan ke KPPN.
%GUP disebulankan = % GUP x (jml hari sebulan)/Δt GUP
𝑁𝐾 − 𝑃𝐺𝑈𝑃 = σ
𝑖=1𝑛𝑃𝐺𝑈𝑃
𝑛𝐺𝑈𝑃
✓ Komponen setoran TUP dihitung berdasarkan rasio setoran TUP terhadap nominal TUP yang dikekola Satuan kerja dalam satu tahun anggaran
𝑁𝐾𝑆𝑒𝑡𝑜𝑟 = 100 −
𝑆𝑒𝑡𝑜𝑟𝑎𝑛 𝑇𝑈𝑃 𝑇𝑈𝑃𝑥 100
✓ Nilai Indikator Pengelolaan UP dan TUP
IKPA UPTUP = (NK – UPKW * 50%) + (NK – PGUP * 25%) + (NKSetor * 25%)
7. Dispensasi SPM– Bobot Penilaian 5%
✓ Dispensasi SPM dihitung berdasarkan rasio antara jumlah SPM yang mendapatkan dispensasi keterlambatan pengajuan SPM melebihi batas waktu yang ditentukan terhadap jumlah SPM yang disampaikan ke KPPN dan telah diterbitkan SP2D-nya pada triwulan IV,
✓ Nilai IKPA diberikan secara bertingkat sesuai dengan kategori rasio Dispensasi SPM sebagaimana berikut:
✓ Rasio Dispensasi (permil)
RDSPM = 𝑆𝑃𝑀 𝐷𝑖𝑠𝑝𝑒𝑛𝑠𝑎𝑠𝑖
𝑆𝑃𝑀 𝑇𝑤 𝑈𝑉
𝑥 1000
8. Capaian Output– Bobot Penilaian 25%
✓ Capaian Output (CO) dihitung berdasarkan nilai komposit antara Nilai Kinerja (1) Komponen ketepatan waktu (30%), dan (2) komponen Capaian RO (70%)
✓ Komponen ketepatan waktu dihitung dari jumlah poin yang dihitung dari ketepatan waktu pelaporan capaian output paling lambat 5 hari kerja pada bulan berikutnya
𝑁𝐾 𝑅𝑂𝐾𝑊 = σ
𝑖=1𝑛𝑅𝑂𝐾𝑊
✓ Komponen capaian RO dihitung berdasarkan rasio antara
𝑛
capaian atau realisasi RO terhadap target capaian RO.
Target capaian RO triwulan I sampai dengan triwulan III berdasarkan target PCRO sama dengan target penyerapan anggaran, sedangkan target triwulan IV sama dengan target RO pada DIPA
✓ RO yang dihitung nilai kinerjanya adalah RO yang Terkonfirmasi
𝑁𝐾 − 𝐶𝑅𝑂 = (
σ𝑖=1 𝑛 𝐶𝑎𝑝𝑎𝑖𝑎𝑛 𝑅𝑂 𝑇𝑎𝑟𝑔𝑒𝑡 𝑅𝑂
𝑛 )
✓ Nilai Indikator Capaian Output
𝐼𝐾𝑃𝐴 − 𝐶𝑅𝑂 = 𝑁𝐾 − 𝑅𝑂𝐾𝑊 𝑥 30% + (𝑁𝐾𝐶𝑅𝑂 𝑥 70%)
Kategori Nilai Nilai
Dispensasi SPM yang terbit (Permil)*
Kategori 1 100
0,00 (tidak ada dispensasi
SPM)
Kategori 2 95 0,01 – 0,099
Kategori 3 92 0,1 – 0,99
Kategori 4 85 1 – 4,99
Kategori 5 82 >= 5,00
SATUAN PENGUKURAN
:Nilai
JENIS ASPEK TARGET
:( ) Kuantitas/
Output ( X ) Kualitas/ Mutu ( ) Waktu ( ) Biaya
TINGKAT VALIDITAS IKU
:( ) Lead Input ( X ) Lead Process ( ) Lag Output ( ) Lag Outcome UNIT/PIHAK PENANGGUNG
JAWAB IKU
:Seluruh Satuan Kerja (Satker) pemilik DIPA
SUMBER DATA
:Aplikasi OM SPAN Kementerian Keuangan (pada menu Monev PA)
STATUS DATA
:( X ) Raw Data ( ) Hasil Perhitungan Raw Data JENIS PERHITUNGAN DATA
:( ) Akumulasi ( ) Rata-rata ( x ) Nilai Posisi Akhir METODE CASCADING
: ( ) Adopsi Langsung( x ) Lingkup
Dipersempit
( ) Komponen Pembentuk
( ) Buat Baru
( ) Tidak diturunkan POLARISASI
: ( x ) Maximize( ) Minimize ( ) Stabilize
PERIODE PELAPORAN
: ( ) Bulanan( ) Triwulanan ( x ) Semesteran ( ) Tahunan
03 Persentase Pemenuhan Dokumen SAKIP
RANCANGAN MANUAL IKU
1. SASARAN → Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik Lingkup Sekretariat Jenderal 2. INDIKATOR KINERJA → Persentase Pemenuhan Dokumen SAKIP
3. DESKRIPSI INDIKATOR KINERJA →
Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) adalah instrumen yang digunakan instansi pemerintah dalam memenuhi kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi, terdiri dari berbagai komponen yang merupakan satu kesatuan, yaitu perencanaan stratejik, perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, dan pelaporan kinerja (Perpres No. 29 Tahun 2014 tentang SAKIP). Perjanjian kinerja yang diunggah merupakan Perjanjian kinerja DIPA awal tanggal: 17 Nopember 2021. Apabila dikemudian hari terdapat perubahan alokasi anggaran yang berdampak pada perubahan target indikator, maka unit eselon I wajib menyampaikan surat resmi perubahan data target pada provinsi untuk dilakukan penyesuaian data pada kinerjaku.
Namun, jika perubahan anggaran tidak berdampak pada target indikator, maka penyesuaian data anggaran dapat disampaikan pada laporan kinerja masing – masing Satker Dekon Eselon I. Dokumen SAKIP Provinsi adalah dokumen yang disusun dalam rangka pelaksanaan SAKIP, di SKPD Provinsi, yaitu :
1. Perencanaan (X1) :Mengunggah Perjanjian Kinerja Provinsi (seluruh Perjanjian Kinerja Provinsi Eselon I) yang telah ditandatangani oleh Pimpinan SKPD dan Pimpinan Es 1 → bobot (30%)
2. Pengukuran (X2) : Input data perencanaan (sasaran, target dan indikator kinerja secara tahunan pada Sistem Aplikasi Kinerjaku) yang tercantum pada seluruh Perjanjian Kinerja Eselon I → bobot 30%
3. Pelaporan (X3) : Menginput data capaian kinerja sesuai indikator pada seluruh Perjanjian Kinerja Eselon I dan mengupload ikhtisar pelaporan yang telah ditandatangani oleh Pimpinan SKPD → bobot 40%
𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑃𝑒𝑚𝑒𝑛𝑢ℎ𝑎𝑛 𝐷𝑜𝑘𝑢𝑚𝑒𝑛 𝑆𝐴𝐾𝐼𝑃 = 𝑋1 + 𝑋2 + 𝑋3 4. SATUAN INDIKATOR → Persentase (%)
5. UNIT/PJ INDIKATOR → SKPD Provinsi, Sekretariat Jenderal
6. SUMBER DATA → Sekretariat Jenderal, KKP
7. JENIS PERHITUNGAN DATA → ( ) Akumulasi ( ) Rata-rata (v) Nilai Posisi Akhir
8. METODE CASCADING → ( ) Adopsi Langsung ( ) Lingkup Dipersempit ( ) Komponen Pembentuk (v) Tidak Diturunkan
9. POLARISASI → (v) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
10. PERIODE PELAPORAN → ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran (v) Tahunan
PERSENTASE PEMENUHAN DOKUMEN SAKIP
04 Tingkat Kepatuhan Pengolahan Data
RANCANGAN MANUAL IKU
1. SASARAN → Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik Lingkup Sekretariat Jenderal
2. INDIKATOR KINERJA → Persentase Validasi Data Produksi Kelautan dan Perikanan dengan Status Valid/Final
3. DESKRIPSI INDIKATOR KINERJA →
Definisi:
Persentase Validasi Data Produksi Kelautan dan Perikanan dengan Status Valid/Final adalah penilaian terhadap jumlah Lembar Kerja (LK) Data Produksi Kelautan dan Perikanan yang disampaikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi pada waktu Validasi Nasional sampai dengan status Valid/Final sesuai dengan LK masing-masing Provinsi.
Formula :
Berdasarkan Jumlah Lembar Kerja validasi Data Produksi Kelautan dan Perikanan dari masing-masing Provinsi, yang terdiri dari: LK Pelabuhan, Non Pelabuhan, PUD, Pembesaran, Pembenihan, Ikan Hias, UPI Menengah Besar, UPI Mikro, UPPN, Cold Storage, Garam Tambak, dan Garam Non Tambak. Periode pengukuran yaitu hasil validasi nasional semester II tahun 2021 dan hasil validasi nasional semester I tahun 2022.
Perhitungan dengan rumus:
Validasi Data Produksi KP per Provinsi (%) = Jumlah Lembar Kerja (LK) yang Valid/Final x 100%
Target Jumlah Lembar Kerja (LK) Provinsi
4. SATUAN INDIKATOR → Persentase (%)
5. UNIT/PJ INDIKATOR → SKPD Provinsi, Pusdatin, Sekretariat Jenderal
6. SUMBER DATA → Aplikasi Satu Data
7. JENIS PERHITUNGAN DATA → ( ) Akumulasi (v) Rata-rata ( ) Nilai Posisi Akhir
8. METODE CASCADING → ( ) Adopsi Langsung ( ) Lingkup Dipersempit (v) Komponen Pembentuk ( ) Tidak Diturunkan
9. POLARISASI → (v) Maximize ( ) Minimize ( ) Stabilize
10. PERIODE PELAPORAN → ( ) Bulanan ( ) Triwulanan ( ) Semesteran (v) Tahunan
PERSENTASE VALIDASI DATA PRODUKSI KELAUTAN DAN PERIKANAN
DENGAN STATUS VALID/FINAL
TINDAK LANJUT
04
TINDAK LANJUT DAN HARAPAN :
1. Untuk daerah yang belum menyampaikan PK Dekonsentrasi agar segera menyampaikan di forum ini.
2. Selanjutnya setiap Provinsi wajib menyampaikan :
a. capaian target yang telah dicantuman dalam PK Tahun 2022 dalam aplikasi kinerjaku (maksimal 15 hari pasca berakhirnya tahun
anggaran 2022)
b. Menyusun Laporan Kinerja Dekonsentrasi di akhir tahun 2022 (maksimal 20 hari pasca berakhirnya tahun anggaran 2022)
Kepatuhan dan kelengkapan penyajian informasi dalam Laporan Kinerja
Dekonsentrasi tahun 2022 sangatlah dibutuhkan untuk pengungkapan
capaian pembangunan KP yang komprehensip.
Terima Kasih
1,40% 1,74%
46,72%
50,14%
Tugas Pembantuan (1,4%) Dekonsentrasi (1,74%) Kantor Pusat (46,72%) Kantor Daerah (50,14%)
Profil Pagu dan Realisasi Anggaran KKP Tahun 2022
Profil APBN KKP 2022 Profil Realisasi APBN KKP 2022
Sebesar 3,13 % APBN KKP 2022 dialokasikan untuk Tugas Pembantuan dan Dekonsentrasi
Sumber : https://spanint.kemenkeu.go.id
25,99%
36,04%
16,63%
6,33%
0,00%5,00%10,00%15,00%20,00%25,00%30,00%35,00%40,00%
Kantor Pusat Kantor Daerah Dekonsentrasi Tugas Pembantuan
• Realisasi KKP per 19 Juni sebesar 30,59 %.
• Berdasarkan kewenangan realisasi terendah adalah kegiatan
Tugas Pembantuan dengan realisasi sebesar 6,33%.
SASARAN PROGRAM INDIKATOR KINERJA TARGET 1. Terselenggaranya
Pemanfaatan dan
Pengendalian Ruang Laut di Wilayah Laut, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
1. Dokumen Sosialisasi Penyelenggaraan Penataan Ruang Laut yang disusun (dokumen)
1
2. Lokasi Pemanfaatan Ruang Laut Eksisting yang diidentifikasi/ dipetakan (lokasi)
1
2. Meningkatnya
Pengelolaan Kawasan Konservasi yang Efektif
3. Pengelola Kawasan Konservasi yang meningkat kompetensinya (orang)
1
3. Tata kelola pemerintahan yang baik di satker Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan
4. Nilai Kinerja Anggaran Satker Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan (07) (nilai)
81
5. Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran Satker Dinas Kelautan dan Perikanan
Provinsi Kalimantan Selatan (07) (nilai)
89
6. Persentase pemenuhan pelaporan data realisasi pemantauan berbasis aplikasi eMonev Satker Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan (%)
100
DEKONSENTRASI DITJEN PRL
02
SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET
1 Terwujudnya Produk Hasil Kelautan dan Perikanan yang Bermutu dan Bernilai Tambah
Rekomendasi Penerbitan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) / Sertifikat Good Manufacturing Practices (GMP) (Rekomendasi Kebijakan)
11
2 Peningkatan Angka Konsumsi Ikan Promosi Kampanye Gemarikan yang dilaksanakan oleh
Daerah (Promosi) 1
3
Terlaksananya Fasilitasi Kemudahan Berusaha Dan Berinvestasi Bagi Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan
UMKM yang difasilitasi melalui Gerai Investasi dan
Layanan Usaha (UMKM) 40
4 Terkelolanya Pemerintahan yang Baik pada satker Dekonsentrasi lingkup Ditjen PDSPKP
Dokumen Kinerja Pelaksanaan Kegiatan Anggaran
Dekonsentrasi (Dokumen) 1
DEKONSENTRASI DITJEN PDS
03
SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET
1.
Meningkatnya Kualitas Pengendalian dan Pengawasan Perikanan Budidaya bidang Kawasan dan Kesehatan Ikan
1. Sampel Monitoring Residu yang diuji (sampel) 49
2. Sampel Monitoring Penyakit Ikan yang diuji
(sampel) 34
2.
Meningkatnya Kualitas Pengendalian dan Pengawasan Perikanan Budidaya bidang Produksi dan Usaha Budidaya
3. Sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB)
yang diterbitkan (unit) 40
3. Terkelolanya Pemerintahan yang Baik pada Satker
Dekonsentrasi lingkup Ditjen Perikanan Budidaya 4. Dokumen Kinerja Pelaksanaan Kegiatan
Anggaran Dekonsentrasi (Dokumen) 1
DEKONSENTRASI DITJEN PB
04
DEKONSENTRASI DITJEN PT
05
Nelayan/awak kapal perikanan yang ditingkatkan pengetahuan/kompetensinya
Awak kapal perikanan yang difasilitasi penerapan Perjanjian Kerja Laut (PKL) dengan pelaku usaha (orang)
Pemerintah daerah yang difasilitasi dan dibina penerbitan dokumen kapal perikanannya (Lembaga)
Pelabuhan perikanan lokasi pelaksanaan PNBP perikanan tangkap yang terkelola pendataannya (Lembaga)
Provinsi yang difasilitasi tata kelola perizinan perikanan tangkap (Provinsi)
Bidang tanah nelayan yang diidentifikasi untuk difasilitasi sertifikatnya (Laporan)
Kelompok Usaha Bersama yang diidentifikasi untuk ditingkatkan kapasitas kelembagaannya (Laporan)
Nelayan penerima Bantuan Premi Asuransi Nelayan yang diidentifikasi (Laporan)
Lembaga Pengelola Perikanan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia di Perairan Darat Yang Terbentuk (Lembaga)
Kelompok Nelayan yang diidentifikasi kampung nelayannya untuk difasilitasi penataannya (Laporan)
Lembaga Pengelola Perikanan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia di Perairan Darat Yang Terbentuk (Lembaga)
Laporan Data logbook penangkapan Ikan yang dikumpulkan dan diverifikasi (Laporan)
DEKONSENTRASI DITJEN PSDKP
06
SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET
1. Terselenggaranya sistem
pengawasan berbasis masyarakat yang partisipatif
1. Persentase Pokmaswas yang aktif mendukung pengawasan SDKP (%)
87
2. Tata kelola pemerintahan yang baik 2.Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) lingkup Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara (nilai)
89
3.Nilai Kinerja Anggaran (NKA) lingkup Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara (nilai)
81
Profil Anggaran dan Kegiatan Tugas Pembantuan Tahun 2022
Mercury
Pengelolaan Ruang Laut
saturn
Perikanan Tangkap
Rp.25.152.683.000 Rp.60.205.000.000
• Revitalisasi/pembangunan Gudang Garam Rakyat 18 unit di 8 Kab/kota
• Integrasi Lahan Garam 210 ha di 9 kab/kota
• Pembangunan Jalan Produksi
• Geomembran Total Anggaran Tugas
Pembantuan Rp. 85,37 miliar
• Kapal 5 GT (75 unit) di 17 Satker TP Provinsi
• Peningkatan Fasilitas Pelabuhan
perikanan UPT Daerah tuntuk menunjang PNBP perikanan tangkap (Pengadaan CCTV, Troli, keranjang dan Pagar Pembatas)
• Prasarana Pemulihan
Habitat Sumberdaya Ikan (Rumah Ikan
FORMAT PENGINPUTAN CAPAIAN KINERJA SATKER DEKONSENTRASI TAHUN 2022
34
FORMAT PELAPORAN KINERJA
SATKER DEKONSENTRASI TAHUN 2022
35
PAGU ANGG ARAN DEKONSENTRASI KKP
T A H U N 2 0 2 2
Unit Kerja/T.A Pagu Dekon (Rp)
2021 2022
Setjen 18.982.437.000 18.700.000.000
DJPRL 8.169.250.000 13.552.969.000
DJPT 16.294.737.000 27.677.500.000
DJPB 37.387.500.000 27.987.000.000
DJPSDKP 5.184.668.000 6.034.168.000
DJPDS 13.358.000.000 12.320.000.000
Jumlah 99,376,592,000
106,271,637,000
50% 47%
1% 2
Kantor Pusat Kantor Daerah
Jenis Kewenangan Pagu (Rp)
Kantor Pusat 2,868,457,130,000
Kantor Daerah 3,055,880,946,000
Dekonsentrasi 106,271,637,000
Tugas Pembantuan 85,357,683,000
Total Pagu KKP 6,115,967,396,000
Pagu Anggaran Dekonsentrasi KKP per Eselon I :
Pagu Anggaran KKP Tahun 2022 per Jenis Kewenangan :
Total alokasi dana dekonsentrasi KKP pada tahun anggaran
2022 sebesar Rp
106,27 M. Dana dekonsentrasi memilikiproporsi 2% dari pagu KKP tahun anggaran 2022 sebesar Rp
6,12 TRealisasi Penyerapan Dana Dekonsentrasi Per Unit Kerja
T A H U N 2 0 2 2
- 5.000.000.000 10.000.000.000 15.000.000.000 20.000.000.000 25.000.000.000 30.000.000.000
SETJEN DJPRL DJPT DJPB DJPSDKP DJPDS
Pagu Realisasi
11% 19%
16%
27%
36% 30%
Sumber OMSPAN Kementerian Keuangan, 20 Juni 2022
Profil Anggaran dan Kegiatan Dekonsentrasi Tahun 2022
Sekretariat Jenderal
Rp18,7
miliar Kegiatan : Layanan Perencanaan dan Pengangaran, Layanan Data dan Informasi serta Manajemen KeuanganPerikanan Tangkap
Kegiatan Nelayan/awak kapal perikanan yang ditingkatkan
pengetahuan/kompetens inya, pengelolaan Pelabuhan perikanan dan kesyahbandaran
Total Anggaran Dekon : Rp.106,41 miliar
Pengelolaan Ruang Laut
Kegiatan : sosialisasi peraturan penataan ruang laut, Evaluasi Perizinan Pemanfaatan Ruang Laut,pengelolaan Kawasan konservasi, tata Kelola pergaraman, dukungan manjemen
Rp13,69 miliar
Peningkatan daya Saing
Rp12,3 miliar
Kegiatan : Promosi Gemarikan, Penerbitan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) / Sertifikat Good Manufacturing Practices (GMP) oleh daerah, gerai usaha dan investasi, dukungan manajeman
Pengawasan SDKP
Kegiatan: Pembinaan Pokmaswas dan Dukungan Manajemen
Rp6,03 miliar Perikanan
Budidaya
Kegiatan : pengujian dan monitoring residu dan penyakit ikan, Sertifikasi
Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), dukungan manajemen